Supa Dupa Diva –Part 9

suka?= comment

ga suka? = ga usah baca

no bashing!

NO BASHING dan saya benci PLAGIAT!sumpah saya ngerasa part x ni GAJE.. mian sebelumnya *bow* 

Supa Dupa Diva –Part 9

Setelah kepergian Chaehyun –anggota Miina yang memilih mundur dari grup dengan alasan mengejar pendidikannya- beberapa bulan yang lalu, Miina memilih untuk tetap berada dalam formasi 3 anggota dan melanjutkan promosi dengan lagu mereka yang selanjutnya, 8282 dimana dalam lagu tersebut kekuatan vocal setiap member dipertunjukkan dengan jelas.

Namun, bakat yang mereka miliki dalam formasi ini tampaknya tidak cukup mampu meyakinkan para netizen dan beberapa pengamat music yang semula –saat grup ini pertama debut- meramalkan tentang kesuksesan girlband dengan segudang bakat ini dan kini justru beralih meramalkan kehancuran mereka.

“Tanpa adanya suara power Chaehyun, vocal Miina tak ada apa-apanya..”

“Musik mereka semakin baik, tapi sayang sang main vocal tak lagi bersama..”

“Apa artinya music yang berkualitas, lagu bagus, dan bakat yang baik jika dalam bernyanyi mereka lemah?”

“Chaehyun eonni!! Cepatlah kembali!!”

“MIINA JJANG!!! EONNIDEUL FIGHTING!!”

“KAMI AKAN SELALU MENDUKUNG KALIAN!”

Begitulah kira-kira komentar yang ditinggalkan para netizen dalam berbagai komunitas online.

Meski kini posisi main vocal dipegang oleh Ahra –yang kemampuan vocalnya tak kalah dari Chaehyun, namun tetap saja hal itu dirasa kurang. Sosok Chaehyun yang begitu tenang dan selalu dapat membawakan lagu yang ia nyanyikan dengan baik, rupanya tetap tak dapat tergeserkan oleh Ahra yang dianggap hanya mampu membawakan lagu-lagu dengan beat yang cepat.

Meski dalam hal penjualan album hal ini tak terlalu berdampak banyak, namun nyatanya dalam berbagai program music mereka tak lagi dapat mendapatkan trophy dan mau tak mau untuk album kedua ini mereka bisa berpuas diri dengan 3 piala yang masing-masing mereka dapatkan dalam mnet countdown, inkigayo, dan music bank –yang itupun mereka dapatkan saat masih bersama Chaehyun.

Disisi lain Hyunjae yang pada awalnya akan comeback bulan November lalu dengan album repackage-nya, gara-gara mundurnya Chaehyun serta beberapa masalah internal yang melanda beberapa seniornya dalam manajemen, ia terpaksa menunda jadwal comebacknya selama beberapa bulan, dan setelah cukup lama menunggu, akhirnya ia justru kembali dengan album keduanya, bukan album repackage.

Da saat ini ia tengah giat-giatnya melancarkan promosi untuk album keduanya itu, nemun begitu album tersebut rilis, ia segera  mendapatkan sorotan akibat salah satu lagu baru yang dibawakannya serta akibat salah satu kalimat yang tertera dalam bagian ‘thank’s to’ albumnya itu.

Kalimat yang bertuliskan “Donghae Oppa.. Aku akan memegang janjiku ^^” itu rupanya menjadi perbincangan hangat dikalangan para fans dan para netizen. Kalimat ini mereka rasa penuh dengan makna, dan penciuman mereka mengenai adanya hubungan antara Hyunjae-Donghae kini semakin menguat.

Ada yang berpendapat bahwa Hyunjae hanya mengucapkan terima kasih atas lagu yang diberikan oleh Donghae untuk albumnya, namun ada pula yang berpendapat bahwa ucapan ini tak mengarah kepada lagu, tapi hal lain. Terlebih saat diketahui bahwa lagu yang Donghae ciptakan untuk albumnya itu berjudul ‘Im In Love’, sebuah lagu balada dengan music yang amat lembut dimana hanya ada sebuah petikan gitar yang mengalun indah. Dan rumornya lagi, yang mengisi suara gitar tersebut adalah Donghae sendiri.

