Lies ~part 2

LEAVE UR COMMENT!!

DONT BE SILENT READER PLEASE!

AND

NO PLAGIATISM!!

Happy reading~~

 

Cast:      Lee Donghae

                Cho Kyuhyun

                Kim Hyunjae  *Author*

-LIES PART 2-

*Hyunjae POV*

 

Lelah sekali rasanya setelah seharian sekolah. Untung saja besok hari minggu, jadi setidaknya aku bisa santai hari ini. Lelah sekali, aku ingin tidur saja, tanpa ada yang mengganggu. Ku ambil ipod yang baru dibelikan Appa kemarin lalu menyumpalkan headsetnya ketelingaku dan terlelap tidur.

Bantalku tiba-tiba saja bergetar, miracle milik super junior mengalun keras, menandakan ada telpon masuk. Dengan mata yang masih tertutup, kuraih ponsel dan mengangkatnya, tanpa melihat nama siapa yang terpampang disana.

“Yobseyo?” sapaku pelan, setengah sadar.

“Ya. Kim Hyun-Jae. Kemana saja kau? Sejak tadi ku sms tak kau balas, ku telpon tak kau angkat!?” cecar seorang namja di ujung sana. “PPALI!!!!!! AKU ADA DI DEPAN RUMAHMU!!!”

Dalam sekejap aku langsung menutup flap ponselku, lalu berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian menghilang keluar rumah, menghampiri Kyuhyun yang sudah memasang tampang tak bersahabat di atas motornya.

“Mianhe. Salah kau sendiri, kenapa tak langsung mengetuk rumahku saja??”

“Ah, kau ini. Sudahlah, ayo cepat ajak aku kedalam, kau ini ingin melihat aku mati membeku apa diluar sini???”

Aku tertawa keras membuat Kyuhyun melotot kearahku. “Mian, ayolah, cepat bawa motormu itu masuk. Lagian, suruh siapa kau tidak memencet bel rumahku saja?” aku berkacak pinggang.

“Sudahlah, biarkan saja motor ini disini. Yang penting sekarang… CEPAT AJAK AKU KEDALAM!!!!”

Aku memandang namja didepanku ini sebentar lalu tanpa sdar menarik lengan kirinya dan menariknya masuk kedalam rumah, dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu.

“Chamkanmaneyo,,” aku pergi meninggalkan Kyuhyun yang terlihat kedinginan, menuju kamar untuk mengambil catatan yang tadi dia inginkan. Cukup lama aku mencari catatan yang dimaksud, sampai akhirnya aku turun ke ruang tamu di lantai bawah. Dari tangga terlihat Kyu yang sedang membuka mantel tebalnya. deg. Tiba-tiba saja terasa alunan heartbeat milik 2pm, mengalun dalam benakku. Langkahku terhenti. Kulihat Umma menghampirinya dan memberikannya secangkir coklat hangat, dan berbasa-basi sebentar lalu pergi.

“Ya. Hyunjae, sedang apa kau dsna??” Kyuhyun menatapku heran. Aku hanya tersenyum garing lalu segera menghampirinya.

“Nih catetannya. Eh iya, aku baru ngeh kalo kamu dandan rapih banget. Mau kmana? Maming??”

“Ga, cuma mau kesini aja, trus kerumah donghae blajar bareng dia. Mau ikut?” liriknya sambil mengeluarkan senyum evilnya. Ah, biasanya aku sangat sebal melihat senyumnya yang satu ini, tapi kenapa sekarang aku begitu suka melihatnya???

“Ya! Melamun saja kerjaanmu!” Kyuhyun melambaikan tangannya di depan mukaku, membuat lamunanku buyar.

“Annio, siapa yang melamun??” kataku slah tingkah. “Ah sudahlah, pulang sana, katanya mau kerumah Donghae?? Aku mau melanjutkan tidurku, jangan ganggu aku.”

“Hu, sudahlah, aku pergi saja. Sampaikan salamku pada Umma-mu.”

“Ne,ne, arraseo.. Sudah sana, pulang saja!”

^_^

*Hyunjae POV*

“Hyunjae-aa, aku pinjam pensilmu!!” teriak Kyuhyun keras dari bangkunya yang terpisah hanya satu baris kekanan dari bangkuku.

“Ya. Kenapa mesti triak” sih?? Disampingmukan ada Donghae!” ttapku sebal, sementara ia malah tersenyum geje.

“Aku maunya pinjam padamu. Ada tidak??”

