“Merry Me” ~part: tWO

Annyeonghasaeyo~~

Author yang imutt dan tidak sombong ini akhirnya kembali lagi..

Haha

*ditabok*

Akhirnyaa setelah sekian lama gga dapet wangsit buat nerusin jalan cerita ni ff,,

Dengan penuh perjuangan,, jadi juga akhirnya..

N langsung author publish tanpa baBibu lagi..

Hoohoho

*gaya pahlawan b’topeng*

Ah iyya.. maapkan author klo cerita kali ni gga sebagus ato makin geje dari yang sebelumnya..

Harap maklum sajja.. cZ author mentokk ide..

Belum lagii di terror sama cast utamanya..

*dikejer ami*

Huuhu..maapkan kegejean saiia..

*bow*

*author d kejer readers gara” kbykn ngbacot*

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. hooho”

 I HOPE U LIKE IT!!

JANGAN LUPA COMMENT and  JEMPOLNYA

NO PLAGIARISM!!

Oke.. cEkiDot!

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  •          Leeteuk,
  •          Kim Heechul,
  •          Choi Jonghun,
  •          Choi Minho,
  •          Seo Chaehyun : Pipit
  •          Kim Chaeyoung : Pyna
  •          Kim Binwoo    : cindy
  •          and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

 _Merry Me_

Haraboeji dan kedua orang tua kami ternyata mengirim kami berdua untuk berbulan madu ke pulau Jeju. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, serta acara pernikahan yang diselenggarakan sejak pagi hingga menjelang sore hari tanpa jeda, rupanya membuat Hyerin kelelahan dan akhirnya tertidur sambil menyenderkan kepalanya ke tepi jendela, dengan sigap, aku membenarkan posisi dudukku dan menarik kepalanya agar tidur di pundakku. Selang beberapa saat, akhirnya aku menyusulnya kea lam mimpi, hingga akhirnya kami terbangun begitu pesawat yang kami tumpangi dengan mendarat dengan mulus ditempat tujuan.

Begitu kami keluar dari terminal kedatangan, seseorang langsung menghampiri kami dan membawa kami dengan mini van-nya ke sebuah tempat terpencil yang jauh dari keramaian. Tempat ini sangat indah dan terletak di tepi pantai. Sebuah Cottage, dengan masing-masing kolam renang pribadi didalamnya. Namun karena hari sudah sangat malam. Kami memilih untuk langsung masuk kedalam kamar.

“AIGOO!!!! Apa ini? Kenapa seperti ini??” Hyerin mengacak-acak rambutnya, frustasi.

“Wae gurae??” tatapku bingung.

“Lihat sendiri!!” ia menunjuk keseluruh sudut kamar yang kami tempati. Aku langsung mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Takjub. Kamar ini begitu romantis, dengan sebuah ranjang berukuran besar yang diatasnya ditaburi bunga berbentuk hati, diseberangnya terdapat seperangkat tv dan barang elektronik lainnya, di belakangnya, terdapat sebuah kaca terbus pandang yang di bentuk sepoerti pigura foto ukuran besar, yang tembus pandang kedalam kamar mandi *author belibet* yang tanpa sekat *intinya antara kamar mandi sama kamar tanpa pintu, cuma ad kaca tembus pandang yg jadi sekat*

“Rupanya itu yang membuatnya frustasi seperti ini?” gumamku nyaris tak terdengar.

“Aish. Apa-apan lagi ini!?” keluhnya lagi sambil mengacak-acak seluruh isi tas pakaiannya.

*Hyerin POV*

“Aish. Apa-apan lagi ini!?” aku mengacak-acak seluruh isi tas pakaianku, kesal. Karena sedari tadi bukannya pakaian tidur dan pakaian NORMAL yang kutemukan, tapi yang ada malah bikini, gaun tidur malam super tipis, dan mini dress-ini satu-satunya pakaian yang paling terlihat normal!.

“APA-APAN INI!?? AISH!!!!! EOMMA!!!!!!!”  aku langsung beranjak mengambil ponsel yang kuletakkan di meja rias. Dan sialnya.  LOWBATT!! Kulirik Leeteuk yang asik terkikik geli melihat tingkahku, sambil memegangi ponselnya. Dengan cepat aku langsung merebebutnya dan langsung menghubungi Orang tuaku yang KEJAM itu.

