~Still Merry Me~ ePs: 8

Anyyeong yeorobeun~~
Kali ini author cepatt updatenya..
Hoho
😛

Eiia,, di part kali ini, n beberapa part kedepan aka nada kembali penambahan cast..
Hoho,, jdii,, silakan menikmati,, *bow*

DON’T B SILENT READER PLEASE!!!!!
Dimohon dengan sangat ituuu komentarnya…
Ok.. Ok???

ahh iyyyaa,,, DONT BASHING
OKAY
🙂

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIATISM!!

  • Cast: masih kea kmren.. SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

————o0o————-o0o————-

Part 8!!

“Kumohon jangan pergi,” ucap Donghae sambil mendekap erat tubuh kekasihnya itu, erat, seolah tak akan pernah rela untuk melepaskannya. Hyunjae hanya bisa tersenyum samar mendengar perkataan kekasihnya itu. Jujur, di dalam hatinya yang terdalam, ia pun tak ingin pergi. Andai saja ia bisa. Perlahan ia melepaskan dekapan kekasihnya itu, Donghae langsung menatapnya dengan tatapan tak rela.
“Kalau begitu, biar aku yang mengantarkanmu ke bandara.” Hyunjae menggeleng, lalu tersenyum lembut.

“Andwaeyo, Oppa. Besok sudah waktunya kalian konser, hari ini kau kan masih harus rahersal untuk persiapan. Jika kau mengantarkanku ke bandara besok, bisa-bisa kau malah tak bisa ikut konser. Kau mau? ” Donghae mengangguk sambil memasang wajah polos layaknya anak kecil. Hyunjae menjitak kepala Donghae pelan.

“Aishhh.. Sakit, jagy!” Donghae menggembungkan pipi. Kesal. Hyunjae malah terkikik geli melihatnya.

“Ya! Kau ini, nanti kan kita masih bisa bertemu. Seperti tidak akan pernah bertemu lagi saja, kau ini,” Mendengar perkataan Hyunjae barusan, Donghae terdiam. Tatapannya berubah menjadi sendu. Entah mengapa, sesuatu mengganjal dalam hatinya. Tapi apa??
“Hahaha. Sudahlah. Aku janji deh, nanti saat SM TOWN di LA aku akan berada di bangku paling depan!” Donghae hanya bisa tersenyum datar menanggapinya.

“Janji ya?” ia menyodorkan jari kelingkingnya kehadapan Hyunjae. Hyunjae terkikik geli melihatnya, lalu mengangguk dan kemudian mengamit jari kelingking Donghae sambil tersenyum.

“Janji!”

^0^

“Ne, hyung. Arraseo,”
“…”
“Ne. Aku? Ah, kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal, besok juga aku hanya ada filming untuk acara FBG bersama yang lainnya,”
“….”
“Ne. Ne. Arraseoyo, hyung. Dia juga kan adikku.”
“…”
“Ne, annyeong.”

BIIPP. Jonghun menghela nafas panjang, lalu menatap wajah yodongsaeng semata wayangnya yang sedang duduk menyandar di tempat tidur. Hyerin. Sejak bangun tidur sampai hari beranjak siang sepeti saat ini, perutnya baru terisi 2 sendok bubur, itupun hasil paksaan dirinya. Perlahan ia berjalan mendekat, lalu duduk di sampingnya.

“Hyerin-ah. Sudahlah. Jangan seperti ini,” ia mengelus-elus kepala Hyerin, sayang. Hyerin masih diam. Tatapannya lurus kedepan. Jonghun mendesah.
“Ya! KUMOHON JANGAN BEGINI!!!” bentaknya. Hyerin tersentak. Jonghun menarik wajah Hyerin dengan kedua tangannya dan menatapnya lekat. “KAU KIRA HANYA KAU YANG KEHILANGAN EOMMA, HUH?? HANYA KAU YANG SEDIH DENGAN KEADAAN JONGMI!!???” Hyerin diam.
“ TIDAK! KAU SALAH!!! KAMI JUGA KEHILANGAN!!”
“ KAU KIRA KAMI TIDAK SEDIH MELIHAT JONGMI YANG MASIH TERBARING LEMAH DI RUMAH SAKIT!!??” Hyerin masih diam.
“KAMI JUGA SEDIH!!”
“ASAL KAU TAU! SETIAP HARI, LEETEUK HYUNG, AKU, MINHO, CHAEYOUNG, DAN BAHKAN HYUNJAE! SECARA BERGANTIAN MENUNGGUI JONGMI DI RS. PADAHAL KAU TAU? MEREKA SEMUA SIBUK! TAPI, MEREKA SELALU MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MENJAGA JONGMI SECARA BERGANTIAN.” Hyerin terdunduk. Jonghun memijat kepalanya yang terasa sedikit pening karena terus berteriak-teriak.
“Kau tau? Kami semua bertambah sedih saat melihat keadaanmu yang sudah seperti mayat hidup ini, dongsaeng-ah,” tambahnya, namun kali ini tidak ada lagi suara bentakan atau teriakan seperti sebelumnya. Intonasinya kembali seperti semula. Hyerin mendongak, menatap Jonghun yang masih duduk di sempingnya dengan tatapan nanar.