“Ga punya!” ketusku, membuat Kyuhyun merengut sebal. Aku sangat senang melihat wajahnya yang satu ini. Tidak menampakan wajah sok cool-nya sama sekali. Entah kenapa aku suka melihatnya.

Saat Kim sonsaengnim masuk dan memberikan tugas, sesekali aku melirik kearah Kyuhyun, dan sesekali menangkap basahnya sedang melirik ke arahku. Sepertinya ia salah tingkah.

“Apa benar yang dikatakan teman-teman itu?” batinku lalu kembali melirik kearah Kyuhyun, tapi kali ini bukan Kyuhyun yang melirik ke arahku, tapi Donghae. Iya Donghae, kenapa ia menatapku lalu tersenyum?? Tapi… Kyaa… Senyumnya…

*Donghae POV*

“Hyunjae-aa, aku pinjam pensilmu!” teriak Kyuhyun kencang, membuatku tak bisa berpaling untuk menoleh kearahnya.

 “Ya. Kenapa kau mesti triak” sih?? Disampingmu ada Donghae!”

“Aku maunya pinjam padamu. Ada tidak??”

“Ga punya!”

Aku melirik Kyuhyun yang sedari tadi diam-diam menyunggingkan senyum evilnya,lalu menggeleng. Aku tak mengerti dengan jalan fikiran chinguku yang satu ini. Sebenarnya apa yang dia inginkan dari gadis mungil itu?

Saat pelajaran Kim sonsaengnim, kulihat sesekali Kyuhyun melirik kearah Hyunjae yang asik mencatat, tapi tidak seperti biasanya, kali ini kuperhatikan, gadis mungil ini juga melirik kearah kami sesekali. Sampai akhirnya pandangan kami bertemu satu sama lain. Aku hanya bisa tersenyum sambil menatapnya ramah, lalu kembali mencatat.

            Kim Hyun-jae

Tanpa sadar kutorehkan nama itu pada catatanku, dan aku langsung buru-buru menyembunyikannya begitu Kyuhyun mencoba mengintipnya.

“Pelit sekali kau ini.”

“Bukan apa-apa. Sudahlah, lupakan saja.”

Sepulang sekolah, Junhye, gadis yang sudah setahun belakangan ini menjadi kekasihku berdiri menungguku di lorong kelas. Ia langsung tersenyum begitu melihatku keluar kelas.

“Ayo, oppa, kita pulang.” Ia mengandeng lengan kiriku mesra, aku hanya tersenyum simpul lalu kami berjalan turun keluar sekolah.

Saat kami berjalan kearah parkiran, tanpa sengaja kami berpapasan dengan Hyunjae dan teman-temannya. Ia hanya memandang kami sekilas, tak peduli. Dan kulihat, ekspresi wajah Junhye yang berubah, sepertinya ia tak menyukainya.

Aku hanya menarik nafas berat, lalu pergi meninggalkan sekolah.

^_^

 

*Author POV*

Cuaca hari ini terik sekali. Jarak dari minimarket sampai kerumah Hyunjae lumayan jauh dan memakan waktu sekitar 10 menit jalan kaki untuk mencapainya. Belum lagi, ia harus melewati sebuah kedai kecil, tempat dimana segerombolan anak-anak nakal, yang salah satu diantara mereka suka sekali menggoda dan mendekatinya. Membuat Hyunjae berfikir untuk memutar arah.

Tapi, pada saat ia baru keluar dari minimarket, tanpa sengaja ia melihat namja yang sangat dikenalnya lewat dengan motornya.

“Cho Kyuhyun!!” Kyuhyun langsung menghentikan motornya.

“Nebeng!!!”

“Naiklah.”

“Hwa, Kamshahamnida^^” Hyunjae tersenyum girang lalu duduk di belakangnya. Entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdegup cepat.

“Apa tidak ada yang marah jika aku mengantarmu pulang?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, membuat jantungnya semakin berdegup tak karuan.

“E-em,, tidak. Siapa yang akan marah? Tidak akan ada yang akan memarahimu kecuali aku sendiri,” Hyunjae tertawa garing. “Kau sendiri? Tak ada yang marah kan, jika aku menumpang di motormu??”

“Hanya aku yang akan memarahimu jika kau tak membayar upah ojeknya,”tawanya garing. “Sudah sampai, turunlah.” Hyunjae mengangguk, lalu turun dari motor matik merah milik Kyuhyun itu.

“Gomawo, Kyuhyun” Kyuhyun hanya tersenyum simpul lalu bersiap pergi.

“Sepertinya, aku mulai menyukaimu..” bisik Hyunjae pelan, begitu Kyuhyun menghilang dari hadapannya.

