SUPA DUPA DIVA -Part 7 *version B*

Annyeonghassaeyo yeorobeun~ kali ini aq hadir lebih awal sesuai janji.. hehe

Tapi untuk itu, berhubung kali ini partnya aq kasi lebih awal n lebih panjang, untuk sabtu besok gda part 8, Part 8 baru nongol sabtu minggu depan. Okay?? Sippp haha XD

Saya capek ngomong terus tiap posting.. pokoknya

SUKA ya COMMENT

GA SUKA ya GA USAH BACA

Dan saya sangat TIDAK SUKA sama yang namanya PLAGIAT! Oke?

SUPA DUPA DIVA.. part:7 *b vers*

*Binwoo POV*

Ding.. Dong.. Ding.. dong..

Bel pertanda jam istirahat tiba berdentang lumayan keras, membuat semua siswa spontan berhamburan keluar dari dalam kelas.

‘Hmphh..’ aku menghela nafas lumayan berat.

“Binwoo-ya, ayo kita ke kantin?” ajak Jiyoung sambil menatapku penuh harap. Aku meliriknya sebentar lalu menatap keluar jendela.

“Kajja!” kataku pada akhirnya. Jiyoung tersenyum sumringah. Tanpa ragu iapun segera mengamit lengan kiriku dan menarikku menuju kantin yang terletak di lantai 1 dengan langkah riang.

Sesampainya di kantin, ia malah menarikku kesebuah meja kosong dan menyuruhku untuk menunggunya disana sementara ia sendiri memesan makanan. Aku yang memang sebenarnya tidak terlalu bernafsu untuk makan siang hanya bisa menuruti perintahnya tanpa banyak bicara. Dan begitu tiba di meja yang tadi di tunjuk Jiyoung dengan telunjuknya itu, aku langsung duduk, merenung.

Arghh. Entah kenapa perasaanku belakangan jadi tak tenang. Entah kenapa. Tapi, belakangan aku memang seperti mendapatkan firasat buruk mengenai grup kami. Kenapa ya?

Dan lagi.. belakangan jika diperhatikan meski sudah comeback, Chaeyoung eonni juga masih lebih focus pada karir aktingnya, Ahra eonni –err.. yah meski aku tidak begitu menyukainya pada awalnya, tapi belakangan karena sikapnya yang selalu lunak padaku, aku jadi tak tega dan mulai menyukainya sebagai eonni baruku- karena dia baru debut, masih tak ada masalah dengannya.. Tapi untuk Chaehyun eonni.. aku rasa ada yang salah dengan dirinya..

‘Tapi apa??’gumamku. aku mengerutkan kening. Mulai berfikir.

Ah ya, dia memang berubah. Entah sejak kapan, aku merasa eonniku yang paling terkenal akan porsi makannya yang sedikit itu kini jadi SANGAT SUKA MAKAN! Yang biasanya 3x sehari –itu pun kalu sempat, dan lebih sering 2x sehari- sekarang bisa sampai 5x sehari, dan lagi porsi makannya pun jadi SANGAT BESAR!

*FLASHBACK*

“Eonni..”

“Hmpp?? Wae??”

“Kenapa kau jadi maruk seperti itu? Apa kau sudah setahun tidak makan? Kenapa seperti orang kelaparan seperti itu????” mulutku menganga lebar saat menyadari bahwa Chaehyun eonni kini tengah menyendok nasi kedalam mangkuknya.. yang keempat. Whaw! Daebak! Rekor terbaru bagi Chaehyun eonni yang selama ini paling banyak memakan nasi dalam porsi semangkuk kecil .__.

“Anni, aku memang lapar saja. Aigoo~ kenapa kimchi ini terasa hambar sih?? Kurang pedas dan.. kurang garam!” ia lalu mengambil botol kecil berisi garam yang ada di tengah-tengah meja makan lalu menaburkan isinya kedalam mangkuk kimchinya. Aku menatapnya dengan tatapan takjub. Tak hanya aku, Chaeyoung dan Ahra eonni juga, mereka malah sudah terbengong hebat. Sementara Hyunjae eonni yang malam itu ikut makan bersama kami segera menyumpitkan potongan kecil kimchi yang sejak awal sama sekali belum ia sentuh lalu menyuapkannya kedalam mulut. Raut wajahnya tampak biasa saja.

“Enak, ah. Pedas malah,” ujarnya, lalu menyumpitkan potongan lainnya dari mangkuk kimchi milik Chaehyun eonni dan melahapnya. Dapat kulihat seketika ia terbatuk-batuk, tangan kanannya berusaha meraih gelas berisi air putih yang ada disamping piringnya lalu menguknya habis tak bersisa.

