FATE (Lies after Story) > part: 2

##FF ini adalah AFstor dr FF yg sebeluamnya ::> LIES.. *ato mungkin sequel?? I don’t know :P*

Berhubung ternyata panjang,, yg niat awanya dbikin oneshot malah jadi series..

Biar nyambung bacanya,, gda salahnya,, buat yang belum baca LIES,, di baca dulu sebelum membacanya.. biar nyambung 😛

Di harapkan bagi yang udah baca untuk ninggalin jejaknya..

Bagi yang susah comment di wp, silakan mention aja di @yoendaELF

Insyalah pasti di bales.. : )

LEAVE UR COMMENT!

NO SILENT READERS!!

And

NO PLAGIARISM!!!

 

HAPPY READING ALL~~

Cast:      Choi Siwon

Choi Jonghun

Lee Donghae

Yesung

Kim Hyunjae

Kim Binwoo

~Previous~

“KIM HYUNJAE!!!” panggil sebuah suara ketika Hyunjae masih terduduk lesu, menangisi sesuatu yang sebenarnya sudah tak pantas ia tangisi.

“Kim Hyunjae,” panggil seseorang sambil menepuk bahunya, lembut. Hyunjae segera menghapus air mata yang masih keluar dan membasahi pipinya dengan punggung tangan, lalu mendongak, menatap wajah namja yang tengah membungkuk di hadapannya. Tanpa fikir panjang, ia langsung memeluk tubuh namja berambut cokelat yang ada di hadapannya itu dan membuatnya mau tak mau ikut duduk di atas rumput dan membalas pelukannya.

Di pelukkan namja itu, tangis Hyunjae kembali pecah, bahkan lebih besar dari yang sebelumnya, hingga membuat bagian kemeja biru yang dipakainya jadi basah karena air mata.

“Hey.. Hey.. Kenapa?” tanyanya bingung sambil mengelus-elus rambutnya, lembut. Hyunjae diam, hanya suara tangisan yang keluar dari mulutnya.

~FATE PART: TWO~

“Ajumma, apa Hyunjae sudah pulang?” tanya Yesung di telepon begitu operasinya sudah selesai.

 

“Anni. Sampai sekarang ia belum juga pulang,” jawabnya dengan nada cemas.

“Kalau begitu, aku akan mencarinya sekarang,” ia langsung menutup flip ponselnya lalu berlari keluar kearah parkiran kemudian pergi meninggalakn pelataran rumah sakit dengan sedan hitam kesayangannya.

“Kemana anak itu? Kenapa selalu membuatku cemas??” tanyanya pada diri sendiri.

“Atau dia sudah melihat sesuatu??” tanyanya lagi. Mendadak perasaanya berubah tak enak, ia berfirasat bahwa sepupunya itu pasti sudah mengetahui sesuatu atau setidaknya melihat sesuatu.

“Donghae-ya?”

“…”

 

“Ada dimana kau sekarang?”

“…”

 

“Mwo?? Jinchayo?”

“…”

 

“Arraseo. Tunggu aku disana,” Yesung mencabut earphone yang ada di sebelang telinganya kemudian banting stir, berputar arah lalu segera menginjak pedal gasnya dalam-dalam.

~mrs.ChoiLee~

 

“Sebenarnya ada apa?” tanya Donghae sambil menatap wajah teman SMA-nya itu dengan tatapan lembut begitu ia sudah berhenti menagis. Hyunjae menoleh sekilas, namun kemudian kembali menundukkan wajahnya.

“Siwon, aku melihat Siwon,” gumam gadis itu lirih sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Donghae tersentak.

“Kau.. Kau sudah bertemu dengannya??” tanyanya tak percaya. Hyunjae menatap Donghae nanar kemudian mengangguk kecil.

“Tapi.. Tapi.. Dia malah bertingkah seolah tak pernah mengenaliku,” Hyunjae berbalik menatap sungai Han dengan tatapan kosong. Tangan Donghae terkepal, menahan emosi.

“Sudahlah, lupakan saja namja brengsek seperti itu! kau tak pantas menangisinya!” bentaknya yang sontak membuat mata Hyunjae membulat, menatapnya tak percaya. Donghae menarik kedua punggung Hyunjae agar menatapnya dan mencengkramnya kuat.

“Dengarkan ucapanku Hyunjae-ah,” ucapnya dengan nada yang lebih lembut, “Kau cantik, kau menarik, dan kau juga pintar. Jangan hanya karena seorang namja sepertinya kau kemudian terus-menerus hanyut dalam kesedihan. Kau masih muda, hidupmu masih panjang. Kau punya banyak kelebihan. Kau juga punya karir yang cemerlang, keluarga yang amat menyayangimu dan juga kau punya aku..” cengkraman Donghae melemah, Hyunjae menatapnya dengan tatapan bingung, “Aku sahabatmu!” lanjutnya kemudian.

Hyunjae diam. Benar apa yang dikatakan oleh Donghae. Tak seharusnya ia merasa hancur dan kembali pada kenangan pahit yang pernah dialaminya dulu yang selalu saja menghantuinya. Bagaimanapun hidupnya masih panjang, banyak orang yang membutuhkannya dan juga menyayanginya, kedua orangtuanya, neneknya, Yesung, Donghae, dan yang pasti, Jonghun, kekasihnya. Biar bagaimanapun ia jadi merasa bersalah pada Jonghun akan hal ini. Tak seharusnya ia selalu mengingat Siwon dan bahkan menangisinya disaat ia sudah menjadi kekasih dari seorang Choi Jonghun, pria yang sudah selama 2 tahun dikenalnya dan selama satu bulan belakangan ini telah resmi menjadi kekasihnya, yang selama ini terus menghiburnya dan membuatnya berhasil melupakan seorang Choi Siwon.

“HYUNJAE-AH!!!” pekik sebuah suara dari arah samping dan kontan membuat ia tersadar dari lamunannya.

