SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Hyerin

Cover credit: edit by author

Foto credit: mbah google

Disclaimer: Suzy, Hyomin, Eunjung, Jiyeon, & IU disini Cuma numpang minjem tampang mereka degan mengganti nama karakter sesuai kebutuhan author v(^0^)v, selain itu semua karakter sesuai dengan nama dan rupa aslinya. Semua ide cerita murni milik author, biar ceritanya abal tapi mikirnya tujuh hari tujuh malam jadi jangan main copas tanpa ijin.

 WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

HAPPY READING ALL~~~

Supadupadiva>> Intro; Family; Hyunjae; Chaehyun; Chaeyoung; Binwoo

PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

LEAVE UR COMMENT!!!

NO BASHING!

NO SILENT READER!!

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!

 “Our PreDebut story..”

Seoul, 2000

“BIBI HWANG~~~~~” pekik sebuah suara nyaring dari arah lantai dua sebuah rumah mewah bergaya mediterania-Eropa klasik. Seorang wanita setengah baya berpakaian ala pelayan berjalan tergopoh-gopoh sambil membawa nampan perak berisikan susu dan beberapa potong roti bakar serta sebotol multivitamin diatasnya. Wanita itu berjalan menyusuri puluhan anak tangga dan melewati lorong hingga akhirnya sampai dihadapan sebuah pintu besar bergaya klasik dan kemudian masuk kedalamnya setelah si pemilik dari ruangan tersebut mempersilakannya.

“Maaf lama menunggu aggashi, ini sarapan anda,” ujar wanita itu lalu menaruh nampannya keatas meja dekat sofa yang ada di dalam kamar.

 Seorang gadis kecil yang tampaknya sudah menderita kelaparan tingkat akhir itupun hanya dapat memandangi wajah kepala pelayan rumah tangga sekaligus pengasuhnya sejak ia masih di dalam kandungan ibunya itu dengan tatapan kesal. Tanpa berkata-kata ia langsung duduk diatas sofa dan langsung memakan jatah sarapannya itu sampai tak bersisa, sementara sang pelayan dengan setianya berdiri disisi si majikan kecil, menunggunya hingga si majikan selesai makan dan menunggu perintah selanjutnya.

“Mana, Oppa?” tanya gadis itu begitu selesai sarapan.

“Siwon doryeonim sudah sejak pagi-pagi sekali sudah pergi, namun ia tak mengatakan apa-apa, aggashi,” jelasnya dengan nada seramah mungkin.

“Minhwannie?? Appa? Eomma??” gadis itu melirik kearah bibi Hwang sekilas lalu bangkit menuju balkon kamarnya yang besar.

“Minhwan doryeonim sudah berangkat sekolah sejak setengah jam yang lalu, Tuan besar sejak semalam belum kembali dari Canada, sementara Nyonya besar baru saja berangkat ke kantor,” gadis itu menarik nafas pendek lalu mengangguk paham.

“Arraseo. Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat siapkan air hangat untuk aku mandi dan siapkan segala keperluan sekolahku!”

~mrs.ChoiLee~

Sebuah sedan hitam mewah keluaran Eropa berhenti di depan sebuah lobby gedung sekolah dasar elit di Korea Selatan. Seorang gadis kecil turun dari dalam mobil setelah seorang pria berpenampilan layaknya seorang supir membukakan pintu belakang penumpang. Nama gadis kecil itu adalah Choi Hyerin, anak kedua sekaligus anak tunggal wanita dari tiga bersaudara dalam klan keluarga ‘Choi’, salah satu klan paling berpengaruh di Korea selatan. Ayahnya Choi Si Hwan, adalah pengusaha ternama pemilik Hyundai Dept. Store  yang belakangan terjun langsung kedalam kancah politik Korea Selatan dengan menjabat sebagai anggota parlemen, ibunya Kang Hyewon, adalah pewaris grup Kang, salah satu perusahaan ternama yang bergerak dalam bidang properti, sekaligus pemilik tunggal butik kenamaan korea, ChoiKang’s Fashion. Gadis 10 tahun ini memiliki 2 orang saudara laki-laki, yakni Choi Siwon dan Choi Minhwan yang masing-masing menjadi salah satu bagian dalam siswa berprestasi di sekolah dan merupakan most wanted disekolah masing-masing –Siwon SMA, dan Minhwan SD kelas 2. Hyerin tak ketinggalan, meski ia masih duduk di bangku SD –yang kebetulan SD khusus perempuan- ia juga jadi salah satu gadis paling di incar di tempat bimbingan belajarnya.