“YA!! KAU GILA!!?? Ini bukannya HAMBAR.. tapi SANGAT ASIN DAN PEDASSS!!!!” ia mengibas-ngibaskan sebelah tangannya di depan lidahya yang terjulur karena menahan pedas.

“Ah, kau kan memang tak suka pedas! Makanya saus secuil saja sudah kau bilang pedas!” celetuk Chaeyoung eonni.

“Anni, tapi ini memang PEDAS.. dan SANGAT ASIN!!” kilahnya sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menahan sebuah sensasi yang tengah menyerangnya.

Aku berkenyit dan sedikit bergidik mendengar ucapannya. Hyunjae eonni memang terkenal ‘tak suka pedas’ dan apapun makanannya meski kadar pedasnya jauh dibawah standar ia pasti akan mengatakan pedas, jadi kami memang tak akan mudah dengan percaya jika ia yang mengatakan pedas. Tapi kalau asin? Tak mungkin kan ia tak bisa membedakan mana yang asin dan tidak asin?

Ahra eonni yang sedari tadi tampak dengan serius memperhatikan perdebatan diantara kami tampaknya juga penasaran. Tanpa aba-aba dan keraguan sedikitpun, kulihat ia menyumpitkan potongan besar kimchi dari mangkuk Chaehyun eonni dan melahapnya.

Hening. Semua mata kini menatap kearahnya.

Dan…

Byuurrrr~

Seluruh isi dalam mulutnya yang bahkan kuyakini belum sempat ia kunyah itu dalam seketika berhamburan keluar. Tangan kanannya tampak meraih gelas yang ada disisi kanan piringnya, sementara tangan kirinya sibuk mengipas-ngipaskan wajahnya yang mulai memerah reaksinya ini nyaris sama dengan apa yang dilakukan Hyunjae eonni.

“YA!! INI BUKAN MAKANAN MANUSIA!! KENAPA KAU BISA MAKAN MAKANAN SE ASIN INI!!!????” pekiknya, setengah mati menahan sensasi aneh yang menjalar di kepalanya. Membuat kami berempat segera memandang aneh kearah Chaehyun eonni yang malah dengan tenangnya terus melahap  porsi makan ‘extra’-nya itu hingga nyaris tak tersisa.

Omona.. Apa separah itu??

———–

Hoeekk.. Hoekkk..

Entah sudah untuk keberapa kalinya aku mendengar suara itu dalam dua jam terakhir ini. Posisi kamarku yang berada di depan kamar mandi yang berada di disamping dapur membuatku dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Terlebih saat dini hari seperti ini, dorm masih sepi karena yang lain masih berada di alam mimpinya masing-masing.

Perlahan kubuka pintu kamar. Ku longokkan kepalaku sedikit dari balik pintu, mencoba mencari tahu siapa sosok dibalik suara yang lumayan mengganggu itu.

Suara itu milik Chaehyun eonni. Aku dapat melihat wajahnya dari pantulan cermin yang tergantung diatas wastafel dari depan kamarku ini karena pintu kamar mandi yang terbuka lebar. Tampaknya ia sedang mual. Apa dia sakit?

“Eonni, gwenchana?” tanyaku, cemas. Chaehyun eonni menggeleng, lalu melambaikan sebelah tangannya tanpa menoleh kearahku, memberi tanda bahwa ia baik-baik saja. Tapi… aku tak yakin jika ia sedang dalam keadaan yang baik.

“Gwenchana.. Hanya morning sick.. Eh, anniyo, hanya pusing,” ujarnya saat keluar dari dalam kamar mandi dan melihatku yang masih berdiri menungguinya di tepi pintu. Aku mengangguk paham. Ia tersenyum samar, menepuk bahuku pelan lalu beranjak kembali kedalam kamarnya.

“Eh?? Tadi dia bilang apa???”

“M-morning sick?? Apa itu??”

*FLASHBACK END*

Ah.. tiba-tiba saja aku jadi teringat tentang perkataan yang sempat terlontar dari bibir Chaehyun eonni beberapa waktu lalu.

“Tada~~ ini makanannya. Sudah kupesankan ddongpokki ekstra special untuk sahabatku~ Ayo dimakan..” Jiyoung meletakkan sepiring ddokpokki ukuran besar kehadapnku, lalu menaruh piring berukuran sedang kehadapannya. Aku menatap piring yang ada di hadapanku ini lama, namun akhirnya sesendok demi sesendok kumakan juga isinya setelah mendapat tatapan tajam dari Jiyoung.

“Jiyoung-ah..” panggilku. Jiyoung melirikku sekilas.

“Wae?”

“Morning sick itu apa?” tanyaku polos. Jiyoung menghentikan makannya, mencoba berfikir.