^_^

*Kyuhyun POV*

 

Besok. Iya, besok. Tepat pada jam pulang sekolah sekolah besok, aku akan menyampaikan perasaanku kepadanya. Entah apa jawabannya nanti. Tapi yang jelas aku sudah bertekat untuk menyatakan perasaan ini kepadanya.

Sungguh, aku sangat menyayanginya, bahkan sejak pertama kali aku bertemu dengannya.

Tapi, aku harus meyakinkan sesuatu terlebih dahulu. Iya, aku tak mau kalau usahaku ini tidak disambut baik.

Aku melirik kearah meja belajar, lalu mengambil ponsel dan mencoba menghubungi seseorang disebrang sana.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya..

“Yobseyo??” sapanya lembut

^_^

 

*Hyunjae POV*

 

Sorry-sorry milik boyband favoritku mengalun keras dari arah tempat tidur. Telpon masuk. Aku segera meraihnya.

“Yobseyo. Sooyong-aa, tumben sekali kau menghubungiku?”

“Hahaha, ntahlah, tiba-tiba saja aku ingin sekali menghubungimu”

“Wha, aku memang slalu membuat orang-orang disekitarku rindu padaku.”

“Hu~ Eh iya, aku ingin bertanya padamu. Apa kau menyukai Kyuhyun??”

“Wae?? Bukankan kau sudah tau perasaanku?” jawabku bohong.

“Annio, aku hanya merasa… Ia sepertinya benar-benar menyukaimu waktu itu. Tapi entah mengapa, belakangan aku merasa kalau ia sedang menyukai orang lain.”

“Jincha??”

“Sepertinya. Yah, toh tapi kalau benar juga kau tidak akan peduli kan??”

“Ne. aishh,, sudah lupakan sajalah. Kau ini. Seperti kurang kerjaan saja. Ah sudah dulu yah, ada telpon masuk.”

“Hhaha, yasudahlah. Bye”

“Bye” aku mengakhiri hubungan, lalu menekan tombol ok.

“Yobseyo?” sapaku lembut begitu melihat nama yang terpampang di layar ponsel.

“Yobseyo. Hey, jelek.”

“Ya. Kau ini. Sudah ku lembut-lembutkan suaraku, kau malah membuatku emosi. Ada apa kau menelponku??” kataku emosi. Kyuhun tertawa keras.

“Aku rindu padamu… Chagiya.” deg. Kata terakhir ini membuat jantungku seolah berhenti berdetak. Aku terkena kadar kebengongan stadium akhir.

“Hyunjae?? Kim Hyunjae..?? Kau Masih disana??”

“A-aa, ne, ne.” kataku begitu sadar. Jantungku semakin berdegup kencang.

 “Kenapa kau?”

“Tadi… Kau..”

“Wae?”

“A-annio.. Sudah lupakan saja.”

“Wae??” tanya Kyuhyun penasaran. Sepertinya ia tidak sadar dengan yang dia katakan sebelumnya.

“Anni,, sudah lupakan saja. Kenapa kau menghubungiku??”

“Tidak ada apa-apa. Hanya iseng.”

“Dasar kau!”

“Oya, apa kau sudah punya namja chingu?”

“Wae? Aneh sekali kau bertanya ini padaku.” Kataku heran, dalam hati kebat-kebit.

“Anni, hanya ingin tau. Sudah, jawab sajalah.”

“Tidak ada.”

“Jincha?”

“Ya. Kau ini. Apa aku suka berbohong?” kataku tak terima.

“Oh, apa kau tidak iri dengan teman-temanmu yang lain? Bukankan mereka semua sudah memiliki namja chingu??”

“Tidak juga,, hanya Younha dan Hyerin saja yang punya, yang lainnya sama sepertiku.”

“Jincha?? Baguslah.”

“Maksudmu?”

“Tidak. Oh iya, kalau ada seseorang yang menyatakan cintanya padamu, kau ingin ia melakukan apa?” aku berfikir keras apa maksud dari pertanyaan ini, lalu tersenyum penuh arti.

“Aku ingin, pria itu menyatakan persaannya di depan umum sambil menyayikan sebuah lagu untukku. Lagu kesukaanku. Dan jika ada yang melakukanya. Tanpa fikir panjang, pasti aku akan menerimanya!” pancingku.

“Oh, arraseo. Gomawo, Chagiya. Bye!” aku bengong hebat, sementara di seberang sana, begitu Kyuhyun menutup telpon, ia berteriak  girang.

“DIA MASIH SENDIRI!!!!!!!!!!!!!”

