“Merry Me” ~part:7

CEKIDOT!!

uPss.. Inget..

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. apa gy kalo ga sesuai dg knyataannya.. hooho”

kan namanya jg FF ^^
I HOPE U LIKE IT!!
JANGAN LUPA COMMENT
NO PLAGIATISM!!
Sebelumnya gomawo buat Chaehyun-ssi yang ud bersedia bantuin Author nyari ide..

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Leeteuk,
  • Kim Heechul,
  • Choi Jonghun,
  • Choi Minho,
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo :Uri cindy
  • Kim Hyunjae : Author *gga mau kalah. Mu ttp exist :P*
  • Kyuhyun,
  • Yesung
  • and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

————o0o————-o0o————-

PARt 7
Sepanjang perjalanan dari rs menuju rumah, Hyerin tak henti-hentinya berceloteh tentang Heechul, bahkan sampai kami tiba di dalam kamar dan bersiap untuk tidurpun iamasih saja membicarakan Heechul. Baik itu saat Heechul datang menolongnyasampai akhirnya mereka asik beretwit ria. Hey.. Bahkan aku saja yang suaminya tak tahu bahwa istriku ini punya twitter!! Yang lebih membuatku kesal adalah kenyataan bahwa mereka berdua bahkan sudah saling FOLLOW BACK !! Dan begitu kusearch di account twitterku, ia bahkan tak memFOLLOWku!!
Sungguhketerlaluan dia! Walau bagaimanapun juga aku kan suaminya!! >o<
Sepanjang malam, aku tak bisa tidur. Padahal sekarang sudah hampir pukul 3 pagi. KulirikHyerin sudah terlelap disampingku sambil senyum-senyum sendiri. Ah, wajahnya manissekali. Aku memutar tubuhku agar berhadapannya. Perlahan ku belai rambut panjangnya, dan mengelus pipinya lembut.
“Ah,walau bagaimanapun, kau tetaplah cintaku,” aku mengecup keningnya lembut.Hyerin menggelinyang kecil. Aku tersenyum tipis.
“Oppa..”gumamnya dengan mata tertutup. Sepertinya ia mengigau.
“Oppa..Heechul Oppa…” igaunya. Aku tersontak, lalu berjalan menjauhinya. Bahkan dalam mimpipun ia menyebut nama Heechul?? Dadaku terasa sesak. Aku langsung mengambil tas pakaian yang biasanya ku pakai untuk berpergian, dari dalam lemari, lalu mengeluarkan dan memasukkannya kedalam tas, kasar. Ku ambil ponsel dan i-podyang ada di meja belajar Hyerin dan memasukkannya asal. Aku segera memakaipakaian hangatku dan meraih kunci mobil yang kuletakkan di meja kecil sampingtempat tidur. Tepat disaat aku baru akan membuka pintu kamar, Hyerin terbangundari tidurnya dan menatapku heran.
“Mau kemana??” tanyanya bingung begitu melihatku sudah berpakaian rapih sambil menenteng tas pakaian yang ukurannya lumayan besar ini, dan bersiap untuk memutar kunci. Aku diam, lalu menatapnya tajam.
“Ya!!Jawab aku!” katanya kesal sambil berjalan kearahku. Aku tetap diam dan berniat untuk beranjak keluar, tapi ia menanhan lenganku erat.
“Kaumau kemana?? Kenapa membawa barang-barang sebanyak ini??” tanyanya sambil sesekali mengucek matanya, sepertinya ia masih mengantuk
“Untuk apa kau bangun? Tidur sana. Ini bukan urusanmu,” jawabku datar.
“Tidurlah.Jangan fikirkan aku. Bukan urusanmu kalau aku pergi kemanapun. Bukankah kau selama ini selalu menganggapku sebagai orang lain? Mulai sekarang aku maupergi. Pergi menjauh dari kehidupanmu.” Kulihat ia tersontak dengan ucapanku barusan. Tapi biarlah, mungkin ini memang sudah waktunya aku memberinya waktu untuk memikirkan hubungan kami. Dan tanpa pencegahan darinya, aku langsung beranjak pergi dari rumah ini, tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan yang lainnya.
Waktu masih menunjukkan pukul 3.29 KST begitu aku mengemudikan mobilku untuk menjauh dari rumah itu, masih terlalu dini jika aku datang ke dorm. Nanti yang ada semua orang akan mengira bahwa aku bertengkar dengan Hyerin. Jadi kuputuskan untuk berkeliling mencari udara segar, hingga akhirnya mobilku berhenti di tepi sungai Han. Kubuka kaca pintu mobilku, lalu membenarkan posisi bangku kemudi,dan mulai terlelap.
Tepatpukul 8 pagi, aku terbangun dari tidurku dan langsung mengemudikannya menuju dorm super junior. Begitu aku sampai disalah satu pintu apartmen di lantai 12,aku langsung masuk setelah membuka kuncinya dengan password. Apartment masihsepi. Sepertinya ,mereka semua masih tidur. Padahal sekarang sudah hampir jam9.
