“Merry Me” ~Part: 8

Annyeonghasaeyo yeorobeun~ *bow*
Mian ya kalo part kali ini lama publishnya.. soalnya author agy sibuk ma tugas.. jadi gga ad waktu buat ol d lptie..
Hehe
Mianhaeyo~

Ok.. Lets cek this Out..

“Sebelumnya.. Cuma ngingetinn ni Cuma FF.. Cuma fiksi belaka.. jd jgan mpe ada yg t’singgung yya klo da yang gga sreg di hati.. apa gy kalo ga sesuai dg knyataannya.. hooho”

kan namanya jg FF ^^
I HOPE U LIKE IT!!
JANGAN LUPA COMMENT
NO PLAGIATISM!!

  • Cast: Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Leeteuk,
  • Kim Heechul,
  • Choi Jonghun,
  • Choi Minho,
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo :Uri cindy
  • Kim Hyunjae : Author *gga mau kalah. Mu ttp exist :P*
  • Kyuhyun,
  • Yesung
  • and other super junior, SHinee, and FT. Island member.

————o0o————-o0o————-

PARt 8

*Author POV*

“Chagiya!!!!!!!!!!” panggil Binwoo riang begitu melihat Yesung sudah berdiri di depan pintu studio tempt ia dan anggota MIINA lainnya tadi latihan. Yesung tersenyum manis sambil mengeluarkan sesuatu dari balik saku blazernya.

“Berikan tanganmu.” Binwoo menurut dan menyerahkan kedua telapak tangannya kehadapan Yesung. Yesung tersenyum lalu menyelipkan sesuatu diatas telapak tangan kanan Binwoo dan segera mnutupnya dengan telapak Binwoo yang satunya.
“Bukalah.”

Perlahan Binwoo membuka kedua telapak tangannya sambil sesekali melirik Yesung bingung. Sebuah kalung dengan inisial JB sebagai liontinnya. Binwoo meraih kalung itu, dan menatapnya lekat.
“Oppa…??”

“Ne?? Bagaimana?? Kau suka kan?” Yesung tersenyum kecil. Tapi tidak dengan Binwoo, ia malah menatap Yesung bingung.

“JB?? Apa ini??? Justin Bieber??”
*GUBRAKK* Yesung sedikit kerjengkang kebelakang.
“Aishhh… Bukanlah!” Yesung menatap yeoja chingunya itu gemas, lalu mermpas kalung itu dari tang Binwoo dan langsung memasangnya di leher Binwoo, sementara Binwoo cuma bisa pasrah.

“Jadi?? Apa itu JB??” tanyanya polos sambil memainkan liontin kalung perak yang kini bertengger di lehernya itu.

“Jongwoon-Binwoo. Aku juga pakai yang sama persis,” Yesung langsung memperlihatkan sesuatu yang juga bertengger di lehernya.

“Wha…………. Jongwoon-Binwoo?? Akh! JEONGMAL JOAHAE!!” Binwoo langsung memeluk tubuh Yesung sekilas. Yesung tersenytum sambil sesekali mengelus puncak kepala Binwoo, sayang.
“Padahal tadinya ku kira JUSTIN BIEBER!”

*_*

“Ya!! Kyunnie!! Kenapa kau murung begitu??” ucap Sungmin bingung, sementara semua orang kini ikut menatap kearahnya begitu Kyuhyun masuk ke dalam studio latihan.

“Ini…” Kyu memperlihatkan bagian-bagian dari PSPnya yang hancur lebur. “Separuh jiwaku… Pergi..memang indah semua.. tapi berakhir luka..” *anang mode:on* semua menatapnya bingung. Ryeowook yang penasaran dengan apa yang di perlihatkan Kyuhyun langsung menghampirinya.

“Omo~ Ini kan PSP kesayanganmu kan??” Kyu mengangguk lemah.
“Lalu kenapa bisa hancur seperti ini??” Wookie mengambil alih potongan-potongan bagian PSP dari tangan Kyu dan menatapnya tak percaya. “Pasti bukan karenamu kan??” Kyu mengangguk lemah.

“Itu… Itu aku tadi yang tak sengaja membantingnya!”

“MWO!!!!!!!!!!!!!?????????” pekik mereka semua tak percaya. Sementara Kyu langsung berjalan gontai ke arah sofa yang menganggur tak jauh di hadapannya.

“Mustahil..” Donghae menatap Dongsaengnya itu dengan tatapan tak percaya, sementara Kyu malah terlihat seperti orang frustasi.

“Oh.. Come On Guys… Besok kita harus sudah syuting MV.. Ayo kembali LATIHAN!!” Leeteuk menepuk tangannya memberi tanda. Semua menurut, termasuk Kyuhyun walau dengan malas-malasan.