“Hyung!” Donghae bangkit dari duduknya sambil memberi tanda pada seorang namja yang tengah berlari kearah mereka agar mendekat. Pria itu langsung memeluk tubuh gadis yang masih terdiam ditempatnya itu erat.

“Hya!! Kemana saja kau, huh!?” pekiknya saat pelukan mereka terlepas. Hyunjae hanya tersenyum datar, mencoba menutupi kesedihannya. “Dasar dongsaeng nakal!” serunya sambil mengacak-acak rambut Hyunjae.

“Mianhae, Oppa,” ucapnya senormal mungkin.

“Aishhh, dasar kau! Tau tidak, ahjumma sangat mencemaskanmu! Ia fikir anaknya hilang di airport tau!”

“Aigoo~ Lebay-mu tak sembuh-sembuh juga rupanya, Oppa (-.-“)” Yesung terkekeh geli.

“Sudahlah, ayo pulang, kasian eomma-mu menunggu. Jangan sampai Ahjussie keburu pulang nanti, bisa-bisa ia akan menceramahimu habis-habisan! Kajja.. Kajja!” Yesung segera menarik kedua tangan Hyunjae agar segera bangkit dari duduknya. Sambil ogah-ogahan Hyunjae akhirnya bagun dari posisinya semula.

“Donghae-ya, gomawo sudah menemani bocah satu ini,” ucapnya pada Donghae yang tengah menatap mereka berdua sambil tersenyum kecil.

“Anniyo, hyung, tadi kebetulan saja kami bertemu disini.”

“Anni, tetap saja aku harus berterima kasih padamu karena sudah ‘sudi’ menemaninya dan pastinya juga mendengarkan keluh kesahnya. Haha,” tawanya, sementara Donghae hanya tersenyum.

“Ahjussie, ikut kerumah, yuk? Kita makan malam bersama? Otte?” tawar Hyunjae sambil tersenyum. Rupanya moodnya sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Ne, ayo ikut. Kita makan malam bersama, ahjumma sudah masak banyak malam ini dalam rangka penyambutan kepulangan anaknya ini,” tambahnya sambil menjitak kepala sepupu kesayangannya itu, pelan, tapi berhasil membuat Hyunjae manyun karena sakit. “Sudah lama bukan kita tak berkumpul bersama? Ayolah, nanti aku akan mengantarmu pulang.” Donghae tersenyum simpul.

“Lain kali saja, hyung, aku ada janji dengan temanku mala mini, lagi pula aku bawa mobil.”

“Benarkah? Oh, arraseo. Kalau begitu, kami pamit, ya? Annyeong,” pamit Yesung, tak enak.

“Ne, hyung,” balasnya lagi-lagi sambil tersenyum. “Annyeong,” salamnya sambil membungkuk sebelum keduanya pergi meninggalkan ia seorang diri.

~mrs.ChoiLee~

 

“Oppa,” panggil Hyunjae saat melihat Yesung tengah duduk santai di balkon apartementnya sendirian, sementara istrinya, Binwoo, sepertinya sudah terlelap di kamarnya. Yesung menoleh, kemudian tersenyum dan memberikan tanda pada sepupu kesayangannya yang sedang menginap di apartment miliknya itu agar duduk di kursi santai yang ada disebelahnya. Hyunjae mengangguk, lalu duduk disampingnya dan langsung menatap wajah Oppanya yang sedang asik menatap bintang itu dari samping sambil memeluk bantal yang dibawanya dari kamar.

“Belum tidur?” Hyunjae menggeleng kecil.

“Oppa.”

“Hmm?”

“Kau tahu? Kemarin aku bertemu dengan Siwon.” Mata Yesung membulat, dan langsung menatap wajah dongsaengnya itu dengan tatapan cemas. Tapi begitu dilihatnya ekspresi Hyunjae biasa saja ,tak sedepresi dulu saat mengingat namja itu, ia menghela nafas lega.

“Lalu?” Hyunjae menghela nafas berat.

“Sepertinya ia lupa padaku,” ucapnya dengan nada bergetar. Yesung kembali menatapnya dengan pandangan cemas.

“Gwenchana Oppa,” ia terkekeh saat menyadari Yesung tengah menatapnya seperti itu, lalu beralih menatap lurus kedepan, menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari. “Meski kesal dan marah pada awalnya, tapi sepertinya biarkan saja apa maunya, toh aku juga ingin melupakannya dan kembali menata kehidupanku yang berantakan akibat ulahnya. Jalan hidupku masih panjang bukan?” Yesung diam.

“Aku masih punya Jonghun yang selalu baik padaku dan sangat mencintaiku apa adanya. Rasanya terlalu jahat bagiku jika masih terhanyut dalam kenangan dan menyia-nyiakan pria sebaik dirinya.” Yesung tersenyum lega.

“Oh, ya, Oppa.”

“Hump?”

“Sebenarnya ada apa dengan Donghae?”

“Maksudmu?” Yesung menatapnya tak mengerti.

“Ia, ada apa dengannya? Kenapa ia seperti mengelak saat kita mengajaknya makan bersama dirumah waktu itu?” Yesung diam, lalu tersenyum getir. Hyunjae menatapnya dengan tatapan bingung, karena dari gelagatnya sepertinya Yesung menyembunyikan sesuatu.

“Kau tahu? Tak lama setelah kau berangkat ke Amerika, Eunmi juga berangkat ke New Zeland karena mendapatkan pekerjaan disana, sementara Donghae tetap tinggal disini. Awalnya hubungan ‘long distance’ mereka terbina dengan sangat lancar, namun tak lama setelah itu, saat Donghae kesana ia mengetahui kalau Eunmi, si ‘NOONA TENGIK’ itu malah sudah bertunangan dengan seorang bule asal Kanada.” Mata Hyunjae membulat, ia tak percaya bahwa sepupunya bisa sekejam itu.

