~Still Merry Me~ eps. 10

Anyyeonghasaeyo yeorobeun~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Long time no see!! >.<
Missing me??? #plakk
Mianhae”.. jeongmal mianhae.. *nyanyi sorry” answer* kemaren author UAS,, berhubung materinya berat banget,, seberat pretty asmara *ditampol* jdi aq mohon H.I.A.T.U.S sbentar.. *niatnya* eh malah jadi hampir sebulan gini.. hohoho #plakk
Tp emg kbtulan UASnya juga ru beres jum’at kmren,, tinggal nunggu KHS ja ni,, doakan LULUS semua yaa,,biar dapet IP gede.. huhu… *mohon doa’nyaaaaaa…* dan searang author malah kena FLU (__ ____”) #curcol

Okayyy,, daripada kepanjangan dengerin cerita author yg tak berkesudahannn,,, mending yook dilanjutt ^0^v

READERS …
DON’T B SILENT READER PLEASE!!!!!
Dimohon dengan sangat ituuu komentarnya…
Ok.. Ok???

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIATISM!!

  • Cast: SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

——STILL MERRY ME ‘Part: 10’——

Chaehyun terus saja berlari tak tentu arah, meninggalkan Yesung, Ryeowook, Chaeyoung dan Binwoo yang berlari mengikutinya dari belakang, hingga akhirnya mereka berempat kehilangan jejaknya.

“Yaampunnnnnn…. Chaehyun eonni kok larinya cepet banget sih!?” keluh Binwoo sambil memegangi perutnya yang mulai terasa sakit karena berlari. Yesung mengangguk, dan akhirnya karena lelah mereka berempatpun memutuskan untuk berhenti mengejarnya dan memilih untuk istirahat disalah bangku anak tangga yang tak jauh dari mereka.

“Dikasih makan apa sih dia sampe cepet gitu larinya? Bahkan sama aku saja yang pria bisa kehilangan jejaknya!?” Ryeowook geleng-geleng kepala tak percaya bahwa dirinya telah dikalahkan oleh seorang yeoja.

“Entah. Tapi memang kalian tak tahu ya? Chaehyun itu kan kalau tidak salah waktu masih smp dulu dia salah satu pemegang record lari tercepat di sekolahnya!” Binwoo, Yesung dan Ryeowook langsung menatap Chaeyoung dengan tatapan tak percaya. Chaeyoung yang sadar ditatap seperti itu langsung mengangguk yakin.

“Tahu dari mana?” Yesung melayangkan tatapan tak percayanya yang langsung diamini oleh Ryeowook dan Binwoo.

“Dulu aku sempat jadi sunbaenya di smp.”

“MWO???”

^0^

*Chaehyun POV*

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

Aku menolehkan kepalaku, menatap silau kepada sebuah kendaraan yang kini melaju cepat tepat kearahku. Tubuhku lemas, seolah tak sanggup untuk menghindar. Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku. Jika ini memang jalanku, aku pasrah.

Hening…
Hangat…

‘Perasaan apa ini? Apa aku sudah mati? apa aku sudah berada di surga sekarang?? Tapii.. hmmpphhh’ aku menghirup kuat sebuah aroma yang saat ini menelisik masuk melalui sela-sela lubang hidungku. Emporio White Cologne. Mwo?? Chamkanman.. apa di surga aromanya seperti ini?? Setahuku.. satu-satunya orang yang kukenal sering memakai aroma ini adalah…….’
Perlahan kubuka kedua mataku. Gelap. Berarti benar aku sudah mati! tapi bukankah jika aku sudah mati seharusnya serba putih? Dag.. Dig..Dug… kurasakan sebuah detakan tepat di gendang telingaku. ‘Omona! Ini bukan surga! Aku masih hidup! Dan aku..’ perlahan aku memberanikan diriku untuk mendongak, mencari tahu siapa yang tengan mendekap tubuhku dalam dekapan hangat ini. Deg. Sepasang mata kini menatapku dengan tatapan lembutnya.

