“Merry Me” ~part: fiVe<<

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. apa gy kalo ga sesuai dg knyataannya.. hooho”

kan namanya jg FF ^^

 I HOPE U LIKE IT!!

JANGAN LUPA COMMENT  !!

NO PLAGIATISM!!  

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  •          Leeteuk,
  •          Kim Heechul,
  •          Choi Jonghun,
  •          Choi Minho,
  •          Seo Chaehyun : Pipit
  •          Kim Chaeyoung : Pyna
  •          Kim Binwoo    :Uri cindy
  •          Kim Hyunjae  : Author *gga mau kalah. Mu ttp exist :P*
  •          Kyuhyun,
  •          Yesung
  •          and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

 

————o0o———-o0o————-o0o————-

Part 5…

*Author POV*

@ FnC Music, studio FT. Island..

“Ah.. Capek, hyung! Istirahat ya,ya,ya???” Minhwan memasang tampang Aegyonya pada Jonghun yang sedang asik mengotak-atik senar gitarnya.

“Ne, hyung. Istirahat yah? Aku capek…” kali ini Jejin yang buka suara, disambut anggukkan setuju dari personel yang lain. Jonghun menatap wajah dongsaeng-dongsaengnya itu bergantian, lalu menarik nafas pendek. Ia mengangguk kecil, begitu melihat wajah lelah dan penat di wajah mereka, karena mereka memang sudah latihan sejak pagi dan sekarang memang sudah saatnya makan siang.

“Arraseo, kita istirahat sebentar.”

“Gomawo!” Hongki langsung memeluk tubuh leader kesayangannya itu, erat. “Kau mau makan apa??”

“Aku ikut kalian saja!”

“Ah, kalo begitu kita pesan pizza saja, ya, setuju??” Jaejin mengambil wireless phone yang ada di salah satu sudut studio kemudian mulai menekan beberapa tombol pada gagangnya.

“Ah, aku mau makan pasta saja, hyung! 2 porsi ya?” Seunghyun memasang wajah aegyonya pada Minhwan yang sedang menunggu telpon tersambung.

“Dasar rakus!” Hongki menyundul kepala Seunghyun pelan, disambut gembungan pipi Seunghyun. “Jaejin-ah, jangan lupa… Pizza-nya, 3 kotak!” tambahnya lagi.

PLETAKK!! Kali ini, Jonghun menjitak kepala membernya itu, keras. 

“Dasar kau! Mengatai Seunghyun rakus, tapi kau lebih rakus!” member yang lainnya tertawa keras melihat tingkah hyung mereka itu.

“Sakit!” Hongki memegangi kepalanya sambil meringis sakit.

“Oke. 15menit lagi pesanan kita datang, Jaejin mengembalikan gagang telepon ke posisi semula, lalu duduk disamping Jonghun yang kini mulai menyalakan tv. Minhwan dan Seunghyun langsung ikutan duduk menyempil diantara mereka, begitu melihat televisi sedang menayangkan liputan tentang Kyuhyun, member Super Junior tengah tertangkap kamera saat tengah menggandeng tangan seorang yeoja kemarin malam di Namsan Tower.

“Omo… Kasihan sekali Kyuhyun, hyung. Pasti ia akan jadi bulan-bulanan media saat ini,” Jaejin geleng-gelang kepala.

“Kira-kira, siapa yah yeoja itu?? Bukankah selama ini, ia tak pernah terlihat jalan berdua dengan seorang yeoja seperti itu?” Hongki memasang tampang berfikir. Minhwan yang masih dendam dengan kelakuan hyungnya itu pada dirinya tadi, langsung mengetuk jidatnya dengan stick drum milik Minhwan yang sedari tadi dimainkan olehnya, pelan

“Ya, hyung. Kau tak ingat apa? Waktu itu, ia juga sempat kepergok paparazzi tengah berjalan dengan seorang yeoja.. Tapi entah siapa, karena gossip itu langsung dibantah olehnya. Yang memang sih, waktu itu, gambar yang terambil oleh kamera paparazzi tidak begitu jelas merekam wajah keduanya. Jadi Kyuhyun hyung, dapat membantahnya,” jelas Seunghyun panjang lebar, sementara member yang lain memandangnya dengan tatapan tak percaya.

