“Merry Me” ~paRt: One

Annyeonghasaeyo yeorobeun~

Im back..

Hoho

Tapi kali ini bkn aq yg jadi peran utamanya hehe *sapa jg yg tanya??*

Mian kalo ep.ep yg kali ini aga-aga nyrempet” gimaaaa gitu…

Yg jelas masi batas normal ko..

He..

FF ni q bkin buat uri Leader,, Po geje.. *michan: senyum” geje*

I HOPE U LIKE IT,,, CHINGU!!

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  •          Leeteuk,
  •          Kim Heechul,
  •          Choi Jonghun,
  •          Choi Minho,
  •          and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

_Merry me_

*Author POV*

“MWO??? Nampyonku akan menikah?? ANDWEE!!” pekik salah seorang gadis berseragam SMA ketika tak sengaja melewati sebuah toko elektronik, yang sedang menayangkan liputan konferensi pers sebuah boyband ternama Korea, dan berhenti untuk melihatnya.

“Aish… My angel teuki Oppa… Siapa gadis itu?? Membuatku cemburu setengah mati!!” Tambah murid lainnya yang berambut pendek sebahu.

“Aishh.. Gadis itu pastilah sangat anggun dan cantik. Jika benar tebakanku itu, aku akan merelakan suamiku itu untuk berbagi dengannya. Tapi jika tidak. Akan ku hajar dia!!” sahut gadis lain yang berwajah garang dan berambut pirang kriting. Sadis!

“Sudahlah. Lagi pula memang sudah saatnya dia menikah,” seorang yeoja berambut panjang mencoba menenangkan.

“Ya! Sekarang kau bisa bilang begitu. Tapi bagaimana bila Heechul Oppa, cinderella kesayanganmu itu yang akan menikah? Dia juga kan sudah saatnya menikah! Kalau itu benar terjadi, pasti kau sudah nangis darah!!” sahut gadis berambut pendek tadi, tak terima.

Sementara itu, disebuah ruang pertemuan di dalam gedung SM ent. sebuah konferensi pers akan segera dimulai.

“Hyung. Kau yakin akan melakukannya??” siwon menepuk pundak Leeteuk pelan. Leeteuk hanya tersenyum, lalu mengangguk yakin. seolah mengatakan pada Dongsaengnya itu, bahwa semua akan baik-baik saja. Siwon mengangguk paham. Lalu dengan langkah penuh percaya diri, merekapun memasuki ruang pertemuan yang sudah dipenuhi para wartawan dengan disambut puluhan lampu blitz yang menyilaukan mata.

“Annyeonghasaeyo. Uri neun,, Suh-poh ju-ni-Oh oyeyo!!”

Mereka bertiga belaspun langsung duduk ditempat yang tengan di sediakan dan memulai sesi konferensi pers. Leeteuk, sang leader yang menjadi tokoh utama konferensi pers tak henti-henti memberikan senyum terbaiknya.

“Lalu. Kapan acara pernikahannya??” tanya salah seorang wartawan.

“Mengapa terkesan terburu-buru???” cecar wartawan yang lain. Leeteuk hanya tersenyum simpul, lalu menarik nafas dalam. Sungmin yang duduk di sebelahnya, langsung meneglus pundaknya pelan.

“Kau tak perlu menjawabnya hyung, jika tidak ingin,” kali ini Donghae yang berbisik. Leeteuk tersenyum, lalu menggeleng pelan.

“Anni, aku akan menjelaskanya.”

*_*

*Hyerin POV*

“Mwo?! SHIREO!!” aku menatap wajah Appa garang, sebelum akhirnya menutup kedua kelopak mataku dan menggeleng-gelengkan kepala tak tentu arah, berharap apa yang barusan ia sampaikan adalah sebuah kesalahan! Eomma yang sedari tadi hanya diam dan duduk disamping Appa, langsung merengkuh tubuhku dalam pelukannya sambil mengelus rambut panjangku, lembut.

“Mianhae Hyerin-ah. Eomma takbisa berbuat apa-apa. Ini semua sudah menjadi takdir. Dan kau harus menjalaninya jika kau ingin melihat Appamu bahagia,” bisik Eomma ditengah pelukannya.