“Morning sick?” aku mengangguk pelan. “Aku tak tahu.. tapi kalau tidak salah, waktu Hara eonni –kakak pertamaku- hamil dia suka mual-mual, dan saat aku tanya dia kenapa dia bilang ‘morning sick’,” jawabnya dengan tampang ragu. Ah.. apa iya?

“Benarkah?” ia tampak berfikir kemudian mengangguk mantap.

“Benar! Tidak salah lagi! Seingatku eomma juga pernah bilang kalau morning sick itu adalah penyakit yang biasa diderita oleh orang hamil. Gejalanya seperti mual-mual dipagi hari.. begitu kira-kira..” jawabnya tanpa keraguan lalu kembali melanjutkan makannya. Aku terdiam.

‘Apa Chaehyun eonni.. Hamil??’

Dari semua tanda-tanda serta perubahan yang ditunjukkan dari dirinya belakangan ini memang bisa dikatakan bahwa semua itu adalah gejala kehamilan, belum lagi jika mengingat bahwa beberapa hari yang lalu saat tengah malam mendadak ia merengek-rengek pada Daesung Oppa untuk dibelikan ice cream ikan dan bebek peking, padahal selama ini ia tidak suka makan bebek, dan saat itu Chaeyoung eonni mengatakan bahwa ia seperti orang yang sedang mengidam. Dan kini kuyakini kemungkinan itu bisa saja terjadi, tapi… Dia hamil dengan siapa????? Satu-satunya pria yang sering kulihat bersamanya hanya.. KYUHYUN OPPA!?

“Memang kenapa?” tanyanya tiba-tiba. Aku tersentak, lalu menggeleng.

“Anni, Cuma ingin tahu saja,” kilahku. “Ah, ya.. ngomong-ngomong namja aneh yang suka menggangguku itu kemana ya? Tumben biasanya dia selalu mengikutiku kemana saja seperti setan (-__-“),” tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Nu- ah, Baro sunbae?” aku mengangguk. “Ah.. kau sih jarang masuk sekolah, jadi tak tah beritanya..”

“Memang ada berita apa?” Jiyoung berdehem.

“Ku dengar dari anak-anak SMA senior kita, katanya ia sebentar lagi akan debut jadi artis, jadi untuk sementara ini ia menghilang dari peredaran, tapi sayangnya aku tak tahu dia akan debut jadi penyanyi atau apa, tapi sepertinya dia akan debut jadi anggota boyband,” jelasnya panjang lebar. Aku mengangguk kecil. Bingung harus bicara apa. Tapi.. hebat juga dia kalau memang bisa debut. Tampangnya kan aneh (-__- V).

Drttt.. Drrttt..

Ponsel dari balik saku blazerku bergetar. Kumasukkan sebelah tanganku kedalam saku kemudian segera mengangkatnya saat melihat sebuah nama kini tengah menghubungiku. Yesung Oppa.

Senyumku seketika langsung mengembang lebar saat tahu bahwa sosok yang selama ini sudah sangat kukagumi dan kucintai setengah mati sejak duduk dibangku sekolah dasar itu kini mengajakku pergi keluar sepulang sekolah, dan ia juga berjanji untuk menjemputku. Ha~~ indahnya dunia ini~~.

~mrs.ChoiLee~

*Hyunjae POV*

Setelah syuting MV di Jepang beberapa minggu yang lalu, aku sudah mulai bersikap biasa lagi kepada Donghae Oppa. Namun itu bukan berarti aku kembali padanya, melainkan hanya sebatas pertemanan dan persaudaraan layaknya hubunganku kepada Gikwang Oppa, ataupun member Super Junior lainnya. Dan setelah kami pulang kembali ke Koreapun kami sudah tak pernah bertemu lagi karena aktivitas Super Junior yang sangat padat dan sebentar lagi akan melakukan Super Show mereka, sementara aku sibuk mempersiapkan comeback-ku yang rencananya akan dilakukan sekitar dua minggu lagi. Dengan padatnya jadwal rekamanku dalam mempersiapkan album repackageku serta padatnya jadwal Super Junior yang sibuk melakukan goodbye stage mereka dan persiapan concert tour asia mereka, membuat kami secara tidak langsung semakin jarang bertemu.

Selain tak pernah bertemu dengannya lagi, aku juga sudah lama tak bertemu dengan Oppaku sendiri, Cho Kyuhyun, dan akupun jarang bertemu dengan member Miina lainnya, karena belakangan ini aku memang sudah jarang pulang ke dorm dan lebih memilih untuk PP Seoul-Incheon guna mengejar pelajaranku yang mungkin akan keteteran setelah aktivitas comebackku nanti, jadi mau tak mau aku harus ekstra menyelesaikannya sebelum hal itu terjadi dengan selalu rajin mengikuti perkuliahan dan meminta keringanan pada para dosen agar memberikanku arahan dalam pelajaran melalui e-mail.

