~Still Merry Me~ part: 11

Seperti janjiku kemarin,, mulai sekarang SMM aku jadwal terbit setiap hari selasa.
Berhubung waktu pas polling byk yang minta SMM sampe 13 part, ini aku kabulin,, akhirnya setelah pusing-pusing meres otak mpe kepala cenat-cenut #plakk, akhirnya part 11 beres juga, dan 2 part kedepan adalah last part.
Diharap dengan sangat bagi para readers yang udah baca untuk ninggalin jejak.
Kalau ada pertanyaan kritik atau saran silahkan di komentar saja, insylah bakal author tamping.
N kalau mungkin agak susah untuk komentar di wp, silakan mention aja ke @yoendaELF
Bagi yang mau follow juga silakan saja, tpi sebelumnya mention dlu klo mu di folback, soalnya twitku itu aga’ eror.
Oke yeorobeun? 😉

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIATISM!!

  • Cast: masih kea kmren.. SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

—part 11—

“Eonni-ya!!” pekik Binwoo keras begitu membuka pintu kamar Chaehyun sehingga membuat si empunya kamar yang masih asik bergelung dibawah selimut mau tak mau semakin membenamkan tubuhnya itu kedalam karena bising.
“Eonni… Eonni… Eonni….” Kali ini Binwoo sudah duduk diatas tempat tidur Chaehyun dan mengguncang-guncangkan tubuhnya dengan ganas. Tapi bukannya bangun, Chaehyun malah semakin menggelung tubuhnya kedalam selimut.
“Aish.. Eonni~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~” pekiknya dengan suara super nyaring.

“YA!!!” teriak Chaehyun galak. Binwoo tersentak. Diam. Pipinya langsung digembungkan, sebal.

“Habis… Dari tadi di panggil-panggil.. disautin.. di guncang-guncang.. diteriakkin.. ga mau bangun juga!” Chaehyun langsung menatapan magnaenya itu dengan tatapan ‘lucifer’ *ud kea key aja si Chaehyun 😛 #plakk*. Binwoo kembali bergidik ngeri, lalu menunduk takut. Eonninya yang satu ini bisa dibilang memang jarang sekali marah, tapi sekalinya marah bisa lebih mengerikan dibandingkan ‘Lucifer’ yang asli. *author dirajam Chaehyun*
Chaehyun diam. Perlahan ditariknya nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, ditarik lagi kemudiam dikeluarkan, terus saja diulang sampai akhirnya emosinya bisa terkontrol.

“Mianhae dongsaen-ah, aku mengantuk,” ucapnya dengan nada lirih begitu emosinya berhasil terkontrol. Binwoo menatap eonnienya itu dengan tatapan bingung, karena eonninya yang satu ini jarang sekali bangun kesiangan seperti ini, tepi begitu ada sebuah lingkaran hitam besar yang menhiasi mata eonninya itu layaknya mata panda ia baru mengangguk paham.

“Ne, gwenchana eonni, mianhae juga karena telah menggangu tidurmu. Aku tak tahu bahwa kau sangat mengantuk. Memangnya kau kemana saja eon? Semalam kami mengejarmu tapi kami kehilangan jejak. Bahkan Chaeyoung eonni juga sampai ikut menunggu kedatanganmu disini dan bersikeras akan tinggal sampai kau datang kalau saja Minho Oppa tidak menjemputnya untuk pulang,” jelasnya panjang lebar. Chaehyun menghela nafas berat. Pikirannya kembali kacau jika harus mengingat kejadian semalam.
“Eonni?” panggilnya hati-hati. “Sebenarnya kau pulang jam berapa semalam? Aku menunggumu sampai jam 1 tapi kau belum juga pulang.” Chaehyun melirik Binwoo dengan tatapan lelah. Lalu kembali menarik selimut dan merebahka dirinya diatas tempat tidur.

“Aku lelah. Aku butuh tidur,” ucapnya dengan mata terpejam. Binwoo cuma bisa mencibir tak jelas melihat kelakuan eonninya yang satu itu.

“Yaudah, selamat tidur~ Tapi jangan lupa eonni, hari ini jadwal kita dimulai jam 10, yang artinya 2 jam lagi, dan barusan menejer Oppa bilang ia sudah ada di jalan.” Ucapnya sebelum keluar dari kamar Chaehyun yang langsung dibalas erangan sebal Chaehyun.

^0^

Tokk.. Tookk..

Hening… tak ada jawaban.

Tokk.. Tokk…

Entah sudah berapa kali Hyerin mengetuk pintu dan berusaha membangunkan penghuni salah satu kamar yang ada di lantai bawah itu, tapi tak ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan dari dalamnya. Lelah. Akhirnya ia mencoba mengetuk pintu kamar yang ada di sebelah kamar itu.

Tokk.. Tokk.. Tookk..

Entah sudah berapa kali juga ia mengetuk dan berusaha membangunkan penghuni di kamar itu, tapi hasilnya sama saja dengan kamar yang ada disebelahnya.

