SUPADUPADIVA “Our PreDebut Story” – Chaehyun


Sekali lagi aq Cuma NGINGETIN.. kalo..

FF ini sebelumnya udah pernah dipublish intro/perkenalan tokohnya, buat yang lupa silakan cek lagi disini, dan untuk yang masih bingung ma silsilah keluarganya, silakan buka disini

FF ini niatnya si mau dibikin kea sinetron stripping yang panjangnya naudzubillah. Tapi wallahualam deh, gimana jadinya entar. Tapi yang jelas ni FF, pemainnya kroyokkan kaya Merry Me/Still Merry Me, jadi jangan heran kalo ceritanya campur aduk bin geje abis. Dan yang perlu diperhatikan PAIRING YANG BAKAL MUNCUL GA SEMUA SAMA KAYAK DI FF SEBELUMNYA.

Cara aku nyajiin Ffnya juga dibikin agak sedikit beda, yaitu dibikin 2sesi. Sesi 1: Predebut, dan sesi2: Debut/setelah Debut.

Untuk yang predebut aku bikin Oneshot yang berkesinambungan, dan bakal dipublish sesuai dengan urutan foto yang ada diatas. Setelah kelimanya dipublish, baru “SUPA DUPA DIVA” tayang secara resmi sebagai sebuah series. HOHO 😛

Kebanyakan ngomong ya?? Pokoknya, kalo ga ngerti tanya aja, dan WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

HAPPY READING ALL~~~

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

LEAVE UR COMMENT!!!

NO BASHING!

NO SILENT READER!!

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!

 “Our PreDebut story..”

>>Chaehyun Story..

Seoul, 1997

“Pokoknya KITA CERAI!!” pekik seorang wanita penuh emosi pada seorang namja yang tak lain adalah suaminya. Namja yang ada dihadapannya balik menatapnya tajam, sementara kedua tangannya sudah terkepal menahan emosi.

“Oke! Mulai saat ini juga KITA CERAI! Aku akan segera mengurus semua berkasnya, agar kau PUAS!” pekiknya tak kalah emosi, kemudian menarik kasar mantelnya yang tergantung diatas gantungan mantel yang ada di balik pintu kamarnya, dan berjalan keluar dari dalam kamar utama di dalam apartment miliknya. Saat ia melihat sosok anak kecil duduk di sofa tengah menatapnya dengan tatapan sedih, langkahnya terhenti dan menatap wajah anak itu lama. Namun, tiba-tiba saja ia langsung menggelengkan kepalanya dan beranjak keluar apartment dan membanting pintunya kasar.

“YA!!!” pekik wanita itu sambil berlari mengejarnya keluar, dan melupakan bahwa ada sosok gadis kecil kini tengah menangis histeris di dalam apartment sambil mendekap erat boneka anjing miliknya.

Ckrettt…

Pintu apartment kembali terbuka. Yeoja itu masuk kedalam dengan wajah muram ditambah dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Ia masuk dengan langkah gontai kedalam kamarnya dan menutupnya kasar, tanpa mempedulikan sosok gadis kecil yang kini sudah tak ada lagi di dalam apartment.

Ia masuk kedalam kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya keatas ranjang serta menutup kedua wajahnya dibalik selimut lalu menangis histeris, menyesali kehidupannya yang kacau balau akhir-akhir ini hingga membuat nasib pernikahannya dengan pria yang selama ini amat dicintainya kini berada di ujung tanduk. Entah sudah berapa lama ia menangis hingga kemudian tertidur dan akhirnya terbangun dengan mata sembab.

~mrs.ChoiLee~

“Seo Jiseob-ssi, apa benar berita mengenai perceraian anda dengan istri anda itu???”

“Apa faktor perceraian ini adalah karena kabar cinta lokasi anda dengan Ha jiwon? Atau karena faktor lain?”

“Seo Jiseob-ssi, bagaimana tentang hak asuh anak anda??”

“Apa benar ada pihak ketiga??”

“Seo Jiseob-ssi..”

Berbagai todongan pertanyaan dari para wartawan dan paparazi segera terlontar begitu saja saat seorang pria berkacamata hitam turun dari dalam sebuah mobil mewahnya di depan lobby sebuah kantor agency ternama di Korea,  dan langsung melangkah masuk dengan langkah terburu-buru tanpa sekalipun meladeni pertanyaan tsb.

