“Merry Me” ~Part:thRee~

Annyeonghasaeyo yeorobeun~~

^0^

Merindukanku??? Haha

*dilempar donghae* *maunya*

Gimana??? Apa part yang kmaren seru?? Pasti gaje yya??

Maapkan author yang imut ini yah.. hohoho

*Dilempar wonnie* *MAUNYA!!*

Oke,, kali ini author gga akan pjng” ngocehnya..

Tp sebelumnya maapkan author kalo ceritanya tambah gaje dan aneh ya..

Kalo mau ngasih  SARAN  atau kritik juga boleh..

Apa lagi kalo ngasih DUIT lebih boleh lagi!

Haha

Oke.. langsung aja..

CEKIDOT!!

uPss.. Inget..

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. apa gy kalo ga sesuai dg knyataannya.. hooho”

kan namanya jg FF ^^

I HOPE U LIKE IT!!

JANGAN LUPA COMMENT 

NO PLAGIATISM!!

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  •          Leeteuk,
  •          Kim Heechul,
  •          Choi Jonghun,
  •          Choi Minho,
  •          Seo Chaehyun : Pipit
  •          Kim Chaeyoung : Pyna
  •          Kim Binwoo    :Uri cindy
  •          Kim Hyunjae  : Author *gga mau kalah. Mu ttpe exist :P*
  •          and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

 —–Merry Me—-

Sepanjang jalan kami hanya saling terdiam. Dan tanpa kusadari, tangan kami masih dalam posisi saling berpegangan erat. Hingga akhirnya van kami berhenti di depan sebuah rumah yang lumayan besar, tempat kediaman keluarga Choi.

“Sudah sampai,” ujar menejerku begitu mobil kami berhenti. “Istirahatlah yang cukup, besok pagi ku jemput.”

Aku mengangangguk paham.

“WELCOME HOME!!!” pekik Eommonim begitu melihat kami memasuki rumah, diikuti seorang pelayan yang membawakan barang-barang kami di belakang. Aku tersenyum simpul, lalu menghampirinya.

“Bagaimana perjalanan kalian? Menyenangkan bukan??” tanya aboenim antusias sambil memelukku hangat.

“Ne, Aboejie. Sangat menyenangkan,” jawabku sopan. Eommonim dan Aboeji tersenyum puas.

“Oppa!!!” pekik Hyerin yang langsung menghambur kepelukkan Jonghun.

“Merindukanku?” Jonghun mengelus rambut panjang dongsaengnya itu, sayang. Minho yang sedari tadi berdiri disamping Eommonim langsung ikut-ikutan memelukkan dari belakang.

“Aah.. Oppa. SESAK!!” protesnya, karena dipeluk oleh kedua Oppanya berbarengan. Minho dan Jonghun nyengir kaku.

“Sudahlah! Aku capek! Ingin tidur!” Hyeri langsung melengos pergi ke lantai dua. Sementara kami, digiring Aboeji untuk duduk dan berbincang diruang tengah. Sekilas, kulirik rona cemas di wajah Choi bersaudara. Entah apa yang mereka cemaskan.

“KYAAA!!!” pekik Hyerin dari lantai dua. Kontan aku langsung berlari ke sumber suara, diikuti semua orang.

“Hyerin-ah. Wae gurae??” Tanyaku cemas, begitu melihat sosoknya yang berjalan mondar-mandir seperti orang linglung di dalam kamarnya. Tapi tak ada jawaban.

“EOMMA!!!!!!!!” pekiknya sambil memasang wajah sangar. Membuatku dan yang ada disana bergidik ngeri. Tak kusangka ia bisa semengerikan ini. Ku lirik Eommonim yang malah tersenyum senang.

“Joahae???”

“MWO!!?? ANDWEE!! Kembalikan kamarku yang lama!!” pekiknya sambil menatap wajah Eommonim, garang. Kamar?? Memang ada apa dengan kamarnya? Ku tebarkan tatapanku ke sekeliling. OMO~ kamar ini memang sudah berbeda dari yang sebelumnya pernah kulihat. Kamar yang sebelumnya bernuansa seperti kamar seorang gadis remaja, sekarang berubah menjadi bernuansa eropa klasik??

Pantas saja kalau Hyerin marah. Tapi, bagus kok! Aku menyukainya. Hanya saja untuk gadis seumurannya yang lebih ingin bergaya ringan, ini terasa sangat berat! Belum lagi, ranjang dan lemarinya berubah dari yang bergaya minimalis menjadi penuh denfan ukiran. Kulirik Hyerin yang kini sedang sibuk ditenangkan oleh Choi bersaudara.

“Tuh, kan. Sudah kubilang Hyerin tak akan menyukainya!”

“Ya. Choi Minho! Choi Hyerin! Tak baik memarahi Eomma kalian seperti ini!” bentak Aboeji, garang. Membuat Hyerin dan Minho, tetunduk, diam. Sementara Konghun menarik napas pelan. Aku? Aku sendiri terbengong-bengong melihat sosok pria setengah baya yang menjadi Ayah mertuaku ini yang ternyata memang sangat tegas.

