SUPA DUPA DIVA Part. 8

SUKA = COMMENT!

GAK SUKA? = GA USAH BACA

DAN SAYA BENCI SAMA YANG NAMANYA PLAGIAT!

MIAN KALO KESANNYA FF INI BERTELE”.. Karena dari awal juga saya ud bilang kalo FF ini mu nyaingin sinetron yang lagi pada heboh di tv (~‾▿‾)~ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ 

semoga masih pada suka dan ga bosen ma ceritanya

Di part kali ini bisa ada jawaban soal siapa namja yang memperhatikan CHAEHYUN di predebut story sebelumnya.Dan di part kali ini konflik *sepertinya* sudah mulai bermunculan. silakan dibaca~

Supa dupa diva PART: 8

*Author POV*

“Sebenarnya ada apa? Kenapa ia datang dalam keadaan mabuk seperti itu?” Chaeyoung memandang Yesung dengan tatapan penuh selidik saat mencium aroma sangat menyengat dari mulut sang magnae yang tengah tak sadarkan diri diatas ranjangnya. Yesung meliriknya sekejap lalu raut wajahnya mendadak berubah serius, membuat Chaeyoung dan Ahra yang turut serta di dalam ruangan itu saling bertatapan bingung.

“Maaf,” hanya itu yang Yesung katakan.

“Tapi, apa benar kalau Chaehyun sedang hamil?”

“MWO!!??” pekik kedua gadis itu bersamaan.

“Maksudmu apa, Oppa? Darimana semua asalnya kabar tak masuk akal itu!?” seru Chaeyoung tak terima. Ahra mengangguk, setuju akan perkataan Chaeyoung barusan. Yesung menatap keduanya cukup lama kemudian menarik nafas berat. Dalam hati ia bimbang antara ingin menanyakannya atau tidak, namun mau tak mau jika ia ingin mencari tahu semua kebenaran yang ada serta meluruskannya maka ia harus mengatakannya.

“Tadi..”

~mRs.ChoiLee~

*FLASHBACK*

“Annyeonghassaeyo~” Binwoo membungkuk sopan begitu masuk kedalam dorm lantai 11 member Super Junior dan mendapati Ryeowook tengah bermain piano di ruang tengah. Tadi begitu selesai membeli keranjang baru serta makanan untuk ddangkoma, Binwoo meminta pada Yesung agar mengajaknya ke dorm dengan alasan ingin bermain dengan ddangkoma, dan dengan senang hati Yesung segera menerimanya karena ia merasa ddangkoma juga sudah lama tak bertemu dengan gadis cantik (?).

“Ah, annyeonghassaeyo Binwoo-ya. Mari silakan masuk,” balas Ryeowook sambil tersenyum. Binwoo mengangguk, lalu duduk diatas satu-satunya sofa yang ada diruang tengah.

Sejujurnya, meski ia terbilang dekat dengan para Oppadeulnya –khususnya dengan Yesung- itu, ini bisa dibilang pengalaman pertamanya mengunjungi dorm super junior, karena walaupun ia sering bermain dengan ddangkoma, itupun dilakukannya saat Yesung membawa kura-kura kesayangannya itu ke kantor ataupun saat mereka tak sengaja bertemu di taman saat Yesung tengah bermain dengan peliharannya tidak bermain langsung di dorm seperti sekarang ini.

“..Ah, ne, hyung,” Binwoo melirik kearah Ryeowook yang terlihat tengah berbicara dengan seseorang dari ponselnya, ia lalu memberi tanda pada Yesung yang baru saja keluar dari kamarnya dengan membawa serta ddangkoma dalam pelukkannya, agar menghampirinya.

“Binwoo-ya, mianhae, kami harus ke dorm atas sebentar,” ucap Yesung. “Kau kutinggal sebentar, tak apa?”

“Gwenchana, Oppa. Tidak lama kan?”

“Tidak kok, hanya sebentar, otte?” Binwoo mengangguk mengiyakan. Yesung tersenyum.

“Ini, kau main saja dengan ddangkoma, jangan kemana-mana ya? Kalau mau pulang harus tunggu aku dulu, Ok?” Yesung melepaskan ddangkoma dari dalam pelukkannya lalu menyerahkannya keatas pangkuan Binwoo yang langsung disambut pelukkan hangat darinya. Yesung tersenyum puas.

“Kalau lapar kau makan saja apa yang ada di meja makan, dan kalau haus ambil saja minuman di kulkas, ya?” kali ini Ryeowook yang berbicara. Lagi-lagi Binwoo mengangguk mengiyakan.

“Ne Oppa~~ Arraseo.. Arraseo..”

—-

Cukup lama rasanya Binwoo bermain dengan ddangkoma. Lelah, ia pun memilih untuk memasukkan kembali ddangkoma kedalam aquarium –yang sengaja diletakkan Yesung disamping sofa diruang tengah agar Binwoo dapat meletakkan ddangkoma disana- lalu berjalan menuju dapur untuk mencari minuman yang dapat membasahi kerongkongannya yang terasa kering.

