SUPA DUPA DIVA – PART 6 *Version A*

Disclaimer: Suzy, Hyomin, Eunjung, Jiyeon, & IU disini Cuma numpang minjem tampang mereka degan mengganti nama karakter sesuai kebutuhan author v(^0^)v, selain itu semua karakter sesuai dengan nama dan rupa aslinya. Semua ide cerita murni milik author, biar ceritanya abal tapi mikirnya tujuh hari tujuh malam jadi jangan main copas tanpa ijin.

Buat yang bingung ma ceritanya,, silakan baca predebut storynya di LIBRARY dulu biar ga bingung.. dan maap kalo bnyak TYPO.. AUthor males ngedit!

 WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

LEAVE UR COMMENT!!!

NO BASHING!

NO SILENT READER!!

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!


 CAST:: 

Suzy Miss A  as Kim Hyunjae/Cho Yoon Da

Eunjung T-ara  as Kim Chaeyoung

Hyomin T-ara as Seo Chaehyun

Jiyeon T-ara as Kim Binwoo

IU as Choi Hyerin

Min Miss A as Kwon Ah Ra/vie

SUPER JUNIOR, FT ISLAND, BIGBANG, BEAST, MBLAQ,  SNSD, AFTER SCHOOL, B1A4 etc..

 SUPA DUPA DIVA.. part:6

*Hyerin POV*

Aku menatap pantulan wajahku di sebuah cermin besar yang terpajang di meja rias yang ada di didalam ruang rias. Wajahku telah dipoles penuh dengan make up minimalis namun tetap terkesan glamour, rambutku dibuat bergelombang dan sengaja dibiarkan terurai menutupi sebagian punggungku yang terlihat akibat gaun yang ku kenakan memang terbuka dibagian punggungnya.

Aku tersenyum kecil saat melihat dandananku sendiri saat ini. Bukannya sombong, tapi aku memang.. BENAR-BENAR CANTIK! Hahaha.. Namun senyuman itu segera lenyap saat aku tersadar akan sesuatu.

“Jeongmal babo-ya! Hari ini kau akan bertunangan dengan pria yang tak kau kenal, tapi kenapa kau masih bisa senyum-senyum sendiri, huh!? Babo yeoja!” aku memukuli jidatku pelan, merutuki nasibku seorang diri. Huh.. Untung saja saat ini hanya ada aku seorang yang ada didalam ruangan, jika ada yang melihatnya mau ditaruh dimana mukaku?!

CKLEEKKK..

Aku segera memalingkan wajahku menatap kearah pintu yang terbuka. Dapat kulihat Siwon Oppa dengan senyum khasnya kini berdiri di depan pintu dengan sebelah tangannya yang masih memagangi handle-nya.

“Hyerin-ah, ayo keluar. Acara akan segera dimulai.” Aku menatapnya lurus, menghela nafas berat lalu mendahuluinya keluar dari ruang rias menuju ballroom hotel yang dijadikan tempat pesta pertunanganku.

“Jangan merengut seperti itu.. Malam ini kau jadi ratu di pesta ini, seharusnya kau senang,” ucapnya ditengah perjalanan kami. Aku segera melayangkan tatapan super tajam padanya, namun sayang sepertinya ia sama sekali tak menyadari tatapanku itu. Aisssssshhh!

“Omo~~~~ Neomu yeppuda~” puji seorang wanita setengah baya dengan dandanan glamour namun tetap pas di tubuhnya. Aku mengerutkan keningku sekilas, namun segera bersikap biasa saat sadar bahwa wanita cantik itu adalah calon ibu mertuaku. Ckckck calon menantu macam apa aku ini? -,-“

“Ne, ahjum-”

“Aihh, mulai sekarang panggil aku eommonim, oke?” potongnya segera. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku, pasrah.

~mrs.ChoiLee~

Sudah hampir sepuluh menit berlalu setelah acara pembuka berlangsung, namun acara inti masih belum dilaksanakan dan aku pun sama sekali belum melihat sosok namja yang akan dijodohkan denganku itu. Kemana dia? Tidak mungkin kan dia kabur di acara seperti ini O,o ?? Ehh.. Tapi kalau kabur bagus juga sih, dengan begitu kehidupanku masih bisa bebas dan aku akan kembali mendekati Gikwang Oppa~ Hahaha >//<.

“Sepertinya ia akan sedikit terlambat,” ujar seorang wanita cantik bergaun one shoulders hitam, lalu meneguk wine dari gelas yang ada di tangan kanannya.