“Ne, jangan kau kira apa yang kuceritakan ini semuanya adalah omong kosong loh, ya, aku sungguh-sungguh, eomma-mu juga tahu akan hal ini. Dan yang lebih parah lagi, si NOONA TENGIK itu bertunangan tanpa memberitahukan kami semua, dan tanpa memutuskan hubungannya dengan Donghae. Dan asal kau tahu saja, padahal sebelumnya mereka pernah berjanji untuk menikah disana 5 bulan kemudian. Dan mungkin saja karena hal ini Donghae jadi sedikit segan untuk sekedar mampir kerumahmu,” jelas Yesung panjang lebar. Hyunjae mendekat mulutnya tak percaya.

“Huh. Andai saja dulu Donghae berani menyatakan perasaannya padamu sebelum akhirnya bertemu dengan Eunmi, dan andai saja dulu aku tak pernah mengijinkanmu berpacaran dengan Siwon, pasti kalian berdua akan langgeng sampai sekarang,” ucapnya sambil memasang raut menyesal. Hyunjae cuma bisa geleng-geleng kepala. Bingung.

“Sudahlah Oppa, tak usah difikirkan lagi. Semua punya lan hidupnya masing-masing,” hiburnya.

DRRTT.. DRRTT…

Ponsel yang ia taruh di saku piyama bergetar hebat. Ia langsung tersenyum senang saat melihat foto dan nama penelpon yang terpajang di layar ponselnya. Video Call.

“Lihatlah, Oppa! Tampan bukan?” pamernya sambil menyodorkan ponselnya kedepan wajah Yesung, kemudian menekan tombol berwarna hijau di pojok kanan ponselnya.

“Jagiya, annyeong~” sapanya sambil tersenyum di layar ponselnya.

“Annyeong ><,” balasnya sambil dadah-dadah gaje. Yesung yang melihat kelakuan dongsaengnya itu langsung tersenyum kemudian berusaha merebut ponselnya untuk berbicara pada ‘namja chingu’ dongsaengnya itu.

“SABAR!” pekiknya sambil menatap Yesung dengan tatapan tajam. Yesung terkekeh, mendadak dirinya sudah tak bernapsu lagi menggangunya.

“Waeyo?” tanya Jonghun, bingung, karena tiba-tiba saja yeoja chingunya itu memekik keras.

“Anni, ah ya, sedang apa disana? Kau tahu? aku sangat.. sangat merindukanmu!” ucapnya. Yesung bergidik geli mendengar dongsaengnya mendadak gombal -.-“.

“Nado boghippoyo. Tapi? Ada apa tumben kau bersikap manis seperti ini? Hahaha,” Hyunjae menggembungkan pipinya kesal. “Hahaha. Ah, ya, bukankah disana sekarang jam 1 malam? Kok belum tidur?”

“Iya, entahlah, sepertinya aku masih menderita jetlag.”

“Oh,ya, besok aku akan berangkat ke Korea, itu artinya sehari setelah kepulanganku kau harus mulai masuk kerja bersamaku. Arra?” mendadak Hyunjae jadi teringat perkataan Jonghun saat ia hendak pamit dan menyerahkan surat pengunduran diri padanya, dan tepat pada saat itu juga Jonghun yang bertindak sebagai atasannya langsung merobek amplop berisi surat pengunduran diri itu tanpa terlebih dahulu membacanya, dan malah memutasinya ke Korea, ke kantor pusat dari kantornya sekarang ini.

“Jeongmal? Arreo. Ah, ya, aku saat ini sedang menginap dirumah Yesung Oppa, sepupu kesayanganku yang pernah kuceritakan waktu itu.”

“Jincha?” Hyunjae mengangguk.

“Ini, dia, berkenalanlah dengannya, Aku pamit dulu. Annyeong~~” ia langsung menyerahkan ponselnya ketangan Yesung langsung disambut dengan tatapan puas serta senyuman maha lebar darinya sementara ia langsung masuk kedalam kamar untuk tidur. Ia hanya bisa senyum-senyum sendiri membayangkan omongan, atau lebih tepatnya ceramah, atau mungkin renungan atau malah motivasi yang akan diberikan sepupu lebay-nya itu pada namja chingunya, hahaha. *Author dirajam Clouds*.

~mrs.ChoiLee~

 

Sebuah hall berukuran besar. Gaun pengantin. Tuksedo. Gereja di pinggir pantai. Deburan ombak. Dan sorang yeoja berpakaian pengantin yang wajahnya tak terlalu jelas tersenyum padanya.

Tiba-tiba saja bayangan-banyangan itu muncul di kepala Siwon. Mendadak kepalanya sakit, terlalu sakit malah hingga dapat membuat tubuh kekarnya terjatuh diatas lantai kamar mandi sementara kedua tangannya memegangi kepalanya yang kesakitan.

“ARGHHHH!!!!” raungnya kesakitan. Wajahnya sudah merah padam sementara urat-urat di leher dan tangannya sudah timbul keluar saking kuatnya rasa sakit yang ia rasakan.

“Omona! Yeobo!!” pekik seorang yeoja panic saat mendapati suaminya tengah meringkuk di lantai sambil memegangi kepalanya yang sakit.

“Yeobo-ya! Bertahanlah.. Omo.. Omo..”

~mrs.ChoiLee~

 

“Minyoung-ah!” seru seorang wanita sambil berlari tergopoh-gopoh menghampiri seorang yeoja yang tengah sibuk mondar-mandir di depan ruang UGD.

“Ada apa? Kenapa ia sampai seperti itu??” tanya wanita itu sambil meremas-remas tangan menantunya itu, panic. Wanita itu menggeleng, ia sendiri bingung. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat takut. Ia takut hal yang paling di takutinya selama ini menjadi kenyataan.

“Oebsoeyo, Eommonim, aku menemukannya sudah tergeletak di lantai,” ucapnya lirih.

Tak lama pintu UGD terbuka, seorang dokter keluar dari dalam. Mereka berdua langsung menghampirinya.

“Bagaimana, uisa? Bagaimana keadaan anakku?” Dokter itu menghela nafas pendek.