“Sebenarnya kenapa Eomma melakukan semua ini??” tanya Hyerin pada akhirnya.

“Eomma hanya ingin Joongsoo betah tinggal disini. Lagi pula kau kan sudah menikah. Jadi gaya kamarmu mesti Eomma ubah, agar menyesuaikan dengan statusmu yang bukan lagi seorang gadis remaja.”

“Mwo?? Aku ini masih remaja Eomma!!”

“Pokoknya Eomma takk mau tau! Selama kalian tinggal disini, Eomma berhak mengatur kamar kalian sesuka Eomma!” seru Eommonim tak mau kalah. Sementara Hyerin mengelus-elus dadanya, mencoba menahan emosi.

“Yeobo. Kau juga salah. Tak seharusnya mengobrak-abrik kamar yang menjadi privasi anakmu, seenaknya,” ujar Aboeji tenang, namun mambpu membuat Eommonim mengangguk bersalah.

“Mianhae, Hyerin-ah. Eomma mengaku bersalah.”

*_*

 

“Yeobo,” panggilku saat melihat Hyerin yang sedang asik mengerjakan tugasnya di atas meja belajar. Ia sudah mandi dan berganti pakaian dengan piyama babydollnya. Sementara aku baru keluar dari kamar mandi, masih dengan kimono handukku.

“O..” sahutnya tanpa menoleh kearahku.

“Ya!! Kau panggil apa aku tadi, AHJUSSIE???” pekiknya, begitu menyadari panggilanku padanya tadi.

“Yeobo.” Jawabku cuek, lalu berdiri disampingnya. Lalu beralih ke lemari pakaian yang kini menjadi tempat menyimpan pakaian kami berdua. Aku mengambil sebuah piyama asal dari dalam lemari, dan segera memakainya.

“Argh!!” Hyerin mendengus sambil menutup matanya dengan kedua tangan. “Ya!! Kalau mau pakai baju di kamar mandi sana!!” Aku mendekat padanya sambil mengerling nakal.

“Waeyo? Kita kan sudah menikah,” godaku. Hyerin langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Andwee!! Kau tak boleh melakukan apa-apa kepadaku! Aku masih dibawah umur!”

“Apanya yang dibawah umur?” godaku lagi, kali ini aku semakin mendekatkan wajahku tept didepan wajahnya, hingga jarak kami hanya terlampau 2cm. Aku dapat merasakan ekspresi wajahnya yang katakutan.

“Hahaha..” aku tertawa geli, lalu kembali ke posisi semuala, sementara Hyerin menarik nafas lega.

“Kau fikir aku akan melakukannya padamu sekarang? Tenang saja, bukankah sudah ku katakan, bahwa aku tak akan menyentuhmu sampai kau mencintaiku.”

*_*

 

*Author POV*

Chaehyun menatap bayangan dirinya didepan cermin, sementara beberapa orang stylist sibuk mendandani dirinya dan kedua member lainnya. Sesekali diliriknya layar ponsel, yang sampai kini masih sep isms ataupun telpon. Chaehyun mendengus sebal, sementara Chaeyoung sang leader yang duduk disebelahnya merasakan kegelisahan yang terpancar di wajah <i>’dongsaeng</i>-nya itu. Binwoo yang sudah selesai di dandani dari tadi langsung melesat pergi dari ruang ganti mereka, entah kemana.

“Masih belum ada kabarkah?” tanya Chaeyoung prihatin, sementara Chaehyun meghela nafas pendek.

“Bukankah, hari ini mereka juga akan menjadi bintang tamu?”

“Iya. Tapi entahlah, buktinya saja sampai sekarang ia masih tidak menemuiku, jangankan menemui, mengirimkan sms untuk sekedar memberi kabarpun, tak pernah!”

“Sabarlah. Mungkin saja Kyuhyun-ssi ingin memberikan kejutan kepadamu,” hibur Chayoung, Chaehyun tersenyum lemah.

Sementara itu, Binwoo yang sedari tadi menghilang, rupanya malah menyambangi ruang ganti super junior yang ada di sudut ruangan, yang hanya beberapa jarak dari ruang ganti mereka. Perlahan, diketuknya, pintu kayu berwarna coklat muda itu, sampai seseorang mempersilahkannya masuk kedalam.

“Ah, Binwoo-ah,” seorang namja ber-eye smile tersenyum lembut kepadanya, disambut senyuman super manis darinya.

“Omo~, Binwoo, ada apa kemari?” tanya Heechul yang sedang asik memainkan iphone-nya, sepertinya ia sedang main twitter.

“Tak ada apa-apa, hanya bosan saja, ingin jalan-jalan.”

“Jalan-jalan?” tanya Eunhyuk ragu. “Jalan-jalan, atau ingin bertemu Yesung hyung??” Binwoo langsung menunduk malu, sementara Yesung langsung menjitak kepala Eunhyuk, sadis.

“Ya!! Jangan menggodanya!”