Back to story..

Hyerin berjalan melenggang melewati koridor sekolah dengan didampingi pelayan setianya, Bibi Hwang, yang membawakan tas sekolah meliknya, menuju kelasnya yang berada di lantai dua. Jam sudah menunjukkan pukul 08.15 yang artinya ia telah terlambat 45 menit. Namun ia tak peduli, dengan angkuhnya ia masih berjalan dan melenggang masuk kedalam kelas 4-1, meski pada saat itu ibu Park, guru Bahasa Koreanya sedang menjelaskan didepan, namun ia tak peduli. Sang gurupun tampaknya tak peduli akan sikap anak didiknya itu, karena ini memang bukan hal yang pertama baginya dan bukan Hyerin saja yang pernah melakukannya karena pada kenyataannya murid-murid yang lainpun demikian, dan para guru tak dapat bicara apa-apa karena sekolah elit ini lebih mementingkan pada kenyamanan para anak didiknya dibandingkan tingkat kedisiplinannya *bayangin kelasnya mei di meichan no shitsuji*.

“Hyerin!!!!!!!!!” panggil segerombolan suara dari arah teman-teman sekelasnya yang hanya berisikan sepuluh orang siswa itu begitu bel pertanda pulang sekolah berbunyi dan guru Han yang mengajar matematika sudah keluar dari dalam kelas. Hyerin mendelik malas lalu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar diikuti pelayan setianya.

“Hey, nanti sore kau ada acara tidak? Kami semua akan mengunjungi taman hiburan dalam rangka hari ulang tahun Hyemi. Kau mau ikut?” ujar seorang anak berambut pendek yang ikut berjalan keluar kelas bersama Hyerin dan ketujuh temannnya yang lain. Hyerin menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap segerombolan teman sekelasnya itu yang ikut menghentikan langkah mereka.

“Jalan-jalan?” mereka menggangguk.

“Taman hiburan?” mereka mengangguk lagi.

“Ultah Hyemi??” lagi-lagi mereka mengangguk kompak. Hyerin tampak berfikir keras, namun akhirnya menggeleng.

“Shireo! Aku mau pulang, setelah ini ada privat dirumah,” ucapnya kemudian berlalu meninggalkan teman-temannya yang lain dan masuk kedalam mobil mewahnya yang sudah setia menunggunya di depan lobby.

“Huh, sifat sombongnya tak sembuh-sembuh!” cibir salah satu dari mereka yang langsung dibalas anggukkan yang lainnya.

Sementara itu di dalam mobil, Hyerin tampak duduk dengan tenang seolah tanpa beban padahal di dalam hatinya, ia sedang gundah, sebenarnya ia ingin sekali datang ke ulang tahun Hyemi, teman sekelasnya itu, terlebih acaranya diadakan di taman hiburan, dan ia sudah sangat lama ingin kesana, namun apa daya, siang ini sampai sore hari ia disibukkan dengan jadwal latihan berkuda dan renangnya, dan ia tak akan mungkin mangkir dari jadwal tsb, karena biar bagaimanapun kegiatannya ini diawasi langsung oleh kepercayaan ayahnya yang sudah pasti akan selalu dilaporkan pada orang tuanya.

“Aggashi, gwenchana?” tanya bibi Hwang saat melihat Hyerin menghela nafas berat. Hyerin menoleh, menggeleng sekilas lalu melemparkan pandangannya kearah jalanan kota Seoul lewat jendela mobilnya.

~mrs.ChoiLee~

“Hya! Choi Siwon! Mau sampai kapan kau akan membelot seperti ini, huh!!?” bentak tuan Choi dari arah ruang keluarga yang ada di lantai satu. Hyerin yang kebetulan baru saja keluar dari kamarnya untuk menghampiri ayahnya yang baru saja datang dari Canada, langsung mengurungkan niatnya saat melihat Appa dan Eommanya tengah memarahi kakak tercintanya, Choi Siwon, dan memilih untuk menguping dari atas.

“Appa! Aku hanya ingin mencoba mandiri. Itu saja!” ujarnya seolah menahan emosi. Choi Sihwan menatap penuh amarah kearah anak sulungnya itu sementara tangan kanannya sudah terkepal kuat.