“Apa tak ada air putih?” gumamnya saat melihat kondisi galon air diatas dispenser yang ternyata kosong. Karena tak juga menemukan air yang dapat dimunim ia pun membuka kulkas dan mendapati sebuah botol soda yang sangat menggugah seleranya.

“Soda rasa anggur,” pikirnya saat melihat botol soda yang isinya sudah habih setengah itu. Tanpa ragu, ia pun mengambilnya, mengambil gelas kosong yang ada diatas rak piring lalu menuangkan isinya kedalam gelas.

“Eumphh,” dahinya segera berkenyit saat soda anggur itu mulai masuk kedalam kerongkongannya.

“Soda apa ini? Kok aneh,” Binwoo menarik botol soda yang ia letakkan diatas meja makan dan mengangkatnya tepat kehadapan wajahnya, mencoba membaca tulisan yang tertera pada label botol.

“Betul soda anggur yang sama seperti Chaeyoung eonni sering belikan, tapi kenapa rasanya aneh,ya? Hekk..” gumamnya dengan diakhiri sebuah cegukkan lumayan keras. Perlahan kepalanya mendadak pusing dan pandangannya pun mulai mengabur hingga membuatnya segera berpegangan pada batang kursi saat tubuhnya  nyaris kehilangan keseimbangan.

“Aigoo kenapa aku??” ujarnya tak jelas sambil sesekali memukuli jidatnya dengan sebelah tangan, pelan.

—-

“Kok sepi? Kata kalian Binwoo mampir kemari?” ujar Siwon saat mereka bertiga –Yesung, Ryeowook dan Siwon- baru saja membuka pintu dan masuk kedalam dorm lantai 11 setelah tadi menjalani rapat kecil dengan member lainnya di lantai 12.

“Apa sudah pulang, ya?” Ryeowook menatap kedua hyungnya sekilas lalu mengangkat bahu saat melihat dorm yang sepi dan sama sekali tak terlihat ada tanda kehidupan didalam sana.

“Masa? Ah, bagaimana dia itu, padahal tadi sudah kubilang harus menungguku kembali dulu baru pulang,” Yesung mendengus saat tak melihat sosok Binwoo di ruang tengah. Ia lalu merebahkan dirinya diatas sofa, Siwon juga, sementara Wookie memilih untuk ke dapur mengambilkan minuman untuk Siwon yang tadi meminta dibuatkan orange jus.

“OMONA!!” pekik Wookie nyaring dari arah dapur kontan membuat kedua hyungnya yang baru saja akan mulai menikmati tayangan tv segera berlari kearahnya.

“Wae gurae??” tanya Siwon panik.

“I-itu hyung! Binwoo pingsan!” serunya sambil menunjuk-nunjuk kearah tubuh seorang gadis yang tengah terduduk menyender di depan kulkas tak sadarkan diri.

“Omo!”

“Ya! Ya! Binwoo-ya! Wae gurae?? Irreona ppali!” Yesung menepuk-nepuk wajah Binwoo lumayan keras. Sementara Siwn tanpa dikomando segera mengangkat tubuhnya dan meletakkannya di atas sofa panjang diruang tengah. Wookie berlari kedalam kamarnya mencari obat angin lalu membawanya keruang tengah dan memberikannya pada Yesung.

“Untuk apa?” tanya Yesung polos saat Wookie menyerahkan botol minyak angin itu padanya. Wookie menepuk jidatnya pelan. Ia tak habis pikir mengapa penyakit Yesung mesti kambuh disaat yang seperti ini? Siwon yang melihat hal itu dengan segera merebut minyak anginnya dan segera membuka tutupnya dan meletakkannya di depan hidung Binwoo.

“Eonni.. Kenapa eonni hamil? Hekk..” racaunya tak jelas diselingi dengan cegukkan. Yesung dan Wookie yang mendengar hal itu segera mendekatkan kuping mereka, sementara Siwon kini memandang wajah Binwoo yang sudah merah padam akibat mabuk dengan dahi berkenyit.

“Kyu—hekk.. Kyuhyun Oppa~~~ Tang- hekk gung JAWAB!!” racaunya kali ini dengan nada yang lebih tinggi dengan sebelah tangan menunjuk kesembarang arah.

“Apa maksudnya?” Ryeowook memandang kearah kedua hyungnya dengan tatapan bingung.

“Siapa yang hamil?” gumam Yesung.

“Apa hubungannya dengan Kyuhyun?” Siwon melirik keduanya bergantian lalu kembali menatap Binwoo dan sesekali menepuk-nepuk wajahnya agar tersadar.

“Chaehyun eonni.. huhuhu.. hekk~ Apa kau hamil??? Huweeeee~ KYUHYUN OPPA!!! Hekk~ TANGGUNG JAWAB!!!!!!!” racaunya dengan nada keras seraya memukul bahu Siwon yang kebetulan duduk disamping sofa.

JELEGER!!!             

Seolah ada petir yang menyambar kearah mereka. Mereka bertiga terdiam. Shock. Mereka tak mengerti dengan apa yang dikataka Binwoo barusan. Apakah mereka salah dengar? Itu lah mereka pikirkan saat ini.

