SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Binwoo

PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

LEAVE UR COMMENT!!!

NO BASHING!

NO SILENT READER!!

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!

Supadupadiva>> Intro; Family; Hyunjae; Chaehyun; Chaeyoung

WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

HAPPY READING ALL~~~

 “Our PreDebut story..”

 -SUPA DUPA DIVA-

>>Binwoo story..

Incheon, 2005

Binwoo kecil yang baru saja pulang dari sekolahnya memilih untuk berjalan kaki menuju rumahnya karena uang jajannya habis dipalak oleh seorang anak SMA yang entah kenapa belakangan sering menghadang dirinya saat ia pulang sekolah. Binwoo sama sekali tak punya uang lagi untuk sekedar naik bis ataupun menelpon rumahnya lewat telepon umum, mau tak mau ia mesti berjalan kaki seorang diri menuju rumahnya yang jaraknya jauh dari sekolah untuk ukuran anak kecil seperti dirinya.

Dengan langkah cepat dan sesekali menarik nafas berat untuk sekedar melawan perasaan lelahnya Binwoo berjalan bersama tas ransel merah yang selalu ia kenakan setiap hari saat sekolah. Sejujurnya ingin sekali ia duduk, berjongkok ditengah jalan dan menangis sekeras-kerasnya karena perasaan lelahnya ini, tapi ia tak mau seperti itu! Bagiamanapun juga ia tak mau jadi anak cengeng hanya karena ‘lelah berjalan’.

Sementara itu di tempat lain, Ryeowook yang sedang pulang ke tempat kelahiran sekaligus rumah orang tuanya di Incheon bersama dengan Yesung, hyung sekaligus sesama trainee di SM ent. yang sebentar lagi akan debut bersamanya sebagai anggota Super Junior, berencana untuk pergi kerumah teman lamanya dengan memakai mobil pinjaman Yesung dari Hanbyul –penanggung jawab trainee yang sudah mereka anggap saudara sendiri- yang mereka bawa dari Seoul.

“Stop hyung!” pekik Ryeowook tiba-tiba saat Yesung tengah mengemudikan mobilnya. Yesung menatap Ryeowook bingung namun akhirnya menurut dan menghentikan sedan putih itu dipinggir jalan. Begitu mobil yang mereka kendarai berhenti mulus, Ryeowook langsung berlari keluar menghampiri seorang anak kecil dengan ransel merahnya yang sedang duduk asal di pinggiran trotoar, sementara Yesung hanya menatapnya dari balik kemudi.

“Binwoo??” panggilnya pada anak yang tengah menunduk itu. Gadis kecil itu mendongak lalu mengangguk pelan.

“Ah, ternyata benar! Sedang apa kau disini? Rumahmu kan masih jauh??” Ryeowook ikut berjongkok disamping gadis itu sambil memasang tampang cemas.

“Anni, aku sedang berhemat,” jawabnya. Ryeowook mengerutkan keningnya. Biar bagaimanapun ia tak percaya pada omongan gadis itu, karena mau sehemat apapun dirinya pasti takkan mungkin pulang kerumah yang jaraknya 2km dari tempatnya sekarang dengan berjalan kaki.

“Jeongmal?” Binwoo mengangguk pelan.

“Aihh, yasudahlah, ayo ikut Oppa saja, kebetulan Oppa mau main ke dekat rumahmu, Oppa sudah lama tak bertemu dengan Eonni dan Oppamu, Kajja!” Binwoo menatap wajah Ryeowook lalu mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka bergantian kemudian mengangguk mengiyakan.

“He?? Siapa kau anak manis?” tanya Yesung saat melihat seorang gadis kecil sudah duduk dibangku belakang lengkap dengan seatbelt yang sudah terpasang di tubuhnya. Ryeowook yang juga sudah duduk di samping Yesung dan memasang seatbeltnya melirik kearah Binwoo lalu tersenyum.

“Dia Binwoo, hyung, adik dari Taeyang, kebetulan tadi aku melihatnya jadi sekalian saja kita ajak, kan kita akan kerumah mereka sekarang, betul???” Yesung memandang Wookie dan Binwoo bergantian lalu mulai menjalankan mobilnya.

