SUPA DUPA DIVA – PART 6 *Version B*

Disclaimer: Suzy, Hyomin, Eunjung, Jiyeon, & IU disini Cuma numpang minjem tampang mereka degan mengganti nama karakter sesuai kebutuhan author v(^0^)v, selain itu semua karakter sesuai dengan nama dan rupa aslinya. Semua ide cerita murni milik author, biar ceritanya abal tapi mikirnya tujuh hari tujuh malam jadi jangan main copas tanpa ijin.

Buat yang bingung ma ceritanya,, silakan baca predebut storynya di LIBRARY dulu biar ga bingung.. dan maap kalo bnyak TYPO.. AUthor males ngedit!

 WAJIB COMMENT!!! Bagi yang ga bisa comment di WP silakan mention aq ja di @yoendaELF jangan takut ga dibales, krn aq trmasuk orang yang KERAJINAN… ahahaha

PLEASE LEAVE SOME COMMENT AFTER READ THIS FANFICTION!!

LEAVE UR COMMENT!!!

NO BASHING!

NO SILENT READER!!

And PLAGIRSM,, JUST GO TO THE HELL!!!

Annyeonghassaeyo yeorobeun~ bingung kenapa Covernya kyak gini n judulnya bukan PART 7 tapi PART 6 VERSION B??

Haha jangan bingung,, soalnya ini sengaja aq bikin part ini jadi part lain dari part 6, soalnya ceritanya masih nyambung sama part sebelumnya n merupakan side story yang terjadi saat pesta pertunangan Rin-Doong kemarin. Dan mohon maaf buat member Miina lainnya dan juga Hyerin yang mungkin Cuma muncul jadi CAMEO dai part kali ini,, hehehe 😛

Dari pada banyak bacot.. LETS CHECK THIS ONE OUT~

SUPA DUPA DIVA.. part:6b

*CHAEHYUN POV*

Malam ini adalah malam pertunangan sahabat terbaikku, Choi Hyerin. Ah~ tak pernah kusangka bahwa temanku sejak kecil yang setahun lebih tua diatasku itu kini rupanya sudah menjadi dewasa karena ia bahkan sudah akan melaksanakan sebuah pertunangan yang biasanya dilakukan untuk pasangan-pasangan yang sebentar lagi akan melangsungkan sebuah pernikahan. Hahaha.. sejujurnya aku tak habis fikir kenapa ia bisa memutuskan untuk bertunangan seperti ini padahal selama ini kukira ia hanya menyukai Heechul Oppa dan Gikwang –salah satu anggota beast, yang belakangan memang dekat dengannya. Padahal  pada awalnya kuduga ia akan berkencan dengan Gikwang Oppa karena melihat hubungan mereka yang sudah seperti orang yang sedang berkencan, tapi nyatanya malah tidak dan ia lebih memilih untuk bertunangan dengan pria yang dijodohkan dengannya.

Hmm.. sejujurnya saja aku agak kurang menyukai tindakkannya ini, tapi ya apa boleh buat, ini adalah hidupnya dan dialah yang akan menghadapinya kelak aku tak ada hak untuk mengaturnya atau memaksakan kehendakku padanya karena pada kenyataannya ia lebih mementingkan keinginan orangtuanya.

Sebenarnya meski merasa Hyerin agak sedikit terpaksa dalam mengikuti perjodohan ini, aku malah merasa sedikit iri padanya, karena menurutku itu berarti kedua orangtanya amat memperhatikan masa depannya kelak hingga rela mencarikan jodoh yang mereka nilai pantas dan tepat untuk mendampinginya sekarang hingga akhir hayat kelak. Entahlah, mungkin aku agak sedkit aneh, hanya saja aku merasa bahwa hidupku ini terlalu ‘bebas’ karena Appaku seolah tak pernah mengekangku atau memberikan aturan-aturan aneh yang biasanya dapat membuat seorang remaja sepertiku ini merasa frustasi. Dan hal itu membuatku sedikit iri. Apakah mungkin Appa memang benar-benar tak menyayangiku?

Tookk.. Tokkk.. Tokkk..

Ckretttt..

Lamunanku segera terpecah begitu mendengar suara pintu kamarku perlahan terbuka. Aku berbalik dan mendapati sosok Hyunjae kini tengah melongokkan kepalanya dibalik pintu kamar yang tak sepenuhnya ia buka.

“Sudah si- Omo! Yeppuda!” pekiknya lalu segera berlari menghampiriku, mengamatiku dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu balik lagi ke kepala, begitu seterusnya hingga berulang kali.

“Chaehyun-ah! NEOMU YEPPEO!!” ia berjalan memutari tubuhku, mengamati penampilanku ini dengan seksama. Aku hanya menggaruk belakang kepalaku yang sama sekali tak gatal, salah tingkah. Jujur aku agak risih jika diperhatikan seperti ini.

 

“Kau ini! Cantik sekali~ Jarang-jarang aku melihatmu berdandan secantik ini!” ujarnya sambil berdecak kagum. Aku tersenyum kecil. Ya, memang benar apa yang dikatakannya, aku memang tipe orang yang jarang sekali berdandan –selain untuk perform- dan tiap harinya aku memang lebih sering memakai celana jeans dan kaos oblong.

