SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Chaeyoung

Sekali lagi aq Cuma NGINGETIN.. kalo..

FF ini sebelumnya udah pernah dipublish intro/perkenalan tokohnya, buat yang lupa silakan cek lagi disini, dan yang mau bingung ma silsilah keluarganya silakan cek disini

FF ini niatnya si mau dibikin kea sinetron stripping yang panjangnya naudzubillah. Tapi wallahualam deh, gimana jadinya entar. Tapi yang jelas ni FF, pemainnya kroyokkan kaya Merry Me/Still Merry Me, jadi jangan heran kalo ceritanya campur aduk bin geje abis. Dan yang perlu diperhatikan PAIRING YANG BAKAL MUNCUL GA SEMUA SAMA KAYAK DI FF SEBELUMNYA.

Cara aku nyajiin Ffnya juga dibikin agak sedikit beda, yaitu dibikin 2sesi. Sesi 1: Predebut, dan sesi2: Debut/setelah Debut.

Untuk yang predebut aku bikin Oneshot yang berkesinambungan, dan bakal dipublish sesuai dengan urutan foto yang ada diatas. Setelah kelimanya dipublish, baru “SUPA DUPA DIVA” tayang secara resmi sebagai sebuah series. HOHO 😛

Kebanyakan ngomong ya?? Pokoknya, kalo ga ngerti tanya aja, dan WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

ahhh iyaaa… SAENGIL CHUKKAE CHAEYOUNG-AH~~~~~

HAPPY READING ALL~~~

 PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

 

LEAVE UR COMMENT!!!

 

NO BASHING!

 

NO SILENT READER!!

 

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!

 “Our PreDebut story..”

>>Chaeyoung story,,

Incheon, 2000

“Chaerin, Chaeyoung, Appa ada kabar gembira untuk kalian berdua,” ujar seorang pria berpakaian formil ala-ala pejabat pada umumnya pada kedua orang gadis kembar yang kini tengah duduk manis di atas sofa panjang yang ada di hadapannya. Ia menarik nafas pelan, Yoojin, istrinya duduk disebelahnya sambil menggenggam kedua tangan suaminya itu berusaha menenangkan. Jong-il, nama pria itu, menatap istrinya lalu mengangguk kecil.

“Ada berita apa, Appa??” tanya salah satu diantara kedua gadis itu, polos.

“Ne, ada apa Appa??” tambah gadis satunya. Jong-il kembali menarik nafas.

“Appa, dipindah tugaskan menjadi dubes Korea untuk Perancis, jadi kita sekeluraga akan pindah ke Paris minggu depan.”

“MWO???” pekik mereka berdua kompak.

“Huwaa!! Appa! Bagaimana dengan les biolaku?? Aku GAK MAU PINDAH!” protes Chaehyun.

“Ne! Bagaimana dengan les balet, dan kursus bahasa mandarinku???” tambah Chaeyoung.

“Padahal guru bahasa Jepang di sekolah baru ganti dengan yang lebih muda… dan tampan,” tambah Chaehyun lagi dengan nada sedih. Padahal baru saja kemarin dia senang saat Ms. Park, guru bahasa Jepangnya pindah dan diganti dengan Mr. Takashi yang asli orang Jepang –yang berwajah tampan , rupawan, lagi pula masih muda dan rajin menabung (?). *ini si Chaeyoung masi kecil genit amat yak??? O,o #PLAKK*

Jong-il menatap istrinya meminta bantuan. Yoojin terseyum kecil.

“Aihh,, anak-anak eomma tak boleh begini dong, memangnya kalin tidak senang kalau Appa di tunjuk jadi Dubes di usianya yang masih muda?” ujarnya sambil menatap kedua anak kembarnya itu lembut. Chaeyoung dan Chaerin menunduk lalu menggeleng pelan. Yoojin tersenyum lalu melirik kearah suaminya sebentar kemudian kembali menatap kedua anaknya.