 

“Jangan cemas, dia pasti datang. Aku sebagai kakaknya berani jamin,” lanjutnya lagi sembari terkekeh. Aku tersenyum kikuk. Aigoo ya~~ aku bukan cemas jika ia tidak datang, yang aku cemaskan adalah BAGAIMANA JIKA IA DATANG!!?

“Hyerin-ah, Dara-ya, kami kesana dulu ya?” pamit eommonim dan eommaku pada kami berdua lalu beranjak menuju arah depan –tempat dimana Appaku dan beberapa koleganya tengah berbincang.

“CHOI HYERIN!!” pekik beberapa suara –cempreng- yang sudah sangat kuhafal betul pemiliknya berbarengan. Aku tersenyum senang saat melihat sosok Chaehyun, Minho, dan Hyunjae datang menghampiriku lalu memeluk tubuh mungilku berbarengan, membuatku sedikit sesak.

“Aishh! Nanti dandananku rusak!” aku mengerucutkan bibirku kesal setelah mereka bertiga melepaskan pelukkannya. Mereka terkekeh. Aku mengedarkan pandanganku kesekeliling ruangan, mengabaikan Minho yang entah sedang bicara apa padaku.

“Ya! Noona! Dengarkan aku kenapa!?” protesnya, membuatku kembali menatap kearahnya.

“Hehehe.. Mian, ah ya, mana yang lain?” tanyaku pada mereka bertiga, karena tak menemukan member MIINA dan SHINEE lainnya yang turutku undang, dan aku juga tak menemukan sosok Kyuhyun Oppa. Ah, Kyuhyun Oppa pasti ikut kemari kan ya? Karena tidak mungkin seorang kakak yang overprotective seperti dirinya itu akan membiarkan dongsaengnya kemari sendirian, apalagi diakan salah satu member super junior yang sudah pasti diundang ke acara ini, terlebih Chaehyun juga ada disini… Hahaha : P.

Mereka terlihat mengerutkan dahinya, bingung. Hahahaha, kompak sekali mereka ckck -,-“.

“Oh, Chaeyoung dan Binwoo ada jadwal syuting drama dan film mereka yang tak bisa ditinggalkan, sementara Ahra dia ada di dorm sepertinya atau di kantor? Entahlah, tapi yang jelas Daesung Oppa tidak mengijinkannya mengikuti pesta seperti ini sebelum resmi debut,” jawab Chaehyun ketika dirinya dapat menangkap masuk dari pertanyaanku barusan.

“Jonghyun hyung sedang rekaman, Key hyung sedang pulang ke Daegu, sementara Onew hyung dan Taeminnie.. mereka ada disana,” Minho mengendikkan dagunya kearah dimana prasmanan diletakkan. Aku, Chaehyun, dan Hyunjae mengikuti arah dagunya dan langsung menggeleng-geleng pelan saat melihat seorang pria berpakaian formil tengah sibuk memilih-milih berbagai jenis ayam keatas piringnya, sementara tak jauh darinya masih ada sosok namja imut yang juga sibuk mengmbil ice cream yang tersedia. Ckckck.. sebenarnya mereka kemari untuk memberikan selamat padaku atau hanya ingin mengincar makanannya saja? -_-“

“Kyuhyun Oppa ada disana,” Hyunjae menunjuk salah satu sudut ruangan dengan telunjuknya asal tanpa melihatnya saat aku beralih menatapnya. Aku mengangguk paham saat melihat sosoknya tengah berbincang dengan Oppaku dan member Super Junior lainnya.

“Ah.. Iya!” aku menepuk jidatku pelan, saat tanpa sengaja mataku melihat Dara eonni masih setia berdiri disampingku sambil memperhatikan tingkah kami bertiga.

“Kenalkan, dia Sandara Park, dia..”

“Calon kakak ipar Hyerin, aku kakak Park Cheondoong, tunangan Hyerin,” potongnya segera seraya menjabat tangan dan berkenalan dengan mereka satu persatu. Ckckck tampaknya keluarga mereka senang sekali memotong omongan orang.. Omona~

“Lalu mana tunanganmu?” bisik Chaehyun ditelingaku. Belum sempat aku menjawabnya, tiba-tiba saja dari arah belakang Chaehyun, atau tepatnya dari arah depanku seorang namja super jangkung yang aku yakini tingginya pasti lebih tinggi dari Siwon Oppa kini berjalan kearahku. Dan dia.. sangattt… sangattttt TAMPAN! >///<

“Hi!” serunya riang sambil tersenyum lalu memeluk tubuh Dara eonni erat lalu mencium pipinya sekilas. Omo~ Omo~ Jangan bilang dia Park Cheondoong, err.. Tunanganku? Jika iya! Astaga.. Aku bersumpah TIDAK AKAN MENOLAKNYA!