“Aishh.. Kau ini. Sebenarnya ada apa?” tanyaku mengalihkan perhatian, dan tampaknya usahaku ini berhasil karena pada akhirnya ia berhenti memperhatikan penampilanku dan berbalik memandangku tanpa melepas senyumannya.

“Oh.. aku lupa!” ia memukul jidatnya sendiri, pelan. “Kau sudah siapkan? Kajja kita berangkat! Kyuhyun Oppa sudah menunggu dibawah!” Ia menarik sebelah lenganku penuh semangat. Akupun segera mengikutinya setelah mengambil tas dompet berisi dompet serta ponsel milikku.

~mrs.ChoiLee~

“Oppa!” Hyunjae melambaikan sebelah tangannya penuh semangat pada seorang pria berjas hitam yang tengah berdiri menyandar disamping pintu sedan hitamnya sambil menunduk memperhatikan layar PSP yang tengah dimainkannya. Pria itu mendongak lalu memasukkan benda berwarna hitam itu kedalam saku jasnya kemudian tersenyum. Omona.. Tampan!

 

“Mian menunggu lama! Ini semua karena Chaehyun yang sengaja berdandan special~ Hahaha,” Hyunjae melirik nakal kearahku. Aishh.. kenapa jadi aku yang di salahkan?

Kyuhyun Oppa tampak diam, tak mengindahkan perkataan adik semata wayangnya itu. Dapat kurasakan ia memperhatikan penampilanku dari atas sampai bawah seperti yang dilakukan Hyunjae tadi kemudian tersenyum.

“Cantik,” gumamnya nyaris tak terdengar, namun aku dapat menangkap gerakkan bibirnya itu yang membuatku tak dapat menyembunyikan senyumku darinya.

“Kajja~” seru Hyunjae membuat Kyuhyun segera membukakan pintu belakang pintunya untukku, namun tanpa dikomando Hyunjae malah masuk duluan kedalam dan segera menutup pintunya dari dalam.

“Kau duduk di depan saja! Aku malas pakai seatbelt!” ujarnya. Kyuhyun Oppa tampak memandangi dongsaengnya itu sebentar lalu beranjak dan membukakan pintu penumpang dibagian depan untukku. Aku tersenyum kecil lalu masuk kedalam. Setelah memastikan aku sudah duduk didalam ia segera menutup pintunya dan berjalan memutari mobilnya lalu masuk kedalam dan langsung menjalankan mobilnya.

~mrs.ChoiLee~

Sesampainya kami ditempat pesta yang bertempat disebuah Ballroom salah  hotel mewah di kota Seoul, Aku dan Hyunjae langsung memisahkan diri dari Kyuhyun Oppa yang memilih bergabung dengan member Super Junior lainnya –setelah kami menyapa mereka terlebih dahulu. Kami berdua berkeliling mencari-cari sosok si pemilik acara, namun nihil, kami tak mendapati sosoknya, yang kami temukan hanyalah Siwon Oppa dan Minhwan yang tampak asik berbincang dengan beberapa tamu undangan.

“Hey!” kejut sebuah suara seraya menepuk pundak kami berdua dari arah belakang. Kami menghentikan langkah lalu berbalik dan mendapati sosok Choi Minho tengah tersenyum jahil.

“Aku sama sekali tidak terkejut,” ucapku datar. Ia terlihat memanyunkan bibirnya sekilas lalu beralih menatap Hyunjae yang memang adalah teman sekolah sekaligus tetangganya dulu.

“Mana Hyerin noona?”

“Lah? Memangnya kau belum bertemu dengannya? Kami berdua juga sedari tadi mencari-carinya,” jawab Hyunjae bingung.

“Anni, sudah hampir lima belas menit aku disini tapi tak kunjung melihatnya,” Minho menggeleng pelan. Aku mengangguk paham lalu mengedarkan pandanganku kesekeliling. Pandanganku terhenti saat melihat seorang wanita muda berambut pirang dengan gaun mewahnya tengah berbincang dengan seorag gadis yang jika dilihat dari potongannya menyerupai sosok Hyerin.

“Minho-ya, coba lihat itu. Itu Hyerin bukan? Penglihatanku tidak terlalu jelas,” aku menarik-narik sebelah lengan baju Minho sambil menunjuk kearah gadis yang kumaksud dengan daguku. Minho tampak menyipitkan kedua matanya yang besar itu, mencoba memperjelas penglihatannya.

“Benar! Ayo kita hampiri dia!” seru Minho. Aku dan Hyunjae mengangguk setuju lalu kamipun segera menghampirinya.

“CHOI HYERIN!!”

~mrs.ChoiLee~

Setelah Hyerin dan tunagannya, Cheondoong melakukan ‘tukar cincin’ yang diakhiri dengan sebuah pelukkan hangat di atas panggung, seluruh hadirin yang datang kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. Aku yang semula selalu bertiga dengan Hyunjae dan Minho, kini terpisah. Minho tampak asik mengobrol dengan Yunho sunbaenim, sementara Hyunjae tadi pamit sebentar ke toilet dan sampai sekarang tak terlihat batang hidungnya.