Selain masalah formasi Miina, serta Hyunjae yang menjadi sorotan, rupanya Minho, salah satu anggota Shinee yang terkenal akan flamming charismanya itu juga tengah menjadi topic panas belakangan ini karena rumor tentang dirinya yang tengah menjalin hubungan dengan salah satu personel Kara. Hal ini kontan membuat Minho menjadi gamang. Diluar ia memang selalu menampakannya wajah tenang seolah tak terjadi apa-apa, namun dalam hatinya ia kacau. Ia bingung, karena sejak adanya pemberitaan ini, ia merasa seseorang menjadi menjauhinya.

~mRs.ChoiLee~

“Mwo??? Mnet scandal!!??” pekik Hyunjae, ia agak terkejut saat Seungri memberitahu bahwa dirinya akan mengikuti salah satu program variety show yang disiarkan oleh salah satu stasiun tv cable terbesar di Korea.

Seungri mengangguk. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan memutari meja kecil dalam ruang rapat yang kini mereka tempati menuju meja lainnya yang dipenuhi dengan berbagai tumpukkan kertas yang ada dipojok ruangan.

“Ne, aku juga baru diberitahu tadi pagi. Tenang saja, kau hanya kebagian 2 episode, kok. Lagi pula kau harusnya senang, karena ini adalah variety pertama yang kau ikuti setelah debut bukan?” Seungri tersenyum kecil, lalu menyerahkan sebuah map biru berisikan konsep acara pada Hyunjae. Cukup lama gadis itu hanya melihat kearah tangan Seungri sampai akhirnya ia meraihnya dan membukanya, membaca setiap detil tulisan yang tertera didalamnya.

“Hmm..” Hyunjae menghela nafas pendek. Jujur, ia pernah sekali menonton acara ini saat ia ada waktu luang di dorm dan ia sangat tidak menyukai acara itu! Alasannya? Adalah karena dalam acara itu seorang selebriti akan dipasangkan dengan orang lain yang ia sama sekali tak tahu identitasnya dan kemudian berkencan selama 7 hari, dan apabila keduanya merasa masih sama-sama ingin mengena lebih lanjut masa kencanpun diperpanjang selama 2 minggu. Yang menjadi soal bagi Hyunjae adalah bukan mengenai kencan dengan rakyat biasa –bukan selebriti- tapi.. di acara itu –saat ia menontonnya- tak hanya skinship yang terjadi.. tapi ciuman pun bisa dilakukan. Dan hal ini yang paling membuatnya PARNO setengah mati.

“Apakah harus?” Hyunjae menatap Seungri ragu.

“Seperti yang kau duga, jawabannya adalah YA. Mau tak mau kau harus mengikutinya, ini sudah diatur perusahaan, kita hanya bisa mengikutinya,” jelasnya. Lagi-lagi Hyunjae hanya bisa menghela napas.

“Lagi pula ini demi ke-eksis-anmu dalam dunia hiburan, Hyunjae-ah. Sebagai idola kau tidak hanya terpaku pada program musik, tapi kau juga harus aktif dalam berbagai variety. Bukankah selama ini kau belum pernah mencobanya? Dan kali ini kesempatan itu datang dan kau harus mengambilnya, tak ada pilihan lain.”

Hyunjae diam. Apa yang dikatakan manajernya itu memang ada benarnya. Semua telah diatur perusahaan dan ia tak bisa menolak, terlebih selama ini ia sama sekali belum pernah mengikuti program variety apapun selain acara talkshow seperti Happy together dan Strongheart yang pernah mengundangnya saat ia awal debut nyaris setahun yang lalu.

Dan sekarang? Sepertinya ia tak ada pilihan.

“Baiklah. Aku ikut.”

~mRs.ChoiLee~

“Kami akan mengubah formasi sekali lagi,” ucap Daesung dengan raut serius pada ketiga member Miina yang kini tengah duduk menatapnya di dalam ruang rapat yang berada di salah satu lantai gedung SM ent.

“Mwo!?” pekik Binwoo.

“Lagi?” lanjut Chaeyoung, sementara Ahra hanya memandang Daesung dengan sebelah alisnya yang terangkat.

Daesung diam, menarik napas, membuangnya, menarik napas lagi, dan membuangnya lagi. Dilihatnya satu persatu wajah anak didiknya itu, lalu dengan langkah pasti ia berjalan menuju meja yang terletak dibelakang ruangan dimana proyektor berada. Ia perlahan menyalakan proyektor itu lalu mematikan lampu ruangan dan metutup semua celah cahaya yang ada.