“Ya! Mau apa kau?” tanyanya kaget, begitu aku berhasil merampas ponselnya. Aku cuma memberi isyarat padanya untuk diam, lalu menekan nomor rumahku.

“Aish!” pekikku kesal karena ternyata tak ada sinyal! Aku yang sudah geram langsung berlari keluar kamar untuk meminta resepsionis untuk menukar kamar dengan yang lebih normal. Tapi, aku hanya bisa gigit jari karena ternyata semua kamar sudah terisi penuh. Akhirnya aku yang sudah tidak tahan ingin mandi, langsung menarik si AHJUSSIE menuju balkon, dan menguncinya diluar sana.

“YA!!! Choi Hyerin. Kau ini sebenarnya mau apa? CEPAT BUKA PINTUNYA! Sudah tengah malam, dan aku ingin tidur!” teriaknya sambil mengetuk-ngetuk kaca jendela begitu pintu yang menghubungi kamar dan balkon ku kunci rapat.

“Mianhae ahjussie. Bertahanlah diluar sana sebentar. Aku mau mandi dulu~ haha.”

Secepat kilat aku langsung meraih handuk yang terlipat rapih didalam lemari lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkandiri. Setelah mandi, dan memakai pakaian lengkap, aku langsung membuka pintu balkon, dengan disambut jitakan maha dahsyat dari Leeteuk yang terlihat sudah kedinginan karena dikurung diluar.

“Ya! Kau ini. Aish! Aku mandi dulu!”

*_*

Perlahan kubuka kedua mataku begitu sebuah cahaya menyusup masuk dari celah jendela, yang membuatku silau. Aku mengerjap, lalu menggelinjang kecil, mencoba mengumpulkan seluruh kesadaranku sampai akhirnya tanpa sengaja tangan kananku terasa memukul sesuatu, keras.

BUGH!

“Aduh!” rintihnya kesakitan. Aku yang masih setengah sadar langsung membalikkan tubuh kesumber suara. Betapa terkejutnya aku ketika mendapati seorang pria yang hanya mengenakan kaos singlet dancelana boxer sedang merintih sakit sambil memegangi jidatnya, sedadng berbaring di samping tempat tidurku.

“WHA!!!!” teriakku kaget dan reflek menendang tubuhnya hingga ia terguling dan jatuh dari atas tempat tidur.

“YA!!!” bentaknya begitu tubuhnya terhempas dari tempat tidur dan sempat menggelinding sebelum akhirnya menabrak sofa kecil yang terletak tak jauh dari tempat tidur.

“S-sakit??” tanyaku, bodoh, tanpa beranjak dari tempat tidur.

“YA!! Kenapa menendangku, huh!?” katanya kesal sambil memegangi jidatnya yang sempat kejedug, begitu kembali duduk disebelahku. Sementara aku malah menatapnya sangar.

“Kau sendiri kenapa tidur disampingku, huh!??”

“Ya!! Kita ini kan SUAMI-ISTRI! Lagipula, selain disini dimana lagi aku harus tidur, huh!?”

“Molla… Kau kan bisa tidur di sofa, atau di lantai saja sekalian!”

“Mwo?? Shireo! Kau tidak lihat apa betapa kecilnya sofa itu, jadi bagaimana mungkin kakiku yang panjang ini bisa muat disana! Kalau kau mau kau saja yang tidur disana!” ketusnya. Baru kali ini aku melihatnya berbicara ketus kepadaku, membuatku hanya bisa menggelng pelan.

“Bagus. Kalau begitu, kita akan tetap tidur bersama.”

“Tapi, awas saja kalau kau sampai berani macam-macam padaku!!” aku menatapnya garang.

“Wae? Kita kan sudah menikah?” ia menatapku penuh nafsu. Dengan cepat ku ambil bantal dan segera menutupi dadaku.

“Aish. Aku ini masih 17tahun. Belum lulus sekolah! Dasar ahjussie mesum!!” aku menggeleng-geleng kepala tak jelas, sementara ia malah tertawa keras, lalu mengacak-acak rambutku pelan dan bangkit dari tempat tidur.

“Tenang saja, aku tak akan menyentuhmu sampai kau benar-benar mencintaiku.”

*_*

*Leeteuk POV*

“Ahjussie, ayo kita beli es krim disana!” Hyerin merangkul sebelah tanganku dengan riang menuju sebuah kedai es krim, sementara tanganku yang lain sibuk memegangi kantong belanjaan yang jumlahnya cukup banyak.