PRANKKK..KLONTANKK.. GDEBUGG.. *suaraa apaan tu??*
Terdengar suara ribut dari arah dapur, aku meletakkan barang-barang bawaanku di ruangtengah lalu berjalan kedapur. Dapur berantakan. Semua barang yang ada di lemari penyimpanan berserakkan di lantai. Meja makan dipenuhi dengan piring kotor.Dari arah kulkas, kulihat pintunya terbuka, dan dari dalamnya terlihat seseorang sedang mengobrak-abrik isi kulkas. Aku menepuk bahu orang yang sedang asik mengacak-acak isi kulkas itu,pelan.
“Aishh…Diam! Aku lagi cari makanan!” ia menangkis tanganku yang bersarang dibahunya,kasar. Aku menepuk bahunya lagi. Ia menangkisnya kembali. Ku tepuk lagi. Ia msih saja menangkis.
“YA!!SHINDONGHEE!!!!” pekikku kesal. Ia menoleh kearahku lalu tersenyum gaje.
“Ah,hyung. Sudah datang??” katanya, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Sedang apa kau, huh??” aku menyilangkan kedua tanganku di depan dada. “Kebiasaan!Setiap kelaparan pasti saja seperti ini. Apa tidak bisa lebih lembut lagi,Donghee-ah? Lihat.. Dapur berantakkan!! Sejak kapan dorm jadi sekotor ini?? Apasejak aku tidak tinggal disini, kalian jadi jorok seprti ini???” cecarku.Shindong hanya tertawa garing.
“Aishh..Ada apa sih kalian ini, pagi-pagi sudah rebut!” Heechul berjalan melewatiku menuju kulkas untuk mengambil air minum dari dalamnya, lalu meneguknya. Donghae yang baru keluar dari kamarnya langsung duduk di meja makan dan menopang wajahnya yang masih mengantuk dengan kedua tangannya.
“YA!!Kalian ini. Apa disaat aku tidak ada dorm selalu seperti ini??”
“Tadi malam masih bersih. Tak berantakkan seperti ini,” Heechul meneguk habiskan air yang ada di dalam botol minumnya itu, lalu melirik Shindong yang masih nyengir gaje. “Pasti ulahmu lagi. Ayo cepat habiskan!! Eh.. Bersihkan!!”
“Tapi..Tapi… Aku lapar hyung…” Shindong mengusap-usap perut besarnya sambil memasangwajah merana. Belum sempat aku memarahinya labih lanjut, Ryeowook, Sungmin,Eunhyuk, Yesung,dan Kyuhyun datang sambil menenteng beberapa kantong belanjaan.Shindong yang memang sudah kelaparan langsung saja merebut bungkusan yang berisi makanan dari tangan Wookie itu, dan langsung memakannya tanpa permisi dimeja makan. Kami semua hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya. Sungmin dibantu Ryeowook langsung membersihkan dapur yang sudah seperti kapal pecah tanpa diperintahkan.
“Ya,hyung. Memang kau pulang jam berapa semalam dari rs? Sepertinya kau kurangtidur,” Kyuhyun menarik bangku yang ada disebelah Donghae dan dudukdisebelahnya sambil menepuk-nepuk Donghae yang masih setengah sadar. Aku dan Heechul beserta yang lainnya disusul Wookie dan Sungmin yang sudah selesaiberes-beres, langsung ikut-ikutan duduk dibangku yang masih kosong sambilmenatap Donghae yang memang kelihatan sangat lelah.
“Akubaru pulang dua jam yang lalu,” gumamnya nyaris tanpa suara, sementara keduamatanya masih terpejam. “Lelah sekali, aku.. Butuh tidur…”
“MWO??”pekik Kyuhyun yang duduk disebelahnya. “Salah sendiri, semalam malah menyuruhkupulang. Padahalkan sudah kubilang aku saja yang menemaninya disana. Kalau begitu nanti aku saja yang menemaninya. Kau jangan menginap lagi disana…”
“ANDWAE!!”potong Donghae yang tiba-tiba saja wajahnya langsung segar. Kami semua memandangnya aneh.
Cepatsekali ia berubah seperti itu??
“Biaraku saja yang menemaninya, sampai ia keluar. Aku segar kok! Aku tak mengantuk!”Donghae langsung bernjak ke kamar mandi sambil menyampirkan handuk di bahukirinya. Kami semua menatapnya geli.
“Dasar…Efek jatuh cinta! Benar-benar membuat orang menjadi gila!” celetuk Eunhyuk,yang langsung diamini kami semua.
“Ah,iya, Hyung. Kau jadi mulai kembali tinggal disini sekarang??” tanya Siwon yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangku. Semua mata kini mentap kearahku.Aku menarik nafas berat.
“Ne.Kita harus fkus latihan, lagi pula Hyerin akan ujian. Aku tak ingin iaterganggu,” jawabku dengan ekspresi setenang mungkin. Mereka semuamengangguk-angguk mengerti.