“Apa dia tunanganmu?” tanya Minho pelan.

“Mollayo,” aku mengendikkan bahu, Minho, Chaehyun dan Hyunjae yang melihat reaksi ganjil dariku segera melayangkan tatapan –apa-maksudmu- padaku. Aishhh.. Jinjja mereka ini! Mau bilang apa coba? Memang seperti itu adanya, aku memang tak tahu kan?

“Ah, jadi kau Hyerin?” tanya pria itu tiba-tiba saat aku masih sibuk diinterogasi oleh ketiga temanku ini. Dengan segera aku menoleh kearahnya. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat secara jelas sosok namja jangkung yang ada dihadapanku ini. Loh.. dia itu..??

“Ah.. Kau rupanya! Kau masih ingat aku?” ujarnya sambil tersenyum. Aku tersenyum lebar, aha~ sepertinya dia masih mengingatku XD.

“Tentu saja, maaf atas kejadian waktu itu,” aku membungkuk sekilas, ia tampak terkekeh kecil. Dapat kulihat keempat orang yang sejak awal berada disekitar kami tengah melemparkan tatapan penasarannya. Hahaha.. Pasti mereka bingung kejadian apa yang kami maksud ini. Kkk~

“Rupanya kalian sudah saling kenal?” Dara eonni menatap kami berdua bergantian sambil tersenyum lebar. Hmm sepertinya memang benar dia Cheondoong. Ah~ senangnya hatiku~~

“Ne, waktu itu kami sempat beberapa kali tanpa sengaja bertemu, dan terakhir kali kami bertemu saat aku mengurusi proyek di Taiwan,” ia menatap Dara eonni dengan tatapan lembut dan diakhiri dengan sebuah senyuman manis di bibirnya. Omona~ tampan sekali tunanganku ini >///<.

“Mesra sekali mereka? Tak tampak seperti adik kakak,” bisik Hyunjae ditelinga kananku. Chaehyun mengangguk setuju.

“Dan.. mereka sama sekali tidak mirip,” tambah Minho. Aku tersentak. Benar juga apa kata mereka, aku harus memastikannya!

“Err.. Eonni..” Dara eonni menoleh, mengalihkan pandangannya dari namja disampingnya itu yang kini sudah memeluk pinggangnya mesra. Ia tampak akan mengatakan ‘ne?’ padaku, namun tiba-tiba ia melambaikan sebelah tangannya sambil tersenyum senang kearah belakangku. Aku mengerutkan keningku, lalu berbalik mengikuti arah lambaiannya.

“CHEONDOONG-AH!!”

~mrs.ChoiLee~

*AHRA POV*

Huftttttt

Aku kembali menghela nafas berat entah untuk yang keberapa kalinya. Aku merebahkan diriku diatas lantai kayu lalu kupandangi lekat langit-langit ruang latihan koreo yang menjadi saksi kesendirianku saat ini. Kesendirian? Ya, aku kini hanya seorang diri di dalam ruangan besar ini setelah sekitar setengah jam yang lalu para tutor yang melatih vocal dan coreoku sudah mulai pulang karena latihan memang sudah selesai. Tapi.. Aku lebih memilih untuk tetap diruangan ini beberapa saat demi menjernihkan fikiranku..

Huftttt…

Lagi-lagi aku menarik nafas berat. Perlahan aku bangkit dari posisiku dan mulai berjalan keluar gedung dan naik kedalam bis menuju dorm. Tapi, aku tidak langsung pulang, aku lebih memilih untuk duduk ditaman yang ada di dekat dorm Miina. Taman yang biasanya ramai oleh anak-anak pada siang hari itu kini sepi, hanya ada beberapa orang remaja saja yang tampak sedang bermain kembang api. Aku berjalan masuk kedalam taman dan memilih untuk duduk disalah satu ayunan kayu yang terletak di depan air mancur di dalam taman.

“Hmmphhhh~~~” Aku merentangkan kedua tanganku sambil memejamkan mata dan menarik nafas sedalam mungkin kemudian membuangnya dan menariknya kembali, mencoba menikmati angin malam Seoul yang sejuk. Mencoba merilekskan tubuh dan fikiranku akibat latihan seharian penuh.

Perlahan kubuka kedua mataku dan mulai mengayunkan ayunan kayu yang tengah kududuki ini sambil memandangi langit malam yang dipenuhi dengan taburan bintang.

“Sendiri saja?” ucap sebuah suara dengan nada sedikit berat tiba-tiba saja terdengar ditelingaku, membuatku sedikit bergidik ngeri.

