~sayonara~ ‘Oneshoot’

“sAyOnaRa”

 

*Author POV*

          Langit mulai gelap, sang mentari segera meninggalkan singgasana-nya dan digantikan cahaya teduh sang rembulan. Samar-samar, terlihat kilauan cahaya kecil nan indah bertaburan menghiasi langit. Di dalam sebuah aula besar di dalam pusat perbelanjaan ternama di daerah Seoul , sebuah mega konser sedang diselenggarakan.

            Di barisan depan, diantara kerumunan orang-orang di kelas vip, Hyunjae menggenggam tangan kiri Sooyoong erat. Jantung-nya kebat-kebit tak karuan, secara perlahan tapi pasti, keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya yang mulai terlihat putih pucat. Kontan, Sooyoong langsung panik begitu melihat wajah Sooyoong yang sekarang terlihat berwarna pucat pasi.

            “Hyunjae-ah, lo gak apa-apa? Muka lo pucet! Lo sakit??” pekik Sooyoong panik.

            Hyunjae hanya menggeleng pelan. “Gak kok. Gw cuma pusing dikit doang!”

            “Oo.. Yaudah, ntar kalo ada apa-apa bilang yah!” ujar Sooyoong khawatir, diikuti anggukan pelan Hyunjae.

            Dari arah panggung, SUPER JUNIOR, boyband yang baranggotakan 13 pria tampan yang sedang naik daun *ulet kali naik naun*,  akhirnya menggebrak panggung dengan aksinya yang memukau. Choi Swon, salah satu member yang punya tampang paling charming diantara member  lainnya, paling di elu-kan para penonton, tak terkecuali Hyunjae. Karena dia-lah, makanya Hyunjae nekat datang kemari, padahal kondisi kesehatannya tak begitu sehat, dan tak memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit.

            “Aku seneng bisa liat kamu,” bisik Hyunjae dalam hati sambil tersenyum manis begitu melihat penampilan Siwon yang memukau.

            Belum selesai satu lagu, Sooyoong teriak histeris. Hyunjae pingsan. Beberapa orang keamanan langsung menghampiri dan membawanya ke ruang perawatan. Sooyoong mengikutinya dari belakang, sambil meraih ponsel di kantong celana-nya lalu mencoba menghubungi seseorang.

***

Setahun yang lalu

            Mentari bersembunyi di balik gumpalan awan hitam yang menyelimuti seluruh kota . Kokok ayam samar-samar terdengar dibalik suara petir yang saling bersautan di angkasa, lolongan anjing liar ikut meramaikan suasana, diikuti tetesan air hujan yang perlahan mulai tumpah ke permukaan tanah dengan derasnya. Waktu masih menunjukkan pukul 04.25. Belum banyak orang yang sudah bangkit dari tidurnya.

            Di dalam kamar, Hyunjae terdiam sambil memandang sebuah bingkai foto yang memajang gambar sepasang remaja yang sedang tersenyum lebar. Orang yang ada di dalam sana adalah dirinya dan Andrew, pacarnya yang sekaligus juga sahabat masa kecilnya. Entah kenapa, semalaman, Karin tak bisa tidur. Teringat kembali kenangan saat Andrew datang ke rumahnya semalam dan mengatakan sesuatu yang menurutnya aneh.

            “Kalo aku gak ada, kamu jangan sedih yah! Kamu tuh harus mandiri, Jagiya. Jangan manja!!” Andrew mengacak rambut Hyunjae, lembut, lalu tersenyum tipis.

            “Apa maksud sih? Emangnya Oppa mau kemana? Mau ke luar kota lagi? Atau malah ke luar negeri??” Hyunjae menatap wajah Andrew, bingung.

            Andrew  tersenyum datar, lalu mendongakkan kepalanya ke atas, menatap langit malam yang diselimuti bintang-bintang nan indah.