Tepat disaat itu, terdengar suara pintu apartment terbuka. Tak lama sosok namja jangkung dengan glare smile ciri khasnya masuk kedalam dorm dengan langkah yang sedkit lunglai, tampak sekali bahwa dirinya lelah akibat menjalani aktivitas yang lumayan menyita energinya.

“Oh, hyung..” sapanya saat melihat kini ketiga hyungnya tengah menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Kyuhyun..” gumam Yesung nyaris tak terdengar. Ia tak habis fikir karena ternyata sang magnaenya itu sudah menghamili anak orang. Wookie yang menyadari terdapat luapan emosi dalam diri Yesung segera menepuk-nepuk pundaknya, mencoba menahan amarah yang kini menghinggapi diri hyungnya itu.

“Darimana kau, Kyu?” tanya Siwon dengan nada setenang mungkin.

“Aku? Habis tanding games dengan Heechul hyung kan tadi di dorm atas?” jawabnya polos.

“Eh? Kok ada Binwoo? Kenapa dia hyung? Apa dia mabuk?” Kyuhyun menatap keraha ketiga hyungnya bergantian, ia bingung mengapa ada yeoja di dalam dorm mereka, terlebih yeoja itu adalah hobae mereka dan kini dalam keadaan tak sadarkan diri.

“KYUHYUN OPPA TANGGUNG JAWAB!!! Hekk~ Chaehyun eonni hamil!” racauan Binwoo makin menjadi-jadi. Siwon, Yesung, dan Ryeowook memandang kearah Binwoo lalu berbalik memandang Kyuhyun dengan tatapan menyudutkan. Kyuhyun membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.

“Mwo ya!!?? Hyung! Siapa yang hamil? Kenapa Chaehyun? Kenapa aku disuruh tanggung jawab!!??” ujar Kyuhyun bertubi-tubi. Ia tak habis pikir mengapa dirinya tiba-tiba saja dituduh mengahamili anak orang?

Yesung yang geram segera berjalan kearahnya, namun langkahnya kalah cepat dengan Siwon yang tiba-tiba sudah mencengkram kerah kaos yang dikenakan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun! Jujur padaku! Apa benar yang dikatakan Binwoo barusan? Apa kau menghamili Chaehyun!?” bentaknya dengan nada emosi. Ryeowook panik, ia tak pernah melihat Siwon semarah ini. Yesung yang semula ingin menghajar Kyuhyunpun malah balik mencoba melepaskan cengkraman tangan Siwon dari kerah Kyuhyun.

“Ya! Apa-apaan kalian ini!??” pekik sebuah suara dari arah pintu masuk dengan nada nada menusuk saat melihat ada kekacauan di dalam dorm. Semua mata menatap kearahnya. Siwon yang semula mencengkram kerah Kyuhyun pun segera melepaskan cengkramannya itu saat melihat sosok yang paling mereka tuakan kini tengah memandang tajam kearah mereka berempat.

“Kenapa kalian bertengkar!?”

Setelah menjelaskan semua kronologis kejadian serta racauan yang dilontarkan Binwoo pada Leeteuk, semuanya kini memandang sengit kearah Kyuhyun yang balas memandang mereka dengan tatapan tak terima. Leeteuk yang bertugas sebagai penengah mencoba sebijak mungkin menengahi masalah ini, sementara itu Binwoo masih tak sadarkan diri.

“Hyung, aku berkecan saja tidak dengannya. Bertemu saja jarang, bagaimana mungkin aku bisa menghamilinya? Aku bukan pria sebejat itu, hyung!” bela Kyuhyun dengan tatapan dan nada tak terima. Semua diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Bukankah selama ini aku selalu bersama dengan kalian? Bukankah aku tak pernah pergi sendirian keluar belakangan ini? Jikalaupun aku keluar sendirian pasti ada orang lain yang mengawasiku bukan? Bahkan saat ke pestapun aku selalu bersama dengan kalian atau paling tidak aku selalu bersama dengan dongsaengku, bagaimana caranya aku bisa menghamili orang jika semua hal itu saja tidak kulakukan dan pacar yang bisa ku kencani saja aku tak punya!?”

Hening. Tak satupun yang berani mengatakan apa-apa. Kyuhyun mendesah, ia kesal, ia tak habis pikir kenapa semua orang kini memojokkannya seperti ini?

“Dan lagi.. Binwoo itu sedang mabuk. Ia tak sadarkan diri.. belum tentu apa yang dikatakan semuanya itu benar!”

Leeteuk memadang wajah sang magnae dengan tatapan iba. Ia bingung, memang apa yang dikatakan Kyuhyun itu ada benarnya, namun bukankah orang yang berada di dalam alam bawah sadar condong mengatakan hal yang sebenarnya?

Drrttt.. Drtttt.. Drrrtt..

Ponsel Siwon bergetar hebat. Cukup lama ia abaikan sampai akhirnya ia merogoh kedalam saku celananya, mengeluarkan Anycall hapticpop miliknya dan segera melihat nama si penelpon yang kini menghubunginya. Dahinya berkerut, kedua alisnya bertautan. Ia heran, karena tak biasanya sepupunya yang satu ini menghubunginya dengan nomor lokal, karena biasanya ia selalu berada diluar Korea.