“Bersiaplah, karena besok malam kita akan bertemu dengan kelaurga calon suamimu sekalian langsung melangsungkan acara pertunangan kalian!” kata Appa tegas. Aku hanya bisa diam. Tak dapat bicara, sambil menahan tangisku yang mulai pecah.

*_*

Sorry.. sorry.. sorry.. sorry… sorry..

Bel sekolah berdering kencang. Dengan sigap, seluruh murid langsung berhamburan keluar kelas. Aku baru saja akan melangkah keluar ketika ponsel yang sedari tadi ku kantongi di saku blazer, berdering. Telpon masuk. Eomma.

“Yobosaeyo?”

“Yobosaeyo, Hyerin-ah. Cepat keluar. Eomma sudah menunggumu diluar!”

Tut- telpon langsung ditutup. Aku hanya mengumpat dalam hati, sebelum akhirnya berlari secepat mungkin menemui Eomma sebelum kena damprat!

“Kita mau kemana?” tanyaku bingung, begitu sadar bahwa mobil yang kami tumpangi tidak berjalan kearah rumah.

“Kita akan ke hotel. Mereka sudah menunggu kita, sayang,” kata Eomma sambil tersenyum penuh arti sesekali melirikku yang duduk di jok belakang, dari kaca spion. Aku hanya bisa tersenyum kecut. Aku sudah tau maksud semua ini. Pasti disana sudah ada yang menunggu untuk segera mendandaniku.

“Aish!” aku mengacak-acak rabutku. Frustasi. Hingga akhirnya berantakan dan lebih mirip seperti orang gila, lalu mengambil sebuah bantal berbentuk hati yang selalu di letakkan di jok belakang dan membenamkan wajahku dibalikknya.

*_*

 

Choi Hyerin. Itu lah namaku. Anak dari seorang kepala polisi daerah, Choi Hyun Joong,  yang terkenal sangat sangar dan tegas, baik bagi keluarga ataupun bawahannya. Magnae dari 3 bersaudara, dimana kedua saudaraku yang lainnya berjenis kelamin LAKI-LAKI, yang amat tampan, rupawan, nan TERKENAL pula. Terkenal? Ya, mereka memang terkenal, Oppaku yang paling tua adalah CHOI JONGHUN,

the cutest Korean guy *itu yang dikatakan para fansnya, yang amat MENG-GILA-I oppaku yang satu ini. Tapi, jujur aku juga mengakuinya. HAHAHA~*, ia juga seorang LEADER dari band terkenal FT. Island. Sementara yang satunya, adalah CHOI MINHO,

 rapper dari boyband terkenal SHINEE, yang terkenal akan FLAMMING CHARISMA-nya.

Aku sendiri masih berstatus siswi kelas XII di PARAN SENIOR HIGH SCHOOL, yang sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan. Tapi, kemarin malam secara tiba-tiba saja Appa menyuruhku untuk segera menikah dengan cucu dari keluarga pria yang juga telah di anggap Appa sebagai ayahnya sendiri. Dan karena sesuatu hal, mereka menginginkanku untuk dijodohkan dengan keturunan mereka.

Dan sekarang, apa yang terjadi???

Aku menatap bayanganku sendiri di depan cermin, takjub. Belum pernah aku melihat diriku secantik ini.

“Cantik bukan???” tanya nona Kim, stylish yang sedari tadi meMAKE OVERku begitu kami sampai di salah satu kamar hotel bintang 5.

“Aigo~ Neomu yeppoda!!” Minho Oppa yang baru saja tiba langsung menghampiriku dan memutar tubuhku hingga mengadapnya, dan terus menatapku takjub. Eomma tersenyum puas. Sementara aku, masih tertegun melihat bayanganku sendiri.

“Gureom, saya permisi dulu. Annyeonghasimnika~” nona Kim membungkuk sopan kemudian pergi begitu Eomma membalasnya, ramah.

“Aigo~ Dongsaengku sudah besar, dan bahkan akan mendahuluiku untuk menikah,” Minho Oppa menatapku penuh haru lalu menarikku dalam pelukannya.

PLETAKK!

Aku menjitak kepalanya dengan gagang sisir, sadis. Ia meringis pelan, lalu melotot tak terima.