*_*

“Chaeyoung!!” panggil Nara, produser acara radio yang dibawakan Chaeyoung, begitu melihat DJ radionya itu baru akan memasuki studio.

“Ne?”

“Hari ini, Seulong tak bisa datang karena ada jadwal lain, jadi tugasnya digantikan sementara waktu dengan orang lain. Tak apa kan?”

“Ah, kukira kenapa. Gwenchana, siapapun partnerku pasti aku akan menerimanya dan berusaha dengan sebaik-baiknya,” Chaeyoung tersenyum kecil, sementara Nara mengangguk puas.

“Gurae.. Kalau begitu, kau duluan saja masuk studio, karena sepertinya ‘ia’ akan sedikit terlambat.” Chaeyoung mengangguk paham, lalu masuk kedalam studio setelah Nara pergi keluar ruangan.
Chaeyoung duduk ditempat biasa ia duduki sambil memasang headphone di telinganya dan mempersiapkan peralatan yang lainnya. Chaeyoung melirik jam yang terpasang tepat di atas dinding yang ada di seberang tempat duduknya. Tinggal 5 menit lagi acara akan segera dimulai. Nagging milik IU ft. Seulong *author agy demen ma ni lagu soalnya he :P*, rekannya, sedang mengudara saat ini. Tepat setelah lagu ini selesai, logo song acara radionya akan berkumandang dan siaran akan segera dimulai.
Tepat pada saat Nagging baru akan selesai, Nara masuk kedalam studio diikuti seorang namja beperawakan tinggi kurus berjalan dibelakangnya.

“Chaeyoung-ssi, hari ini Minho yang akan menggantikan Seulong dan menemanimu siaran,” Nara tersenyum sambil mengangguk pelan sambil mempersilahkan Minho untuk masuk kedalam dan duduk di kursi kosong yang ada disebelah Chaeyoung, sementara ia kembali keluar. Chaeyoung menatap namja yang kini duduk didekatnya tak percaya.

“Ya!! Jangan tatap aku seperti itu!” ucap Minho datar sambil memasang headphonenya.
“Mulai!” sahutnya sambil balas menatap Chaeyoung yang masih terbengong-bengong di sampingnya, begitu melihat Nara memberikan tanda dari balik jendela luar studio.

“Ah.. Ne.” Chayoung langsung membetulkan ekspresinya dan bertingkah seperti biasanya, seolah tak terjadi apa-apa dan langsung membuka acara.

“Aishh… kenapa malah namja ini yang selalu muncul menghantuiku???” batin Chaeyoung sambil sesekali memperhatikan Minho yang kini tengah asik menjawab telepon dari salah satu pendengar setia acara radionya.

*_*

“Bagaimana??” Jonghun akhirnya buka suara setelah hampir setengah perjalanan mereka *ia dan Chaehyun* saling terdiam satu sama lain dan sibuk dengan fikiran masing-masing. Chaehyun melirik Jonghun yang sedang berkonsentrasi menyetir sekilas.

“Apanya yang bagaimana??”

Jonghun tersenyum tipis sambil memindahkan gigi mobilnya. “Tak terasa episode WGM kita sudah akan memasuki episode-episode akhir, dan aku akan segera kembali ke Jepang untuk promo album kami,” Jonghun melirik Chaehyun sekilas. “Bagaimana perasaanmu?” Chaehyun tersenyum datar.
“Ah ya, tak terasa… Kalau begitu sebentar lagi kita akan menikah?” Chaehyun memasang tampang serius.

“Ne, kita akan segera MENIKAH. Bersiaplah, sebentar lagi kau akan jadi nyonya Choi.” Chaehyun terkikik geli melihat ekspresi yang tak kalah serius dari tampangnya barusan.

“Ne. Jadi Choi Chaehyun??” Jonghun tersenyum kecil.

“Sudah sampai,” ucapnya begitu Audy putihnya sudah terparkir rapih di area parkir gedung MBC. Jonghun langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Chaehyun. Betaa terkejutnya Chaehyun begitu Jonghun menutup pintu mobilnya, ia malah menggandeng lengannya lembut. Ia hanya bisa diam memperhatikannya di genggam lembut dan erat seperti itu, semetara Jonghun dengan cueknya sudah menariknya untuk masuk kedalam gedung, dan tak mempedulikan semua mata yang memandang kearah mereka. Tanpa mereka sadari, sedari awal ada seseorang yang mengintai mereka dari kejauhan.