“Mian. Mian, hyung! Sakit!” Eunhyuk mengelus kepalanya yang nyaris benjol! Untung saja, BONAMANA mengharuskannya untuk memakai topi, kalau tidak, benjolnya pasti terlihat.

“Oppa. Gwenchana.” Binwoo coba melerai, disambut suara riuh dari member lainnya.

“Aigoo~ Kalian berdua ini. Membuatku iri saja!” dengus Siwon yang sedari tadi hanya ikut menonton. Binwoo dan Yesung tersenyum simpul, sementara wajah mereka merah padam.

“Chagy, kemarilah. Duduk disini,” Yesung menarik yeoja yang sudah dipacarinya satu bulan yang lalu itu ke atas sofa kosong yang ada di dekat Heechul. Binwoo menurut, lalu duduk disebelahnya. Sementara member yang lain kembali sibuk dengan aktivitas sebelumnya.

“Kyuhyun Oppa, mana?”

“Ah, bocah itu? Entahlah. Tadi ia di dandani lebih dulu, dan langsung keluar begitu selesai. Entah apa yang sedang dikerjakannya. Waeyo?” Yesung menatap wajah Binwoo yang imut itu, dalam. Membuat Binwoo menunduk, saking malunya dilihat seperti itu. Yesung yang melihatnya langsung gemas melihat tingkah yeoja chingunya yang memang terpaut 8 tahun dibawahnya itu, dan mencubit pipinya pelan.

“Aigoo~ gerahnya disini, ada yang sedang kasmaran. Lebih baik aku keluar cari angina saja,” ledek Heechul sambil berlagak kepanasan dan langsung pergi keluar.

“Sirik saja kau hyung!” cibir Yesung sebelum Heechul benar-benar menghilang dibalik pintu.

“Oppa.”

“Ne?”

“Sebenarnya apa sih yang terjadi dengan Kyuhyun Oppa belakangan ini? Kenapa ia tak pernah memberi kabar?” tanya Binwoo, sukses membuat Yesun mengerutkan keningnya.

“Mwo? Jadi selama ini dia selalu memberi kabar padamu?” katanya, cemburu.

“Aishh.. Bukan aku! Tapi, Chaehyun Onnie. Kasian dia.” Yesung membenarkan posisi duduknya, lalu duduk menyandar.

“Entahlah, bocah itu masih tetap seperti biasanya. Ku kira ia masih sering mengunjungi kalian di dorm.” Binwoo menggeleng pelan.

“Anni. Kyu Oppa, sudah tak pernah kesana lagi. Jangankan kesana, setahuku, memberikan kabar lewat pesanpun sudah tak pernah lagi. Kasian Chaehyun Onnie.”

*_*

 

*Hyerin POV*

Hari ini, hari pertamaku sekolah, setelah pernikahanku dengan si AHJUSSIE, Park Joongsoo. Sejak awal menginjakkan kakiku kedalam kelas, kurasakan aura aneh menjalar di seluruh tubuhku. Sejak pertama kaki ku geser pintu kelas, semua mata mengarah kepadaku. Dan terus mengikutiku, bahkan sampai aku duduk di bangku, tempat aku dan Eunmi biasa duduk. Tapi apa yang terjadi? Tak lama setelah ku duduk, seorang yeoja berambut pendek yang sangat asing wajahnya, bagiku, menghampiriku dengan nafas terengah-engah. Sepertinya ia habis berlari?

“Mianhae, itu bangkuku,” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk bangku yang ku tempati. Aku menelengkan kepalaku, bingung. Apa maksudnya??

“Mwo?? Apa maksudmu? Ini bangkuku!” seruku tak mau kalah. Aku baru saja akan berdiri sebelum akhirnya Eunmi, teman sebangku yang juga sahabatku itu datang dan melerai kami.

“Aish, jangan berkelahi!” serunya.

“Mianhae, Hyunjae-ah. Dia ini, Choi Hyerin, yang aku ceritakan padamu kemarin. Ini memang bangkunya.” Jelas Eunmi, disambut anggukan dari yeoja yang ada dihadapanku ini.

“Oh, mianhae. Kalau begitu aku yang salah,” ia membungkukkan badan. “Kenalkan. Choneun, Kim Hyunjae imnida. Aku murid pindahan dari Indonesia,” lanjutnya lagi sambil mengulurkan tangan. Tanpa ragu aku langsung menjabatnya sambil tersenyum ramah.

“Choneun, Choi Hyerin imnida. Hyunjae-ssi, senang berkenalan denganmu.” Balasku dengan nada yang lebih ramah dari sebelumnya.

“Josonghamnida, Hyerin-ssi, kemarin aku duduk di bangkumu saat kau tidak ada. Tapi itu bukan mauku, melainkan Song sonsaengnim yang menyuruhku.”

“Gwenchana.”

“Ah, iya, sebaiknya aku duduk dengan Taemin saja, annyeong!” katanya begitu melihat sosok Taemin, si magnae SHINEE yang memang seumuran dan sekelas denganku, sudah duduk di mejanya yang ada di barisan paling depan. Kulihat, sebagai ‘murid pindahan’ ia dapat dengan cepat berbaur dan berakrab ria dengan yang lainnya.

