“Merry Me” ~part:sIx

Annyeong.. Annyeong…

Annyeonghasaeyo yeorobun~~~~~~~~~

Author yang baik hati, imut, lucu, lagi pula rajin menabung ini balik lagi!!!

Gimana”?? merindukanku?? hoho

*pD!!*

Author lagi gga enak bdan.. jadi ga bs ngomong byak.. lgsg aj yya..

*pulang digenDONGHAE*

😛

CEKIDOT!!

uPss.. Inget..

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. apa gy kalo ga sesuai dg knyataannya.. hooho”

kan namanya jg FF ^^

I HOPE U LIKE IT!!

JANGAN LUPA COMMENT and JEMPOLNYA

NO PLAGIATISM!!

JANGAN BANTAI AUTHOR kaya KEMAREN YAY.. HOHO

Sebelumnya gomawo buat Chaehyun-ssi yang ud bersedia bantuin Author nyari ide..

And FF ni q p’sembahkan untukmu chingu-ku yg kini merantau nan jauh di mato..

huhu

Hoho

GOMAWOYO~ and… JEONGMAL BOGOSHIPOYO~~ huhuhu

*hug chaehyun*

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Leeteuk,
  • Kim Heechul,
  • Choi Jonghun,
  • Choi Minho,
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo :Uri cindy
  • Kim Hyunjae : Author *gga mau kalah. Mu ttp exist :P*
  • Kyuhyun,
  • Yesung
  • and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

 

————o0o————-o0o————-

PARt 6

BIIPPP….

Jonghun langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celana sambil tersenyum riang, begitu Chaehyun meng-iya-kan ajakannya. Lalu melajukan mobilnya menuju rumah untuk berganti pakaian lalu menjemput Chaehyun di dorm mereka. Namun sebelum itu, ia teringat sesuatu dan langsung memutar balik arah mobilnya menuju suatu tempat, sambil menyunggingkan senyum termanisnya.

Jonghun segera memakai kacamata kamuflasenya, begitu selesai memarkirkan audy hitam miliknya dihalaman depan sebuah outlet.

“Annyeonghasimnikka.. Ada yang bisa ku bantu, tuan?” sapa seorang pramuniaga, sopan. Jonghun tersenyum ramah, kemudian kembali melihat-lihat deretan barang yang terpajang di etalase.

 “Ah, ne. Bisa tolong ambilkan yang itu?” Jonghun menunjuk salah satu barang yang terpajang manis menghiasi meja etalase. Sang pramuniaga mengangguk sopan, kemudian mengambil barang tersebut dan menyerahkannya pada Jonghun. Jonghun memperhatikan dan memeriksa barang yang kini sudah berada di genggamannya itu, lalu tersenyum puas.

“Bagaimana, tuan? Apakah anda berminat?” tanyanya lagi. Jonghun menoleh lalu memberikan barang yang sedari tadi di genggamnya pada si pramuniaga, sambil tersenyum puas.

“Ne, tolong bungkuskan aku, warna yang sama dengan ini.”

*_*

*Hyerin POV*

Sudah sejak kurang lebih satu jam yang lalu, Hyunjae berada di dalam penanganan dokter di dalam ruang UGD. Sementara diluar, kami menunggunya cemas. Sedari tadi, tak henti-hentinya Donghae Oppa, yang kelihatan sekali paling mencemaskan keadaannya diantara kami berempat, berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD, dan membuat Heechul Oppa kesal.

 “Ya! Tak bisa kah kau duduk tenang!?” Donghae Oppa menghentikan langkahnya, lalu melirik wajah hyungnya itu sekilas, setelah itu kembali berjalan mondar-mandir.

“Aish! Duduklah! Kau membuatku pusing tau!” Donghae Oppa mendelik, tapi kemudian malah berjongkok menyandar di depan pintu UGD sambil memeluk kedua kakinya, sementara sekujur tubuhnya bergetar tak karuan.

“Ottohke, hyung!? Ottohke? Kita tak tahu bagaimana keadaannya didalam sana… Aku tak ingin sesuatu terjadi padanya…” gumamnya lirih. Heechul Oppa, menghampirinya dan memeluk tubuhnya erat.

“Tenanglah Donghae-ah. Aku yakin ia tak apa-apa. Mungkin ia hanya kelelahan,” Heechul Oppa menenangkan. Aku dan Eunmi hanya bisa memperhatikan keduanya dalam bisu.

 “Semoga saja begitu hyung.. Aku tak ingin sesuatu yang buruk menimpanya..” 

Dari arah lain, terdengar suara langkah terburu-buru berjalan mendekat kearah kami semua. Tak lama, telihat sesosok namja yang sedari tadi kami tunggu-tunggu kehadirannya, beserta beberapa orang namja yang kukenal lainnya berjalan di belakangnya.

“Hyung, bagaimana keadaanya??” tanya Kyu Oppa panic sambil mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berlari.

“Entahlah. Sudah hampir satu jam ia di tangani di dalam sana, tapi belum ada satupun dokter yang mencoba mengabarkan perkembangannya,” jelas Heechul Oppa sambil sesekali melirik keadaan Donghae Oppa yang memprihatinkan.

“Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa ia bisa seperti ini??” tanya Cho ahjumma yang baru saja datang, disambut anggukkan suaminya yang sedari tadi berdiri disampingnya. Heechul Oppa melirik kearahku lalu memberi tanda, agar aku menceritakan kronologis kejadiannya.

“Mianhae, ahjumma. Tadi kami di kejar oleh beberapa orang, namun sepertinya karena kelelahan berlari, Hyunjae jatuh pingsan,” jelasku sesopan mungkin. Di wajahnya jelas sekali tersirat rasa kekhawatiran yang sangat. Layaknya seperti Donghae Oppa, tadi. Aku jadi semakin tak mengerti.

“Ottokhaji?? Ottohke?? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya di dalam??” gumamnya lirih. Keseimbangan tubuhnya melemah, namun Cho ahjussie dengan sigap menahan tubuhnya sebelum terjatuh ke lantai.