“Nah, kalau begitu kalian harus mau menurut ya? Kita sekeluarga akan pindah ke Paris, dan untuk les biola, balet, bahasa Jepang, dan bahasa mandarin, kalian kan bisa kembali mempelajarinya nanti setibanya kita di Paris. Bahkan disana untuk balet, ada tempat kursus yang sangat terkenal dan banyak melahirkan para ballerina-balerina ternama di dunia. Apa kalian tidak tertarik untuk ikut kursus disana??” bujuknya, “Apa kalian tak ingin jika eomma kuliah lagi dan kemudian bisa menjalankan praktek sebagai pengacara disini nantinya? Apa kalian tak ingin mempunyai kedua orang tua yang sngat hebat??” Chaeyoung terlihat sedang berpikir keras, sementara Chaerin langsung turun dari sofa dan beranjak dari sana.

“Ya! Kim Chaerin! Neo eodiga??” pekik Chaeyoung saat melihat kembarannya itu sudah berlari menaiki tangga dan meninggalkan mereka bertiga di ruang tengah. Chaerin mendelik lalu menghentikan langkahnya.

“Aku mau ke kamar, bersiap-siap. Ya! Kim Chaeyoung, sebaiknya kau juga ikut aku, kan kita akan pindah ke Paris!! Ppali.. Ppali!!” teriaknya kemudian kembali berlari masuk ke dalam kamarnya. Chaeyoung mengangguk lalu menyusul saudara kembarnya itu. Yoojin dan Jong-il saling bertatapn lalu tertawa geli melihat tingkah kedua anaknya itu.

~mrs.ChoiLee~

“Noona! Kau mau meninggalkanku, huh!??” Key menjitak kepala Chaeyoung dan Chaerin bersamaan saat menemukan keduanya sudah bersiap masuk kedalam terminal keberangkatan. Chaerin yang kesal karena dijitak oleh adik sepupunya itu awalnya ingin membalasnya, namun ia mengurungkan niatnya ketika melihat wajah Key yang terlihat sedih.

“Ya! Kenapa kau?? Cengeng sekali jadi namja! Mana sifatmu yang ‘evil’ itu? Apakah sudah hilang tergantikan dengan Key yang baik hati dan tidak sombong, huh??” cibir Chaerin sadis dan semakin membuat Key semakin memanyunkan bibirnya.

“Aishh, kau ini,” Chaeyoung menggeplak bagian belakang kepala Chaerin sadis, lalu memeluk tubuh sepupunya yang hanya 4bulan lebih muda darinya itu lembut. Key menjulurkan lidahnya kearah Chaerin yang langsung dibalas tatapan luchifer darinya.

“Noona, Chaerin noona jahat! Kejam! Aku kan hanya tak ingin kehilangan kalian berdua ><” Key merengut sedih.

“Aishh jinja, ne..ne.. adik sepupuku yang manis, maafkan noonamu ini, ya? Noona janji akan selalu menghubungimu agar kau tidak sedih lagi, arraeo??” Key menatap Chaerin dengan wajah berbinar lalu mengangguk semangat.

“Janji ya, noona!” Key menjulurkan kelingking kanannya pada Chaerin. Chaerin menatapnya sebentar lalu mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Key.

“Chaeyoung noona, juga!” Key menyodorkan kelingking satungya pada Chaeyoung, dan tanpa berfikir apa-apa lagi Chaerin langsung mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Key. Ketiganya kemudian saling berpandangan lalu tertawa satu sama lain, sampai akhirnya Jong-il dan Yoojin memanggil mereka untuk segera bersiap masuk. Mereka mengangguk, setelah berpelukan dengan Key, dan nenek mereka yang datang bersama dengan Key, mereka langsung mengikuti kedua orang tua mereka masuk kedalam.

~mrs.ChoiLee~

Selama tinggal di Paris, Chaeyoung dan Chaerin kembali disekolahkan disekolah Internasional karena kendala bahasa. Selain itu, sesuai dengan janji Yoojin pada keduanya, mereka juga kembali di masukkan kedalam kursus music, bahasa dan balet. Namun kurang dari satu tahun berselang, Chaerin memutuskan untuk keluar dari les balet dan memilih untuk focus pada biola serta kursus bahasa Perancis, dan Jepangnya, sementara Chaeyoung, ia masih mengikuti semua lesnya, hanya saja untuk music ia memilih untuk pindah haluan dengan mempelajari gitar –tanpa sepengetahuan orang tuanya- sampai saat ini.