            “Aku mau pergi jauh, Jagiya. Kamu nanti jangan sedih yah, kalo aku tinggalin!? Masih ada Sooyoong yang akan slalu bisa nemenin kamu setiap saat. Masih ada Eomma dan Appa kamu yang sayang banget sama kamu. Tapi, kamu juga jangan terlalu tergantung sama orang lain. Karena kalo kamu terlalu mengandalkan orang lain, saat kamu butuh mereka tapi mereka gak ada, kamu bakal kesulitan!” Andrew mengambil nafas berat, ”Kamu juga baik-baik yah, selama aku gak ada nanti! Jaga kesehatan kamu. Jangan terlalu capek. Nanti kondisi badan kamu nge-drop lagi,” katanya panjang lebar.

            Hyunjae cuma bengong mendengarkan semua perkataan Andrew barusan. Dia kaget. Gak nyangka, kalo Andrew yang selama ini gak pernah banyak omong, sekarang malah nasehatin dia panjang lebar! Seolah benar-benar akan meninggalkannya sejauh mungkin dan gak akan katemu lagi.

*Hyunjae POV*

            Aku kaget. Bingung. Ku tatap wajah seorang namja tampan yang sedang duduk sambil menggenggam tanganku erat ini. Entah apa yang sedang difikirkannya saat ini. Aku merasakan suatu keganjilan dalam dirinya. Tapi apa?

            “Ye, bengong lagi! Janji yah!?” katanya, membuyarkan lamunanku.

            Aku menatapnya ragu, namun akhirnya mengangguk pelan, tapi dalam hatiku masih ada sesuatu yang mengganjal. “Kamu aneh! Udah kayak orang yang udah mau mati aja!”

            Ia tersenyum kecut, lalu kembali mengacak-acak rambutku pelan.

            “Udah ah, udah malem! Aku pamit yah! Mau ke rumah si JongHun, minjem catetan,” aku  mengangguk pelan. “Sayonara!” tambahnya lagi sebelum akhirnya benar-benar pergi dengan motor sport hitamnya

*Flashback end*

*Author POV*

            Dari arah ruang keluarga, terdengar dering telepon, menyadarkan Hyunjae dari lamunannya. Hyunjae tetap tak beranjak dari duduknya, sampai seseorang akhirnya memanggil-manggil nama-nya, histeris.

            “Hyunjae-ah!!!!” panggil Eomma dengan suara serak.

            “Eomma, wae gurae?” tanyannya bingung

            “Andrew…”

            “Andrew kenapa, Eomma??” tanya Hyunjae gak kalah histeris. Eomma hanya bisa terisak lalu menyerahkan gagang telepon pada Hyunjae.

            “Yob.. Yobsaeyo?? Hyunjae-ah??” panggil seseorang di seberang telepon dengan panik.

            “Ne.. Ini?”

            “Ini… Ini ahjuma sayang..” jawabnya terbata-bata,”An.. Andrew… Kecelakaan!”

***

            Awan mendung seolah enggan pergi dari sisi Hyunjae. Mentari yang biasanya menyelimuti hari-harinya yang ceria-pun seolah enggan menemani. Sejak kepergian Andrew akibat kecelakaan maut yang dialaminya, dua bulan yang lalu, Hyunjae menjadi lebih pemurung dan pendiam dari biasanya. Kondisi fisik-nya pun kian drop. Penyakit jantung yang sudah diidapnya sejak kecil, kini menjadi teman setianya. Berbagai macam pengobatan pun dilakukan orangtua-nya agar putri semata wayang-nya itu tetap bertahan. Tapi, Hyunjae terus menolak. Dia seolah sudah enggan untuk hidup lebih lama lagi di dunia. Dia sudah menyerah. Kim Hyunjae sudah menyerah!!

            “Hyunjae-ah, jangan gini terus dong! Andrew juga gak bakalan tenang disana kalo lo kayak gini,” bujuk Sooyoong sambil mengusap-usap rambut Hyunjae yang terurai panjang.

            Hyunjae menatapnnya sekilas dengan pandangan kosong. “Gw kangen banget, Sooyong-ah. Guw kangen banget sama Andrew,” katanya sambil kemudian terisak pelan.