*_*

*HyerinPOV*
“Kenapa ia?? Kemana dia??? Kenapa ia seperti itu?? Ada apa dengannya!???” Otakku kini sudah penuh dengan pertanyaan-pertanyaan menyangkut dirinya. Sejak kepergiannya semalam, aku tak bisa tidur! Bukan hanya karena kepergiannya yang secaratiba-tiba, tapi juga tentang apa yang akan ku katakan kepada Appa jika ia tahu Leeteuk tiba-tiba saja pergi tanpa pamit padanya!???
“Hwa!!!!!Ottohke???” aku mengacak-acak rambutku, frustasi. Tak sengaja kulihat pantulanwajahku di cermin yang tepasang tepat di sebrang tempat tidurku, wajahku kini tampak seperti orang frustasi!! Wajah kusut, rambut acak-acakkan, dan yanglebih parah mataku bengkak!! Karena begitu ia pergi menjauhiku, entah mengapa aku malah menangis, dan tangisan itu baru bisa berhenti beberapa saat yanglalu.
Tokk..Tokk…
Kudengarsuara pintu kamarku diketuk. Secepat kilat kubenahi penampilanku yang lumayan mengerikan ini, lalu membuka pintu begitu selesai mencuci muka. Bibi Hwang sudah berdiri di depan pintu dengan berbagai alat kebersihan di tangannya,bersiap membersihkan kamarku.
“Aggashi,kau sudah ditunggu untuk sarapan dibawah,” ucapnya sopan. Aku mengangguk kecil kemudian berjalan kebawah dan segera duduk di bangku yang biasa kududuki. Eommadan Appa sudah duduk dengan tenangnya disana.
“Kenapa kau terlihat kusut sekali?? Apa tak bisa tidur??” Tanya Eomma sambil mengambilkan sarapan untukku. Aku tersenyum kecut.
“Pasti karena Leeteuk,” Eomma melirik nakal kearahku.. “Pasti karena ia tidak tinggaldirumah makanya kau seperti ini.” Tambahnya lagi. BINGO!!! Tapi bagaimana ia tahu!?? Dan kenapa ekspresi mereka berdua seperti biasa saja??
“Ia kemarin sudah meminta ijin agar sementara ini ia diperbolehkan untuk tinggal diDorm,” jelas Appa, sebelum aku menanyakannya. Aku mengangguk mengerti.
“Rupanya begitu!” batinku sambil melahap roti panggang jatah sarapanku ganas!