Dibangku belakang, Binwoo terus menatap wajah Yesung yang menurutnya lucu sambil senyum-senyum membayangkan hal yang tak jelas. Tapi satu hal yang pasti, sepertinya ia meresakan bahwa dirinya menyukai namja berkepala besar yang tengah mengemudi itu.

~mrs.ChoiLee~

“Binwoo-ya, kau pulang jalan kaki lagi tadi??” Soohyun, kakak tertua Binwoo manatap wajah adiknya itu dengan tampang sangar. Binwoo yang sedang mengerjakan PR miliknya dikamar langsung tersentak saat melihat eonninya itu sudah berdiri disamping meja belajarnya sambil berkacak pinggang.

“N-ne,” jawabnya takut.

“WAE?? Uangmu habis?? Memangnya kau jajan apa saja disekolah, huh?? Apa uang jajan yang diberikan eomma kurang? Apa uang tabungan dari Appa yang ia beri padamu tadi pagi juga tidak cukup?? Kenapa kau jalan kaki seperti itu?? Sekolahmu kan jauh~ ><” ucap Soohyun geram.

“Anni.. bukan begitu..”

“Lalu kenapa???” Binwoo semakin menundukkan kepalanya takut. Eonni pertamanya itu memang sangat ganas dan mengerikan saat sedang marah, dan kecepatan berbicaranya juga jika dibandingkan dengan kereta Shinkanzen bahkan lebih lebih cepat daripada kereta listrik milik Jepang tsb. Tingkat keseraman dan kebawelannya pun bahkan melebihi tingkat kebawelan dan keseraman orang tuanya yang justru terkenal baik hati, ramah, dan tidak sombong.

“Sudahlah eonni, siapa tau saja Binwoo sedang menabung untuk membeli barang yang diinginkannya, makanya ia hemat seperti itu, betul tidak?” bela Jihyun si kakak kedua yang terkenal akan kecentilannya saat masuk kedalam kamar Binwoo dan duduk diatas ranjang singels milik adiknya itu sambil sesekali meniupi kuku-kuku tangannya yang baru saja selesai di cat. Soohyun melirik kearah adik keduanya itu tajam.

“Ya! Jangan membelanya! Biar sehemat apapun, setidaknya dia harus menyisihkan sebagian untuk ongkos naik bus!” Soohyun menatap tajam kearah kedua adiknya itu bergantian sebelum akhirnya keluar dari dalam kamar Binwoo. Begitu merasa kakak sulungnya itu sudah pergi menjauh, Jihyun langsung menghampiri Binwoo yang duduk di atas kursi meja belajarnya dan menatapnya serius.

“Dongsaeng-ah, coba jujur pada eonni, ada apa sebenarnya?” Binwoo diam, lalu menunduk tak berani memandang wajah kakak ketiganya itu. Jihyun menarik nafas pendek, mengacak poni adiknya itu pelan.

“Eonni, sebenarnya aku tak berhemat. Tapi aku dipalak T____T,” ucapnya masih sambil menunduk. Jihyun melotot tak percaya.

“Ya! Kau ini, kenapa tak bilang dari tadi??? Aigoo~ Sudah berapa lama kau dipalak?? Siapa yang berani memalakmu, huh??? Omo.. Omo…” Binwoo mendongakkan kepalanya pelan-pelan dan menatapn wajah kakaknya takut.

“Sudah seminggu.. HUWAAA~ EONNI!!!!!” Binwoo meraung histeris kedalam pelukan Jihyun. Jihyun terkejut dan berusaha menenangkan adik bungsunya itu sambil mengusap-usap punggungnya lembut.

“YA! Kenapa kau tak bilang-bilang???”

“Habisnya mereka seram (T___T”)” Binwoo mengerucutkan bibirnya, masih sesekali terisak.

“Mwo?? Seram katamu??” Binwoo mengangguk.

“MWOYA!?? Lebih seram mana dengan Soohyun eonni??” ceplos Jihyun, tanpa mengetahui bahwa si pemilik nama yang baru saja disebut sudah berdiri membelakanginya sambil berkacak pinggang. Binwoo yang menyadari kehadiran kakak sulungnya itu berusaha member kode pada Jihyun dengan memanyun-manyunkan bibirnya kearah belakang Jihyun, tapi bukannya mengerti Jihyun malah kebingungan sendiri dengan tingkah adiknya yang aneh itu.

