Lies ~part 4

LEAVE UR COMMENT!!

DONT BE SILENT READER PLEASE!

AND

NO PLAGIATISM!!

Happy reading~~

 

Cast:      Lee Donghae

                Cho Kyuhyun

                Kim Hyunjae  *Author*

-LIES PART 4-

Tepat jam delapan malam. Aku sudah siap menunggu Donghae di ruang tamu rumahku. Hari ini, seharian aku dandan habis-habisan, bahkan menghabiskan uang sakuku selama satu minggu untuk pergi ke salon dan membeli semidress serta aksesoris. Jadi awas saja jika tidak ada yang memperhatikan penampilanku hari ini.

Tiinn… Tinnn…

Suara klakson motor terdengar dari arah luar rumahku, aku langsung meraih tas dan berlari keluar.

“Umma, aku berangkat!!” teriakku begitu melihat Donghae sudah siap diatas motornya.

“Ne. Hati-hati di jalan. Jangan pulang malam-malam!!”

“Ne.” kataku sebelum akhirnya menutup pintu.

Aku berjalan menghampiri Donghae yang sekarang tengah berdiri disamping motor sportnya sambil memegang helm berwarna biru muda. Kulihat, malam ini penampilannya sangat berbeda. Ia terlihat begitu modis, tak seperti biasanya, yang begitu cuek. Aku sangat suka dengan penampilannya yang seperti ini.

“Ayo,” aku buka suara. Donghae menatapku sebentar, lalu tersenyum sambil menyerahkan helm biru muda tadi kepadaku.

“Hyunjae-aa, pegangan yang erat. Jika kau terjatuh aku tidak bertanggung jawab!” katanya begitu mesin mulai dinyalakan. Aku melingkarkan kedua tanganku di tubuhnya, ragu.

“Ya. Yang kencang! Aku tak bertanggung jawab loh ya! Jangan takut, kalau aku mengebut nanti.” Donghae langsung tancap gas. Membuatku memeluknya dengan erat.

Entah berjalan di kecepatan berapa kami saat ini. Yang jelas, sangattt cepattt sekaliii…

Karna,, saking cepatnya, jarak dari rumahku sampai ke tempat pesta yang harusnya ditempuh selama setengah jam dengan kecepatan biasa, kini hanya lima belas menit.

Kulihat beberapa sorot mata memandang kearahku, dari kejauhan. Donghae menurunkaku di depan lobi Café yang saat itu terlihat beberapa anak yang sedang berkumpul, lalu pergi memarkirkan motornya.

“Aihhh,,, Hyunjae. Diam-diam ternyata…” goda ahra begitu melihatku datang bersama Donghae.

“Aishh, kau ini,” aku bingung harus berkata apa. Kulihat Ahra malah tertawa puas.

“Mana Sooyoong??” tanya Sinhye yang yang sedari tadi berdiri disamping Ahra. Aku menggeleng.

“Entahlah. Tapi sepertinya mereka akan terlambat,” jawabku ragu. Ahra dan Shinhye mengangguk pelan, lalu tersenyum penuh arti kearahku. “Wae??” aku menoleh kebelakang. Donghae sedang berjalan kearah kami.

“Jangan salah paham yah!”

“Salah paham juga tak apa. Kami merestui,” mereka saling bertos ria. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.

“Masuk yuuk,” ajak Donghae tersenyum manis. Kami mengangguk pelan, lalu mengikuti Donghae yang sudah masuk duluan.

Acara sudah berjalan hampir setengah jam lamanya, saat kami menjalankan doa bersama dengan khusyuk. Semua diam. Suasana sepi senyap, sampai akhirnya terdengar suara yang amat bising dari arah luar. Semua menoleh ke arah luar café yang tembus pandang. Terlihat seorang gadis dengan tinggi semampai turun dari sebuah vespa butut dan menyerahkan helm kepada seorang pria didepannya. Tak lama, pintu café pun terbuka. Suasana masih sunyi, sampai akhirnya semua sibuk ber-ciiieeee ria.