Ia segera menghempaskan tubuhnya keatas sofa merah panjang yang ada di dalam kantor manajernya dan menarik nafas berat lalu menutupi sebagian wajahnya dengan sebelah tangan. Fikirannnya kacau. Entah langkah perceraian yang diambilnya seminggu yang lalu –yang dilakukan secara diam-diam dibelakang media– itu merupakan hal yang benar atau tidak. Ia bingung. Jujur saja sebenarnya dari hatinya yang paling dalam ia tak rela jika perceraian itu terjadi, namun mau bagaimana lagi, itu adalah permintaan Nanako, istrinya, itulah setidaknya yang menjadi satu-satunya alasan baginya.

“Ya! Kalau kau masih tak rela juga, untuk apa kau ceraikan waktu itu, huh?” oceh Danny, sahabat sekaligus manajernya, begitu melihat sosok Jiseob yang memprihatinkan di dalam salah satu sudut ruangan kerjanya.

Hening. Tak ada satupun kalimat yang terlontar dari bibir sahabatnya itu.

“Ck.. Terserah kau lah. Itu hidupmu. Jalani saja sesuai dengan keinginanmu. Aku tak peduli. Tapi satu yang kupedulikan saat ini.. BERSIAPLAH MENGHADAPI KONFERENSI PERS!”

~mrs.ChoiLee~

“Ck,” Nanako berdecak sebal sambil terus mengganti-ganti saluran tv –yang menurutnya tak ada yang bermutu- tiada henti. Sejak resmi bercerai dengan suaminya, aktor kenamaan Korea, Seo Jiseob, ia jadi orang yang pemurung dan moody-an. Sementara itu disampingnya, Chaehyun kecil memandangi tingkah aneh ibunya sambil berbisik-bisik dengan sahabatnya, Acil.

“Acil, kayaknya disini eomma sedang kesal, ayo kita main keluar?” ucapnya dengan suara sekecil mungkin sambil memandang lawan bicara yang ada di hadapannya lurus.

“Bagaimana? Kau setuju??” tanyanya yang langsung dibalas anggukkan Acil. Chaehyun mengangguk lalu tersenyum dan segera membawa Acil keluar dari apartment tanpa sepengetahuan Nanako yang masih sibuk memindah-mindahkan saluran dengan remot kontrol yang ada di genggamannya.

Chaehyun berjalan menyusuri lorong dan masuk kedalam sebuah lift yang kebetulan terbuka karena sebelumnya ada orangnya yang baru keluar dari dalamnya. Sesampainya dibawah, Chaehyun terus melangkah keluar tanpa arah bersama Acil dalam genggamannya.

Sementara itu di tempat lain, Nanako langsung menghentikan aktivitasnya menggonta-ganti remot saat melihat sebuah cuplikan konferensi pers yang diadakan mantan suaminya di salah satu stasiun tv.

“… Hak asuh anak jatuh kepadaku..”

“… jatuh kepadaku…”

“…kepadaku..”

Kalimat itu langsung terngiang dikepala Nanako dan kontan membuat kepalanya mendadak sakit saat mendengarkan pengakuan suaminya bahwa hak asuh Chaehyun jatuh kepadanya, padahal sejauh ini menurut sepengetahuannya, pengadilan bahkan belum memutuskan mengenai hal ini.

“MWOYA!!?” pekiknya emosi, dan segera menghubungi tuan Oh, pengacaranya. Kedua mata Nanako langsung terbelalak lebar saat mendapatkan jawaban darinya bahwa memang benar hak asuh Chaehyun jatuh ketangan Jiseob.

“TIDAK MUNGKIN!! SHIREO!! Chaehyun adalah ANAKKU! Dan yang selama ini mengurusnya adalah AKU!! Kenapa pengadilan memutuskan hal seperti ini!!??”

“Jweisonghamnida, Sawajiri-ssi, aku sudah berusaha semampuku. Namun pengadilan berkata lain, mereka menganggap bahwa kondisi kesehatanmu yang kurang baik terlebih keadaan finansial tuan Seo yang sangat berkecukupan adalah alasan utama mereka tidak menyerahkannya padamu.”