“Oppa-ya~~ Jonghun Oppa~~ Irona.. Irona… Sudah siang. Bukankah kau bilang hari ini ada jadwalmu padat Oppa-ya? Irona.. Irona.. Ppali~” pekiknya sambil tetap menggedor kamar kakak sulungnya itu. Kreeekk. Bukannnya pintu kamar Jonghun yang terbuka, tapi malah pintu kamar sebelumnya yang ia ketuk. Minho keluar kamar dengan hanya memakai boxer berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Hyerin memandangi penampilan kakak keduanya itu dengan tatapan aneh. Tak biasanya seorang Choi Minho bisa bangun pagi, bahkan lebih pagi dari Jonghun yang biasanya bangun lebih pagi dari dirinya. Diliriknya kedalam kamar Minho yang pintunya lupa ditutup oleh si pemilik. Ia hanya bisa tersenyum penuh arti begitu melihat keadaan kamar yang acak-acakan itu, apa lagi setelah melihat pakaian eonni dan oppanya yang semalam ia lihat mereka kenakan saat baru sampai dirumah itu berserakan mengotori lantai.
“Ow.. Ow.. sepertinya ada pertempuran semalam,” batinnya sambil tersenyum gaje.

Kreekkk..

Pintu kamar Jonghun yang sedari tadi ia ketuk terbuka. Seorang pria berambut lumayan panjang muncul dari balik pintu hanya dengan menggunakan kimono tidur dan memperlihatkan wajah lelahnya.

“Waeyo?” tanyanya sambil mengacak-acak rambutnya asal dan sesekali menguap lebar hingga membuat Hyerin terpaksa menutup hidung menahan bau.

“Waeyo?” Hyerin mengangkat sebelah alinya, heran. “Oppa-ya, lihat, sudah jam 9. Kau mau tidur sampai kapan? Bukannya kau sendiri yang memintaku unyuk membangunkanmu jam 8? Tapi kau malah baru bangun jam 9!”

“Jeongmalyo?” Jonghun balik tanya dengan mata yang masih terkantuk-kantuk. Hyerin bingung sekaligus heran. Tak biasanya Oppanya yang satu ini sulit dibangunkan, terlebih ada lingkaran hitam yang ‘agak’ terlihat menghiasi kedua matanya.

“Aishhh,” Hyerin yang geram langsung nyelonong masuk kedalam kamar Jonghun, mengambil ipad milik Jonghun yang diletakkan di atas meja kecil samping tempat tidur dan memperlihatkan sesuatu pada Jonghun.

“Lihat! Hari ini kau ada jadwal syuting ‘OH MY SCHOOL’ jam 10! Dan sekarang lihat!” Hyerin meletakkan ipadnya sembarangan lalu mengambil sebuah jam weker berhiahkan chibi FT Island milik Jonghun kedepan wajahnya. “Sudah jam 9.05 OPPA!!!!!!!!!!!!!!” diteriaki begitu oleh Hyerin, kesadaran Jonghun langsung pulih 100%, dengan segera ia masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya. Sementara Hyerin hanya bisa mengelus dada mengahadapi semua cobaan ini (?).

“Waeyo? Pagi-pagi kok sudah berisik sekali sih?” tanya Minho sambil mengolesi rotinya dangan selai kacang begitu melihat Hyerin sudah duduk diantara mereka –Minho, Chaeyoung, dan Jongmi- dan langsung duduk disamping Jongmi yang sedang disuapi bubur oleh bibi Hwang.

“Iya. Ada apa, Hyerin-ah? Oh,ya, mana Teuki Oppa?” tanya Chaeyoung sambil menikmati jatah sarapannya. Hyerin angkat bahu.

“Teuki sudah berangkat pagi-pagi sekali, katanya hari ini ia, Donghae Oppa dan Siwon Oppa mau ke Thailand, syuting untuk CF baru katanya,” jelasnya yang langsung dibalas anggukkan Chaeyoung dan Minho.

“Hyerin-ah, tega sekali kau membangunkanku sesiang ini. Aku terlambat tau!” semprot Jonghun begitu keluar dari kamar dan langsung berlari ke meja makan untuk mengambil jatah sarapannya lalu berlari kedapur.

“Ye~ Sesuai janji aku sudah membangunkanmu sejak jam 8 PAGI tau! Eh, yang bangun malah Minho Oppa, padahal biasanya dia yang kebo,” Minho yang merasa namanya dibawa-bawa langsung menatap Hyerin dengan tatapan sangar. Hyerin merong. “jadi bukan salahku dong kalau Oppa yang telat bangunnya!” lanjutnya lagi begitu Jonghun keluar dari dalam dapur dan memasukkan beberapa makanan dan sebotol susu kedalam tasnya.

“Aishhh.. Yasudahlah. Semuanya.. Aku berangkat!!!!!!!!!!” serunya sambil berlari menuju garasi mobil dan pergi dari rumah. Min-Young-Rin cuma bisa geleng-geleng kepala melihatnya.

“Memang semalam Jong-hyung pulang jam berapa?” Hyerin bergumam, berusaha mengingat.

“Ah. Dia pulang jam 3 pagi! Tepat pada saat Teuki baru saja kubangunkan dengan bringas karena ia lupa packing!”