*_*

*MinhoPOV*
“Hyung…!!”panggil Taeminnie, begitu melihatku keluar dari kamar mandi, di lantai 2 gedungSM.
“Hyung,ayo kita makan siang. Kajja!!” Taemin langsung mengait lenganku untuk mengikuti langkahnya, tanpa persetujuanku lebih dulu. Sesampainya kami di Cafetaria dilantai 1, ia langsung menarikku untuk mengambil prasmanan. Setelah selesai mengambil makanan yang kami inginkan, aku baru sadar kalau semua meja yang adasudah penuh! Baik itu oleh artis-artis yang bernaung dibawah SM maupun karyawandan kru yang bekerja disini.
“Penuh,”ucapku datar, sambil terus mengedarkan semua pandanganku kesemua sudut, mencobamencari tempat yang kosong. Nihil!! Semua sudah penuh!!
“Ah!Disana, hyung!! Kajja!!!” Taemin langsung berjalan medahuluiku. Mau tak mau akumengikutinya dari belakang, sampai akhirnya kami berhenti di salah satu mejayang ada di pojok dekat jendela besar yang menghadap langsung ke taman belakanggedung. Damn!! Meja itu tidak sepenuhnya kosong. Tapi ada beberapa orang yeojayang juga sedang menikmati makannya disana.
“Annyeonghasaeyo~”sapa Taemin ramah pada mereka bertiga. Aku hanya membungkukkan badan sedikit.Mereka tersenyum ramah.
“Bolehkami duduk disini, Noona??” tanyanya sambil memasang tampang aegyo. Dan tentusaja, mereka langsung menyetujuinya tanpa fikir panjang. Taemin langsung mengambil tempat duduk yang ada disamping Binwoo, sementara aku mau tak maududuk disamping Chaeyoung, karena kebetulan hanya bangku yang ada disampingnyasaja yang masih kosong.
Diam.Aku hanya bisa diam menikmati makananku, sementara mereka berempat, Chaehyun,Chaeyoung, Binwoo dan Taemin asik berbincang dengan serunya. Entah apa yangmereka sedang bicarakan. Sepertinya menarik, tapi aku berusaha untuk tak peduli dan lebih menikmati makananku.
“Ah,ne, tentu saja Oppa..” Binwoo mengalihkan pandanganku padanya. “Sepertinyakalian cocok!!” ucapnya tiba-tiba, sambil melirik nakal kearahku dan Chaeyoung,lalu ia dan Taemin terkikik geli, sementara Chaehyun hanya tersenyum simpul.
“Apanyayang cocok!!! Diam kau magnae! Sekali lagi bilang seperti itu, kujitak kepalamu!” ucap kami bersamaan. Mereka bertiga melirik kami penuh arti, sambil menahan tawa. Kami berdua saling bertatapan sekilas lalu membuang muka, dan kembali menyantap makanan kami masing-masing.
“Bahkan,gerak-geriknyapun sama!” tambah Chaehyun sambil menyuap macaroni skootel kedalam mulutnya. Binwoo dan Taemin mengangguk kompak.
“Hhh..”kami berdua mendengus sebal.
“Tuhkan!” Taemin melirik kami nakal.
“YA!!!”pekik kami, bersamaan.

*_*

“Aisshhh..Jincha!! Mereka itu..!!!! Arggh!!!!” aku mengacak-acak rambutku sebal, begituteringat kejadian tadi di cafeteria.Tanpa kusadari semua mata kini menoleh kearahku.
“Ya!!Choi Minho! Melamun lagi!! Cepat cuci muka sana!!” pekiknya sebal, karenagara-garaku gerakkan yang sedang diperagakannya pada kami jadi sedikitterganggu. Aku mengangguk kecil lalu segera berlalu dari ruang latihan, menujukamar mandi yang ada di ujung lorong.
“ChoiMinho BABOYA!!!” rutukku, begitu selesai mencuci muka dan melihat pantulanwajahku di cermin. Lama ku tatap wajahku yang masih basah ini di depan cermin,sampai akhirnya sebuah tangan menepuk pundakku daribelakang. Leeteuk hyungberdiri disampingku sambil mencuci tangannya di keran wastafel, lalu melirikkudari pantulan cermin.
“Ah,hyung. Kukira siapa.”
“Kenapakau? Ada masalah??” tanyanya lembut. Aku menggeleng pelan. Tak mungkin akumenceritakan ini padanya. Walaupun ia adalah iparku, dan sudah ku anggapsebagai hyung kandungku sendiri, tapi tetap saja aku malu! Mau ditaro kemana imageku sebagai seorang FLAMMING CHARISMA??
“Anniyo,aku hanya sedikit lelah, hyung.”
“Ah..pasti karena berlatih untuk persiapan comeback kalian, ya!?” aku tersenyum simpul.
“Ah,bukankah hari ini ya??” tanyaku. Ia mengangguk kecil.
“Ne,sekarang kami akan kesana. Setelah itu kembali lagi kemari. Untuk berlatih sampai larut.”
“Sampaikan salamku padanya ya, hyung.”
“Ne,pasti.”
“Baiklah,kalau begitu.. HWAITING!! Nae dongsaengie!” Leeteuk hyung menepuk pundakkupelan sebelum akhirnya pergi meninggalkanku sendiri di toilet.
Taklama setelah ia keluar, aku pun ikut keluar, berniat kembali ke studio tempat kami latihan. Namun, langkahku terhenti di depan sebuh pintu studio yang hanyaselang beberapa pintu dari studio kami. Entah angin apa yang membawaku untuk berhenti disini, dan berusaha mengintip kedalam lewat kaca kecil yang terpasangdi pintu.
Ternyata,MIINA sedang latihan untuk perform mini album mereka. Tanpa terasa sebuahsenyuman terukir diwajahku, begitu melihat Chaeyoung sedang menunjukkankeahlian menyanyinya..
“Notbad,” gumamku sambil terus menatapnya dari kejauhan. Walau posisinya di grup adalah seorang RAPPER, ternyata saat menyanyi suaranya merdu juga.
“Ne,not bad. Keren malah! Lebih keren darimu,” ucap sebuah suara yang sangat kukenal dari arah samping. Jonghyun hyung sudah berdiri disampingku sambil ikut-ikutan menatap kedalam. Membuatku kaget setengah mati.
“Ah,hyung!!” keluhku sambil mengelus-elus dada. Jonghyun hanya tersenyum kecil.
“Kauini, sudah ditunggu dari tadi malah nyangkut disini! Kajja!!”