“MWOYA!! Dasar pengacara TIDAK BECUS!!” pekik Nanako lalu menutup ponselnya kasar.

“Tidak boleh! Pokoknya TIDAK BOLEH!! Hak asuh Chaehyun harus jadi milikku!!!” serunya dengan nada bergetar. “Chaehyun-ah!! Chaehyun!!”

“CHAEHYUNNN!!!!” teriaknya sekali lagi sambil berlari memeriksa keberadaan anaknya itu dari satu ruangan keruangan lain, namun tetap saja hasilnya nihil.

“Chaehyun!!!! Dimana kau nak????” teriakya lagi kali ini dengan nada bergetar. Air mata pun kini tak terbendung lagi dan membasahi wajahnya yang cantik. Ia galau, hatinya takut. Ia tak mau kehilangan anaknya dengan cara apapun. Dengan segera ia berlalri keluar dan mencari Chaehyun keseluruh lorong yang ada di lantai yang sama dengan apartmentnya lalu beranjak kebawah, mencarinya di sepenjuru lobby.

“Chaehyun!!!” pekiknya senang saat menemukan anak semata wayangnya itu tengah duduk di salah satu kursi taman apartment sambil memeluk sebuah boneka anjing kesayangannya, kemudian segera memeluknya erat seolah tak ingin dipisahkan.

“Eomm.. Eomma! Sesak gak bisa napas,” ucapnya polos dan berhasil membuat Nanako segera melepaskan pelukannya sambil tersenyum sendu.

“Anak nakal! Eomma kira kau diculik! Bodoh. Lain kali bilang dulu kalau mau main keluar, arro?”

~mrs.ChoiLee~

“Eomma, kita mau kemana??” tanya Chaehyun bingung saat mereka berdua sudah duduk rapih di dalam sebuah pesawat dengan tujuan Jepang. Nanako menoleh menatap anak semata wayangnya itu  sambil tersenyum kecil dan sesekali merapihkan mantel yang dikenakannya.

“Kita? Mulai saat ini kita akan tinggal bersama Oba-san di Osaka. Kau senang bukan?”

“Jinja?? Oba-san? Kita akan tinggal dirumahnya yang ada pemandiannya itu??” tanyanya polos yang dibalas anggukkan Nanako.

“Ne, nanti kita akan tinggal disana dan kau bisa mandi sepuas-puasnya di kolam pemandian milik Oba-san.”

Chaehyun menatap wajah eommanya dengan wajah berbinar sambil mengengguk-angguk tanda setuju dan kembali ke posisi duduknya semula sambil tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi di Jepang nanti. Nanako memandangi wajah berbinar anaknya itu sambil tersenyum samar. Jauh di dlam lubuk hatinya yang terdalam terbersit rasa khawatir dan ketakutan yang amat sangat. Ia takut bahwa mantan suaminya itu akan mencari mereka dan merebut Chaehyun dari dirinya.

~mrs.ChoiLee~

Sejak perceraian kedua orang tuanya, Chaehyun tinggal bersama Nanako dan Neneknya di Jepang, tanpa sepengetahuan Ji seob, ayahnya. Selama tinggal di Jepang, kondisi fisik Nanako semakin menurun, penyakit kanker otak yang di deritanya semakin parah,  terlebih saat ia mengetahui melalui siaran televisi yang mengabarkan bahwa mantan suaminya sedang menjalin asmara dengan Ha Jiwon, wanita yang selama ini dikabarkan menjadi orang ketiga dalam pernikahan mereka.

Siang itu, Nanako yang merasa butuh udara segar memutuskan untuk berjalan keluar rumah dan memutuskan untuk menjemput Chaehyun di sekolahnya yang jaraknya hanya sepuluh meter dari rumah keluarga mereka. Namun, matanya langsung terbelalak lebar saat melihat sosok Jiseob sedan berdiri di samping Chaehyun dan berusaha membujuknya untuk ikut bersamanya. Dengan sekuat tenaga, Nanako berlari menghampiri mereka sambil sesekali memegangi kepalanya dan merintih kesakitan.

“Chaehyun!!! ANDWAE!!!!!!” pekiknya sekeras mungkin sambil berlari sekuat tenaga menyebrangi jalan yang saat itu tidak terlalu padat. Dan tepat saat itu, tanpa ia sadari sebuah mobil tengah melaju dengan kecepatan maksimal, sementara pengemudinya di dalam tengah mengambil ponselnya yang tak sengaja terjatuh ke bawah kursi.