“Whaa..” Hongki bertepuk tangan sambil menatap wajah dongsaengnya itu kagum. “Tak kusangka, bahwa kau suka gossip juga!” member yang lain mengangguk setuju. Seunghyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sambil tersenyum malu.

“Ehehe… Selama kita hiatus kan, aku menganggur dirumah, hyung. Karena tak ada kerjaan, aku jadi ikutan Eomma menonton infotainment,” jawabnya malu.

“Ah.. Ne.. Ne.. Arraseo.. Tapi, kalo memang yang waktu itu adalah Kyu hyung, sepertinya yeoja yang dibawanya kali ini dan waktu itu berbeda. Benar tidak??” tanya Jaejin yang rupanya insting gossipnya mulai keluar.

“Iya, sepertinya mereka orang yang berbeda. Karena seingatku yeoja yang sebelumnya, memiliki rambut yang panjang dan tinggi yang semampai, selain itu, ia juga memakai masker dan kaca mata hitam guna menutupi wajahnya. Berbeda dengan yeoja yang kali ini, ia memiliki tubuh mungil *author narik napas* dan berambut pendek, selain itu, ia juga berpenampilan lebih cuek dari yang sebelumnya. Buktinya ia tak memakai masker ataupun kacamata guna menutupi wajahnya. Tapi, walaupun begitu. Paparazzi juga tak berhasil menangkap wajahnya dengan jelas,” jelasnya lagi, sementara yang lain mengangguk-angguk, mengerti.

“Pesanan datang…” seru menejer Ma, begitu masuk kedalam studio sambil menenteng beberapa bungkus kotak pizza dan lainnya.

“Asiikkkk!!!!!!!!” semua member berhambur kearahnya.  Sementara Jonghun masih terdiam di atas sofa, menatap layar tv yang tayangannya sudah berubah menjadi iklan minuman bersoda yang dibintangi MIINA.

“Apa benar semua itu?? Ah kuharap hanya fikiranku saja..” gumamnya sambil menatap wajah Chaehyun yang terpampang di televisi, lekat.

*_*

Yesung mengendarai sedan silvernya dengan kecepatan super, setelah sebelumnya menjemput Eunhyuk, Siwon dan Donghae terlebih dahulu di tempat fitness, kerena van yang mengantar mereka pergi menjemput member lainnya di tempat berbeda. Sesampainya di depan gedung SM, mereka langsung masuk kedalam parkiran di basement, karena depan gedung sudah di penuhi oleh ELF. Dengan tergesa, mereka segera memasuki gedung begitu selesai memarkirkan mobil mereka, di basement sebelum ada ELF yang menyadari kedatangan mereka.

“Annyeonghasaeyo,” sapa mereka begitu memasuki ruang rapat yang ada di lantai dua. Disana, rupanya semua memberlainnya beserta menejer super junior sudah duduk di bangku masing-masing.

“Duduklah,” ucap sang menejer kepada mereka berempat.mereka mengangguk lalu duduk di tempat yang masih kosong.

“Sebenarnya ada apa hyung??” Leeteuk yang sudah datang paling duluan rupanya mulai jengah karena sejak ia datang hingga akhirnya mereka semua sudah berkumpul disini, belum ada satupun topic yang mereka perbincangkan. Sang menejer menatap Leeteuk sekilas lalu beralih menatap member yang lainnya secara bergantian, hingga akhirnya pandangannya berhenti tepat di wajah Kyuhyun yang kebetulan duduk di sebelahnya. Ia menarik nafas berat.

“Lihatlah,” menejer hyung melemparkan beberapa tabloid dan majalah keatas meja, yang langsung di ambil semua member.

“Omo~ Ini kan..??” Shindong melirik kearah menejer hyung yang kini sedang berkacak pinggang.

“Kyu?? Ini kau kah??” Siwon memandangnya ragu.

“Omona~ Kau kemarin ke Namsan Tower?? Tapi kok aku tak melihat mu???” Yesung menelengkan kepalanya, dan disamput jitakan maha dahsyat dari Heechul yang duduk disebelahnya.

“Ya! Bukan saatnya kau bertanya seperti itu..”

“Arra..” Yesung menatap wajah hyungnya itu sebal. “Lalu siapa yeoja ini?? Sepertinya bukan Chaehyun?”

“Ah, iya. Sepertinya dia bukan Chaehyun. Siapa dia??” kali ini Donghae yang menatapnya. Kyu menarik nafas pendek, lalu tersenyun datar.