“E-eh? Jangan takut begitu.. biasa saja,” aku menoleh dan mendapati seseorang namja kini tengah duduk diayunan kayu yang ada disebelah kiriku, “Aku bukan hantu~” lanjutnya lagi seraya mengayunkan ayunannya kuat-kuat.

 

“Yoseob Oppa..” gumamku saat melihat namja itu kini masih sibuk dengan ayunannya. Diam-diam aku terus menatapnya lekat tanpa sekalipun dapat menyembunyikan senyumanku. Aku kembali mengayunkan ayunanku pelan dan kembali menatap lurus memandangi langit.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi,” ucapnya memecahkan keheningan setelah cukup lama kami saling diam tanpa ada sekalipun percakapan. Aku kembali memelankan ayunanku hingga akhirnya benar-benar berhenti, ia juga melakukan hal yang sama. Aku menatapnya dengan kerutan di dahiku.

“Pertanyaan apa?”

“Itu.. Kau sendirian saja?” Aku mengangguk lalu menunduk, kemudian kembali mengayunkan ayunanku ini pelan. Yoseob Oppa tetap dalam posisinya semula, duduk tanpa mengayunkan ayunannya yang sempat terhenti sambil menatapku dengan tampang ingin tahunya.

Degg… Deggg.. Deggg..

Aigoo~ ditatap seperti itu membuatku jadi gugup! Kenapa dia mesti menatapku seperti itu sih?

“Er.. Member yang lainnya sibuk dengan jadwal mereka masing-masing,” jawabku pada akhirnya setelah berhasil menguasai detak jantungku yang terus menerus berdetak keras tanpa henti, tanpa menatap wajahnya.

“Hmpp.. Apa Hyunjae juga? Bukankah diajuga satu dorm dengan kalian?” tanyanya membuatku segera menoleh kearahnya. Apa maksudnya itu dia menanyakan soal Hyunjae eonni?

“Jangan salah paham, aku hanya bingung melihatmu sendirian. Kan tidak baik seorang gadis sendirian selarut ini,” jelasnya cepat, aku mengangguk paham.

“Dia dan Chaehyun eonni tadi sore dijemput oleh Kyuhyun Oppa, sepertinya mereka pergi ke acara pertunangannya Hyerin sunbaenim yang dilangsungkan malam ini,” jelasku tanpa celah.

“MWO!!?? PERTUNANGAN HYERIN!!!??” pekiknya histeris hingga membuat telingaku sedikit penging dibuatnya. Aishhh!! Dia ini namja atau yeoja sih sebenarnya kenapa teriakannya keras sekali!?

”Ne!”

“Aishhh.. GAWAT!” ia segera bangkit dari posisinya lalu berlari pergi meninggalkanku sendirian.

“AISHHH.. YA!! YOSEOB OPPA!!!” pekikku sekeras mungkin, namun ia sudah menghilang entah kemana tanpa sekalipun mengindahkan panggilanku. Sebenarnya ada apa dengannya? O,o

~mrs.ChoiLee~

*HYERIN POV*

“CHEONDOONG-AH!!”

Mendengar nama Cheondoong disebut aku langsung menatap kearah namja yang ada disamping Dara eonni, tapi.. dia malah tersenyum kearah lain, membuatku mau tak mau mengikuti arah tatapannya.

“Hya! Park Cheondoong kau ini lama sekali? Kasihan calon tunanganmu sudah lama menunggu!” ujarnya. Aku menatap namja yang kukira Cheondoong ini lekat lalu mengalihkannya pada sosok yang dipanggil Cheondoong, dan aku terus menatap kedua mereka bergantian hingga akhirnya mereka berdua berpelukan.

“Mian, Haewon hyung, noona, tadi ada sedikit urusan yang harus kuurus,” ujarnya. Ia berbalik, kemudian menatap kearahku sambil tersenyum.

“Kau Choi Hyerin?” tanyanya seraya berjalan kerahku. Aku tersenyum dan baru akan bersiap menjawab pertanyaannya saat tiba-tiba saja ia berjalan melewatiku.

Omo! Chamkanman! Apa yang dilakukannya tadi? Berjalan melewatiku?? APA!!?? MELEWATIKU!!??

Aku segera membalik tubuhku dan membulatkan kedua mataku tak percaya saat melihat dirinya kini tengah tersenyum dan menjabat tangan Hyunjae yang terlihat kelabakan karena dikira diriku. Aishhh.. Jinjja!