“Hey, aku yakin jika beberapa tahun yang akan datang, jika kita begini terus, kita bisa membuat band keluarga! Eomma pada drum, Appa pada bass dan vocal, aku yang main biola, sementara kau yang main gitar. Bagaimana?? Keren kan?? Kita jadi keluarga musisi!!” usul Chaerin tiba-tiba dengan semangat membara saat keduanya sedang dalam perjalanan pulang di dalam sebuah sedan mewah –jemputan yang dikirim Appanya. Chaeyoung yang sejak awal masuk mobil terus menatap keluar jendela menatap saudara kembarnya itu sekilas lalu kembali menatap keluar tanpa berkata sepatah katapun. Dalam hatinya yang terdalam ia juga berharap seperti apa yang difikirkan Chaerin barusan, hanya saja ia sadar betul bahwa hal itu tak akan pernah terjadi karena jadwal kedua orang tuanya yang super sibuk.

~mrs.ChoiLee~

“Appa!! Eomma!!!” sahut Chaerin riang saat mlihat kedua orang tuanya baru saja masuk kedalam rumah dinas mereka yang super besar. Jong-il dan Yoojin menatap anaknya itu kaget, mereka saling berpandangan lalu segera menghampirinya.

“Omo.. Anak eomma kenapa jam segini belum tidur, huh??” Yoojin melirik arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 23.45 dan mentap wajah anaknya itu kaget, sementara Jong-il langsung melengos masuk meninggalkan anak dan istrinya itu menuju kamar Chaeyoung di lantai dua. Ia membuka pintu kamar anak sulungnya yang tak terkunci itu kemudian menyalakan lampunya dan menemukan Chaeyoung yang sudah tertidur pulas di bawah selimut. Ia tersenyum samar lalu kembali mematikan lampu dan menutup pintunya kemudian beranjak ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Sementara itu, begitu mendengar suara pintu kamarnya ditutup, terdengar sebuah suara isakkan kecil. Chaeyoung semakin mengeratkan gelungan selimutnya dan sesekali menghapus air mata nakalnya yang mengalir keluar membasahi wajahnya.

“Aku rindu kalian yang dulu,” batinnya lirih.

~mrs.ChoiLee~

“Chaerin-ah, ayo kita hari ini ke menara Eiffel, otte??” usul Chaeyoung tiba-tiba, Chaerin yang sedari tadi sibuk menyetel senar biolanya yang tiba-tiba saja putus langsung menoleh menatap kakaknya (atau malah adiknya?) –yang sedang duduk di sofa menghadapnya dengan wajah berbinar-binar- lalu memasang tampang berfikir.

“Ayolah~ Entah kenapa aku ingin sekali kesana, lagi pula sudah lama kan kita tidak piknik? Sekalian saja bawa bekal serta gitar.. ah, biolamu juga dibawa saja, nanti kita kan bisa menikmati pemandangan menara Eiffel sambil menyanyi, anggap saja cari suasana baru. Bagaimana??”

“Aihhh.. Tapi kita kan baru 12 tahun ><, masih kecil, memangnya kau berani jika kita piknik hanya berdua saja?? Lagi pula aku kan tak bisa bikin bekal, lagian juga…” Chaeyoung membekap mulut Chaerin dengan sebelah tangannya yang lagsung dibalas tatapan sangar Chaerin.

“Stttt.. Berisik!! Tenang saja! Aku akan minta tolong Mr. Brown untuk mengantar kita kesana, dan kau jangan khawatir kita tak hanya berdua tapi Mrs. Juiness juga akan menemani kita. Bagaimana kau mau kan??” ucapnya lalu melepas tangannya yang sedari tadi membekap mulut Chaerin. Chaerin menatapnya sebal, namun kemudian mengangguk mengiyakan.

“Assssssaaaaaaaa~ Kalau begitu aku akan bilang pada Mr. Brown dan Mrs. Juiness dulu.”