“Sebaiknya hal ini kita bicarakan diruanganku. Mari,” ujarnya seraya berjalan mendahului mereka berdua.

“Sebaiknya kau saja yang kesana, biar eomma yang menunggu Siwon di dalam,” gadis yang tak lain adalah Shin Minyoung, istri Siwon itu mengangguk lalu segera menyusul dokter Yoo keruangannya.

 “Jadi? Apa yang terjadi padanya, Junhyung-ah?” tanyanya sambil menatap wajah dokter yang selama ini menangani keadaan Siwon itu yang tak lain juga adalah sahabatnya itu dengan tatapan cemas.

“Langsung saja. Aku tak ingin menutupi hal ini darimu,” ia bangkit dari duduknya dan menunjukkan 2 buah hasil CT SCAN padanya.

“Gumpalan darah yang selama ini tersisa di dalam otaknya sedikit demi sedikit mulai menghilang, dan sepertinya hal inilah yang membuatnya kesakitan seperti itu,” dokter Yoo berjalan mendekatinya, menatatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan kemudian kembali duduk ditempatnya semula.

“Dan, kemungkinan besar hal yang selama ini kau takutkan akan terjadi.”

“Ma-maksudmu?”

“Ya, kemungkinan besar, jika hal ini terus berlanjut. Ingatannya akan pulih seutuhnya. Bagian yang selama ini ia lupakan akan ia ingat kembali. Dan kemungkinan yang lebih parah adalah,” ia menatap wajah yeoja yang ada dihadapannya itu lurus, “ia akan melupakanmu.”

~mrs.ChoiLee~

 

“JAGIYA!!” seru Hyunjae sambil melambai-lambaikan tangannya begitu melihat sosok namja keren berkaca mata hitam tengah mendorong trolly berisi barang-barang bawaannya diantara kerumunan orang yang baru saja keluar dari pesawat. Pria itu tersenyum, lalu mendekat kearahnya.

“Bogoshippoyo,” ucapnya sambil merengkuh tubuh yeoja bertubuh mungil itu kedalam pelukkannya.

“Nado,” balasnya sebelum melepaskan pelukkan mereka.

“Kajja!”

“Jadi, harus kuantar kemana kau sekarang, tuan muda Choi?” ledek Hyunjae sambil menatap lurus kejalan saat mobil yang dikendarainya sudah melaju meninggalkan area bandara.

“Ke rumahmu saja dulu, menyapa kedua orang tuamu, baru setelah itu antarkan aku pulang ke apartment. Bagaimana?” tanyanya sambil menatap yeoja yang tengah sibuk menyetir itu sambil tersenyum manis.

“Begitu?” ia mendelik sekilas. Jonghun mengangguk yakin.

“Arraseo.”

~mrs.ChoiLee~

 

“Hati-hatilah di jalan, arraeo?” ujar dokter Yoo saat Siwon dan Minyoung hendak keluar meninggalkan rumah sakit. Siwon mengangguk sementara Minyoung tersenyum tipis.

“Gureom,” pamit Siwon kemudian pergi meninggalkannya yang masih memandangi punggung mereka dari depan kamar inap. Ditempat lain, Yesung yang baru saja mengambil kopi di mesin penjual minuman tak sengaja melihat mereka. Ia tertegun, lalu segera menghampiri dokter Yoo yang masih berdiri di tempatnya semula.

“Dokter Yoo Junhyung!” panggilnya saat pria itu hendak beranjak dari tempatnya. Junhyung menoleh lalu tersenyum saat melihat Yesung, teman seperjuangannya dulu saat di Universitas tengah berjalan mengahmpirinya.

“Oh, kau dokter Kim. Ada apa?”

“Anni, aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama. Bagaimana?”

~mrs.ChoiLee~

 

“Yang tadi itu…” Junhyung langsung mengalihkan pandangannya dari makanan yang ada dihadapannya pada Yesung, “sepertinya aku pernah melihat mereka sebelumnya. Siapa mereka?” lanjut Yesung.

“Maksudmu pasien yang tadi?” Yesung mengangguk.

“Yang wanita, dia adalah sahabatku, sementara yang pria adalah suaminya.”

“S-suami?” tanyanya tak percaya. Junhyung mengangguk mantap.

“Waeyo?” tanyanya curiga saat melihat perubahan raut di wajah temannya itu. dengan segera ia berlaku senormal mungkin agar tak dicurigai.

“Anni. Tapi sepertinya ia sakit berat. Sakit apa dia?”

“Oh, ne, kasihan sekali dia. Beberapa tahun yang lalu ia kecelakaan dan menderita amnesia,” mata Yesung kembali terbelalak, naum sesegara mungkin kembali bersikap normal.

“Amnesia?”

“Ne, amnesia. Tapi untungnya ia hanya menderita amnesia parsial, bukan total. Saat itu Minyoung yang membawanya ke rumah sakit, dan kebetulan aku yang menanganinya. Dan entah sejak kapan, mereka berdua jadi akrab dan akhirnya menikah dua bulan yang lalu.”

“Lalu? Apa amnesianya sudah sembuh total saat ini?” tanyanya penasaran. Junhyung meliriknya sekilas lalu kembali menyantap makanan miliknya.

“Anni, sepertinya belum sembuh total. Ia memang mengingat semua yang ia kenal, ia ingat rumahnya, sekolah, orang tua, teman-teman, bahkan profesinya yang ternyata juga seorang dokter, namun sepertinya ada beberapa memori yang ia lupakan.”

“M-maksudmu?”

“Ne, sepertinya ada sesuatu yang hilang dari ingatannya. Entah apa itu.” Yesung diam. Tiba-tiba saja sebuah panggilan yang memanggil nama beberapa orang dokter menggema di seluruh penjuru kantin lewat speaker yang terpasang di setiap sudut ruangan.

“Aishh. Kalau begitu, aku duluan ya dokter Kim!” pamitnya begitu mendengar namanya ikut disebut. Yesung mengangguk pelan. Fikirannya langsung melayang memikirkan apa yang dikatan Hyunjung barusan. Siwon amnesia?