“MWO???”

^0^

“He???? Chaehyun-ah. Gwenchanayo??” teriak menejer Oppa, panic, begitu ia sampai di dorm MIINA dan melihat penampilan Chaehyun yang menyeramkan –rambut panjang acak-acakan menutupi wajahnya, lingkaran hitam menghiasi kedua matanya, ditambah gaun tidur terusan berwarna putih- membuatnya seolah bertemu dengan sadako *author kembali dirajam Chaehyun*. Chaehyun diam tak menjawab, yang ia lakukan hanya mengangguk pelan lalu masuk kedalam kamar mandi.

“Ya! Ya! Binwoo-ah. Ada apa dengan Chaehyun?” menejer Oppa langsung menarik Binwoo yang sudah rapih dan baru saja keluar dari dalam kamarnya, sambil menunjuk ke arah kamar mandi dan sesekali bergidik ngeri.

“Tak usah horror begitu ah, Oppa. Kau terlalu mendramatisir,” Binwoo tertawa geli melihat menejer yang selama ini selalu terlihat wibawanya itu telah kehilangan wibawanya.
“Ia hanya kurang tidur.”

^0^

Sesampainya di Thailand, Leeteuk, Siwon dan Donghae langsung disambut oleh teriakan ribuan ELF yang sengaja datang ke bandara untuk menyambut mereka. Setelah dengan susah payah akhirnya mereka sampai di hotel dan langsung bersiap menuju taman belakang hotel tempat mereka menginap yang dijadikan sebagai set syuting CF.

Setelah melakukan 3 kali re-take akhirnya sutradara meminta istirahat selama 30 menit karena ia merasa ada beberapa bagian yang perlu dirubah. Siwon yang merasa badannya lengket karena keringat memutuskan untuk kembali ke kamar untuk mandi sebentar, sementara Leeteuk dan Donghae memilih untuk tetap menunggu di sekitar set untuk sekedar menikmati pemandangan dari pada harus capek-capek kembali naik ke kamar hotel.

“Hi, Leeteuk Oppa, Donghae Oppa,” sapa Vannesa, model Thailand, yang sudah beberapa kali menjadi lawan main mereka di CF.

“Hi,” balas Leeteuk sambil tersenyum ramah, sementara Donghae hanya tersenyum tipis.

“Boleh aku duduk disini?” tanyanya basa-basi dan langsung mengambil tempat disamping Donghae. Donghae yang sudah tau maksud yeoja ini sebenarnya langsung pura-pura pamit ke toilet dan meninggalkan yeoja itu bersama Leeteuk.

“Leeteuk Oppa. Apa Donghae Oppa sudah punya pacar?” tanyanya pada Leeteuk begitu Donghae pergi.

“Sudah, Bahkan ia sudah melamar gadis itu sebagai istrinya,” jawab Leeteuk mantap, tanpa keraguan sedikitpun. Wajah gadis itu yang semula ceria mendadak muram. Ia langsung menggumam tak jelas. Begitu dilihatnya Siwon berjalan kearah mereka, ia langsung pamit pergi.

“Ada apa dengannya?” Siwon menunjuk Vanessa yang kini berjalan menjauh, dengan dagunya. Leeteuk mengendikkan bahu.

“Biasa. Donghae Fans,” Siwon memandang Leeteuk bingung, “Dia bertanya apa Donghae sudah punya pacar atau belum,” tambahnya. Siwon hanya mengangguk paham.

^0^

“Chaehyun-ah, nanti aku kembali lagi kemari setelah mengantar Binwoo ke MBC. Arro?”

“Ne, annyeong, Oppa, annyeong Binwoo,” balasnya sambil sedikit membungkuk kepada menejer dan juga magnaenya itu sebelum akhirnya mobil yang mereka tumpangi berlalu dan menghilang tanpa jejak. Dengan langkah malas ia memasuki bengunan sekolah yang menjadi tempat filming ‘Oh My School’ dimana ia menjadi salah satu tamu tetap yang menjadi pairing Minho. Begitu menginjakkan kakinya di dalam gedung ia langsung diseret oleh Cordy Go, stylist yang rupanya sudah sejak tadi menunggunya, yang langsung mendandaninya di ruang make up setelah ia berganti pakaian dengan seragan sekolah.

“Aigooya, kenapa hari ini bintang tamunya banyak yang punya mata panda?” dumelnya sambil sibuk menutupi mata panda Chaehyun dengan make up.

“Maksudmu eonni?”

“Tuh liat aja,” Coordy Go menunjuk seseorang yang baru saja keluar dari ruang ganti dengan dagunya. Mata Chaehyun membulat. “Jonghun-ssi. Dia juga punya mata panda. Tapi untungnya tak separah dirimu. Memangnya kau habis ngapain sih? Sampai kurang tidur seperti itu? Lihat, mata pandamu itu parah sekali. HOROR!” lanjutnya sambil bergidik ngeri. Chaehyun tak menggubris perkataannya sama sekali. Yang ia fikirkan saat ini adalah.. ‘kenapa Jonghun ada disini? Jadi pengganti siapa? Bukankah tadi aku melihat Hongki Oppa ada di set?’