^_^

 

 “Huwa,,, ANDWEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku dalam hati, begitu mendengar kabar kalo pada hari ini, Kyuhyun sedang mempersiapkan sesuatu untuk seseorang yang disukainya.

“Itu pasti kamu!” bisik Younha meyakinkan, membuatku geer setengah mati.

Saat istirahat tiba. Aku sudah kebat-kebit, menunggu kejutan yang “katanya” ditujukan untuk dirinya.

Aku memang menantikan hari ini. Yakni hari dimana seseorang yang kusukai “mungkin” akan menyatakan perasaannya kepadaku. Ya. Orang yang kusukai. Entah sejak kapan, tapi sepertinya aku mulai menyukainya.

Ponselku bergetar. Pesan masuk. Kyuhyun.

Ajak semua ke taman belakang sekolah.

OK?

~_^

Dengan tangan bergetar, aku mengajak semua anak ke taman belakang sekolah. Disana, terlihat seorang namja sedang duduk seorang diri di pinggiran air mancur sambil memangku sebuah gitar. Ia langsung memainkan gitarnya begitu kami semua sampai disana.

Dengan suara indahnya, ia menyanyikan why i like u. Lagu kesukaanku. Membuatku meleleh. Baru kali ini aku mendengar versi akustiknya yang begitu indah.

Usai menyanyi, ia bangkit dari duduknya, dan datang kearahku sambil membawa setangkai bunga. Aku gugup. Ia tersenyum kepadaku, lalu berhenti dan berlutut, tapi bukan dihadapanku! Melainkan… Yuri??

Aku tercengang. Teman-teman yang lain juga. Apa sebenarnya yang terjadi dihadapanku ini? Apa semua ini hanya mimpi??? Ya tuhann… Jika ini mimpi, cepat sadarkan aku! Tapi, bukan.. Ini bukan mimpi. Sorak-sorai anak-anak menyadarkanku dari lamunan. Kulihat saat ini Kyuhyun dan Yuri saling berpelukan satu samalain. Diterima. Tak salah lagi. Sekarang mereka resmi jadian.

Mereka jadian? Lalu apa maksudnya ia menanyakan ku macam-macam kemarin??

Apa maksudnya ia memanggilku Chagiya?? Apa maksudnya ia selalu mencuri pandang ke arahku??? Apa maksudnya ini semua????

Fikirinkanku terus dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, hingga akhirnya Kyuhyun datang menghampiriku.

“Chukkae”

“Gomawoyo~” senyumnya sumringah. Aku hanya tersenyum simpul.

“Jadi selama ini kau menyukai Yuri. Ku kira kau menyukaiku?” sindirku dengan nada bercanda. Kyuhyun tersenyum.

“Habis kau galak.”

“Ya! Mulai cari masalah lagi kau denganku!”

“Bercanda. Gomawo, Hyunjae.”

“Untuk apa?”

“Berkat saranmu yang kemarin.”

“Oh. Jadi kemarin kau menanyakan macam-macam itu, ini tujuannya? Jangan-jangan selama ini orang yang diam-diam kau curi-curi pandang adalah Yuri. Iya, kan??”

Kyuhyun mengangguk, “Kau tau? Oh ia, maaf yah…Kemarin aku sempat memanggilmu dengan sebutan Chagiya.”

“Sebenarnya untuk apa kau memanggilku seperti itu, huh?”

“Aku hanya latihan saja” katanya polos. Sial! Membuatku geram setengah mati.

“Ya, Yuri-aa!!” teriakku, membuat Yuri menghampiri kami berdua. “Kau ini. Jadi selama ini kau menyukainya?? Kenapa tidak jujur dari awal?????” .

TBC…

Berhubung ni FF ad 8 part,, jadi aq terbitin tiap 2x sminggu ya,,

Stiap hari senin n jumat..

Don’t b silent reader! Yg comment disayang author

bagi yg ga bsa comment di wp,, silakan mention ja @yoendaELF

Iklan

14 thoughts on “Lies ~part 2

      1. mksudnya?
        haha,
        abisan gw nya ksel,ujug” ma si yuri aj,kan hrusnya ad ksahnya.
        haha
        ok deh,klo gw abis plsa ntar gw liatnya dri rmah ami,gkgk~
        mi tampung gw ya!
        gkgk~

  1. Hiyaaaa….kecewa neh ternyata Kyu sukanya ma Yuri!
    kasihan Hyunjae-nya dah mulai suka ma Kyu!
    trus knp salam ini pdkt ma Hyunjae?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s