“Wha. Sejak kapan kalian bersama??” goda Minji si pemilik acara begitu Sooyoong dan Kangin menghampirinya untuk mengucapkan selamat.

“Aishhh. Kau ini. Tak ada pria lain yang mengajaknya. Makanya aku ajak saja dia,” jawab Kangin asal, membuat Sooyoong melotot dan menendang kakinya pelan.

“Wae??” Minji bingung melihat Kangin merintih kesakitan. Kangin hanya menggeleng sambil menahan sakit.

^_^

 

Acara berlangsung dengan sangat meriah. Apalagi saat Heechul, kekasih Minji mengalungkan sebuah kalung perak berinisial HM, dan menyanyikan sebuah lagu untuknya. Sungguh membuatku iri.

Sesekali kulirik kearah meja yang ada di sudut belakang. Terlihat Donghae sedang asik bercengkrama dengan beberapa orang. Tiba-tiba ada seseorang mengacak-acak rambutku dari belakang. Aku langsung menoleh.

“Ya. Cho Kyuhyun! Kau tidak tahu betapa susahnya aku menata rambut ini, huh??”

Kyuhyun geleng, lalu tersenyum nakal. “Hey, dengan siapa kau kemari?”

“Donghae,” sahutku sambil merapihkan rambut.

“Hey. Jadi kau sekarang dengan Donghae?? Aku cemburu!” Kyuhyun merengut sebal.

“Ya. Apa maksudmu dengan sekarang aku bersama Donghae? Lagi pula, kau datang kemari tidak bilang-bilang. Tau begitu aku nebeng denganmu saja.” Kyuhyun tersenyum kecil mendengar perkataanku barusan. “Kau sendiri.. Dengan siapa kau kemari? Memang kau juga di undang?”

Kyuhyun geleng,“Anni,, aku juga kebetulan saja datang kemari. Tadi tidak sengaja bertemu Shinhye dijalan. Jadi aku sekalin mengantarnya.”

“Oo.. Lalu..” belum sempat aku melanjutkan perkataanku, sebuah benda dingin mengguyur kepalaku dan membasahi seluruh tubuhku. Aku terlonjak kaget.

 “Ups. Mian,” kata seorang gadis begitu selesai menumpahkan segelas jus strawberry keatas kepalaku. Kyu langsung bangkit dan menatap gadis itu tajam.

“Hyunjae, gwenchana??” Sinhye menatapku khawatir.

“Hey, kau sengaja!?” bentak Kyuhyun emosi. Seketika kurasakan semua mata kini menoleh kearah kami.

“Nugu?? Aku?? Kau tak lihat apa, kalau aku tidak sengaja menumpahkannya?” dalih gadis itu santai. Aku masih terdiam. Shock.

“Ya. Kang Junhye! Kau ini apa-apaan??” bentak Donghae begitu melihat keadaanku yang sudah basah kuyup.

“Apa?? Aku tidak sengaja kok, menumpahkannya!”

“ADA APA INI??” teriak Minji bingung ketika semua orang berkerumun. “Ya tuhan.. Hyunjae. Kenapa??”

^_^

*Donghae POV*

“Ya. Kang Junhye. Maumu itu apa sebenarnya!?” bentakku emosi begitu aku yakin Hyunjae sudah dibawa Shinhye, Sooyoong, dan Minji ke kamar gantinya, untuk dibersihkan. Tapi gadis yang di depanku ini hanya diam tak berkutik.

“YA!! Kau tidak malu apa? Kau tidak sadar kalau perbuatanmu ini malah mempermalukan dirimu sendiri didepan yang lain??” bentak Kyuhyun tak mau kalah.

Aku memberi isyarat kepada Kyu untuk tidak ikut campur. Kyu hanya bisa diam menahan emosi.

“Sudah ku bilang. Aku tak sengaja!” dalihnya untuk kesekian kali.