“Oppa..” Jonghun menoleh. “Mianhae..” Hyerin langsung memeluk tubuh Jonghun erat dan langsung menumpahkan semua air matanya yang selama ini ia pendam sendirian. Jonghun terpaku. Lalu tersenyum dan membalas pelukkan adiknya itu sambil sesekali mengelus dan menepuk-nepuk bahunya pelan.

“Gwenchana.. Gwenchana..”

“Mianhae.. Mianhae..” ucapnya sambil sesenggukkan.

KRINGGG… KRINGGG…
Telepon rumah mereka bordering keras. Jonghun langsung melepaskan pelukkan mereka lalu segera berlari kebawah untuk mengangkatnya. Hyerin yang penasaran langsung mengikuti langkah Jonghun sampai kebawah.

“Yobsaeyo,”
“…”
“Ne. Ini kediaman keluarga Park Joongsoo.”
“…”
“Dari RS?”
“….”
“MWO!!!!????”

^0^

“Selamat datang, Mrs. Shelina Kang,” sambut seorang pria setengah baya begitu melihat sesosok wanita yang sedari tadi sudah dinanti kehadirannya kini tengah berdiri di depan sebuah papan billboard yang memasang foto anak didik perusahaan mereka.
“Tuan Park sudah menanti anda di ruangannya. Mari,” ucapnya ramah, lalu mempersilakan wanita itu untuk mengikuti langkahnya sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu kaca berukuran besar di lantai 4.

Tokk.. Tokk..

Pria itu langsung mebuka kedua sisi pintunya begitu terdengar seseorang mempersilakan mereka masuk dari dalam. Tanpa basa-basi, mereka langsung masuk kedalam ruangan besar bergaya klasik tsb.

“Tuan Park, mrs. Shelina Kang sudah tiba,” ucap pria tsb.Park JinYoung bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri mereka.

“Senang akhirnya kami dapat bertemu denganmu, mrs. Kang,” ujarnya ramah sambil mengulurkan tangannya.

Wanita itu tersenyum samar, lalu membalas jabatan tangannya. “Langsung saja. Aku ingin semuanya berjalan sesuai rencana.”

^0^

Begitu selesai memarkirkan mobilnya di basement RS int Seoul, Hyerin langsung keluar dari mobil dan berlari memasuki gedung rumah sakit, semenntara Jonghun yang baru sadar adiknya it sudah berlari keluar meninggalkannya langsung menyusulnya dari belakang.
Langkahnya langsung terhenti begitu melihat seorang dokter baru saja keluar dari dalam sebuah kamar perawatan. Di tatapnya dokter yang diketahui dari papan nama yang dipajang di jas dokternya bernama dr. Jang itu, dengan tatapan cemas. Jonghun yang baru saja tiba langsung berdiri sigap di belakang Hyerin.

“Ba.. Bagaimana keadaannya, uisa?”

“Kalian keluarganya?”

“Aku ibunya!” jelas Hyerin gemas, karena dokter itu tidak menjawab pertanyaannya.

“Anak anda.. Dia..”

^0^

Hari ini adalah hari pertama diselenggarakannya SM TOWN LIVE CONCERT di Korea. Sejak pagi-pagi buta, kesibukan sudah terlihat dimana-mana. Tak hanya pihak panitia, tapi juga semua artis yang bernaung dibawah bendera SM.