Drtt.. Drtt… Drtt..

Seketika kurasakan tas kecil menyerupai dompet yang selalu kubawa sejak tadi ini bergetar hebat. Segera kubuka dan kuambil LG Ice cream milikku dari dalamnya.

Hongo Kanata-san Calling

Perasaanku mendadak tak tenang saat melihat nama yang tertera pada layar LCD ponselku ini. Jika bukan ada hal yang penting tak mungkin seorang Hongo Kanata,orang kepercayaan almarhum Okaasan dan Obaasan, sekaligus pengurus penginapan peninggalan mereka di Jepang, menghubungiku semalam ini. Ku tatap sekali lagi ponsel dalam genggamanku yang masih bergetar hebat ini lalu perlahan keluar meninggalkan ruang pesta sambil menkan tombol OK.

“Mossi.. mos–”

“Ah- Sawajiri-san. Maaf menghubungimu semalam ini. Tapi kami-”

Sekujur tubuhku terasa melemas saat mendengar semua ucapan Hongo-san ditelepon barusan. Aku sebagai satu-satunya keturunan keluarga Sawajiri sekaligus pewaris tunggal dari penginapan dan pemandian air panas Sawjiri –yang sudah diturunkan secara turun-menurun sejak jaman nenek moyang hingga akhirnya jatuh ketanganku- merasa menjadi anak.. Cucu.. sekaligus manusia yang paling tak berguna di dunia. Karena, bagaimana mungkin usaha yang telah dirintis turun menurun itu kini mendadak hampir pailit dan akan di ambil alih oleh seorang pengusaha –yang sejak dulu sudah terkenal sudah mengincar penginapan kami ini untuk digusur dan dijadikan sebagai bagian dari daerah pariwisata yang mereka kelola. Choi Paradise.

“Biar bagaimanapun juga kami akan tetap berjuang demi mempertahankan penginapan ini, Sawajiri-san. Kuharap Anda juga akan tetap bertahan,” lanjutnya lagi sebelumnya telepon terputus. Aku merasa tenggorakkanku terasa tercekat hebat. Bagaimana mungkin ada orang seLoyal dirinya dan para pengurus yang akan tetap terus berjuang mempertahankan penginapan itu, sementara aku selaku pewaris tunggal malah tak melakukan apapun.

“Apa kabar, nona Sawajiri?”ucap sebuah suara berat yang kontan menyadarkanku dari lamunan. Aku menegakkan kembali tubuhku yang sempat kusandarkan pada dinding, lalu berbalik mengahadap si pemilik suara yang berasal dari arah belakang tubuhku. Mataku terbelalak lebar saat melihat sosok yang kini tengah berdiri mengahadapku sambil menaruh kedua tangannya dibalik saku celana Armaninya.

“Ah, rupanya benar itu, kau,” ia tersenyum menyeringai, membuatku bergidik dibuatnya.

“T-tuan Choi Seunghyun.. S-sedang ap-a kau disini?” tanyaku dengan nada sedikit bergetar. Bukan, aku bukan bergetar karena gugup tapi karena terkejut karena mendapati sosok yang selama ini paling kubenci dimuka bumi ini kini malah berdiri dihadapanku sambil memamerkan senyuman licik dan tatapan elangnya. Aku membencinya bukan karena ia pernah berbuat yang tidak baik padaku atau pernah melecehkanku, tapi karena dialah dalang dibalik hancurnya bisnis keluarga Sawajiri sekaligus pengusaha yang berniat mengambil alih penginapan Sawajiri. Ah, sungguh aku sangat membenci makhluk terkutuk ini.

“Mwo? Aku?” Ia mengerutkan dahinya sekilas lalu tersenyum penuh arti. “Aku menghadiri pertunagan sepupuku, anak dari pamanku, paman CHOI SIHWAN, kau kenalkan?” mataku terbelalak, aku menggelengkan kepalaku cepat, tak percaya. Jika ia adalah ponakan dari Choi Sihwan. Itu artinya dia adalah.. SEPUPU DARI HYERIN!!??

“Tidak mungkin!” gumamku lirih. Aku menundukkan kepalaku lemas. Aku tak percaya, bagaiamana mungkin selama ini orang yang telah berusaha menghancurkan usaha keluargaku adalah sepupu dari sahabatku sendiri???!!

Aku menegakkan kepalaku, menatap namja yang biasa di sebut dengan nama TOP itu dengan tatapan sengit.

“Ya. Kau kenapa?”

“..”

“Lupakan. Aku menghampirimu ada tujuan lain.”

“Maksudmu?” aku mengerutkan dahi, mentapnya dengan tatapan bingung.

“Aku mau membuat sebuah perundingan denganmu tentang penginapan Sawajiri.”

~mrs.ChoiLee~

Entah apa yang merasukiku hingga akhirnya mau saja dibawa oleh namja tak berperasaan ini masuk kedalam sebuah suite room yang berada disalah satu lantai tertinggi di hotel ini, dengan alasan membicarakan perundinga penginapan keluargaku. Aku duduk disebuah sofa panjang melingkar yang ada di ruang tamu sambil mengedarkan pandanganku kesekeliling suite room mewah ini sementara TOP pergi –entah kemana- untuk mengambil minuman.