“YA! Suruh siapa kau bicara seperti itu, huh??” aku balas memelototinya lebih garang.

“Siapa juga yang mau menikah dengan paksaan seperti ini!? Kalau mau kau saja OPPA! Masa depanku masih panjang tau! Apa lagi kudengar pria itu.. Anni.. Maksudku AHJUSSIE itu lebih tua 10 tahun dariku, yang artinya jauh lebih tua darimu dan JongHun Oppa! SHIREO!! Aku tak mau menikah denagn Ahjussie-ahjussie!!!!!”

“MWO?? AHJUSSIE?? Tak sopan kau!” Eomma yang sedari tadi sibuk membolak-balik majalah, menjitak kepalaku sadis. Sementara Minho Oppa malah tertawa senang.

“Ya! Jangan tertawa kau, Minho! Asal kau tau, Appamu juga berniat ingin menjodohkanmu dengan salah satu anak relasinya, tau!”

”MWO???” pekik kami berdua tak percaya.

“SHIREO! Aku masih muda Eomma, lagi pula kontrak kerjaku masih panjang. Jadi tak mungkin aku menikah! Ha.. Ha.. Ha…” tawanya garing. “Lagi pula kenapa tidak Jonghun hyung saja? Dia kan lebih tua dariku!!”

“Jonghun juga sama sepertimu, CHOI MINHO! Kau lupa kalau kalian masih terikat kontrak kerja?? Lagi pula, dia itu dewasa, TIDAK SEPERTI KALIAN!!” Eomma menatap kami berdua dengan mata elangnya, bergantian, lalu kembali memusatkan perhatiannya pada majalah yang dibacanya tadi, “Jadi Appa mempercayakannya untuk mencari jodohnya sendiri.”

“ANDWEEEEEEEE!!”

*_*

 

Jlebb…

Kedua pintu kayu berukuran besar yang ada dihadapanku perlahan mulai terbuka lebar. Aku menarik nafas berat lalu menguatkan langkahku untuk masuk kedalam ruangan besar nan megah, yang di dalamnya terdapat sebuah meja bundar berukuran besar, yang merupakan ruang perjamuan makan malam. Belum ada siapa-siapa di dalamnya, hanya ada Eomma dan Appa yang sedari tadi berjalan mendahuluiku, dan Minho Oppa yang masih berdiri di belakangku.

“Kenapa berdiri? Ayo cepat duduk,” perintah Appa. Dengan segera, aku langsung menempati kursi kosong yang terletak disebelah Minho Oppa. Tak lama, pintu kayu berukuran besar tadi terbuka lebar. Kulihat sepasang pria dan wanita setengah baya, mulai memasuki ruangan sambil mendorong seorang pria tua yang tengah duduk di atas kursi roda elektriknya, dengan pakaian yang sangat glamour, diikuti seorang namja yang amat ku kenal di belakangnya.

‘Apa dia orangnya?’ batinku penasaran.

“Maaf aku terlambat” Jonghun Oppa membungkuk sopan, dihadapan kami semua , lalu menarik kursi disebelahku.

“Aishh, Oppa! Kukira siapa tadi! Bikin aku jantungan! Kenapa kau telat??” aku mengelus dada, lega. Jonghun Oppa hanya tersenyum kecut, karena Appa mulai membuka obrolan.

“Mana teuki?” tanya Appa kepada tuan Park, kakek yang tengah duduk di kursi roda.

“Oh, Josonghamnida. Sepertinya cucuku yang satu itu akan terlambat karena ada urusan.” Jelasnya, Appa tersenyum maklum. Aku yang sedari tadi terus mendengar percakapan mereka, mencoba mencerna setiap kata yang mereka bicarakan.

‘Chamkanman. TEUKI?? Keluarga Park?? Apakah mungkin dia itu???’ belum sempat aku menyelesaikan fikiranku, pintu kayu tersebut kembali terbuka. Semua mata langsung beralih kepadanya. Seorang namja dengan kemeja putih serta rompi dan dasi kupu-kupu menunduk sopan.

“Annyeonghasaeyo, Park Joongsoo imnida. Mianhae, saya terlambat,” katanya sopan sambil menyunggingkan senyum terbaiknya. Lalu duduk di sebelah kakeknya, begitu ia dipersilahkan.