“Ya! Kenapa mulutmu manyun-manyun begitu?? O,o” penasaran, akhirnya Jihyun membalikkan tubuhnya dan menemukan kakak perempuan yang paling ditakutinya itu sudah memasang tampang sangar. Jihyun bergidik ngeri dan berusaha kabur dari dalam kamar.

“YA!!!! KIM JIHYUN BERHENTI!!!!” Soohyun berlari mengejar Jihyun yang sudah kabur keluar entah kemana. Binwoo yang melihat tingkah konyol eonni-deulnya itu hanya bisa tertawa dan sejenak melupakan masalahnya yang baru saja diungkit Jihyun tadi.

~mrs.ChoiLee~

“Aishhh.. Jihyun-ah, mau apa kita disini??” tanya seorang gadis gelisah sambil sesekali memukul dan memukul bagian kulitnya yang di gigiti nyamuk.

“Shutttt.. diamlah Sooyoung-ah, suaramu bisa terdengar sampai kesana, dan sebaiknya cepat kau jongkok sepertiku agar tubuhmu yang jangkung itu tak terlihat oleh mereka,” Jihyun menarik tangan Sooyoung paksa dan membuat temannya itu mau tak mau ikut berjongkok –bersembunyi- dibalik pohon asem (?) sambil mengawasi kearah gerbang sebuah sekolah dasar tempat adiknya bersekolah.

“Sebenarnya ada apa??” tanya Sooyoung tak mengerti, kerana memang sejak awal Jihyun meminta dirinya untuk menemaninya disana Jihyun tak kunjung memberikan alasannya.

“Diam, dan lihat saja,” Sooyoung mengerucutkan bibir, sebal, namun akhirnya menuruti perintah sahabatnya itu juga.

Sementara itu di gerbang sekolah…

“Hey anak kecil!!” ucap salah seorang diantara segerombolan pria berseragam SMA begitu melihat sosok Binwoo keluar dari gerbang sekolahnya. Binwoo kecil yang semula tengah berjalan riang tanpa beban langsung menghentikan langkahnya saat melihat dihadapannya kini sudah berdiri empat orang namja yang lebih besar dan lebih tinggi darinya sudah berdiri sejajar menutupi langkahnya.

“M-mau apa???” Binwoo menatap mereka galak. Dibentak seperti itu malah membuat keempatnya tergelak dan memandangnya meremehkan.

“Ya! Cepat! Berikan uangmu anak manis! Aku tau uang jajanmu banyak! Kau kan anak orang kaya!! Cepatlah!! Kami mau beli rokok!!” ucap namja yang paling gendut sambil mengadahkan sebelah tangannya kehadapan anak itu. Binwoo menggeleng. Wajah namja itu berubah marah.

“YA!! MANA UANGMU!!” lagi-lagi Binwoo menggeleng. Sebenarnya bukan ia tak mau memberi, tapi hari itu ia memang dihukum oleh Soohyun –selaku walinya dirumah karena kedua orang tua mereka sedang pergi ke Pulau Jeju- dengan tidak diberi uang jajan, sekolahpun tadi ia diantar Soohyun dengan mobilnya, mau makan ia tinggal ambil jatah makannya dikantin karena dibayar bulanan, dan pulang pun rencananya ia akan bareng dengan Jihyun yang kebetulan selalu pulang dengan Sooyoung temannya dengan mobil keluarga temannya itu, maka dari itu Soohyun juga merasa aman jika adiknya itu tak memegang uang.

“Aishh,, Jinja! Anak ini benar-benar!!” Binwoo merengut, nyalinya yang sejak awal sudah ciut kini semakin ciut saat melihat keempat namja itu semakin memasang tampang gahar mereka.

“Eh, tapi jika dilihat-lihat.. anak ini manis juga! Mirip dengan Jihyun! Benar tidak bos??”bisik seorang namja bertubuh ceking pada seorang pria yang sepertinya adalah leader mereka. Pria yang disebut bos tadi tampak berfikir lalu berjalan mendekati Binwoo yang malah mundur ketakutan.

“YA!!! MAU KAU APAKAN DIA!!??” pekik sebuah suara yeoja cempreng dari arah belakang. Mereka berempat menoleh, Binwoo juga.