*_*

*ChaehyunPOV*
Drrtt..Drttt…
Ponselku bergetar hebat dari dalam tas yang sedari tadi kuletakkan di sudut ruanganstudio. Untung saat ini latihan sudah usai, jadi aku dapat mendengarnya. Aku tertegun ketika melihat nama yang terpampang di di LCD. 종훈 *Jonghun*calling..
Lama… akhirnya baruaku memutuskan untuk mengangkatnya.
“Yobosaeyo..”sapaku dengan nada senormal mungkin.
“…”
“Ah, ne, tentu akuingat.”
“…”
“Aku baru sajaselesai latihan, Oppa. Aku masih di gedung SM.”
“..”
“Arraseo.”
“…”
“Annyeong,” aku menutup flap ponselku lalu memasukkannya kedalam tas, sambil menarik nafas berat. Lalu beranjak keruang ganti untuk mandi dan berganti pakaian.
“Nugu??” Tanya Binwoo dengan tatapan penasarannya, seperti biasa, saat aku baru saja akan memasuki ruang ganti.
“Jonghun Oppa.”
“Mwo??” Chaeyoung Onnie yang sudah lebih dulu mandi dan sedang berganti pakaian di dalam,langsung menatapku, penuh selidik. “Sepertinya kalian semakin dekat saja.” Aku tersenyum kecil.
“Iya, Onnie. Apakalian berkencan??”
“Anniyo.. Kami hanya dekat saja,” kilahku sebelum akhirnya masuk kedalam salah satu bilik dan menyalakan shower untuk mandi. Begitu selesai, aku langsung mengganti pakaianku dan keluar dari dalam bilik. Ternyata mereka berdua masih setia menungguku untuk menceritakan semuanya.
“Aishh,, Jincha!”lagi-lagi aku membuang nafas berat.
“So???” todongmereka, kompak.
“Apanya??”
“Dia menelpon untuk apa??” Binwoo menatapku penuh selidik.
“Anni, ia hanya mengajakku untuk datang ke lokasi syuting WGM bersamanya, karena kebetulan ia juga sedang ada di dekat sini. Jadi sekalian saja katanya,” jelasku pada akhirnya. Mereka mengangguk-angguk, mengerti.
Drrtt.. Drtttt…
Ponsel Binwoo bergetar hebat, secepat kilat ia langsung menekan tombol hijau pada ponselnya.Aku yakin pasti yang menghubunginya Yesung Oppa, karena wajahnya langsungberbinar-binar begitu mengangkatnya.
“Ah.. Ne, Arraseo,chagiya….Annyeong~” Binwoo langsung membereskan barang-barangnya dan memasukkan kedalam tas sambil tersenyum sumringah.
“Onnie, aku duluanya…” katanya sambil berlari riang meninggalkan kami berdua, tanpa terlebih dahulu menunggu jawaban dari kami.
“Aigoo~ Pasti yangmenelpon tadi Yesung Oppa. Dasar!” Chaeyoung Onnie langsung beringsut daritempat duduknya dan membereskan barang-barangnya kedalam tas.
“Mereka itu, walausudah lama pacaran, kenapa masih mesra begitu ya??” aku menelengkan kepalaku.
“Iya. Kenapa ya??Dasar pasangan Childish,” ia menyilangkan tangannya di depan dada. Aku terkikikgeli. Benar apa yang dikatakan Chaeyoung Onnie, biar kata umur Yesung Oppa jauhlebih tua 8tahun darinya, tapi tingkah mereka seperti seumuran. Seperti anak kecil lebih tepatnya. Tapi, entah mengapa aku senang melihat mereka sepertiitu, tidak seperti aku dan Kyuhyun. Ah… Dia lagi yang terlintas difikiranku!!
Aku menepuk jidatkupelan.
“Ya!! Jangan dipukul seperti itu! Nanti kau tambah BABO!!”
“Onnie!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Drrrttt… Drrrtttt…
Ponselku kembali bergetar. Dengan segera ku tekan tombol hijau, kemudian menjawabnya.
“Ne, aku segerakesana. Chamkanmanaeyo~” ku tutup flap ponselku, lalu berjalan keluar bersamaChaeyoung Onnie yang sudah berjalan keluar duluan. Sesampainya di lobby,dilantai 2 kami berpisah jalan. Ia menghampiri menejer Kang yang sudah duduk menunggunya di Lobby, dan segera pergi bersamanya dengan van untuk siaran disalah satu stasiun radio, sementara aku berjalan ke arah luar. Di depan lobby,seorang namja tampan sudah berdiri sambil menyandar di pisamping mobilnyadengan sebuah headphone putih terpasang terpasang di kepalanya sambil tersenyummanis kearahku.