“Ne. Itu memang aku. Dan yang bersamaku adalah Hyunjae. Sepertinya gambar itu diambil saat aku sedang menemaninya jalan-jalan keliling Seoul sabtu kemarin.”

“Mwo?? Hyunjae?? Siapa dia??” tanya Donghae penasaran, sementara member yang lain menatapnya tajam, kecuali Yesung, karena dia juga baru akan menanyakan hal yang sama pada Kyuhyun. “Sepertinya aku familiar dengan namanya..” lanjutnya lagi dalam hati.

“Dia itu yeoja yang waktu itu dibawa oleh si magnae, waktu kita akan syuting mubank. Yeoja imut, yang kelihatannya masih sangat muda,” Siwon menerawang, membayangkan sosok yang dikenalkan Kyuhyun saat mereka di ruang ganti, beberapa hari yang lalu.

“Wha? Jinchaeyo? Aku tak melihatnya..” tanya Yesung. Donghae menggembungkan kedua pipinya, kesal karena mungkin yeoja itu datang saat ia sedang toilet. Sementara Yesung, saat itu sedang menemani Binwoo diluar.

“Hey.. Hey.. Focus.. Focus..” Leeteuk menepuk-nepuk kedua tangannya, menyadarkan semua member agar kembali focus dengan topic semula. “Lalu. Sebenarnya.. Siapa dia??”

“Dia ….”

*_*

*Hyerin POV*

“Jadi?? Sebenarnya ada hubungan apa diantara kalian berdua??” tanyaku penasaran, karena waktu kami bertemu di Mubank beberapa hari yang lalu, ia hanya memperkenalkan namanya tanpa menjelaskan apa hubungannya dengan Kyuhyun Oppa, karena keburu pamit pulang, begitu seseorang menghubunginya lewat ponsel. Sedangkan Kyuhyun Oppa juga tak sempat menjelaskannya kepada kami -aku, AHJUSSIE, Heechul, Siwon, Eunhyuk, Shindong, Sungmin, dan Ryeowook Oppa- yang ada di dalam ruang ganti, karena pihak acara langsung menyuruh mereka untuk bersiap di backstage, sementara aku masuk ke bangku penonton.

“Begini.. Sebelumnya aku pernah cerita padamu kan, Eunmi? Soal, aku yang tinggal disini bersama sahabat orang tua ku??” Eunmi mengangguk mantap. “Nah, Kyuhyun Oppa adalah anak mereka. Jadi selama Ini aku tinggal dirumahnya.”

“MWO!???” pekik kami bersamaan, sementara Hyunjae tersenyum kecil.

“Jinchaeyo??” Eunmi memandangnya dengan tatapan tak percaya. Hyunjae mengangguk mantap.

“Ne. Orang tua Kyuhyun Oppa adalah sahabat Orangtuaku saat mereka masih di Universitas, dan bisa dibilang aku pun sudah mengenal Kyuhyun Oppa sejak aku baru lahir, karena dulu saat aku masih tinggal di Seoul kami sempat menjadi tetangga, sebelum akhirnya keluarga Kyuhyun Oppa pindah ke tempat yang lebih besar sementara beberapa tahun berikutnya aku dibawa oleh halmeoni, Eomma dari ibuku yang memang orang Indonesia asli untuk tinggal disana menemaninya karena di usianya yang sudah tua ia merasa sangat kesepian, sedangkan orangtuaku tetap tinggal di korea. Dan…” Hyunjae menarik nafas pendek, “begitu mendengar kabar bahwa orang tuaku meninggal karena kecelakaan, halmeoni terkena serangan jantung dan langsung meninggal seketika.” Ujarnya lirih, Eunmi yang duduk disampingnya langsung mengelus-elus pundaknya pelan. “Cho ahjussie yang mendengar kabar ini, langsung menjemputku ke Indonesia dan membawaku pulang ke Korea. Karena sebelum kedua orangtuaku meninggal, mereka sempat berpesan pada keluarga Cho, untuk menjagaku. Maka dari itu, sejak aku tinggal di Korea, aku tinggal dirumah mereka, karena seluruh asset yang dimiliki keluargaku disini rupanya telah dijual dan semua uangnya telah di diinvestasikan dan di pegang oleh Cho ahjussie demi masa depanku nantinya. Kecuali asset peninggalannya dan halmoeni di Indonesia. Sejujurnya aku tak apa jika mesti tinggal di Indonesia, namun Cho ahjussie berkeras agar aku tinggal dirumahnya, apalagi saat aku meminta ijin untuk tinggal diluar saja, ditempat lain. Ia sangat menentangnya. Apalagi Cho ahjumma. Dia bahkan, menginginkanku untuk menganggap mereka sebagai orang tuaku. Kyuhyun Oppa yang mengetahui hal ini pun menyambut kehadiranku dengan gembira. Jadi, bisa dibilang, hubunganku dengan Kyu Oppa hanyalah sebatas Oppa dengan Dongsaengnya,” Hyunjae tersenyum kecil, Eunmi yang duduk disebelahnya langsung memeluknya erat, sementara aku, aku hanya dapat memandang wajahnya dengan mata berkaca-kaca. Tak ku kira, perjalanan hidupnya seperti ini.