“Eomma!” pekik Kyuhyun Oppa, yang langsung membantu Appanya untuk mendudukkan Eommanya di kursi tunggu, di sebelah Eunmi. Cho ahjumma terusus saja bergumam tak jelas sambil memijit-mijit kepalanya yang terasa pening.

“Oppa, sebenarnya, ada apa ini? Kenapa mereka begitu khawatir soal Hyunjae? Bahkan, Donghae Oppa juga. Apa ia mengenal Hyunjae juga??” bisik Eunmi di telinga Heechul Oppa, begitu ia berdiri disebelahnya.

“Entahlah. Aku juga tak tahu.”

Kyuhyun Oppa yang sedari tadi menenangkan Eommanya, langsung menarikku, untuk menjauh dari mereka semua. Sekilas kulihat Eunhyuk, Yesung, dan Sungmin Oppa yang ikut serta dengannya kemari, menatap kami denagn tatapan bingung.

“Hyerin-ah. Sebenarnya apa yang terjadi? Tolong jelaskan semuanya dengan rinci,” ia menatapku tajam. Aku langsung meneguk ludah melihatnya. Ditatap seperti ini olehnya membuatku merinding. Tatapannya begitu tajam, hingga seolah-olah aku merasa akan dibunuh olehnya. Tak salah jika ia di juluki EVIL. Tatapannya memang begitu mengerikan layaknya iblis yang siap menerkam mangsanya. Dengan hati-hati dan tentu saja tanpa berani melihat wajahnya, aku menjelaskan semuanya dari awal, hingga akhirnya ia sampai disini, termasuk Donghae Oppa yang sedari tadi terlihat paling cemas diantara kami.

“Mwo?? Donghae hyung??” tanyanya tak percaya. Aku mengangguk pelan.

“Kenapa ia mencemaskannya?? Memang mereka saling kenal??” gumamnya, lalu kembali berjalan mendekati Donghae Oppa yang kini berdiri menatap pintu UGD yang tak kunjung terbuka. Aku berjalan mengikutinya dari belakang. 

“Hyung..” Kyu Oppa menepuk bahu hyungnya itu pelan. Donghae Oppa menoleh lalu langsung memeluk tubuh dongsaengnya itu erat sambil menangis. Sementara Kyu Oppa hanya bisa diam diperlakukan seperti itu oleh hyungnya. Ia bingung. Ia tak mengerti kenapa hyungnya itu sekarang malah menangis dalam pelukannya.

“Hyung…” Kyu Oppa menepuk-nepuk punggung hyungnya itu pelan.

“Kenapa kau seperti ini?? Kenapa kau menghawatirkannya? Apa kau mengenalnya??”

Donghae Oppa melepaskan pelukannya, lalu menatap dongsaengnya itu dengan tatapan sendu. Ia mengangguk pelan.

“Ne. Aku mengenalnya.. Bahkan sangat mengenalnya…” ujarnya lirih. Kyu Oppa menatapnya tak percaya. Namun belum sempat ia bertanya lebih lanjut, pintu ruang UGD terbuka. Seorang Dokter keluar dari ruangan sambil meletakkan stetoskopnya ke dalam saku jas dokter. Sontak Cho ahjumma yang sedari tadi duduk lemas langsung menghampirinya, diikuti semua yang sedari tadi menunggunya.

“Bagaimana keadaannya??? Apa dia baik-baik saja?? Aku mau bertemu dengannya!!” cecar Cho ahjumma begitu sang dokter berdiri di depannya.

“Anni. Keadaannya baik-baik saja. Untung ia segera dibawa kemari, sehingga kami dapat menanganinya sebelum sesuatu terjadi padanya. Namun, sebelumnya, aku ingin bicara pada orang tuanya, bisa??”

“Kami orang tuanya,” ucap Cho Ahjussie.

“Kalau begitu, mari kita bicarakan ini, diruangan. Mari,” katanya sambil berjalan terlebih dahulu di depan diikuti Cho ahjussie dan Cho ahjumma disampingnya. Sementara itu, pintu UGD kembali terbuka. Terlihat beberapa orang suster mendorong keluar sebuah ranjang yang terdapat Hyunjae diatasnya, sedang terbaring lemah.

*_*

*Chaehyun POV*

“Chaehyun-ssi. Kau tak takut naik jet coaster bukan??” tanya Jonghun Oppa, sambil menunjuk salah satu wahana permainan yang kini ada di hadapan kami. Aku mengangguk yakin. Sambil tersenyum, ia langsung menggandeng tangan kananku dan manarikku untuk mengikuti langkahnya yang panjang, menuju wahana yang tadi ia tunjuk. Saat ini kami sedang berada di taman hiburan. Namun karena hari ini hari minggu, taman hiburan jadi lebih ramai dari hari biasanya. Karena takut aku terpisah darinya, sepanjang hari kami selalu bergandengan tangan. Dan ini membuat wajahku merah saat tiap kali merasakan kehangatan tangannya.

Setelah melewati antrian yang cukup panjang, akhirnya tibalah saatnya bagi kami untuk naik keatas wahana yang bagi sebagian orang menakutkan itu.

Aku baru akan menarik nafas lega, karena sepanjang kami bermain tak ada satu orang pun yang menyadari kehadiran kami, sampai akhirnya operator wahana memperingatkan kami untuk melepaskan topi, syal, masker dan kacamata yang kami gunakan.

Sejenak aku melirik kearah Jonghun Oppa yang juga kini tengah menatapku dengan tatapan bingung. Tapi, kami langsung membuka semua peralatan dan aksesoris yang kami gunakan sebagai alat penyamaran kami begitu datang peringatan kedua dari operator. Seketika, kurasakan semua mata kini memandang kearah kami berdua yang kebetulan duduk di kereta yang ada di tengah, dan berteriak-teriak histeris menyebut nama kami.

“HWAH~ JONGHUN OPPA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“CHAEHYUN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“OPPA!!!!!!!!! NEOMU KYEOPTA!!!!!!!”

“SEXY JONGHUN!!!!!!!!!!!”

“CHAEHYUN ONNIE!!!!!!!!!!!”

“JONGHYUN COUPLE… HWAITING!!!!!!!!!”