“Hey, Park Cheondoong!” Dara eonni segera menghampiri dirinya dan menjewer sebelah telinganya. Membuatku, Hyunjae, Minho dan Chaehyun memandang keduanya dengan tatapan takjub. Jelas saja kami takjub, bagaimana mungkin wanita seanggun dirinya itu kini terang-terangan menjewer telinga adiknya itu di tengah-tengah kerumunan orang yang datang untuk menghadiri pesta pertunangannya.

“Dasar bodoh! Tunanganmu itu yang ini, bukan dia!” Dara eonni menunjukku dengan dagunya lalu melepaskan jewerannya saat mereka berdua berdiri dihadapanku.

“Appeo~” ia mengusap-usap telinga kanannya yang merah sambil meringis kecil. Begitu menyadari sosokku kini ada dihadapannya, ia segera menegapkan tubuhnya dan bertingkah se-cool mungkin.

“Josonghamnida, aggashi. Aku hanya bercanda,” ia menyunggingkan senyum terbaiknya.

 Aku memandangnya dengan tampang datar. Memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah sekali lagi. Hmm.. Wajahnya tampan, tubuhnya tegap, rambutnya pirang berpotongan dibawah kuping, setelan hitam yang dikenakannyapun tampak sempurnya di tubuhnya, dan.. senyumannya pun sangattttttttt manis! Tapi.. Kesan pertamanya dimataku adalah 0! Alias NOL BESAR!

Aku mendesah, lalu melirik sosok namja lainnya yang kini berdiri dibelakang namja bernama Cheondoong ini. Kuperhatikan namja yang beberapa waktu lalu tanpa sengaja menabrakku di Taiwan sekaligus pemilik van yang kukira van milikku itu dari atas ampai bawah.

 Tubuhnya tinggi, tegap, wajahnya tampan, hidungnya mancung, rambutnya hitam berkilau dan tampak cocok dengannya yang memang terlihat seperti seorang excecutive muda, pakaiannya begitu stylist hingga membuatnya tidak terlihat kaku namun tetap bersifat formal, giginya berderet dengan sempurna ketika ia tersenyum, dan bibirnya yang merah merekah membuatku semakin senang melihatnya.

‘Ah.. andai saja dia yang menjadi tunanganku..’batinku, ‘bukan namja cengengesan yang ada di hadapanku ini!’ aku menatap Cheondoong yang melayangkan puppy eyesnya padaku. Aishh!

~mrs.ChoiLee~

Tak lama berselang dari acara ‘salah paham’ tadi, kedua orang tuaku dan juga keluarga Park segera memanggil kami berdua –aku dan Cheondoong- untuk segera menuju panggung kecil yang ada di depan dekat podium untuk memulai acara pertunangannya. Setelah Appaku dan Tuan Park menyampaikan kata sambutan mereka, acara pertukaran cincinpun dilangsungkan. Sebuah cincin emas putih pun kini tersemat dijari kami berdua sebagai pertanda bahwa kami berdua telah terikat dalam tali pertunangan yang akan mengantarkan kami berdua pada tali pernikahan nantinya.

Cheondoong tampak tersenyum bahagia begitu aku selesai menyematkan cincin pada jari manis di tangan kirinya, ia lalu mengecup keningku lembut dan merengkuh tubuhku dalam pelukkannya tanpa meminta ijinku terlebih dahulu, membuatku sedikit terbelalak atas perbuatannya ini namun sukses memancing keriuhan para tamu yang hadir.

“Aishh kenapa memelukku tiba-tiba?” erangku tertahan ditelingannya.

*AUTHOR POV*

“Aishh kenapa memelukku tiba-tiba?” erang Hyerin tertahan, Cheondoong yang mendengarnya tersenyum geli lalu melepaskan pelukkannya dan berdiri menhadap para tamu undangan.

“Baiklah, hari ini kami resmi bertunangan, terimakasih atas kehadiran kalian dan silakan menunggu undangan pernikahan kami selanjutnya,” ucapnya tanpa celah yang disambut tepukkan tangan para hadirin. Hyerin membelalakkan kedua matanya, kaget. Tak ingin para hadirin melihat tingkah tunangannya itu ia segera menarik Hyerin turun dari panggung sementara para tamu undangan sudah kembali pada kesibukkan mereka masing-masing.

“Aishh!” Hyerin hanya bisa merengut sebal saat Cheondoong menariknya untuk menghampiri keluarga mereka.

“Wah, kalian memang sangat cocok,” puji Siwon Oppa.

“Ne~ Aku senang akhirnya hyungku bertambah~” seru Minhwan yang langsung ber’high five’ ria dengan Cheondoong.

“Kami senang akhirnya kau menjadi bagian keluarga kami Hyerin-ah, dan itu artinya aku tak akan kesepian setelah pernikahan Dara nanti,” ujar nyonya Park. Hyerin tampak terkejut lalu menatap Dara yang nampak tersenyum malu.