^0^

Akibat salah satu ‘adegan’ yang melibatkan anatara Kyuhyun dan Youngeun di drama –yang tak disangka-sangka itu- membuat sebagian ELF menjadi gerah dengan Youngeun yang menurut mereka telah merebut Kyuhyun dari diri mereka dan dari Chaehyun. Karena ada desas-desus yang beredar bahwa Kyuhyun dan Chaehyun sudah putus karena Chaehyun terlihat keluar ruangan saat ‘adegan’ itu terjadi. Sementara sebagian ELF lainnya malah dengan senang hati menyambut dan mendukung Youngeun jika benar ia dan Kyuhyun memiliki hubungan khusus.

“Yah, aku rasa Kyuhyun Oppa masih lebih cocok jika bersama Youngeun Eonni, dari pada bersama si Chaehyun itu. Aku tak suka,” ujar salah seorang gadis yang sibuk berkerumun, menggosipkan sesuatu, di salah satu meja kafe. Dan tanpa mereka sadari ada orang yang mendengar pembicaraan mereka dari sudut lain.

“Yah, menurutku juga begitu,” ujar gadis berambut pendek. Seorang gadis berkacamata hitam dan mengenakan topi fedora di kepalanya langsung tersenyum mendengarnya.

“Tapi, aku tak suka dengan si Youngeun itu,,” seru salah satu diantara mereka. Senyum gadis itu mendadak menghilang. “Kesannya seperti wanita gampangan. Sejak awal aku tak suka. ”

“Ia betul!” tambah gadis yang lain yang juga duduk ditengah-tengah mereka. “Coba saja kalian ingat-ingat. Tiap kali ia ditanya tipe idealnya ia pasti menjawab ‘Kyuhyun Oppa’, ‘Kyuhyun Sunbaenim’, atau yang lebih parah ‘aku suka Kyuhyun sunbaenim. Aku ingin jadi pacarnya!’. Kalian ingat itu kan?” teman-temannya langsung mengangguk. “Terlihat menjijikan, karena ia memasang tampang ‘aegyo’-nya yang bahkan sangat bmembuatku MUAK!” tambahnya lagi, dan langsung diamini yang lain. Gadis bertopi fedora itu langsung panas. Tanganya terkepal kuat. Ingan sekali rasanya ia berdiri dan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri gerombolan gadis yang menjelek-jelekkan dirinya itu kalau saja sepasang tangan tak memegangi tangannya.

“Jika kau ingin rencana kita berjalan dengan sukses. Kau harus sabar,” ujar pria yang tak lain adalah Teppei itu sambil tersenyum penuh arti. Gadis itu mengerang tertahan.

“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Eomma?” tanyanya lalu menatap seorang wanita berpenampilan glamour yang dengan santainya meneguk kopi pesanannya.
Wanita itu menaruh kembali cangkir berisi kopi tersebut lalu mengelap pinggiran bibirnya dengan sapu tangan.

“Tenang. Permainan yang sesungguhnya akan segera dimulai,” ucapnya sambil memandang keluar jendela. Teppei yang mendengarnya menatapnya dengan pandangan khawatir, sementara Youngeun langsung tersenyum puas.

^0^

Filming oh my school sudah dimulai sejak 3 jam yang lalu. Jonghun yang Chaehyun kira menggantikan Hongki ternyata malah menggantikan posisi Minho sebagai pairingnya, karena Minho ada jadwal lain. Syuting berjalan dengan sangat lancar, bahkan sampai syuting selesai 4 jam kemudian. Di sela-sela waktu istirahat, Jonghun menyambangi Chaeyoung di kamar istirahatnya –yang juga kamar istirahat bagi host dan tamu wanita lainnya- dan langsung mengajaknya untuk berbicara di taman samping sekolah.

“Otte? Sudah merasa baikan sekarang? Mata pandamu jelas sekali,” godanya sambil menyunggingkan senyum tulusnya. Chaehyun mengangguk lalu tersenyum kecil.

“Nan gwenchana. Oppa sendiri, kenapa ada mata panda juga? Ikut-ikutan saja, TIDAK KREATIF!” Cahehyun merong.

“Ya! Ya! Sudah bisa membalas ucapanku sekarang, huh?” Jonghun memasang tampang sebal. Chaehyun malah tersenyum geli melihatnya. “Ya! Aku begini kan karena seseorang yang semalaman menjadikanku sebagai teman curhatnya di taman dan memaksa untuk mengantarkannya sampai dorm dengan selamat.”

“Mwoya!?? Enak saja! Aku tak pernah memaksa. Kau sendiri yang memintaku dan aku tak pernah memaksamu untuk mengantarku. Kau sendiri yang bilang ‘biar ku antar, tak baik seorang gadis pulang selarut ini sendirian’, nah itu semua siapa coba yang bilang? Masa aku?” Chaehyun tak terima dan langsung disambut tampang babo Jonghun. Chaehyun kembali tertawa geli melihatnya. Mau tak mau Jonghun ikut tertawa melihat Chaehyun tertawa.