“Jagy, mianhae aku tak bisa mengantarmu,” sesal Donghae di telpon begitu ada jeda istirahat sebentar di sela-sela kesibukannya. Kyuhyun yang kebetukan sedang duduk disamping Donghae hanya bisa tersenyum penuh arti.

“Ya! Oppa, gwencahana.. Aku kan sudah berkali-kali mengatakannya kepadamu,” ujar Hyunjae gemas, di seberang telpon.

“Tapi…” belum sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, ponselnya langsung direbut Kyuhyun dan dia langsung me-loadsepeaker-nya sehingga hampir semua orang yang ada diruangan itu dapat mendengarkan ucapan mereka.

“Ya, dongsaeng-ah! Hati-hati di jalan ya! Mian Oppa tak bisa mengantarmu.”

“Gwencahana Oppa! Tenang saja. Semua akan baik-baik saja!”

“Arraseo! Sudah sana! Berangkat! Nanti kau ketinggalan pesawat! Kau kan ikut penerbangan pagi, bukan?”

“Ne~~~ Arraseo!! Oppa… Jagy.. Bawel!! Bye!”

BIPP.

Donghae menghela nafas. Kyuhyun malah terkikik geli melihat ekspresi hyungnya yang seperti anak di tinggal ibunya itu.
“Ya, hyung. tenang saja! Semua akan baik-baik saja. Dia kan kesana biar cepat lulus. Nanti juga kalian akan bertemu lagi kan?” ucapnya sambil menyerahkan ponsel hitam itu ketangan Donghae.
‘Semoga saja begtu,’ ucapnya dalam hati. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang mengganjal.

Sementara itu, ditempat lain, Hyunjae menatap layar ponsel yang memajang foto dirinya dan Donghae yang diambil saat mereka ke Mokpo, lalu menarik nafas berat. Dilihatnya pak Jung yang sedang sibuk memasukkan barang-barang bawaannya ke dalam bagasi mobil. setelah yakin tak ada satupun barangnya yang tertinggal, ia langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai pak Jung dan segera berangkat menuju Incheon.
Sepanjang jalan, ia hanya bisa terdiam dan memilih untuk melihat keluar jendela, mencoba menikmati pemandangan kota Seoul yang entah kapan dapat ia nikmati kembali.
Keberangkatannya kali ini tak seperti keberangkatannya yang sebelumnya. Ia berangkat sendirian. Tidak seperti 3 tahun lalu yang ditemani ibu dan onnienya, dan diantarkan oleh ayahnya –jangankan mengantar, ia bahkan hanya berpamitan pada mereka lewat telpon karena kemarin kedua orang tuanya itu secara tiba-tiba berangkat ke Hokkaido karena ada urusan keluarga- sementara Kyuhyun dan Donghae juga sedang sibuk dengan acara concert mereka yang akan dimulai beberapa jam lagi.

Hari ini entah mengapa, perjalanan Seoul-Incheon yang biasanya cukup memakan waktu sekitar 2 jam kini malah memakan waktu sekitar 3,5 jam, yang mau tak mau membuat Hyunjae kalang-kabut karena ketinggalan pesawat. Alhasil Jung ahjussie terpaksa membantunya untuk mencarikan pesawat pengganti karena mau tak mau ia harus berangkat ke LA hari ini juga karena lusa ia ada tugas yang harus segera dikumpulkan.

“Pesawatnya berangkat setengah jam lagi. Tapi, mianhae Agassi, hanya tersisa bangku ekonomi.”

^0^

“Park JinYoung sunbaenim~~~” sapa seorang gadis berperawakkan genit, layaknya gadis-gadis pada umumnya begitu melihat bos yang sudah dianggap kakak olehnya itu berdiri tak jauh dari tempatnya. *biar gga ribet dsingkat aj jd YP ya :P*
JYP menoleh, lalu tersenyum begitu meilhat salah satu anak asuhannya itu kini berjalan kearahnya.
“Annyeonghasaeyo~”

“Ah, Youngeun-ah. Annyeong. Kau tetap ceria seperti biasanya.”

“Hehehe” Youngeun terkekeh. Namun belum sempat ia mengatakan sesuatu, ia melihat sesosok wanita perpenampilan high class berjalan mendekat kerah mereka. ‘eh?? Itukan??’