“Kau akan menikah, eonni??”/ “Kau akan menikah, noona??” tanya Hyerin dan Minhwan bersamaan.

“Dengan siapa??” tanya mereka lagi. Dara menunduk, sambil tersenyum malu-malu ia melirik kearah pria jangkung yang ada disampingnya.

“Perkenalkan, aku Jung Haewon, calon suami Sandara,” Haewon membungkuk sopan dihadapan seluruh keluarga Choi. Tuan dan nyonya Choi serta Siwon tampak membalas anggukkannya sambil tersenyum kecil. Sementara Minhwan terlihat kaget, karena dirinya selama ini diam-diam menaruh hati pada noona iparnya itu, sedangkan Hyerin? Ia tampak tenang, namun dalam hati dirinya memaki habis-habisan.

‘Kenapa dia malah jadi calon kakak iparku!!!??? AISSSSSSSSSSHHHHH!! ><’ batinnya.

Sementara itu disudut lainnya, Hyunjae duduk sendirian disalah satu kursi seraya memainkan ponsel lipat miliknya. Ia tampak sedang membrowsing sesuatu melalui ponselnya itu lewat jaringan wifi yang tersedia di seluruh gedung hotel. Hyunjae memang terkenal akan ‘miss ONLINE’-nya, jadi jangan heran jika disaat merasa bosan khususnya ada jaringan internet gratisan seperti saat ini ia akan dengan segera memanfaatkannya sebaik mungkin, entah untuk sekedar browsing atau bahkan sampai mendownload, jadi tak heran jika ponsel kesayangan yang sudah hampir berusia 2tahun itu sering sekali ‘HANG’ karena keseringan dipakai ONLINE! *ini emang kenyataan aib saiaa -_-V*

“Hyunjae-ah, sedang apa??” tanya Eunhyuk penasaran saat melihat sosok Hyunjae tampak duduk diam sendirian dan terus memperhatikan kearah ponselnya. Diam, tak ada jawaban.

“Sedang apa sih? Sepertinya sibuk sekali??” tanyanya lagi, tetap ada respon. Merasa dicueki Eunhyuk segera pergi meninggalkannya dari pada harus menahan sakit hati karena pria setampan dirinya bahkan dikacangi oleh gadis ABG.

Donghae yang tengah berbincang sambil sesekali menyesap wine dalam gelas yang ada di genggamannya dengan beberapa member lain, diam-diam terus memperhatikan sosok Hyunjae dari ekor matanya. Kyuhyun yang menyadari tatapan Donghae langsung melirik Hyunjae dan hyungnya itu bergantian kemudian tersenyum.

“Ah.. Anak itu pasti sedang ONLINE, kebiasaan! Mana Chaehyun dan Minho? Kenapa meninggalkannya sendirian seperti itu? Mana itu.. haduhhhh kenapa potongan gaunnya pendek begitu?? Bagaimana kalau ada pria yang menggodanya!!!?” gerutu Kyuhyun tiba-tiba. Donghae menatapnya bingung lalu menoleh kearah gadis itu dan memperhatikan penampilannya dengan seksama.

 

Sebenarnya tak ada yang aneh padanya, dandanan dan gaunnya pun terlihat sangat sederhana. Namun entah kenapa tiba-tiba saja Donghae jadi setuju pada omongan Kyuhyun barusan, apalagi kini setelah tadi dilihatnya Eunhyuk pergi setelah mengajak Hyunjae berbincang –yang bahkan sama sekali tak digubris- ia kembali melihat namja lainnya mulai mendekat kearahnya. Melihatnya membuat Donghae sedikit kesal.

“Hyung! Tolong jaga dia untukku ya! Aku mau ke toilet! Tolong kau duduk disana saja, agar tak ada yang menggodanya! Oke!?” Kyuhyun meletakkan gelas sampanye-nya diatas meja, asal, menepuk pundak Donghae pelan lalu berlari kearah pintu keluar. Donghae yang awalnya kebingungan akan tingkah Kyuhyun lalu tersadar dan segera duduk dibangku kosong yang ada disebelah Hyunjae dan langsung mengalungkan sebelah lengannya diatas pundak gadis itu saat dirinya melihat seorang pria setengah baya bertampang mesum sedang berjalan mendekat kearahnya dan sepertinya berniat untuk duduk disebelahnya. Begitu dilihatnya sosok Donghae sudah duduk disana dan mengalungkan lengannya diatas pundak sang gadis, pria itu pun tampak mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk berbalik arah. Donghae menghela nafas lega.