“Eonni!!!!” pekik Binwoo senang saat melihat kakak kesayangannya itu tiba disaat yang tepat, dan berlalri memeluk tubuh ramping eonninya itu lalu bersembunyi dibalik tubuh jangkukng Sooyoung. Jihyun menatap adiknya sebentar lalu beralih kearah keempat namja yang memakai seragam yang sama dengannya itu dengan tatapan garang.

“O-omo.. Jihyun-nie..” sontak keempatnya bersamaan. Mereka terkejut saat mendapati sang primadona sekolah yang selama ini mereka puja-puja dan mereka impikan untuk menjadi yeoja chingu mereka kini tengah berdiri dihadapan mereka.

“YA!! DASAR NAMJA-NAMJA TAK TAHU ATURAN! BERGAJULAN! PREMAN PASAR!! Apa kalin tak punya otak, huh? Berani-beraninya menindas anak kecil seperti dirinya! Asal kalian tahu saja, DIA ADIKKU!!” bentak Jihyun yang sontak membuat keempatnya ternganga. Dengan kesadaran penuh, Jihyun melepaskan sebelah sepatunya dan memukul kepala mereka dengan sebelah sepatunya itu bergantian.

“Jika kalian berani-beraninya lagi memalak orang, KHUSUSNYA ADIKKU akan kulaporkan pada kepala sekolah!!” pekiknya lagi sambil memasang sebelah sepatunya lagi kemudian menarik Sooyoung dan Binwoo berjalan meninggalkan keempat namja yang masih terbengong-bengong akibat perlakuan Jihyun barusan itu.

~mrs.ChoiLee~

Sejak Jihyun memarahi keempat preman yang sering memalakkinya waktu itu, Binwoo sudah tidak pernah dipalak ataupun  diganggu oleh mereka lagi, namun Soohyun yang selama ini terkenal akan sifatnya yang sedikit galak begitu mendengar semua ceritanya dari Jihyun ia tak pernah sekalipun membiarkan adiknya itu berangkat dan pulang sendirian lagi. Meski sepadat apapun jadwalnya di kantor, ia akan menyempatkan diri untuk sekedar menjemput Binwoo disekolah, dan hal ini terus berlanjut sampai saat ini.

“Aishhh,, ini si Soohyun eonni kemana?? Udah jam 1 tapi belum datang juga! Ia tak tahu apa bahwa cacing-cacing dalam perutku ini udah dangdutan minta diisi +.+,” keluh Binwoo sambil mengelus-elus perutnya yang sudah tak tahan minta diisi. Saat ini ia sedang menunggu Soohyun yang biasa menjemputnya di halte bus depan sekolahnya, namun setelah satu jam menunggu sosok kakak sulungnya itu tak kunjung datang.

Tiinnn.. Tiinnn..

Tiba-tiba saja sebuah mobil van hitam besar berhenti tepat dihadapannya. Binwoo meliriknya sekilas, seolah tak peduli, sampai akhirnya sesosok pria jangkung berpenampilan cool turun dari dalam van tsb dan mamandangnya dari balik kaca mata hitamnya sambil tersenyum.

“OPPA!!!!” pekik Binwoo riang saat melihat sosok kakak laki-lakinya yang selama ini jarang ia temui sejak ia debut sebagai seorang penyanyi solo beberapa tahun yang lalu, kemudian berlari kearahnya dan memeluknya erat.

“Aigoo~ dongsaeng oppa sudah besar sekarang~ Soohyun noona tadi sudah memberitahuku kalau ia ada meeting diluar kantor jadi tak bisa menjemputmu, sekarang ayo kita pulang. Kajja! Kajja!!”

~mrs.ChoiLee~

Kepulangan Taeyang kerumah keluarganya di Incheon ternyata bukan hanya untuk melepas rindu pada keluarganya, namun ia juga sekalian melakukan sesi pemotretan di daerah sana. Berhubung Jihyun yang sudah kelas 3 SMA sedang sibuk-sibuknya tambahan di sekolah, dan Soohyun yang sudah beberapa hari ini sibuk dinas di luar kota, Taeyang jadi tak tega jika meninggalkan adik bungsunya itu sendirian di dalam rumah, jadi setelah mendapatkan persetujuan dari menejernya ia pun mengajak adiknya itu ke lokasi pemotretan.