“Jadi, apa yang kau inginkan dari penginapan kami?” tanyaku to the point saat melihat dirinya kembali sambil menenteng dua buah gelas berisi wine yang kemudian ia letakkan diatas meja bundar dihadapanku, lalu duduk di atas sofa hitam kecil yang berhadapan denganku. 

“Penginapan tua itu sudah tak layak.. Sudah sangat kontras sekali dengan berbagai fasilitas canggih dan gedung-gedung dengan nuansa modern yang ada disekelilingnya.. Sudah patut untuk dihancurkan dan digantikan dengan hotel yang lebih modern,” ia mengambil sebuah gelas wine yang ada di meja, meneguknya, lalu tersenyum menyeringai kepadaku. Cikh, apa-apaan dia!?

“Hya! Jangan sembarangan mengatakan bahwa penginapan kami itu tua! Kau bukan orang Jepang, dan kau tidak mengerti bagaimana keadaan daerah sekitar penginapan kami yang sebenarnya. Meski kelihatannya tua, tapi penginapan itu sangat bersejarah dan fasilitasnya pun tak kalah dengan fasilitas hotel modern. Dan satu hal yang pasti.. KAMI SANGAT MENGHARGAI DAN MENJAGA KEBUDAYAAN DAN SEJARAH YANG ADA! Tidak seperti project CHOI PARADISE-mu yang mengutamakan SEGALA KEMEWAHAN! Asal kau tahu saja, penginapan kami memang bukan layaknya hotel berbintang, namun yang pasti penginapan kami itu adalah penginapan yang cocok untuk semua kalangan dan usia!” aku mengatur nafasku yang mulai tersengal karena berbicara tanpa henti sambil menatapnya dengan tatapan sengit. Kulihat TOP menatapku lurus sambil tersenyum. Entah apa maksud dari senyumannya itu. Aigoo~ aku haus.

“Minumlah,” ucapnya seolah tahu isi hatiku. Aku menatapnya sebentar lalu mengambil gelas berisi wine yang ada dihadapanku itu dan mulai meminumnya seteguk demi seteguk.

“Bagaimana?” aku merasakan kepalaku sedikit pusing, perlahan penglihatanku pun mulai memburam, aku menyipitkan kedua mataku, memncoba memperjelas penglihatanku namun tak berhasil, dan perlahan yang kulihat hanyalah gelap.

~mrs.ChoiLee~

*Hyunjae POV*

Aku menatap layar ponselku dengan tatapan penuh minat dengan senyuman yang terus mengembang diwajahku. Baru saja ponselku ini dapat tersambung dengan jaringan wifi yang terpasang di dalam gedung hotel, dan begitu tersambung aku segera mengarahkannya menuju dasbor blog pribadiku untuk mengecek komentar yang masuk pada blog berisi kumpulan fanfiction karanganku itu, dan setelah puas dengan blog pribadiku aku pun segera menuju youtube untuk mencari video-video lucu tentang diriku sendiri yang ada disana. Hahaha mungkin jika ada orang yang tahu apa yang sedang kulakukan ini, mereka akan mengataiku bahwa aku ini narsis. Ya memang seperti inilah, aku memang senang mencari berita mengenai diriku sendiri untuk mengukur seberapa tenarnya aku. Hahahaha. Tapi, tentu saja aku hanya melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain, karena aku tak mau di cap narsis. Kkkk~

Namun, saat aku tengah asik-asiknya menikmati fasilitas ONLINE GRATISAN ini, aku merasa ada seseorang yang duduk disebelahku sambil menyampirkan sebelah tangannya diatas pundakku. DEG. Omo! Kenapa rasanya aku kenal aroma tubuh ini ya? Aku terdiam, lalu secara perlahan aku menolehkan kepalaku kearah samping kananku. Mataku langsung terbelalak saat melihat sosok Donghae Oppa kini dengan santainya duduk dengan sebelah tangan yang disampirkan dibahuku. Aishhh BERAT!

“Ya! Oppa apa yang kau lakukan!?” pekikku tertahan sambil melayangkan tatapan tajamku kearahnya, meminta penjelasan. Tapi apa yang dilakukannya kini? Ia hanya meminta maaf sekilas lalu pergi begitu saja. Aishh JINJJA!!

 “Ya,” ujar Kyuhyun Oppa yang tiba-tiba saja sudah duduk disampingku, menggantikan posisi Donghae Oppa. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil melayangkan tatapannya kepadaku.

“Dia hanya membantumu dari pria tua mesum itu,” ia menunjuk kesebuah arah dengan dagunya. Aku mengernyit bingung, lalu mengikuti arah pandangannya. Aku segera menelan ludah saat mendapati seorang pria tua berkepala botak yang berdiri agak jauh dari kami kini tengah berdiri memperhatikan tubuh seorang wanita bergaun dengan punggung terbuka yang berdiri membelakanginya.

“M-maksud..”

“Tadi Donghae hyung hanya mencoba mengindarinya darimu,” potongnya seraya mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku celana Armaninya.