“Gwenchana?” tanyanya cemas. Aku terpaku. Tubuhku membeku. Oh tuhan,, kenapa dia selalu ada disaat yang kubutuhkan?

^0^

“Igeo,” ia menyerahkan salah satu kaleng kopi yang baru saja dibelinya dari mesin penjual minuman yang tak jauh dari taman padaku, lalu duduk di bangku kosong yang ada disamping tempatku duduk. Ia membuka kaleng kopi miliknya perlahan dan meneguk isinya perlahan sambil memandang lurus kedepan. Aku tersenyum lemah lalu mengikutinya membuka kaleng kopi yang tadi diberikannya dan meneguk isinya.

“Go.. Gomawo,” ucapku lirih tanpa berani memandang wajahnya. Kudengar ia menghela nafas berat. Tak berkata apapun. Akhirnya kuberanikan diri untuk menatapnya dan mengucapkannya sekali lagi.
“Gomawo. Gomawoyo, Jonghun Oppa,” kali ini dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Jonghun hanya diam, namun sebuah senyuman jelas terlihat terukir dibibirnya.

“Gwen-cha-na-yo,” ia mengacak rambutku pelan. Deg. Perasan ini lagi. Omona~ perlahan, tanpa sepenglihatannya aku memegang dada kiriku yang kini berdebar begitu hebatnya, dan langsung menarik kembali tanganku saat Jonghun Oppa kembali menatapku.
“Wae guraeyo?” ia mengangkat sebelah alisnya,bingung, begitu menyadari aku yang mulai salah tingkah.

“Annieyo. Hanya masih sedikit shock dengan peristiwa tadi,” kilahku, cepat. Jonghun mengangguk paham lalu kembali menyesap kopinya.

“Sebenarnya ada apa? Kenapa sampai hampir tertabrak begitu??”

“Ha? Ah…” Damn! Harus jawab apa aku?? Come on Chaehyun! Ppali.. Ppali!! Ayo berfikir cepat!!
“Oh,, aku hanya sedikit melamun sepertinya, tadi.” Bisa kurasakan Jonghun langsung melayangkan sebuah tatapan aneh padaku begitu aku menjelaskan alasan yang kurasakan memang ‘babo’ itu, tapi yah apa daya? Hanya itu yang sempat terfikirkan olehku saat ini. Otakku sedang konslet akibat kejadian di teater tadi!! Rrrr~

“Oh.. Tapi. Sebenarnya tadi kau tak salah juga,” ucapnya sambil kembali mengarahkan pandangannya lurus kedepan, kearah kotak pasir dan perosotan berada.

“M-maksudmu?” aku menatapnya dengan tatapan bingung. Jonghun Oppa berdehem sebentar. Dari raut wajahnya jelas sekali jika ia sedang berfikir.

*FLASHBACK*
*Jonghun POV*

“Ya! Jaejin-ah, kenapa kau terlambat sekali!??” pekik Hongki begitu melihat Jaejin si bassis berlari-lari menghampiri kami berempat yang tengah duduk di salah satu meja café di bagian outdoor.

“Ah, mianhae hyung, dongsaeng-ah, tadi di jalan aku bertemu dengan Jungshin, jadi kami mengobrol sebentar, hehe,” ia memasang tampang bersalah sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang kuyakini tak gatal, kemudian duduk disamping Seunghyun yang masih kosong.

“Mau pesan apa, hyung?” tanya Minhwan, sopan.

“Ah,, kau baik sekali, cukup coklat panas dan waffle blueberry saja, Minhan-ah,” jawab Jaejin sambil tersenyum girang.s

“Annimnida, kebetulan aku dari tadi bingung mau pesan apa, jadi aku mau menyamakannya denganmu. He,” ucapnya dengan wajah tanpa dosa. Kkk~ dasar magnae!