Selama ini tak pernah terfikirkan kemungkinan yang sejauh itu di otaknya, meski awalnya ia juga sedikit heran saat setahun lalu ia tak sengaja bertemu dengan Siwon dan yeoja yang kini sudah menjadi istrinya di Babtol, restaurant milik keluarganya. Saat itu, ia dan Binwoo yang tengah berkunjung kesana dibuat kaget oleh Siwon yang tiba-tiba menghampiri meja mereka sambil memberi salam, dan bertingkah seolah mereka sudah sangat lama tak bertemu dan seolah tak pernah terjadi apa-apa. Padahal, jelas sekali, sejak ‘kejadian’ waktu itu mereka memang tak pernah bertemu lagi karena dirinya tiba-tiba menghilang dan membuat panic semua orang serta membuat hati seorang yeoja yang amat disayanginya tersakiti.

~mrs.ChoiLee~

Selama bekerja di Amerika, sifat pemurungnya yang ia bawa setelah ‘kejadian’ itu-pun terus melekat dalam dirinya, dan membuatnya tak banyak memiliki teman, dan hanya beberapa kenalan yang itupun ia kenal di kantor. Bukan karena kendala bahasa atu merasa terasingkan sendiri karena bekerja di lingkungan kerja yang nyaris 90% isinya adalah orang asing, dan hanya beberapa saja yang orang Korea, tapi karena rasa sakit hati yang masih tertanam dalam dirinya membuatnya enggan untuk bersikap terbuka.

Sampai akhirnya, suatu hari, menejer Park, atasanya datang kedalam ruang kerja mereka dengan seorang namja berperawakan kurus yang berjalan dibelakangnya. Namja tampan yang mengenakan pakaian yang sangat formal dan rapih. Dan ia memperkenalkan pria tersebut sebagai direktur yang baru, yang akan mengawasi kinerja mereka.

~mrs.ChoiLee~

 

Entah kenapa, Direktur yang bernama Choi Jonghun itu, seolah senang sekali mengerjai atu bahkan hanya sekedar menggoda. Dan ini hanya terjadi pada Hyunjae, tidak dengan pegawai yang lainnya. Mungkin karena dirinyalah satu-satunya wanita korea yang ada di perusahaan itu? Jika iya, ini jelas-jelas sangat menggangu dirinya!

Seperti halnya hari ini, saat Hyunjae datang dengan style rambut yang di kucir kuda, karena dirinya bangun kesiangan dan tak sempat menyisir rambutnya. Dengan Entengnya, Jonghun keluar dari dalam ruangannya dan berjalan menghampiri Hyunjae.

“Kenapa di kucir seperti ini? Jelek tau!” ledeknya sambil mengangkat-angkat kuciran rambutnya, dan langsung dibalas geplakkan –bantal leher yang selalau di pakai Hyunjae saat lelah- Hyunjae di kepala atasannya, dan membuatnya sedikit meringis, lalu berlari pergi meninggalkannya setelah sebelumnya mengacak-acak rambut bawahannya itu terlebih dahulu.

“CHOI JONGHUN SIALAN!!!” pekiknya tertahan saat menyadari hampir semua pasang mata yang ada di dalam ruangan itu kini tengah menatapnya dengan pandangan curiga.

~mrs.ChoiLee~

 

“Nah~ Begitu dong! Tertawa~ Jangan seperti kemarin-kemarin cemberut mulu! Kau tau? Aku sangat sebal saat melihatmu yang seperti itu!” Jonghun menatap Hyunjae dalam, sambil tersenyum tulus. Hyunjae yang melihatnya hanya bisa terdiam, menatap lurus kedepan, kearah layar, sambil merenung.

“Apakah ini tujuan sebenarnya ia memaksaku mati-matian untuk ikut  dengannya ke bioskop untuk menonton Shinchan, yang katanya untuk menambah inspirasi untuk desainku, yang bahkan sama sekali tak membuahkan inspirasi ini? Apakah tujuan sebenarnya itu adalah untuk menghiburku??”

 

~mrs.ChoiLee~

 

“Igeo,” Jonghun menyelipkan secarik kertas berisikan sebuah alamat lengkap dengan deretan angka yang menjadi kata sandi yang berfungsi sebagai kuncinya.

“Apa ini?” Hyunjae mengerutkan keningnya dan memandang wajah atasannya itu dengan tatapan bingung.

“Aku tahu, apartementmu sebentar lagi bangunanannya akan dihancurkan untuk proyek mansion bintang 5, dank au sedang sibuk mencari apartment baru untuk kau tempati, bukan?” Jonghun menatap gadis yang masih menatapnya dengan tatapan bingung itu sambil tersenyum manis.

“Kebetulan sejak aku membelinya tahun lalu, apartment itu kosong, tak ada yang menempati, jadi kufikir-fikir lebih baik kau saja yang memakainya, itung-itung ada yang orang yang akan merawatnya, kan sayang jika dibiarkan kosong terus seperti itu,” tambahnya lagi sambil menepuk bahu Hyunjae pelan.

“Ta-Tapi…”

“SStt.. Tak ada tapi-tapian, silakan kau gunakan saja selama kau bekerja disini, anggap saja ini fasilitas kantor,” Jonghun tersenyum manis, lalu keluar dari dalam ruangannya, meninggalkan Hyunjae yang masih diam menatap kertas berwarna orange itu di tangannya.

“Entah mengapa, meski selalu bertingkah seenaknya. Ia selalu menjadi orang pertama yang siap menolongku disaat yang tepat. Bahkan disaat yang tak kubutuhkan sekalipun”

 

~mrs.ChoiLee~

 

Hyunjae langsung memaki bosnya itu saat dirinya yang tengah terlelap dalam tidurnya di hubungi sang atasan untuk keluar menuju atap apartmennya. Namun sesampainya diatap, ia kembali dibuat takjub saat melihat kembang api yang langsung melecut dan bersemarak menghiasi langit malam begitu ia menginjakkan kaki disana. Tak hanya itu, sekumpulan bunga mawar merah yang membentuk lambing hati ukuran besarpun mamu mebuatnya kembali membekap mulut, tak percaya.