Ketiga gadis itu saling melemparkan tatapan bingung, namun mereka lalu diam memperhatikan layar yang ada di front ruang meeting tsb yang kini mulai menampakkan sesuatu.

“Karena vacumnya Chaehyun, maka perusahaan memutuskan untuk kembali memasukkan member baru, anggota ke-5 dalam keluarga Miina..” Daesung mulai berbicara. “Member ke-5 ini merupakan gadis yang sangat berbakat..”

“Ia telah lulus dari sebuah academy music terkenal dalam usianya yang relatif muda..”

“eh??  Sudah lulus? Lebih tua dari Chaeyoung eonni gitu?” bisik Binwoo pada Chaeyoung. Chaeyoung hanya meliriknya sekilas, menyuruhkan agar diam. Binwoo pun menurut dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

“Berbagai penghargaan dalam bidang music khususnya biola telah ia dapatkan…”

DEG.  Chaeyoung tersentak. Ia seperti memiliki sebuah firasat yang sangat aneh saat mendengar ‘academy music’ dan ‘biola’ disebut-sebut.

“Dan perkenalkan.. anggota ke-5 Miina..”

Tegang. Itu yang dirasakan ketiganya saat ini. Semua mata kini hanya tertuju pada layar.

“Kim Chaerin. Dia anggota ke-5 Miina. Saudara kembar Chaeyoung.”

DEG!

“MWO!!??” Chaeyoung bangkit dari posisi duduknya. Ia terpekik, tak percaya saat mendapati saudara kembar yang sudah lama tak ditemuinya dan berkuliah di Amerika itu kini malah akan menjadi partnernya dalam grup dan ia sama sekali tak mengetahuinya???

“Sebenarnya apa ini?? Kenapa tak ada satupun yang mengatakannya padaku?? Bukankah selama ini aku leadernya? Bukankan seharusnya hal ini dikatakan dulu padaku!???” ujarnya tak habis fikir.

“Eonni.. Eonni… tenanglah, duduk dulu,” Ahra menepuk-nepuk pundak Chaeyoung pelan, lalu membimbingnya kembali agar sang leader kembali duduk ditempatnya semula, sementara Binwoo langsung menghampiri sakelar untuk menyalakan lampu dan kembali membuka tirai yang tadi sempat ditutup.

“Maafkan aku Chaeyoung-ah, aku hanya diberikan wewenang untuk memberitahukan hal ini pada kalian, aku sama sekali tak mengetahui hal ini sebelumnya, ku kira kau sudah mengetahuinya,” ujar Daesung. Dari wajahnya kentara sekali bahwa ia merasa bersalah.

Chaeyoung diam, mengatur napasnya yang tadi mulai tak beraturan. Ia bukannya tak suka jika saudara kembarnya itu kembali dan bergabung bersama grupnya, hanya saja ia tak suka dengan cara manajemennya yang selalu seolah bertingkah seenak jidat kerena tak mendiskusikannya dulu atau memberitahukannya lebih dulu kepadanya. Dan ia juga sangat kecewa karena saudara kembarnya itu tak pernah membertahukannya!

“Jangan salahkan saudaramu, karena setahuku –menurut kabar yang kudengar- ia juga pada awalnya tak berminat, namun Sooman sajjangnim langsung yang merekrutnya saat mereka tak sengaja bertemu di AS. Dan ia juga hanya menjalani masa trainee selama 2 minggu dibawah pelatihan Sooman sajjangnim langsung sebelum akhirnya diputuskan untuk mengisi posisi Chaehyun.”

Chaeyoung diam. Ia masih shock dengan semua ini. Bagaimana mungkin??

~mRs.ChoiLee~

Sejak kejadian di Lotte World beberapa bulan yang lalu, hubungan Hyerin dan Cheondoong jadi semakin dekat. Cheondoong yang sedikit kekanakkan dan selalu memberikan perhatiannya sepenuh hati pada Hyerin rupanya perlahan dapat meluluhkan hati tunangannya itu. Hyerin yang mulanya hanya menganggap Cheondoong sebagai “invisible man” kini perlahan juga berbalik mulai memperhatikannya.

“Kenapa jantungku berdebar??” gumamnya tiap kali Cheondoong memberikan perhatian lebih padanya. Dan kali ini, jantungnya kembali berdetak keras saat sang tunangan baru saja menyuapinya sesendok strawberry cake dari piringnya.