Entah sudah berapa lama kami makan sambil berbincang santai di café ini sampai akhirnya aku memandang kearah jalan, dan sebuah sosok menarik perhatianku. Sosok gadis yang sepertinya aku kenal. Ia berlari melewat kafe ini menuju seberang jalan. Awalnya aku hanya diam mengamatinya, namun begitu melihat dari arah lain sebuah mobil mewah yang semula berjalan dangan kecepatan biasa dan jaraknya masih jauh dari zebracroos tiba-tiba saja mengubah kecepatannya menjadi maksimal begitu lampu mulai menyala merah dan gadis itu berlari menyebrangi jalan.
Entah dorongan dari mana, tiba-tiba saja aku langsung berdiri meloncati pagar pembatas kafe yang tingginya hanya seukuran pinggang dan berlari kearahnya.

“HYUNG!!!!!”/”JONGHUN-AH!!!!!!!!” pekik mereka berempat bersamaan begitu melihatku secara tiba-tiba melompat dan berlari meninggalkan mereka semua.

Aku terus berlari menuju tengah jalan sambil sesekali melihat kearah mobil yang kini tinggal 3 meter lagi jaraknya dari gadis yang malah berdiri mematung dan seolah telah kehilangan kesadarannya itu. Aku semakin mempercepat kecepatan berlariku, begitu jarak antara kami sudah semakin dekat, aku langsung menarik sebelah tanganya agar menjauh sekuat tenaga, dan tanpa sadar membawanya dalam dekapanku. Humphh… Aku menghela nafas lega begitu sadar bahwa aku telah berhasil menyelamatkannya. Sementara mobil itu? Ia sudah melesat pergi, menghilang entah kemana.

‘Hampir saja!’

*FLASHBACK END*
*Jonghun POV end*

“Begitu ceritanya,” jelasnya panjang lebar. Aku hanya mengangguk paham.
“Tapi, sepertinya ada sesuatu yang janggal disitu.”

“Maksudnya?” lagi-lagi aku bertanya.

“Iya. Coba kau fikir. Mobil itu sejak awal kuperhatikan dalam kecepatan standart, bahkan saat lampu hijau atau kuning sekalipun. Dan saat lampu mulai merah, mobil itupun sudah mulai memperlambat kecepatannya, tepi begitu kau berlari ketengah, mobil itu seolah dengan sengaja menambah kecepatannya menjadi penuh.”

“MWO!!??” pekikku tak percaya. “Jincha??”

Jonghun mengangguk mantap. “Tapi.. Mollayo, itu hanya opiniku saja.” Mendengar perkataanya yang mencoba menenangkanku barusan justru malah membuatku semakin berfikir. Sepertinya tidak seperti itu.

^0^

*Author POV*

“Haishhhh,,, Yong-ah, sudahlah. Sudah berapa kali kukatakan, jangan terus berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini!” Siwon mangacak-acak rambutnya frustasi dengan sebelah tangannya sementara tangan yang satunya sibuk memegai ponsel yang ia tempelkan di telinganya, sementara anggota tubuh lainnya –kakiknya- sibuk mengayuh alat –sepeda- olahraga.

“Sulit Wonnie-ah. Bagaimanapun aku yakin bahwa Hyunnie masih hidup,” balas seseorang diseberang telepon. Siwon menghela nafas berat. Entah sudah berapa ratus kali ia menjelaskan hal ini kepada sepupunya itu, dan entah sudah berapa kali juga sepupu tersayanngnya itu membalas dengan kata-kata yang sama.

“Pulanglah. Ahjumma sangat mengkhawatirkan keadaanmu,” ucapnya dengan nada memohon. Orang yang diseberang telepon hanya bisa menghela nafas berat. Siwon menggelang-gelengkan kepalanya frustasi. Entah harus dengan cara apa lagi ia harus membujuk sepupunya itu. Donghae yang kebetulan baru keluar dari kamarnya untuk menonton tv diruang tengah, tempat dimana tv dan alat olahraga itu berada, langsung menatapanya dengan tatapan bingung. Tapi ia tak mau ambil pusing dan segera duduk di sofa sambil sesekali sibuk memindahkan channel dengan remote yang ada di tangannya.