BRAAKKKK!!!

Sebuah bunyi hantaman yang sangat keras sontak membuat seluruh mata mendelik dan mencari tahu sumber suara. Tak terkecuali Jiseob. Matanya kontan melebar dan mulutnya menganga tak percaya saat melihat sebuah mobil Jeep putih terhenti di tengah jalan dan terdapat sesosok tubuh wanita dengan kain menutupi bagian kepalnya sudah terbaring lemas dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya, di tengah-tengah kerumunan orang.

“EOMMA!!!!!!!!!!!!!!!” pekik Chaehyun histeris saat melihat sosok ibunya sudah tak bernyawa. Tubuh Jiseob mendadak lemas. Ia tak kuasa melihat pemandangan pilu yang ada di hadapannya saat ini dan segera menghubungi ambulance.

~mrs.ChoiLee~

Sejak kematian ibunya, Chaehyun dirawat oleh Neneknya di Osaka, sementara Jiseob pulang ke Korea dengan membawa rasa bersalah yang teramat sangat. Ia merasa bahwa karena dirinyalah Nanako meninggal dan untuk itu ia lebih memilih untuk tetap membiarkan Chaehyun tinggal bersama Neneknya guna menebus rasa bersalahnya.

Selang beberapa tahun kemudian, Sizuka Sawajiri, mantan mertunya yang juga nenek Chaehyun meninggal tepat diusianya yang ke 60 tahun, menyusul suami dan anaknya yang sudah terlebih dahulu mendahuluinya. Jiseob selaku pemegang hak asuh Chaehyun yang sah dan satu-satunya wali bagi Chaehyun yang tersisa, akhirnya kembali membawa Chaehyun untuk tinggal di Korea bersamanya.

Namun, rasa bersalah Jiseob yang tak kunjung menghilang atas kematian Nanako membuatnya menjadi seseorang yang lebih dingin dari sebelumnya. Ia bahkan tak mencurahkan perhatiannya lagi pada anaknya itu dan memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ia hanya memberikan semua fasilitas terbaik guna memenuhi kebutuhannya tanpa sekalipun mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya, dan untuk masalah lain ia serahkan pada seorang perawat yang sengaja dibayar untuk menemani anaknya itu. Dan mereka pun pindah dari apartment ke rumah yang lebih besar. Hal ini membuat Chaehyun menjadi anak yang tumbuh anak yang mandiri dan cenderung kekurangan kasih sayang. Ia memang tak pernah mengeluh, karena segala kebutuhan dan masalah finansialnya selalu terpenuhi dengan baik bahkan berlebih, namun dalam hatinya ia merasa sangat kesepian dan kurang kasih sayang.

~mrs.ChoiLee~

Seoul, 2005

*Chaehyun POV*

“Hyunjae-ah!” pekikku sambil berlari menuyusuri koridor kelas yang lumayan ramai saat istirahat, saat melihat sosok mantan teman sekelasku itu baru saja kembali dari kantin bersama salah seorang temannya. Hyunjae menoleh, lalu tersenyum saat melihat aku tengah berlari menghampirinya.

“Waeyo??” tanyanya sambil menatapku yang masih ngos-ngosan keran berlari, bingung.

“Anni. Nanti pulang sekolah antarkan aku ke toko kaset mau?? Ada CD yang ingin kubeli, Otte??”

Hyunjae terlihat seolah sedang berfikir, lalu tersenyum dan mengangguk mengiyakan.

“Oke!! Pasti kuantar,” ucapnya yang langsung dibalas senyuman maha lebar dariku.

~mrs.ChoiLee~

Sepulang sekolah, sesuai rencana aku dan Hyunjae, mantan teman sekelasku saat kelas 2 smp yang sekarang sudah beralih menjadi sahabatku, pergi ke toko kaset langgananku. Hyunjae yang memang ‘sedang gila’ dengan segala hal berbau ‘KIM JAE WON’ saat itu langsung menuju rak drama untuk mencari tahu harga dvd drama favoritnya, Wonderful life, sementara aku langsung meuju rak bertuliskan ‘JPOP/JROCK’ yang ada di lorong kedua dan segera berburu CD Laruku, band favoritku. Aku langsung senyum-senyum sendiri saat melihat benda kotak bertuliskan nama band idolaku itu dudah berada di tanganku.