“Nah, begini dong. Aku lebih suka kau tersenyum dan tertawa lepas dibanding kau yang merengut dan memasang wajah datar seperti orang babo seperti semalam,” Jonghun menatap Chaehyun, dalam. Chaehyun yang ditatap seperti itu langsung salah tingkah dan segera pamit kembali ke kamar, meinggalkan Jonghun yang masih duduk di tangga dekat taman. Jonghun terkekeh lalu tersenyum kecil sambil memandangi punggung Chaehyun yang mulai menghilang dari kejauhan.

“Susah bagiku untuk melupakanmu… Chaehyun-ah.”

^0^

DRRRRTTT….
DRRRTTTT….

Getaran hebat dari dalam saku celana Siwon mengalihkan perhatiannya dari pesta kecil yang diadakan produser sebagai tanda terima kasih karena syuting telah diselelsaikan dengan baik. Ia langsung pamit keluar begitu melihat nama sepupunya, Yonghwa, terpajang sabagai panggilan masuk pada layar ponselnya. Leeteuk yang merasa ada sesuatu yang tak beres, ikutan pamit keluar dan mencoba menguping pembicaraan Siwon dari balik tembok, sementara Donghae tetap di dalam.

“Ne, Yong-ah. Waeyo?”

“Hyung!! Aku menemukan Hyun!!”

“Mwo?” Siwon berkenyit heran. ‘Apa maksudnya?’ batinnya.

“Ne, hyung. Aku menemukan Hyunnie! Hyunnie masih hidup!”

“Mwo?? Hyunnie?? Seohyunie maksudmu??” tanya Siwon menegaskan. Dalam hati kebat-kebit. Ia bingung kenapa sepupunya itu bisa berkata sesuatu yang mustahil seperti itu?

“Ne. Seohyunnie. Seohyun. Calon istriku. Dia masih hidup hyung!!”

“Mwo??? Tomunieopta!! Mustahil!! Itu semua mustahil Yong-ah. Seohyunnie sudah mati! dia sudah meninggal! Bahakan kita berdua datang kepemakamannya dank au sendiri yang meletakkan bunga di atas tubuhnya saat peti akan dikubur! Neo micheoso!!?” Mendengar nada bicara Siwon yang mulai mengarah kearah serius yang menjurus kearah emosi Leeteuk semakin mempertajam pendengaran mereka.

“Anniyo. Aku benar-benar bertemu dengannya, hyung. dia Seohyun. Aku menemukannya di pantai. Dekat dengan potongan serpihan pesawat.”

“MWO!!!!??? Serpihan pesawat??!! Apa maksudmu Yong-ah?” mendengar kata ‘serpihan pesawat’ disebut-sebut oleh Siwon, Leeteuk langsung keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Siwon dan menyuruhnya untuk me-load speaker. Awalnya Siwon menolak karena semua ini adalah privacy-nya. Tapi Leeteuk tetap memaksa hingga akhirnya Siwon menyetujui perintahnya itu.

“Ne, hyung. Seohyun kutemukan tak sadarkan diri di pantai, dengan berbagai potongan serpihan pesawat disekitarnya. Sepertinya itu serpihan dari pesawat Korean Airways, karena aku melihat potongan striker pesawat itu di salah satu bagian.”

DEG. Mereka berdua saling berpandangan.

“Di.. Dimana posisimu sekarang, Yong-ah?” tanya Siwon dengan nada bergetar.

“Aku? Aku di…” TUTTTTTTTT… tiba-tiba saja sambungan telepon mereka terputus.

“Hallo?? Hallo?? Yong-ah!!?? Jung Yonghwa!!!!!!!!!!” pekik Siwon di telepon. Lalu balik menghubungi nomor ponsel sepupunya itu, namun nihil, ponselnya sudah tak aktif. Siwon mengecak-acak rambutnya frustasi.

“Siwon-ah. Jangan-jangan..”

“Ne, hyung. aku juga berfikran sama denganmu.”

“Sepupumu ada dimana sekarang?” Siwon menggeleng lemah.

“Aku tak tahu pasti hyung, dia ada dimana sekarang. Tapi yang aku tahu ia sedang di Inggris sekarang, mengasingkan diri, menenangkan diri karena shock setelah calon istrinya meninggal saat upacara pernikahan akan dilangsungkan.” Leetuk menepuk pundak Siwon pelan.

“Tak apa, yang pasti sekarang kita sudah menemukan titik terang. Jika itu benar serpihan dari pesawat Korean airways, berarti ada kemungkinan jika Hyunjae ikut hanyut dan terdampar disana. Kita harus mencari tahunya Siwon-ah. Kalau bisa kita meminta bantuan pada sepupumu itu untuk mencarinya.”
“Ah, ya, dan sebaiknya kita juga memberitahukan hal ini pada Kyuhyun dan Cho ahjussie. Tapi…”

“Tapi apa hyung?”

“Jangan dulu beritahu yang lainnya, selain mereka. Khususnya Donghae.”

“Waeyo?” Siwon menatap Leeteuk dengan tatapan bingung.