“Kau suka?” tanya seorang namja dengan suara lembut, dari arah belakang. Ia menoleh, lalu mengangguk pasti saat melihat seorang namja tampan yang sebelumnya ia maki-maki karena menggangu tidurnya itu tengah tersenyum padanya.

“Untuk apa kau melakukan semua ini?” Jonghun tersenyum penuh arti. Ia mengambil sekuntum bunga dari semua bunga yang ada disana lalu berlutut dihadapannya sambil menyodorkan kuntum bunga itu pada gadis itu.

“Would you be my girl?”

*FLASHBACK END*

 

Mengingatnya membuat Hyunjae jadi tersenyum-senyum sendiri, lalu beralih menatap paras tampan namja chingunya itu. Jonghun yang sedari tadi focus menyetir langsung menatapnya aneh, saat merasa seseorang tengah menatapnya.

“Ya! Wae??” Hyunjae menggeleng tanpa bisa melepaskan sebuah senyuman dari bibirnya, lalu kembali membenarkan posisi duduknya dan beralih menatap lurus kejalan.

~mrs.ChoiLee~

 

“Memang siapa yang akan datang, yeobo? Sampai-sampai aku harus memasak banyak seperti ini?” tanya Minyoung sambil menatap suaminya yang tengah sibuk menata meja makan dari balik pantry.

“Sepupuku, dia baru saja pulang dari Amerika, sudah lama sekali aku tak pernah bertemu dengannnya, terakhir aku bertemu saat ia akan pindah ke London, dan kalau tak salah waktu itu aku masih SMA,” jelasnya tanpa sekalipun mengalihkan matanya dari meja makan dan sesekali membenarkan letak-letak piring yang ada di atasnya. “Dan malam ini, sepertinya ia akan datang dengan yeoja chingunya,”Minyoung mengangguk paham lalu memlanjutkan kegiatannya –memasak Cream soup udang, makanan favorit suaminya.

“Sempurna!” Siwon tersenyum puas saat semua makanan kini telah terhidang dengan lengkap diatas meja. Disaat yang bersamaan, terdengar bel apartmen mereka berbunyi.

“Biar aku saja,” ujar Minyong yang letaknya kebetulan memang lebih dekat dengan pintu. Ia langsung membukanya tanpa bertanya lebih dahulu begitu melihat seorang namja tengah berdiri sambil tersenyum manis lewat intercom. Ia sangat yakin bahwa namja yang kini tengah berdiri diluar adalah sepupu dari suaminya.

“Jonghun-ah!” pekik Siwon riang sambil memeluknya erat begitu melihat kakak sepupunya itu masuk kedalam apartementnya.

“Aigoo~ Siwon-ah, tubuhmu tinggi sekali!” ledeknya sambil menepuk-nepuk punggung Siwon pelan. Siwon terkekeh sambil melepaskan pelukan mereka.

“Ah, ya, kenalkan, ini Minyoung istriku,” ujarnya sambil memperkenalkan yeoja yang berdiri disampingnya. Minyoung dan Jonghun mengangguk pelan sambil tersenyum.

“Wah, kau sudah punya istri??” pekiknya, terkejut. Siwon dan Minyoung saling menatap, lalu tertawa kecil.

“Ne, kami sudah menikah beberapa tahun yang lalu,” ujarnya sambil tersenyum.

“Mana yeoja chingumu, Jonghun Oppa?” tanya Minyoung saat menyadari Jonghun datang seorang diri, tak seperti yang dikatakan Siwon sebelumnya.

“Iya, mana yeojamu? Katanya kau akan memperlihatkannya padaku?” Siwon memandang Jonghun penuh arti, Jonghun hanya tersenyum simpul.

“Ia tadi kembali ke mobil, katanya ponselnya ketinggalan disana, sebentar lagi juga datang.”

DRRTT.. DRRTT..

 

“Ne, dimana kau, jagy?” tanyanya di telpon begitu melihat foto beserta caller id yeoja chingunya terpampang di layar ponsel.

“..”

 

“Oh, kau setelah dari lift, kau belok kearah kanan, ikuti saja jalannya, nanti aku akan menunggumu diluar. Oke?”

“…”

 

“Ne,ne, ppali~” ia memasukkan ponselnya kedalan saku coat begitu hubungan telponnya terputus. Siwon dan Minyoung memandangnya penasaran.

“Wae gurae?” tanya Minyoung.

“Anni, ia tadi bertanya apartmentnya ada disebelah mana,” jelasnya. Siwon dan Jonghun mengangguk paham.

“Kalau begitu aku keluar sebentar ya, aku akan menunggunya diluar.”

~mrs.ChoiLee~

 

“Perkenalkan, ini Hyunjae, yeoja chinguku,” ucap Jonghun saat mereka berdua baru saja masuk kedalam apartment.

 “Ne, annyeonghasaeyo, Kim Hyunjae imnida,” Hyunjae langsung membungkukkan tubuhnya, sopan, begitu Jonghun memperkenalkan dirinya –tanpa melihat waja mereka terlebih dahulu.

“Ne, annyeong,” balas kedua orang yang ada di hadapannya.

“Hyunjae-ah, perkenalkan, ini Siwon sepupuku, dan itu Minyong, istrinya,” Jelasnya yang langsung disertai senyuman Minyoung. Mendengar nama Siwon disebut, ia langsung mengangkat kepalanya. DEG. tepat saat itu juga  tubuhnya seolah membeku. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Bibirnya kelu tak dapat berucap. Sementara matanya, menatap wajah namja yang juga tengah memandangnya dengan tatapan yang tak beda jauh darinya, dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.