“Chamkanman.” Ia menghentikan langkahnya tiba-tiba, menatap wajahku dalam. Seketika kurasakan tubuhku mematung, sampai akhirnya ia menyadarkanku dari lamunan dan kembali menarik lenganku dengan riang. Rupanya ia tadi hanya membenarkan letak topi dan kacamata hitam –untuk kamuflaseku- yang ternyata melorot. Begitu selesai memesan dan mendapatkan rasa es krim yang diinginkan, kami memilih untuk istirahat sebentar di sebuah bangku taman yang terletak tak jauh dari kedai es krim.

“Hyerin-ah.”

“Ne?” sahutnya sambil terus melahap es krim coklatnya. Aku menarik nafas pendek, lalu melahap es krim yang mulai mencair ditanganku.

“Sudah berapa lama kau jadi seorang elf?” sekilas kulirik wajahnya yang tampak berfikir sambil melahap es krimnya yang tinggal sedikit, sehingga tanpa sadar wajahnya belepotan es krim seperti anak kecil. Aku tertawa kecil, lalu melap sisa coklat yang ada di ujung bibirnya dengan jariku. Ia mendongak, menatapku sebentar, lalu membuang muka.

“Molla.. Tapi, seingatku saat aku mulai suka saat aku masih SMP,” jawabnya tanpa melihat sedikitpun kearahku.

“Lalu siapa member yang kau sukai? Setiap elf pasti punya member favorit kan?”

“Hmph.. Sebenarnya aku suka Heechul Oppa.”

“Wae??” tanyaku heran, dalam hati kesal karena ia tak menyebutkan namaku. Tak ada jawaban.

“Wae?” ulangku lagi. Tetap tak ada jawaban. Aku mengoyang lengannya pelan, tapi kepalanya malah terjatuh dipundakku. Ia tertidur. Kutatap lama wajahnya.

“Hyerin-ah. Kenapa kau begitu cantik, bahkan saat tidur? Kau membuatku semakin ingin memilikimu,” ku kecup bibirnya lembut. Bahkan rasanya masih selembut seperti saat aku pertama kali menciumnya. Aku tersenyum. Kuangkat dia dan menggendongnya dipunggungku sampai kami tiba di kamar dan merebahkannya di atas tempat tidur.

“Tidur yang nyenyak. Chagiya,” kukecup keningnya lembut lalu menutup tubuhnya dengan selimut. Ku pandangi wajahnya sekali lagi, lalu beranjak menuju balkon. Menikmati udara sore yang sejuk.

 *_*

*Minho POV*

“Ah lelah sekali rasanya!!”  aku langsung meregangkan seluruh tubuhku sambil berjalan meuju kafetaria di lantai bawah, begitu kami semua selesai latihan koreografi untuk comeback kami. Onew hyung, Jonghyun hyung, dan Taeminnie sudah terlebih dahulu kembali ke dorm, sedangkan Key hyung entah dimana dia sekarang, tapi kuyakin dia sedang berada di suatu tempat untuk menyalurkan hobi belanjanya (=.=)?

Sesampainya di kafetaria, aku langsung memesan segelas orange juice untuk menyegarkan diri, dan memilih cheese cake dan strawberry shortcake untuk mengganjal perut, sebelum makan malam. Aku clingukan, mencari-cari tempat yang nyaman untuk menyantap pesananku nanti, sampai akhirnya pandanganku terhenti pada sosok namja, yang sedari tadi ku perhatikan sibuk senyum-senyum sendiri sambil menatap keluar jendela. Mungkin, otak yadongnya sedang kumat??

“Ya, Eunhyuk hyung!” aku menepuk pundaknya pelan, lalu menarik bangku yang ada dihadapannya, dan duduk disana.

“Ah, Minho-ah. Kau rupanya.” Ia melirikku sekilas, lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Aku menatapnya heran. Sepertinya ia sedang menahan tawa?

“Ya, hyung. Gwenchana??? Kenapa kau dari tadi senyum-senyum seperti itu?? Sangat mengerikan tau!!” ledekku, sambil memasang wajah takut. Kulihat, ia bukannya kesal, malah tersenyum lebar, memamerkan gusi besarnya-yang menurutnya indah-itu.