“Kyeopta!!” batinkusaat melihatnya sambil berusaha menahan senyum.
“Oppa!” iatersenyum lalu membukakan pintu mobilnya untukku.
“Gomawo,” ucapkubegitu ia mempersilahkanku masuk kedalamnya.
“Cheonmanaeyo,” iatersenyum manis. Omo~ kalau begini terus aku bisa pingsan!!

*_*

*Kyuhyun POV*
Hari ini adalah hari dimana Kangin hyung resmi bergabung dan menjalani wajib militer. Kamisemua, seluruh member super junior pergi untuk menghantarnya. Suasana penuh harupun tak urung menyelimuti kami semua. Kanginhyung yang selama ini berusahategar dihadapan kami pun tak mampu menahan bendungan air dimatanya, hinggasebuah sungai kecilpun mengalir di pipinya yang kini terlihat semakin chubby.
Tak hanya dirinya.Kami semua pun ikut meneteskan air mata. Tak kuasa melepaskan seseorang yangselama ini selalu bersama kami, dan selalu menjadi’badut’ di super junior,seseorang yang selalu dengan PD-nya mengatakan bahwa ia adalah ‘the Korean no.1handsome guy’. Kini sosok itu akan resmi bergabung dan menjalani tugasnyasebagai warga Negara yang baik.

“Hyung.. Kami patiakan sangat merindukanmu,” ucap Siwon hyung sambil mengusap punggungnya pelan.
“Kami menyayangimu,Youngwoonie!” tambah Yesung hyung, sambil menahan air matanya agar tak keluar.Tanpa aba-aba, kami pun langsung memeluk tubuh Kangin hyung, erat.
“Aku pasti akansangat merindukan kalian…” ucapnya sambil sesekali membersihkan air matanyayang tumpah, begitu kami semua melepaskan pelukan kami.
“Tunggu, sampai akukembali.”
“Tentu hyung,”jawabku sambil memeluknya erat. Ia tersenyum datar, lalu menatap kami satu-persatu, sebelum akhirnya masuk kedalam gedung camp, sambil sesekalimelambaikan tangannya kearah kami.
“SARANGHAEYORACOONIE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” ucap kami bersamaan. Kangin hyung mengangguksambil mencoba tersenyum, lalu berbalik dan berlari masuk kedalam, meninggalkankami yang masih menatap punggungnya yang mulai menjauh.
“Youngwoonie~”panggil Leeteuk hyung lirih. Shindong hyung langsung memeluk tubuhnya erat.
“Sudahlah hyung.Jangan buat ia semakin berat meninggalkan kita.” Leeteuk hyung mengangguklemah.
Diam.. itu yangkurasakan sekarang. Sepanjang jalan di dalam minibus yang kami tumpangi daricamp tempat pelatihan wamil menuju gedung SM , semua orang terdiam denganfikirannya masing-masing. Tapi selang beberapa menit kemudian, mereka semualangsung bertingkah seperti biasanya, seolah tak terjadi apa-apa. Syukurlah.
Kulirik Leeteukhyung kini asik berbincang dengan Siwon hyung di bangku depan dan yang lainnyasibuk bercanda dan tertawa bersama akibat joke-joke yang dilempar Eunhyukhyung. Sementara di bangku paling belakang, kulihat Donghae hyung duduk seorangdiri sambil menatap keluar.