‘Chamkanman. Park Joongsoo? Teuki? LEETEUK,? Leader dari boyband yang amat aku sukai??’ aku menampar wajahku pelan, meyakinkan kalau semua ini hanya mimpi.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Jonghun Oppa khawatir, dengan volume sekecil mungkin.

“Oppa.. katakan padaku kalu semua ini mimpi!”

*_*

 

*Leeteuk POV*

“Annyeonghasaeyo, Park Joongsoo imnida. Mianhae, saya terlambat,” kataku sambil menunduk sesopan mungkinbegitu kulihat semuanya sudah berkumpul di meja makan. Aku menebarkan pandanganku keseluruh ruangan , kulihat sudah ada Haraboeji, kedua orang tuaku, Ahjussi dan Choi Ahjumma, bahkan yang tak kusanggaka ada Minho dan Jonghun disana. Disana ada seorang gadis cantik berambut panjang, mengenakan gaun putih polos dengan aksen sederhana, namun membuatnya terlihat anggun, duduk diapit oleh kedua dongsaengku itu. Aku tersenyum lebar, seolah terhipnotis akan kecantikannya. Aku langsung duduk disebelah Haraboeji begitu ia memanggilku. Dari tempat dudukku ini, aku dapat melihat jelas tingkah laku gadis yang akan menjadi istriku ini kelak, itu.

Aku hanya tersenyum menahan tawa, begitu ia merengek kepada Jonghun, untuk mengatakan bahwa ini semua hanya mimpi.

“Ya, hyung! Kenapa kau tak bilang kalau calon istrimu itu adalah adikku, huh??” Minho menepuk bahuku pelan, sambil menunjuk adiknya itu dengan dagunya. Begitu acara makan malam dan perkenalan selesai.

“Dongsaeng-ah, mana aku tahu bahwa dia itu adikmu!” kataku sambil terus sesekali melirik Hyerin yang sedang asik berbicara dengan Jonghun. Sementara para orang tua masih sibuk membicarakan sesuatu.

*_*

*Hyerin POV*

“MWORAGO?? Kau akan menikah?” pekik Eunmi, teman sebangkuku yang juga sahabatku, dengan mata membulat. Aku langsung menutup mulutnya dengan tangan, begitu seluruh pasang mata di kelas memandang heran kearah kami.

“Aisshh,, kau ini!” aku mengambil ancang-ancang untuk menjitakknya.

“Mian.. Mian.. Keceplosan! Hehehe..” katanya polos sambil memasang tampang aegyo-nya. Dan kalau begini, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ya!! Choi Hyerin. Kang Eunmi! Jika kalian masih berisik juga, lebih baik keluar!!” Kim sonsaengnim memperingatkan, aku yang baru sadar bahwa ia sudah ada di depan sambil memasang wajah garang, langsung menunduk dan membetulkan posisi dudukku.

Sorry..sorry..sorry..

Bel pulang sekolah berdering dengan nyaringnya. Seperti biasa, semua langsung menyambutnya dengan gembira. Tapi belum sempat kelasku ini mulai membubarkan diri, seorang namja berkaca mata hitam dengan memakai coat coklat berdiri di depan pintu sambil menyunggingkan senyum khasnya. Membuat semua yeoja yang ada berteriak dengan histeris, dan tak hanya yeoja, para namja juga ikut-ikutan histeris begitu ia melepaskan kacamatanya. Aku langsung terlonjak kaget dan kurasakan jantung ini rasanya mau copot karena saking kagetnya.

“Ya! Teuki Oppa, sedang apa kau disini?” tanya Soojoong, teman sekelasku yang memang terkenal maniak sekali dengan yang namanya super junior khususnya teuki si angel witout wings. Sementara Leeteuk hanya tersenyum sambil berjalan menghampiriku yang masih shock.

“Ayo kita pulang. Kajja!”

“MWO????” pekik semua, histeris.

“Ya! Untuk apa kau menjemputku!?”

“Tentu saja untuk menjemput calon istriku yang cantik,” ia tersenyum manis, sambil mengedipkan sebelah matanya, “Kajja!”