“Pesanan anda, Minho-ssi,” ujar seorang waiters sambil menaruh pesananku di atas meja, lalu beranjak pergi setelah sebelumnya membungkuk kecil kepadaku.

“Wha, enak. Minta yah??” katanya tanpa menjawab pertanyaanku, dan tanpa permisi langsung menyantap strawberry shortcake pesananku.

“Ya! Hyung, itu…”.( kan cake incaranku! Kenapa kau makan???!!).

“Wae??” potongnya sebelum aku melanjutkan perkataanku. Aku langsung menggeleng cepat.

“Anni, makan saja hyung,” kataku, pasrah. “Kalau perlu makan saja semuanya sampai habis!” gumamku, sebal. Untung tak terdengar!

“Ah, ia, hyung. Kenapa kau senyum-senyum sendiri dari tadi??”

Eunhyuk hyung, melirikku sekilas, lalu tersenyum penuh arti, setelah menghabiskan cake milikku. T____T

“Anni, aku hanya memikirkan kabar iteuk hyung dan adikmu, Hyerin. Bagaimana yah ekspresi mereka saat melihat kado pernikahan dariku? Hahaha” katanya sambil senyum-senyum.

“Hah?? Emang, kau berikan apa, hyung, pada mereka??” Eunhyuk hyung melirik kiri-kanan, setelah diyakini aman, ia langsung membenarkan posisi duduknya dan mendekat kearahku dan mulai membisikkan sesuatu di kupingku.

“MWO????!!” pekikku, kencang, saking terkejutnya mendengar jawaban Hyung-ku yang satu ini. Untung saja sore itu kafetaria sedang sepi, hanya kami berdua saja yang duduk disana, jadi tidak ada pengunjung yang merasa terganggu dengan teriakanku barusan. Ku tatap wajah Eunhyuk hyung yang dengan tenangnya kembali ke posisi duduknya semula.

“Kau ini, hyung! Dasar!!”

*_*

 *Leeteuk POV*

“Sedang apa kau??” tanyanya begitu terbangun dari tidurnya. Mungkin ia terbangun karena suara gaduh yang kutimbulkan.

“Anni, aku hanya membereskan belanjaan kita tadi siang,” aku tersenyum kecil sambil terus membereskan barang-barang belanjaan dan bawaan kami, karena besok kami akan kembali ke Seoul. Kami memang hanya sebentar disini Karen a jadwalku yang padat dan statusnya yang masih berstatus sebagai seorang murid kelas 3 smu yang sebentar lagi ujian.

“Biar kubantu,” ia bangkit dari tempat tidur lalu duduk di sampingku. Aku hanya tersenyum kecil lalu mengacak-acak rambutnya lembut.

“Apa ini?” ia mengacungkan sebuah bingkisan berwarna sapphire blue kearahku. Aku menggeleng. Secepat kilat ia langsung merobek bungkusannya tanpa persetujuan dariku.

“Apa isinya?” tanyaku penasaran.

“DVD… Shinchan!! Omo. Siapa yang memberikan ini? Tau saja aku sangat suka Shinchan!” pekiknya girang lalu segera berlari menuju rak tv dan memutarnya pada dvd player yang ada disana. Awalnya aku hanya memperhatikan tanyangannya sekilas. Awalnya memang sinchan, tapi lama-lama… Omo~

“Tutup matamu!!” teriakku begitu sukses menutup layar tv dengan tubuhku.

“KYA!! APA ITU TADI!?” pekiknya panic sambil menutupi wajahnya dengan bantal.

“Aishh.. pasti ini ulah si kunyuk!!” aku langsung mengeluarkan dvd yadong itu dari player kasar dan langsung melemparnya ke sembarang tempat. Kulirik Hyerin yang masih menutupi wajahnya dengan bantal, lalu menggeleng-geleng tak jelas.

“Ap- Apa saja yang sudah kau lihat tadi?” tanyaku hati-hati.

“Molla..” ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak tentu arah. Aku mendengus pelan. Lihat saja nanti kau Lee Hyuk Jae kalau ketemu habislah!!