            Sooyoong memeluk tubuh sahabatnya itu erat. Air mata-nya yang terbendung selama ini akhirnya tumpah. Andrew memang cuma  sekedar teman bagi-nya, tapi bagi Hyunjae, sobatnya, Andrew adalah orang terpenting dalam hidupnya, bahkan melebihi dirinya atau bahkan kedua orang tuanya sendiri, sementara bagi Sooyoong, Hyunjae adalah orang terpenting, dan yang paling ia sayangi dalam hidupnya.

            “Sooyoong-ah, jangan sedih. Jangan tangisin gw! Gw gak pantes buat lo tangisi..”

            “GAK!” pekik Sooyoong tiba-tiba, ”Lo-lah orang yang paling pantes gw tangisi. Yang paling pantes buat gw sayangi. Dan sobat gw satu-satunya yang paling gw mengerti dan ngerti gw!! Lo udah lupa apa? Andrew pesen sama lo, jangan sedih kalo dia pergi! Lanjutin hidup lo, Hyunjae-ah! Hidup lo tuh masih panjang!” isaknya.

            “Gak. Hidup gw udah gak panjang. Hidup gw tinggal seumur jagung! Biarin aja gw mati. Gw gak mau nyusahin orang-orang. Kalo gw gak ada, Eomma sama Appa gak akan repot ngurusin gw, dan lo gak akan nangis gara-gara gw!! Gw gak ada gunanya hidup di dunia ini!!!”

            Plak.. sebuah tamparan manis, mendarat di pipi kiri Hyunjae. Sooyoong berang. Dia tak tahan melihat sobatnya itu putus asa dan merasa tak berguna.

            “Gw benci sama lo, Kim Hyunjae! Jangan pernah fikir lo gak berguna di dunia ini! Jangan pernah bilang kalo lo nyusahin semua orang!! Kita semua sayang sama lo, Hyunjae-ah! Kita mau lo hidup!! Kita gak pernah mau kehilangan lo!! Lo gak kasian apa sama ortu lo, yang ngerawat lo selama ini dengan kasih sayang?? Mereka tuh sayang sama lo, Kar! Mereka gak mau kehilangan lo! Makanya mereka rela ngelakuin apa aja demi lo, termasuk juga gw!! Jadi jangan pernah fikir kalo lo gak berguna di dunia ini!!”

            Hyunjae terdiam. Air matanya menetes. Ia sadar, semua yang dikatakan Sooyoong benar. Dia harus melanjutkan hidupnya. Bukan sekedar untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarga dan sahabatnya, yang selama ini selalu setia dan sayang padanya. Kesedihan bukan untuk diratapi atau ditangisi berlarut-larut. Biarkanlah, Andrew tenang di tempatnya sekarang. Dia juga tidak ingin Andrew sedih, karena ia tidak menepati janjinya bahwa ia tidak akan sedih jika Andrew pergi.

            “Sooyoong-ah.  Mianhe” isaknya sambil memeluk tubuh Hyunjae erat.

            “Gw akan selalu maafin lo, chingu.”

***

            “Andrew!!” pekik Hyunjae histeris sambil memegang dada sebelah kiri-nya begitu melihat penampilan SUPER JUNIOR, boyband pendatang baru yang sedang naik daun, di sebuah acara musik di tv.

            “Mana??” tanya Sooyoong penasaran.

            “Itu,” Hyunjae menunjuk salah seorang member yang penampilannya paling menonjol dari yang lain.

            “Oo.. Cumi itu mah, say! Cuma mirip!! Itu mah Choi Siwon, slah satu member di SUPER JUNIOR ! Emang sih rada mirip. Tapi gak mirip-mirip apa ah, say!”

            “Tapi mirip! Neomu kyeopta! Kayak Andrew!” ujarnya sambil tetap memegangi dada kiri-nya, “Dan gw deg-deg-an, seolah gw beneran liat Andrew!!”

            “Masa?? Lo naksir kali sama dia, mentang-mentang jiplakan muka-nya Andrew!?” ledek Sooyoong lagi,”Oh ia, kabarnya dia pernah punya penyakit jantung juga loh..”

            “Oh ya??”