*_*

 

*Leeteuk POV*

“Ya! Ahjussie!!! Sampai kapan juga aku tak rela jika harus menikah denganmu!! ARRASEO!?” pekiknya sambil menatapku garang, begitu kami sudah berada di perjalanan menuju dorm Super Junior. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Entah sudah berapa ratuskali ia katakan sejak pertemuan kami kemarin malam.

“Terima saja takdirmu. Karena sampai kapanpun kau berusaha menolaknya, kau akan tetap menjadi ISTRI-ku!” aku tersenyum licik.

“Dan berhenti memanggilku AHJUSSIE!! Panggil aku Chagiya! ARRA??”

“Mwo?? SHIREO!” ia melipat kedua tangannya di dada, “Kau itu lebih tua 10 tahun dariku. Dengar. 10 TAHUN!! Jadi pantas saja jika aku memanggilku AHJUSSIE” katanya lagi sambil menjulurkan lidahnya yang kecil,lalu membuang muka. Dan lagi-lagi aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.

@ dorm suju

“Whaa,, Hyung! Neomu yeppo!” Siwon memandang Hyerin penuh kagum, begitu aku memperkenalkan Hyerin sebagai calon istriku.

“Kalau begini, lebih baik dia jadi istriki saja hyung! Aku rela! Lagi pula, usia kami hanya terpaut 4tahun! Tidak seperti denganmu hyung!” Kyuhyun langsung memeluk tubuh mungil Hyerin erat.

PLETAKK!! Dengan segera sebuah jitakkan maha dahsyat bersarang tepat di ubun-ubun kepalanya yang sekeras batu itu. Ia meringis lalu melepaskan pelukannya.

“Aku kan hanya bercanda hyung!” katanya sambil memegang ubun-ubunnya yang sakit.

“Aishh,, terserah! Yang jelas, dia ISTRIKU!” aku langsung menarik Hyerin dalam pelukanku.

“MWO??” pekiknya begitu aku menariknya dalam pelukanku. Dan dalam sekejap sebuah tendangan maut bersarang di betisku. Dengan segera aku langsung melepaska pelukanku dan langsung memegangi betisku yang kesakitan.

“AKU TAK MAU MENIKAH DENGANMU AHJUSSI!E!!” teriaknya sebelum akhirnya kabur dari hadapanku. Sementara yang member hanya tertawa senang.

“Aisshh. Kalian ini!!”

*_*

 

Hari ini, begitu ada waktu senggang, aku langsung memacu mobilku menuju rumah Hyerin. Gadis mungil yang dalam beberapa hari lagi akan menjadi istriku. Membayangkannya saja sudah membuatku senang stengah mati. Padahal aku tau, bahwa dirinya malah tidak menghendaki pernikahan ini. Tapi, aku akan mengubah pendiriannya dengan sekuat tenaga.

Ding.. Dong…

Cklekk..

Terdengar suara pintu dibuka.

“Annyeonghasaeyo,” sapaku pada choi ahjumma, ramah.

“Omo~ Annyeonghasaeyo, Joongsoo-ah. Ayo masuk.”

“Ne ahjumma,” kataku smbil membungkuk sopan lalu berjalan mengikutinya dari belakang.

 “Aigoo, kau ini masih saja memanggillku ahjumma,” choi ahjumma berdecak pelan, “Mulai sekarang panggik aku eommonim. Ok?”

“Ah?? N-ne,” aku mengangguk pelan.

“Oh, iya, Joongsoo-ah, aku sedang membuat kue di dapur, sedangkan dirumah juga sedang tidak ada orang. Mungkin sebaiknya kau tunggu di kamar Hyerin saja ya?”

“Ah? Ne,” kataku ragu. Choi ahjumma, ah anni, eommonim tersenyum kecil, lalu mengantarkanku sampai ke depan sebuah kamar di lantai dua, kemudian kembali turun ke dapur dan meninggalkanku seorang diri. Dengan ragu-ragu aku memasuki kamar dengan nuansa putih-ungu itu. Disekelilingnya terpajang beberapa poster SUPER JUNIOR berukuran besar. Disebrang tempat tidur, terdapat sebuah rak dengan seperangkat tv dan beberapa barang elektronik lainnya. Aku terus menebarkan keseluruh penjuru ruangan yang ada, hingga akhirnya terhenti pada sebuah rak yang terletak di dekat meja belajarnya. Senyumku langsung terseungging lebar, begitu melihat berbagai CD super junior dari 1jib sampai 4jib tersimpan rapih diantara kumpulan CD-nya yang lain.