Drttt.. Drttt..

Ponselnya kembali bergetar hebat untuk kedu kalinya setelah panggilan pertama tadi diabaikannya. Ia menarik nafas pelan sebelum akhirnya menekan icon answer pada layar sentuh ponselnya. Masih dari penelpon sebelumnya, Choi Seunghyun. Merasa tak mau mengganggu suasanya yang mendadak tegang di dorm lantai 11 itu, akhirnya Siwon memutuskan untuk mengangkatnya di dapur.

“Hyung, aku akan menikah!” ujar seseorang di seberang telepon to the point saat telepon tersambung.

“Mwo?? Dengan siapa?” pekik Siwon, ia kaget karena selama ini ia tahu bahwa sepupunya itu tak pernah berkencan dan tak pula sedang di jodohkan layaknya Hyerin dan Cheondoong.

“Dengan Chaehyun, dan sekarang aku sedang di apartment, tadi kami berdua habis berkeliling mengunjungi kedua orag tua kami,” ujarnya dengan intonasi yang kentara sekali mencirikan bahwa si pemilik suara dalam kondisi yang sangat senang. Siwon tertegun. Ia diam. Ia kehabisan kata-kata. Ia bingung harus mengatakan apa hingga akhirnya tanpa sadar menekan tombol end dan kembali memaukkan benda berwarna putih itu kembali kedalam saku.

“Aku pamit!” ujarnya seraya berlari keluar meninggalkan ketiga member lainnya yang masih tergabung dalam diskusi panas.

Dingg.. Dongg..

Berkali-kali Siwon menekan bel pintu sebuah apartment mewah dengan tak sabaran. Wajahnya tampak mengeras, nafasnya memburu, entah apa yang dirasakannya saat ini namun yang pasti suasana hatinya jelas tak dapat dibilang enak.

“Oh hyung-”

Brugg..

Dengan segera sebuah tinjuan keras mendarat tepat diwajah seorang namja yang begitu pintu apartment terbuka. Tinjuan Siwon ini rupanya cukup keras hingga berhasil membuat si namja tersungkur memegangi wajahnya yang terasa sakit dan bibirnya yang nampak sobek. Siwon tak mengatakan apa-apa, wajahnya memerah menahan amarah. Ia berjalan masuk kedalam apartment, mencengkram kerah kemeja hitam yang dipakai si namja.

“Mwoya!?” serunya tak terima saat Siwon kini menghunuskan tatapan tajam padanya dengan kedua tangan yang mencengkram erat dan menarik kerah kemejanya, membuatnya sesak karena merasa tercekik.

“Jawab pertanyaanku.. Apa kau yang mebghamili Chaehyun!?” Siwon menatap tajam namja berambut putih yang juga adalah saudara sepupunya itu dengan tatapan ingin membunuh. Choi Seunghyun, atau yang lebih dikenal dengan nama TOP hanya dapat membalasnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Cikh.. Kukira kenapa..” ujarnya. Ia lalu menangkis kedua tangan Siwon yang mencengkram kerahnya dengan sebelah tangan. Mata Siwon terbelalak, bukan karena terkejut bahwa TOP dapat dengan mudahnya melepaskan cengkraman tangannya, tapi karena reaksi yang TOP berikan cenderung santai seolah itu bukanlah sebuah masalah besar.

“Ya! Kau gila huh!? Dasar Kepar*t!” sekali lagi Siwon menghujamkan tinjuanya pada wajah TOP yang sudah memar. TOP tampak pasrah saja menerima perlakuan hyungnya itu, ia malah tersenyum sinis lalu bangkit, menepuk-nepuk pakaiannya seolah membersihkan debu yang menempel padanya.

“Aku waras. Aku tidak gila. Aku begini hanya karena CINTA,” ucapnya sambil tersenyum. Ia lalu berlalu melewati tubuh Siwon yang mematung ditempatnya menuju sofa melingkar yang ada di ruang tengah apartment mewahnya.

“Kau tahu kan hyung, selama ini aku selalu mencintainya? Dan aku akan melakukan apapun demi mendapatkannya, termasuk dengan cara ini,” TOP tersenyum menyeringai lalu meneguk gelas berisi wine yang sebelumnya ia letakkan diatas meja saat sebelum Siwon datang. Siwon berbalik, menatapnya sinis.

Ia memang sudah lama tahu dan sangat tahu dengan pasti bagaimana perasaan sepupunya itu yang selama ini selalu dipendamnya pada Chaehyun –sahabat adiknya, sekaligus hoobaenya, bahkan sebelum gadis itu menjadi artis dan terkenal seperti sekarang. Ia pun masih ingat dengan jelas saat terakhir kali hoobaenya itu datang berkunjung kerumahnya beberapa tahun lalu saat gadis itu belum debut sepupunya itu –yang juga tengah berkunjung kerumah mereka- selalu memantaunya, dan sejak itu ia tahu bahwa sepupunya ini menyukai Chaehyun. Namun, ia tak habis fikir karena sepertinya rasa suka itu berubah menjadi rasa ‘obsesi’ yang sangat besar hingga dapat membuat sepupunya itu menjadi tega melakukan hal seperti ini.