Teriak mereka semua histeris. Kami hanya bisa tersenyum semanis mungkin pada mereka. Dalam hati, mungkin mereka mengira kami sedang syuting we got married. Tapi, hey.. bahkan tak ada kamera disini.

Secara perlahan, jet coaster mulai bergerak maju. Dan secara pasti langsung melaju dengan kencangnya begitu melewati turunan yang pertama. Aku tak kuasa berteriak hiseris dan tanpa sadar menggenggam kuat tangan Jonghun Oppa. Begitu kereta kami berhenti setelah melewati beberapa putaran, orang-orang kembali berteriak histeris, secepat kilat Joghun Oppa langsung mengambil barang-barang kami dan menarikku untuk segera berlari meninggalkan wahana sebelum di hadang oleh meraka.

Kami berlari, dan terus saja berlari sampai akhirnya kami berdua berhenti disebuah tempat, tempat terpencil di dekat danau dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang, sambil mengatur nafas karena kelelahan.

“Lebih ekstrim dibandingkan jet coaster yang sesungguhnya!” ucapkus sambil menghapus peluh yang kini bersarang di dahiku dengan sapu tangan yang selalu ku bawa di tas.

“Mianhae. Tadinya aku bermaksud untuk menghiburmu, tapi malah seperti ini,” sesal Jonghun Oppa, sambil mengipas-ngipaskan wajahnya dengan topi yang sedari tadi dikenakannya.

“Gwenchana, Oppa. Asik kok! Dan.. INI SANGAT MENGHIBUR!!” Jonghun Oppa tersenyum kecil. Kemudian merogoh sesuatu dari kantong celananya.

“Tutup matamu!” ujarnya, sambil tersenyum.

“Mwo?? Untuk apa??” tatapku bingung.

“Sudah, turuti saja, ini perintah!” tambahnya lagi dengan nada memerintah. Alhasil aku menurut juga. Tak ada salahnyakan hanya menutup mata saja?

Sesaat kurasakan sebuah tangan meraih tangan kananku dan membaliknya, hingga akhirnya aku dapat merasakan sebuah benda mendarat mulus ditelapak tanganku.

“Sekarang, buka matamu.” Perlahan, aku membuka kedua mataku. Aku tertegun saat melihat benda yang kini berada di genggaman tangan kananku. Sebuah LG LOLLIPOP pink. Aku menoleh. Menatap Jonghun Oppa yang kini tersenyum manis.

“Oppa!” aku menatapnya tak percaya. Jonghun Oppa tersenyum manis.

“Bagaimana? Kau suka??” Aku mengangguk kecil, lalu menatapnya bingung.

“Darimana kau…”

“Tahu, maksudmu?” potongnya. Lagi-lagi aku mengangguk kecil. Ia kembali tersenyum, lalu menyandarkan tubuhnya pada batang pohon sambil memandang jauh kearah danau.

“Tadi Binwoo yang memberitahukan bahwa ponselmu hilang, saat aku menanyakanmu padanya, karena ponselmu sulit dihubungi.” Jelasnya. Aku menatapnya haru, lalu tersenyum senang.

“Gomawo-yo, Oppa. Aku memang baru saja berniat untuk membeli ponsel ini. Tapi kau malah sudah membelikannya untukku.” Lagi-lagi menatapnya sambil tersenyum manis. Jonghun Oppa mengangguk kecil, sambil tetap memandang jauh kearah danau. Senyum manis terus saja melekat menghiasi wajahku, sambil mengotak-atik benda berwarna pink yang mulai kini resmi menjadi milikku ini.

“Ah, gallerynya masih kosong!” keluhku begitu melihat gallery yang ada di ponsel baruku ini. Aku melirik Jonghun Oppa yang kini sedang memejamkan mata, menikmati semilir angin yang menerpa wajah tampannya, dan mengibaskan rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Tampan. Tanpa kusadari, selama beberapa saat aku terus saja memperhatikan lekuk wajahnya yang bisa dibilang sempurna itu. Dan terus saja menikmati pemandangan ini.

“Apa aku begitu tampan bagimu?” ucapnya sambil tetap memejamkan matanya. Membuatku terkejut setengah mati.

“Aish! PD sekali kau Oppa!” ia tersenyum kecil lalu membuka kedua matanya, dan tersenyum manis dihadapanku. Sesaat kurasakan wajahku memerah, mungkin karena malu? Atau malah karena terpana oleh pesonanya? Aku menggeleng-geleng kepala pelan, mencoba mengusir semua pemikiran yang tidak-tidak yang kini hinggap di kepalaku.

“Ah, ayo kita foto bersama, Oppa! Kita coba kualitas kameranya!”

Setelah puas berfoto bersama, kami kembali duduk menyandar di bawah pohon. Menikmati hembusan angin sore yang kini menerpa wajah kami dengan lembut. Dari arah danau, aku melihat sepasang muda-mudi sedang asik bermain bebek-bebekkan sambil sesekali bercanda satu sama lain. Seketika dadaku terasa sesak. Entah mengapa aku jadi teringat Kyuhyun. Aku jadi teringat saat pertama kali kami berkencan, saat itu kami juga menaikinya.

*FLASHBACK*

“Hey! Ayo bantu aku mengayuh bebeknya!” ketus seorang namja yang kini duduk disebelahku. Kyuhyun namanya. Dia adalah salah satu member Super Junior, boyband yang terkenal itu. Saat ini kami, semua orang yang bernaung dalam SM entertainment, termasuk yang sudah debut ataupun yang masih menjalani TRAINEE seperti aku, sedang liburan bersama di Taman Bermain dalam rangka merayakan hari ulang tahun Sooman Sajangnim. Dan kini, aku dan Kyuhyun sedang bermain bebek-bebekkan, berhubung yang lainnya sedang bermain jetcoaster. Kyuhyun yang takut ketinggian lebih memilih untuk duduk diam di pinggir danau, sementara aku sendiri sedang tak enak badan, jadi mau tak mau aku harus menemani si EVIL MAGNAE ini. Karena bosan terus berdiam diri dengan namja menyebalkan ini, begitu melihat ada bebek-bebekkan, aku langsung menariknya untuk ikut bermain denganku. Awalnya aku ikut mengayuh bebeknya, namun saat sudah di tengah danau aku berhenti mengayuhnya dan membiarkan ia mengayuh seorang diri.