Setelah mendapatkannya, aku langsung ke kasir dan membayarnya, setelah itu aku langsung menghampiri Hyunjae yang masih berdiri di depan rak drama, ai terlihat kebingungan memilih antara satu paket dvd yang ada di kedua tangannya saat itu.

“Huwaa~ Pilih yang mana?? Aku bingung!! ><” gumamnya tak jelas sambil meringis. Aku terkekeh melihatnya.

“Sudah 18vs 29 saja, kalau yang Wonderful life kan kau sudah menontonnya berulang-ulang,” saranku saat begitu melihat wajahnya semakin terlihat frustasi karena bingung.

“Tapi.. Tapi, yang ini gak ada Kim Jaewon-nya, aku tak kenal dengan pemainnya. Pemain prianya tua ><,” ucapnya gamang. Aku tertawa geli. Ya, memang beginilha sifatnya saat memilih barang, SELALU GALAU. Aku yang sudah terbiasa akan sifatnya ini langsung meninggalkannya menuju salah satu sudut saat melihat sebuah poster yang menarik perhatianku.

Pengumuman jadwal audisi SM ent. Hmm.. Sepertinya perlu kucoba. Aku merogoh kedalam tasku  mengambil pulpen serta notes dan mencatat jadwal tsb serta persyaratan yang harus dibawa lalu kembali memasukkannya kedalam tas.

“Sedang apa??” tanya Hyunjae, aku menggeleng pelan.

“Anni. Bagaimana? Jadi apa yang kau beli??” tanyaku balik saat melihat sudah ada sebuah kantong plastik dalam genggaman tangannya.

“Oh, aku beli yang 18 vs 29. Sesuai seperti yang kau sarankan. Ayo kita pulang! Kajja.. Kajja.. Aku tak sabar menontonnya.” Aku tersenyum, mengangguk mengiyakan. Kami berdua berjalan keluar dengan langkah riang. Ya, sepertinya memang hanya sahabatku ini yang bisa menyembuhkan rasa kesepianku.

~mrs.ChoiLee~

Sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan dalam poster, hari ini aku dengan modal kepercayaan diri yang amat besar berdiri di depan sebuah gedung agency ternama di Korea, di tengah-tengah kerumunan orang yang mengantri dengan tujuan yang sama denganku, mengikuti audisi untuk menjadi idola. Tak ada satupun orang yang tahu akan keputusanku ini, Tidak Appa, tidak juga Hyunjae. Sebenarnya tak pernah terbersit dalam diriku untuk menjadi idola, namun aku sangat yakin bahwa langkah yang ku ambil ini akan mengobati rasa kesepianku.

“943,” seru sebuah suara, menyadarkanku dari lamunan. Aku menunduk, melihat papan nomorku yang menunjukkan angka 943, dan segera bangkit dari dudukku dan masuk kedalam sebuah ruangan berisikan 3orang pria dan 2 orang wanita dengan perawakan yang berbeda-beda. Aku disuruh berdiri di tengah-tengah ruangan berlapiskan kayu itu sementara mereka berlima duduk rapih berjejer di belakang meja yang menghadap kearahku sementara di kedua sudut ruangan yang menghadap kearahku terdapat dua buah kamera yang selalu siap sedia merekam berbagai aktivitas yang terjadi didalam.

“Namamu Seo Chaehyun?” tanya seorang pria yang terlihat paling senior diantara mereka sambil membolak-balikkan kertas yang ada di hadapannya dan melirikku sekali. Aku meremas kedua tangannku, gugup, lalu mengangguk dan menjawab mengiyakan.

“Lahir 12 Mei 1991. Umurmu berarti baru 14 tahun? Sempat tinggal di Jepang 6 tahun dan kembali ke Korea 2 tahun yang lalu…” pria itu terus saja membacakan riwayat yang tertera di dalam kertas pendaftaranku, dan aku terus-menerus menarik-buang nafasku menghilangkan rasa gugupku.