“MANDIRI!!?? Apa bekerja di Pom bensin itu adalah SESUATU YANG MANDIRI!!?? Hey! Dengarlah Choi Siwon, jika kau ingin mandiri BUKAN SEPERTI ITU CARANYA! Bekerja disana sama saja artinya dengan memalukan orang tuamu! Apa kata kolega kita nantinya jika ada yang mengenali dirimu!!?? MAU TARUH DIMANA MUKA APPA!!???” bentaknya bertubi-tubi penuh emosi. Hyewon hanya bisa mengelus-elus punggung suaminya itu tanpa dapat berbuat apapun.

Kedua tangan Siwon sudah terkepal kuat, mukanya memerah menahan amarah. Sejak awal ia memang sudah tahu bahwa akhirnya pasti akan seperti ini, namun ia tak pernah menyangka bahwa Appanya akan semurka itu.

“Pokoknya mulai saat ini juga KAU KELUAR DARI PEKERJAAN ITU!! Appa masih sanggup membiayaimu sekolah, kuliah, bahkan membiayaimu wisata ke bulanpun APPA MAMPU jika KAU MAU!” serunya sebelum akhirnya pergi kedalam .

“Jangan kecewakan Appamu, buatlah dia bangga, kau adalah anak sulung dan semua harapan kami ada padamu, Siwon-ah. Buatlah kami bangga,” ucap Hyewon sambil mengelus pundak anaknya itu hangat, kemudian berlalu menyusul suaminya, meninggalkan Siwon yang masih terpaku diposisinya semula.

Hyerin kecil hanya bisa memandangi Oppanya itu dari atas sambil menghela nafas berat. Meskipun umurnya masih sangat muda, Hyerin bisa dibilang memang sedikit ‘tua dari pada waktunya’.

“Oppa..” gumamnya lalu beranjak kembali kedalam kamar.

~mrs.ChoiLee~

“NOONA~~!!!!!! Noooonnnaaaaa… Noooonaaaa.. Noona~~~~~~~~~~” pekik seorang anak kecil sambil berlari-lari menyusuri koridor rumahnya menuju sebuah kamar yang berada di ujung koridor lainnya dan masuk kedalam tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu kemudian melompat keatas tempat tidur super besar dimana masih terdapat seorang gadis kecil yang masih tertidur dengan lelapnya dibalik selimut.

“NOONA!!!!” pekik anak kecil itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh noonanya kasar. Sudah berbagai cara ia gunakan untuk membangunkan noonanya itu, baik dari menendang, menindih, menyalakan alarm ke telinganya, sampai menyipratinya dengan air ke wajahnya, namun Hyerin tak kunjung bangun. Minhwan, nama anak kecil itu, menghela nafas lalu menggembungkan pipinya sebal. Noonanya ini memang paling susah jika dibangunkan, apalagi hari ini hari sabtu sudah pasti noonanya akan semakin malas untuk bangun, karena tidur memang salah satu hobi sekaligus kelebihan yang paling dikuasainya (-.—“).

Tak habis akal, Minhwan lalu mendekatkan bibirnya ketelinga Hyerin dan mulai membisikkan sesuatu. Dan ajaib, dalam sekejap Hyerin langsung bangun dari tidurnya dan langsung berlari ke dalam kamar mandi dalam kamarnya, sementara Minhwan langsung tertawa terpingkal-pingkal.

“Aigooya, noona.. noona.. giliran dibilang hari ini Siwon hyung mau mengajak kita jalan-jalan ke taman hiburan setelah latihan golf dia langsung bangun.. Wkwkwkwkw..”

~mrs.ChoiLee~

Siang itu, seusai ketiganya berlatih golf di padang golf milik pribadi keluarga mereka yang masih berada di dalam kawasan rumah mereka, mereka langsung pergi ketaman hiburan sesuai dengan rencana yang memang sudah mereka buat seminggu yang lalu. Sesampainya di Lotte world, mereka langsung berhambur bersamaan menuju berbagai wahana yang menarik perhatian mereka.

Setelah usai menikmati berbagai wahana yang ada, mereka memilih untuk makan didalam sebuah cafe kecil yang ada disana. Ditengah-tengah acara makan siang, Hyerin yang kebetulan duduk disamping jendela, menikmati sandwich sambil menatap keluar jendela kerah sebuah keluarga kecil nan bahagia yang tengah menikmati liburan mereka. Melihatnya membuat Hyerin tertegun. Ingin sekali rasanya ia dapat menikmati liburan seperti mereka, namun hal itu mustahil terjadi, kedua orang tuanya sibuk bekerja sementara Appanya yang juga sebagai salah satu anggota parlemen tak akan mungkin mau untuk sekedar menyempatkan diri bermain bersama ke taman hiburan.