*_*

“Aduh.. SAKIT… EOMMA!!!!!!!!!!!!!!!!!!” pekik seorang gadis kecil berambut kuncir 2 begitu ia tak sengaja terjatuh dan kedua kakinya lecet sementara ice cream yang ia pegang jatuh ke tanah. Perlahan gadis kecil itu tak kuasa menahan rasa sakit dan malunya hingga akhirnya menangis sesenggukkan sambil menyebut-nyebut nama Eommanya.
Perlahan, seorang namja berseragam SMP datang menghampiri gadis kecil yang kini menangis sesenggukkan dan berjongkok disampingnya.

“Adik kecil, jangan menangis lagi,” hiburnya sambil memandang gadis kecil itu iba.
“Mana orang tuamu??” tanyanya. Gadis itu menggelang sambil terus menangis. Ia menarik nafas berat lalu menegluarkan sebuah LOLLIPOP dari saku blazernya.
“Makanlah,” ia menyodorkan permen lollipop ukuran sedang itu kepadanya. “Jangan menangis lagi ya!” gadis itu mengangguk dan langsung berhenti menangis sambil menjilati lollipopnya. Namja itu tersenyum puas sambil menatap gadis kecil itu lekat. Tatapannya terhenti pada lutut gadis itu yang lecet dan sedikit mengeluarkan darah. Ia langsung berjongkok membelakangi gadis itu sambil menepuk-nepuk pundaknya. Gadis itu menatapnya bingung.
“Naiklah.” Dengan ragu gadis kecil itupun naik keatas punggungnya.

Mereka terus saja berjalan sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah bangku di bawah pohon. Namja itu langsung mendudukkannya diatas bangku sementara ia pergi entah kemana. Gadis kecil itu masih saja mengemut lollipopnya sampai habis ketika namja itu datang sambil membawa sebuah kantong plastic ukuran kecil. Ia mengeluarkan sebuah botol air mineral dan plester.
Dengan hati-hati namja itu membersihkan luka yang ada di lututnya lalu menutupnya dengan plester.

“Sudah,” ia tersenyum puas. Gadis kecil yang ada dihadapannya hanya bisa diam. Ia terlalu terpesona olehnya. Oleh senyumannya lebih tepatnya.

“Prince…” gumam gadis itu tanpa melepaskan pandangannya dari wajah namja yang ada dihadapannya.

“Ne??”

“PRINCE!!” pekik gadis itu riang.
“Kau adalah PRINCEku!!” namja itu menatapnya bingung, lalu tersenyum manis sambil mengelus kepalanya lembut.

“Ne, aku adalah PRINCE-mu. Dan kau…”

“Tentu saja aku PRINCESS-mu!!!!!!!!!” lagi-lagi namja itu tersenyum.
“Kalau begitu, kau harus menikah denganku!!”

“Tentu saja. Bukankan Pangeran akan menikah dengan seorang Putri??” namja itu menatap wajah si gadis lembut. Gadis itu bangkit dari duduknya dan berdiri diatas bangku sambil loncat-loncat riang, tak mempedulikan ‘PRINCE”-nya yang sudah teriak-teriak agar dia kembali duduk karena takut terjatuh. Saking girangnya ia melompat-lompat, ia lupa akan lututnya yang tadi kesakitan dan akhirnya sesuatu yang ditakutkan terjadi.

GABRUKKK!!!!

Hyerin terjatuh dari atas tempat tidurnya dengan tampang semrawut. Sekujur tubuhnya terasa ngilu karena terjatuh dari atas tempat tidur. Ia meringis tertahan, sambil memegangi lututnya yang terlebih dahulu terantuk lantai.

“Aigoo~ Sakitttttt!!!!!!” ringisnya sambil mengusap-usap lututnya yang terasa nyeri. Namun seketika ia terdiam. Ia jadi teringat tentang mimpinya semalam. Sebuah mimpi yang terasa nyata sekali baginya.
“Apa maksud dari mimpi itu?? Kenapa tiap malam aku memimpikannya??” pikirnya sambil menatap wajahnya dari pantulan cermin.

DUGG… DUGGG… DUGGGG

“HYERIN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” pekik sebuah suara dari balik pintu sambil menggedornya keras.
“IRONA PPALI!!! Kau mau terlambat dihari pertama UJIAN apa!!???”

“MWO!!!???” Hyerin langsung berdiri dari duduknya, matanya langsung membulat begitu jam di dinding kamarnya telah menunjukkan pukul 7.10 !!! artinya 20 menit lagi ujian akan segera dimulai.
Dengan langkah grasak-grusuk dan terseok-seok sambil sesekali menabrak ini-itu saking paniknya, Hyerin segera masuk kamar mandi dan segera pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Kedua orang tuanya hanya bisa geleng-geleng memperhatikan tingkah anak bungsunya itu.