“Bagaimana?? Apakah rasanya enak?” Cheondoong menatap Hyerin dengan tatapan lembut.

DEG! Jantung Hyerin kembali berdetak cepat, bahkan jauh lebih cepat dari biasanya. Seketika ia merasa bahwa wajahnya mulai memanas dan ia yakin kini wajahnya sudah seperti udang rebus.

“A-aku.. Aku ke toilet dulu!” Hyerin bangkit dan berlari dari hadapan Cheondoong menuju toilet terdekat dan segera mengunci salah satu bilik kamar mandi yang dimasukkinya lalu duduk di atas toilet yang sudah ia tutup terlebih dahulu.

“Omona.. ada apa denganku???” Hyerin menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis fikir saat dirasakannya dengan sebelah tangan yang diletakkan di depan dadanya, jantungnya itu tengah berdetak dengan keras.

“Aigoo apa aku benar-benar menyukainya??? ><”

Drttt.. Drttt..

Hyerin diam. Dirasakannya saku blazer sebelah kanannya bergetar hebat.

Drttt.. Drtt..

Saku kanannya kembali bergetar hebat. ia segera merogoh sebelah sakunya itu dengan sebelah tangannya. Dahinya langsung berkerut saat melihat notes yang tertera pada alarm ponselnya yang sedari tadi menimbulkan getaran hebat dalam sakunya.

Inkigayo 16.00

Hyerin menepuk jidatnya pelan. Ia lupa hari ini ia mulai menjadi mc untuk acara Inkigayo. Padahal sekarang waktu telah menunjukkan pukul 2.15 siang, dan dia sama sekali belum tahu bahan materi serta siapa saja yang akan menjadi rekannya –selain Sulli- dalam acara tsb karena sang manajer belum memberitahukannya.

“Haishh!! Babo!” batinnya.

Dengan langkah malas ia pun segera keluar dari toilet, menghampiri Cheondoong yang malah kini tengah terlihat sedang berbicara dengan  seseorang di bangku yang semula ia tempati. Langkah Hyerin terhenti,  lalu ia segera berlari kecil menuju tembok yang berada tak jauh dari meja mereka kemudian bersembunyi disana.

Dari jarak sedekat itu, ia dapat dengan jelas melihat Cheondoong tengah tersenyum dan sesekali tertawa pada gadis berambut panjang yang wajahnya tak bisa ia lihat –karena sang gadis duduk membelakanginya- itu.

“Haishh! Baru ditinggal sebentar sudah mendekati wanita lain!” gerutu Hyerin kesal. Entah mengapa emosinya mendadak naik sampai ke ubun-ubun.

Tak lama, ia melihat mereka tampak berbelukkan ringan sampai akhirnya sang gadis pergi entah kemana. Hyerin menarik napas-membuangnya-lalu kembali menariknya, mencoba mengatur emosinya yang tadi sempat naik. Begitu yakin emosinya sudah kembali stabil, ia pun segera menghampiri mejanya dan langsung mengambil tasnya.

“Ayo cepat antarkan aku ke SBS!!” ketusnya. Hyerin segera berjalan keluar bangunan Cafe mendahului Cheondoong yang sibuk mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menaruhnya begitu saja disamping makanan yang mereka makan tadi.

—-

Sepanjang jalan, sama sekali tak ada perbincangan diantara mereka. Hyerin yang masih kesal memilih untuk menatap keluar jendela, sedangkan Cheondoong yang tak mengerti apa-apa hanya bisa menatapnya sesekali disela-sela aktivitas mengemudinya.

Drtt.. Drttt..

Ponsel Cheondoong yang sengaja ia letakkan disamping persneling mobilnya bergetar hebat. Cheondoong mendelik, lalu segera mengangkatnya saat dilihat nomor yang tertera adalah nomor kantornya.

“Ye, yobsaeyo..”

“…”

“Apa harus sekarang?”

“…..”

“Baiklah setengah jam lagi aku sampai disana.”

“…”

“Apa?? 15 menit?? Kau gila? Aku sedang dalam perjalanan menuju SBS, dan jarak dari SBS untuk kembali ke kantor butuh setidaknya setengah jam!” Cheondoong mengacak rambutnya frustasi, sementara matanya sedari tadi sibuk melihat kearah jalan dan arloji yang ada di tangan kanannya bergantian.