JYP menoleh, lalu tersenyum. Wanita itu juga tersenyum, tapi bukan kearahnya, melainkan..

“Eomma??” Youngeun langsung menutup bibirnya rapat-rapat. JYP yang mendengarnya hanya bisa tersenyum.

“Annyeong. Shin YoungEun.”

^0^

Pesawat sudah lepas landas sejak sepuluh menit yang lalu. Perjalanan panjang yang sangat melelahkan menuju LA terpaksa di lewati Hyunjae di bangku kelas Ekonomi. Sejujurnya ia tak masalah mau duduk di kelas manapun. Hanya saja, untuk perjalanan sejauh itu ia tak dapat membayangkan bagaimana ia nanti.

Sementara itu, concert SM TOWN sudah dimulai sejak 3 jam yang lalu. Concert yang berjalan selama kurang lebih 5 jam itu berlangsung dengan sangat meriah. Semua berjalan sesuai rencana. Tanpa insiden sedikitpun.
BoA baru saja turun dari terowongan panggung utama yang ada di paling depan. Itu tandanya bagian Kyuhyun dan Chaehyun untuk tampil sudah tiba.

Intro dari lagu One year later mulai mengalun lembut, dengan segera Chaehyun melangkah keluar dengan mengenakan gaun berwarna putih tanpa lengan diatas lutut, dari baling panggung sambil menyanyikan bagiannya.

  • “Hanchameul ggumeul ggun geot gata
    Handongan hemego hemeta
    Machi yaksogirado handout
    Naekyejeoreul,, keoseulleo keu Nacheoreom
    maju seoineun uri..

    keu ddae uriga sseonaeryeogadeon
    areumdaweodeon iyagi..
    keu ddae uriga.. gidohaesseodeon yeonwon hajadeon yaksokdeul
    hanashik ddeollalda nauigaseumi
    keyondaji mothalgeol algie
    nesaenkage ggukgguk chamasseo
    neoui il nyeoneun ddo.. eoddaesseoni..”

  • Tak lama, dari arah kiri panggung, seorang pria bertuksedo putih keluar dari bawah panggung. Menatap lembut kearah yeoja yang berdiri jauh dari pandangannya.

  • “hanchameul ijeun chae saraji
    Handongan kawaenchanh deut haesseo
    Hajiman shigani heureumyeon ggaedara gagoisseo
    Neo obshineun andwoedaneun geol~
    Keu ddae uriga jogeuman eoreunseowodeoramyeon
    Keu ddae uriga micheo molladeon jigeumeul aradeoramyeon
    Ggeuchi obneun huhwoeman.. dwoe nwoeidaga igyeonael
    Jashini obseoseo
    Keu got majeo ggukgguk chamaseo
    Keureohge il ryeoni heullawasseo”
  • Perlahan-lahan, langkah mereka mendekat satu sama lain. Bertatapan, namun masih menjaga jarak.

  • “”Hoksi neodo nae mam geteulgga~”

    “Dashi han beonman gihwoereul jugeni”

    “Ijen ara jeoldaero urineun
    Heeojil su ebseo,, saranghago ddo saranghaneun hansaram~~~~”

  • langkah mereka saling mendekat. Perlahan Kyuhyun mengenggam sebelah tangan Chaehyun, sementara tangan yang lainnya memegang mic. Ditatapnya dalam kedalam mata Chaehyun yang cerah. Membuat riuh rendah para penonton yang hadir semakin tak terelakkan.

    “AAAAAAAAAAAA~~~” pekik Chaehyun. Lengkingan suara tinggi Chaehyun menggema keseluruh stadium. Membuktikan kwalitas vocalnya yang memang prima, dan tak salah jika ia ditunjuk sebagai ‘main vocal’ di grupnya.

  • “Uri johadon cheoeom keu ddaero dashi toragasseumyeon hae”

    “ Areumdawogo”/“Areumdawogo~~”
    “Haengbokhaaseodeon”/ “Haengbokhaaseodeon”
    “sarangieodeon naldeuro”

    “Gaseum apeun yaegideul, Heotdwoen datumdeul”

    “ ijen modu damudeo dugo
    Dashin ggeonaeji malgiro hae”

    “Kyejeori ddo heullo”/“myeotyeoni jinado”

    “Oneul gadeun mamman”

    “dashin obge”

  • Mereka berdua tersenyum, menatap satu sama lainnya, lalu berbalik, membungkuk kearah penonton tanpa melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain, kemudian menghilang pergi kebawah panggung.