“YA!!! Sedang apa kau AHJUSSIE di dalam kamarku, huh??” suara seorang yeoja yang sangat ku kenal mengalihkan perhatianku.

“Kau seorang ELF?” tanyaku sambil tersenyum penuh arti.

*Hyerin POV*

“Kau seorang ELF?” tanyanya sambil tersenyum penuh arti, sementara di tangannya masih memegangi beberapa CD super junior milikku.

“Iya. TADINYA!” kataku sambil memberi penekanan pada kata TADINYA. “Tapi sekarang TIDAK!” tambahku lagi sambil menahan malu, karena ketahuan mengidolakan boybandnya.

“Mwo? Wae gurae?” tanyanya bingung. “Ah, jangan-jangan karena kau dijodohkan denganku, ya? Atau karena aku pernah mengatakan bahwa aku ingin menikah dengan seorang ELF, makanya kau tidak mau jadi ELF lagi??”

Wajahku memanas. Sepertinya sekarang warnanyapun sudah berubah jadi merah seperti kepiting rebus karena menahan malu. Karena memang itulah alasannya. Huhuhu. Ingin rasanya aku kabur dari hadapannya saat ini juga!

“ANDWEE!!” pekiknya, membuatku terkejut. “Kau boleh saja membenciku. Tapi kau tidak boleh berhenti menjadi ELF hanya karena aku! ARRASEO??!” ia menatapku dalam. Dan entah dorongan darimana, aku langsung mengangguk setuju. Sebuah senyuman manis dengan segera menghiasi wajahnya. Senyuman yang amat tulus. Baru kali ini aku melihat senyuman setulus ini. Tapi, entah mengapa, sepertinya aku pernah melihat senyum seperti ini disuatu tempat. Tapi dimana??

*_*

Akhirnya, hari ini aku dan AHJUSSIE itu saling mengikat janji dihadapan tuhan. Yang artinya kini kami sudah sah menjadi sepasang suami istri. Sekilas kupandangi satu-satu wajah anggota keluargaku dan keluarga Park. Sebuah senyuman dan raut kegembiraan terpancar di wajah mereka. Upacara pernikahan hari ini, berjalan dengan sangat khidmat. Hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir, termasuk Eunmi, member shinee, member FT. island  dan member super junior lainnya.

Acara resepsi pernikahanpun langsung diselenggarakan di taman sebuah hotel bintang lima, dan tertutup untuk umum. Karena aku tak ingin acara ini terlalu di expose keluar.

“Chukkae, Hyung! Akhirnya kau menikah juga!” Eunhyuk Oppa merangkul pundak si AJHUSSIE yang kini telah sah menjadi suamiku, hangat.

“Gomawo, Eunhyukie!! Kau juga, cepatlah susul aku!!” balasnya sambil tersenyum penuh arti kepada seorang yeoja, yang dikenalkan Eunhyuk Oppa sebagai temannya.

“Aish!! Doakan sajalah hyung!! ‘Ah iya, aku sudah menaruh kado pernikahan untuk kalian diruang ganti kalian,” katanya sambil mengerling nakal, sebelum akhirnya pergi menghampiri member yang lain.

“YA!! TEUKI HYUNG!!!” Hongki Oppa menepuk pundak si ahjussie keras, membuatnya meringis pelan.

“Kenapa kau menikahi calon pengantinku, Hyung!?”

“Mwo?”

“Ya! Padahalkan aku yang mengincarnya duluan, Hyung! Tapi kenapa malah kau yang menikahinya!?” Hongki Oppa menggembungkan pipinya, seolah tak terima.

“Aku kan sering kerumah Jonghun Hyung hanya untuk bertemu dengannya! Tapi kenapa kau merebutnya dariku!?” kali ini ia menarik tubuh mungilku hingga berdiri berdampingan dengannya. Entah apa yang ada di otaknya saat ini!?