            “Iya, sampe-sampe hampir mati gitu, gara-gara udah parah. Tapi untungnya dia dapet donor jantung yang cocok, makanya sekarang dia sembuh. Operasinya juga belum lama kok! Kira-kira lima bulanan yang lalu, selang beberapa hari setelah Andrew meninggal!”

            “ Lima bulan yang lalu??” tanya Hyunjae sangsi. Sooyoong mengangguk mantap.

            Sejak pertama kali liat Siwon bersama Super Junior di tv, Hyunjae jadi kepincut sama dia. Belum lagi lagu-lagunya yang emang enak dan easy listening, bikin Hyunjae jadi penggemar setianya, dan terobsesi untuk bisa ketemu, dan nonton terus aksi-nya! Dan setiap nonton alias liat Siwon di tv, jantungnya selalu berdegup kencang, ia seolah melihat dan merasakan sosok Andrew hadir di dekatnya.

***

 

*Hyunjae POV*

            Hari ini, entah kenapa, aku ingin sekali bertemu dengan Lee ahjumma, eommanya Andrew Oppa. Sepulang sekolah, dengan diantar supir, aku langsung kerumah Andrew Oppa di daerang gangnam. Saat ngobrol-ngobrol dengan ahjuma itulah, aku baru tahu kalo setelah meninggal, Oppa mendonorkan jantungnya kepada orang lain, yang menurut sepengetahuannya adalah, Siwon. Saat itulah Ia baru sadar kenapa selama ini dia selalu merasakan kehadiran Andrew  di dalam diri Siwon. Tapi apa hubungan mereka? Kenapa keduanya punya muka yang hampir mirip??

            “Hyunjae-ah.. Mereka itu saudara kembar.” Lee ahjuma menatapku sedih, aku shock. Mana mungkin??

            “Itu semua benar, Hyunjae-ah. Mereka saudara kembar. Sejak kecil mereka terpisah karena diadopsi oleh keluarga yang berbeda, dan…”

            “Dan apa ahjuma?” tatapku nanar.

            “Dan Andrew juga baru mengetahuinya saat Siwon sudah sekarat di rumah sakit.”

*Author POV*

            Sepulang dari rumah Andrew, sesampainya dirumah, kondisi Hyunjae kembali drop, dan langsung dilarikan kerumah sakit. Selama beberapa hari, Hyunjae tak sadarkan diri. Semua orang cemas. Orang tua Hyunjae mendesak pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan yang terbaik kepada putrinya itu.

            Setelah empat hari tak sadarkan diri, akhirnya hari ini Hyunjae terbangun dari tidur panjangnya. Setelah merasa baikan, dengan terbata-bata ia memanggil Eomma-nya yang sejak kemarin terus menggenggam tangannya.

            “Apa sayang?”

            “Ma.. A-ku ma-mau non-ton.. konser-nya Su.. per ju.nior.”

            “Loh, kamu tuh baru bangun dari koma sayang! Kamu belum pulih!!”

            Hyunjae geleng. “Plis, Ma. A-aku pe-ngen liat pe-nampi-lan me-reka.. sekali.. aja..” pintanya,”A-ku.. mo-hon..”

            Sontak orang tua Hyunjae menolak, tegas. Tapi Hyunjae terus mendesak. Akhirnya setelah mendapatkan ijin dari dokter dan menyetujui berbagai macam syarat yang dijukan kedua orang tua-nya. Hyunjae di ijinkan untuk pergi menonton konser.

***

sekarang…

            “Ahjuma. Hyunjae pingsan!! Sekarang dia lagi di ruang perawatan!” pekik Sooyoong panik.

            “MWO!!??” teriak Eomma Hyunjae histeris. “Yaudah cepat bawa dia kembali kerumah sakit sekarang juga!”

            “Ne, ahjuma!” jawabnya, sambil menutup telepon.

            “Sus. Bawa dia balik lagi ke rumah sakit. Saya masih ada urusan.”

            “Iya, mbak!” jawab si perawat lalu menyuruh para pengawal untuk menggotong Hyunjae dan membawanya segera kerumah sakit.