“Ya! Kenapa melamun?” Eunmi menepuk pundakku pelan saat menemukanku duduk di kantin. Aku tersenyum lemah.

“Ah, iya. Mana oleh-olehnya!??” Eunmi langsung mengadahkan kedua tangannya kearahku.

“Aishh, kau ini.” Aku langsung merogoh saku blazerku dan memberikan sebuah bungkusan kepadanya.”Kami hanya sebentar disana. Jadi hanya sempat berkeliling sebentar dan membelikanmu itu.”

“Gwenchana. Ini saja sudah membuatku senang.” Ujarnya sambil memandangi sebuah jepit rambut behiaskan berlian ‘palsu’ yang berbentuk hati, berwarna merah muda. Eunmi memang penggila  merah muda. Mirip seperti seseorang yang ku kagumi.

“Ah, ya. Si Hyunjae itu, sejak kapan ia pindah kemari, kau tau?” Eunmi mengalihkan pandangannya dari jepit rambut itu, lalu beralih padaku.

“Setauku, dia baru sekitar satu bulan yang lalu kembali ke korea, karena kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan berantai yang terjadi di Chunahn sebulan yang lalu, dan ia yang selama ini, sekolah dan tinggal di Indonesia bersama neneknya, tapi begitu neneknya mengetahui anaknya tewas dalam kecelakaan, ia terkena serangan jantung dan meninggal, Hyunjae langsung dijemput pulang dan memutuskan untuk tinggal dan melanjutkan sekolah disini. Tapi setahuku, ia sempat homeschooling terlebih dulu guna menyesuaikan pelajaran yang ada disini, dan akhirnya masuk kemari tiga hari yang lalu tepat pada saat kau ijin,” jelasnya panjang lebar. Aku hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Dan kalau tidak salah, ia disini tinggal bersama sahabat orang tuanya. Bukan dengan saudaranya, karena ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini,” lanjutnya lagi. Aku menatap Hyunjae yang sedang asik bercanda dengan beberapa teman sekelasku yang lain, di salah satu meja, iba.

“Tak ku kira nasibnya setragis ini. Wajahnya tak menampakkan kesediahan sama sekali”.

“Ne, ia memang pandai menutupi perasaannya. Ia memang tak ingin semua orang iba padanya.”

Aku menarik nafas pendek, “Sepertinya ia orang yang menyenangkan.”

Drrt… Drtt…

Ponsel yang sedari tadi ku kantongi di saku blazer bergetar hebat. Telpon masuk AHJUSSIE.

“Yobosaeyo?” jawabku malas, sambil sesekali menyesap ice cream cone yang baru saja ku beli di mini market depan sekolah.

“Mianhae, yeobo. Bisa kah nanti kau datang ke KBS? Tolong bawakan contactlense-ku? Contact lense yang tadi ku pakai jatuh dan hilang entah kemana, jadi sekarang aku terpaksa memakai kacamata. Tolong bawakan, ya?” mohonnya panjang lebar.

“Aigoo~ dasar ceroboh! Arraseo. Akan kubawakan nanti.”

“Cepat, ya. Acaranya satu jam lagi akan dimulai.”

“MWO??? Aishh.. Kau kira aku ini ada dimana huh?! Aku masih disekolah. Baiklah. Tunggu disana!”

*_*

 

*Leeteuk POV*

Tokk.. Tokk…

Terdengar suara pintu ruang ganti kami diketuk, tak lama sosok yeoja yang sudah kutunggu dari tadi terlihat dibalik pintu sambil membawa sebuah paper bag ukuran kecil. Ku pandangi dirinya  dari atas sampai bawah,ia masih mengenakan seragam sekolah sambil menggendong tas ransel di belakang punggungnya.Sungmin yang melihatku masih terpaku memandanginya, langsung menariknya masuk kedalam  ruangan.

“Hyung, tak usah melihat istrimu sampai seperti itu!” ledeknya. Disambut tawa oleh member yang lain. Tapi aku tak menggubrisnya.

“Annyeong, Hyerin-ah,” sapa mereka kompak. Hyerin hanya membungkuk pelan, tak sempat menjawab, karena aku langsung memotongnya.

“Yeobo. Kenapa kau masih memakai seragam seperti ini, huh?” Hyerin menatapku sebal.

“YA!! Berhenti memanggilku YEOBO!! Dan asal kau tau, karena kau, aku tak sempat mengganti seragam tau!!”

Aku tersenyum kecil, lalu mengacak rambutnya pelan, “Sampai kapanpun juga, sekeras apapu kau melarangku, aku akan tetap memanggilmu, YEOBO!”

“Aishh, sudahlah. Terserah kau saja! Ini titipanmu. Aku mau pulang,” ia menyerahkan paper bag yang sedari tadi di pegangnya padaku lalu berbalik, pergi, namun aku berhasil mencegahnya.

“Andwee. Karena kau sudah ada disini, kau harus malihat perform kami. Nanti kita pulang bersama,” kataku, sukses membuatnya mengurungkan niat awalnya untuk segera pergi dari sini.