“Ah, sepertinya selama tidak ada teuki dirumah, Hyerin jadi seperti tak terurus,” Eomma Hyerin geleng-geleng kepala sambil mengoleskan selai blueberry di atas rotinya. Appa Hyerin mengangguk pelan.

*_*

“Baiklah kalau begitu.. semua sudah siap kan? Hari ini kita akan syuting scene diluar terlebih dahulu karena cuaca sangat mendukung. Kalian semua sudah diberikan gambarannya sebelumnya kan??” ucap Han sajangnim, director yang kali ini menangani mv terbaru mereka. Mereka semua mengangguk mengerti.
“Baiklah kalau begitu kita berkumpul disini satu jam lagi,” tambahnya. Sementara seluruh member masuk kedalam sebuah tenda yang disulap menjadi sebuah ruang ganti dan ruang tunggu seluruh member super junior.

“Ah, kira-kira siapa ya yang akan menjadi model mv kali ini?? Aku penasaran sekali!!” Eunhyuk menerawang.

“Ah, iya betul. Sampai saat ini kita belum tau siapa model mv-nya. Padahal biasanya juga diberi tahu. Siapa yah??” kali ini Shindong yang angkat bicara diikuti anggukkan setuju semua member, termasuk Kyuhyun yang dari kemarin terus saja diikuti aura kelam disekitarnya.

Sementara itu diluar……..

“MWO??? Aishh.. Jincha!! Apa benar-benar tak bisa diusahakan??” pekik salah seorang astrada, begitu menerima sebuah kabar melalui ponselnya.
“Aishhh,,” ia mendengus sebal. “ARRASEO! Baiklah kalau memang begitu keadannya, apa boleh buat… Ne, annyeong.”
PIPPPPPP….
Sambungan terputus. Ia segera memasukkan ponsel merah mudanya kedalam saku celana lalu berlari menghampiri Sutrada yang sedang memberikan pengarahan.

“Sajangnim..” panggilnya, lalu membisikkan sesuatu ditelinganya.

“MWO!!!???” Han sajangnim menatap wajah gadismanis yang menjadi astradanya itu tajam. Gadis it mengangguk pelan.
“Aishh.. Bagaimana mungkin hal ini terjadi tepat disaat kita semua sudah siap!!”

“Molla.. aku juga baru saja mendapatkan kabarnya dan langsung ku beritaukan padamu.”

“Aishh Jincha!!” pekiknya kesal sambil melempar gulungan kertas berupa scenario yang sedari tadi digenggamnya, hingga membuat beberapa orang yang ada disekitar menoleh kearahnya. Dari arah lain, seseorang berambut panjang sebahu berperawakan riang turun dari dalam taksi sambil menenteng sebuah tas slempang, berjalan kearah mereka sambil menyunggingkan senyum manisnya.

“Annyeonghasaeyo,” sapanya sambil membungkuk ramah, sebelum akhirnya melewati mereka berdua untuk masuk kedalam tenda. Mereka berdua saling menatap lalu mengangguk dan tersenyum penuh arti.

*_*

“Arghhhh………. Akhirnya selesai juga!!” Hyerin meregangkan tubuhnya yang tadi sempat kaku akibat mengerjakan soal dan membulat-hitamkan lembar jawabannya, sambil melirik kearah bangku paling pojok belakang, tempat Hyunjae ujian. Sekilas ia melihat Hyunjae seperti sedang menahan memegangi dada sebelah kirinya sambil menahan sakit. Buru-buru ia langsung menghampirinya.

“Hyunjae-ah. Gwenchana???” tatapnya cemas. Hyunjae menoleh sekilas, lalu menggeleng pelan.

“Gwenchana… Tadi dada kiriku tak sengaja terantuk ujung meja, jadi sedikit nyeri,” ucapnya. Hyerin mengangguk mengerti. Hyunjae tersenyum simpul.
“Ah, kau tak pulang, Hyerin-ah?” tanyanya, mengalihkan pembicaraan, sambil membereskan barang-barang dan memasukkannya kedalam tas.

“Ah, iya, betul juga. Sudah waktunya pulang. Aku beres-beres dulu yah!”
Hyunjae mengangguk pelan, lalu langsung buru-buru keluar sambil membawa tasnya, sebelum ditanya macam-macam lagi oleh Hyerin.