“Dongsaeng-ah, kau tunggu Oppa disini ya, kalau bosan kalu boleh jalan-jalan sebentar tapi nanti kembali lagi kemari, arra??” ujar Taeyang saat Jiwon sang fotografer sudah memanggil dirinya untuk bersiap. Binwoo mengangguk lalu tersenyum mengiyakan. Taeyang tersenyum puas lalu pergi meninggalkan adik bungsunya itu setelah sebelumnya mengacak-acak rambut adiknya itu.

“Arghhhh… BOSAN~~~ (T__________T),” keluh Binwoo setelah beberapa lama ia hanya duduk melihat Oppanya dari kejauhan sambil berdiam diri. Merasa bosan, ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri taman hotel yang menjadi tempat pemotretan saat ini dan memilih untuk bermain ayunan yang ada disana.

“Loh! Kita bertemu lagi gadis manis!” seru seorang namja yang sontak membuat Binwoo memalingkan wajah kearahanya dan langsung tersenyum senang melihatnya.

“Yesung OPPA!!” serunya riang. Namja itu tersenyum lalu menghampirinya dan duduk diatas ayunan kosong yang ada disebelahnya.

“Wha, sedang apa kau disini anak manis??”

“Aku kan diajak oleh Taeyang Oppa, tuh dia lagi sibuk difoto sama Jiwon ahjumma,” Binwoo mengedikkan dagunya kearah Taeyang yang tak jauh dari tempat mereka berada. Yesung mengangguk paham. “Oppa sendiri sedang apa??”

“Ne? Ah, aku juga sedang pemotretan dengan member lainnya, tuh disana,” Yesung mengendikkan kepalanya kearah sekumpulan namja keren yang sedang asik bermain air dipinggiran kolam renang. Binwoo membulatkan bibirnya sambil mengangguk kecil.

Sementara itu di sudut lain, Taeyang yang baru saja selesai menjalani pemotretan dihampiri oleh seorang yeoja yang tak lain adalah orang yang tadi memotretnya, Jiwon.

“Taeyang-ah, wajah adikmu sangat menjual jika diorbitkan sebagai bintang, kenapa kau tak memasukkannya kedalam agency saja? Siapa tahu dia diterima dan dapat diorbitkan sebagai idola?” Jiwon menepuk pubdak Taeyang pelan sambil menatap lurus kearah Binwoo yang terlihat sedang bermain ayunan bersama seseorang yang wajahnya terhalang dedaunan dari pohon yang ada dihadapannya. Taeyang mendelik kemudian tersenyum.

“Benarkah? Ah, tapi aku tak mau meminta ataupun memaksanya, itu hanya akan terjadi jika dia sendiri yang menginginkannya.”

“Begitu?” Taeyang mengangguk pasti. Jiwon tersenyum ramah. “Arreo, tapi sekedar saran saja, pertimbangkanlah apa yang ku katakan barusan, karena aku yakin ia akan dapat jadi idola suatu saat nanti.”

Di tempat lain. Sudah beberapa menit dilalui Binwoo dan Yesung dalam diam. Tak ada satupun percakapan yang terjedi diantara mereka seperti sebelumnya. Binwoo sendiri terlalu gugup untuk sekedar melihat namja yang seumuran dengan namja yang berbeda hampir 10 tahun dengannya ini, karena entah mengapa sepertinya ia jatuh hati padanya.

“Binwoo~” panggil sebuah suara yang amat Binwoo kenal dari kejauhan. Begitu melihat bahwa yang memanggilnya adalah Taeyang, Binwoo langsung buru-buru pamit pada Yesung yang terlihat sedang asik melamun sambil mengadahkan kepalanya keatas.

“Err.. Oppa, aku duluan ya! Dah~~~” pamitnya, namun karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Yesung ia langsung berlari menghampiri Taeyang dan bersiap untuk pulang.

“Loh?? Kemana anak itu???” Yesung yang sedari tadi tak menyadari kepergian Binwoo, celingukkan bingung.

~mrs.ChoiLee~

“Binwoo~~~~~” panggil Qri, teman sekelas Binwoo yang juga tetangga sebelah rumahnya, begitu sampai di dalam kelas dan mendapati sahabatnya itu tengah menyalin catatan milik temannya yang lain. Binwoo yang merasa namanya dipanggil segera memalingkan pandangannya dari catatan miliknya kearah sahabatnya itu.