*_*

 Akibat kejadian semalam, aku dan Hyerin malah menjadi canggung satu sama lain. Padahal biasanya, pagi-pagi begini aku selalu terbangun karena tendangan mautnya, yang membuatku jatuh tersungkur dari tempat tidur. Tapi pagi ini? Saat aku bangun ia malah sudah tidak ada di tempat tidur, ku cari ia keseluruh penjuru kamar. Nihil! Aku langsung berlari keluar, menyusuri setiap penjuru cottage sampai akhirnya langkahku terhenti di tepi pantai. Kulihat ia sedang duduk di atas pasir sambil memandangi laut biru yang terhampar luas.

“Tidurmu nyenyak?” tanyaku begitu aku duduk disampingnya. Kulihat ia sedikit terkejut, kemudian mengangguk pelan.

“Hmph… Chogi..” katanya, tanpa menoleh kearahku. Aku menoleh kearahnya.

“Wae?”

“Mm.. Itu.. Aku tak melihat apa-apa kemarin,” katanya gugup. Aku memiringkan kepalaku, bingung. Lalu tertawa kecil, sambil mengacak-acak rambutnya. Gemas! Ia benar-benar polos!

“Gwenchana. Kajja!” aku menarik lengannya lembut. Tak ada respon.

“Lepaskan tanganmu, AHJUSSIE!!”

*_*

*Minho POV*

Sepanjang jalan menuju rumahku, rumah keluargaku lebih tepatnya, aku masih terngiang-ngiang dengan omongan Eunhyuk hyung di kafetaria tadi. Omongan kami mungkin saja masih akan berlanjut, kalau Jonghun hyung, menelpon untuk memberitahukan bahwa oia sudah menunggu di parkiran. Aku tak ingin kalau ia sampai tahu, bahwa adik kesayangannya, anni, adikku juga maksudnya, diCEKOKkin YADONG oleh si master YADONG *bwat bininya Eunhyuk.. jangan bacok saiia.. ini hanya tuntutan scenario :P*.

“Wae gurae?” tanya Jonghun hyung sambil serius mengemudikan audy putihnya, dibalik stir. Aku meliriknya sekilas. Lalu menggeleng, yakin.

“Ah, iya, kira-kira ada apa ya, kita disuruh pulang begini, hyung? Padahalkan nanti malam aku ada acara BBQ-an di dorm dengan yang lain.”

“Molla. Mungkin, ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan? Entahlah, aku juga nanti malam akan ada syuting. Tapi ntahlah.” Jawabnya sambil sesekali melirik kearah spion.

“Mwo?? Syuting apa, hyung? Apa WGM ??” tanyaku penasaran. Hyung tersenyum tipis.

“Wha??? Jinchaeyo?? Siapa gadisnya??”

“Molla. Tapi dengar-dengar ia pendatang baru. Siapa ya namanya???”

“Mwo?? Wha, masih gress!”

PLETAKK!!

Jonghun hyung menjitak kepalaku, mantap. Aku meringis, tertahan. “Grass.. Greess.. Grass.. Gress.. Kau kira dia barang apa? Pake gress segala!?” sungutnya tak terima. Aku menatapnya curiga.

“Aishh.. Ara. Ara..” ia mendengus sebal. “Ia salah satu member MIINA. Kau tau kan?”

“MIINA?? Ah, girlband yang baru debut itu yah?? Ah,, yang leadernya menyebalkan itu??” tiba-tiba saja dikepalaku terlintas sosok yeoja berperawakan kurus yang ternyata adalah leader dari gband baru yang beranggotakan 3 orang yeoja –dan aku hanya mengenal baik kedua member lainnya saja, karena mereka manis,menurutku, yaitu Kim Binwoo sang magnae dan Kim Chaeyoung yang ku ketahui adalah yeoja-nya Kyuhyun hyung- besutan perusahaanku.

“Sudah sampai. Turun!” perintahnya,tanpa menjawab pertanyaanku, lalu keluar dari mobil. Aku langsung turun, dan berjalan dibelakangnya, begitu ia mengunci mobil, memasuki rumah kami setelah seorang pelayan membukakan pintunya.

“Aigoo~ Pangeran-pangeran tampanku sudah pulang rupanya!” seru Eomma begitu kami melihat kami berjalan kearahnya yang sedang sibuk mendekor ulang kamar Hyerin, lalu memeluk kami berdua sekaligus.

“Ne, Eomma. Kami sudah pulang,” jawab hyungku sambil tersenyum manis. Disambut pelukan hangat Eomma. Dasar anak kesayangan!