“YA!!” pekiknya lagi. Sebal. Bukannya menjawab, aku malah tersenyum jahil sambil memeletkan lidah. Tapi tiba-tiba saja..

CHU~

Kyuhyun malah mengecup bibirku lembut. Aku mengerjapkan mataku, tak percaya, begitu ia melepaskan bibirnya dari bibirku. Ia menatapku lembut, sementara aku masih menatapnya, bingung.

“Saranghaeyo,” ucapnya sambil menatapku lembut. Lagi-lagi, aku menatapnya dengan tatapan tak percaya. Sampai akhirnya ia kembali mengecup bibirku, namun kali ini lebih dalam. Dan tanpa kusadari aku mulai menikmatinya dan malah membalas ciumannya. Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibirku, lalu menatapku dalam. Seolah mengerti maksud tatapannya itu, aku mengangguk pelan. Tanpa basa-basi ia langsung menarik tubuhku dalam pelukkannya. Hangat. Walaupun tubuhnya kurus, kuakui pelukkannya ini terasa hangat. Sangat hangat.

“Gomawo, Jagiya” bisiknya ditelingaku. Aku mengangguk dalam pelukkannya. Sebuah senyuman kini tersungging dibibir kami masing-masing.

*FLASHBACK END*

Tanpa sadar, sebuah sungai kecil kini menghiasi wajahku. Jonghun Oppa yang menyadarinya dengan sigap membersihkan air mataku ini dengan sapu tangan yang ia ambil dari saku coat-nya, lalu memeluk tubuhku erat. Hangat. Itu yang kurasakan kini. Pelukkan yang sama hangatnya dengan pelukkan Kyuhyun. Mengingatnya membuat hatiku sakit, karena kini, mungkin, aku sudah tak dapat merasakan dekapan hangatnya seperti saat itu. Tangisanku kini berubah menjadi sebuah isakkan kecil yang tertahan. Jonghun Oppa, menepuk-nepuk pundakku pelan, mencoba menenangkan, lalu menarikku untuk duduk dihadapannya.

“Gwenchana?” tatapnya, khawatir. Aku diam, tak menepis, tapi tak juga mengiyakan. Aku hanya bisa membersihkan sisa air mata yang masih membasahi wajahku dengan sapu tangannya.

“Gwenchana.” Jonghun Oppa menarik nafas pelan, lalu tersenyum kecil begitu melihatku mulai tersenyum, meski dipaksakan.

“Apa kau ada masalah?” tanyanya sambil menatapku lembut. Aku menggeleng lemah. “Tak apa jika kau tak ingin menceritakannya. Tapi, jika kau ada masalah, kau bisa menceritakan semuanya padaku.” Mendengarnya, membuatku ingin membagi masalah yang selama ini kuhadapi dan kucoba atasi seorang diri tanpa pernah membaginya pada orang lain. Entah mengapa. Dan perlahan, aku mulai menceritakan masalahku dengan pacarku padanya, tentu saja tanpa member itahukan bahwa namja yang kumaksud adalah Kyuhyun.

“Jadi apa yang seharusnya kulakukan padanya?” aku menatap Jonghun Oppa dengan tatapan penuh harap. Ia menatapku lembut, lalu kembali melihat jauh kearah danau.

“Lupakan saja dia. Aku yakin, kau masih bisa mendapatkan namja yang lebih baik darinya,” jawabnya, tenang, namun dapat membuatku tertohok. Tak mungkin aku bisa melupakannya. Ia pacar pertamaku! Tapi, apa yang dikatakan Jonghun Oppa ada benarnya juga. Aku masih bisa mendapatkan namja yang lebih baik darinya, dari pada terus sakit hati mempertahankannya. Dan mungkin tak akan bisa bersamanya lagi. Tapi entahlah. Aku bingung. Aku pusing memikirkannya!!

“Masih ada aku.”

*Jonghun POV*

“Masih ada aku,” akhirnya kalimat itu meluncur juga dari bibirku dan sukses membuat yeoja yang ada dihadapanku ini menatapku dengan tatapan bingung. Canggung. Seketika itu yang terjadi diantara kami 

“Er.. Emph.. Oppa..”

“Ne?” sahutku sambil menatapnya lembut, sementara ia menundukkan wajahnya tanpa berani melihatku.

“Emph.. Chogii,,,”

“Ne?”

“Sebaiknya kita pulang. Kajja!” ia mulai beranjak dari duduknya, namun aku berhasil menahannya dan membalikkan tubuhnya hingga kini kami berdiri saling berhadapan. Ia masih menundukkan wajahnya, tak berani menatapku. Kutarik dagunya, hingga ia dapat menatap wajahku dengan jelas. Kusunggingkan senyum terbaikku, lalu mengecup dahinya lembut. Kurasakan, ia sedikit terkejut. Tapi tak melawannya. Ia hanya bisa menatapku bingung.

“Ayo kita pulang,” ucapku sambil menggenggam tangannya erat.

*_*

*Hyerin POV*

Sudah hampir sejak dua jam yang lalu Hyunjae dipindahkan ke kamar rawat. Eunmi sudah pulang kerumah sejak satu jam yang lalu karena tak sengaja bertemu dengan ayahnya yang kebetulan sedang check up, sementara Yesung, Eunhyuk dan Sindong Oppa sudah kembali pulang ke dorm. Kini, hanya ada aku *yang sampai saat ini belum pulang karena tadi si AHJUSSIE menelponku dan menyuruhku untuk tidak pulang duluan sebelum ia menjemputku*, Kyuhyun, Donghae dan Heechul Oppa. Kedua orang tua Kyuhyun Oppa baru saja pulang kerumah mereka setelah yakin keadaan Hyunjae sudah membaik. Dan kini, Hyunjae sedang beristirahat di kamar rawat ditemani oleh Donghae dan Kyuhyun Oppa, sementara aku duduk menunggu diluar kamar, menemani Heechul Oppa yang ternyata tak kuat mencium bau obat.