“Waeyo?”

Jeng.. Jeng.. Lihat ini!” Qri melebarkan dua buah gulungan kertas dari masing-masing tangannya dan menunjukkannya tepat di hadapan wajah Binwoo.
“Besok akan ada audisi Core media ent. dan lusa ada audisi SM ent.  aku mau ikut!!”

“Lalu??” Binwoo menatap sahabatnya itu dengan tatapan bingung. Qri menarik nafas pendek.

“Aigoo~ kau dengar kan tadi aku bilang AKU MAU IKUT, dan sebagai SAHABAT YANG BAIK kau harus MENEMANIKU AUDISI!!”

“Mwo????????”

~mrs.ChoiLee~

Seperti yang dikatakan oleh Qri sebelumnya, sesuai dengan paksaan dari sahabatnya itu, Binwoo mau tak mau jadi ikutan audisi sebagai pembuktian rasa solidaritasnya pada sahabatnya itu, meski sebenarnya ia tak terlalu berminat atu bahkan terobsesi sebagai artis seperti Qri yang memang sejak kecil sudah berkeinginan jadi penyanyi. Kedua orangtuanya bahkan ketiga kakaknya pun terkejut saat Binwoo mengatakan bahwa ia akan mengikuti audisi hari ini.

Flashback..

“Ehmm..” Binwoo berdehem cukup keras saat mereka sekeluarga tengah berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malam mereka, dan kontan membuat seluruh mata menatap kearahnya. Jantung Binwoo berdetak tak karuan, sementara itu dibawah meja, ia sibuk meremas-remas kedua tengannya yang sudah mengeluarkan keringat dingin.

“Lagi makan jangan berisik,” ucap tuan Kim. Binwoo menelan ludah, takut. Ayahnya itu memang paling tidak suka jika ada yang berbicara saat sedang makan, kecuali pembicaraan tersebut memang sesuatu yang penting.

“Er… Appa.. Eomma.. Oppa.. Eonni..” ucapnya pada akhirnya sambil memandang satu persatu wajah keluarganya. “B-besok aku akan ikut audisi, boleh??” ucapnya ragu namun sukses membuat Soohyun yang sedang mengunyah samgyeopsal tersedak, membuat Jihyun yang baru akan menuangkan kuah sup kedalam piringnya membatalkan niatnya, membuat nyonya Kim yang sedang menuangkan air menumpahkan seluruh isi dalam gelas yang sudah penuh, membuat taun Kim melotot tak percaya, dan membuat Taeyang tersenyum bahagia (?). Melihat berbagai ekspresi yang ditunjukkan oleh anggota keluarganya yang lain membuat nyali Binwoo semakin ciut.

“MWO!!!!!!!!!?????” pekik mereka bersamaan, kecuali Taeyang yang malah dengan tenangnya kembali melanjutkan acara makannya.

“Andwae!!! Kau masih kecil!” Soohyun memasang tampang galak.

“Iya! Jangan! Kau masih kecil!!” dukung Jihyun. Binwoo menundukkan wajahnya, lesu. Sudah ia duga pasti hal ini akan terjadi.

“Boleh kok,” ucap seseorang dengan suara berat setelah beberapa lama terjadi keheningan diantara mereka, dan sontak membuat seluruh mata menatap kearahnya. Termasuk Binwoo yang memasang tampang tak percaya.

“APPA!!” / “YEOBO!!” pekik nyonya Kim beserta kedua anak gadisnya bersamaan. Tuan Kim diam tak menggubris dan malah mengambil gelas berisikan air super penuh yang tadi diisikan oleh istrinya kemudian meminumnya dan mengelap bibirnya dengan kain.

“Selama hal itu posiitif, apapun yang ingin dilakukan, pasti akan appa dukung,” ucapnya bijak yang langsung disambut senyuman Taeyang.

“APPA~~” Binwoo turun dari kursinya dan berlari memeluk ayahnya dengan wajah bahagia.