“Cikh..” Siwon menatapnya sengit.

“Kau tahu? Aku telah salah menilaimu, dan akupun tak sudi mengakuimu sebagi sepupuku,” ujar Siwon dengan sekuat tenaga menahan amarah yang sudah hampir membuncah dalam dirinya. TOP tersenyum samar seraya menggoyang-goyangkan gelas winenya.

“Jangan membenciku, karena hubungan darah tak akan bisa terhapus dengan apapun juga,” ujarnya, membuat Siwon menghentikan langkah. “Anggap saja kau tak pernah mengetahui hal ini, karena aku juga tak akan pernah melibatkanmu dalam masalah ini.”

Tangan Siwon terkepal, ia membalikkan tubuh tegapnya lalu menatap sepupunya itu sengit.

“Itu memang sepantasnya, karena aku memang tak pernah terlibat dalam masalah ini,” ujarnya lalu pergi meninggalkan TOP yang terdiam ditempatnya dengan tatapan kosong.

Sementara itu ditempat lain. Behubung hari sudah menjelang malam dan sebentar lagi para penghuni  dorm lantai 11 juga akan mulai kembali dari aktivitas individual mereka masing-masing, Leetuk menyuruh Yesung untuk segera menghantarkan Binwoo ke dorm-nya yang kebetulan hanya berbeda 5 lantai dibawah dorm mereka. Awalnya Yesung ingin menolak, namun tatapan tajam Leeteuk mampu membuatnya segera mengiyakan.

Akhirnya dengan sekuat tenaga serta sedikit bantuan dari Ryeowook, Yesungpun berhasil mengangkat tubuh Binwoo diatas punggungnya lalu mulai menggendongnya menuju lantai 6, dimana dorm Miina berada.

Selama Yesung tak ada, perdebatan alot antara Kyuhyun-Leeteuk-Ryeowook pun kembali berlanjut. Kyuhyun sendiri sudah gerah karena terus-terusan dituduh seperti itu, rasanya ingin sekali ia langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintunya sekeras mungkin, menguncinya dan mengurung diri selama mungkin. Namun itu semua tak mungkin ia lakukan, karena jika ia melakukan hal itu secara tak langsung berarti ia membenarkan semua tuduhan yang diarahkan padanya.

“Kyuhyun-ah mianhae!” tiba-tiba saja seseorang bertubuh tegap menarik tubuhnya dan meraihnya dalam pelukkannya, membuat Kyuhyun serta kedua orang lainnya terkejut akibat pergerakkan yang tiba-tiba itu.

“Maaf hyung, aku sekarang sudah mengetahui kebenarannya. Chaehyun tidak hamil, ia hanya sakit lambung, dan Binwoo salah sangka mengira dirinya hamil,” ujar pria itu yang tak lain adalah Siwon. Kyuhyun menghembuskan nafas lega, Leeteuk serta Ryeowook juga.

“Aigoo~ dasar, ku kira sungguhan,” Leeteuk tersenyum lega. “Maafkan kami ya dongsaeng,” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun pelan. Kyuhyun melemparkan tatapan sengitnya pada ketiga hyungnya bergantian.

“Aishh! Sudah kubilang kan!? Kenapa tidak ada yang percaya!? Sudahlah aku mau tidur!” ujarnya kesal lalu beranjak kedalam kamar dan menutupnya rapat.

*Flasback END*

~mRs.ChoiLee~

Semalaman Chaeyoung dan Ahra dibuat resah oleh perkataan Yesung yang mengatakan bahwa Binwoo mengatakan kalau Chaehyun hamil. Meski pada akhirnya Yesung kembali mengklarifikasi bahwa itu semua hanya salah paham saja, namun tetap saja membuat keduanya jadi tak habis fikir, apalagi saat semalam mereka menghubungi Chaehyun ponselnya malah tak aktif dan ia pun tak pulang semalaman. Hyunjae yang pulang saat hari sudah beranjak dini hari tak mengetahui masalah ini karena tak ada yang memberitahunya, dan begitu pagi tiba ia pun sudah dijemput kembali oleh Seungri –manajernya untuk kembali rekaman, jadi tak ada waktu untuk mereka memberitahukan masalah ini padanya.

Binwoo yang semalaman tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol, begitu bangun dirinya terserang sakit kepala yang luar biasa dan terpaksa tak masuk sekolah dan kalaupun ia tak sakit kepala Chaeyoung juga tak akan mengijinkannya karena dirinya diliputi bau alkohol dan ia tak akan membiarkan teman atau bahkan gurunya mengetahui bahwa murid kelas 3 smp yang satu itu sudah mulai minum minuman keras –meski sebenarnya tidak sengaja.