“Semua ini belum pasti Wonnie-ah, aku takut jika hasilnya ternyata nihil dia akan lebih ‘down’ nantinya,” Leeteuk tersenyum seraya menepuk pundak Siwon pelan. “Aku tak mau ia kembali kecewa dan sedih seperti waktu itu. Aku tak ingin melihatnya menderita lagi.” Leetuk menunduk, menghela nafas lalu memandang langit malam Jepang yang sangat cerah dan indah malam itu sambil tersenyum teduh. “Karena bagaimanapun. Dia. Donghae, dia telah dititipkan padaku. Dan aku akan menjaganya.”

^0^

*Yonghwa POV*

“Di.. Dimana posisimu sekarang, Yong-ah?” tanya Siwon hyung dengan nada aneh di telepon, begitu aku baru masuk kedalam gedung rumah sakit dan berjalan menuju ruang perawatan dimana gadis itu berada.

“Aku? Aku di…” BRUGGG tiba-tiba saja ada seorang pria bertubuh besar dan berkulit hitam berlari kearah yang berlawanan denganku dan tanpa sengaja menabrak tubuhku hingga terjatuh, sementara ia tetap saja berlari tanpa membantuku bangkit.
‘Aigoo, buru-buru sekali orang itu,’ batinku sambil membersihkan tubuhku lalu bangkit dari posisiku sekarang yang jatuh dalam keadaan terduduk setelah sebelumnya mengambil ponsel milikku yang juga ikut terhempas dari tanganku.

“Yob.. Yobsaeyo, hyung?” panggilku di telepon. Tak ada jawaban, bahkan tak ada suara sama sekali.
“Yobsaeyo?” panggilku sekali lagi. Nihil. Saat ku lihat kearah layar ponselku, ternyata ponselnya mati. sepertinya baterainya habis atau malah rusak karena terjatuh tadi.

“Hurry.. Hurry!” seru salah seorang pria –yang ku ketahui dokter yang menangani gadis itu- sambil berlalri mendahuluiku dengan diikuti beberapa orang perawat dibelakangnya. Awalnya aku masih berjalan dengan langkah biasa, tapi akhirnya aku langsung berlari secepat mungkin begitu melihat dokter dan para perawat itu memasuki ruang 407, dimana gadis itu, anni, Seohyunnieku dirawat.

“Maaf tuan. Selama penanganan pasien, anda dilarang masuk,” ujar seorang perawat yang berjaga di depan pintu. Aku menatapnya dengan tatapan tak rela, mau tak mau aku hanya bisa melihat kondisinya di dalam lewat kaca besar yang ada di dekat pintu.

“1.. 2.. 3…”

DUGG.. PIP..

“1… 2… 3…”

DUGG.. PIP..

hatiku terasa sangat miris begitu melihat ‘ia’ sedang ditangani oleh dokter yang sedang sibuk memacu jantungnya dengan alat pacu jantung. Mataku langsung memandangi alat pengukur detak jantung yang terpasang di tubunhnya. Garisnya hanya menunjukkan detakan yang sangat lemah dan perlahan mulai menunjukkan garis lurus.

“Yatuhan. Aku mohon padamu, jangan ambil dia kembali dari sisiku,” doaku dalam hati, dan tanpa kusadari sebuah sungai kecil kini membasahi wajahku.

“1.. 2… 3…”

DUGGG… PPIP.. PPIPP.. PPIPP..

Aku mendongakkan wajahku, lalu tersenyum lebar begitu Dokter dan perawat yang tadi kulihat berada di dalam keluar dan tersenyum padaku.

“Masa kritisnya sudah lewat. Ini sebuah keajaiban,” ia menepuk pundakku pelan. “Teruslah berdoa dan berusaha agar ia segera siuman,” tambahnya lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkanku. Aku mengangguk, lalu perlahan masuk kedalam ruang perawatan dan langsung duduk di bangku yang ada di samping tempat tidur. Ku tarik sebelah tangannya –yang tidak di gips- dengan tangan kiriku, ku genggam erat dan menaruhnya di sebelah pipiku, sementara tangan kananku membelai rambut panjangnya. Entah mengapa aku merasa bahwa Seohyun ada disisiku saat ini.

“Siapa kau sebenarnya? Kenapa aku merasa kau begitu mirip dengan Seohyun?” aku menatap wajahnya yang di penuhi dengan memar itu dengan tatapan lembut. “Kenapa aku merasakan kehadiran Seohyun tiap berada disisimu?”
Perlahan aku melepaskan tangan kananku yang ada di pipinya dan meletakkan di dada kiriku, tepat di jantungku.
“Dan bahkan, detakan yang kurasakan setiap berada disampingmupun sama dengan yang kurasakan pada Seohyun.” Aku menatapnya dengan tatapan lembut, sayang, aneh dan heran campur aduk jadi satu.

^0^

*Author POV*

“Aishh.. Jincha!!!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Sungmin, Ryeowook, Yesung serta beberapa stylist yang ada diruangan yang sama dengannya saat ini langsung memandangnya aneh.