Setelah memberitahukan rencananya pada staff ayahnya yang setiap hari mengantar jemput mereka serta pada pengasuhnya yang setiap hari mengurusi keperluan mereka, Chaerin dan Chaeyoung pergi ke menara Eiffel dan langsung menggelar sebuah tikar di taman yang ada di dalam kawasan menara bersejarah tsb. Mr. Brown yang awalnya bersikeras untuk duduk di dalam mobil akhirnya pun luluh berkat bujukan maut Chaerin dan duduk bersama dengan mereka bertiga di atas tikar kotak-kotak yang mereka bawa dari rumah. Chaerin membuka tas slempang miliknya dan mengeluarkan sebuah buku berisikan beberapa notasi lagu di dalamnya,  Chaeyoung membuka tas gitar miliknya dan mulai memetik senar gitarnya, sementara itu Mrs. Juiness sibuk mengeluarkan bekal yang mereka bawa dari rumah.

“Lagu apa nih??” tanya Chaerin bingung saat membolak-balikkan buku lagu miliknya. Chayoung menatapnya sambil berfikir.

“Kalo lagu Korea saja bagaimana? Kita kan sudah lama sekali tidak menyanyikannya, lagian kalo salah kan nadanya gak ada yang tau ini, hehehe,” usul Chaeyoung yang langsung dibalas anggukkan super mantap dari Chaerin.

“PINTER!! Ah, aku baru sadar kalau otakmu itu ternyata sangat encer,” puji Chaerin, “Eh, ngomong-ngomong lagu apa nih??”

“Lagunya Boa aja yang waiting gimana?? Kamu punya liriknya? gak??” usul Chaeyoung. Charin menatapnya dengan tatapan menimbang.

“Waiting ya?” Chaeyoung mengangguk, “Ada sih, tapi aku gak gitu hapal nadanya, gimana dong??”

“Tenang aja, aku kan FAN GIRL-nya Boa eonni NO. 1! Jangankan nada, lirik sama kunci rumahnya (?) aja aku hapal luar kepala,” kata Chaeyoung pamer, Chaerin menatapnya malas.

“Aishh Arra.. Arra.. Oke lah FAN GIRL-nya Boa no. 1, kita mulai yook??” Chaeyoung mengangguk, dan memulai petikkan gitarnya.

Uri orma maningayo cham oren shigani hulloneyo
we jaku ne mami aphun gonji
we guri apha hanayo hogshirado himdun il issonayo
we amumar haji anhanayo

*Jigum inde gude aphinde
marheya hanunde naui maumur
oren shigan guderur hyanghan
girodon gidarimur
babogathjyo hangsang gurejyo
gure ya hejyo guder wiheso
sarangheyo yojonhi gamsaheyo

Dengan penuh penghayatan dan ketepatan yang tinggi, Chaeyoung memetikkan senar gitarnya mengikuti alur serta nada dan irama dari salah satu lagu favoritnya itu, sementara Chaerin yang tidak membawa Biolanya karena senarnya sedang diperbaiki menyanyikan lagu yang sama sekali tak ia kuasai itu dengan penuh penghayatan, keduanya bernyanyi sambil menikmati pemandangan sore menara eiffel. Mr. Brown dan Mrs. Juiness yang duduk didekat mereka pun turut menikmati lagu yang mereka suguhkan meski mereka sama sekali tak mengerti dari bahasa lagu yang mereka berdua lantunkan.

Sementara itu tanpa mereka semua sadari ada seseorang yang mengamati mereka dari kejauhan.

We nar jabji anhanayo we amugodo mudji anhanayo
gude obnun nega goenchanhur god gathnayo
(repeat*)
Na argo issoyo
nega gudeyege
majimag hangaji hejur su inun goshi
ibyorpuniranun god

Ijesoya kedarun naui
mojaran sarangur yongsohe jwoyo
sarangheyo yojonhi gamsaheyo
sarangheyo imari hago shiphojyo

“BRAVO!! BRAVO!!!” pekik keduanya sambil bertepuk tangan dan tersenyum puas pada si kembar begitu lagu yang mereka lantunkan usai. Chaerin dan Chaeyoung saling bertatapan sambil tertawa riang.