Flashback end…

~mrs.ChoiLee~

Setelah melewati audisi hari pertama di Media Core, ternyata hasilnya cukup membanggakan bagi Qri, karena ia lolos seleksi tahap pertama, namun tidak dengan Binwoo, dia gagal saat menyanyi karena tiba-tiba saja suaranya berubah serak. Hal ini membuat Binwoo sedikit sedih dibuatnya, namun berkat dorongan dari Qri dan tekad yang entah darimana dan sejak kapan datangnya Binwoo jadi semangat 45 untuk tetap mengikuti audisi lainnya yang diselenggarakan oleh SM ent. keesokan harinya.

Saat audisi, Qri yang sebelumnya sudah lolos di Media Core tetap ikut datang untuk menyemangati Binwoo. Karena suara Binwoo yang belum pulih benar dari seraknya, ia lebih memilih untuk menunjukkan kemampuan dance-nya dengan mengcover tarian No.1 BoA dan menyanyikan Candy-HOT khususnya bagian rap Tony ahn. Dan tidak sia-sia, ternyata Binwoo lolos dan diterima sebagai Trainee di SM ent saat itu juga.

“CHUKKAE!!!!” teriak Qri, senang saat mengetahui hasilnya dari kertas yang Binwoo bawa dari dalam. Binwoo mengangguk sambil memeluk erat sahabatnya itu.

“DONGSAENG-AH!! CHUKKAE!!!!” teriak beberapa orang yang amat Binwoo kenal dari arah taman gedung yang dijadikan tempat audisi. Binwoo memicingkan matanya dan tersenyum lebar saat melihat ketiga kakaknya sudah berdiri sejajar di samping van milik Taeyang sambil tersenyum bahagia.

“EOONI~~~ OPPA~~~~~~~~~~” pekiknya riang dan memeluk ketiga kakaknya itu bersamaan. “Aku lolos~~~ AKU LOLOS~~~~~~~~”

~mrs.ChoiLee~

Setelah melalui masa-masa audisi dan hingga akhirnya menjalani Trainee, Binwoo yang baru saja lulus sd saat itu, langsung diboyong ke Seoul dan menjalani trainee disana dan bersekolah di smp yang ditentukan oleh pihak SM guna mudah mengatur jadwalnya. Selama trainee, Binwoo tinggal di sebuah asrama bersama dengan beberapa trainee lainnya karena ia berasal dari luar Seoul. Sebenarnya Taeyang ingin sekali mengajak adiknya itu tinggal bersamanya di apartment miliknya, namun pihak SM dan pihak manajemennya melarangnya karena kesibukan Taeyang yang saat itu sudah sangat padat dan juga karena alasan agar Binwoo dapat berkonsentrasi latihan.

Selama trainee, Binwoo yang masih sangat muda menjadi agak sedikit canggung saat bertemu dengan orang-orang baru yang sama sekali belum ia kenal. Namun, ada seorang trainee yang lebih tua dan lebih senior dari dirinya yang belakangan dekat dengannya, yaitu Kim Chaeyoung. Kadar kedekatan mereka nyaris menyamai kedekatan dirinya dengan Soohyun –kakaknya yang sebenarnya tak begitu dekat dengannya. Namun ia sengat senang dapat dekat dengan Chaeyoung, karena berkat kedekatannya ini ia juga menjadi mengenal Key dan anak-anak Shinee lainnya, dan iapun jadi bersahabat dengan Taemin sang magnae dalam project debutan SM saat ini, Shinee, yang hanya berbeda 2tahun lebih tua darinya.

Tapi, tak seperti Chaeyoung yang sudah lebih dahulu di trainee dibandingkan dengan dirinya, Binwoo bahkan sejak saat baru 1tahun masa traineenya sudah didapuk untuk menjadi bagian dalam project GB ‘f(x)’ yang akan di debut dua tahun kedepan, namun ditengah-tengah perencanaan, posisinya digantikan oleh Amber Liu yang dinilai memiliki kemampuan rap yang lebih mumpuni dan berusia lebih tua darinya, maka dari itu ia batal debut bersama f(x) dan kembali menjalani masa trainee bersama yang lainya.

“Dongsaeng-ah! Ini aku bawa ice cream, ayo kita makan bersama, latihannya dilanjut nanti saja. Oke???” Binwoo mengangguk senang. Chaeyoung langsung mengambil duduk disamping Binwoo yang memilih duduk dipojokan ruang latihan koreo kemudian membuka tempat ice cream ukuran jumbo yang ia bawa dan memakannya bersama.