Brugg

Aku sedikit mengerang saat merasakan ada seseorang yang menghantam bahu kiriku lumayan keras.

“Josonghamnida,” ujar seorang pria dengan sedikit membungkukkan tubuhnya singkat. Pria dengan tas gitar dibelakang punggungnya itupun segera berbalik, berniat pergi meninggalkanku. Aku diam saja. Baru saja aku berniat berbalik, melanjutkan langkahku, tiba-tiba saja aku merasa ada sebuah tangan yang menahan sebelah bahuku. Aku berbalik, dan mendapatkan namja yang menabrakku tadi kini tengah menatapku dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

‘Eh?? Sepertinya aku pernah melihatnya.. Tapi dimana ya?‘ batinku.

 ‘Ah.. Bukankah ia adalah orang yang tidak sengaja menabrakku di koridor beberapa waktu yang lalu??’

‘lalu kenapa ia menatapku seperti ini??’ Aku menatap namja yang ada dihadapanku ini dengan tatapan bingung.

Cukup lama pundakku dicengkram kuat oleh tangan kanannya, sementara matanya terus menatapku dengan tatapan yang jujur membuatku sedikit merinding dibuatnya.

“Josonghamnida, tapi anda siap-”

“Suzy-ah! Bae Suji!” ucapnya dengan nada bergetar, lalu menarik tubuhku dan memeluk tubuhku erat.

“Huh? Err.. Anniyo, mianhamnida.. Tapi sepertinya kau salah orang..”

“Suzy.. nae jagiya.. Kemana saja kau selama ini????” ia mengendurkan pelukkannya dan ganti mencengram kedua pundakku sambil menatapku. Tatapannya sendu, nada bicaranya lirih, kentara sekali bahwa ia sepertinya sangat senang melihatku karena mengira diriku ini adalah orang yang namanya ia sebut-sebut barusan.

“Aih.. Mianhamnida, tapi aku bukan Suzy, aku bukan orang yang kau sebut barusan. Aku Kim Hyunjae,” jelasku pelan-pelan dan sesabar serta sejelas mungkin agar namja satu ini dapat mendengarnya. Hening. Sepertinya usahaku ini berhasil. Ia tampak melepaskan cengkramannya dari pundakku.

“Ah, mianhamnida, aggassi,” ia membungkuk sopan, lalu berbalik meningglakanku yang terbengong-bengong akan perlakuannya barusan.

‘ Sebenarnya siapa pria itu? Kenapa ia memanggilku dengan nama ‘Suzy’? Dan kenapa tatapannya sesedih itu?’

~mrs.ChoiLee~

Setelah membereskan segala keperluanku dan mengurus segala tugas yang diberikan beberapa dosen padaku guna mengganti  absensiku yang hilang, aku segera pergi menuju lobby utama, dimana Seungri Oppa telah menungguku dengan van hitam yang biasa kami gunakan.

“Sudah beres semua?” tanyanya saat aku sudah duduk di kursi penumpang. Aku mengangguk. Ia tersenyum samar lalu mulai menjalankan mobil yang kami kendarai dan meninggalkan lingkungan universitas Inha.

Sepanjang jalan, seperti biasanya aku memilih untuk membuka laptop yan selalu kubawa tiap kali berpergian jauh dan langsung menyambungkannya ke blog pribadiku setelah koneksi internetnya terhubung. Ah, sudah lama sekali sepertinya aku tidak membuat fanfiction dan mengupdate-nya di blog ini, pikirku begitu melihat tanggal postingan yang menunjukkan tanggal 7 April, yang berarti sudah sekitar 6bulan yang lalu. Tapi untungnya saja masih ada pengunjung yang sering meninggalkan komentarnya di blog abal-abalku ini. Kkkk~

Sekilas aku dapat merasakan bahwa Seungri Oppa sedang geleng-geleng kepala karena melihat kebiasaanku yang satu ini.

“Wae?” aku menatapnya sebal dari kaca spion.

“Anni,” balasnya sambil terkekeh. Aishhh! Aku melayangkan tatapan tajamku padanya lalu kembali menekuni kegiatan onlineku.

“Ah, ya, Hyunjae-ya, mengenai lagu tambahan yang akan dimasukkan di dalam album repackagemu, selain lagu yang telah kau rekam sebelumnya bersama Miina, dan yang akan dijadikan soundtrack drama, masih ada satu lagi yang akan kau nyanyikan nanti.”

“Lalu?”

“Dan kau akan menyanyikan lagu duet.”

“Lantas?? Bukankah sudah biasa jika aku berduet?”

“Iya, tapi kali ini berbeda,” aku menatapnya bingung.

“Maksud-”

“Kau akan duet dengan Donghae.”

“MWO????”