“Ya! Wae guraeyo?” tanya Sungmin saat melihat couplenya itu dari tadi uring-uringan tak jelas padahal kurang dari 10 menit lagi mereka filming starking akan dimulai sedangkan Kyuhyun sampai sekarang masih juga belum di make up.

“Molla.,” jawabnya asal sambil memandang layar ponselnya. “Aisssh!!! Ini liat saja sendiri!”
Sungmin langsung mengambil ponsel milik Kyuhyun dari tangannya, lalu membaca sebuah artikel yang terpampang di LCD ponselnya itu. Dengan seksama ia membaca seluruh article yang terpampang sampai habis. Rupanya Kyuhyun uring-uringan karena membaca artikel yang isinya memuat tentang keretakan hubungannya dengan Chaehyun, dan gossip tentang hubungannya dengan Yongeun dan Jonghun-Chaehyun yang belakangan semakin dekat.

“Ehemm,” Sungmin berdehem sebentar lalu duduk disamping Kyuhyun begitu ia sudah selesai di make up.

“Kalau soal Jonghun dan Chaehyun kau tak perlu cemas, Kyunnie-ah,” Yesung yang sedang di make up menatap Kyuhyun dari pantulan cermin dengan tampang serius, seolah tahu apa yang akan di katakan Sungmin. Sungmin yang merasa omongongannya keduluan cuma bisa tersenyum tipis, dalam hati meringis.

“Asal kau tau saja, Kyunnie-ah. Malam itu Chaehyun datang ke musicalmu, tapi ia langsung pergi begitu melihat adegan antara dirimu dan Yongeun,” jelas Wookie yang langsung dibalas tatapan tak percaya Kyuhyun –karena ia menyangka bahwa malam itu Chaehyun sama sekali tak datang. “Dan.. Dia langsung menghilang, meninggalkan kami –aku, Yesung hyung, Binwoo dan Chaeyoung- yang mengejarnya dari belakang. Sepertinya ia sangat kecewa denganmu.”

“Mwo?” pekiknya. Tanpa basa-basi ia langsung merebut kembali ponselnya dari tangan Sungmin dan langsung menhubungi seseorang.
“Angkatlah.. Angkatlah.. Kumohon angkat..” gumamnya lirih.

“Yobsaeyo?”

“Chaehyun-ah!”

^0^

Entah sudah berapa lama sejak ia menghubungi Chaehyun waktu itu, mereka berdua tak saling bertemu karena masing-masing disibukkan oleh jadwal yang sangat padat. Chaehyun dan MIINA-nya sedang sibuk promo debut mereka di Jepang, sementara dirinya dan member Super Junior M lainnya kini tengah berada di Cina guna promo album baru yang menandai come back mereka.
Masih teringat jelas di kepalanya saat itu Chaehyun amat marah padanya, bukan karena adegan ciuman yang terjadi tanpa seijinnya, tapi karena ia sama sekali tak memberitahunya bahwa yang menjadi lawannya adalah Youngeun, gadis yang selama ini selalu menjadi rivalnya dan secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya menyukai Kyuhyun, ia jadi geli sendiri.

“Bukankah itu tandanya ia sangat mencintaiku?” gumamnya sambil senyum-senyum tak jelas.

“Ya! Jangan tertawa terus. Nanti gila!” ledek Donghae yang diam-diam memperhatikannya dari balik layar i-pad miliknya. Kyuhyun melirik Donghae sekilas, tapi tak menggubris dan malah semakin tersenyum lebar.

TOKK.. Took..

Terdengar suara pintu kamar hotel mereka –Donghae dan Kyuhyun- diketuk. Donghae yang sedang sibuk membalas UFO Town lewat i-padnya pura-pura tak mendengar, sementara Kyuhyun masih senyam-senyum gaje.

Tokk.. Tokkk..

“Buka gih,” perintah Donghae sambil menunjuk pintu dengan dagunya. Mau tak mau Kyuhyun yang memang sedari tadi nganggur akhirnya berjalan untuk membuka pintu dengan malas-malasan.

“Siwon hyung?” ucapnya begitu melihat Siwon sudah berdiri dihadapannya dengan muka serius. Donghae menoleh sekilas, tersenyum, lalu kembali membalas pesan-pesan UFO miliknya.

“Kyunnie-ah, bisa keluar sebentar?” tanya Siwon dengan nada sepelan mungkin sambil sesekali melirik kearah Donghae yang asik dengan i-padnya sambil tidur-tiduran di tempat tidur. Kyuhyun mengangguk.

“Hae-hyung, aku keluar cari angin sebentar ya!?” ujarnya yang hanya dibalas lambaian tangan Donghae.

“Ada apa, hyung?” tanyanya begitu meraka sudah duduk di taman hotel yang letaknya cukup terpencil, hingga bisa dibilang tak ada orang lain yang ada disana selain mereka. Siwon menarik nafas panjang, lalu menatap Kyuhyun dengan tampang serius.

“Kyuniie-ah…”

^0^

“MWO?? Apa maksudmu dengan pembatalan penampilan kita malam ini!??” pekik Chaeyoung tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh menejernya itu. Tak hanya Chaeyoung, Chaehyun dan Binwoo pun langsung memandang menejernya itu dan menanyakan hal yang sama padanya dengan bertubi-tubi.