Saat mereka tengah asik menikmati ice cream mereka, sesosok wanita yang selama ini dikenal sebagai penanggung jawab mereka dala Trainee datang bersama beberapa orang dibelakangnya dan mengambil posisi berdiri di depan ruangan. Semua mata kini menatap kearahnya, termasuk Chaeyoung dan Binwoo.

Han byul, nama wanita itu, kini tengah memberitahukan kepada para Trainee yang berada di dalam ruangan koreo tentang project baru SM yang akan membentuk sebuah GB selain f(x) yang beranggotakan 3 orang yang akan di debutkan dalam waktu dekat. Satu persatu nama anggota member GB bernama MIINA yang dalam bahasa inggris dapat diartikan sebagai beauty, dan dalam filosofi mereka diartikan sebagai sekelompok gadis yang memiliki perpaduan yang indah.

“Seo Chaehyun,” anggota pertama disebut. Semua orang langsung bertepuk tangan, namun tak begitu meriah, karena sebelumnya hampir dari semua orang yang ada disana sudah menduga akan hal ini karena Chaehyun sudah pernah di dapuk sebagai pengisi soundtrack untuk anime sebelumnya.

“Kim Chaeyoung,” semua orang menatap kearahnya sambil bertepuk tangan dengan meriahnya. Binwoo yang duduk disampingnya langsung berseru senang. Terang saja hal ini langsung disambut meriah, karena nyatanya diantara mereka yang ada saat ini didalam ruangan itu, Chaeyoung-lah yang masa traineenya paling lama terlebih ia langsung di dapuk sebagai leader.

“Dan sebagai anggota terakhir, sekaligus sebgai magnae dalam grup ini..” Han byul mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. “Kim Binwoo. Chukkae!”

Kedua mata Binwoo membulat. Ia mematung tak menyangka, sementara semua orang sudah bertepuk tangan dengan meriahnya, dan Chaeyoung kini sudah memeluknya erat sambil menangis terharu.

“Aigoo~ Kita JODOH dongsaeng-ah!! Kita debut bersama!!!” pekik Chaeyoung senang. Binwoo yang masih belum percaya akan apa yang didengarnya barusan langsung melepaskan pelukkannya dan mencubit pipinya sendiri.

“Auchh~ Apo..” ringisnya, sakit. Chaeyoung tertawa geli.

“Hahaha, tenang saja dongsaeng-ah, ini bukan mimpi! INI NYATA!!!”

Binwoo tertegun, kemudian tersenyum. “YAY!!! AKU AKAN DEBUT~~~~~~~~~~~~~~~”

Dalam hatinya ia berkata, bahwa lamanya usia trainee tak dapat menentukan segalanya. Tak penting ia akan debut degan F(x) ataupun MIINA, yang penting dirinya dapat merasa nyaman dengan anggota lainnya dan ia dapat menjadi dirinya sendiri yang apa adanya.

THE END (?)

Seperti biasa… lanjutannya selasa depan~~

JANGAN LUPA TINGGALIN COMMENT!! Hoho

Kalo ada yang kurang jelas silakan comment dibawah juga atau mention @yoendaELF

Oneshot  supa dupa diva yang terakhir bakal publish selasa depan, yang artinya SUPA DUPA DIVA series akan segera tayang~ Hoho

Iklan

11 thoughts on “SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Binwoo

  1. jeongmall daebaakk #ancungin jempol ..
    teteepp yesung kepala besarr #duuaaaaaar*d boom

    dah lama ga buka onn hhuhuuu T_T mian,,
    d tunggu supadupadiva series nyaa,,
    musti pantongin trus dahh ..

  2. @cindy:: haha.. Ne..ne gwenchana.. Kn lg sbuk un kmrn,btul? Haha
    Gmna sk ga? xp

    @lusiani haheho: ne,haha emg sgja dbkin lcu *pdhl gtw klrg asliny gmna* kkk *digetokcindy*
    Ia,slsa bsk hyerin ya.. Hoho

  3. Kasian bgt binwoo dipalak sm kakak kelasnya. Baguslah jihyun bs menangani anak2 bengal itu kekeke…. Msh kecil aja udh jd perampok, gmn kalau udh gede #dasar!
    Keren bgt. Cieee…. Kecil2 udh jatuh cinta sm yesung ternyata..
    Oke deh lanjut ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s