*FLASHBACK*

“Ne, jagiya, tenang saja. Aku akan sampai kesana tepat waktu. Masih ada waktu 5jam lagi sebelum waktunya. Jangan cemas, arraeo?” ucap Siwon mencoba menenangkan yeoja yang sibuk memaki-makinya di seberang telepon karena ia masih sempat-sempatnya membantu membawa tetangganya yang akan melahirkan kerumah sakit dan menungguinya hingga melahirkan, seolah dirinya adalah suami dari wanita itu.

“YA!!! JIKA SAAT INI JUGA KAU TIDAK BERANGKAT AKU BERJANJI AKAN MEMBUNUHMU SAAT INI JUGA CHOI SIWON!!”

 

Siwon terkekeh mendengar ancaman yeoja yang tak lama lagi resmi menjadi istrinya itu. bagaimanapun ia tahu yeojanya itu tak akan mampu mewujudkan ancamannya itu, karena ia hanya berani mengancam tanpa berani membuktikan.

“Jangan cemas, jagy, jarak dari rumah sakit menuju gereja hanya sekitar 2 jam, lagi pula seluruh barang yang kuperlukan sudah ada di mobil. Kasihan nyonya ini, suaminya sedang tugas militer, ia hanya seorang diri dan tak ada yang menemani, jadi mau tak mau aku harus menemaninya. Tenang saja lah, aku pasti akan sampai tepat waktu dan kita akan menikah sesuai dengan rencana. Apasih yang akan terjadi selama 5 jam? Tak akan terjadi apa-apa. Tenanglah.”

“TUGAS SIH TUGAS. TAPI KAU TAK PERLU MENUNGGUINYA SEPERTI ITU! INGAT CHOI SIWON, INI HARI MINGGU. CEPAT BERANGKAT SEKANG JUGA ATAU AKU AKAN MEMBATALKAN PERNIKAHAN INI SEKARANG JUGA!” ancamnya sekali lagi. “KALI INI AKU TAK HANYA MENGANCAM CHOI SIWON. KAU TAHU? BETAPA MALUNYA KELUARGAKU DAN KELUARGAMU JIKA HAL INI SAMPAI TERJADI. KAU TAK MAU HAL INI TERJADI BUKAN?”

 

Siwon terhenyak, lalu segera berlari keluar, memgendarai mobilnya meninggalkan pelataran rumah sakit. Ia lupa satu hal. Hari ini hari minggu. Dan lokasi pernikahannya dengan Hyunjae, kekasih yang sudah 4 tahun dipacarinya itu berada di dekat daerah wisata yang biasanya ramai jika dihari libur seperti ini.

Dan benar saja, begitu mobil yang dikendarainya baru saja keluar dari TOL, ia langsung disambut dengan antrian panjang kendaraan. Jalanan siang itu macet total.

“Aigoo~ Sudah 3 jam berlalu,” gumamnya begitu melihat arloji yang terpasang di tangan kanannya sambil memain-mainkan jarinya diatas stir, tak sabaran.

Ditempat lain, Hyunjae yang sejak satu jam yang lalu sudah selesai di dandani, duduk manis sambil menatap pantulan wajahnya disabuah cermin besar berukiran kayu jati. Seulas senyuman menghiasi wajahnya ketika dirinya mendapati pantulan wajahnya di depan cermin. Sebuah gaun putih rancangan Andre Kim, gaun pengantin yang amat diimpikannya selama ini kini tengah membalut menutupi tubuhnya. Gaun yang dipilihkan secara langsung oleh neneknya yang berhasil membuat Siwon membeku saat melihatnya mengenakan gaun itu saat fitting beberapa minggu yang lalu. Mengingat tentang Siwon, membuatnya kembali merengut saat mendapati jam yang terpasang di ruangan serba putih itu sudah menunjukkan pukul 13.55. itu artinya 5 menit lagi seharusnya pernikahan mereka dimulai. sementara namja itu sampai sekarang belum juga menampakkan batang hidungnya.

“Belum datang juga dia?” tanya Yesung saat mendapati sepupunya itu masih duduk di depan meja rias di dalam ruang ganti. Hyunjae menggeleng, lalu kembali menatap ponselnya yang sedari tadi digenggamnya. Sementara ayah Hyunjae yang berdiri disampingnya hanya tersenyum.

“HYA!!! CEPAT KEMARI SEKARANG JUGA ATAU KUBUNUH KAU!!” pekiknya saat sambungan telponnya sudah terhubung.

“MIANHAEYO….” Mata Hyunjae membelalak. Apa maksudnya dengan ‘mianhaeyo?’.

“Yeobseoyo? Yeobseoyo?” sahutnya, namun tiba-tiba saja hubungan telpon itu terputus. Hyunjae menatap Ayah serta sepupunya dan juga ibunya juga Binwoo yang juga ada di dalam ruangan itu dengan tatapan bingung.

~mrs.ChoiLee~

 

Siwon mengumpat dirinya yang tak sengaja menjatuhkan poselnya saat berlari lengkap dengan pakaian pengantinnya menuju gereja yang jaraknya 6 km lagi kedalam saluran air. Sudah tak ada waktu lagi baginya untuk berhenti dan mengambil ponsel yang sudah pasti tak akan dapat digunakannya lagi itu. Ia semakin membercepat larinya saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul 14. 15, artinya ia sudah terlambat 15 menit kea car pernikahannya sendiri. Tak terbayangkan olehnya jika ia tetap duduk di dalam mobil dan menunggu mobil-mobil lain berjalan, jika ia tetap ngotot menunggu bukannya berlari keluar dan meninggalkan mobilnya di jalan seperti itu, ia pasti baru sampai disana nanti malam. Dan entah apa yang akan dialaminya nanti begitu bertemu dengan Hyunjae. Ia pasti akan dibantai habis-habisan!

TIIIIIIIIINNNNNNNNNN…..