    Setelah sampai di bawah panggung, Chaehyun dan Kyuhyun masih belum melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain, sampai akhirnya Heechul datang dan menatap mereka dengan tatapan aneh.

    “YA! Tidak usah pamer kemesraan segala dihadapanku seperti itu!” cibirnya sebelum pergi melewati mereka. “Bikin iri saja!”
    Chaehyun dan Kyuhyun saling berpandangan, lalu tertawa geli.

    ^0^

    “Appa!!!” pekik sebuah suara begitu Seluruh personil super Junior sudah kembali dari panggung,berjalan menuju waiting room mereka setelah concert berakhir.
    “Appa!!!” pekik suara itu lagi. Dahi Shindong berkenyit. Setahunya diantara mereka semua yang sudah menikah dan memiliki seorang anak hanya Leader mereka. Leeteuk. Diliriknya Leeteuk yang masih berdiri mematung di depan pintu masuk room, sementara personil lainnya sudah masuk kedalam. Penasaran. Ia langsung menghampirinya.

    “Omo!” pekiknya, tak percaya. Kontan membuat semua personil lainnya langsung ikut-ikutan keluar melihat.

    “J.. Jongmi-ah!? JONGMI!!!???”

    “Appa!!!!”

    Leeteuk tersenyum. Ia berlari menghampiri bocah kecil yang di kepalanya masih dililit perban, dan mengangkatnya dari sebuah dorongan bayi yang dibawa oleh Jonghun, adik iparnya. Senyumnya kembali mengembang begitu melihat sosok wanita yang teramat dicintainya kini berdiri di balik punggung Jonghun

    “Jongmi-ya.. Anakku.. Kau sehat nak?”
    “Hyerin-ah.. Yeobo.. Kau sadar! Terima kasih tuhan!!”

    ^0^

    YoungEun, atau lebih tepatnya Shin YoungEun, member sekaligus sub vocal dari salah satu girlband ternama di Korea Selatan. Super Girl. Menatap bingung sosok wanita yang kini duduk berhadapan dengannya. Ia meletakkan garpu dan pisau yang sedari tadi ia gunakan keatas piring, tanda bahwa ia telah selesai makan.
    Wanita ia mendelik, lalu mengelap bibirnya yang dilapisi lipstick berwarna merah maroon dangan serbet yang telah disediakan di samping piring.

    “Untuk apa eomma kemari?” tanyanya, to the point. Wanita itu malah tersenyum, lalu meneguk sedikit air dari dalam gelas Kristal yang ada di hadapannya.

    “Apa aku tak boleh menjenguk putriku sendiri?” ia menatap YoungEun dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan. YoungEun menarik nafas pasrah. Ibunya ini memang sulit ditebak. Ia sendiri bingung, kenapa istri ayahnya ini tiba-tiba saja datang jauh-jauh dari Paris dengan alasan yang baginya terlalu di buat-buat. ‘untuk menjenguk putrinya sendiri’ katanya?
    Sepertinya tidak mungkin! Tapi, untuk apa dia sampai datang ke kantor segala? Dan bahkan sepertinya ia juga sudah mengenal JYP. Ia kembali menatap wajah ‘istri ayahnya’ itu, lalu tersenyum datar.

    “Tenang saja YoungEun-ah. Eomma disini untuk membantumu,” dahi YounEun berkenyit. Untuk membantuku? Apa maksudnya??

    ^0^

    Hyunjae kembali memijit-mijit dahinya yang terasa pening. Sesekali ia memanggir pramugari yang bertugas untuk membawakannya segelas air.

    “Thank’s,” ucapnya begitu salah seorang pramugari memberikannya segelas air hangat sesuai keinginannya. Pramugari itu mengangguk.

    “Silakan panggil saya kembali jika anda membutuhkan sesuatu,” katanya, ramah, sebelum akhirnya undur diri dari hadapan Hyunjae.

    Dipandanginya segelas air hangat yang kini ada di genggamannya. Perlahan ia mengangkat gelas tersebut dan mendekatkan bibir gelas ke bibirnya. Belum sempat ia meneguknya gels tersebut malah terlepas dari genggamannya. Sebuah guncangan hebat terjadi di kabin pesawat.