~mrs.ChoiLee~

*Chaehyun POV*

Masih teringat jelas ditelingaku saat Lee Sooman sajjangnim mengatakan bahwa ia tak akan mengijinkanku untuk keluar dari agency, dan mundur dari Miina. Jikalau pun ia mengijinkanku keluar dari Miina, ia tetap tidak akan membiarku keluar dari agency, apalagi saat ia tahu bahwa aku juga memutuskan untuk keluar selama-lamanya dari dunia showbiz ini.

“Karirmu bagus, bakatmu sangat luar biasa, dan aku yakin masa depanmu juga akan sangat cemerlang. Aku sungguh sangat tidak mengijinkanmu untuk mundur karena alasan sebodoh ini. Sampai kapanpun tidak akan!” ujarnya saat itu yang diakhiri dengan nada sedikit membentak.

‘Ah.. apa aku harus melakukannya? Tapi bagaimana dengan ini?’ aku menunduk, dan perlahan mengelus-elus perutku.

‘Bagaimana nasibku kedepan jika aku tetap di grup dan ketahuan hamil?’ lirihku.

*FLASHBACK*

Aku menarik nafas berat begitu taksi yang kutumpangi berhenti di depan gedung SM ent. dengan langkah mantap aku mulai berjalan keluar dari taksi sambil menenteng sebuah map serta amplop cokelat berisi data dan surat pengunduran diriku.

Baru saja aku akan membuka pintu lobby, tiba-tiba saja seseorang menarik sebelah tanganku dan menyeretku untuk mengikutinya sampai kesebuah sudut yang jarang dilewati orang lalu menyudutkanku dan menatapku dengan tatapan tajamnya.

“Apa yang kau lakukan!?” bentakku kesal sambil memegangi sebelah lenganku yang terasa sakit karena ditarik paksa olehnya barusan. Ia diam, namun malah semakin mempertajam tatapannya kedalam mataku.

“Kenapa kau tak bilang kalau kau hamil!!?” tanya dengan nada tertahan namun penuh dengan penekanan. Mataku melebar. Darimana dia tahu???

“Kau hamil anakku, kan? Kenapa kau tidak mengatakannya dan memilih untuk merahasiakan dariku, huh!?” lanjutnya lagi, membuatku tercekat akan perkataannya.

“D-dari mana kau tahu?”

“Lee Young-ae. Kau kenal dia kan?” Omo.. jadi Yong-ae ahjumma yang mengatakannya? Selama ini ku kira ia orang yang bisa kupercaya..

“Dia ibuku!”

Mataku melebar. Shock. Itu yang kurasakan sekarang. Omona.. Jadi Top.. anni maksudku Choi Seunghyun adalah anak dari Young-ae ahjumma –orang yang selama ini menjadi sahabat baik orang tuaku dan juga telah kuanggap sebagai ibuku sendiri??? Tapi.. kenapa aku tak pernah tahu?

“Kau tahu? Tadi aku memergokkinya tengah membicarakan tentang kehamilan dengan dirimu di telpon! Jika saja aku tidak memaksanya menjelaskan semua ini padaku aku pasti tak akan mengetahuinya.  Dasar bodoh! Apa yang kau inginkan sebenarnya, huh!!?? Ayo kita menikah!!”

——–

“Kau tunggu disini!” perintahku pada namja yang kubenci setengah mati itu begitu kami berdua sampai di depan pintu besar bertuliskan ‘OWNER’. TOP menatapku dengan tatapan tidak mau, namun aku balik menghunuskan tatapan super tajam yang jarang kuperlihatkan pada siapapun padanya hingga membuatnya luluh dan mau duduk diatas sofa panjang yang ada di depan ruangan.

Aku kembali menarik nafas berat sebelum akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu dan masuk kedalam setelah mendapatkan ijin dari pemilik ruangan.

“Oh, Chaehyun-ah? Ada apa? Tumben sekali kau datang menemuiku?” ujar Lee Sooman heran saat mendapati diriku kini tengah berdiri menghadapnya.

“Mianhamnida, Sajjangnim. Sepertinya aku akan mengundurkan diri,” ucapku setelah cukup lama hanya berdiri mematung menghadap kearahnya.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyanya dengan penuh kebingungan. Aku menarik nafas pendek, kemudian menyerahkan berkas yang sejak tadi kubawa kemana-mana itu padanya. Ia berkenyit, lalu memandangaku dengan tatapan tak percaya saat selesai membaca isi yang termuat di dalamnya.

“Kau serius? Apa alasanmu?”

“Aku..”

“Kami akan menikah,” ujar sebuah suara, membuatku dan Lee Sooman sajjangnim terhenyak saat melihat sosok pria bertubuh tinggi tegap yang tadi baru saja bertengkar denganku itu kini berdiri disampingku dan menggenggam sebelah tanganku erat. Aku menatapnya dengan tatapan menusuk, namun ia sama sekali tak mempedulikannya.