“Ya! Oppa apa yang kau lakukan!?” pekik Hyunjae tertahan saat menyadari sosok Donghae sudah duduk disampingnya dan sebelah lengannya sudah berada diatas pundaknya. Hyunjae menatap Donghae tajam, meminta penjelasan.

“M-mian,” jawab Donghae singkat lalu pergi meninggalkan Hyunjae yang memasang tampang sengit. Kyuhyun yang sejak awal memang hanya berpura-pura ke toilet hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku keduanya.

“Ya,” Kyuhyun duduk disebelah dongsaengnya, menggantikan posisi Donghae sebelumnya. Ia menyandarkan tubuhnya dan membuatnya rileks pada sandaran kursi serta melipat kedua tangganya di depan dada.

“Dia hanya membantumu dari pria tua mesum itu,” ia menunjuk kesebuah arah dengan dagunya. Hyunjae mengernyit lalu mengikuti arah pandangan Kyuhyun. Ia segera menelan ludah saat mendapati seorang pria tua berkepala botak yang berdiri agak jauh dari mereka kini tengah berdiri memperhatikan tubuh seorang wanita bergaun dengan punggung terbuka yang berdiri membelakanginya.

“M-maksud..”

“Tadi Donghae hyung hanya mencoba mengindarinya darimu,” potongnya seraya mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku celana Armaninya,“Sudah malam, ayo pulang.”

~mrs.ChoiLee~

Tanpa terasa sudah seminggu berselang setelah acara pertunangan Hyerin, namun media massa tampak tenang-tenang saja, sama sekali tak ada media yang memberitakan tentang pertunangan mereka berdua, meski sempat terdengar desas-desus yang berkembang dari mulut kemulut tentang pertunangan Hyerin namun para fans tidak ambil pusing karena mereka yakin bahwa itu semua hanya ‘hoax’ semata.

Para awak media sebenarnya bukan sama sekali tidak mencari berita, hanya saja mereka belum mendapatkan bukti yang dapat mendukung tentang hal ini untuk diangkat ke permukaan, karena jika salah memuat berita, bisa-bisa mereka yang terkena imbas karena keluarga Hyerin merupakan keluarga berpengaruh serta agency yang menaunginya pun memang terkenal sangat menjaga privasi para artisnya, jadi mereka tak mau salah bertindak.

~mrs.ChoiLee~

*HYERIN POV*

Aku memarkirkan lexus hitam milikku di depan sebuah gerai ponsel di daerah Cheongdamdong, lalu masuk kedalamnya untuk mengambil ponsel yang diberikan sponsor untukku guna mendongkrak penjualannya. Seorang wanita berpenampilan ala pramuniaga segera melayaniku dengan sebaik mungkin, ia mengeluarkan beberapa ponsel dalam tipe yang sama namun warna yang berbeda keatas meja etalase yang ada dihadapanku. Aku duduk diatas salah satu bangku bulat yang ada disana dan tampak berfikir ponsel yang mana yang akan kugunakan nanti.

“Hyerin-ssi, ponsel ini adalah ponsel yang akan kau gunakan,” ia menyodorkan sebuah ponsel keluaran terbaru yang memang menjadi produk sponsor di film terbaruku. LG new chocolate.

 

Aku meraihnya, mengamatinya dengan seksama, lalu tersenyum tanda setuju padanya yang langsung membungkuskan ponsel serta kotaknya padaku. Selama ia sibuk membungkusnya, aku mengedarkan padanganku kesekeliling dan mataku segera terhenti disatu titik. Aku tersenyum lebar lalu berjalan menghampiri seseorang yang tampak sedang sibuk membayar sesuatu di meja kasir.

“Gikwang Oppa!” panggilku. Ia menoleh, awalnya tersenyum namun entah mengapa saat melihat sosok dirikulah yang memanggilnya, raut wajahnya langsung berubah, ia memandangku dengan tatapan yang sangat sulit kuartikan, seperti marah, kesal, kecewa, dan tersakiti, itulah yang dapat aku tangkap dari wajahnya. Kenapa dia?

“Chukkae,” ucapnya dengan nada lirih dan memasang senyum yang sangat dibuat-buat menurutku. Eh.. tunggu dulu. ‘Chukkae’ untuk apa?

“Selamat atas pertunanganmu, semoga kau bahagia,” lanjutnya. Aku tersentak. Omo dari mana dia tahu tentang pertunanganku? Bukankah selama ini selain orang dalam SM dan beberapa kolega orang tuaku dan Cheondoong tak ada lagi pihak luar yang tahu?