“Noona!” seru Minhwan saat menyadari noona-nya itu tengah melamun. Hyerin tersontak lalu kembali menghabiskan makanannya. Siwon dan Minhwan saling berpandangan sebentar lalu kembali melanjutkan makan mereka.

“Permisi..” ucap seorang pria ditengah-tengah makan mereka. Siwon dan Minhwan mendelik sementara Hyerin tak menghirukan panggilan tersebut.

“Ne?” ucap Siwon ramah.

“Begini.. saya Kim Jaedong, dari SM ent,” ia merogoh saku celananya kemudian memberikan sebuah kartu nama yang memajang identitas dirinya pada Siwon selaku pihak yang lebih tua diantara ketiganya, “saya seorang pencari talent, dan kebetulan saat melihat gadis ini saya tertarik untuk mengajaknya bergabung dengan agency kami.

~mrs.ChoiLee~

 “…saya tertarik untuk mengajaknya bergabung dengan agency kami..”

Kata-kata itu masih bergelayut ditelinga Hyerin. Dalam hatinya yang terdalam tak pernah terlintas dalam benaknya sekalipun menjadi seorang artis. Selama ini yang ada difikirannya adalah sekolah, belajar, belanja, tidur, dan menjadi dokter ahli bedah nantinya. Namun, entah mengapa saat mendapatkan tawaran seperti itu, ia seolah tertarik dan berkeinginan menjadi orang terkenal. Ia ingin sekali  membuktikan pada kedua orang tuanya bahwa ia mampu menjadi orang yang berpengaruh nantinya meski tidak dengan jalan seperti yang dilakukan kedua orang tuanya.

“Kau berminat, dongsaeng-ah?” tanya Siwon saat ia sudah duduk disamping Hyerin yang saat itu tengah duduk di pinggiran danau yang ada di dalam rumahnya sambil melempari kerikil kedalamnya. Hyerin memandang wajah tampan Oppanya itub sebentar lalu menggeleng lemas kemudian mengangguk. Siwon tersenyum, ia mengambil alih kerikil yang ada dalam genggaman Hyerin dan melemparinya satu persatu kedalam danau. Hyerin mengerutkan keningnya tak terima.

“Jika kau ingin, ambil saja, kesempatan seperti ini tak akan datang dua kali. Bukankah menjadi orang terkenal dan berpengaruh adalah obsesimu sejak kecil?” Siwon tersenyum, “Menjadi artis mungkin akan mendapat tentangan keras dari orang tua kita, namun jika kau memang bersungguh-sungguh menginginkannya, maka kau juga harus memperjuangkannya. Aku yakin perlahan mereka pasti akan mengerti,” tambahnya lagi. Hyerin tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya diatas bahu milik Oppanya itu sambil mengangguk.

“Arraseo..” ucapnya dengan nada  sepelan mungkin.

~mrs.ChoiLee~

“TIDAK BOLEH!” pekik Choi Sihwan dengan suara lantang ketika Hyerin mengatakan keinginannya untuk turut serta sebagai seorang trainee. Terlebih tak hanya Hyerin yang mengatakan hal ini, tapi Siwon juga. Karena pada kenyataannya ia bahkan sudah terdaftar sebagai anggota trainee dibawah naungan SM ent. sejak sebulan yang lalu.

“AKU TAK AKAN PERNAH MENGIJINKAN KETURUNANKU MASUK KEDALAM HINGAR BINGAR DUNIA HIBURAN!” pekiknya lantang dengan nada penuh amarah lalu pergi meninggalkan kedua anaknya yang kini tengah menatapnya dengan penuh harap dari dalam ruang kerjanya. Minhwan yang sejak awal menguping pembicaraan ketiganya dari balik pintu langsung berlari dan kemudian bersembunyi dibalik guci besar saat mendengar pintu ruang kerja ayahnya itu sebentar lagi akan terbuka. Setelah melihat Appa-nya sudah keluar turun kelantai bawah, Minhwan segera berlari masuk menghampiri kedua kakaknya.

“Oppa! Noona! HWAITING! Jangan patah semangat! Aku bangga kok jika kalian jadi artis nantinya!” seru Minhwan yang diakhiri senyuman penuh terima kasih dari Siwon dan Hyerin.