“Jadi, kalian jangan berfikiran macam-macam ya!?” tambahnya lagi. Kami mengangguk paham.

“Ah, ya, jangan sampai ada yang tau hal ini, selain kalian. Kecuali Kyuhyun Oppa sendiri yang mengatakannya pada orang lain. Karena aku tak mau menjadi beban baginya, karena ia sudah ku anggap layaknya Oppa kandungku sendiri.”

“Janji!” jawab kami kompak, Hyunjae tersenyum puas.

“Arraseo~ kalau begitu, ayo kita pulang. Sudah sore. Kita kan mesti mempersiapkan segala sesuatunya lagi untuk menghadapi UN minggu depan. Kajja!” Hyunjae berdiri dari duduknya sambil memakai ransel hitam yang sedari tadi dibawanya, kami mengangguk lalu mengikutinya keluar café, begitu Eunmi selesai membayar billnya.

“Ah, bagaimana kalau kita makan ice cream dulu disana?” ajakku pada keduanya saat kami melintasi sebuah taman yang terletak tak jauh dari pintu keluar Hyundai Dept. store.

“Kajja!!” kali ini, Hyunjae yang bersemangat, dan menarik lengan kami berdua menuju sebuah kedai ice cream yang ada di dalam taman.

“Ahjussie… Ice cream coklatnya 1 !!” serunya begitu sampai di depan kedai, seperti anak kecil. Eh, tapi setelah kuamati tingkah dan penampilannya memang seperti anak kecil. Tinggi badannya pun bisa dibilang seperti anak SMP. Jadi tak heran jika ada yang menyangkanya anak SMP *author ngasah parang*.

“Aku juga!” seru aku dan Eunmi bersamaan.

“Tiga ahjussie!” ujar Hyunjae lagi pada ahjussie pemilik kedai. 

“Ayo duduk disana dulu,” Eunmi menunjuk sebuah bangku taman yang terletak tak jauh dari kedai. Dengan segera aku dan Hyunjae mengikuti arahannya sambil menjilati ice cream kami masing-masing. Saking asiknya aku menjilati ice cream yang ada di genggamanku ini, tanpa sengja bahu kananku menabrak bahu seseorang.

“Ah, Josonghamnida,” aku langsung membungkuk kepada orang yang tak sengaja kutabrak tadi, tanpa melihatnya terlebih dahulu.

“YA!! Kau ini, kalau jalan hati-hati!!” ujarnya sambil menepuk-nepuk bahunya seperti sedang membersihkan kotoran debu. Hey! Apa aku sekotor itu!? Fikirku kesal.

“Ah, miahae aggashi, ia tak sengaja,” bela Eunmi yang ikut-ikutan membungkuk sekilas padanya. Aku menatap yeoja yang ada dihadapnku ini kesal. Tapi nyatanya ia tak sendiri, melainkan bersama kurang lebih ketujuh orang yeoja lainnya.

“Omo~ Omo~” Ucap seorang yeoja bertubuh paling subur lalu membisikkan sesuatu pada yeoja yang tak sengaja  kutabrak tadi, ia menganguk-angguk kecil, lalu menatapku sinis.

“Jadi kau rupanya. Gadis yang dinikahi oleh Suamiku!?”

“Boe??? Suami?? Siapa suamimu, hey aggashi??” sela Hyunjae yang langsung dibalas sinis oleh merka berdelapan.