“Tapi, tidak ah. Ini aku kembalikan!” tambahnya lagi, lalu mendorong tubuhku hingga jatuh kedalam pelukan leeteuk. Sementara aku hanya bisa mengumpat dalam hati, lalu menatapnya dengan tatapan KAU-INI-SEBENARNYA-MAU-APA-HUH!?

“Ya. Kau jangan menatapku seperti itu! Nanti aku akan semakin jatuh cinta padamu dan merebutmu dari Teuki hyung!” katanya PD.

“SSsst.. Aish. Ya, LEE HONGKI! Cepat kembali ke mejamu saja sana! Jangan ganggu PENGANTINKU LAGI!!” Leeteuk menatap Hongki Oppa garang. Sementara kami –aku dan Hongki Oppa- terkikik geli melihatnya.

“MWORAGO?? Kenapa kalian tertawa, Huh??”

*_*

Begitu acara resepsi pernikahan usai, awalnya kukira semua akan langsung kembali kerumah. Tapi ternyata, kedua orang tuaku dan keluarga Park, malah menyuruh kami untuk berganti pakaian di ruang tempat kami berdandan dan berganti pakaian sebelumnya dengan pakaian yang telah mereka siapkan sebelumnya, sementara mereka menunggu kami di lobby. Dan apa yang terjadi? Setelah selesai berganti pakaian, kami malah langsung dibawa ke bandara!

“Ambillah. Semua yang kalian butuhkan telah kami siapkan didalamnya. Dan semua telah kami atur sebaik mungkin,” Eommonim, menyodorkan duabuah tas pakaian ukuran sedang pada kami, yang kuyakini isinya adalah pakaian.

“Mwo? Jadi maksudnya?” aku menunjuk tas berisi pakaian itu dengan wajah bingung.

“SELAMAT BERBULAN MADU!!!!” ujar merika kompak.

“MWO!” pekikku panic. Kupandangi wajah Oppaku satu-satu, mencoba mencari pertolongan.

“Oppa..” aku menatap Minho Oppa dengan puppy eyesku. Tapi..

“Jangan tatap aku seperti itu! Tak mempan tau!” balasnya sambil menjulurkan lidah kearahku.

“Oppa…” kali ini aku menatap Jonghun Oppa penuh harap. Tapia pa yang terjadi?? Ia malah memelukku erat.

“Selamat bersenang-senang dongsaengku!” ia mengacak-acak rambutku lembut. Aku  menggembungkan pipiku kesal. Jonghun Oppa hanya tersenyum lalu beralih memeluk Leeteuk yang berdiri disebelahku dan membisikkan sesuatu kepadanya.

*Leeteuk POV*

“Oppa…”  rengek gadis yang telah sah menjadi istriku ini sambil menatap Jonghun penuh harap. Sepertinya ia mencoba mencari sekutu agar tidak ikut berbulan madu denganku. Tapi Jonghun malah tersenyum dan memeluknya erat sambil sesekali melirik kearahku.

“Selamat bersenang-senang dongsaengku!!” Jonghun mengacak-acak rambutnya lembut.

‘Yess!!’ pekikku dalam hati, karena ternyata semua mendukung rencana ini. Hahaha. Aku menyunggingkan senyum evil ala kyuhyun. Sepertinya perlahan-lahan aku mulai tertular oleh si evil magnae itu.

Kulirik, Hyerin kini sedang menggembungkan pipinya, kesal, karena tak dapat sekutu. Lagi-lagi, aku tersenyum penuh kemenangan. Jonghun melirikku sekilas lalu memelukku ringan.

“Tolong jaga dongsaeng perempuanku satu-satunya itu ya, hyung. Kumohon!” bisikka ditengan pelukkan. Aku mengangguk mantap.

TBC….

>>>>tGu next part yya…

COMMENT PLIS….

don’t b silent reader!! ^^

by: ~mRs. cHoiLee~

Iklan

20 thoughts on ““Merry Me” ~paRt: One

  1. annyeong onn!
    akhirnnya baca jg! aku penasaran sm ceritanya! nyari part 1 nya susah banget yg di blog suju ff 2010!

    suka bgt deh sama ceritanya! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s