~mrs.ChoiLee~

Perlu waktu lama bagi Siwon dan Hyerin untuk meyakinkan kedua orang tuanya, hingga akhirnya orang tuanya itu mengizinkan dengan berbagai syarat yang mesti mereka berdua penuhi nantinya jika mereka tetap bersikukuh menjalani karir sebagti artis. Beberapa syarat tsb diantaranya adalah mengenai kegitan sekolah yang tak boleh tertinggal dan suatu saat nanti mereka mau tak mau harus siap jika sewaktu-waktu orang tau mereka meminta untuk melanjutkan perusahaan mereka. Dan semua itu mau tak mau mesti mereka sanggupi, hingga akhirnya mereka bergabung dalam trainee.

Namun karena kebiasaan hidup serba glamour, serba berkecukupan, dan serba ada, membuat Hyrin sedikit kesulitan menjalani masa trainee, terlebih usianya yang terbilang sangat muda, membuatnya merasa tak sanggup jika harus tinggal di dorm trainee, jadi dengan segenap kekuasaan dan koneksi yang dimiliki ayahnya, hyerin menjalani masa trainee tanpa harus tinggal di dorm seperti yang lainnya. Sementara Siwon, ia lebih memilih untuk bertahan dengan kekuatannya sendiri tanpa sekalipun meminta bantuan orang tuanya.

~mrs.ChoiLee~

“Cikh, apa-apaan anak itu. Jadi trainee tapi enaknya sendiri. Tinggal dirumah mewah, jatah latihan pun tak seketat trainee lain seperti kita!” cibir seorang gadis anggota trainee pada teman yang duduk disebelahnya saat melihat sosok Hyerin yang baru saja masuk kedalam gedung trainee untuk latihan dengan mengenakan pakaian olah raga serba ‘branded’-nya.

“Ia, apa-apaan dia. Tingginya saja tak menjulang. Wajahnya tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan diriku. Dan lagi…”

“HYERIN-AH!!” panggil sebuah suara milik seorang namja dari arah pintu. Hyerin yang baru saja akan duduk langsung menoleh dan tersenyum senang saat melihat siapa yang baru saja memanggilnya.

“DIA DEKAT DENGAN HEECHUL SUNBAE!!” tambah mereka lagi dengan nada tertahan saat melihat sosok Heechul, salah satu dedengkot trainee mereka yang memiliki wajah super cantiknya, kini tengah duduk disamping Hyerin sambil menyerahkan sebotol susu.

“Aishh.. Jinja! Aku muak sekali melihat wajahnya!” seru gadis yang pertama yang langsung diamini temannya.

“Ye! Mana dia tak hanya dekat dengan Heechul sunbae.. tapi dia juga adik dari Siwon sunbaenim, si tampan nan rupawan itu (-___-“)”.

Sementara mereka sibuk mencibir dibelakang, Heechul yang sebenarnya datang mengahmpiri Hyerin untuk mencari teman makan langsung mengajak anak kecil itu untuk mengikutinya ke kantin untuk makan.

“Aigoo~ Oppa, aku kenyang. Tadi sebelum kemari aku sudah makan pasta bikinan bibi Hwang,” tolak Hyerin halus ketika Heechul menawarkan bibimbap yang baru saja dibelinya.

“Aih.. yasudah, kalau begitu diminum saja susunya, biar latihan nanti kau kuat seperti aku!” Heechul memamerkan otot lengannya yang hanya menunjukkan tulang cekingnya pada Hyerin dan berlagak layaknya popeye.

“Ne~” Hyerin mengambil botol susu pemberian Heechul tadi, membukanya lalu mulai menegaknya.

Tepat saat Hyerin dan Heechul tengah menikmati makanan dan minuman masing-masing, Lee sooman selaku pemilik SM ent. tengah menemani salah seorang perwakilan dari pihak perusahaan advertising dan pihak perusahaan minuman ternama untuk inspeksi para trainee.

“Chamkanman,” ujar seorang perwakilan dari perusahaan minuman secara tiba-tiba, membuat dua orang yang lainnya ikut menghentikan langkahnya. “Sepertinya aku sudah menemukan icon yang cocok untuk image produk susu terbaru kita,” lanjutnya lagi sambil menunjuk kearah Hyerin yang tengah menikmati susu yang merupakan produk susu mereka dengan mata yang berbinar-binar.