‘Omo! Jadi tadi Donghae Oppa sengaja duduk disampingku hanya untuk melindungiku???’ Aku tertegun. Aku merasa sangat bersalah telah ‘sedikit’ membentaknya tadi, padahal jika ia tak melakukan hal itu padaku entah apa yang telah terjadi padaku saat ini -__-“.

“Sudah malam, ayo pulang!” ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kunci mobil miliknya dari dalam saku lalu menarik sebelah tanganku agar segera mengikuti langkahnya.

“Aish.. Oppa! Tunggu Chaehyun dulu!” protesku, sukses membuat Kyuhyun Oppa menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapku.

“Cepat hubungi dia,” aku mengangguk lalu segera menekan nomor ponsel Chaehyun yang sudah kuhapal diluar kepala dan mulai menghubunginya.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun Oppa saat melihatku berkali-kali menekan tombol end dan kembali menekan nomornya berulang-ulang. Aku menatapnya sebenatar lalu menggeleng.

“Tidak diangkat. Biar ku kirimi sms saja.”

TO : Chaehyunnie~~

Ya! Neo oeddiya?

Aku dan Kyuhyun Oppa sudah mau pulang.

Tak sampai satu menit kemudian pesan balasan darinya pun sampai keponselku, dan dengan segera kubuka.

FROM: Chaehyunnie~~

Mianhae. Aku ada urusan mendadak, besok baru bisa pulang.

Kau duluan saja.

Aku mengerutkan keningku, bingung. Tak biasanya Chaehyun membalas pesanku dengan bahasa seformil ini. Tapi, yasudahlah.. Mungkin memang ia sedang ada masalah mendadak.

“Ada apa?”

“Chaehyun ada urusan katanya, dia menyuruh kita duluan,” jawabku sedanya, Kyuhyun Oppa tampak berfikir sebentar lalu mengangguk dan kembali menyeret tanganku untuk segera mengikuti langkahnya yang lebar-lebar itu agar segera sampai di parkiran.

“Langkah kakimu itu pendek sekali sih? Dasar pendek,” celanya sambil terus menyeret tanganku. Aishh dia ini sebenarnya kakakku atau bukan sih? Bisa-bisanya menyela kelebihan (?) adiknya sendiri. Mentang-mentang aku pendek! Tapi kan jangan diperjelas juga.. AIISSSHHH!!! ><.

~mrs.ChoiLee~

*AUTHOR POV*

“Minumlah,” ucap TOP saat melihat Chaehyun yang nampak terengah-engah setelah berbicara panjang lebar. Chaehyun tampak memandang wajahnya dengan tatapan tajam lalu mulai mengambil gelas berisi wine yang ada dihadapannya dan mulai meneguknya seteguk demi seteguk. TOP nampak tersenyum samar ketika dilihatnya Chaehyun yang mulai tergeletak lemas menyandar pada sandaran sofa.

Drtt.. Drtt.. Drttt..

Ponsel Chaehyun yang ia letakkan didalam tas kecilnya diatas meja tempat dimana keduanya meletakkan gelas berisi wine-nya, bergetar hebat. TOP mendelik, lalu diraihnya tas merah menyala milik Chaehyun itu lalu diambilnya ponsel Ice cream milik si gadis  dan membuka pesan yang masuk kedalamnya.

From: Hyunie Chingu

Ya! Neo oeddiya?

Aku dan Kyuhyun Oppa sudah mau pulang.

TOP melirik kearah Chaehyun yang sudah tak sadarkan diri dihadapannya sekilas lalu mulai mengetikkan sesuatu dilayar ponselnya itu sambil menyeringai.

 From: Hyunie Chingu

Mianhae. Aku ada urusan mendadak, besok baru bisa pulang.

Kau duluan saja.

TOP tersenyum puas lalu kembali memasukkan ponsel milik Chaehyun itu ketempatnya semula. Perlahan didekatinya Chaehyun yang sudah tak sadarkan diri, mengamatinya dengan seksama.

“Mulai saat ini kau akan jadi milikku,” bisiknya pelan ditelinga sang gadis sambil tersenyum.

~mrs.ChoiLee~

*Chaehyun POV*

Kurasakan sebuah cahaya menyilaukan mata menelisik masuk lewat celah jendela dan membuatku terbangun akibat terganggu akan kilaunya. Aku mengernyitkan dahiku tanpa berani membuka mata, silau. Aku mengerang tertahan mencoba mengumpulkan seluruh nyawa dan tenagaku untuk bangkit dari tidurku. Tapi.. aku mendengus, lalu kembali mengernyit saat mencium ada bau anyir yang menyerbak masuk kedalam hidungku. Bau apa ini? Dan.. entah mengapa sekujur tubuhku terasa lengket, dan terasa nyeri dibagian sensitifku.

“OMO! Arghh..” pekikku kaget saat menyadari keadaanku saat ini. Tubuhku naked, hanya sebuah selimut tipis yang menutupi sebagian tubuhku yang terbuka, dan.. vaginaku terasa nyeri.

Aku mengitarkan pandanganku kesekeliling dan mendapati bahwa kamar yang kini hanya kutempati seorang diri ini sepertinya bukan kamarku, melainkan sebuah suite mewah.  Mataku terbelalak saat melihat pakaian yang kukenakan kemarin berserakkan di lantai dan lagi.. ada bercak darah yang tercetak diatas sprei putih yang ku tiduri saat ini. Dan apa ini? Ini bahkan bukan kamarku. Dimana ini??