“Lha?? Kemana dia??” Hyerin celingukkan mencari-cari Hyunjae yang sekarang sudah tak ada di tempat duduknya. Ia langsung beranjak menuju jendela. Dilihatnya Hyunjae sudah berjalan keluar sekolah dan memasuki sebuah sedan berwarna hitam.
“Ah, anak itu, pulang saja tak bilang-bilang dulu. Padahalkan tadinya aku mau nebeng!” gerutunya sambil terus memperhatikanny lekat.

Di dalam mobil….

“Aggashi,, nan gwenchana??” tanya Jung ahjussie, supir keluarga Cho yang menjemput Hyunjae ke sekolah. Hyunjae mengangguk pelan. Begitu mobil melaju meninggalkan gedung sekolah, ia langsung mengoprek isi tasnya dan mengambil beberapa botol obat dari dalamnya dan langsung mengelurkannya asal kemudian langsung menelannya tanpa meminum air terlebih dahulu. Jung ahjussie menatapnya iba, namun ia tak berani bicara lebih lagi, karena saat ini Hyunjae mulai terlelap, mungkin akibat dari obat yang di telannya tadi.

*_*

“Chaehyun-ssi..” panggil salah seorang staff begitu Chaehyun keluar dari kamarnya di dorm. Chaehyun langsung menghampirinya yang kini tengah duduk di ruang tengah bersama staff yang lainnya. Karena ada scene dimana Chaehyun harus memasak untuk bekal ia dan Jonghun saat akan melakukan perjalanan ke gunung nanti, jadi sebagian kru dan staff bersiap di dorm.

“Ne?”

“Begini, jadi nanti kau harus memasak masakan kesukaan suamimu, dan mempersiapkan segalanya sebelum kalian berangkat. Nanti kalian akan bertemu di stasiun kereta. nanti setelah sampai di perhentian kereta di sebuah desa terpencil, kalian harus turun dan diberikan tantangan selanjutnya, arraseo??” jelasnya. Chaehyun mengangguk pasrah.

“Baiklah, kalau begitu bersiap. Satu jam lagi kita akan mulai syuting. Nanti akan ada kamera yang mengikutimu berbelanja, sementara yang lainnya menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan di dorm.”

“Ne, baiklah.” Chaehyun langsung masuk kedalam kamarnya mengambil barang-barang yang mereka berdua perlukan dan menaruhnya di pojok ruanagan. Masih ada sisa waktu setengah jam lagi sebelum syuting dimulai, ia langsung mengeluarkan laptopnya dan mulai membrowsing segala sesuatu yang akan membantunya nanti.
Chaehyun langsung tersenyum puas begitu menemukan apa yang dicarinya.

“Chaehyun-ssi, sudah siap??” tanya salah satu staff begitu mengetuk pintu kamarnya.

“Ne, aku sudah siap.”

Syutingpun dimulai, Chaehyun langsung masuk kembali kedalam kamarnya diikuti seorang cameramen untuk mengambil dompet serta kacamata kamuflasenya. Ia berjalan keluar gedung apartment menuju sebuah supermarket yang letaknya hanya dua blok dari apartment. Sesampainya di dalam, ia langsung mengambil sebuah trolly dan mendorongnya menuju tempat-tempat yang menjajakkan semua yang diperlukannya. Setelah merasa semua yang dibutuhkannya sudah lengkap ia segera membayarnya di kasir dan pulang kembali ke dorm sambil menenteng dua kantong belanjaan ukuran sedang.

Sambil bernyanyi riang, Chaehyun langsung masuk kedalam dapur dan bersiap untuk masak. Setelah selesai, ia langsung mengambil peralatan lainnya dan bersiap pergi begitu Jonghun menelpon bahwa ia sudah sampai di stasiun. Ia berjalan keluar menuju halte bus yang terletak tak jauh dari apartment sambil mengendong sebuah ransel ukuran lumayan besar dan sebuah tas berisi makanan di tangan kanannya. Setelah lumayan lama menunggu akhirnya bus yang ia tunggu datang juga. Tanpa basa-basi ia langsung masuk dan memilih untuk duduk di bangku paling belakang.

Di stasiun, Jonghun yang sudah tiba terlebih dahulu langsung memesan dua buah tiket kereta untuk mereka berdua, setelah itu membeli sebuah kopi hangat di mesin penjual kopi. Tepat pada saat ia baru mengambil kopinya, Chaehyun datang menghampirinya. Jonghun tersenyum manis.

*_*

“Mwoya!? Kenapa jadi aku???” Taemin menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk, bingung, sementara kedua orang yang ada dihadapannya itu kini mentapnya dengan pandangan memohon.