~mrs.ChoiLee~

“Jeogi..” ujar seorang pria saat Chaeyoung dan yang lainnya sudah bersiap masuk kedalam sedan hitam mewah yang biasa mereka pakai sehari-hari. Chaeyoung dan Chaerin yang merasa kenal dengan bahasa yang pria itu ucapkan langsung berbalik menghadap pria berperawakan tinggi itu sementara Mr. Brown sudah mulai menyalakan mesin mobil dan Mrs. Juiness sedang memasukkan peralatan kedalam bagasi.

“Hanguk saramieyo??” tanya pria itu hati-hati. Chaeyoung dan Chaerin saling berpandangan lalu tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Pria itu membuang nafas lega lalu tersenyum ramah.

“Perkenalkan, saya Alan Kim, salah pencari bakat dari SM ent. Korea untuk wilayah Eropa, khususnya Perancis,” Pria itu merogoh saku belakang celananya, membuka dompet miliknya lalu menyerahkan sebuah tanda pengenal dan kartu namanya pada mereka berdua. Para gadis kecil itu menerimanya dan membacanya dengan tampang bingung.

“Tadi, disana,” ia menunjuk arah tempat yang semula mereka berempat jadikan tempat piknik dengan ibu jari tangan kanannya yang diikuti tatapan mata si kembar, “Tak sengaja aku melihat dan mendengarkan nyanyian kalian. Menurutku bakat kalian sangat bagus, dan kalian memiliki masa depan yang cerah sebagai seorang idola.”

“Lalu??” tanya Chaerin polos. Chaeyoung meliriknya sekilas lalu kembali menatap pria tsb dengan tampang bingung.

“Apa kalian berminat untuk masuk dan bergabung ke dalam keluarga SM ent. ??” tawarnya dengan senyuman yang maha lebar, Chaerin terlihat tidak terlalu berminat dengan tawarannya itu, lain halnya dengan kakak kembarnya, Chaeyoung, begitu mendengar kalimat ‘bergabung ke dalam keluarga SM ent.’ matanya langsung berbinar cerah.

“Bagaimana??” tanyanya.

“MAU!!!” pekik Chaeyoung antusias yang langsung disambut geplakkan dari Chaerin.

“YA! Jangan sembarangan bilang mau! Kan harus dapat ijin dulu dari Appa dan Eomma!” Chaeyoung meringis, lalu menatap tajam pada saudara kembarnya itu.

“ARRASEOYO!! Aku kan baru bilang ‘MAU’ belum mengiyakan -_____-”

“Anak-anak! Ayo kita pulang!” teriak Mrs. Juiness.

“Iya!!” sahut Chaerin. “Ayo kita pulang!” Chaerin mengambil id card si pria dari tangan Chaeyoung dan menyerahkannya kembali pada pria yang mengaku pencari bakat itu, lalu menarik lengan kakaknya itu kasar dan memasukkannya kedalam mobil.

“Ya!!! Chankaman!!!” pekik Alan saat menyadari keduanya telah masuk kedalam mobil dan bersiap untuk pergi. “BAGAIMANA DENGAN PENAWARANKU TADI!!?????”

Chaeyoung yang mendengar teriakan dari Alan langsung membuka sebelah kaca mobilnya dan menongolkan kepalanya lewat jendela.

“AHJUSSIE!!! JIKA KAU MAU MENGAJAKKU BERGABUNG KAU HARUS DATANG KE KEDUBES KOREA DAN CARI KIM JONG-IL!!! MINTA IJIN PADANYA BARU BISA MENGAJAKKU!!!” teriaknya dengan suara sekeras mungkin sebelum akhirnya tubuhnya kembali ditarik oleh Chaerin dan jendelanya kembali ditutup dan dikunci dari depan oleh Mr. Brown atas permintaan Chaerin.

“Apa?? Kim Jong-il? Bukannya itu nama Dubes Korea yang bertugas disini? Kenapa aku harus meminta ijin darinya??” Alan menggaruk belakang kepalanya bingung.