~mrs.ChoiLee~

Setelah mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak, akhirnya Hyerin resmi menjadi model iklan utama sebuah produk susu. Dan hal ini yang menjadi titik awal karir Hyerin di dunia hiburan. Sejak didapuk menjadi model iklan susu, tawaran demi tawaran mulai membanjirinya. Lee sooman yang pada awalnya memang akan mengorbitkan Hyerin sebagai penanyi langsung banting stir dan memilih untuk mendidik Hyerin sebagai seorang aktris dan langsung menerima tawaran drama beberapa bulan berikutnya, dan ia resmi debut sebagai seorang aktris cilik dalam drama Endless Love, sebagai Eunsuh*bayangin aja moon geunyoung itu Hyerin kecil :P*, tepat di bulan ketujuh masa traineenya.

“Chukkae dongsaeng-ah!!!!” teriak Heechul dan Leeteuk, senior trainee Hyerin di SM begitu mengetahui Hyerin akan segera debut dalam drama. Hyerin yang sebenarnya lebih ingin menjadi seorang penyanyi –karena merasa vocalnya yang fantastik bahkan melebihi seorang Kwon BoA, penyanyi solo wanita besutan SM ent. yang tengah di gandrungi di Korea- hanya bisa tersenyum, meski dalam hatinya ia merutuk.

“Aigoo~ Tak pernah kusangka kau akan debut secepat ini!” Leeteuk mengacak-acak rambut pendek Hyerin gemas. Hyerin cemberut kesal karena rambut yang baru saja selesai ditatanya kini kembali acak-acakkan.

“Ne, hyung, aku juga! Huwa~ cepat sekali kau debut, nak!” timpal Donghae yang entah darimana datangnya.

“Hehe..” Hyerin menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu permisi meninggalkan ketiga seniornya di trainee itu saat Lee sooman memanggilnya keruangannya.

~mrs.ChoiLee~

Beberapa tahun kemudian…

Seoul, 2007

Sejak debut resminya menjadi seorang aktris cilik, Hyerin yang sifatnya sejak awal memang sombong, keras kepala dan sedikit arogan, selalu menjadi sorotan para media akan segala tindak-tanduknya, khususnya para netizen. Hyerin kecil yang manis dan pandai dalam berbagai bidang seperti menunggang kuda meski umurnya masih belia, serta taraf aktingnya yang bisa dibilang diatas rata-rata bagi artis seumurannya membuatnya banyak disukai, khususnya bagi para ibu-ibu. Namun karena beberapa sifatnya yang bisa dibilang ‘tak tersentuh’ itu membuatnya tak luput dari kejaran anti fans.

Bahkan sampai saat ini, dikala usianya sudah beranjak belia, Hyerin yang sudah menjelma menjadi salah seorang aktris tenar yang jadwalnya bahkan sudah mengalahkan kesibukkan kedua orang tuanya, Hyerin tak pernah sekalipun terlepas dari sorotan.

“Choi hyerin-ssi… Choi Hyerin-ssi…”

“Bisa kalian jelaskan ada hubungan apa antara kalian berdua??”

“Choi Hyerin-ssi..”

“Apa kalian sedang berkencan???”

Berbagai todongan pertanyaan dari para wartawan yang entah darimana datangnya langsung memberondong ketika Hyerin dan seorang pria terlihat baru saja keluar dari dalam sebuah kedai jajangmyeon kecil yang ada diseberang sekolahnya masih dengan memakai seragam lengkap dengan segala atributnya.

Hyerin yang sejak didalam bersama seorang teman sekelasnya, sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi kerumunan wartawan yang entah darimana datangnya itu. Dengan tenang ia keluar bersama dengan teman laki-lakinya dan memasang senyuman ramahnya.

“Anniyo, kami ini teman sekelas. Berhubung aku sudah banya ketinggalan pelajaran karena syuting, maka aku mengajaknya makan siang sekalian meminjamkan beberapa catatan padaku,” ucapnya setenang mungkin. Sementara lelaki yang berada disebelahnya tampak gusar ingin cepat pulang.

“Tapi, kenapa belakangan ini, kami sempat beberapa kali menangkap foto kalian sedang bersama?”

“Dan tumben sekali anda tidak ditemani manajer anda, Choi Hyerin-ssi,” ucap wartawan lainnya. Hyerin tampak menghela nafas dan melirik sekilas kearah Jonghun, teman sekelasnya yang sudah tampak tak betah berlama-lama dihadapan kamera.