“Cikh~ Pura-pura tak tahu lagi. Belagak POLOS!!” sahut seorang yeoja berbadan ceking. “Kau!” ia menunjukku dengan jarinya, angkuh. “Apa yang special dari mu? Sampai-sampai LEETEUK OPPA.. bersedia menikahi gadis sepertimu, huh!?”

“Iya! Dasar kau! Ayo kita hajar saja mereka! Aku muak melihat tampang mereka ini!!” sahut yang lainnya. Dan seperti yang ia katakan tadi, mereka semua langsung mengeroyok kami, untung saja Hyunjae dengan sigapnya menarik tanganku dan Eunmi agar dapat segera keluar dari taman sebelum mereka mulai menghajar kami. Kami bertiga terus berlari sementara mereka semua mengejar kami dan melempari kami bertiga dengan ice cream, makanan, atau apapun yang mereka pegang.

“Hoshh.. Hoshh… Hoshh…. Aku lelah,” Hyunjae memegangi perutnya yang sepertinya mulai kesakitan akibat berlari.

“Bertahanlah, kalau kita tak mau terkena amukkan mereka!” ujarku sambil menarik tangannya agar tetap berlari, sementara Eunmi yang semula berlari di depanku langsung membantu menarik tangan Hyunjae yang satunya.

“YA!!! BERHENTI KALIAN!!!!!!!!!!!!!!”

“JANGAN KABURRRR!!!!!!!!!!!!!!”

*_*

*Author POV*

“Ah, jadi, bisa dibilang dia adalah adik angkatmu, begitu?” ulang Donghae. Kyuhyun mengangguk mantap.

“Jadi, sekarang masalahnya beres kan, hyung?” Leeteuk menatap wajah menejernya itu sambil tersenyum.

“Tak apa-apa kan kalau seorang kakak menemani adiknya jalan-jalan? Apa yang patut dipermasalahkan sekarang? Paparazi itu hanya membesar-besarkan masalah saja!” Sungmin angkat bicara.

“Tapi, masalahnya, sekarang bukan paparazzi. Mealinkan amukkan ELF yang sekarang sudah menunggu kalian dibawah. Mereka semua tak bisa terima melihat idolanya jalan dengan wanita lain. Apalagi mereka tak mengetahui siapa yeoja itu bsebenarnya. Dan hal ini, patut di klarifikasi,” menejer Hyung memasang wajah serius. Leeteuk mengangguk paham.

“Yah, kalo begitu, kita jelaskan saja pada mereka semua bahwa gadis itu adalah Hyunjae, adik angkatmu. Beres!” saran Heechul, sambil memasang wajah bangga. Kyuhyun menggeleng.

“Tak bisa. Tak semudah itu. Karena pastinya, setelah dijelaskan mereka akan penasaran dan mencari tahu sosok Hyunjae. Kasian dia. Nanti ia akan terganggu, apalagi sebentar lagi ia akan menghadapi Ujian. Aku tak ingin konsentrasinya nanti terpecah karena masalah ini. Terlebih lagi, Eomma sangat protective padanya, yang ada ia akan memarahiku,” jelas Kyuhyun. 

“Ah, kalau begitu. Untuk sementara kita diamkan saja dulu berita ini. Kita lihat perkembangannya, jika malah semakin membesar, mau tak mau kau harus menjelaskannya Kyuhyun-ssi,” jelas menejer lagi. Kyuhyun mengangguk paham. “Dan untuk kalian semua. Berhati-hatilah jika akan keluar,” tambahnya lagi sebelum akhirnya keluar dari ruang rapat.

*_*

“Heechul hyung!” sahut Donghae begitu melihat Heechul baru akan masuk kedalam mobilnya. “Aku ikut mobilmu yah!”

“Lha? Memang van kita kemana?”

 “Ah, itu. Van kita sedang di service. Satu jam lagi baru selesai. Sementara, mobil Leeteuk hyung dan Yesung hyung sudah penuh sesak dengan member yang lain. Tinggal aku yang masih terlantar, hehe.” Donghae menunjuk dirinya sendiri sambil nyengir. 

“Ah, arra-arra.. Kajja!”

“Gomawo hyung!!” Donghae langsung masuk kedalam mobil Heechul dan duduk di sebelh bangku kemudi. Sepanjang jalan menuju dorm, mereka tiada hentinya menyanyikan lagu dari berbagai GirlBand, sambil sesekali menirukan gaya mereka.