    “Keadaan darurat. Dimohon untuk mengencangkan sabuk pengaman anda,” ucap pilot dari arah pengeras suara. Para penumpang yang panic segera kembali ke tempat duduknya masing-masing lalu segera mengencangkan sabuk pengaman mereka masing-masing, termasuk Hyunjae. Tak lama setelah pengumuman tsb, sebuah guncangan kembali terjadi, namun kali ini kebih kencang. Lampu diseluruh kabin pesawat berkedip-kedip. Aura panas, dan sesak mulai menyelimuti kabin. Sepertinya kadar Oksigen yang ada mulai menipis. Dari atas kabin alat pembantu pernafasan mulai bermunculan. Dengan segera seluruh penumpang menariknya dan mulai bernafas dengan bantuan alat tsb.

    BRAKKKKKKK!!

    DUARRRRRRRRR

    “ARGHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

    ^0^

    saking lelahnya mereka semua, begitu sampai di apartment mereka semua –baik itu penghuni lantai 11 ataupun 12- berkumpul di lantai 12, karena mereka ingat lantai 11 kemarin dipakai oleh para menejer dan asistennya, jadi kemungkinan masih berantakan. Shindong yang sedari tadi memang sudah menahan kantuk langsung masuk kedalam kamar, diikuti eunhyuk. Heechul yang sudah kebelet langsung masuk kedalam kamar mandi. Ryeowook malah masuk kedalam dapur untuk memasak ramyeon, dibantu Sungmin, lantaran Kyuhyun, Donghae, Siwon, dan Yesung terus-terusan merengek kelaparan seperti anak kecil.
    Selagi menunggu makanan jadi, Donghae memilih untuk masuk ke kamarnya untuk ganti baju, sementara yang lainnya memilih untuk duduk manis, menunggu makanan matang di ruang TV sambil menonton.

    “Diberitakan. Sebuah pesawat Korean Airways dengan nomor penerbangan 1005, tujuan Seoul-Los Angeles, beberapa saat yang lalu dikabarkan mengalami kecelakaan…”

    Mendengar berita tsb, kontan perasaan Donghae berubah tak enak. Dengan segera ia berlari kembali ke ruang tv setelah memakai kaos santainya. Ia langsung merebut remote tv yang ada di tangan Siwon lalu membesarkan volumenya dan segera mendengarnya dengan seksama.

    “Ya, Donghae-ya. Kenapa kau?” Yesung menatap Donghae yang memasang tampang serius, bingung. Siwon hanya bisa angkat bahu begitu Yesung beralih meliriknya.

    ”Pesawat berisikan 674 orang penumpang ini dikabarkan mengalami kerusakan mesin saat menghadapi badai.…”

    Donghae menatap layar tv dengan tatapan nanar. Dadanya berdegub kencang. Perasaannya kini campur aduk.

    ”Dikabarkan sampai saat ini pesawat tsb pbelum diketemukan. Hanya beberapa serpihan dari bangkai pesawat saja yang di temukan mengapung di dareah perairan Inggris….”

    “Ya, hyung. Jangan-jangan kau berfikir Hyunjae ada di pesawat itu?” tanya Kyuhyun, meyakinkan. Donghae menoleh, lalu mengangguk pelan. Kyuhyun berdecak kecil, sementara member yang lain kini berkumpul disekitar mereka dan menatap mereka dengan tatapan bingung.

    Kyuhyun tertawa. Donghae dan yang lainnya menatapnya bingung.
    “Hyung.. Hyung.. Mana mungkin! Ia berangkat ke LA dengan Thai Airlines, kemarin aku sendiri yang memesankannya. Jadi tidak mungkin jika ia salah satu dari npenumpang tsb.”

    “Jincha?” Kyuhyun mengangguk yakin. Semua bernafas lega. Namun dalam hatinya, perasaan Donghae masih tak enak. Entah mengapa, ia sangat yakin jika sesuatu sedang terjadi pada kekasihnya itu.