“Hyerin-ssi, aku pamit pulang dulu, masih ada jadwal. Gureom,” Jonghun membungkuk samar lalu pergi meninggalkan Hyerin bersama dengan beberapa wartawan yang masih sibuk meminta konfirmasinya, dengan motor sport miliknya yang ia parkir tak jauh dari kedai.

Hyerin hanya dapat mendesah tertahan lalu kembali memasang senyuman termanisnya dan bertingkah seramah mungkin. Ia menjelaskan bahwa dirinya sedang terlibat dalam sebuah produksi film yang menuntutnya mahir dalam bermain gitar, dan Jonghun selaku teman sekelas sekaligus guru privat gitar Hyerin mau tak mau belakangan jadi sering terlihat bersamanya.

“Aku mohon maaf jika nantinya hal ini akan menjadi skandal dan membuat hubungan baikku dengan Jonghun jadi tak enak nantinya. Aku hanya bisa mengatakan hal yang sebenarnya, dan hubungan kami tak lebih dari hubungan teman sekelas dan hubungan antara tutor dan muridnya. Mianhae untuk semua fansku yang kecewa akan kabar burung ini. Tenang saja, Hyerin masih sendiri.. Hahahaha..” jelasnya dengan diakhiri dengan tawa.

“Begitu kah? Baiklah, terima kasih atas konfirmasinya, Choi hyerin-ssi,” ucap salah satu wartawan sebelum akhirnya mereka semua membubarkan diri. Hyerin mendesah. Tampaknya sifatnya yang dulu selalu angkuh dan kurang ramah pada orang lain perlahan mulai berkurang, ia sudah dapat mengendalikan emosinya sendiri khususnya di depan orang lain. Tak seperti kasusnya yang terdahulu yang selalu ditanggapinya dengan cuek bebek dan kadar kearoganan tinggi yang malah membuat segalanya semakin rumit.

“Jadi artis itu sulit (-__-“),” keluhnya dalam hati.

“Aggashi, maaf menunggu,” ucap seorang pria yang merupakan supir pribadinya, saat sebuah mobil sedan mewah berhenti dihadapannya. Hyerin mendelik, kemudian masuk kedalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh supirnya itu tanpa berkata-kata.

~mrs.ChoiLee~

“Hey!” pekik Chaehyun yang sontak membuat Hyerin yang saat itu tengah duduk melamun di tepi kolam renang kediaman keluarga Choi.

 “Aigoo! Seo Chaehyun! Kau mau membuatku dapat serangan jantung, huh!!??” Hyerin mengelus-elus dadanya yang berdegub kencang. Chaehyun tertawa geli lalu ikut duduk disamping Hyerin dan memain-mainkan air kolam dengan kedua kakinya.

 “Ah, ya, aku sudah liat wawancaramu kemarin,” ucap Chaehyun sambil menengadahkan kepalanya keatas memperhatikan kumpulan bintang-bintang yang tengah bersinar dengan terangnya dimalam yang cerah itu, “emosimu sudah sangat terkontrol kali ini. Kau sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya.”

 Hyerin mendelik, kemudian terkekeh.

 “Sungguh. Sepertinya bakat aktingmu itu kini sudah menular ke kehidupan nyata. Kau sudah menjelma menjadi gadis manis nan bahagia sekarang,” tambah Chaehyun dengan nada meledek, kontan dibalas jitakkan maha dahsyat dari sahabat lamanya itu. Chaeyun yang sadar bahwa dirinya akan dijitak berusaha menghindar, namun celakanya ia malah oleng dan jatuh kedalam kolam.

 “Hwahahahaha.. Sukurin!! Rasakan!” Hyerin tertawa terpingkal dan diakhiri dengan mehrong kearah Chaehyun. Chaehyun yang tak habis akal langsung menarik sebelah kaki Hyerin dan membuatnya tercebur bersama dengannya.

 “Hwahahahaha.. 1-1 !!” tawa Chaehyun riang. Begitu akhirnya. Kedua sahabat itu bukannya naik keatas dan berganti pakaian karena angin malam yang mulai menusuk, malah melanjutkan bermain air sambil melontarkan ledekkan satu sama lain yang diiringi dengan tawa riang. Sementara itu, tanpa mereka ketahui, dari arah balkon seseorang tengah menatap mereka sambil tersenyum.