“Omo~ Hyung, lihat itu!” Donghae menunjuk kearah sekumpulan yeoja yang sedang berlari-lari di trotoar, dari balik jendela. “Sepertinya itu…” belum sempat Donghae melanjutkan ucapannya, Heechul langsung menancapkan gasnya dalam-dalam, dan menghadang mereka, kemuadian turun menghampiri mereka. Donghae yang semula hanya melihat tingkah hyungnya itu bingung, langsung ikut turun begitu melihat salah satu diantara mereka akan jatuh pingsan.

*Hyerin POV*

“YA!!!!! KALIAN BERTIGA!! BERHENTI KATAKU!!!” teriak salah seorang diantara mereka.

“SIAL! SUDAH SEJAUH INI MEREKA MASIH MENGEJAR KITA!” umpatku, begitu melihat mereka semakin mendekat kearah kami.

“Omona~ aku sudah tak sanggup lagi..” ucap Hyunjae lirih. Wajahnya begitu pucat, dan peluh sudah membanjiri wajahnya, tangannya sedari tadi ku genggampun kini terasa dingin.

“Bersabarlah, Hyunjae-ah” Eunmi memberi semangat.

“YA!!! BERHENTI!!!!”

CKITTTTTTTTTTTTTTTT………….

Sebuah MVP berwarna hitam berhenti, memblok jalan kami. Aku, Eunmi dan Hyunjae langsung menhentikan langkah, begitu melihat sosok yang keluar dari dalam mobil. Sementara kedelapan YEOJA SIALAN yang sedari tadi mengejar kami malah berteria histeris.

“HEECHUL OPPA!!” teriak mereka, namun Heechul Oppa tak mempedulikan mereka.

“Hyerin-ah. Wae gurae?”

“Ah, Oppa. Untung kau disini. Mereka berniat menghajar kami, karena aku istri Leeteuk!” jelasku. Heechul Oppa langsung meninggalkanku dan berjalan kearah mereka yang semakin histeris.

“YA!!” pekiknya tepat di depan waja yeoja yang ku tabrak tadi. “KALIAN INI TAK PANTAS DISEBUT SEBAGAI SEORANG YEOJA!! UNTUK APA KALIAN MENGHAJAR MEREKA!!? DASAR YEOJA TAK BERPERSAAN!!”

Sementara itu, disampingku fisik Hyunjae semakin lemah dan hampir saja tubuhnya ambruk ke aspal, jika Donghae Oppa tak sigap menopang tubuhnya, dan langsung menggotongnya masuk kedalam mobil.

“HYUNG!!!” pekiknya begitu kami semua sudah duduk di dalam mobil, “NANTI SAJA BERTENGKARNYA! KITA HARUS KERUMAH SAKIT SEKARANG!!!!!!!!”

“ARRASEO!” balas Heechul Oppa yang masih menatap kedelapan yeoja itu garang.

 “KALI INI KALIAN BERUNTUNG KARENA AKU MSIH ADA URUSAN YANG LEBIH PENTING DARI KALIAN. AWAS SAJA KALAU KALIAN BERANI MUNCUL LAGI DIHADAPANKU, APALAGI ISTRI LEETEUK HYUNG. HABIS KALIAN!!” Heechul meninggalkan kedelapan yeoja yang kini berdiri mematung, kemudian masuk kedalam mobil dan segera mengendarainya kerumah sakit terdekat karena kondisi Hyunjae yang semakin buruk.

Sesampainya di depan lobby rumah sakit, Donghae Oppa langsung menggendong tubuh Hyunjae turun kemudian berlari masuk kedalam ruang UGD tanpa menunggu kami yang masih terbengong-bengong melihat tingkahnya, jika saja Heechul Oppa tak menyadarkan kami dari lamunan. Kami bertiga segera berlari menyusul Donghae Oppa yang sudah jauh di depan.

“Oppa.. Cepat hubungi, Kyuhyun Oppa!” perintahku pada Heechul Oppa begitu kami sudah sampai di depan ruang UGD.

*_*

*Author POV*

“Apa kau sudah tau hal ini sebelumnya?” Chaeyoung memandang Chaeyoung dengan tatapn serius. Chaehyun mengangguk. Binwoo dan Chaeyoung menarik nafas berat.