“Aigoo~ Eomma, kau apakan kamar Hyerin??” pekikku begitu melihat kedalam kamar adikku yang kini jadi kakak iparku itu (?). Jonghun hyung, langsung ikut-ikutan masuk dan melihat penjuru kamar yang sudah berbeda dengan keadaan semula.

“Eomma. Apa kau tak terlalu berlebihan?? Apa Hyerin akan menyukainya?” tanyanya dengan suara setenang mungkin. Seperti biasanya. ’Memang dewasa!’ fikirku.

Eomma menatapnya bingung, lalu tersenyum senang. “Molla. Tapi yang jelas ia harus suka!! Dia kan sudah menikah, jadi tak mungkin lagi jika desain kamarnya seperti itu. Terlalu kekanakkan! Lagi pula, sepulang mereka bulan madu nanti, kan mereka akan tinggal disini”

“Mwo?? Kekanakan bagaimana maksudmu?? Taukah eomma, kamar ini sebelumnya, Hyerin sendiri yang merancangnya dengan susah payah, hingga akhirnya ia berhasil mewujudkan kamar impiannya. Tapi sekarang malah, di hancurkan oleh Eommanya sendiri.” Aku menatap Eommaku, geram. Walau bagaimanapun juga, aku dapat mengeri perasaan Hyrin nantinya jika tau akan hal ini. Kulihat Eomma malah tak peduli, sementara Jonghun Hyung, mencoba memberi pengerian padanya.

“Eomma, benar apa yang dikatakan oleh, Minho. Apa ini tidak terlalu berlebihan? Karena menurutku ini sedikit… Kolot?”

Kolot?? Ya. Mungkin itu memang kata yang pas untuk menggambarkan dekorasi kamar adikku ini. Hyung memang pandai dalam berkata-kata. Hahaha.

Kulirik Eomma tampak tersadar akan ke khilafannya ini, tapi, mungkin aku salah? Ia malah melengos keluar dan tak mau peduli. Aku menggeleng pelan. Eomma itu memang tipe orang yang keras kepala dan gengsian untuk mengakui kesalahannya. Tabiat yang sudah mendarah daging sepertinya. =.=?

*_*

“Jadi.. Sebenarnya, ada apa kami di panggil pulang kemari?” tanya Jonghun hyung, to the point, saat kami –appa, eomma, hyung, dan aku- sudah berkumpul di ruang tengah. Appa menarik nafas berat.

“Apa kalian tidak ingin pulang kerumah kalin sendiri, huh? Sampai harus di panggil dulu baru pulang??” tanyanya dengan suara berat. Aku hanya bisa menelan ludah. Jujur, aku memang sangat takut kepadanya sejak kecil. Dan hanya Hyerin saja yang berani membantah perintahnya. Walau akhirnya menurut juga =.=?.

“Annio, tentu saja bukan begitu, hanya saja. Tumben sekali. Kami di suruh untuk menginap dirumah seperti ini kalau tidak ada yang penting.”

“Apa kau ada acara, Jonghun-ah?” Eomma menatap hyung sambil menyesap tehnya. Jonghun hyung mengangguk pelan.

“Pergilah, dan cepat pulang. Pokoknya, kalian harus tinggal dirumah selama seminggu kedepan. Tidak ada yang boleh menginap diluar.”

“Tap..”

“Aku sudah menghubungi menejer kalian untuk meminta ijin mereka,” potong appa, aku hanya bisa mengangguk pasrah. Jonghun hyung menarik nafas berat, lalu beranjak keluar rumah setelah mengambil kunci mobil yang di letakkan di atas meja telepon.

“Hati-hati dijalan!!” teriak Eomma, ia hanya melambai seadanya.

*_*

*Author POV*

Jonghun melajukan audy putihnya dengan kecepatan semaksimal mungkin. Sedari tadi menejernya sudah menghubunginya berkali-kali, karena tiba-tiba saja jadwal syuting dimajukan, jadi ia terpaksa melajukan mobilnya secepat mungkin agar sampai di lokasi. Untung saja jalanan sore itu lumayan sepi, jadi ia bisa dengan leluasa menguasai jalanan.

Tak sampai setengah jam, ia sudah sampai di sebuah toko buku yang akan menjadi lokasi syuting perdana, we got merried season terbaru. Seseorang berbadan lumayan tambun segera menghampiri dan membukakan pintu untuknya.

“Cepatlah keruang ganti, syuting akan segera dimulai setengah jam lagi,” katanya sambil mengambil alih tas slempang yang Jonghun kenakan.