“Hyerin-ah, ini,” Siwon memberikan sebuah lighstick berwarna sapphire blue kepada Hyerin. “Duduklah dengan tenang di bangku penonton. Dan jangan lupa dukung kami yah!” katanya sambil tersenyum manis. Hyerin langsung mengangguk, tanda mengiyakan. Aku tersenyum puas.

JLEBB..

Suara pintu terbuka, Heechul yang sedari tadi melarikan diri karena Yesung yang asik bermesraan dengan Binwoo di hadapannya kembali sambil memegang i-phone-nya. Sepertinya ia habis main twitter lagi, karena tadi aku sempat menegcek twitter dan membaca statusnya yang habis mengganggu junior kami, SHINEE yang juga mengisi acara Music bank sore ini, bersama kami, MIINA, dan beberapa grup dari menejemen lainnya.

“Ah, Hyerin-ah. Annyeong!” ia melambai-lambaikan tangannya pada Hyerin, yang langsung disambut bungkukkan kecil darinya disertai senyuman super maut *kayak gimana tu?*, membuatku teringat bahwa ia sangat menyukai Heechul dan sukses membuatku kesal setengah mati.

“Annyeong, Heechul Oppa,” katanya, manis. T____T

“Mengunjungi suami?” ia melirik nakal kearahku, “Ah, kapan yah aku punya pacar?? Aku juga ingin dikunjungi seperti ini! Aku cemburu!! Hankyung-ah… Cepatlah kemabali!!!” gerutunya tak jelas, sambil merebahkan diri di atas sofa.

“Kenapa dia?” tanya Hyerin pada Sungmin yang kini duduk disebelahnya.

“Ah, dia kesal sepertinya, karena dari tadi masing-masing member sibuk ‘di kunjungi’ pasangannya?”

“Mwo? Memang siapa saja?” tanyanya penasaran. Membuatku menggerutu tak jelas.

“Tadi.. Yesung hyung, Binwoo tadi kemari mengobrol dengannya, melepas bosan. Lalu Eunhyuk yang dibawakan bekal oleh yeojanya, dan terakhir kau,” Sungmin menaruh telunjuknya di jidat Hyerin, lalu terkekeh kecil.

JLEBB..

Lagi-lagi, pintu kembali terbuka. Kali ini, sosok Kyuhyun datang sambil mengamit mesra tangan seorang yeoja berambut pendek, yang terlihat ‘manis’ dengan dress berwarna kuning gadingnya. Senyumnya amat manis, di tambah lagi karena ada lesung pipi di sebelah kiri wajahnya, membuat wajahnya terlihat amat manis. Jika dilihat dari matanya yang tidak terlalu sipit dan lipatan ganda pada matanya, ku yakin ia bukan orang korea asli.

*_*

 

*Author POV*

Chaehyun resah. Sampai saat ini masih belum ada kabar dari Kyuhyun. Padahal, hari ini mereka sama-sama mengisi Music bank. Akhirnya dengan membulatkan tekat, ia memutuskan untuk menghampiri ruangan SUPER JUNIOR, Binwoo si magnae sedang asik bermain dengan notebooknya, sedangkan Chayoung sang leader pergi entah kemana.

Chaehyun mengatur nafas, sebelum akhirnya berjalan menuju ruangan yang hanya dibatasi oleh lorong itu. Namun belum sampai ia di ruangan yang dituju, ia sudah menemukan sosok yang dicarinya dan dinantinya selama ini. Betapa bahagianya ia. Namun saat ia baru akan mendekatinya, namja-nya tak sendiri. Disampingnya ada seorang yeoja berambut pendek. Dan terlihat sekali bahwa mereka sangat akrab. Hatinya perih. Terasa teriris sembilu (?). Ia memutuskan untuk bersembunyi di balik tembok, mengawasi gerak-gerik mereka. Betapa hancur hatinya, saat melihat sosok yang begitu dicintainya mengecup puncak kepala gadis itu. Mesra. Matanya panas. Air mata seolah akan segera keluar dari matanya, jika ia tak segera pergi dari sana.

Sementara itu di tempat lain.

Chaeyoung yang sedari tadi diberi pengarahan oleh menejernya di backstage, karena tiba-tiba saja ia di tunjuk untuk menggantinkan Goo Hyesun yang seharusnya menjadi MC pada episode kali ini, karena tiba-tiba saja masuk rumah sakit. Chaeyoung menarik nafas dalam. Ini memang bukan pertama kalinya ia menjadi MC, namun jika di tunjuk secara mendadak seperti ini, apakah ia mampu?

Dan apa kejutan selanjutnya?? Ia tak sendiri, tapi bersama si NAMJA MENYEBALKAN, Choi Minho yang juga di tunjuk sebagai MC tambahan, mendampingi Chaeyoung dan Heechul. Memikirkannya membuat ia sakit kepala.

“Arghh.. Kenapa mesti denganmu?” Minho meliriknya malas.

“YA!! Siapa juga yang mau denganmu!” balasnya garang.