“Tidak mungkin..” lirihku. “TIDAK MUNGKIN!!!”

Aku menangis, meratapi keadaanku dan nasibku yang kacau balau. Sepertinya aku telah diperkosa.. Tapi, oleh siapa!!??

“Argh..” aku kembali mengerang saat tiba-tiba saja kepalaku merasakan pusing hebat. Aku memijat dahiku dengan sebelah tanganku pelan. Dan saat itu, tiba-tiba saja bayangan mengenai sosok aku dan TOP semalam yang tengah berbincang di ruang tamu mendadak muncul. Arghh.. Dia. PASTI DIA PELAKUNYA!

Tanpa kusadari perlahan air mataku menetes, aku hanya bisa menangis. Cukup lama aku terduduk sambil menagis sampai akhirnya memberanikan diri untuk bangkit dari tempat tidur sambil mengenakan selimut yang kututup melilit tubuhku menuju kamar mandi. Kuambil satu persatu pakaianku yang berserakan di atas lantai dengan langkah gontai. Langkahku terhenti, pandanganku tertuju pada sebuah memo yang tertempel di depan LCD tv ukuran besar yang ada di dalam kamar. Aku memandanginya lama, lalu berbalik mendekatinya dan menarik memo yang tertempel di depan layar itu kemudian membacanya.

Terima kasih atas tubuhmu yang semalam.

Aku senang karena aku jadi orang yang pertama menjamah tubuhmu.

Hahahaha.

Jika kau mau, aku bersedia menikahimu. Dan dengan begitu penginapan keluargamu tak akan pernah ku ganggu lagi.

Bagaimana? Berminat?

-calon suamimu. Choi Seunghyun-

Dadaku berdetak hebat, nafasku naik turun tak beraturan, mataku memanas, sebelah tanganku terkepal kuat sementara tangan yang satunya segera meremas kertas memo berisi tulisan menjijikkan itu dan melemparnya kuat kesembarang arah.

“SAMPAI MATIPUN AKU TAK AKAN MAU BERSAMA MANUSIA KEJI DAN LA*NAT SEPERTIMU CHOI SEUNGHYUN!!!”

~mrs.ChoiLee~

SEMINGGU KEMUDIAN..

*Author POV*

Entah mengapa, sudah seminggu ini Chaehyun mendadak menjadi orang yang lebih pemurung, ia tak lagi seceria biasanya. Hyunjae dan Hyerin sama sekali tak menyadari tingkah anehnya ini karena keduanya sama-sama sibuk dan jarang bertemu, hanya Chaeyoung yang menyadarinya. Namun, Chaehyun selalu saja berhasil mengelak tiap kali Chaeyoung mencoba menanyakannya.

Padahal, waktu comeback mereka –Miina- tinggal menghitung hari, dan hari ini mereka sedang berada di Jepang untuk syuting MV my everything dimana Hyunjae juga turut serta sebagai model video clipnya.

“Wajahmu pucat. Kau kenapa? Kau sakit?” tanya Hyunjae cemas saat melihat teman yang kini menjadi teman sekamarnya di hotel itu tengah menatap lurus keluar jendela dari atas tempat tidur sambil memeluk kedua lututnya. Chaehyun mendelik sekilas lalu menggeleng.

“Anni, aku hanya jetlag,” kilahnya. Hyunjae mengernyit, bingung. Bagaimana mungkin perjalanan Korea-Jepang yang hanya ditempuh beberapa jam dan tidak memiliki perbedaan waktu dapat mebuat seseorang mengalami jetlag? O,o

“Sepertinya kau masuk angin. Tadi saat makan malam juga kau mual-mual bukan? Ini minumlah,” ia menyerahkan segelas air serta sebuah obat yang ia ambil dari dalam tas jinjingnya pada Chaehyun. Chaehyun menatap Hyunjae sekilas, lalu mengambilnya sambil tersenyum samar.

“Gomawo.”

“Cheon. Ah, kalau begitu kau istirahat saja dikamar ya? Sepertinya kau sakit, gawat jika besok kau belum pulih bisa-bisa nanti wajahmu tidak bisa muncul di MV kalian, hoho,” canda Hyunjae.

“Kalau begitu aku turun kebawah dulu ya? Bosan dikamar~” pamitnya lalu pergi keluar kamar dengan langkah riang. Chaehyun menatapnya hingga sosoknya menghilang dibalik pintu lalu meletakkan semua barang yang Hyunjae serahkan tadi padanya keatas meja telepon yang terletak disamping tempat tidur, lalu kembali menatap lurus kearah luar jendela kemudian menunduk, masih dengan memeluk kedua lututnya.

“Aku tidak sakit, Hyunjae-ya.. aku tidak sakit..” ia melirik obat yang diberikan Hyunjae tadi di atas meja telepon dengan tatapan lirih. “Yang sakit adalah hatiku..”  tanpa ia sadari, secara perlahan air matanya mulai mengalir deras.