~mrs.ChoiLee~

Siang itu Alan membuktikan keseriusannya dan mendatangi kantor Kedubes Korea untuk Perancis, sesuai dengan perkataan anak yang kemarin ditemuinya di taman sekitar kawasan menara Eiffel. Agak sulit baginya untuk menemui orang no. 1 di kedutaan itu, namun berkat salah satu temannya yang merupakan salah satu staff yang ada disana, akhirnya Alan berhasil menemui Kim Jong-il di kantornya. Ia disambut dengan ramah oleh Jong-il danlangsung dipersilakan duduk di kursi yang berhadapan langsung dengannya.

“Jweisonghamnida Kongsanim, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada anda,” ujarnya setelah sedikit berbasa-basi pada Jong-il. Jong-il menatapnya dengan tatapan ramah lalu tersenyum bijak.

“Silakan saja, apa yang kira-kira dapat saya jawab?”

“Maaf sebelumnya, kemarin saya bertemu dengan dua orang anak kembar identik di kawasan menara Eiffel, dan saya selaku salah seorang utusan SM ent. yang bertugas untuk mencari bakat sangat tertarik dengan bakat yang mereka miliki dan berniat untuk merekrut keduanya, hanya saja mereka menyuruhku untuk meminta ijin pada Anda,” ucapnya dengan sejujur-jujurnya. Jong-il menatapnya lurus.

“Lalu? Apa kau tahu siapa mereka berdua?” Alan menggeleng pelan.

“Kau tahu siapa nama keduanya??” Alan kembali menggeleng pelan.

“Lantas, kenapa kau datang kemari untuk meminta ijin dariku? Apa kau tahu alasan dibalik itu?” Lagi-lagi Alan kembali menggeleng. Jong-il mengambil nafas berat.

“Jweisonghamnida Kongsanim, saya memang tak mengenal keduanya dan bahkan nama merekapun belum sempat saya ketahui, namun karena keyakinan saya dan keseriusan saya untuk mengajak mereka bergabung maka dari itu saya berani datang kemari, karena saya yakin dengan kedatangan saya kemari saya akan mendapatkan jawabannya,” jawabnya mantap. Jong-il menatap Alan serius, namun lama kelamaan tatapannya melunak dan sebuah senyuman terkembang diwajahnya. Jong-il melirik kearah tumpukan bingkai foto yang ada ditas meja yang menghadapnya, mengambil salah satu bingkai foto yang ada lalu tersenyum dan membalikkan bingkai tsb kehadapan Alan.

“Mereka adalah Kim Chaerin dan Kim Chaeyoung. Mereka anakku.”

~mrs.ChoiLee~

Setelah mendapatkan ijin dari Dubes Kim Jong-il, ayah dari kedua gadis kembar itu, Alan langsung menghampiri keduanya di sekolah –setelah diberikan alamat dari Jong-il. Chaeyoung yang sejak awal memang sudah berminat langsung menunjukkan kesenangannya dan tak keberatan untuk menjalani audisi dadakan yang dibuat Alan di taman sekolah mereka yang kebetulan sore itu sudah sepi, namun lain halnya dengan Chaerin, dia langsung menolak tawaran itu mentah-mentah dan langsung menarik Chaeyoung pulang saat Alan selesai merekam hasil audisinya dengan handycam miliknya.

“Hasilnya akan segera kau terima beberapa hari kedepan dan langsung dikirim ke alamat kantor ayahmu!” pekik Alan saat Chaeyoung sudah ditarik menjauh.

~mrs.ChoiLee~

Setelah dinyatakan LOLOS dan diterima sebagai TRAINEE di SM ent. Chaeyoung langsung bersiap untuk kembali ke Korea bersama dengan Alan. Semula Yoojin tak rela saat tahu anak sulungnya itu akan kembali ke Korea dan sendirian disana, ia juga sudah bersiap untuk pindah dan melanjutkan sisa semesternya di Korea, namun Jong-il mencegahnya dan memberikan pengertian pada istrinya itu bahwa Chaeyoung pasti akan baik-baik saja dan mereka juga akan segera kembali ke Korea saat masa tugasnya di Perancis selesai.

Sesampainya di Korea, Chaeyoung kecil langsung di tempatkan di salah satu dorm milik SM ent, bersama dengan para Trainee lainnya yang berasal dari luar negeri maupun luar Seoul, dan iapun masuk kedalam sekolah yang dipilihkan oleh pihak SM.