“M-maksudmu ap-apa, Oppa?” tanyaku gugup. Aishhh masalah besar jika orang luar sampai tahu tentang masalah ini, terlebih kini Gikwang Oppa sendiri yang mengucapkan selamat padaku! Gawat! Dia kan namja yang selama ini menjalin hubungan tanpa status denganku.. Huwaaa!!! Gila aku! GILA!!

Ia tampak menyeringai kecil lalu berdecak pelan, “Ku dengar dari Ahra, kau sudah berunangan dengan seorang pria.. errr ntah siapapun dia, yang jelas.. SELAMAT YA,” ucapnya dengan memberikan penekanan pada kalimat terakhir. Ia menyodorkan tangan kanannya untuk menyelamatiku, aku diam, masih berusaha mencerna perkataannya. Melihat tak ada tanda-tanda bahwa aku akan membalas jabatan tangannya, ia menarik tangan kananku paksa lalu menjabatnya erat kemudian melepaskannya. Dalam genggamannya tadi aku dapat merasakan ada sebuah sensasi seolah tak rela untuk melepaskannya. Ia tersenyum samar lalu keluar dari dalam toko setelah kasir memberikan belanjaannya. Aku terdiam, mematung ditempat dan hanya dapat memperhatikan dirinya yang mulai masuk kedalam van dan pergi menjauh dari balik kaca yang mengelilingi toko.

“Ahra katanya? Apa Kwon Ahra?” gumamku.

“Cikh.. Gadis itu rupanya memang menyebalkan. Untuk apa dia mengumbar berita pertunanganku pada orang lain!? DANA APA HUBUNGANNYA DIA DENGAN GIKWANG OPPA!!!? Lihat saja nanti pembalasanku padamu!”

tbc~

-sesuai janji yang kemarin~ aq datang dengan part yang lebih paannnnnnjaaaaaanngg~ Hahaha,, semoga semua suka,, dan part kali ini SPECIAL pake TELOR buat CHOI HYERIN yang lagi meloww gara” partnya selama ini dibikin gantung mulu sama saaiiaa hahaha #PLAKK dan juga lantaran hasil VOTE yang banyak minta part RIN-DOONG dbnyakin kali ini hoho

SIAPA YANG KEMARIN NEBAK COWOK YANG DI MOBIL ITU CHEONDOONG HAYooo?? Hahaha ternyata tebakkannya kali ini gda yang bener,, bahkan yang minta Haewon nongol di FF ini juga tebakannya salah.. wkwkwk *nunjuk” Hyerin*

Sebenernya ini part mau dipublish hari SELASA lagi kyak kemarin,, tapi berhubung suasana hati lagi senangg gara” nilai PERDATA dan MPKI udah keluar dengan SANGAT MEMUASKAN dan kemarin ini puas banget liatin video” abang ikann yang sukses bikin sesekk napassss >//< jadi aq publish sekarang aja,, Hahahaha *gaya pahlawan bertopeng* So~ doain yakk,, moga nilai yg lain juga memuaskan~ Jadi suasana hati aq jg SENANG SELALU~~ jadi bisa update cepet” Hohoho *kabulin doa baim ya allah~*

Dan maap kalo banyak PICT di part kali ini xixixixixi :P-

 see u next PART~~

Please leave some comment.. or Just mention me @yoendaELF

Iklan

17 thoughts on “SUPA DUPA DIVA – PART 6 *Version A*

  1. Knpa haewon w malah jd ma dara?? ><
    gak rela. . .
    Dilema bgt. . Gikwang'y kasian, tp thunder'y unyu. . T.T

  2. emang si micheullee mah banyak maunya!!!
    kaya gw dong slow,tp part ini gw mulai marah, kenapa ahra disebelin banyak org sih? pdhl setau gw dia tu orang yg disukai semua org (haha so tau!)
    sebelnya si karena ahra kayanya terpuruk bgt, apa” sndiri kaya gk punya kawan!
    T.T

    1. hahahaha.. sorry pi, tp konsep ahra yg sbnrnya msi rhasia guw seorang. jd ikutin ja dulu.. hahahaha
      gw ga sebel kok.. yg sebel ma lo dsini kn cuma si hyerin-binwoo
      yg lain mh sneng” ja
      hahahaha

  3. @author : wajar geh hyerin byk mau’y, pan d sini she is a rich girl. . Ahaha almighty. . .
    @vivi : maap.maap ne mah phy, tp lw hrz trima knyataan. . XP

  4. knp hyerin seolah jd tokoh antagonis y..pdhl sbnrnya ahra kn g salah..tp cheondoong jg lumayan..smoga hyerin nti suka sama dia..hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s