“Aigoo~ Lee Taemin-ssi, kumohon, tolong bantu kami. Sudah tak ada jalan lain lagi, hanya kau yang kini bisa membantu kami,” Hyesun, si astrada menatapnya dengan pandangan memelas, bahkan Han sajangnim pun ikutan memelas padanya.

“Kumohon Taemin-ssi. Sudah tak ada waktu lagi. Kumohon bantulah kami…” Han sajangnim kali ini berlutut dihadapannya, Hyesun pun tak mau kalah, ia juga ikut berlutut dihadapan Taemin. Mau tak mau iapun menuruti permintaan mereka.

Syuting dimulai…
Semua member sudah siap di posisinya masing-masing, dan tanpa sepengetahuan mereka Taemin, yang pada awalnya datang hanya untuk bertemu Eunhyuk untuk mengembalikan CD yang dulu sempat ia pinjam untuk latihan Dance, kini telah menjelma menjadi sesosok Yeoja cantik. Rambutnya yang seperti mangkok ditutupi oleh wig hitam panjang, kaos serta celana jeans bolong-bolongnya telah berganti dengan dress tanpa lengan berwana kuning gading, dan sepatu Kets kesayangannya pun kini berganti menjadi sepatu sepatu kanvas wanita. Perlahan-lahan Taemin keluar dari persembunyiannya dan berjalan menuju taman berumput, dimana Siwon sedang direkam partnya.

“Lha?? Taemin??” pekik mereka semua kaget. Taemin cuma bisa senyum-senyum geje sambil nahan malu. Mereka semua langsung melirik Han dan Hyesun dengan tatapan meminta penjelasan.

“Eh..” Hyesun menggaruk-garuk lehernya yang sebenarnya tak gatal sama sekali, lalu melemparkan pandangan kepada Han sajangnim.

“Err… Minhae, model wanitanya mendadak masuk rumah sakit, berhubung tak ada pengganti, jadi terpaksa Taemin-ssi yang menggantikannya..”

Dan… Setelah melewati berbagai pembicaraan dan penjelasan serta alasan (?), akhirnya syutingpun dimulai, dengan catatan wajah Taemin tak akan di tampilkan d MV. Karena selain semua orang akan menyadarinya, Taemin juga tak mau semua orang melihatnya dalam dandanan seperti ini *Author: tapi bukannya udah biasa yah min?? #PLAKK*

Part 1: Siwon..


Syuting berjalan lancar, walau pada saat adegan ia mengikat tali sepatu Taemin yang terlepas, Siwon setengah mati berusaha menahan dirinya agar tak tertawa, dan hasilnya malah jadi tersenyum kikuk. Tapi namanya juga ACTOR, ia bisa memperlihatkan senyum seperti orang yang salah tingkah. *puji terus suami saia… kkk~**dirajam reader*

Part 2: Wookie..

Semua berjalan dengan lancar. Wookie hanya beracting seolah menunggu sosok gadis yang disukainya dan berusaha menarik perhatiannya dengan mencuci mobil VW kodok kuningnya. Sedangkan Taemin tak muncul sama sekali pada part itu.

Part 3: Donghae..

Donghae beracting seolah sedang menunggu sosok yang disukainya di lapangan basket indoor sambil sesekali memainkan bola basket di tangannya sambil menyunggingkan senyuman manis nan tulusnya *senyuman yang bikin author jatuh cinta >//< **CURCOL!!*. lalu mengeluarkan setangkai mawar merah dari dalam tasnya dan berlatih untuk menyatakan persaannya pada sang yeoja.
Tak lama dari balik pintu yang ada d pojok ruangan, Taemin yang berdandan menjadi seorang yeoja, perlahan membuka pintu. Donghae langsung bangkit dari duduknya dan berputar kearah sang Yeoja.

“CUT!!” pekik Han sajangnim. Seketika Donghae langsung tertawa terpingkal-pingkal, sambil menahan perutnya yang sakit. Teamin yang keki langsung kabur ke tempat selanjutnya.

Part 4: Kyuhyun+Leeteuk+Heechul+Shindong

Leeteuk terus saja meotret semua hal yang berhubungan dengan “LOVE”, hingga akhirnya bertemu dengan Kyuhyun yang asik menempelkan potongan kertas yang membentuk sebuah lambang HATI di tembok dan segera meminta ijin untuk memotretnya.

Di tempat lain Heechul asik menuliskan sesuatu di atas sebuah kertas ucapan berlambang hati, hingga akhirnya Leeteuk datang dan meminta ijin untuk memotretnya.

Setelah dari tempat Heechul, ia berjalan menghampiri Shindong yang sedang asik bertepuk tangan kegirangan karena telah berhasil merangkai PUZZLE berlambang hati. Dan lagi-lagi Leeteuk memotretnya.