“YA!! Batas kesabaranku sudah habis!! Semua orang disini juga sadar. Kalau kau pasti sengaja melakukannya! Karna tidak mungkin, jika kau tidak sengaja, jus itu tepat jatuh mengguyur Hyunjae dari atas kepala begitu!! Kau ini.. Bohong saja kerjaanmu! Inilah yang tak kusukai dari mu! Aku sudah muak denganmu! Mulai sekarang jauhi aku dan Hyunjae. ARRASEO!!?” cecarku habis-habisan lalu pergi meninggalkannya yang sekarang mematung, ditengah kerumunan anak-anak.

Aku berjalan menaiki anak tangga, menuju sebuah ruangan yang ada di lantai dua. Perlahan kuketuk pintu bercat coklat tua itu. Tak lama pintupun terbuka.

Kulihat, Shinhye dan Minji keluar, diikuti Sooyoong dan Hyunjae.

“Sepertinya, lebih baik kau antarkan Hyunjae pulang sekarang,” bisik Sooyong. Aku mengangguk. Kulihat, Hyunjae keluar dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Kini ia memakai dress dengan potongan diatas lutut. Dan kuyakin ia memakai pakaian milik Minji. Tapi, pakaian ini terlihat lebih minim dari sebelumnya. Tidak melindunginya dari angin malam yang menusuk. Aku melepaskan jas yang sedari ku kanakan dan memakaikannya kepada Hyunjae, yang sekarang menatapku dalam.

“Gomawo,” bisiknya nyaris tak terdengar. Aku mengangguk pelan.

“Ini,” Shinhye menyerahkan sebuah paper bag berukuran sedang yang berisi pakaian dan dompet Hyunjae, kepadaku.

“Kajja. Ajakku, sambil merangkul pundak Hyunjae lembut.”

“Hati-hati di jalan,” sahut Shinhye dan Minji bersamaan begitu kami menuruni tangga.

“Jaga sahabatku itu baik-baik. Kalau tidak, lihat akibatnya nanti!!” ancam Sooyong, membuatku tersenyum.

“Tenang saja. Aku akan menjaganya baik-baik,” batinku, sambil merangkul pundak Hyunjae erat.

^_^

 

Hyunjae masih berdiri mematung dan menatapku ragu begitu kuserahkan helm yang tadi ia kenakan, padanya.

“Kenapa?”

“Ajjussie. Kau tidak sadar apa, betapa pendeknya dress yang kunkenakan sekarang ini?” aku meliriknya sekilas.

“Lalu?”

“Tidak mungkin kan kalau aku bonceng cowok??” lanjutnya lagi, masih menatapku ragu.”Tapi, aku juga tidak biasa bonceng cewek. Bisa-bisa aku tergelincir nanti.”

Aku tersenyum mendengar ucapannya barusan. “Yasudah, kau bonceng cewek saja. Aku janji akan hati-hati, sehingga kau tak tergelincir nanti.”

Hyunjae masih diam tak beranjak dari tempatnya.

“Ajjussie!” pekiknya kaget begitu aku memakaikan helm di kepalanya. Aku hanya tersenyum kecil.

“Ayo naiklah.”

^_^

 

*Kyuhyun POV*

Aku masih menatap gadis yang selama ini telah menjadi temanku, tajam. Aku tak habis fikir, kenapa ia bisa melakukan semua ini pada Hynjae tadi, meskipun aku telah mengetahui tabiatnya yang memang buruk sejak dulu, tapi tetap saja aku tak bisa mengira bahwa ia bisa berbuat seperti ini.

“Aku sungguh kecewa padamu, Junhye. Aku tak bisa mengerti jalan fikiranmu itu. Tidakkah kau tahu? Hyunjae itu temanku! Kenapa kau tega menyakiti temanku seperti itu!!???” cecarku tak terima. Junhye hanya bisa menunduk. Aku menggeleng tak habis fikir, sampai akhirnya Hyunjae dan Donghae berdiri di depan kami.