“B-benarkah? Kalian akan menikah?” Lee Sooman menatap kami berdua dengan tatapan tak percaya, namun sedetik kemudian ia malah tersenyum lebar.

“Chukkae~ selamat kalau begitu,” ujarnya. Sebuah ucapan yang sama sekali tak pernah kuduga.

“Maka dari itu aku berniat mundur untuk selamanya dari dunia entertainment, sajjangnim,” aku menghela nafas berat. Sungguh ini adalah ucapan yang selama ini tak pernah terpikirkan akan terlontar begitu saja dari bibirku.

“Kau mau mundur karena kau akan menikah, begitu?” aku diam, menatapnya cukup lama kemudian mengangguk.

“Aku tak akan pernah membiarkanmu mundur!”

“Ne??” pekikku dan TOP bersamaan, membuatku segera menatap TOP dan melayangkan tatapan anehku padanya.

“Karirmu bagus, bakatmu sangat luar biasa, dan aku yakin masa depanmu juga akan sangat cemerlang. Aku sungguh sangat tidak mengijinkanmu untuk mundur karena alasan sebodoh ini. Sampai kapanpun tidak akan!”

*FLASHBACK END*

“Sudah jangan cemas.. Kita akan menikah dan merawat anak kita bersama nanti, dan aku berjanji akan melepaskan penginapan keluargamu dan tak akan pernah berusaha merebutnya lagi,” ujar TOP dengan tatapan serta intonasi terlembut yang pernah kudengar dan kulihat sembari mengelus-eluskan tangan kanannya tepat diatas perutku.

Saat ini kami berdua sedang berada di dalam mobil TOP, supir yang mengendarainya, sementara kami berdua duduk dibangku penumpang limousine mewah miliknya.

Hmm.. memang sepertinya iini jalan yang terbaik. Menikah untuk menutupi aib serta menyelamatkan usaha keluargaku, meskipun dengan orang yang sama sekali tak pernah kucintai.

“Apa ini takdirku” gumamku.

~mrs.ChoiLee~

*Hyerin POV*

Aku baru saja akan membaca sebuah naskah drama untuk episode ke-6 drama yang sedang kubintangi, saat tiba-tiba saja kurasakan sebuah tangan memeluk leherku dari belakang. Aku menoleh, dan mendapatkan sosok ‘tunanganku’ kini tengah tersenyum lebar. Aku menatapnya malas lalu kembali berkonsentrasi membaca naskah yang harus aku pahami untuk syuting besok.

“Hey, aku datang kenapa tak kau sambut?” ujarnya sembari meletakkan dahunya dipundakku. Aishhh membuatku geli saja!

“Memangnya untuk apa aku menyambut kedatanganmu, huh? Lagi pula bukannya kau seharusnya berada di kantormu? Kenapa aku merasa kau seperti orang yang kurang kerjaan sekali??” cibirku. Bukannya marah, ia malah tersenyum.

“Jadwalmu sudah selesai bukan? Untuk apa kau masih duduk di dalam ruang ganti seperti ini, huh? Kajja!” ia menarik tangan kiriku dan memaksaku untuk mengikutinya dari belakang. Sepanjang jalan, aku dapat merasakan tatapan beberapa orang crew dan artis lain yang masih berada di lokasi saat aku melewati mereka. Dan mereka segera melemparkan senyuman penuh arti pada kami berdua saat aku menoleh kearahnya. Aishhh,, apa yang ada di dalam pikiran mereka, ya??

“Masuk,” ia membuka pintu samping porche merahnya. Aku mendengus, lalu masuk kedalam. Pasrah. Ia tersenyum, kemudian menutup pintunya dan berjalan memutari mobil lalu membuka pintu satunya dari mobil dua pintu ini dan duduk dibalik kemudi. Setelah merasa semuanya OK, ia pun segera menginjak pedal gasnya dalam-dalam meninggalkan lokasi dimana aku melakukan syuting dramaku.

Sepanjang perjalanan kami saling diam. Tak ada satupun diantara kami yang berbicara. Diam-diam, aku terus memperhatikan namja yang tengah mengemudi ini dan melayangkan tatapan aneh padanya. Aku bingung. Bukankah ia adalah seorang direktur di perusahaan keluarganya dan sebelumnya juga ku dengar ia adalah seorang workacholic yang sangat mencintai pekerjaannya, tapi kenapa aku malah merasa ia seperti orang yang sangat kurang kerjaan???