“Oke… Cut!! Bagus!! Pindah Lokasi..” Pekik Hyesun lewat Toa, mewakili Han sajangnim yang mengani lokasi satunya.

Part 5: Sungmin

Dengan langkah hati-hati sambil sesekali melompat-lompat kecil, Sungmi berjalan menuju Keyboard lalu mulai memainkan sebuah nada sambil bernyanyi, tak lama dari arah tangga, *lagi-lagi* Taemin muncul, turun dari atas tangga, menghampiri Sungmin yang *lagi-lagi* wajahnya tak di syut.

“CUT!!! Pindah lokasi!!” Han sajangnim segera pergi meninggalkan ruangan disusul beberapa kru yang mulai membenahi peralatan. Sungmin menatap Taemin takjub.

“Taeminnie.. Neomu yeppoda!!” Sungmin mencubit pipi Taemin gemas. Sementara yang dicubit pipinya langsung menggembungkan wajahnya kesal, dan langsung kabur entah kemana.

Part 6: Yesung (1)…

Yesung sudah siap dengan balon-balon dan tumpukkan pesawat kertas di tangannya yang siap dibagikan kepada anak-anak yang ada di sekitarnya. Dengan sabar ia membagikan pesawat kertas tersebut kepada anak-anak.

“CUT!! Scene berikutnya!!!” pekik Han Sajangnim.
Hening…
“Scene berikutnya! Mana Taemin??” tanya Han sajangnim pada Hyesun yang dibalas gelengan darinya, tanda tak tahu.
“Cepat cari!” Hyesun mengangguk lalu langsung berlari keluar untuk mencari Taemin. Nihil. Ia tetap tak ditemukan.

Di tempat lain…

Taemin dengan segera merapihkan dandanannya dan membersihkan alat make-up nya di tenda yang tadi di pakai sebagai ruang ganti member super junior lainnya. Mau tak mau, dengan sangat terpaksa ia harus segera membersihkannya dan pergi dari sana tanpa pamit karena 5 menit lagi ia harus sudah sampai di apartment untuk belajar karena besok ia masih harus ujian, dan Hyung-hyungnya yang lain pasti akan marah jika sampai sesore ini ia tidak ada dirumah.

“Ah, Hyung, Noona.. Mianhae, aku harus segera pergi…” gumamnya sambil memebersihkan sisa make up yang masih ada di wajahnya. Tepat pada saat ia akan mau keluar, Binwoo datang sambil menenteng sebuah keranjang makanan.

“Ah, Taeminnie? Kau ada disini juga??” Taemin mengangguk kecil sambil tersenyum ramah. Namuntiba-tiba saja terlintassebuah ide di kepalanya. Dengan sigap ia langsung menyuruh Binwoo untuk mengganti pakaian dengan dress yang tadi ia kenakan di sebuah ruangan tertutup yang ada di dalam tenda tersebut, lalu mulai mendandaninya. Walaupun Taemin adalah seorang namja, tapi bisa dibilang ia sangat mahir dalam hal ‘make-up’ (_ _”). Binwoo yang tak tau apa-apa cuma bisa diam dan pasrah dengan perlakuan hoobae-nya itu. Setelah dirasa sempurna, Taemin langsung pamit keluar, meninggalkan Binwoo yang cengo’ seorang diri.

“Taemin-ssi???” Hyesun menepuk bahu Binwoo yang duduk membelakanginya. Binwoo menoleh.
“Ah, Binwoo-ssi?? Mana Tae..” Hyesun memperhatikan Binwoo dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan seksama. Persis seperti dandanan Taemin tadi.
“Ah, tak penting! Sekarang kau ikut aku!!” ia langsung menyeret Binwoo yang masih cengo’ untuk ikut dengannya.

“Sajangnim. Aku tak menemukan Taemin-ssi, tapi.. Aku menemukan penggantinya!”

Part 6: Yesung (2)

Dengan senyum super bahagia, Yesung menjulurkan sebuah cincin yang terikat oleh beberapa balon kearah Yeoja yang kini berdiri manis dihadapannya. Tak seperti pada part-part sebelumnya, part kali ini wajah Yeoja-nya agak sedikit terlihat walau tak begitu jelas.

“CUT!! PERFECTO!!!” Han sajangnim tersenyum puas. Seluruh kru mulai membereskan perlengkapan untuk pindah ke tempat selanjutnya. Tanpa aba-aba, Yesung langsung menarik tangan kiri Binwoo dan langsung menyelipkan cicin tsb ke jari manisnya.

Part 7: Eunhyuk, CLOSING..