“Hahaha.. Kufikir kau ini tak takut pada apapun, Oppa!” ledekku begitu melihat wajah Heechul Oppa yang memucat. Ia hanya menatapku sinis, sambil sesekali mencibir pelan.

“YA! Aku juga manusia! Mana mungkin aku tak takut pada apapun!?”sungutnya tak terima. Aku terkikik melihatnya. Sedetik kemudian, ia malah mengeluarkan sebuah benda canggih dari saku celananya dan mulai asik dengan dunia barunya. Sekilas, ku intip ia dari sudut mataku. Rupanya ia sedang asik twitteran. Tak mau kalah, aku langsung mengeluarkan ponselku dan memberikan mention padanya, begitu berhasil me-log in account twitterku.

@Heedictator: YA!! Heenim, penakut!! 😛

ledekku. Heechul Oppa melirikku tajam, sementara aku hanya memeletkan lidah, lalu kembali asik dengan twitterku. 

@Rinmiaw: YA!! CARI MATI KAU BOCAH!! balasnya.

Setelah itu, acara twit-twittan kami terus berlanjut dan malah mulai membicarakan ini-itu yang tak jelas kemana arah pembicaraan sebenarnya, padahal kami duduk bersebelahan. Sesekali kami saling bercanda dan tertawa bersama, mentertawakan isi mention yang saling kami kirimkan, dan tak jarang Heechul Oppa mencoba merebut ponselku saat aku mulai meledeknya lagi lewat twitter, dan menggantinya agar seolah-olah aku memuji ketampanannya atau apalah yang jelas membuatnya senang.

 “YEOBO!!” seru seseorang yang kuyakini adalah Leeteuk, dari kejauhan saat aku sedang asik bercanda dengan Heechul Oppa. Aku dan Heechul Oppa langsung menghentikan tawa kami begitu ia berjalan mengahmpiri kami berdua.

“Mwo?? Siapa yang kau panggil YEOBO barusan, hyung? Apakah aku??” Heechul Oppa memasang tampang bodoh sambil menunjuk dirinya sendiri.

 “Ah, sepertinya ia, Oppa. Ia tadi memanggilmu dengan sebutan YEOBO. Apakah kau kini berubah selera Oppa??” timpalku, sambil memasang wajah tak kalah bodoh dari Heechul Oppa.

 “Aku kan istri Hankyung. Bukan istrimu,” tambahnya lagi. NGACO!

“Aku tak akan menghianati cinta suciku bersama Hankyung…” kini ia bertingkah mendramatisir, ia duduk dilantai sambil meratap dan menerawang, menatap langit-langit rumah sakit, bertingkah layaknya adegan sebuah drama kolosal yang menampakkan keadaan seorang istri yang digoda oleh teman suaminya *kea gmana tu?? Fikir sendiri yah! :P*. 

“Sabarlah. Aku yakin, bahwa cinta sucimu itu masih milik Hankyung Oppa,” timpalku, tak kalah ngaco. Leeteuk diam. Tak menggubris. Ia malah melengos, melewati kami yang masih berdrama ria kedalam kamar 407, kamar rawat Hyunjae. Tak biasanya ia seperti ini. Padahal biasanya ia akan menyuruhku untuk mengikuti langkahnya kemanapun ia pergi.

*_*

*Kyuhyun POV*

Kulihat, keadaan Hyunjae sudah mulai membaik sejak sadar dari efek obat bius sekitar sejam yang lalu. Kini, ia malah asik bercanda dengan Donghae hyung, yang sedari tadi sangat mengkhawatirkan keadaannya, sambil tersenyum riang. Sekarang mungkin aku sudah mulai bernafas lega, karena ternyata keadaannya baik-baik saja, karena ia berhasil dibawa ke rs tepat waktu sebelum keadaannya semakin parah. Awalnya aku, orangtuaku dan Donghae hyung takut sesuatu terjadi padanya, kami takut penyakit yang selama ini dideritanya kembali kambuh. Namun dokter menyatakan bahwa ia keracunan makanan, akibat alergi yang dideritanya. Sejak kecil ia memang menderita alergi pada hidangan SEAFOOD, dan menurut penuturan Hyerin, makanan yang mereka makan tadi siang memang mengandung udang. Padahal awalnya ia baik-baik saja, namun saat berlari ia mengeluh perutnya sakit dan dadanya terasa sesak. Untung saja Heechul dan Donghae hyung menemukan mereka dan berhasil membawanya tepat pada waktunya sebelum sesuatu yang lebih parah menimpanya.

Akibat kejadian ini, Eomma dan Appa menyuruhku untuk lebih memperhatikannya lagi, dan menyuruhnya untuk beristirahat di rs selama beberapa hari.

“Ya! Oppa! Jangan begitu!” Hyunjae menggembungkan pipinya, kesal, karena Donghae hyung malah memakan potongan apel yang semula akan dimakan oleh Hyunjae.

“Ah,, arra,arra. Akan ku kupaskan yang baru,” Donghae hyung mengalah, dan mulai mengupaskan satu apel lagi untuknya. Aku menatap mereka sambil tersenyum. Pdahal baru beberapa jam yang lalu Donghae hyung menangis dipelukkanku, menangis mengkhawatirkan yeoja yang selama ini ternyata telah merebut hatinya, meski hanya lewat dunia maya. Dunia Maya?? Mungkin orang lain tak akan mempercayainya, tapi itulah kenyataannya. Sejak beberapa tahun belakangan ini, tepatnya pada saat kami mempersiapkan album ketiga, Donghae hyung pernah bercerita kepada kami semua bahwa ia sedang dekat dengan seorang yeoja yang dikenalnya lewat YM. Terasa aneh memang, tapi sejak saat itu, ia jadi rajin chatting dengannya, dan terkadang bahkan ia sering menelponnya padahal mereka berbeda Negara.