    ^0^

    Semalaman Donghae tak bisa tidur. Alhasil sebuah lingkaran hitam kini menghiasi sekitar matanya. Siwon dan Yesung yang tidur di kamarnya langsung terkejut begitu melihat rupa Donghae yang berantakan. Ryeowook dan yang lainnyapun hanya bisa menatapnya sambil menahan tawa saat mereka semua berkumpul untuk sarapan di ruang tv.

    “Jangan bilang kau semalan tak tidur?” Heechul menatap Donghae penuh selidik. Donghae hanya diam, hanya memandangi roti bakar jatah sarapannya tanpa menyentuhnya. Kyuhyun mendesah. Dikeluarkannya ponsel miliknya dari dalam saku celana. Lalu mulai menghubungi seseorang.

    “Yobsaeyo?”
    “…”
    “Ne, Jung ahjussie. Aku hanya mau memastikan, apa kemarin semua lancar?”
    “…”
    “Ne?? bisa kau ulangi??” ucap Kyuhyun suara bergetar. Seluruh member melirik kearahnya, ingin tahu.
    “…”
    “MWO!!!??”
    “…”

    BLETAKKK
    Ponsel Kyuhyun terlepas dari genggamannya. Ia terduduk. Wajahanya berubah pucat. Donghae yang dududk di sampingnya langsung memungut ponsel Kyuhyun. Begitu dilihat sambungan telponnya belum terputus ia langsung mengangkatnya.

    “Wae gurae, ahjussie?”
    “…”
    “…..” Donghae diam. Suaranya tercekat. Dadanya berdegub tak karuan. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

    “Waeyo??” Siwon menatap mereka berdua, penasaran, disertai tatapan member yang lainnya.
    Donghae tertunduk lemas. Belum sempat ia berkata apa-apa, mendadak pandangannya kabur. Tubuhnya seperti terombang-ambing. Dan kemudian semua terasa gelap baginya.

    BRUGGGG

    “DONGHAE!!!!!!!!!!!!!!!”

    >>TBC

    Gimana”??
    Pendek?
    EMANG!! Hahaha sengaja!
    Biar bikin penasaran 😛

    Jgan lupa komentar yahh.. part 9, insyallah kalo gda halangan dlm pembuatannya bakal di publish taun depan
    #PLAKKK!!
    *reader: KLAMAAN!!
    Author: ye,, 6 hari lagi juga ud termasuk taun depan tau!
    :P*

    Jangan lupa untuk ninggalin COMMENT
    Atau kalo buat yg OL d hp,, silakan mention aq jay a di @yoendaELF
    Atau di fb jg bole,, kkk~

    Annyeong~~

    Iklan

    21 thoughts on “~Still Merry Me~ ePs: 8

        1. jeongmal gomawo nae author..
          udh bersedia menyembuhkan anakku..
          wlwpun sbgai gnti’y
          nae eomma be die..
          aigo~
          –”
          EOMMA SARANGHAE….. X'(

    1. baah…..
      tragis’y……….
      i’m sorry to hear that, yun……….
      hohoho

      dah hae’y wat w…
      #hihihi

    2. hiiii,. Slm kenal,. New reader in here ^^
      Hmmm rada pusing liat castnya scara banyak yah n lngsung baca dr part 8 ==”,. Hehehe
      Critanya bgs, ga kbayang apa yg tjadi slanjutnya, smg happy ending smuaa ^^
      Hmmm mw baca part 1nya aaaah biar ngerti,. Hehehe

    3. makin cmplcted mkin pnsran’mkin seru, mkin bnyak mslah!!
      Bru sneng jongmi smbuh, skrng…
      Ckckckck
      Lnjut unni..
      Pnsaran akut..
      Ksian hae oppa…

    4. +keren nun
      lanjot nun,,,
      jgn” hyunjae,,,
      huuuwaaaahh penasaran lanjutan ny nun,,

      noonaaaaaaaaaaaaa~~
      jgn lama” ye,,, hehhe

    5. tenang eon, ak pke hp ini bisa komen ko^^
      itu maksud ahjumma2 ke korea ngapain?
      Sampe anak.a sndri aja curiga…
      Trus ahjumma itu cma ibu tiri.a?
      Ak kra dokter telpon jongmi knpa2 tau.a udh sembuh #kaget
      gimana nasib hyunjae?

    6. dr td komen gagal mulu..bikin emosi..hufh..
      Makin seru ffnya..aku sampe lupa mw komen apa..sinyalnya error..

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s