~mrs.ChoiLee~

Hyunjae melangkah keluar dengan langkah riang dari dalam kamar hotelnya menuju kolam renang hotel, tempat dimana para crew dan member Miina lainnya sudah menunggunya untuk melakukan barbeque. Saat berada di depan lift, ia pun segera menekan tombol turun, namun ia hanya bisa berdiri mematung saat melihat pintu lift yang kini sudah terbuka di hadapannya itu dalam keadaan kosong. Mendadak rasa takutnya muncul. Hyunjae memang penakut, namun untuk masalah kali ini ia bukan takut karena ada hantu di dalam liftnya, tapi ia takut kalau-kalau lift itu nantinya macet, sementara dirinya hanya seorang diri di dalam.

“Ottohke? Masa harus pakai tangga?” Hyunjae segera menelan ludahnya saat melihat dirinya kini berada di lantai 16.

“Ayo masuk,” ujar sebuah suara yang amat Hyunjae kenal betul ditelinganya. Hyunjae menoleh, dan mendapati Donghae dengan pakaian santainya kini tengah berdiri disampingnya sambil tersenyum.

 Entah apa yang mesti Hyunjae rasakan sekarang. Entah senang atau kesal karena akhirnya da seseorag yang akan menemaninya di dalam lift. Namun akhirnya ia menurut dan ikut masuk kedalam lift. Donghae tersenyum puas, lalu segera menekan angka 1 saat Hyunjae sudah berdiri didalamnya.

“Err.. Gomawo..” ucap Hyunjae pada akhirnya setelah cukup lama mereka berdua berdiam di dalam lift. Donghae menatap gadis yang berdiri disampingnya itu dengan tatapan bingung.

“Itu.. saat di pesta Hyerin waktu itu..” Donghae terlihat berfikir.

“Oh, tak usah difikirkan,” ucapnya sambil tersenyum saat teringat hal tsb. Hyunjae menggeleng.

“Anni, jika tidak ada kau entah bagaimana aku jadinya,” ujarnya sambil tersenyum lembut. Donghae tersenyum lebar. Ini adalah kali pertama baginya melihat Hyunjae tersenyum padanya setelah mereka putus beberapa tahun lalu.

“Sudahlah, jangan kau fikirkan lagi. Itu memang sudah sepantasnya jika aku menjagamu,” Hyunjae tertegun. “Sudah sewajarnya jika aku menjaga gadis yang kucintai,” lanjutnya lagi. Hyunjae menatap wajah Donghae lama, mencoba menelisik lebih dalam kedalam matanya, mencoba mencari kebohongan darinya. Namun, yang dapat dilihatnya hanyalah sebuah ketulusan yang terpancar dari diri Donghae.

“O-oppa.. K-kau..”

“Sudah lama sekali aku tak mendengar sebutan dengan nada selembut itu dari mulutmu,” Donghae membalikkan tubuhnya kesamping, berdiri, menatap lurus Hyunjae yang masih terbengong-bengong akan perkataannya barusan, sambil tersenyum lembut.

“Kau tahu? Perasaanku padamu masih sama.. Masih sama seperti saat aku menyatakan pernyataan cintaku padamu 2 tahun lalu.. Bahakan rasa itu kini semakin membuncah hingga tak lagi dapat terbendung lagi dan hampir bertumpah ruah jika saja rasa ini semakin ku pendam dalam hatiku sendiri tanpa ada tempat yang mau menampungnya. Segala cara telah kulakukan demi membuktikan rasa cintaku ini. Dan ku harap, kau mau membuka hatimu kembali padaku.. Hyunjae-ya,” Donghae menganggkat dagu Hyunjae dengan sebelah tangannya lalu menatap kedalam matanya penuh dengan kelembutan. Hyunjae menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, namun secepat kilat ia mendorong tubuh Donghae yang mulai mendekat kearahnya setelah disadarinya pintu lift yang akan segera terbuka.

TING..

Dengan segera Hyunjae keluar dari dalam lift, dengan sedikit berlari ia berjalan menuju arah kolam renang, meninggalkan Donghae yang masih senyum-senyum sendiri didalam lift melihat tingkahnya dari kejauhan. Donghae berjalan keluar lift sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana, mengikuti Hyunjae yang sudah mulai menjauh meninggalkannya.

~mrs.ChoiLee~

“Hoooekk.. Hooek..” entah sudah untuk keberapa kalinya untuk hari ini Chaehyun mengeluarkan isi lambungnya baik ke dalam closet maupun di atas wastafel. Wajahnya pucat, bahkan lebih pucat dari yang sebelumnya. Sekujur tubuhnya dingin, akibat keringat dingin yang tiada henti mengucur keluar dari dalam tubuhnya.

“Hhh.. Hhh..” ia mencoba mengatur kembali nafasnya yang sempat terasa sesak akibat terus-menerus memuntahkan isi perutnya. Dinyalakannya keran wastafel, menampungnya dengan kedua tangannya lalu mengusapnya berkali-kali kewajahnya.

“Kenapa aku seperti ini?” Chaehyun menarik nafas. Cukup lama ia menatap dirinya di depan cermin. Lalu perlahan berjalan keluar dari dalam kamar mandi.

Srett..