Hyerin mendelik, menatapnya dengan tatapan acuh.

“Arraseo.. Arraseo.. 20 menit lagi aku sampai! Jangan lupa siapkan semua berkasnya dan tolong siapkan jasku juga, aku hari ini tidak membawa jas.”

BIPP. Cheondoong menghela nafas berat. Keningnya tiba-tiba saja berkedut, pusing. Baru saja sekertaris pribadinya menelponnya untuk memberitahu bahwa jam setengah tiga sore ini ia ada rapat dengan salah satu perusahaan dari Eropa yang akan menjadi rekan bisnis mereka. Dan ia sama sekali lupa akan hal ini.

“Turunkan saja aku disini,” ujar Hyerin tiba-tiba. Cheondoong tersentak, ia menoleh menatap Hyerin yang masih menatap lurus kedepan, sama sekali tak menatap kearahnya.

“Shireo!” tolak Cheondoong. Jelas saja ia menolak, saat ini mereka sedang berada di dalam kawasan jalan tol dalam kota, dan jarak tempat mereka saat ini menuju gedung SBS masih harus ditempuh sekitar 20menit lagi –itupun dengan kecepatan maksimal.

Hyerin melirik Cheondoong sebentar lalu mengeluarkan Chocolate miliknya dari dalam saku blazer. Ia tampak sibuk mengetik sebuah nama pada layar ponselnya, kemudian mulai menghubungi seseorang.

“Sulli-ya, neo oddiya?”

“…”

“Oh, bisa tunggu aku sebentar di tepi jalan tol dalam kota sebelum terowongan setelah pintu tol pertama?”

“…”

“Ne, mohon bantuannya.”

“….”

“Ye.. annyeong.”

BIIPP. Ia kembali memasukkan ponselnya itu kedalam saku blazer lalu beralih memandang Cheondong yang menatapnya dengan tatapan bingung.

“Aku akan menumpang van Sulli, nanti kau turunkan saja aku di depan pintu tol pertama,” ujar Hyerin.

“Dan jangan banyak bicara lagi! Aku tahu kau harus buru-buru kembali ke kantor, dan kantormu tak jauh dari pintu tol di depan bukan?”

Cheondoong diam. Lama-kelamaan sebuah senyuman terkembang di bibirnya yang tipis. Ditatapnya lekat wajah manis Hyerin, dan tanpa ia sadari tangan kirinya sudah mengacak-acak puncak kepala Hyerin, gemas.

“Aku tak pernah menyangka punya calon istri seperhatian dirimu~ Gomawo.”

Sesuai dengan permintaan Hyerin, Cheondoong menurunkan gadisnya itu di pinggir jalan sebelum terowongan setelah keluar pintu tol dalam kota pertama yang mereka lewati kemudian ia segera melanjutkan perjalannya menuju kantornya yang berjarak tak jauh dari tempat Hyerin turun.

Drrtt.. Drttt..

Ponsel Hyerin bergetar, ia segera mengambil ponselnya dari saku dan langsung menekan icon OK saat melihat nama si penelpon.

“Ye, Sulli-ya? Neo oddiya?” tanyanya langsung. Tangan kirinya sesekali mengipasi wajahnya yang mulai berkeringat akibat suhu kota Seoul yang masih menampakkan hawa musim panasnya.

“Mian eonni, ban van kami mendadak kempis, dan saat ini manajer Oppa sedang mencoba mengganti ban-nya, mungkin sekitar 5-10 menit lagi aku baru sampai disana, Otte?”

“Begitukah? Baiklah, aku berangkat sendiri saja naik taksi,” Hyerin menghela napas berat.

“Jeongmal josonghamnida eonni,” ujar Sulli dengan nada menyesal.

“Ye, gwenchana. Sampai bertemu disana.”

BIPP.

Lagi-lagi Hyerin menghela napas. Ia merutuki dirinya sendiri karena telah meyuruh Cheondoong segera kembali ke kantor bukannya mengantarkannya ke SBS, dan ia juga menyumpahi dirinya karena memakai blazer di hari sepanas ini.

“Mau naik apa kesana?? Tak ada taksi yang lewat…” lirihnya. Kepalanya sedari tadi sibuk celingak-celinguk mencari taksi kosong yang kemungkinan lewat kehadapannya.