“Hey! Seo Chaehyun, berjanjilah untuk terus menjadi sahabatku dan tak akan pernah pergi meninggalkanku!” ujar Hyerin dengan nada serius, saat keduanya kini sedang duduk diruang tengah sambil menyesap cokelat panas yang dihidangkan bibi Hwang, setelah keduanya berganti pakaian. Chaehyun melirik Hyerin, lalu menaruh cangkir cokelat panasnya keatas meja.

“Ye! Aku berjanji selamanya akan selalu bersahabat denganmu dan tak akan pernah meninggalkanmu,” balasnya dengan nada tak kalah serius yang langsung disambut senyuman lebar Hyerin.

“Persahabatan mereka sepertinya semakin erat ya, hyung?” ucap seorang pria saat Siwon menepuk pelan pundaknya saat dirinya tengah mengamati Hyerin dan Chaehyun dari atas. Siwon mengerutkan keningnya lalu tersenyum dan ikut memperhatikan kearah Chaehyun dan Hyerin yang tengah berpelukan satu sama lain.

“Aku tahu, kau saat ini tengah menaruh hati pada salah satu diantara mereka. Betulkan?” Siwon memasang senyum misteriusnya, sementara namja disebelahnya hanya bisa menggeleng tanpa bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah merah layaknya kepiting rebus.

“Berjuanglah,” bisik Siwon pelan sambil meremas bahu kiri namja itu lalu pergi meninggalkannya yang masih memperhatikan kedua gadis itu dari atas.

Sementara itu dibawah. Hyerin semakin mengeratkan pelukkannya pada sahabatnya itu, seolah tak ingin melepaskannya pergi, dan entah mengapa tiba-tiba saja air matanya mengalir dengan derasnya. Entah karena faktor apa, namun yang pasti saat itu tiba-tiba saja ia merasa sebuah kerinduan yang amat mendalam yang membuatnya tak ingin lepas dari sahabatnya itu. Mungkin saja perasaan ini datang karena ia merasa bahwa tak ada sahabatnya yang tulus padanya seperti persahabatan dirinya dengan Chaehyun.

THE END (of the predebut story)

Arggggghhhh

Finally tamat juga Predebut storynya~ Hahahaha *ketawa shinchan* BUTUH BANYAK AMAT SANGAT TERAMAT PERJUANGANNYA~~

Buat yang sesi Hyerin ini, sumpah bingung bgt mau bikin predebut kea gimana berhubung dia debut masih kecil banget, jadi mian kalo cerintanya malah jadi nyambung kearah cerita setelah debutnya 8tahun kemudian. Hahaha..

Tapi berhubung ini jg cerita terakhir dr predebut storynya, jd gppa ya?? Sekalian biar nyambung ke supa dupa diva-nya heheheee.. ah ya, apakah ada yang dapat menebak siapa namja yang sama siwon diatas??? Hahaha 😛

Buat HYERIN moga puas yaaa.. Buat READER.. HARAP COMMENT hoho 🙂 

Buat Vivie..sabar,, kemunculanmu masih panjang kkk #plakk

Yang gak bisa comment WP silakan mention @yoendaELF untuk kritik dan sarannya 🙂

Gomawo~~ sampai jumpa di SUPA DUPA DIVA

Iklan

14 thoughts on “SUPA DUPA DIVA “Our PreDebut Story” – Hyerin

  1. ppaliyo….
    aku senang… betapa ramahnya teuk.cheul k aku..
    aku suka bgt ma kamar ku dan rumah ku..
    jeongmal gomapta.. ^^

  2. onnie aku gak bisa nebak itu cowo siapa?? Hehe, aku penasaran eonn, lanjutannya jgn lama lama eon, sebelumnya aku minta maaf soalnya baru sempet baca sekarang hehe, ditunggu ya eon lanjutannya, kekekekee

  3. annyeong aku baru nemu ini FF . Waaaah dari semua cast paling penasaran sama kehidupan hyerin selanjutnya . Oke, aku bakalan baca sequelnya . Daebak author . Hehhe ^^

  4. Supa Dupa Diva
    Suka Duka Diva
    udah lama, mungkin dr sebelum baca part 1 aku dan menebak jusul ff mu kekeke….
    Hyerin ini ternyata anak yg manja dan biasa dilayani. Ortunya jg mengekang. Dia jg menjadi angkuh ya krn kurang perhatian jg.
    Hm… Gmn ya untuk part selanjutnya. Part sebenarnya dr supa dupa diva
    penasaran!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s