Bagaimana tidak? Mengingat hampir setiap hari ia datang ke lokasi untuk menjemputku atau sekedar mengajakku makan siang, dan lagi.. belakangan baru kusadari bahwa penampilannya itu sama sekali tak mencerminkan seorang ‘executive muda’ melainkan seperti seorang FASHIONISTA kelas kakap. Bahkan kurasa Goo Junpyo pun masih kalah stylenya jika dibandingkan dengan penampilan Cheondoong saat ini yang menurutku sangat… nyentrik?

Lihat saja penampilannya sekarang, memangnya mau kemana dia dengan pakaian seperti itu? Jas setengah body dan kemeja bolong-bolong. Memangnya dia ini sebenarnya siapa? Pengusaha atau idol yang akan pentas diatas panggung? Ah.. aku sungguh tak pernah mengerti dengan jalan pikiran namja yang satu ini -__-“.

“Tunggu sebentar,” tiba-tiba saja ia menhentikan mobilnya dan turun dari dalam mobil sambil membawa sebuah tas yang kuyakini adalah tas laptop. Selang beberapa saat kemudian iapun kembali masuk lalu duduk dibalik kemudi dengan gaya pakaian yang sudah sangat berbeda dari yang sebelumnya. Pakaiannya kalin ini terlihat lebih santai.

“Kajja~” ujarnya penuh semangat. Aku meliriknya sekilas lalu mendengus. Aneh sekali tunanganku ini tuhan (-__-“).

~mrs.ChoiLee~

Tanpa kuduga dan kunyana sebelumnya, ternyata Cheondoong membawaku ke Lotte world. Astaga sudah lama sekali aku ingin kemari tapi tak pernah sempat!!! Dan begitu selesai memarkirkan mobilnya, ia segera turun dan berjalan memutari mobilnya lalu membukakan pintu untukku.

“Silakan turun, my princess,” ujarnya sambil berlutut seraya mengulurkan tangan kanannya untuk kugapai. Dan aku dapat merasakan bahwa wajahku sudah mulai memerah karena perlakuannya ini.

“Ayo,” ujarnya setelah cukup lama menunggu sambutan tanganku. Akhirnya, dengan sedikit ragu akupun meraih tangannya dan keluar dari dalam mobil. Cheondoong tersenyum, lalu kami berduapun mulai memasuki kawasan Lotte World sambil bergandengan tangan.

“HUWA!!! ITU HYERIN!! CHOI HYERIN!!!” pekik segerombolan orang saat melihatku dan Cheondoong melintas melewati mereka, sementara aku hanya tersenyum kikuk sambil sesekali melambaikan tanganku kearah mereka. Sementara Cheondoong? Dia tampak santai dan menikmati semua ini -__-.

“Ayo kita naik itu!” serunya lalu menarik tanganku menuju wahana kincir raksasa yang ada tak jauh dari kami.

“Aish.. SHIREO! Masih siang! Panas! Kalau mau nanti saja kalau sudah agak gelap,” tolakku. Cheondoong tersenyum penuh arti.

“Oh, benar juga! Lebih baik naik itu nanti saja kalau sudah gelap, supaya romantis,” iapun kembali menarik tanganku dan memawa kewahana lainnya. Omona.. sepertinya aku sudah salah bicara -,-.

~mrs.ChoiLee~

Baru saja kami berdua turun dari wahana semacan jet coaster yang ada di taman hiburan ini, Cheondoong mendadak menghilang dan membiarkanku berdiri sendirian seperti orang bodoh. Entah sudah beberapa kumpulan remaja yang menghampiriku dan memintaku untuk berfoto bersama mereka ataupun meminta tanda tangan dariku saat pada akhirnya sosok yang tadi menghilang itu kini sudah berdiri disampingku sambil memasang tampang tak berdosanya.

“Eonni, dia tunanganmu yang ada di koran itu ya? Wha~~ Neomu kyeopta!!” ucap seorang gadis berambut pendek yang bukunya baru saja kutanda tangani. Aku hanya tersenyum kikuk sementara Cheondoong malah mengajak mereka berkenalan.

“Darimana saja kau, huh!?” tatapku sebal. Bukannya menjawab, ia malah tersenyum lalu mengambil sesuatu dari dalam paper bag yang ia bawa. Apa itu? Setahuku ia tak bawa apa-apa saat kemari bersamaku tadi O,o.

“Wha~~ Neomu yeppuda!!” seru seorang gadis cilik saat Cheondoong tiba-tiba saja menyampirkan sebuah bolero berwarna merah muda dan memasangkannya di pundakku, lalu tak lupa ia pun memasangkan sebuah bando berbentuk telinga kelinci diatas kepalaku.

“Ah!! Kalian sangat serasi!!” celetuk yang lain. AH.. entah sudah jadi warna apa mukaku sekarang.