“Kau tahu? Kau sudah membuat heboh para Oppadeul dan kami karena kau mengatakan bahwa Chaehyun hamil dan Kyuhyun Oppa harus bertanggung jawab!” Chaeyoung menyerahkan segelas air putih serta sebungkus obat sakit kepala pada Binwoo yang kini tengah menyenderkan tubuhnya dikepala tempat tidur. Binwoo mengernyit, menatap wajah eonninya itu dengan tatapan bingung.

“Semalam Yesung Oppa yang membawamu kemari dan mengatakan apa yang kau katakan di dorm lantai 11,” sambung Ahra yang baru saja masuk kedalam kamar Binwoo seraya meletakkan semangkuk bubur abalon keatas nakas yang ada disamping tempat tidur. Binwoo menelengkan kepalanya tak mengerti.

“Memang aku mengatakan apa?” tanyanya polos setelah menelan obat yang Chaeyoung berikan padanya.

“Kau mengatakan bahwa Chaehyun hamil dan Kyuhyun Oppa harus bertanggung jawab,” ulang Chaeyoung dengan nada sesabar mungkin. “Memangnya bagaimana kau bisa mengatakan hal itu??” Binwoo mengerutkan kening, lalu menepuknya pelan.

“Ah.., sepertinya aku meracau tak jelas ya? Entah aku juga bingung eonni, tapi aku sering memergokki Chaehyun eonni muntah-muntah dan ia juga mengatakan bahwa ia sedang ‘morning sick’, mungkin aku tanpa sadar mengatakan dirinya hamil. Tapi soal hamil atau tidak aku tak tahu, kan itu hanya perkiraanku saja,” jelasnya lalu menyuapka bubur abalon buatan Ahra kedalam mulutnya sendiri. Chaeyoung terdiam, sementara Ahra menepuk-nepuk puncak kepala Binwoo pelan.

“Kau ini, makanya jangan sekali-kali minum minuman seperti itu, kau masih dibawah umur jadi wajar jika kau mabuk berat dan bicara kacau seperti itu. Jangn diulangi lagi ok?”

~mRs.ChoiLee~

Sepanjang malam tadi Siwon hanya bisa diam. Dia bingung, apakah yang dilakukannya ini dalah hal yang tepat? Semalam, ia dengan tegas mengatakan pada yang lain bahwa Chaehyun hanya terkena penyakit lambung yang membuatnya sering mual-mual, bukan hamil seperti yang dikatakan Binwoo, hal itu pun ia katakan pada yang lainnya setelah bertanya langsung pada Chaehyun lewat telepon dan gadis itu memohon padanya untuk menutupi hal ini hingga ia sendiri yang mengatakannya.

Awalnya Siwon ragu, namun ia juga tak tega jika semua orang nantinya tahu dan karir serta kehidupan Chaehyun terancam nantinya karena biar bagaimanapun Chaehyun adalah sahabat adiknya dan telah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Meski ia sama sekali tak menyukai perbuatan TOP pada Chaehyun, namun ia juga tak rela jika sepupunya itu nanti terkena masalah.

“Semoga saja semuanya baik-baik saja,” gumamnya.

~mRs.ChoiLee~

“Oppa! Kau ini membuatku terkejut saja! Ku kira aku benar-benar akan berduet sungguhan dengannya,” Hyunjae menghela napas lega saat dirinya tahu bahwa maksud Seungri kalau dirinya akan berduet dengan Donghae adalah berarti menyanyikan lagu ciptaan Donghae. Namun seketika dadanya berdesir hebat saat mengetahui judul serta isi lagu yang Donghae ciptakaan untuknya.

“Haha.. apa kau fikir kau akan berduet langsung denganku, huh?” ujar sebuah suara tiba-tiba dari atah pintu masuk ruang rekaman. Hyunjae berbalik dan menemukan sosok si pencipta lagu kini tengah melongokkan kepalanya dibalik pintu. Hyunjae sedikit terperanjat namun ia bisa mengusainya dengan tersenyum ramah padanya.

“Ah, Oppa annyeong,” ucapnya seramah mungkin. Seungri yang juga ada disana berdehem sebentar membuat keduanya menatap kearahnya.

“Aku beli sarapan dulu,” iapun keluar dari ruangan setelah sebelumnya memnadang nakal kearah keduanya yang langsung dibalas jempolan tangan Donghae.

“Bagaimana? Apa kau suka lagunya?” Donghae mengambil tempat duduk disofa samping Hyunjae yang memang kosong. Hyunjae menggelang, membuat Donghae mengerutkan dahinya.

“Wae?? Aku membuatnya setulus hatiku, lagu ini kubuat saat aku benar-benar merasakan jatuh cinta,” Donghae merebut kertas berisikan lirik lagu ciptaannya lalu menunjuk-nunjuk judulnya yang bertuliskan ‘Im In love’.

“Hmm.. Ya, ya.. namja playboy sepertimu memang selalu sok puitis Oppa,” cibir Hyunjae. Donghae tersenyum, menatapnya penuh arti.

“Aku? Haha, kau ini ada-ada saja.. seumur hidup aku hanya berpacaran 2 kali,  jatuh cinta puluhan kali, namun aku merasakan jatuh cinta yang teramat sangat hanya 1 kali tahu..” Donghae menyentil dahi Hyunjae gemas, membuat si gadis menggembungkan kedua pipinya dan menatapnya sebal.