“Jebal, Yong-ah, pulanglah. Aku prihatin melihat kondisi ibumu yang seperti itu. Ia kesepian. Ia sangat merindukanmu,” kali ini nada Siwon lebih melunak. Donghae yang terlihat seolah tak mau ambil pusing diam-diam tetap memasang telinganya untuk mendengarkan.

“Nanti. Belum saatnya,” jawabnya lalu memutuskan hubungan. Siwon yang belum sempat bicara langsung menatap lirih ponsel canggihnya itu sambil menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan aktivitasnya kemabali. Berolahraga.

“Waeyo?” tanya Donghae tiba-tiba. Siwon –tak lupa dengan gesturenya- langsung menatap balik Donghae yang menatapnya dengan tatapan ingin tahu.

“Annieyo. Hanya ada sedikit.. masalah hati?”

Sementara itu ditempat lain….

Seorang pria menatap nanar ponsel flip miliknya yang masih tersambung hubungan internasional dengan seseorang itu. Ia menghela nafas berat lalu kembali meletakkannya di samping telinga setelah tadi hanya ia gengam tanpa mau menggubris ucapan seseorang yang tengah membicarakan sesuatu padanya diseberang telepon.

“Jebal, Yong-ah, pulanglah. Aku prihatin melihat kondisi ibumu yang seperti itu. Ia kesepian. Ia sangat merindukanmu,” ucap seseorang diseberang dengan nada sedikit lebih lunak. Ia menarik nafas berat. Eomma. Ia juga sangat merindukan ibunya itu.

“Nanti. Belum saatnya,” jawabnya pada akhirnya sebelum akhirnya memutuskan hubungan dan memasukkan kembali ponselnya itu kedalam saku celana. Ia memejamkan kedua matanya dan merentangkan kedua tangannya ke udara, mencoba menikmati angin pantai dan suara deburan ombak laut sore yang menenangkan jiwanya.
Perlahan ia membuka kedua matanya dan menyunggingkan sebuah senyuman kecil disudut bibirnya. Suara deburan ombak dan riak-riak kecil di pinggir pantai Thanet seolah telah berhasil menghipnotis dan menghilangkan kegundahan hatinya.

Digulungnya celana panjang yang ia gunakan hingga betis dan dilepas lalu ditentengnya sepangan sepatu yang sedari tadi ia kenaka sebegai alas kakinya. Perlahan tetapi pasti ia melangkah, berjalan menyusuri pesisir pantai indah di selatan Inggris itu sambil sesekali menendang-dengdang air yang menjadi riak di bibir pantai yang ia lewati.

“AUWCH!!!” pekiknya, kesakitan, saat tak sengaja menginjak sebuah benda yang ia kira kumpulan ganggang laut, karena warnanya yang hitam. Ia menunduk mengambil benda yang ternyata adalah sebuah benda berbahan lapisan alumunium itu. Dahinya berkenyit. Bingung.

“Ige mwoya??” ia melemparkan pandangannya kesekeliling. Pantai itu sepi. Hanya ada dirinya dan beberapa orang yang sepertinya penduduk local yang tengah berbincang lumayan jauh dari tempatnya berada. Saat ia baru akan kembali melangkah pergi setelah mengembalikan benda tsb ketempatnya semula, matanya tak sengaja menangkap sebuah benda, seperti tubuh manusia yang terletak disamping batu besar dekat bibir pantai. Dahinya kembali berkenyit namun secara pasti ia berlari mendekat untuk memastikan.

“Omona~” pekiknya, ia lalu membalik tubuh seorang gadis berambut panjang yang kini dalam keadaan tak sadarkan diri itu. Deg.. Deg.. Deg. . entah mengapa ia merasa jantungnya berdetak begitu cepat begitu ia menyibak rambut gadis itu untuk melihat wajahnya. Ia langsung mearik tangannya yang mulai bergetar hebat ketika melihat wajah gadis itu.