“Kami pulang dulu,” Donghae berjalan keluar sambil merangkul pundak Hyunjae. Aku hanya tersenyum simpul sambil menatapnya sampai mereka menghilang di balik pintu. Entah kenapa, terasa sesak didadaku.

^_^

 

*Donghae POV*

“Wae??” tanya Hyunjae bingung begitu motor yang kami tumpangi berhenti di sebuah taman bermain.

“Entahlah,” jawabku bingung.”Sepertinya mo.. gok?”

“Aishh ada-ada saja,” katanya begitu turun dari motor. Aku menggeleng bingung, sambil tetap menstarter motor. Nihil! Tetap saja tidak menyala.

Kriukkk..  terdengar suara perut. Kulirik Hyunjae, yang sekarang menahan malu diwajahnya, karna ketahuan lapar.

“Tunggu sebentar yah,” aku berlari meninggalkannya yang kini sedang berteriak-teriak memanggil namaku. tapi aku tetap saja berlari.

*Hyunjae POV*

“Ya. LEE DONGHAE!!!” teriakku begitu melihat Donghae berlari meninggalkanku. Tapi ia tak menoleh sedikitpun. Aku tak kuasa mengejarnya, kakiku terlalu sakit karna highheels yang kupakai ini. Akhirnya kuputuskan untuk duduk disebuah ayunan dan melepaskan highheels yang sangat menyiksaku ini.

“Dasar pabo! Sudah tau tak bisa pakai highheels malah memakainya!” makiku pada diri sendiri, sambil memandang sepasang sepatu hak tinggi milik Ummaku itu.

Kriiukkk… perutku kembali berbunyi. Aku langsung memegang perutku. Lapar.

Aku hanya bisa memandang taman bermain ini, kosong. Sampai akhirnya ada sekotak bakpao isi coklat mampir dihadapanku.

“Makanlah,” Donghae menyerahkan kotak itu kepadaku, lalu duduk di ayunan, disebelahku.

“Kamshahamnida.” Ia hanya tersenyum simpul. Tanpa ba-bi-bu aku langsung melahap habis seluruh isinya, tanpa ragu. Dan dalam sekejap kotak itupun kosong.

“Apa kau tidak makan tadi disana?” Donghae menatapku tak percaya. Aku menggeleng pelan.

“Kau tau. Tadi itu aku baru saja akan mengambil makanan sebelum akhirnya mantan pacarmu itu menyiramku. Mana sempat aku makan disana?” aku menarik nafas dalam.

Donghae terdiam, “Mianhe, Hyunjae-aa. Ini semua salahku.”

Aku menggeleng, “Anni, bukan salahmu ajju…”

“Kumohon jangan panggil aku ajjussie,” potongnya, lalu menarik wajahku hingga jarak kami hanya terpaut 5cm. Begitu dekat, karena saking dekatnya aku dapat merasakan hembusan nafasnya. Ia menatap mataku dalam. Aku dapat melihat wajahnya yang tampan dengan dengan jelas. Kini kurasakan wajahku memanas, dan jantungku pun berdetak dengan cepat.

“Ada sesuatu di matamu,” katanya polos setelah kami terdiam cukup lama, lalu melepaskan tangannya dan kembali berkutat dengan ayunannya.

“Aish!” aku mendengus sebal sambil membersihkan mataku dengan tangan. Sekilas kulihat seutas senyum tersungging di bibirnya. Ahhh,, aku sangat menyukai senyumnya itu! (>//<)

TBC…

Sperti biasa,, next chapt tyang stiap hari senin atau jumat..

Don’t b silent reader! Yg comment disayang author

bagi yg ga bsa comment di wp,, silakan mention ja @yoendaELF

Iklan

11 thoughts on “Lies ~part 4

  1. aigoo,, sesuatu apakah dimatanya itu???
    haha,, apakah ada donghae??
    kok kyu datengnya ga bareng ma yuri pacarnya itu??
    apa jangan2 kyu beneran suka ama hyunjae??? jangan dunk,, dia ma hae aja,,
    lanjut onn,, cepetan,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s