“Mwo ya? Puluhan kali? Aishh dasar Playboy! Ada saja alasanmu, ” Hyunjae mehrong. Donghae tertawa kecil.

“Anniyo, puluhan kali itu kan tidak banyak, kau juga pasti sering merasa jatuh cinta bukan?”

Hyunjae diam, tampak berfikir.

“Iya, aku itu sering sekali jatuh cinta.. Jatuh cinta pada Kim Jaewon, pada Takashi Kashiwabara, Robert Pattinson, Matsumoto Jun, Siwon Oppa, Kimbum.. ahh masih benyak sekali namja-namja tampan lainnya yang membuatku jatuh cinta setengah mati ><”

Bletakk

Donghae menjitak kepalanya pelan. Hyunjae meringis sebal.

“Aishh bukan cinta yang seperti itu maksudku, tapi cinta yang sesungguhnya.”

“Apa maksudmu, huh? Cinta seorang fans pada idola itu adalah cinta yang tak tergantikan besarannya tau….” bela Hyunjae tak mau kalah. Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Ia pusing harus mengatakan apa pada gadis dihadapannya ini. Hyunjae memang selalu dikenal tak mau kalah jika sudah menyangkut idolanya. Dan yang membuat Donghae tak habis fikir dan sedikit cemburu saat ini adalah karena pada kenyataannya Siwon juga termasuk dalam daftar namja pujaannya (-__-“).

“Kau sendiri.. Apa itu jatuh cinta sampai puluhan kali? Dasar tak setia!”

“Ya! Jatuh cinta puluhan kali itu kan tak harus semua pada seorang gadis, asal kau tahu saja aku jatuh cinta pada laptop yang kulihat di Jepang tahun lalu, aku jatuh cinta dengan dekorasi kamarku di Taiwan, aku jatuh cinta-”

“STOP! Ya! Itu sama saja denganku tadi! Aishh JINJJA!” Hyunjae menatapnya kesal. Donghae yang ditatap seperti itu malah tertawa geli. Ia lalu tanpa sadar mengacak-acak puncak kepala Hyunjae –suatu kebiasaan yang sempat ta pernah lagi dilakukannya setelah mereka berpisah. Hyunjae tertegun. Sudah sangat lama ia merindukan perlakuan Donghae padanya seperti ini.

“Kau tahu? Gadis yang menjadi inspirasiku dalam lagu ini adalah kau..” Hyunjae terperanjat. Donghae menatapnya dalam sambil tersenyum lembut.

“Lagu ini kubuat saat pertama kali bertemu denganmu, saat kau baru keluar dari kamarmu dan tanpa sengaja menabrak tiang saat akan masuk kedalam toilet. Hahaha, konyol bukan? Namun entah mengapa saat melihat kau pertama kali seperti itu dadaku berdesir kencang, dan setelah itu aku tahu bahwa aku jatuh cinta padamu.” Hyunjae diam, ia jadi teringat mengenai kejadian konyol yang dialaminya beberapa tahun lalu saat Oppanya dan Donghae menginap dirumahnya, yang juga menandai pertemuan pertamanya dengan Donghae. Donghae tersenyum, lalu menarik nafas berat dan menghembuskannya kembali.

“Ku harap kau dapat merasakan perasaan yang ada didalam lagu ini, dan kau dapat mendalami semua yang ada di dalamnya. Berjanjilah bahwa kau akan membawakannya dan selalu membawakannya sesuai dengan gayamu serta kau juga harus menaruh semua perasaanmu didalamnya, karena tanpa adanya penghayatan yang cukup lagu ini tak akan ada artinya, arraseo?”

Cukup lama Hyunjae terdiam dalam lamunannya, namun kedua daun telinganya dapat dengan pasti mendengar apa yang Donghae katakan barusan karena pada kenyataannya ia tak sepenuhnya melamun, ia hanya kehilangan kata-kata.

“Arraseoyo,” Hyunjae tersenyum riang.

“Yaksok?” Donghae menjulurkan jari kelingking kanannya kehadapn Hyunjae. Gadis itu menatapnya sebentar lalu mengaitkan kelingking kanan Donghae dengan kelingking tangan kanannya.

“Ne, yaksokhae.”

~mRs.ChoiLee~

Tepat di hari dimana Miina melewatii minggu keempat masa promosi mereka, Chaehyun mengumumkan bahwa ia akan keluar dari grup untuk waktu yang belum dipastikan dengan alasan untuk melanjutkan studynya di Eropa. Para member Miina lainnya serta Hyunjae pada awalnya menolak hal ini dan tak mengijinkannya untuk keluar dari grup, namun setelah ia menjelaskan tentang impiannya selama ini yang sangat ingin menyelesaikan sekolahnya diluar negeri dan berjanji suatu saat ia akan kembali lagi, para rekan dan teman-temannya itupun akhirnya mau mengerti.