“Omo!Topi itu!!?” mataku membulat ketika melihat topi yang dikenakan Donghae hyung diatas kepalanya. Tanpa fikir panjang, aku langsung beranjak dari tempat dudukku dan duduk disebelahnya. Donghae hyung tersenyum kecil lalu kembalimenatap kearah keluar jendela.
“Hyung…”
“Ne??”
“Topimu..”aku menunjuk topi biru yang dikenakannya dengan telunjukku.
“Sepertinya aku tak asing dengan topi itu!”
“Ah..ini??” Ia mengikuti arah telunjukku, lalu melepaskan topinya sambil tersenyum kecil.
“Wae??”
“Ah..Anni.. Tapi, kenapa rasanya mirip dengan milik Hyunjae yah?? Hanya saja bedawarna. Miliknya seperti yang pernah kau beli saat kita sedang liburan di Jepangdulu, hyung.” Donghae hyung tersenyum simpul, lalu membalikkan topinya, hinggabagian dalamnya dapat terlihat olehku. Disana terukir sebuah nama bertuliskanhuruf hangul.
김현재
“KIMHYUNJAE??” aku melirik Donghae hyung yang kini tersenyum ringan.
“Jadiini milik, Hyunjae?? Pantas aku tak asing dengan bentuknya. Dan jangan-janganyang ia pakai waktu itu adalah pemberianmu, hyung??” Donghae hyung menganggukmantap. Aku menatapnya takjub.
“Kaubenar-benar menyukainya ya, hyung??”
“Ne.Sangat. Aku percaya ia adalah takdirku, Kyunnie… Jadi tolong dukung aku,” iamentapku dalam. Omo~ Tatapan ini lagi. Tatapan yang membuat para gadis diluarsana bertekuk lutut padanya. Glek. Aku menelan ludah.
“Jangantatap aku seperti itu hyung!!”
Sesampainyakami di parkiran gedung SM, kami semua langsung turun dari mini bus danberjalan menuju lobby. Semua member sudah masuk kedalam gedung, kecuali aku yang harus kembali ke parkiran untuk mengambil PSP ku yang tak sengajasepertinya tertinggal di dalam mini bus. Untung saja, supir bus-nya masih adadi sekitar bus, jadi aku bisa meminta tolong padanya agar membukakan pintu untukku.Aku melangkahkan kakiku dengan langkah riang sambil tersenyum lebar begitu menemukan PSP kesayanganku, menuju lobby gedung yang berjarak tak kurang tinggal 10meter lagi dari tempatku berdiri. Namun langkahku langsung terhenti dankuputuskan untuk bersembunyi dibalik salah satu pilar, begitu melihat sesosok yeoja keluar dari dalam menuju sebuah sedan putih yang terparkir tepat di depanpintu lobby sambil menyunggingkan senyumnya pada namja yang kini membukakanpintu mobil untuknya. Aku langsung keluar dari tempat persembunyianku begitumobil yang mereka tumpangi pergi menjauh dan menatapnya nanar. Hatiku sakit!!Dan tanpa terasa PSP yang sedari tadi ku genggam kini bentuknya sudah takberaturan akibat kubanting secara tak sadar.
“Omo~PSP kesayanganku!!!!!!!!!!!!!!!”

Tbc……
Eitss…..
Tunggudulu…
>>>>>tGu next part yya..
Janganlupa di cOMMent!!

#Huweee ggatau kenapa paz bkin part ni keinget ma RACOOn… huhu#
~mRs.ChoiLee~

Iklan

20 thoughts on ““Merry Me” ~part:7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s