Selama masa Trainee, tak banyak kendala yang dihadapi Chaeyoung, dan ia malah senang karena ia merasa bahwa saat ini dirinya dekat dengan sosok Boa karena berada dalam satu menejemen yang sama. Selama Trainee, ia juga kembali bertemu dengan adik sepupunya Key, yang ternyata juga merupakan salah satu trainee. Sejak pertemuan keduanya kembali, Chaeyoung dan Key semakin tak terpisahkan, dimana ada Key disitu ada Chaeyoung, dan dimana ada Chaeyoung disitu pasti ada Key, sehingga ia menjadi akrab dengan para namja yang digadang sebagai anggota SHINEE nantinya seperti Jinki, Minho, Jonghyun dan juga Taemin.

“Hey! Young noona, mana Key??” sapa si imut Temin saat melihat Chaeyoung tengah duduk menyendiri di pojok kantin dengan earphone yang terpasang disebelah telinganya. Chaeyoung mendelik lalu tersenyum saat melihat namja cantik itu duduk disebelahnya.

“Molla, tadi katanya perutnya sakit. Mungkin dia sedang dikamar mandi sekarang,” Taemin mengguk paham.

“Oy, Teaminnie! Kau dipanggil Jinki hyung, katanya dia minta diajari gerakkan yang tadi, dia masih belum bisa,” ujar seorang namja jangkung yang berjalan mendekati mereka.

“Ah, arraeo,” sahut Temin lalu bangkit dari duduknya. “Young noona, aku duluannya,” pamitnya dan langsung berlari pergi setelah diberi anggukkan oleh Chaeyoung.

“Young noona, annyeong~ Boleh aku duduk?” tanya Minho basa-basi dan langsung duduk disamping Chaeyoung tanpa menunggu persetujuan darinya. Chaeyoung menatapnya lalu terkekeh pelan.

“Waeyo?”

“Anni.”

“Ah, Young noona, apa aku masih harus memanggilmu dengan sebutan noona??”

“Maksudmu?” Chaeyoung menatap Minho tak mengerti.

“Yah.. Kita kan hanya beda beberapa bulan saja, sepertinya tak enak jika aku memanggilmu dengan sebutan ‘noona’ lagipula kita kan satu angkatan??” cHaeyoung menatapnya lurus, lalu menggeleng cepat.

“Shireo! Biar begitu umurmu kan tetap masih dibawahku, lagipula Key kan memanggilku NOONA, jadi tak mungkin kau memanggilku dengan nama saja,” Minho mengerucutkan bibirnya sebal.

“Lagi pula jika Key mendengarnya bisa-bisa kau dibantai olehnya. Mau?” Minho semakin mengerucutkan bibirnya.

“Ya! Ada apa ini? Sepertinya aku mendengar namaku disebut-sebut??” ucap sebuah suara tiba-tiba. Begitu melihat sosok Key mendekat, Minho langsung pamit pergi.

“Ya! Jangan bilang hal yang tadi pada Key hyung,” bisiknya sebelum melarikan diri. Chaeyoung terkekeh geli.

“Waeyo noona?” tanya Key bingung.

“Anni,” Chaeyoung menggeleng sambil mengulum kedua bibirnya, berusaha menahan tawa.

~mrs.ChoiLee~

Setelah Key debut dengan Shinee, ia jadi sedikit merasa kesepian, disatu sisi ia juga merasa sedih karena setelah 5tahun menjalani Trainee dirinya tak kunjung debut. Dan ia lebih sedih lagi, karena nyatanya selama itu pula ia sekalipun tak kunjung dapat melihat sosok Boa secara langsung karena kesibukannya sebagai Trainee dan aktivitas Boa yang super padat dan belakangan lebih banyak beraktivitas di Jepang.

Akhirnya, setelah menjalani masa trainee selama 5tahun, pihak dari SM ent mengumumkan bahwa ia akan di debutkan sebagai salah satu member dari sebuh GB yang beranggotakan 3 orang trainee.