*FLASHBACK*

2 TAHUN YANG LALU 

Saat ini, kami semua sedang berkumpul di dorm super junior di lantai 12, untuk merayakan keberhasilan album ketiga kami. Semua bersorak riang, suasana gembira kini menggelayuti diri kami. Tapi sepertinya tidak dengan Donghae hyung. Sejak awal sampai di Dorm, ia malah langsung masuk kamar, lalu keluar untuk menyalakan computer, sementara kami semua sibuk dalam perayaan. Setelah lama duduk diam di depan layar computer, ia berjalan kearah kami dan langsung duduk menyempil disamping Eunhyuk dan Siwon hyung sambil menegak habis satu botol soju, dan kemudian beralih kebotol yang lainnya. Kami semua langsung menatapnya dengan pandangan heran, karena ia tak biasanya minum.

“Fishy, ada apa??” Eunhyuk hyung menepuk pundaknya pelan. Donghae hyung meliriknya sekilas, kemudian menggeleng lemah.

“Ya! Sebenarnya ada apa?? Sejak tadi kuperhatikan kau sepertinya ada masalah. Cepat ceritakan pada kami,” kali ini Leeteuk hyung yang menatapnya penuh selidik.

“Dia.. Sudah be-bera pa.. Minggu ini.. Ia.. Ia sudah tak pernah ada kabarnya lagi, ” racaunya tak jelas sambil menenggelamkan wajahnya di bahu Siwon hyung.

“Dia?? Siapa dia, hyung?? Apa gadis yang selama ini jadi teman chattingmu itu??” tanyaku, penasaran. Donghae hyung mengangguk lemah.

“Memang kemana dia??” kali ini Wookie yang bertanya.

“Tak tahu.” Jawabnya singkat, sebelum akhirnya ambruk kepangkuan Siwon hyung.

“YA!! Hyung! Kalau mau pingsan jangan di kakiku! Berat!!” keluhnya. Namun tak ada jawabannya darinya. Alhasil, dengan terpaksa Shindong hyung dan Kangin hyung membantu mengangkat tubuh Donghae hyung dan membawanya kedalam kamar.

*_*

*Donghae POV*

Pusing. Itu yang kurasakan sekarang. Begitu berhasil membuka kedua mataku dan menahan rasa pusing yang berlebihan ini, aku langsung menyenderkan tubuhku ke dinding tempat tidur, mencoba mengingat kejadian semalam. Ah, pantas saja aku pusing seperti ini. Semalam aku meneguk habis tiga botol soju sekaligus. Tapi, kenapa aku sekarang ada dikamar?? Apa mereka yang membawaku?? Ah, tak usah difikirkan. Yang kurasakan kini adalah haus. Aku butuh air.

“Ah, hyung, sudah sadar??” seru Wookie yang kebetulan saja berjalan melewati kamarku yang pintunya tak tertutup rapat. Aku langsung member tanda padanya kalau aku ingin minum. “Ah, kau haus?? Sebentar ku ambilkan,” katanya lagi sebelum berlalu ke dapur dan kemudian kembali sambil membawa segelas air putih.

“Gomawo.” Wookie menggeleng. Lalu tersenyum kecil.

“Istirahatlah yang cukup, hyung. Nanti sore kan kita harus berangkat ke Singapura, untuk mengadakan Fanmeeting,” ujarnya sebelum keluar dari kamarku. Ah, Fanmeeting?? Singapura?? Kenapa aku sampai lupa? Eh, tapi, bukankah Singapura itu dekat dengan Indonesia, ya?? Apa aku harus kesana, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Hyunjae?? Teman chattingku yang entah sejak kapan malah sudah berhasil mencuri hatiku. Kebetulan kami sempat saling bertukar kado yang dikirim melalui paket. Dan untung saja alamat pengirim yang ada di paket itu tak pernah kubuang. Dengan segera aku langsung mengobrak-abrik isi laciku dan mengambil sebuah potongan alamat yang ada di dalamnya. Aku tersenyum puas.

*_*

Hari ini, akhirnya setelah Fanmeeting usai, dengan memanfaatkan waktu bebasku yang diberikan menejer hyung selama satu hari di Singapura, aku langsung memesan tiket bolak-balik tujuan Indonesia-Singapura, tanpa sepengetahuan yang lainnya. Dan setelah melewati kurang lebih 1,5 jam perjalanan aku tiba di Indonesia, dan dengan bermodalkan sebuah alamat aku langsung menyetop taksi dan menyuruhnya ke alamat itu.

Sesampainya di depan gerbang sebuah rumah bernuansa etnik, aku langsung memencet sebuah bel. Tak beberapa lama kemudian keluarlah seorang pria setengah baya berpakaian ala kepala pelayan, sambil tersenyum ramah kepadaku.

*b’hubung b.ing author masih brantakan. Anggep aj p’ckapan ini dalam b’ing yah!<yang t’garis bwahi b’arti b’ing, dan yang d’bold b’arti b.kor. OKEY???>*

 “Excuse me, apa benar ini rumah Yoenda?? *nama author ngeksis euy!:P* *dikejer readers*” tanyaku padanya, aku sengaja menyebutkan nama Indonesianya padanya karena Hyunjae pernah cerita bahwa di Indonesia orang lain mengenalnya dengan nama Yoenda dibandingkan Kim Hyunjae. Dan semua member yang lainpun taunya aku suka berchatting dengan gadis bernama Yoenda bukan Kim Hyunjae. Pria itu tersenyum kecil. Tampak sebuah kesedihan terpancar diwajahnya.

 ”Maaf tuan, mbak’nya sedang tidak ada dirumah.” jawabnya lemah.

“Ah, maaf. Kalau boleh tau dia ada dimana yah sekarang? Karena jujur, aku tak bisa lama-lama disini, dan aku harus bertemu dengannya hari ini juga. Mohon beritahu aku,”  aku menatapnya dengan tatapan memohon dan penuh harap. Ia mengangguk pelan lalu masuk kedalam meninggalkanku yang masih berdiri diluar tanpa mempersilahkanku masuk terlebih dahulu kedalam. Tak lama ia keluar sambil menyerahkan secarik kertas kepadaku.

”Embak sekarang sedang sedang dirawat disana, jika anda ingin menemuinya, silahkan datang kesana.” ujarnya ramah. Aku mengangguk lalu beranjak memasuki taksi yang berhasil ku panggil setelah sebelumnya mengucapkan ribuan terimakasihku padanya.