“Ne, hyung. Ah, ya. Dimana dia??”

“Nugu?? Ah, ISTRIMU yang kau maksud??” Jonghun tersenyum simpul.

“Ia ada di van-nya, sedang membaca naskah sepertinya.”

Jonghun mengangguk paham, “Baiklah, aku ganti dulu.”

Sementara itu di van.

 

Seorang yeoja berpenampilan cute, sedang sibuk berkomat-kamit menghapal alur cerita pada naskahnya. Sesekali diliriknya I-phone terbaru miliknya -yang baru saja diberikan oleh namja chingu-nya- sekedar mengecek apakah ada pesan masuk atu tidak.

“Hmph..” ia menarik napas berat, begitu tau bahwa tak ada satupun pesan yang masuk pada ponselnya itu.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau sama sekali tidak memberi kabar sih!??” dengusnya sebal sambil menatap ponsel canggihnya itu, nanar.

Sretttt…

Terdengar suara pintu van-nya bergeser. Sontak ia langsung menoleh kearahnya. Sorang yeoja berambut panjang yang ia kenal sebagai teman satu girlbandnya, muncul dibaliknya.

“Chaehyun-ah. Sudah waktunya. Kajja!” Chaehyun menarik nafas pendek sebelum akhirnya keluar dari van putih yang biasa mengantar ia dan grupnya menjalankan aktivitas itu.

“Sudahlah… Semangat!! Semangat!!” hiburnya pada Chaehyun yang kelihatan murung. Chaehyun tersenyum tipis.

“Sabarlah. Ini hanya profesionalitas kerja saja. Kyuhyun-ssi pasti akan mengerti,” hiburnya lagi sambil menepuk pundak Chaehyun pelan.

“Gomawo, Onnie!” Chaehyun memeluk tubuh sang leader yang juga sahabatnya itu pelan.

“Hwaiting!!” serunya sambil menirukan gaya orang yang mau berjuang ke medan perang. Chaehyun tersenyum geli.

“Oke. Semua bersiap ke posisi masing-masing!” perintah sang sutradara. Jonghun dan Chaehyun langsung standby di posisi yang telah diarahkan sebelumnya. Lokasi kali ini adalah sebuah toko buku. Karena ceritanya, ia dan kedua member MIINA lainnya, sibuk mencari sosok Jonghun yang sedang asik mencari novel detective incarannya..

“Cut!!” serunya lagi, setelah akhirnya syuting berjalan selama kurang lebih empat jam.

Chaeyong dan Binwoo yang hanya menjadi figuran disana, sudah kembali ke dorm begitu bagian mereka selesai direkam sekitar tiga jam yang lalu. Sementara van putihnya dikabarkan mogok saat hendak kembali menjemputnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tak baik bagi dirinya yang seorang yeoja pulang sendirian. Berkali-kali ia menghubungi nomor namja yang selama ini sudah menjadi kekasihnya. Tapi tetap saja sama seperti tadi siang. Ia mencibir sambil menatap layar ponsel yang memajang wajah tampan namjanya itu, kesal.

“Chaehyun-ssi??” sapa sebuah suara dari arah samping. Jonghun tersenyum ramah. Secepat kilat Chaehyun menyembunyikan ponselnya ke dalam saku blazer abu-abu yang sedang dikenakannya. “Kau belum pulang???”

“N-ne?? Ah, ye. Van-ku mogok, sedangkan taksi yang kupesan tak juga datang,” katanya, bohong. Padahal bukan taksi yang ditunggunya, melainkan sosok Kyuhyun.

Jonghun mengangguk kecil. Lalu diliriknya sekeliling. Lokasi sudah mulai sepi. Hanya tersisa beberapa orang kru yang sedang membereskan peralatan. Tak ada tanda-tanda taksi yang akan datang menjemputnya.

“Gwenchana?? Tak baik kau pulang sendiri malam-malam begini. Ayo, ku antar. Mobilku ada disana,” ia menunjuk sebuah sedan sport berwarna putih yang terparkir aman tak jauh dari lokasi mereka berdiri. Chaehyun menatapnya ragu. Namun tanpa aba-aba, Jonghun langsung menariknya masuk ke dalam mobil.

“Kajja!” katanya, setelah masing-masing dari mereka telah mengenakan seatbelt.