“Seohyunnie~” ucapnya lirih. “Seohyunnie!!!!” pekiknya tak percaya, sambil menepuk-nepuk wajah gadis itu agar sadar lalu menarik pergelangan tanga kirinya, memastikan bahwa gadis itu masih hidup. Matanya langsung terbelalak, dan segera menggotong tubuh gadis itu lalu dengan secepat mungkin ia mengendarai ferari kuning miliknya menuju rumah sakit terdekat.

“Bertahanlah, Seohyunnie. Aku akan menyelamatkanmu,” gumamnya sambil sesekali melirik kesamping bangku kemudi, memandangi wajah gadis yang baru saja ia temukan dalam keadaan kritis dipinggir pantai itu.

^0^

“Ya!!! Apa yang kau lakukan!!!” pekik Kyuhyun sebal begitu pementasan telah berakhir dan kini mereka semua sudah kembali kebelakang panggung.

“Ah, mianhae Oppa-ya. Jeongmal mianhae, aku hanya mengikuti perintah sutradara,” jawab Yongeun sambil memasang wajah tanpa dosanya. Jujur saja dalam hati Kyuhyun ia ingin sekali mendamprat gadis yang berdiri daihadapannya ini kalau saja Shin sajjangnim tidak tiba-tiba muncul dihadapan mereka sambil memasang wajah puasnya.

“Wah! Daebak! Penampilan kalian tadi sangat bagus sekali! Pertahankan!” pujinya sambil menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dan Yongeun bergantian lalu berlalu pergi. Kyuhyun hanya bisa mendesah hebat lalu kembali keruang ganti meninggalkan Yongeunyang masih berdiri ditempatnya semula. Sebuah senyuman lebar atau lebih tepatnya sebuah seringaian tersungging di bibirnya kini.

“Hancurlah kau SEO CHAEHYUN!”

^0^

“Yeobo-ya. Kenapa kau?” Leeteuk meletakkan susu hangat yang baru saja dibuatnya keatas meja lalu duduk disamping tubuh istrinya yang saat ini mematung sambil memegangi ponsel dengan sebelah tangannya, dan memandangnya dengan tatapan heran. Hyerin diam, tak menggubris ucapan suaminya itu.

“Jadi? Appa tetap tidak akan pulang sampai kasusnya selesai?” Leeteuk hanya bisa memandangi wajah istrinya yang sedang sibuk menelpon itu dengan tatapan ingin tahu. Hyerin menghela nafas berat.

“Arraseo. Ne, annyeonghi jummusaeyo, Appa.” Hyerin tertunduk lesu setelah melemparkan ponselnya itu sembarangan.

“Waeyo?” Hyerin mendelik, lalu kembali menghela nafas.

“Appa. Dia masih gigih menyelidiki kasus tentang kecelakaan eomma waktu itu. Dia bilang ia akan sekuat tenaga membuktikan bahwa kecelakaan itu bukan karena kesalahan eomma,” ia menatap wajah suaminya itu sambil sesekali merapihkan poni suaminya yang acak-acakan. Leeteuk tersenyum samar.

“Ah, iya. Igeo,” ia menyerahkan segelas susu hangat yang ia buat tadi pada Hyerin. “Aku buatkan susu hangat. Kasihan, kau sepertinya belakangan ini kurang menjaga kesehatan karena terlalu lelah.” Hyerin tersenyum, lalu mengambil alih gelas berisi susu hangat dari tangan suaminya itu kemudian menghabiskannya dalam sekejap. Leeteuk yang melihatnya langsung tersenyum geli.

“Ya! Ya! Kau ini suka atau memang haus?” ledeknya.

“Suka sekaligus haus!” Hyerin merong. Leeteuk yang sudah kepalang gemas dengan tingkah istrinya itu langsung mengelitiki perut Hyerin dan membuatnya kegelian setengah mati.