“Kau anaknya Seo Jiseob????” pekik salah seorang diantara mereka, membuat mataku membelalak kaget, lalu mengangguk mengiyakan.

“Ne, dia Appaku.”

~mrs.ChoiLee~

“Selamat. Kau lulus audisi dan untuk kabar selanjutnya kan kamari lewat surat yang akan dikirimkan ke rumahmu,” ucap seorang  dari mereka sambil tersenyum ramah yang langsung dibalas tatapan tak percaya dariku.

“Jeongmalyo???”

“Ne,” balasnya meyakiniku dan langsung disambut sorakan riang dariku. “Dan jangan pernah sekalipun berfikir kalau kau lolos audisi karena Seo Jiseob adalah orang tuamu, karena itu tidak berpengaruh apa-apa pada kami,” lanjutnya.

“Ne, algeseumnida. Kamshamnida.. Kamshahamnida,” aku membungkuk berkali-kali pada mereka sebelum akhirnya keluar dari dalam ruangan dan segera menghubungi Hyunjae melalui ponselku. Namun belum sempat aku menghubunginya, nama Hyunjae sudah terpajang dalam panggilan masuk.

“Ye, yeobseoyo??”

“Yobseoyo, Chaehyun-ah!!! Huwa!!! Saranmu benar-benar JITU!! Gomawo~~ GYAAA~~~ Choi Siwon tampan sekali!!! Aigoo~ Aigoo~ aku harus segera mencari data-data tentangnya! Mulai sekarang tipe idealku pindah dari Kim Jaewon jadi Choi Siwon! GYA~~~ TAMPAN~~~~~~~” pekiknya panjang lebar membuatku segera menjauhkan ponselku dari telingaku. Anak ini kalau sudah kumat ‘GILA’nya memang selalu membuatku susah. Dan apa tadi katanya? Choi Siwon? Siapa itu?? O,o.

“Ya!! Ya!! Siapapun itu. Ah ya, aku ada kabar baik!”

“Apa?? Apa??”

“Dengarkan baik-baik.. Jangan disela. Oke??”

“Oke! Aku akan menjadi pendengar yang baik. Cepat katakan!” ucapnya antusias.

“Aku… LOLOS AUDISI SM ENT.!!”

~mrs.ChoiLee~

“Chaehyun, duduklah,” Appa menatapku yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan tatapan yang sangat sulit kuartikan. Huh, tumben sekali dia ada dirumah, biasanya tak sebulan sekali ia pulang, dan itupun tak pernah sekalipun menyapaku dan hanya memberikan uang bulanan. Tanpa banyak omong aku langsung duduk di salah satu sofa yang ada diseberangnya, tanpa sekalipun bermaksud mendekat kearahnya.

“Ini, tadi siang surat ini sampai ke kantor manajemenku,” ia menunjukkan sebuah amplop surat berlogokan SM ent. keatas meja. Aku meliriknya sekilas. App menarik nafas pelan, “Jadi, kau berniat untuk ikut trainee dan menjadi penyanyi, begitu?”

Diam. Tak ada satupun kata yang terucap dari bibirku. Sekali lagi kulihat appa menarik nafasnya, namun kali ini lebih berat.

“Bailah, jika itu maumu akan ku ijinkan,” ucapnya sembari mengeluarkan pulpen dari saku jasnya dan mengambil kertas itu kembali lalu menandatangani surat pernyataan yang ada di dalamnya, kemudian pergi meninggalakanku yang masih duduk diam dengan mulut ternganga.

“Memang seharusnya aku tak berharap perhatian ataupun kalimat yang lebih baik darinya,” gumamku lirih.

~mrs.ChoiLee~

Sudah hampir 2 tahun aku bergabung sebgai anggota trainee di dalam naungan SM ent. entah sudah berapa kali aku berharap untuk segera debut, namun kesempatan itu tak jua kunjung datang. Chaeyoung, teman sesama trainee yang masa traineenya kini sudah menginjak tahun keempatpun tak kunjung debut. Hal ini terkadang membuatku sedikit pesimis, namun berkat dorongan dari Hyerin, teman yang ku kenal saat aku berumur 6 tahun yang kini menjadi teman dekatku akibat beberapa kali pertemuan kami di kantor SM, yang juga adalah artis dibawah naungan SM, membuat harapanku sedikit-demi sedikit mulai bangkit kembali. Sampai akhirnya kesempatan debut itu benar-benar ada.