            Dua jam berlalu. Hyunjae belum juga siuman. Orangtuanya panik. Dokter cuma bisa berusaha semampunya. Tak beberapa lama kemudian Ia siuman. Eomma Hyunjae langsung memegang tangannya erat. Wajah Hyunjae pucat. Tangannya dingin. Eomma Hyunjae menangis sejadi-jadinya.

            “Eomma. Jangan sedih!” bisik Hyunjae pelan.

            Tak beberapa lama kemudian, pintu ICU terbuka. Hyunjae dan Orang tuanya langsung melihat siapa yang datang. Terlihat, Sooyoong datang bersama seseorang. Choi Siwon. Rupanya sedari tadi, Ia menunggu Siwon di belakang panggung hingga selesai konser dan menceritakan semua-nya. Setelah di desak, akhirnya Siwon bersedia untuk datang menemui Hyunjae.

            “Eomma, Appa, Sooyoong-ah, ja-ngan se-dih! Aku gak apa-apa!” ucapnya lirih, sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Eomma-nya yang mulai menua namun tetap cantik, lalu diliriknya Siwon yang sedari tadi berdiri disamping Sooyoong. “Siwon.. Aku nge-fans banget sama ka-mu… A-ku tau ada jan-tung Andrew da-lam diri ka-mu.. Aku bisa mera-sakan ke-hadi-ran Op-pa da-lam di-ri ka-mu..” ujar Hyunjae terbata-bata, diikuti anggukan Siwon, mantap. “To-long di-jaga.. yah!”

            “Iya. Aku pasti akan jaga! Kamu bertahan yah!! Kuatkan dirimu!” jawabnya. Hyunjae hanya menatapnya lirih.

            “Kalo a-ku per-gi.. A-ku mau d-makamin.. di-sebe-lah.. makam Oppa..”

            “Andwae!! Sayang, kamu jangan ngomong kayak gitu!!” pekik Appa Hyunjae sambil menangis.

            Hyunjae geleng pelan. “Gomawo.. se-mua.. Sayo-na-ra..” ujarnya sambil tersenyum. Tangan yang sedari tadi digenggam, sudah tak bergerak, kaku. Tubuhnya dingin. Nafasnya hilang. Detak jantungnya pun terhenti. Tangis pun pecah. Seorang dokter diikuti beberapa suster dbelakangnya segera memeriksa keadaan Hyunjae.

***

            Hari itu, mentari bersinar dengan cerahnya. Awan gelap yang sedari pagi terus menghiasi langit pun pergi, dan tergantikan oleh pelangi nan indah. Seolah ikhlas menghantar kepergian Hyunjae sampai tiba ke pembaringannya yang terakhir. Dan sesuai dengan permintaanny yang terakhir. Hyunjae di makamkan di sebelah makam Andrew. Seluruh orang datang melayat dan mengikhlaskan kepergian Hyunjae, tak terkecuali Siwon.

            “Sayonara, Hyunjae-ah. Kamu pasti akan segera bertemu dengan Andrew di alam sana ,” ujarnya sambil mengusap pusara Hyunjae yang masih basah itu, perlahan. Lalu pergi meninggalkan gundukkan tanah merah itu, diiringi langkah kaki seluruh pelayat yang hadir disana.

-The end-

 by: ~mRs. cHOiLee

Iklan

8 thoughts on “~sayonara~ ‘Oneshoot’

  1. T.T
    huwaa ffnya sdih trnyata
    baru baca udh dpt ff bginian/plakk
    nice ff author
    smg ja hyunjae tng disana #dicekek author

  2. Baru juga datang ke blog ini…
    Malah nemu ff yang begini….
    Niat mau tertawa-tawa… Jadi termehek-mehek… Hehehehe

    Bneran menguras air mata dah… uhuhuhuhuhu

    Keren banget ff nya… Like it..^^b

  3. sedih ceritanya
    tp aku agak bingung sama yang kematian andrew..
    kok dia kaya bisa ngeramal kalau dia bakal mati malem itu @@
    dia sengaja kecelakaan atau apa sih ? @@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s