“Aku melihat mereka kemarin,” jawabnya sambil sesenggukkan. Dengan sigap Binwoo langsung menghapus air mata yang membasahi Onnienya itu dengan tissue yang ada tak jauh darinya.

“Aku melihatnya…” tangisan Chaehyun semakin keras.

“Onnie…” tatap Binwoo, prihatin.

“Ne, arra.. tapi hentikan tangismu.. Kenapa malah semakin keras??”

“KAKIKU SAKIT TAU!!! DARI TADI KAU INJAK!!!!!” pekiknya sambil mendorong tubuh Chaeyoung menjauh, lalu memijit-mijit kakinya yang kesakitan.

“Omo~ jadi sejak tadi kau menangis karena ini??” Chaehyun mengangguk pelan sambil meringis menahan sakit.

“HUft~~ Pantas saja! Ku kira sejak tadi kau menangis karena berita, Kyu Oppa, Onnie. Karena tak biasanya kau menangis seperti itu, hanya karena sebuah berita.” Binwoo menatap wajah Onnienya itu sebal, karena ia sudah berhasil tertipu.

“Hehe.. Minhae.. Tapi, sebenarnya aku memang melihat mereka kemarin malam. Sejujurnya, aku memang sedih melihatnya, tapi begitu teringat tepat disaat aku melihatnya, ponselku hilang entah kemana. Dan itu mebuat air mataku semakin sulit untuk dibendung, terlebih lagi saat Chaeyoung Onnie menginjak kakiku!”

“Ah, dasar! Evil!!” Chaeyoung menjitak kepala Chaehyun sadis.

“Ah, iya. Tadi, kalau tak salah lihat, Onnie datang bersama Minho Oppa. Betul kan?? Kok bisa??” Chaehyun menatapnya dengan tatapan ingin tahu.

“Ah..” Chaeyoung mendesah pelan. “Dia itu, namja yang dijodohkan orangtuaku padaku.”

“MWO!!!????”

Kring… Kringgg…

Binwoo langsung berjalan menuju telepon yang ada di meja kecil di sudut ruangan, lalu mengangkatnya.

“Yobosaeyo?? Ah, Jonghun Oppa?? Arraseo.. Chamkanman-yo.”

“Onnie! Ini ada telpon dari Jonghun Oppa!” Binwoo menyodorkan wireless phone yang ada di genggamannya pada Chaehyun, yang disambut senyuman super manis darinya.

“Yobosaeyo?”

“….”

“Ah, Jonghun Oppa?? Arraseo. Aku akan bersiap-siap dulu.”

“..”

“Ne. Annyeonghasaeyo.”

BIPP.. telpon terputus. 

“Wae gurae??”

“Ah, Jonghun Oppa mengajakku jalan. Katanya agar kami lebih dekat,” Chaehyun tersenyum kecil. Sementara mata Chaeyoung dan Binwoo membulat. Tak percaya.

“Lalu Kyu Oppa?” gumam Binwoo.

“Jika ia bisa dengan yang lain. Kenapa aku tidak?”

 

Di tempat lain.. 

BIIP….

Jonghun langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celana sambil tersenyum riang, begitu Chaehyun meng-iya-kan ajakanku. Lalu melajukan mobilku menuju rumah untuk berganti pakaian lalu menjemput Chaehyun di dorm mereka. Namun sebelum itu, ia teringat sesuatu dan langsung memutar balik arah mobilnya menuju suatu tempat.

TBc..

Eitss…..

Tunggu dulu…

>>tGu next part yya..

Jangan lupa di  cOMMent!!

~mRs.ChoiLee~

Iklan

23 thoughts on ““Merry Me” ~part: fiVe<<

  1. Anyyeong..
    Aku udh baca dr part 1, tp baru komen di part ini..
    Mian… *bow*

    Aku suka ceritanya
    Castna banyak, cerita kompleks tp masing2 cast punya peran yg penting..

    Aku tunggu kelanjutanna.. ^^

  2. waaa baru baca authoorr .
    btw, minta alamat fbnya dong author, biar bisa lebih deket.
    trus di sjff kok author uda tau aku sausan sih ? *singung saiia*

    uda tamat kan author ? tinggal publish kan ? lanjut publish cepaaattt~

    nice ff , tapi jaejin dikit banget 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s