“Kim Chaeyoung, selamat kau terpilih sebagai leadernya,” ucap Han byul, wanita yang selama ini bertindak sebagai penanggung jawab para trainee. Chaeyoung yang semula sedang duduk menyandar di tembok di dalam ruang latihan sambil memakan ice cream yang dibawa oleh Binwoo, sesama trainee yang usianya lebih muda 4tahun darinya langung bersorak senang.

“Chukkae nae eonni!!!!” sorak Binwoo senang. Chaeyoung mengangguk mengiyakan sambil tersenyum lebar.

Dan begitu mendapatkan istirahat selama beberapa hari dari aktivitas trainee, Chaeyoung langsung memutuskan untuk pulang kerumah keluarganya di Incheon, untuk menemuinya eommanya dan memberikan kabar baik ini. Selama tinggal di Incheon, ia juga jarang bertemu dengan eommanya karena kesibukan eommanya yang kini sudah menjadi seorang pengacara terkenal dan ia merasa sangat kesepian karena pada nyatanya setahun belakangan ini Chaerin ikut dengan Appanya yang kembali ditugaskan sebagai Dubes di Kanada dan melanjutkan study disana.

Demi membunuh waktunya, ia berjalan-jalan mengelilingi kota asalnyanya itu. Dan tanpa di duga, saat ia tengah iseng masuk kedalam sebuah mall, ia malah melihat penyanyi idolanya, Boa, tengah mengadakan acara, dan pada saat game yang pesertanya dipilih secara random, ia malah terpilih dan dengan senang hti maju keatas panggung untuk bertemu dengan idolanya itu. Ia tak peduli jika suatu saat nanti ia sudah debut dan menjadi seorang idol ada seseorang yang menyebarkan fotonya ataupun menceritakan kejadian ini ke khalayak luas, masa bodo. Baginya biar bagaimanapun seorang idola adalah manusia, dan sebagai manusia ia berhak melakukan apapun yang ia sukai selama itu tak merugikan orang lain ataupun dirinya sendiri.

“BOA EONNI!!! IM UR NO.1 FANS!!!!!”

THE END (?)

COMMENT JANGAN LUPA ><


Iklan

11 thoughts on “SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Chaeyoung

  1. ya!
    saeng-il chukae chaeyoung…
    smg panjang umur dan sehat selalu…
    dan apa yg kau inginkan tercapai..
    amin.

    Ceritanya pd bagus”, tinggal nungguin bagian si min.

  2. hehehe onnie pas awal awal nya ada yg typo salah ketik nama, aku bingung jadinya tapi pas kesini sisni udah gak ko, hehehe

    aku jadi penasaran onnie apa yg nanti bakal terjadi sama chaeyoung ckck

  3. @snowdrop: hehe.. Sgja chingu..
    Ni blum tamat ko sbnerny,,tp ntar nymbg k supadupadiva ntar hehe..

    minkiijaeteuk: hehe.. Ia yg punya nama lg ultah tuh kkk
    Haha.. Nanti jg muncul kpan.kpan chaeriny haha xp

    lusiani haheho: haha.. Jgnkn chingu,aq ja kdg sk blibet sndri wkwk xp

  4. @snowdrop: hehe.. Sgja chingu..
    Ni blum tamat ko sbnerny,,tp ntar nymbg k supadupadiva ntar hehe..

    @minkiijaeteuk: hehe.. Ia yg punya nama lg ultah tuh kkk
    Haha.. Nanti jg muncul kpan.kpan chaeriny haha xp

    @lusiani haheho: haha.. Jgnkn chingu,aq ja kdg sk blibet sndri wkwk xp

  5. Haii..
    #eng ing eng

    Yun, punteun bru bca..hehe..

    Bgus..bgus…

    Pke acra d publikasiin nie..
    Thank so much, ayuun..nan.. Heu..

  6. Kejadian lucunya waktu si chaeyoung ygb langsung mau ikut jd trainee dan langsung nyuruh alan buat dateng ke dubes korea disana kekeke…..
    Di acara BoA lah chaeyoung dan hyunjae bertemu kembali dan disatukan dlm gb SM.
    Oke lanjut ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s