“Aigoo~ Kalian ini sebenarnya kenapa, huh?? Kenapa sejak awal bertemu selalu bertengkar??” Heechul mencoba menengahi. Namun hanya lewat omongan, karena pandangannya terpaku pada i-phone miliknya. Sibuk update twitter.

“Molla! Dia yang duluan, Oppa!”

“Mwo?? Aku??” Minho menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya. “Enak saja! Kau yang menyebalkan tau!” Minho tak terima.

“ARGH!! BERISIK!!” Heechul menatap mereka berdua garang. “Aku mau keruanganku dulu. Kalian bersiaplah. Dan awas saja kalau acara ini berantakan karena ulah kalian berdua!” Ichul menunjuk mereka bergantian dengan tatapan garang.

“Cinta.. Cintaa.. Membuat orang GILA!!” katanya sambil bersenandung, begitu melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua yang kini saling berpandangan, mencoba mencernya perkataan seniornya yang aneh bin ajaib itu.

Acara Music bank pada hari ini berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala yang berarti. Chaeyoung yang di tunjuk menjadi MC dadakan pun dipuji karena tak melakukan kesalahan, dan sukses menbawakan acara sampai akhir. Sementara Chaehyun juga bisa bertindak professional dengan dapat mengendalikan emosinya sepanjang acara berlangsung, meskipun dalam hati ia sangat terluka. Hyerin yang duduk di bangku penonton seorang diri dengan masih mengenakan seragam sekolah, langsung bersorak histeris begitu mereka memenangkan music bank.

Usai acara, Hyerin langsung pergi ke back stage, dan langsung memberi selamat pada semua member yang sibuk berpelukan sambil bersorak girang. Tak terkecuali Leeteuk. Ia bahkan langsung memeluknya saking girangnya.

“Ayoo kita rayakan kemenangan kita!!” seru Shindong sambil mengangkat pialanya tinggi-tinggi.

“Ayo, kita ke BABTOL!! Yesung hyung yang traktir!!” seru Kyuhyun yang langsung disambut anggukkan semua member, kecuali si pemilik nama.

“Mwo?? Kenapa aku yang traktir!? Shireo! Yang ada restoranku bangkrut nanti!” katanya tak terima.

“Baiklah, aku yang traktir!” seru Siwon, disambut pelukansemua member.

“Baiklah, kalau begitu ku beri potongan setengah harga!!”

Seusai acara, mereka langsung menuju babtol, restoran milik keluarga Yesung. Tak hanya member super junior saja yang pergi, tapi juga Hyerin *tentunya*, serta member MIINA, kecuali Chaehyun yang mendadak ijin pulang karena sakit. Yeoja yang di bawa oleh Kyuhyun pun tak ikutan, ia bahkan tadi tak ikut menonton karena ada urusan. Sementara SHINEE yang juga diajak, tak bisa ikut karena mereka masih ada jadwal.

*_*

*Hyerin POV*

Sudah hampir sejak setengah jam lalu kami semua kembali dari babtol untuk merayakan kemenangan super junior. Dan seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Siwon Oppa yang membayar semuanya. Masih teringat jelas di otakku, saat mereka semua berebut masuk ke dalam mini van yang selalu membawa mereka semua kemana saja itu. Benar-benar seperti anak kecil! Tapi, bagaimanapun juga, itulah mereka. Dibalik wajah tampan, rupawan nan popular itu, mereka memang selalu  bertingkah konyol. Membuatku tak bisa menahan tawa jika melihatnya. Sementara kedua member MIINA juga pamit pulang dengan van putih mereka. Sedangkan aku?? Aku kini duduk manis di dalam audy hitam milik si AHJUSSIE yang dikendarai sendiri olehnya, sambil memandang keluar jendela.

“Mianhae,” katanya memecahkan keheningan diantara kami. Aku melirik padanya sekilas.

“Untuk apa?”

“Mianhae, telah memaksamu untuk mengantarkan contactlense ku, bahkan kau tidak sempat berganti seragam. Mianhae, untuk membuatmu keluar sampai larut malam seperti ini, mungkin Eommonim dan Aboenim akan memarahimu nanti. Jeongmal mianhae,” ucapnya, tulus, sa,bil sesekali menoleh kearahku.

“Gwenchana. Toh, mereka juga tak akan marah jika tahu aku pergi bersamamu,” jawabku. Jujur. Mereka memang seperti itu. Leeteuk tersenyum simpul.

“Sudah sampai,” katanya begitu mobil yang kami tumpangi sudah terparkir aman di dalam garasi rumahku. Leeteuk turun terlebih dulu, lalu berjalan memutar, kemudian membukakan pintu untukku. Setelah mengunci mobilnya rapat, kami langsung berjalan masuk kedalam rumah. Kulirik sekitar, semua lampu masih menyala. Tumben. Padahal biasanya jam 9 malam saja, semua lampu sudah di matikan, kecuali lampu hias. Saat kami melewati ruang tengah, ternyata, seluruh keluargaku sudah berkumpul disana.