Sementara itu, di dalam sebuah van putih tak jauh dari tempatnya berada. Gikwang tengah asik berselca ria dengan Junhyung dan Doojoon, saat ini mereka bertiga+seorang manajer dan dua asisten mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat yang akan menjadi lokasi kegiatan mereka masing-masing.

“Eh? Bukankah itu Hyerin???” seru Yoseob seraya menunjuk-nunjuk kearah sesosok gadis dengan blazer warna pastel yang tampak sibuk dengan ponselnya di pinggir jalan. Sulhu, manajer mereka yang duduk dibangku paling depan segera menoleh kearah yang Yoseob tunjuk.

“Wah, iya! Itu Hyerin!! Ayo, hyung berhenti! Bukankah dia juga menjadi MC untuk Inkigayo juga bersama Gikwang?” Doojoon melirik kearah Gikwang yang tampak meliriknya enggan. Sulhu mengangguk, ia lalu menepikan van yang ia kendarai tepat disamping sosok yang mereka bicarakan.

“Hyerin-ah!!!”

——

“Hyerin-ah, apa kau akan pulang bersama kami lagi? Jika ia kami akan menunggumu,” ujar Sulhu, manager Beast, begitu acara inkigayo yang dibawakan Hyerin, Gikwang, Sulli dan Jokwon usai. Tadi siang, saat Hyerin kesulitan mencari taksi, mereka –anggota BEAST yang ada di dalam van- yang kebetulan melihat sosoknya dengan berbaik hati menawarkan ia tumpangan karena kebetulan Gikwang dan Hyerin sama-sama akan pergi ke lokasi yang sama, jadi kali ini dengan berbaik hati pula ia kembali menawarkan Hyerin tumpangan pulang.

“Anniyo, nan gwenchana, Oppa. Manajer Ma sudah ada disini duluan tadi, jadi aku akan pulang bersama dengannya,” tolaknya halus, karena pada kenyataannya manajernya itu sejak awal memang sudah sampai di SBS duluan saat dirinya dan Cheondoong masih berada dalam perjalanan, jadi ia akan pulang bersama sang manajer.

“Ah, arraseo,” ia mengangguk paham, “Lain kali jika butuh bantuan jangan sungkan ya?”

“Oh? AH, ne.. Jeongmal kamshahabnida atas tumpangan kalian tadi siang,” Hyerin menundukkan kepalanya sekilas, sopan. Sulhu mengangguk mengiyakan.

“Hyung!” panggil Gikwang dari arah lorong. Tampaknya ia sudah selesai berganti pakaian dan bersiap untuk pulang. Sulhu menoleh, lalu mengangguk paham pada Gikwang yang sudah menunjuk-nunjukkan jarinya kearah jam tangan yang terpasang di lengan kanannya.

“Baiklah, kami duluan,” pamitnya. Hyerin mengangguk. Ia menghela napas berat saat melihat Gikwang dan Sulhu sudah menghilang di belokkan.

“Kami bahkan sama sekali tak berbicara..” lirihnya saat teringat bahwa sepanjang perjalanan menuju gedung SBS bahkan sampai acara selesai mereka sama sekali tak bicara, padahal mereka berempat –Gikwang, Hyerin, Jokwon, dan Sulli- adalah MC acara, dan tadi sepanjang acara Gikwang juga lebih memilh untuk repot-repot mengajak Sulli berbincang dibandingkan dengan Hyerin yang berdiri disebelahnya.

“Astaga.. apa ia semarah itu padaku ya?? (-____-“)” batinnya.

“Tapi.. memang apa hak dia marah seperti itu padaku? Sigh..”

~mRs.ChoiLee~

“Annyeonghassaeyo, Jo neun Kim Chaerin imnida, mannaseo pengabseubnida,” seorang gadis cantik bertubuh tinggi dan proporsional membungkuk sopan kearah tiga orang gadis lainnya yang berdiri menghadapnya.

“Annyeonghassaeyo~~” seru kedua gadis itu sambil balas membungkuk sopan, sementara seorang gadi lainnya hanya memandang kearah gadis yang baru saja datang itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Annyeong Chaeyoung-ah, lama tak bertemu.. Kembaranku?” ucap gadis berambut panjang dengan penampilan feminine-nya itu pada seorang gadis berambut pendek yang tadi tak ikut memberi salam padanya.