“Mollayo…” ucapnya lirih. “Tiba-tiba saja dari pihak TBS membatalkannya secara sepihak. Ia bilang untuk malam ini acara musiknya dibatalkan.”

“Aish. Yasudahlah. Tapi untuk besok jadwal kita tetap seperti semula, kan?” tanya Chaehyun, berusaha menenagkan suasana. Menejernya itu tertunduk, lalu menggeleng pelan.

“Seluruh jadwal untuk acara besok juga sepenuhnya sudah dibatalkan secara sepihak oleh pihak penyelenggara,” lirihnya lalu menatap ketiga member itu bergantian.

“He??? Termasuk sebagai tamu di acara Japan Music Award lusa??” tanya Binwoo yang langsung dibalas anggukkan oleh menejernya. Mereka bertiga langsung terduduk lemas di sofa.

“Ini gila! Bagaimana mungkin? SM kan perusahaan besar. Tak pernah ada sejarahnya diputus hubungan kontrak secara sepihak..” Binwoo geleng-geleng kepala tak percaya.

“Dan secara serentak,” sambung Chaeyoung dengan lirih. “Ini semua tidak akan pernah terjadi. Kecuali…”

“Kecuali ada orang yang dengan sengaja menyabotasenya!” uacap Binwoo penuh keyakinan yang lansung dibalas anggukkan Chaeyoung dan menejer mereka, sementara Chaehyun terdiam, mencoba mencerna seluruh perkataan mereka.

“Ada yang mensabotase ya?” gumamnya.

^0^

TOKK.. TOOK..

Yonghwa yang tertidur di sofa langsung bangun dan mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya, begitu seorang perawat masuk kedalam kamar dan memeriksa keadaan gadis yang masih terbaring lemah itu.

“Keadaannya sudah sangat stabil sekarang,” ucap si perawat sambil tersenyum. Yonghwa mengangguk.
“Ah, ya, hampir lupa,” perawat itu keluar sebentar meninggalkan Yonghwa yang masih sibuk mengumpulkan nyawa kemudian kembali kedalam.
“Ini adalah pakaian miliknya, tuan,” perawat itu menyerahkan sebuah paper bag berisi pakaian padanya lalu permisi keluar. Yonghwa mengangguk, lalu mulai membongkar isi paper bag itu setelah si perawat sudah tak terlihat lagi. Di dalamnya ada coat berwarna cokelat tua –yang ia lihat di pakai oleh gadis itu saat ia menemukannya- yang sudah tak dapat digunakan lagi karena robek di beberapa tempat, selain itu ada gelang dan sebuah kalung perak berbentuk hati. Yonghwa sebenarnya tidak begitu tertarik dengan barang-barang tsb dan berniat mengembalikannya kembali kedalam paper bag, namun tanpa sengaja seseuatu tanpa sengaja terjatuh dari dalam saku coat yang keadaannya sudah mengenaskan itu.

“Apa ini?” ia menunduk, mengambil sesuatu yang baru saja terjatuh tepat di depan kakinya. Sebuah benda, bentuknya seperti dompet kecil berwarna kuning gading. Dahi Yonghwa berkenyit, perlahan dibukanya retsleting yang menutup rapih benda tsb. sebuah passport dapat dengan jelas terlihat di dalamnya.

“Eungh..” rintih seseorang. Yonghwa yang semula baru akan membuka dan melihat passport tsb, langsung menoleh dan meletakkan dompet serta barang-barang yang lainnya kembali kedalam paper bag, lalu duduk mendekat ke samping tempat tidur gadis yang dianggapnya sebagai Seohyun –tunangannya- itu.

“Hyun-ah.. Kau sadar??” pekiknya riang, sambil memegangi sebelah tangan gadis itu dengan lembut. Gadis itu diam, tak ada lagi rintihan yang keluar darinya. Namun sebuah pergerakkan kecil dari jarinya membuat Yonghwa langsung berlari keluar untuk memanggil dokter.

“Dokter!! Dia siuman!! Dia siuman!!!!!!!!”

Tbc<<<

~mrs. ChoiLee



##Otte??

Part depan publish di hari yang sma ya..

Mian kalo gga sesuai dan ceritanya tambah kacauu~~

Huhu

*bow*

jgan lupa kritik+saran+commentnya..

bagi yang susah comment,, silakan mention ja di @yoendaELF

insyalah pasti dibales ko

heheu

Iklan

13 thoughts on “~Still Merry Me~ part: 11

  1. lanjot lanjot lanjott,,
    *bawa papan demo,,

    hhehe,

    keren nun,,,
    *ancungin 12jmpol (+jmpol binwoo n jongwoo)

    sungguh d tunggu skali lanjutan ny,,,
    HWAIITINGG!!!
    ~(*o*~)(~*o*)~

  2. hua… Bingung mau komen apa…
    Hubungan.a teppei, yongeun, n ahjumma jelek itu apa?
    Mereka berkonspirasi untuk menghancurkan hubungan 2hyun?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s