“Darimana saja kau, jam segini baru pulang dan masih memakai seragam Park Hyerin?” tanya appa dengan suara berat. Tapi tunggu. Tadi appa memanggilku apa? Park Hyerin?? Hey.. aku ini Choi Hyerin.

“Mianhae, Aboeji. Tadi aku yang menyeruh Hyerin untuk menemaniku, dan karena terburu-buru ia jadi tak sempat mengganti seragamnya,” belanya di didepan appa. Aku meliriknya sekilas, lalu kembali menatap appa yang sekarang menarik nafas berat sambil menyesap tehnya.

“Kalian masuklah kedalam kamar. Ganti pakaian lalu segera kembali kemari,” ucapnya tenang, namun tegas dan lebih mirip sebagai perintah.

Sesuai dengan perintah Appa, begitu kami berganti pakaian, dan aku mandi terlebih dahulu lebih tepatnya, kami berdua langsung turun kebawah dan duduk manis di sofa yang masih kosong. Kulihat raut tegang sudah menyelimuti wajah kedua Oppaku. Terutama Minho Oppa. Kulihat, urat-urat di lehernya bermunculan. Terlihat sekali bahwa ia sedang tegang. Aku menatap mereka satu persatu dengan tatapan bingung.

“Seperti yang sudah kusampaikan sebelumnya. Besok kalian, semuanya, tak boleh ada yang pulang telat. Tepat jam 5 sore sudah harus sampai dirumah. Termasuk kau Joongsoo. Karena sejak kau menikah dengan putriku, kau sudah resmi menjadi bagian dari keluarga ini,” jelasnya panjang lebar. Tapi aku masih tak mengerti. Sebenarnya ada apa ini semua??

“Josonghamnida, Appa.”  Jonghun Oppa angkat bicara, membuat semua mata menoleh kearahnya. Kulihat ia menarik nafas pendek. Mencoba mengatur nada bicaranya. “Bolehkah jika aku nanti menyusul kalian saja? Karena besok aku ada syuting, dan kemungkinan sampai sore. Jadi sepertinya tidak akan keburu jika aku harus kembali ke…”

“Aku tak mau tahu!” potong Appa, membuat Jonghun Oppa sedikit tersentak. “Pokoknya kita semua harus pergi kesana bersama.”

*_*

 

*Author POV*

Hari ini syuting we got merried di adakan di studio FT. island. Kali ini ceritanya Chaehyun yang sudah mulai mengakrabkan diri dengan Jonghun mulai menemaninya untuk latihan bersama member FT. Island lainnya, sekalian berkenalan dengan mereka. Chaehyun yang tidak bisa bermain gitar merasa sedikit kesulitan saat Hongki menyuruhnya untuk mencoba memainkannya. Namun dengan sigap, Jonghun sang SUAMI langsung mengajarkannya secara perlahan-lahan.

“Ah, sulit sekali!!” keluhnya, sambil memegangi jari-jarinya yang tersasa sakit akibat memegang senar gitar. Jonghun tersenyum simpul, lalu mengambil alih gitar acoustic yang sedari tadi dimainkan Chaehyun, dan mulai memainkannya.

“Perhatikan aku,” katanya sambil tersenyum. Chaehyun mengangguk pelan.

Jonghun mulai memainkan The One, milik bandnya, dan langsung menyanyikan partnya.

I’ve been trying to see you

For such a long long time

Maybe I’m just sad to face that I

but I won’t lie

When it comes to loving you

 All the things that I would do

  

Chaehyun menatapnya, kagum. Karena ternyata pria yang ada dihadapnnya ini tak hanya pandai dalam bermain gitar, tapi suaranya pun merdu. Meski tak sebagus Hongki, sang vocalist. Perlahan ia mulai memejamkan matanya, mecoba mengahayati seluruh isi lagunya. Meski lagu ini bukan lagu baru, tapi tetap saja ia tak bosan mendengarnya.

Been waiting for this day for far too long

I never could imagine it so strong

As long as I’m with you, I can’t go wrong

Oh baby what you do to me?

 You’re the one..

  

Kali ini, tak hanya Jonghun yang bernyanyi, tapi semua member lainnya juga ikut bernyanyi.

 

How I try to reach you

Oh In everyway I can

But it’s hard to find a way to show

that I’m your man

 

When it comes to loving you

All the things that I would do

 

Been waiting for this day for far too long

I never could imagine it so strong (??)

As long as I’m with you, I can’t go wrong

Oh baby what you do to me?

You’re the one

 

When it comes to loving you

All the things that I would do

Oh yeah

 

Been waiting for this day for far too long

I never could imagine it so strong

As long as I’m with you, I can’t go wrong

Oh baby what you do to me?

You’re the one

 

Oh baby what you do to me

 You’re the One

  

Chaehyun membuka matanya, lalu tersenyum puas sambil menepuk kedua tangannya.

“Wha.. That’s FANTASTIC! I like this song very much!” pujinya, sambil menatap Jonghhun yang kini duduk disampingnya.

“Kamshahamnida.” Jonghun tersenyum manis. Sementara member yang lain sibuk berbisik dibelakang mereka sambil mengerling nakal.