Langkah Chaehyun terhenti saat kaki kirinya terasa seperti menginjak sesuatu. Chaehyun menunduk, mencoba melihat apa yang diinjaknya barusan. Tangan kanannya perlahan mengambil sebuah kotak berwarna biru yang tergeletak lemah dibawah kakinya itu. Matanya terbelalak saat melihat tulisan yang tertera pada kotak.

TEST PACK

Entah milik siapa itu, mungkin milik seseorang yang tinggal di kamar ini sebelumnya, dan lupa dibersihkan oleh room service. Tapi yang pasti, kotak itu masih dalam keadaan utuh, baru, dan masih tersegel.

Chaehyun tertegun. Perlahan dibacanya petunjuk pemakaian yang ada di balik kotak.

“Gunakan pada air seni pertama pada pagi hari untuk mengecek kehamilan anda,” kira-kira begitu tulisan yang tertera disana. Chaehyun terdiam. Diliriknya jam yang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Ia terlihat berfikir sebentar.

“Tadi aku sudah tidur 3 jam. Dan sekarang dini hari, berarti..” Chaehyun kembali memandangi kotak test pack itu dengan tatapan ragu.

“Dicoba tak ada ruginya. Lagi pula aku yakin, aku tak apa-apa. Aku tidak hamil,” ujarnya pada diri sendiri. Ialu mengangguk mantap. Dengan sedikit ragu-ragu, ia mulai membuka kotak pembungkus dan mengeluarkan sebuah test pack dari dalalamnya. Perlahan ia mulai mengeluarkan air seninya diatas closet sambil mengarahkan tangkai test pack itu kearahnya.

“Aku tidak hamil.. Aku tidak hamil..” ucap  Chaehyun berkali-kali sambil memejamkan kedua matanya, sementara sebelah tangannya sudah memegangi tangkai test pack yang perlahan sudah mulai menunjukkan hasilnya.

Perlahan-lahan.. dibukanya kedua matanya, dan bagai gerakkan slow motion ia menunduk, memberanikan dirinya menatap hasil test pack yang ada pada tangan kirinya.

Mata Chaehyun terbelalak lebar saat melihat hasil yang tertera disana. Dua garis. POSITIF HAMIL.

~mrs.ChoiLee~

Setelah pesta BBQ selesai, dan para crew serta member Miina yang lain sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing, Hyunjae dan Donghae selaku model dalam video clip Miina kali ini, terpaksa harus tetap tinggal di meja tempat dimana mereka berpesta tadi untuk diberikan pengarahan. Setelah cukup merasa mengerti atas arahan sang sutradara, mereka berduapun dipersilakan untuk kembali masuk kedalam kamar. Tapi bukannya kembali kedalam kamar, Donghae malah menarik Hyunjae untuk mengikutinya pergi ke pantai yang berada tak jauh dari bangunan hotel.

“Kenapa kau mengajakku kemari?” Hyunjae menatap Donghae bingung. Sejujurnya ia sendiri bingung kenapa ia mendadak mau saja dibawa Donghae seperti ini, apakah perasaannya pada Donghae sudah mulai membaik?

Donghae menoleh, menatap Hyunjae sekilas, kemudian kembali memandangi kearah lautan lepas, menikmati angin serta deburan ombak yang menghempas pantai, sambil tersenyum.

“Kau tahu?”

“Apa?”

“Aku sangat mencintai pantai?” Hyunjae diam, menatap Donghae dengan tatapan tak mengerti, lalu pada akhirnya mengangguk mengiyakan. Donghae tersenyum puas.

“Tapi.. rasa cintaku pada laut.. Tak sebesar rasa cintaku padamu.” Donghae berbalik, menatap Hyunjae dengan tatapan penuh harapan dan cinta.

“NE!!???”

tbc

 Mian kalo tidak memuaskan~

Karena saiia bukan alat pemuas.. haha

dan maap karena saiiaa babo dalam penggambarannya kali ini -__-“

Jagan lupa COMMENT!!

Iklan

10 thoughts on “SUPA DUPA DIVA – PART 6 *Version B*

  1. wakwakwak~ gara-gara si hyerin ngasih komik echi, saya yang kena dah.. untung sama TOP, pokoknya harus tanggung jawab *kepengennyaitumah :p

  2. aduuh~ aku agak telat bacanyaa~ hehehe..

    sangat mengejutkan kemunculan TOP nih~ sampe kaget agak bingung awal-awalnya..

    donghae kata-katanya sweet.. haha~ 😀

    1. telat? ga juga kok,, ru tayang jm 1 juga td siang.. Hahaha
      ihihi.. kdtgn TOP ni ud drencanakan sbnarnya,, cm nunggu ‘timing’ yg tepat ja hahaha #plakk

      bingung y?? mian *bow* soalnya dy kan emg selalu mengejutkan org” hahaha 😛 #ditabokTOP

      ia.. dia selalu soswiiiiittttt.. jadi malu >///< #lho (?)
      ahahaha Gomawo ud mampirrrr+comment~~

  3. haha,….
    sori gw telat!
    sadis bgt lu bkin cerita gt ma pipit!
    tega ih,…
    lagian ini bacaan gk boleh di kosumsi ma anak kecil kaya gw,haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s