“Chaehyun, kau akan menjadi salah satu dubber untuk film anime Jepang,” ucap Han sunbaenim, salah satu karyawan SM yang bertugas untuk mengawasi kegiatas latihan para Trainee. Aku yang saat itu tengah makan jajangmyeon bersama Victoria eonni, sesama trianee yang bersal dari Cina, di pojok tuar latihan langusng tersedak. Vic eonni langsung menyodorkan air putih miliknya padaku, panik. Begitu semuanya sudah tertelan dan aku sudah berhenti terbatuk, aku langsung bangkit dan memeluknya girang.

“Huwa~ Chukkae~~” pekik semua orang yang saat itu berada di dalam ruang latihan. Aku melepaskan pelukkanku dari Han sunbaenim dan  langsung membungkuk berkali-kali ke berbagai arah senang.

~mrs.ChoiLee~

Debut  awalku sebagai seorang dubber salah sati film anime, ternyata menjadi tolak awal yang menandai debutku kemudian. Selang beberapa lama setelah aktivitasku sebagai dubber terbilang sukses, pihak SM memberikan pengumumannya bahwa mereka akan membentuk sebuah girl band lagi, selain f(x), yang beranggotakan tiga orang trainee.

“Dan Chaehyun, selamat. Kau akan bergabung sebagai salah satu anggotanya,” ucap Han sunbaenim sesaat setelah mengumumkan pembentukkan gb baru tersebut.

Aku terpaku di tempatku. Entah apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bingung sekaligus senang. Aku masih tak percaya dengan apa yang baru aku dengar ini. Apakah ini sebuah kenyataan??

”CHUKKAE!!!!” teriak Heechul sunbaenim, salah satu anggota Super Junior, seniorku yang selalu rajin datang bertandang menjenguk para juniornya. Aku tersontak lalu menatapnya dengan penuh haru.

Astaga. Sepertinya kau harus bersiap kali ini, karena aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dan kemudian rencana debut sebagai gb ini hanya menjadi sebuah rencana yang tak kunjung terlaksana. Aku tak mau itu. Dan aku bahagia. Sangaaattttt bahagia. Entah apa yang akan dikatakan Appa nanti, aku tak peduli. Yang penting aku merasa bahwa orang-orang disekitarku turut bahagia akan hal ini : ) .

THE END (?)

Jangan lupa Comment!! 🙂

Iklan

11 thoughts on “SUPADUPADIVA “Our PreDebut Story” – Chaehyun

  1. waaa…
    debak!
    ini crita singkat tp bagus!
    semuanya jelas.
    gk berkutat di situ” aj, tp menyeluruh.
    cuma kurang konflik dikit lagi aj,
    perfect klo kata gw yg ini!.

  2. Wah chaehyun kasian!
    Pertamanya agak bingung, jd mesti bc yg hyunjae lg dh bru ngerti! Kekeke
    duluan hyunjae apa chaehyun yg msk trainee sment?
    Ditunggu loh kelanjutannya! Fighting! ^^

  3. aku kasian sama hidup y chaehyun pa lg bokap y seo jiseob tega bgt gt ngak peduli sama anak y
    seru, cerita predebut y. . .
    Jd ngak sabar sama SupaDupaDiva y

  4. kyaaaaaa onnie seru chaehyun story nya tapi lebih seru yg hyunjae kemaren hehehe, beneran dah eonnie bikin penasaran supadupadiva nya kkkk, abis chaehyun terus siapa eonn? Jgn lama lama ya eonni story lainnya kkkk aku sukaaaa 😀

    1. urutan tayangnya sesuai ma foto d atas.. *suzy: hyunjae, hyomin: chehyun,eunjung:caheyoung, jiyeon:binwoo, iu: hyerin* hehehe
      wha jinja?? hohohoho
      gomawo~~ kkk~
      tguain ja ya lnjutannya 🙂

  5. Daebak daebak! Tp sayang krn jiseob jd kurang perhatian sm anaknya sendiri. Kasian kan chaehyun…
    Hyunjae lucu bgt hahaha… Siwon dibilang tua tp ujung2nya dia kesem-sem sendiri. Kocak bgt deh
    lanjut ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s