“Ya! Geli! Yeobo-ya.. Ampunn~~~” Hyerin memohon sambil memegangi tangan Leeteuk agar menjauh dari perutnya.

“Shireo!”

Cklekkk

“Ehemmmmmmmmm…” Leeteuk langsung menghentikan aktivitasnya sementara Hyerin langsung membenahi penampilannya yang mulai berantakkan karena kejadian tadi begitu melihat ada dua pasang mata yang kini menatap mereka yang salah tingkah.

“Ya, kalau mau bermesraan. Ke kamar sana,” goda Minho sementara Chaehyoung yang juga baru sampai dan berdiri disampingnya mati-matian menahan senyum.

“OPPA!!!”

^0^

“Hyunnie-ya… Bertahanlah! Jebal!!” ujar seorang pria sambil menggenggam erat tangan gadis yang tadi ia temui di pantai itu, dengan penuh kasih sayang. Hening, tak ada jawaban, yang ada hanya suara pendeteksi detak jantung yang terpasang disamping tempat tidur dikamar rawat gadis itu.

“Hyunnie-ya, jebal. Sadarlah~” ia semakin memegang erat tangan gadis itu.

Tokk.. Tokkk..

Ia menoleh. Seorang pria setengah baya berpakaian ala dokter berdiri diambang pintu, memberinya tanda agar ia menghampirinya diluar.

“Hyunnie-ah. Chankanman. Jangan kemana-mana, oke? Aku akan kembali,” bisiknya lalu menegcup kening gadis itu lembut sebelum ia keluar menghampiri dokter itu.

“Mr. Jung Yonghwa?” tanya dokter itu dengan bahasa Inggris begitu Yonghwa sudah berdiri dihadapannya. Yonghwa mengangguk mengiyakan.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Keadaannya sangat kritis. Ia mengalami hypothermia yang sangat berat,” dokter itu menatap Yonghwa dengan tatapan penuh selidik.

“Entahlah. Aku juga bingung, dokter. Tadi sore aku menemukannya dalam keadaan seperti itu dibibir pantai.”

“Begitukah?” tatapnya masih tak percaya. Yonghwa mengangguk yakin. “Lalu apa hubungan anda dengan gadis itu?”

Deg. Tiba-tiba saja ia seperti tersadar akan sesuatu. Gadis itu? Siapa gadis itu sebenarnya? Ia tahu betul bahwa ia sama sekali tak mengenalnya, tapi entah mengapa saat ia berada disampingnya ia merasa bahwa gadis itu adalah Seohyun. Kekasihnya, sekaligus calon istrinya…. Yang sudah meninggal.

“Mr. Jung?” panggil dokter itu lagi.

“AH? Oh,” ia bingung. Harus jawab apa dia? “Dia.. dia tunanganku. Seohyun.”

>>TBC<<<
~mrs.ChoiLee~

Huwaaaaaaaaaaa~~ akhirnya beres juga part 10!!!
Setelah perjuangan selama 5 jam.. kkk~
So~ tolong hargain ya usaha author ini.. 

LEAVE UR COMMENT PLEASE!
Bagi yang susah komen lewat WP,, silakan mention aja k twitter q –> @yoendaELF

Iklan

11 thoughts on “~Still Merry Me~ eps. 10

  1. onn~
    kurang panjang dikit XD
    wooo muncul yonghwa disini rupanya..
    waa, jonghun my guardian angel *didamprat segera*
    lanjutkan onn, ga pake lama *mulai neh*

    1. sengaja.. biar penasaran #plakk
      kkk~

      wha,, emg dy ‘guardian angel’-ny eon kok .. kkk~ 😛
      minta d dmprt ma chaehyun ap eonnie, saeng?

      haha

      part 11 tyang hari selasa ya,,
      mulai sekarang mu eon jdwal deh,, SMM terbit tiap selasa
      hoho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s