Cukup lama keduanya saling menatap, saling memandangan pandangan yang sangat sulit diartikan satu sama lainnya, sementara dua orang lainnya ditampah Daesung yang juga berada di dalam dorm member Miina itu hanya bisa memandang keduanya dalam diam.

“Kenapa mereka seperti saling ingin membunuh begitu??” bisik Binwoo pada Ahra yang berdiri disebelahnya. Ahra mengangkat bahu.

“Entahlah.. aku takutnya mereka berkelahi.. kau tahu kan respon yang ditunjukkan Chaeyoung eonni tadi pagi dikantor? Sepertinya Cheyoung eonni tidak suka,” Binwoo mengangguk mengiyakan. Keduanya lantas kembali menatap kearah kedua saudara kembar itu, takut.

“KEMBARANKU!!” teriak keduanya kompak sambil memeluk satu sama lain, sontak membuat tiga orang lainnya yang ada disana terkejut akan reaksi yang diberikan.

“Sudah lama kita tak bertemu!!” pekik Chaeyoung riang.

“Aku sangaaaaaaaaaaat merindukanmu!!” balas Chaerin tak kalah riang. Daesung menghela napas lega.

“Mwoya.. ku kira bakal terjadi perang dunia ke 4 (-___-“)” ucap Binwoo kecewa.

“Iya.. tidak seru (T____T),” lanjut Ahra.

~mRs.ChoiLee~

@KBS building’s

Malam itu setelah menghadiri rapat awal mengenai konsep variety show yang akan Hyunjae ikuti di gedung Mnet, Hyunjae langsung menuju gedung KBS untuk menghadiri siaran radio ‘sukira’ yang malam itu mengundangnya sebagai bintang tamu. Kebetulan, malam itu Leeteuk sedang berhalangan hadir, jadi posisinya diambil alih oleh Heechul, Yesung + Eunhyuk selaku MC tetap selain Leetuk.

Dikelilingi oleh ketiga sunbaenya yang terkenal sangat jahil dan bermulut besar, mau tak mau membuat Hyunjae sedikit bergidik ngeri karena memikirkan hal-hal yang mungkin akan dibicarakan ketiganya saat siaran nanti.

Dan benar saja, tak lama setelah dirinya memperkenalkan diri dan sedikit perbincangan mengenai albumnya. Heechul yang terkenal ceplas-ceplos langsung membantainya dengan berbagai gurauan yang membuat dirinya salah tingkah akibat semua gurauan –yang baginya- bukan candaan biasa.

“Hyunjae-ssi.. Kau tahu? Saat kami akan berangkat kemari, aku bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba menghadang langkahku saat akan keluar dari dorm,” Heechul memandang Hyunjae dengan tatapan serius. Eunhyuk dan Yesung yang berbeda lantai dengan Heechul yang tinggal di dorm atas segera menatapnya penuh minat.

“Nugu? Apa ada seorang fans yang menghadangmu, Heechul-ssi??” tanya Eunhyuk.

“Ye, saat aku baru keluar kamar bahkan ia sudah menghadang langkahku,” jawabnya masih dengan raut serius.

“Ha? Berarti dia orang dalam?” potong Yesung. Heechul mengangguk.

“Ne, dia tadi menghadangku, dia bertanya apakah aku akan bertemu dengan Hyunjae? Saat aku mengatakan ‘iya’ ia segera memberondongku dengan berbagai pertanyaan dan mengatakan bahwa aku tak boleh menganggumu.. Ah.. sepertinya ia sangat mengagumimu, Hyunjae-ssi,” Heechul tersenyum penuh arti. Sementara Hyunjae sendiri sudah panas dingin. Ia sepertinya mengerti kemana arah perbincangan ini.

“Ah.. sepertinya salah satu member dari dorm atas ada yang mengidolakanmu, Hyunjae-ssi,” goda Eunhyuk, sementara Yesung hanya mengangguk mengiyakan.

“Jinjja? Ah, jeongmal kamshahmnida jika ada salah satu dari sunbae sekalian yang megidolakanku,” Hyunjae tersenyum, berusaha bertindak setenang mungkin. Ia tak ingin jika ia salah bersikap atau menunjukkan gelagat aneh, para fans yang menonton lewat streaming serta yang ada diluar studio yang sudah secara pasti dapat melihat mereka dengan jelas dari balik kaca pembatas akan menyadarinya.