*_*

“Dimana mereka??? Mengapa jam segini belum sampai juga??” keluh Minho, begitu diliriknya jam dinding telah menunjukkan pukul 4 sore. Padahal seharusnya sejak dua jam yang lalu adik dan suaminya yang juga hyungnya itu sudah sampai dirumah.

“Sabarlah. Sebentar lagi juga mereka sampai,” seru sang ibu yang asik membenarkan posisi balon-balon yang menjadi hiasan untuk penyambutan kepulangan sepasang pengantin baru itu.. Sementara sang ayah malah dengan santainya menonton siaran tv bersama Jonghun. Minho mencibir pelan, karena hanya dia yang dipaksa Eommanya untuk membantu menghias rumah.

Sementara itu di bandara…

Puluhan wartawan beserta kamera dan lampu blitz telah siap menunggu kedatangan sepasang pengantin baru, di depan pintu kedatangan. Tak hanya mereka, tetapi juga ratusan remaja yang mengatas namakan diri mereka ELF ikut mengerumuni pintu kedatangan, sambil membawa spanduk, poster dan lainnya. Baik itu berisi dukungan maupun umpatan yang sudah pasti ditujukan kepada sang istri dari leader mereka tercinta. Bahkan beberapa orang telah siap dengan telur busuk ditangan mereka.

Entah beberapa lama mereka menunggu dan membuat suasana gaduh dan sesak dibandara, sampai akhirnya beberapa orang keamanan dan bodyguard keluar daridalam dan mencoba menenangkan mereka , serta memberikan jalan untuk dua sosok yang mereka tunggu-tunggu.

“Ya!! Teuki Oppa!!!!” teriak slah seorang yeoja, yang langsung memancing teriakan dan bahkan isakkan dari yeoja lainnya.

*Leeteuk POV*

Seorang pria berpenampilan sangar datang menghampiriku, dan membisikkan sesuatu ditelingaku.

“MWO??” pekikku, kaget. Anni, sebenarnya aku sudah tau bahwa pastinya akan terjadi hal seperti ini, tapi aku tak menyangka bahwa akan seheboh ini. Apalagi setelah kuintip dari kejauhan, ada puluhan wartawan dan ratusan penggemarku, anni super junior maksudku, ELF, siap menyambut kedatangan kami, yang kuyakini dengan ratusan pertanyaan, dukungan, hingga hujatan.

“Omo, ottohke??” Hyerin memandang pemandangan diluar, takut. Aku menatapnya dalam, lalu tersenyum.

“Percayalah padaku!” aku menggenggam tangannya erat, “Genggam erat tanganku, dan jangan kau lepaskan!”

Hyerin mengangguk pelan. Aku tersenyum puas. Akhirnya setelah kami memakai penutup kepala, guna melindungi wajah kami, aku menariknya keluar sambil menggenggam tangannya erat.  Beberapa orang pria berbadan tegap, dengan sigap langsung melindungi kami dari serbuan wartawan. Hyerin yang tanagnnya selalu ku genggam nyaris saja terpisah dariku, jika saja aku tidak menariknya dengan sekuat tenaga hingga ia akhirnya berhasil berlindung di dalam pelukanku. Membuat suara riuh menggema hampir diseluruh bandara, akibat terikan para fans yang tak terima.

PLUKKK!!

Sebuah telur busuk nyaris saja mengenai kami, jika saja tak terhalang oleh tubuh salah satu bodyguard yang tepat berdiri dihadapanku. Untung saja Hyerin tidak melihat kejadian ini. Kalau saja ia melihatnya, kuyakin ia akan syok! Dengan segera, aku menariknya kedalam van hitam yang sudah siap membawa kami pergi. Akhirnya, dengan bantuan menejerku, kami dapat masuk dan pergi dengan selamat tanpa mesti dihadapng oleh ratusan ELF dan wartawan yang mulai menggila.

TBc..

Eitss…..

Tunggu dulu…

Jangan lupa di  cOMMent!!

dOnt b silent reader Please !!

~mRs.ChoiLee~

Iklan

16 thoughts on ““Merry Me” ~part: tWO

  1. hduh..
    ksian amat klo ada elf yg mpe lmpar tlor busuk gt..
    ckckck..
    ntu yochin’y kyu mlah iktan wgm ma jonghun.
    bkal pidah k lain hati g ya dy??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s