Setelah lama berputar-putar dan terjebak macet, akhirnya aku sampai di rumah sakit yang dimaksud. Dan kini, aku berdiri di depan pintu masuk ruangan dimana ia dirawat. Dibalik jendela kecil yang terpasang di pintu masuk kamar, aku dapat melihat sosok yang kurindukan itu sedang terbaring diatas ranjang sambil menonton tv. Entah sudah berapa lama aku melihatnya seperti ini, mataku langsung memanas saat teringat perkataan kepala pelayan di rumahnya tadi. Ia mengatakan bahwa yeoja di hadapanku ini menderita penyakit jantung. Penyakit yang dideritanya sejak kecil, yang juga diidap oleh halmeoni dan ibunya. Dan seminggu yang lalu, tiba-tiba saja penyakitnya kambuh dan langsung dilarikan kerumah sakit.

Perlahan, kugeser pintu yang ada dihapanku ini, lebar, membuatnya menoleh dan memandangku dengan tatapan bingung sekaligus tak percaya. Perlahan tapi pasti, aku berjalan memasuki ruangan dan langsung memeluknya erat.

“O-Oppa?? Donghae Oppa??” tanyanya tak percaya, begitu pelukkan kami terlepas. Aku tersenyum lalu duduk di bangku disamping ranjangnya.

“Ne, ini aku,” jawabku sambil menyunggingkan senyuman terbaikku, mencoba menutupi perasaanku yang sebenarnya. Ia menutup mulutnya, tak percaya. Yah, walaupun ia tak mengetahui bahwa aku anggota Super Junior, BoyBand terkenal asal Korea Selatan, mungkin ia terkejut mengetahui kehadiranku yang jauh-jauh datang dari Korea hanya untuk menanyakan kabarnya.

“Memangnya, untuk apa kau datang kemari? Kau tau darimana aku ada disini?? Kau kemari dengan siapa??” tanyanya bertubi-tubi. Aku tersenyum kecil, lalu menjelaskan semua padanya, kecuali mengenai bahwa aku adalah anggota super junior yang memang kebetulan sedang berkunjung ke Singapura untuk Fanmeeting. Entah mengapa aku lebih senang ia tak mengetahuinya. Kulihat ia menggigit bibir bawahnya, begitu aku memberitahukan bahwa aku telah mengetahui semuanya. Dan entah keberanian darimana, aku langsung merengkuh tubuhnya dalam pelukkanku dan menyanyikan lagu MY EVERYTHING yang kunyanyikan saat SS2 kemarin, sambil mengelus pundaknya lembut.

”Suaramu bagus, Oppa. Kenapa tak jadi penyanyi saja??” ucapnya, tulus, begitu aku melepaskan pelukkanku. Aku tersenyum kecil, sambil menggaruk kepala yang tak gatal sama sekali. SALTING. Cukup lama kami mengobrol, hingga akhirnya alarm ponselku berbunyi, mengingatkan bahwa sudah waktunya untuk kembali ke bandara. Sebenarnya sebelum berangkat ponsel ku OFFLINE, jadi sampai saat ini tak ada yang dapat menghubungiku. Sebelum ku pergi, aku mengeluarkan sebuah paper bag berisi topi berwarna merah muda, dan sebuah kalung perak berliontin ikan nemo padanya, entah kenapa aku meberikan warna merah muda padanya padahal selama ini aku paling anti dengan warna itu, kulihat ia terlihat sangat menyukainya dan langsung menahan langkahku dengan memberikan sebuah topi yang nyaris sama dengan yang kuberikan, hanya saja lain warna.

”Mianhae, hanya itu yang bisa kuberikan. Karena hanya ada topi itu yang ada padaku saat ini,” jelasnya sambil tersenyum.

”Gwenchana! Berjanjilah padaku kau akan menemuiku jika kau ke Korea!” ucapku sebelum pergi meninggalkannya. Ia mengangguk lalu tersenyum manis.

*_*

*Kyuhyun POV*

“YA!!! Kemana saja kau!!???” cecar Leeteuk hyung, begitu Donghae hyung datang sambil nyengir kuda, seolah tak terjadi apa-apa. Padahal kami semua disini cemas mencarinya dan saat dihubungipun ponselnya tak aktif!

“Ya!! DONGHAE! Habis darimana kau!?? Meninggalkaku seorang diri disini! Kau mau aku mati kering apa??” Eunhyuk hyung menjitak kepala Donghae hyung sadis, sementara ia hanya bisa meringis tertahan.

“Hehehe.. Aku baru saja bertemu dengan ‘dia’, hyung,” Donghae hyung tersenyum sumringah.

“Mwo?? Jinchaeyo?? Bagaimana?? Yeppeoda??” Tanya Shindong hyung penasaran. Donghae hyung mengangguk kecil, namun tiba-tiba saja raut wajahnya berubah masam.

“Wae gurae??” Tanyaku bingung. Ia hanya menggeleng, lalu melengos pergi menuju kamarnya, meninggalkan kami yang masih terbengang-bengong melihat tingkahnya dari Lobby.

“Aish…. Kenapa lagi bocah itu?? Dasar aneh!” gumamku yang lansung dibalas jitakkan maut dari Leeteuk hyung.

“Ya!! Sakit, hyung!!” keluhku sambil memegangi kepalaku yang barusaja dijitaknya sadis.

*FLASHBACK END*

Aku tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang kelihatannya sangat akrab itu. Terpancar sekali diraut wajah keduanya bahwa mereka saling merindukan satu sama lain. Apalagi tadi, Donghae hyung telah menceritakan semuanya padaku, termasuk bahwa ia juga mengetahui penyakit yang diderita Hyunjae.

Sebuah senyuman bahagia kini tersungging dibibir Hyunjae, dan entah mengapa melihatnya membuatku jadi merindukan sosok yeoja yang selama ini mengisi hari-hariku. Chaehyun. Aku sangat merindukannya!! Perlahan kurogoh saku coat yang kupakai, mengambil sesuatu dari dalamnya, dan memandangi ponsel hitam yang kini dalam keadaan mati karena batrainya habis. Ini ponsel Chaehyun yang kuberikan padanya, dan kini kembali berada di tanganku dalam keadaan mati. Ingin sekali ku kembalikan ponsel ini padanya, namun sepertinya tak mungkin

*_* 

*Leeteuk POV*

“YEOBO!!” ujarku begitu melihat istriku sedang asik bercanda mesra dengan Heechul. Dadaku terasa sesak begitu melihat kebersamaan mereka, apalagi melihatnya tertawa lepas seperti itu. Sesuatu yang tak pernah ia lakukan saat sedang bersama denganku. Sakit rasanya.