~mrs.ChoiLee~

 

Hyunjae hanya bisa meratapi nasibnya sambil menangis seorang diri di dalam kamar gantinya. Sudah lebih dari 5 jam ia menunggu Siwon dan sampai saat itu juga namja yang berjanji menikahinya hari itu tak juga menampakkan batang hidungnya sampai sekarang. Upacara pernikahanpun berabtakkan, seluruh undangan pulang dengan tampang kecewa. Tak hanya itu, beberapa diantara mereka bahkan menggungjing tak jelas. Membuat hatinya semakin sakit.

 

 Sementara diluar sana Yesung serta Donghae dan Kyuhyun sibuk menggedor-gedor pintu dan memintanya untuk membuka pintu besar berbahan kaju jati tsb. sudah hampir 4 jam Hyunjae mengurung diri di dalam. Mereka takut sesuatu terjadi padanya.

“Hyunjae-ah.. Buddy, Ku mohon bukalah!” teriak Donghae sambil menggedor pintu.

“Ne, Hyunjae-ah, bukalah pintunya, kumohon!” kali ini Kyuhyun yang memintanya.

“Coba awas semuanya!” Yesung mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.

BRUGGHH..

 

Rupanya pintu itu terlalu kuat untuk di dobrak seorang Yesung. Bukannya terbuka, Yesung malah terkapar di lantai sambil memegangi bahu kirinya yang kesakitan. Kontan semua orang dibuat panic olehnya, termasuk Hyunjae, begitu mendengar suara seberti berda terjatuh dengan suara yang sangat keras, ia segera membuka pintunya mencari tahu.

Semua orang menatapnya dengan pandangan miris, kasihan, takut serta cemas jadi satu. Keadaannya sangat berantakan. Mascara serta make up yang tadi siang di pakainya kini sudah luntur dan membuat wajahnya sedikit horror akibat air mata. Yesung yang semua terkapar, segera bangkit dari posisinya dengan dibantu Donghae dan Kyuhyun sementara eommanya langsung memeluk anak semata wayangnya itu erat sambil menagis. Hyunjae tak bisa berkata apa-apa lagi selain menangis.

~mrs.ChoiLee~

 

Sejak kejadian itu ia berubah menjadi anak yang pemurung, setiap hari ia hanya mengurung dirinya sambil menangis. Semua orang menyerah dibuatnya, tak ada satupun dari mereka yang dapat menghiburnya. Sampai akhirnya tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan untuk bekerja di Amerika, di sebuah kantor cabang milik salah satu perusahaan advertising Korea. Hyunjae yang saat itu keadaannya sudah jauh membaik dari yang sebelumnya memutuskan untuk pindah kesana, sekalian untuk mencoba mengobati hatinya dan melupakan semua kenangan pahit yang dialaminya. Sementara Siwon? Entah kemana ia. Sosoknya bak ditelan bumi. Tak ada lagi yang pernah bertemu dengannya, termasuk keluarganya.

*FLASHBACK END*

 

Tiba-tiba saja kenangan pahit itu kembali berputar dalam otaknya. Tiba-tiba saja ia merasa tubuhnya lemas, kakinya seolah tak mampu lagi menopang tubuh mungilnya. Dengan sigap, Jonghun yang melihatnya, langsung memegangi kedua bagunya agar tak sampai terjatuh.

“Omo~ Omo~ Jagy, neo gwenchana?” Jonghun menatap yeoja chingunya itu, cemas.

“Anni, nan gwenchana,” jawabnya sambil tersenyum lemah, lalu melepaskan pegangan Jonghun, dan menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Aggashi, neo gwenchana?” tanya Minyoung, mencoba ramah. Hyunjae menggeleng kecil sambil tersenyum lalu menatap Siwon dengan  pandangan yang sangat sulit diartikan.

“Nan gwenchana, hanya sepertinya tumitku terasa sedikit pegal memakai sepatu setinggi ini,” kilahnya sambil menunjukkan boots yang dikenakannya yang tingginya sekitar 10cm, “boleh aku menumpang ke kamar kecil?”

 >>TBC

>>seperti biasa,, part selanjutnya hari selasa minggu depan~~

Iklan

18 thoughts on “FATE (Lies after Story) > part: 2

  1. onn,, tebakanku hampir nyaris sempurna,, *lho bahasa apa ini* keke,,, ckck
    aigoo,, tak pernah terpikirkan olehku walaupun hanya selintas saja bahwa Jonghun n Siwon sepupuan,, aku tak menyadari marga mereka,,m *pabo gateun*
    onn,, kalo darinsiwon;s family eommanya aja ga dateng pas nikahnya,, trus yg waktu itu dateng siapa??
    ya ampun,, hae kasihan banget diselingkuhi ama NOONA TENGIK,, ckck,, how dare are you,,,
    onn,,, itu pic Hyunjae pas make wedding dress ngambil dari The 1 I Love-nya KRY ya??? *sotoy,, emang bener kan??,,
    aduh,,, jadi hyunjae ribet banget sih,,,
    sekarang ada beberapa namja yg hadir dalam hidupnya
    1. donghae = sahabatnya + orang yg pernah dia suka
    2. Siwon = mantan pacarnya selama 4 tahun,, nyaris mau nikah
    3. jonghun = kekasihnya yg sekarang + bosnya + sepupu siwon,,

    kenapa ga sekalian kyuhyun dinongon lagi aja onn,, Biar tambah ribet deh tu Hyunjae,,, wkwkwk,,, *sadis*,,,

  2. @tasya: mbb,, aq gy byk tgs kul jd jrg update huhu..
    3part,mgu dpn trkhr..
    Jgn lp bwat c0mment tiap abs bc ya.. Hoho XD

    @yeappy: haha.. Ga lah..
    Asliny hyunjae cm cnta mati ma 3nmja itu d0ang,kyu cm krna tntutan peran wkwk xp
    Ia,itu dr mv the one i love’y k.r.y kkk~

  3. uwah,,, hahaha,,, berarti boleh dong kalo aku mendeskripsikan hyunjae itu,, ya yeoja yg ada dalam mv kry???
    hehe,,, ga pa-pa onn,, nongolin ja,, biar seru,,,
    hehe,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s