Eunhyuk meliuk-liukkan tubuh dan memamerkan keahlian DANCE-nya di depan camera video, seolah sedang menyatakan persaannya dengan caranya sendiri.

Setelah selesai mengambil partnya, kamera mulai merekam adegan dima Leeteuk tersenyun dan tertawa sambil memperlihatkan hasil bidikan kameranya pada yeoja-nya, Heechul yang memberikan sebuah kartu berisi ucapan CINTA kepada pasangannya, Shindong yang menunjukkan persaannya dengan menyusun sebuah rangkaian puzzle serta Ryeowook dan Kyuhyun yang masing-masing membentangkan tangannya yang ditujukan kepada orang yang disayanginya.

“CUT!! Bungkus!!!!!!!!!” Han sajangnim tersenyum puas. Semua member langsung berkumpul dan menghampirinya.
“Perfect!! Besok adalah syuting terakhir, kuharap kalian siap.” Semaunya menagngguk paham.

“Ah, tapi miahae, Kyuhyun-ssi. Tapi, kenapa sepertinya hanya kau yang berwajah masam ya??” Hyesun memandang Kyuhyun penasaran, sementara yang ditanya hanya bisa tersenyum kecut. bagaimana tak kecut?? Karena sepanjuang syuting MOODnya masih belum kembali dan msih kepikiran tentang PSP-nya!

*_*

Seminggu kemudian…

“Arghh… Akhirnya selesai juga penderitaan kita!!!!!!!!!!”pekik Eunmi riang begitu pengawas ujian sudah keluar dari ruangan dan bell pertanda pulang pun mulai berkumandang. Diliriknya Hyerin yang kini tengah membenamkan kepalanya di atas meja, sementara Hyunjae mulai membereskan barang-barangnya kedalam tas.

“Ya! Hyerin-ah. Ayo kita rayakan!” pekiknya riang. Hyerin mendongak sekilas lalu kembali membenamkan kepalanya di atas meja.
“Omo~” Kau pucat sekali Hyerin-ah!!” pekiknya histeris sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hyerin yang terasa hangat.
“Omo~ Mau aku antar pulang??” tatapnya khawatir. Hyerin menggeleng.

Drrt… Drrtt… Ponsel Eunmi yang sedri tadi ia gengngam bergetar keras. Telpon masuk.

“Ne, Eomma. Arraseo. Aku akan segera kesana. Ne, annyeong.”
PIPP…
Telpon terputus. Eunmi membuang nafas berat. “Mianhae Hyerin-ah, aku harus cepat pulang. Annyeong~” katanya sebelum keluar dari kelas dan dibalas lambaian tangan dari Hyerin, sekenanya.

Eunmi berlari keluar gedung sekolah terburu-buru, karena Eommanya sudah menunggu di dalam mobil. Namun karena mengkhawatirkan keadaan Hyerin, ia langsung menghubungi seseorang lewat ponselnya, sebelum akhirnya meninggalkan sekolah.

“Argh…” Hyerin meremas perutnya yang terasa sakit. Ditatapnya sekeliling, kelas sudah kosong, hanya tinggal dirinya seorang diri. Dengan langkah gontai ia keluar dari kelas.

Di lorong lain…

Hyunjae berjalan tertatih-tatih sambil memegangi dada kirinya yang terasa sakit. Kakinya seolah tak mampu lagi menopang bobot tubuhnya yang mulai melemas dan tak tahan menhan rasa sakit yang menerjang.
“Argh..” Hyunjae mengelurkan ponsel dari saku blazer dan menekannya asal sebelum akhirnya ia jatuh pingsan.

TBC……

Tunggu next part yo…

Mianhae kalo misalkan part ini kepanjangan dan GAJE gimana gitu…
Mianhae..
*BOW*

Kritik n sarannya yo~

~mRs.cHoiLee

Iklan

23 thoughts on ““Merry Me” ~Part: 8

  1. akhr na klwar jga..
    S’sju ma yg d atas , q dgh lma nnggu prt ne..
    Part slnjtna jgn lma ea…
    Ckckckckck…
    Qren koq crta na mkin mnrik..

  2. Yoenda… Aku dtg u komen <– berasa komenku dinanti
    Hahaha….

    Ohmaigat!!
    Kyu… kirain dia itu pusing krn Chaehyun,
    ternyata krn PSP #GUBRAKK

    Taeminie… Emg cantik jd cewek.. kkk~~~

    Lanjutannya gak pake lama ya… #Maksa

      1. Ternyata komenku dinanti Yoenda..
        Senengnya bener2 berasa mo terbang..
        *untung aja dah di pegangin ma Minnie & hyuk
        Hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s