Aku tersenyum pada mereka, kemudian melirik kearah Cheondoong yang entah sejak kapan dikepalanya juga sudah ada bando dengan warna dan bentuk yang sama dengan yang kukenakan. Omo.. kenapa wajahnya begitu dekat? >///<

“Nah sudah selesai,” ucapnya sambil tersenyum, membuatku menunduk menahan malu. Aigoo entah mengapa rasanya jantungku berdetak begitu cepat ><.

~mrs.ChoiLee~

*Chaeyoung POV*

“Kau jangan macam-macam!!” pekikku ditelpon kesal karena Key –adik sepupuku kesayanganku itu- dari tadi terus menggodaku dan mengatakan bahwa Minho menyukaiku dan terus-terusan menanyai kabarku darinya.

“Aku tidak macam-macam kok noona, memang kenyataannya begitu, aku memang sudah tahu dari gelagatnya selama ini bahwa ia menyukaimu, namun aku baru berani mengatakannya sekarang karena kulihat kau juga sepertinya menyukainya, benarkan?” aku mengumpat kesal. Untung saja saat ini Key tidak bisa melihatku, kalau lihat dia pasti sudah meledekku habis-habisan.

“Aku tahu kau sedang mengumpat sekarang, noona. Hahaha.”

Aishh! Kenapa dia selalu bisa membaca fikiranku?

“Kita itu bersaudara noona, jadi aku bisa membaca fikiran dan juga isi hatimu,” lanjutnya. Bingo! Sepertinya dia memang benar-benar bisa membaca isi otak serta hatiku. Ckckck -_-“.

“Ayolah jujur saja padaku.. Kau suka padanya tidak? Nanti akan kubantu kalian agar bisa jadian, bagaimana?”

“Aish!! Kau! Jika kau ada dihadapanku sekarang sudah kubungkam mulutmu dengan sendal jepit. Mau?”

“AHAHAHAHAHAHA… Kau marah berarti itu menunjukkan kau ada hat-”

BIPPP.

Tak tahan lagi aku mendengar ocehannya yang terus saja memojokkanku itu. Ku lempar ponsel pemberian sponsor itu keatas tempat tidur asal. Kuhela nafas sejenak, kemudian memijat-mijat dahiku yang mulai terasa sakit akibat kelelahan.

“Eonni! Makan dulu!!” pekik sebuah suara dari arah dapur. Aku menggeliat pelan, lalu bangkit dari posisi dudukku kemudian berjalan keluar menuju dapur dan duduk diatas kursi kosong yang ada didepan meja makan.

“Mana yang lain?” aku melirik jam yang tergantung diatas pintu kamar mandi. Waktu telah menunjukkan jam 8malam, tapi hanya ada aku dan Ahra di dorm.

“Hyunjae eonni tadi bilang katanya malam ini ia akan kembali ke dorm tapi agak larut karena masih ada rekaman, Chaehyun eonni bilang katanya dia kan pulang kerumah orang tuanya malam ini, sementara Binwoo belum pulang dari sekolah dari tadi siang,” jawab Ahra lalu menyuapkan sup kentang kedalam mulutnya.

“Hyunjae dan Chaehyun  wajar, mereka sudah besar. Tapi Binwoo? Kenapa belum pulang dari sekolah???”

Baru saja aku berniat beranjak dari kursi untuk mengambil ponsel untuk menghubungi si magnae, bel apartmen kami malah berbunyi nyaring. Ahra yang kebetulan sudah selesai makan, segera berjalan karah intercom untuk melihat siapa yang menekannya.

“Eh? Yesung Oppa?,” Ahra melirikku dengan tatapn bingung, lalu berjalan kearah pintu. Aku menoleh, dan mendapati Yesung Oppa tengah melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah sambil menggendong Binwoo yang tengah tertidur siatas punggungnya.

“Mana kamar Binwoo?” tanyanya begitu melihatku yang tengah memasang tampang bingung. Aku hanya mengarahkan tanganku, menunjuk kerah pintu kamar Binwoo yang berada tepat di depan pintu kamar mandi disamping dapur tanpa mengucapkan apapun padanya. Aku masih shock dengan apa yang kulihat saat ini.

“Aigoo.. sepertinyasi magnae makin nempel saja dengan Yesung Oppa. Ckckck,” batinku sambil tersenyum dan menggeleng pelan. Haha indah sekali nasibmu nak~

TBC

 Oke.. inget kan? ABIS BACA YA COMMENT! oke?

kalo ga disini silakan ngomong ja ke @yoendaELF

Iklan

17 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 7 *version B*

  1. Mianhae ru cmment. . Hehe~
    hyerin pov. . Like this. . . . But, i don’t like that picture. . Keu yeoja. . Nuguya? T.T
    npah pd dmen ma top?? ==”

  2. wah..hyerin sama cheondoong sweet bgt..huhuhu..ternyata seunghyun seneng chaehyun hamil..dia udh ngerencanain dgn matang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s