“Oke… CUT!!” seru sang sutradara, sambil tersenyum puas.

“Oke, kita break makan siang. satu jam lagi kita berkumpul disini.” Tambahnya lagi. Semua kru langsung membubarkan diri untuk makan siang. Chaehyun menarik nafas lega, lalu berjalan meraih tas tangan yang tadi di letakkan di dekat sofa yang ada di dalam studio.

“Chaeyun-ssi. Mau makan bersama?” tawar Jonghun ramah. Jujur, sebenarnya ia memang sudah lapar sekali. Dan tanpa basa-basi ia langsung mengangguk setuju.

Tanpa diduga Jonghun, bersama member FT. Island lainnya mengajaknya untuk makan di rumah makan kecil yang ada di dekat studio mereka. Tempat itu lumayan ramai, tapi anehnya pengunjung yang datang kesana seolah cuek dengan kedatangan mereka.

“Mian, mengajakmu makan di tempat seperti ini,” Jonghun menatap Chaehyun dengan tatapan menyesal, karena yeoja yang ada dihadapannya itu sedari tadi hanya berdiri diam, sambil memperhatikan seluruh ruangan.

“Ah?? Annio, gwenchana Jonghun-ssi. Aku hanya tak menyangka kalu kau juga sukan makan di tempoat seperti ini?”

Jonghun tersenyum simpul, lalu mempersilahkan Chaehyun untuk duduk di salah satu kursi.

“Noona. Kau jangan terlalu formal begitu pada SUAMI-mu. Setidaknya panggil dia Oppa,” Hongki mengerling nakal, di dukung anggukkan dari yang lain.

“Mwo?? Ah, ne. Opaa. Jonghun Oppa. Begitu kan?” Chaehyun tersenyum manis. Sementara wajah Jonghun mulai terlihat memerah.

“Omo, hyung. Kenapa wajahmu memerah seperti itu??” ledek Minhwan.

“Aish. Kau ini! Cepat pesan sesuatu. Aku sudah lapar!!”

*_*

 

Seusai syuting, Jonghun langsung menancap gasnya menuju rumah kedua orang tuanya. Sesampainya dirumah, ia langsung masuk dan bersiap di dalam kamar, karena semua anggota keluarganya sudah berdandan rapih dan duduk menunggunya diruang tengah. Begitu selesai, ia langsung turun kebawah.

“Dua mobil??” Hyerin buka suara. Karena tak mungkin mereka duduk dalam satu mobil.

“Anni. Eomma dan Appa satu mobil dengan Minho, pakai mobil Appa. Sementara, kau,” nyonya Choi menunjuk Hyerin dengan telunjuknya, “Pergi dengan Jonghun dan Joongsoo. Terserah mau pakai mobil siapa.”

Jonghun menatap Leeteuk nakal sambil melempar kunci mobil kearahnya, “Pakai mobilku saja, hyung. Tapi kau yang bawa yah!”

“Aish.. Arra.. Arra..” Leeteuk menangkap kunci yang dilempar Jonghun dengan sebelah tangan.

“Baiklah. Ayo berangkat!!” tuan Choi mendorong tubuh Minho agar cepat keluar, dan masuk kedalam mobil. “Kau yang bawa!” tambahnya lagi. Sementara Minho menunduk pasrah.

Setelah hampir satu jam perjalanan, mobil mereka memasuki pelataran parkir hotel mewah.Dengan Segera mereka memasuki sebuah restaurant yang ada di lantai dasar, kemudian duduk di sebuah meja besar yang sudah dipesan sebelumnya. Meja tersebut berbentuk panjang, dan biasanya disediakan untuk dua belas orang, namun kali ini bangku yang di sediakan hanya sembilan. 6 disebelah kiri dan 3 disebelah kanan. Yang disebelah kiri, tentu saja disediakan untuk kelaurga Choi, sesuai dengan jumlah mereka, sedangkan yang disebelah kanan entah untuk siapa. Yang jelas, bangku itu belum terisi.

“Appa, sebenarnya. Kita kemari untuk apa?” Hyerin menatap wajah ayahnya, penasaran.

“Lihat saja, nanti juga kau akan tahu,” jawabnya datar. Tak lama dari arah pintu masuk, datang sepasang suami istri dan seorang yeoja yang berjalan di belakang mereka.

“Josonghamnida, Choi Hyunjoong-ssi, kami datang terlambat,” ujar seorang pria setengah baya sambil menunduk, diikuti istri dan anaknya. Tuan Choi tersenyum ramah.

“Annio. Gwenchana,.Silahkan duduk,” balasnya ramah, tanpa basa-basi mereka langsung duduk di bangku yang telah disediakan sebelumnya. Namun saat sang yeoja baru akan duduk, ia terperangah kaget saat melihat sosok yang ada di depannya.

“Neo!!!”

TBc..

Eitss…..

Tunggu dulu…

>>>>tGu next part yya,,,

Jangan lupa di  cOMMent!!

~mRs.ChoiLee~

Iklan

9 thoughts on ““Merry Me” ~Part:thRee~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s