“Mwo?? Siapa yang kau panggil YEOBO barusan, hyung? Apakah aku??” Heechul memasang tampang bodohnya sambil menunjuk wajahnya sendiri. Aku hanya diam, dan menatap mereka datar.s

“Ah, sepertinya ia, Oppa. Ia tadi memanggilmu dengan sebutan YEOBO. Apakah kau kini berubah selera Oppa??” timpal Hyerin sambil memasang wajah tak kalah bodohnya dengan Heenim.

“Aku kan istri Hankyung. Bukan istrimu,” tambahnya lagi. NGACO!

“Aku tak akan menghianati cinta suciku bersama Hankyung…” kini ia bertingkah mendramatisir, ia duduk dilantai sambil meratap dan menerawang, menatap langit-langit rumah sakit, bertingkah layaknya adegan sebuah drama. Membuatku muak!

“Sabarlah. Aku yakin, bahwa cinta sucimu itu masih milik Hankyung Oppa,” timpalnya, tak kalah ngaco. Aku diam. Tak menggubris. Lalu berjalan melewati mereka berdua yang masih berdrama ria kedalam kamar 407, setelah sebelumnya mengetuk pintu.

Di dalam, kulihat Hyunjae sedang asik memakan potongan apel yang disuapi Donghae, sementara Kyuhyun malah duduk diam di salah satu sofa yang ada di pojokkan kamar rawat VIP ini sambil memandangi sebuah ponsel yang sangat mirip dengan ponselnya.

“Ah,, kau, hyung. Bawa apa??” Donghae tersenyum menghampiriku lalu merebut bungkusan yang ada di tanganku lalu membukanya. Bringas. Hyunjae hanya tersenyum sambil mengangguk kecil kearahku, kulihat sepertinya keadaannya sudah membaik karena ia terlihat begitu ceria, namun di sekujur tubuh dan wajahnya dipenuhi bentol. Sakit apa dia?? Sementara Kyuhyun hanya tersenyum lemah kepadaku.

“Gwenchana?? Sebenarnya kau sakit apa? Tidak seperti orang sakit!” ledekku, sambil mengacak rambutnya pelan, Hyunjae tersenyum kecil, sedangkan Donghae langsung menatapku garang, lalu menepis tanganku dari atas kepala Hyunjae.

“Annio, Oppa. Tadi alergiku kambuh, tapi sekarang sudah baikkan, hanya tinggal bentol-bentolnya saja yang tersisa. Seperti yang kau lihat.”

“Ah, ku kira penyakitmu parah, sampai harus dirawat segala,” candaku sambil tersenyum manis. Donghae langsung menatapku dengan pandangan tak suka.

“Hehe, aku juga tak tahu nih. Mereka berdua yang berlebihan,” ia menunjuk Kyuhyun dan Donghae bergantian lewat sudut matanya. Aku tersenyum geli.

“Ya! Kau ini memang sakit!” Donghae langsung memaksanya agar berbaring, tapi ia meronta, karena masih ingin mengobrol denganku. “Kalau kau tak suka, aku pulang saja,” Donghae langsung bangkit dari duduknya tapi, Hyunjae langsung menahannya dan membuatnya kembali duduk disebelahnya, sambil tersenyum kecil.

“Annio. Kau disini saja, Oppa.” Donghae tersenyum puas lalu mengelus kepalanya lembut. Hey! Ada apa ini?? Kenapa mereka malah bermesraan seperti ini?? Kulirik Kyuhyun malah langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan menutup wajahnya dengan Koran. Sepertinya ia ingin tidur.

“Hey.. Hey… Apa kalian ini berpacaran, heh??” aku berkacak pinggang. Mereka berdua saling perpandangan lalu tersenyum penuh arti.

“Anni, aku masih single, Oppa! Apa kau mau mencarikan pacar untukku??”

“Ah,,, Kukira kalian pacaran. Sama Siwon mau?? Dia masih single tuh,” jawabku dengan raut serius.

“Jeongmal?” aku mengangguk mantap, “Wha, Siwon itu yang waktu itu sempat kutemui saat kalian di MuBank bukan?? Yang tampan itu??” Hyunjae menatapku dengan pandangan berbinar.

“Ya!! Ya!! Bicara apa kalian ini!!” seru Donghae tak terima, “Hyunjae-ah!! Kau itu milikku!!”

TBc..

Eitss…..

Tunggu dulu…

>>>>tGu next part yya…

Jangan lupa di cOMMent!!!

~mRs.ChoiLee~

Iklan

16 thoughts on ““Merry Me” ~part:sIx

  1. saiaa merindukanmu yoenda…*ngacungin telujuk*
    tp dah sembuhkan? 🙂

    Dikasih hp, aku mau…
    tp samsung corby..*ngayal*

    ternyata donghae udh kenal ma hyunjae.
    nie author bnr eksis.. *plak*

    nah si kyu knp gak bisa balikin hp ke chaehyun?

    Akh… aku penasaran…

  2. ohoho.. Salah itu postingany ud dr wkt itu..ud lma g enak bdany,,py kbtln skrg jg ru slse skt c..he

    Wha.. Asik ad yg kangenin
    Hehe *lompat” girang*
    Ya d0ng,kn auth0r jg pgn exist
    Hehe
    Wha.. Mnta ja cb ma j0ng oppa spa tw msi buka low0ngan bwt bliin hp? #plakk

    Hehe,,gatau dh tny kyu aja

  3. Halo salam kenal aku reader baru, krn aku udah ngak sabar pgn baca ni ff pas tau udah tamat aku nyari nih blog akhir y ketemu jg. . .
    Aku suka cerita y apalagi ma teuki-hyerin couple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s