Tak ada satupun yang mengetahui alasan sebenarnya dirinya hengkang dari grup kecuali ia, TOP, orang tua TOP, ayahnya, Siwon dan Lee sooman –president agencynya yang setengah mati mempertahankan dirinya dalam perusahaan dan bersedia tutup mulut akan rencana pernikahan mendadaknya. Awalnya ia memang ingin keluar untuk selamanya, namun Lee Sooman setengah mati mempertahankannya dan berjanji akan terus menerimanya kapanpun ia mau.

Sejak rencana ini diumumkan Miinapun berubah formasi, kembali dalam bentuk awal dengan 3 anggota minus Chaehyun yang langsung non aktif begitu kabar ini diumumkan pada media.

~mRs.ChoiLee~

SEOUL, November  2009

“Ige mwoya!!??? Jadi Chaehyun eonni benar-benar akan hengkang dari Miina??” pekik seorang gadis berseragam SMA saat dirinya tengah membuka akun twitternya lewat ponsel dan mendapati postingan dari seorang idola yang difollow olehnya dalam Timelinenya.

@MIINA_Hyun: Kumohon jangan bersedih ;__; aku tahu kalian kecewa. Tapi ini adalah pilihan yang terbaik.

Goodbye.”

Mata gadis itu terbelalak lebar, ia lalu memanggil-manggil teman-temannya yang lain yang juga seorang Miinamist untuk turut serta melihatnya.

Tak hanya itu, dibeberpa tempat lainnya kehebohan seperti ini juga terjadi, bahkan ada yang sampai menangis histeris saat membacanya. Mereka sama sekali tak pernah menyangka dan merasa sangat sedih saat mengetahui hal ini. Chaehyun sang main vocal, Chaehyun si maniak game, Chaehyun si anak sang actor besar kini akan keluar dari grup yang mereka cintai. Kontan account twitter milik Chaehyunpun segera dibanjiri ribuah mention yang menanyakan alasan dibalik ini maupun dukungan atau bahkan kekecewaan mereka akan keputusan ini.

~mRs.ChoiLee~

Hari ini, tepat sehari setelah pengumuman hengkangnya Chaehyun dari Miina tersebar luas dikalangan khalayak ramai, Chaehyun serta beberapa artis dibawah SM Town family –Miina, Hyerin, Yesung, serta Daesung- kini sudah berada di bandara menunggu saatnya waktu keberangkatan Chaehyun yang tinggal beberapa menit lagi. Kepergian Chaehyun ke Paris hari ini sangat terjaga kerahasiaannya, hal ini terlihat dari kondisi bandara yang sangat aman terkendali bebas dari para fans.

“Maaf jika aku mengecewakan kalian semua,” ucap seorang gadis berpenampilan trendi ala musim seminya sambil membungkuk sedalam-dalamnya kepada semua anggota MIINA dan beberapa SM Town Family yang ikut mengantarkan kepergiannya hari itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, tanpa mampu menatap wajah mereka satu-persatu gadis itu pun berbalik dan berjalan menjauh sambil menarik sebuah koper besar di tangan kanannya dan masuk kedalam ruang pemeriksaan.

Ketiga anggota Miina, Yesung, Hyerin serta Daesung hanya mampu menatap punggungnya hingga gadis itu menghilang dari pandangan mereka. Tak lama setelah pengumuman tentang keberangkatan pesawat tujuan Paris, Perancis yang ditumpangi Chaehyun menggema mereka pun memutuskan untuk pergi.

~mRs.ChoiLee~

“Chingu-ya, mianhae… aku berjanji aku nanti akan mengunjungimu. Mianhae.. huhu,” ujar Hyunjae di telepon dengan nada menyesal. Ia sungguh sangat sedih karena tak bisa ikut mengantar kepergian sahabatnya itu karena jadwalnya yang padat dan tak dapat diubah lagi setelah comebacknya beberapa hari lalu.

“Ne, gwenchana.. Tak apa, lagi pula semalam kita sudah bertemu bukan?”

“Ne, mian.. Jeongmal mianhae.”

Chaehyun tersenyum samar. “Ah, sudah dulu, ya? Sudah mau take off.”

“Ne.. Jalgayo. Annyeong.”

“Annyeong.”

BIPP.

Chaehyun menekan tombol end pada ponselnya cukup lama hingga layar poselnya berkedip lalu berbunyi tanda mati. Ia menghela napas, memasukkannya kedalam tas prada cokelat miliknya. Diliriknya pasport serta tiket pesawat yang ada dalam genggaman tangan kirinya, dibacanya deretan tulisan yang menunjukkan tujuan kepergiannya.

Narita, Jepang.

TBC.

 suka silakan Comment.. yang ga bisa COMMENT silakan mention @yoendaELF

Iklan

16 thoughts on “SUPA DUPA DIVA Part. 8

  1. aah~
    akhirnya *ninggalin jejak*

    kasian kyu dipojokin gitu, sampe senyum2 sendiri bacanya, kkk~
    Disangkain akan ketauan sama semuanya, hahaha~
    lucu pasangan hyunjae sama donghae~ pengen jadi pasangan lagi~ hahahaha~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s