“Ye, dan sekarang kita sudah terhubung dengan orang itu..” Heechul smirk. Mendadak terdengar suara nada tunggu telepon. Eunhyuk tersenyum simpul sambil berpura-pura membereskan naskah yang ada dihadapannya, sedangkan Yesung tampak penasaran akan sosok si penelepon, sementara Hyunjae?? Kedua tangannya yang ia sembunyikan dibawah meja tampak sudah basah akibat keringat dingin, jantungnya berdebar kencang, persaannya campur aduk bukan kepalang. Ia takut bahwa yang akan menghubunginya saat ini adalah…

“Choi Siwon-ssi! Annyeonghassaeyo..”

‘Pyuhhhh..’ Hyunjae menghela nafas lega. Eunhyuk yang sedari tadi mengamatinya berusaha keras menahan tawanya yang nyaris meledak akibat tingkah Hyunjae.

“Ye, annyeonghassaeyo.”

“Oh, Choi Siwon-ssi, seperti yang kau tahu saat ini distudio kami sudah ada Kim Hyunjae, bisa tolong ceritakan bagaimana kau bisa mengidolakannya?” sambar Heechul langsung ke pokok pembicaraan. Hyunjae tampak tenang saja dan memilih untuk mendengarkan pembicaraan itu dengan seksama –meski dalam hatinya ia sedikit gugup, sementara Yesung dan Eunhyuk sedang sibuk di foto oleh salah satu staff yang bertugas untuk di posting nanti.

“Oh annyeonghassaeyo, Kim Hyunjae-ssi,” sapanya lagi dengan nada lebih lembut dari sebelumnya. Hyunjae berdehem sebentar, membenarkan intonasi bicaranya sebelum membalas ucapan Siwon. Walau bagaimanapun ia juga adalah penggemar dari seorang Choi Siwon, jadi rasa gugup pasti tak akan bisa lepas darinya.

“Annyeonghassaeyo.”

“Bisa kau ceritakan?” sela Yesung saat sadar bahwa jika mereka dibiarkan begitu saja, sampai acara usaipun mereka masih sibuk ber’annyeong’-ria.

“Ye, aku sering mendengar dan melihat hampir disetiap kesempatan, baik itu di radio, majalah ataupun di acara talkshow Hyunjae-ssi selalu mengatakan bahwa ia adalah fans-ku, dan Kyuhyun-ssi juga pernah mengatakan hal itu padaku. Tapi, sebenarnya aku juga sangat mengaguminya karena pembawaannya yang ceria namun tenang serta tingkah polosnya saat diwawancara, dan dia benar-benar wanita yang baik, jadi aku sangat mengaguminya,” jawab Siwon, Hyunjae tertunduk, mencoba menutupi wajahnya yang sudah memarah seperti tomat.

“Ye, kamshahamnida, Choi Siwon-ssi, aku merasa sangat beruntung di-idolakan oleh idolaku sendiri. Jeongmal kamsahamnida,” Hyunjae tertunduk, mencoba menutupi wajahnya yang sudah merah seperti tomat. Heechul segera tertawa terpingkal-pingkal saat melihat perubahan diwajahnya itu, namun ia segera menahannya sebelum tawanya meledak.

“Ah, sepertinya Hyunjae-ssi sangat senang mendengar pengakuanmu itu Choi Siwon-ssi, bahkan wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus,” celetuk Yesung, polos, membuat Hyunjae segera melayangkan tatapan tajam kearahnya. Tapi tampaknya tatapannya itu tak terlalu menakutkan bagi Yesung, karena nyatanya ia malah menatapnya dengan tatapan polos, seolah tak pernah melihat apa-apa.

“Baiklah, Choi Siwon-ssi, apakah ada kta-kata yang ingin kau sampaikan sebelum sambungan ini terputus?” ujar Eunhyuk, saat melihat sang PD acara sudah mengangkat sebuah tulisan pada karton ukuran besar yang mendakan waktunya iklan, setelah cukup lama keempatnya berbincang dengan Siwon.

“Oh, ne tentu. Untuk Hyunjae-ssi, ku dengar besok kau akan ikut Mnet scandal, ku harap kau tidak akan membuat scandal dalam acara itu, dan kuharap namja yang akan menjadi namja chingumu di acara itu tidak lebih tampan dariku, hahaha,” ujarnya dengan nada bercanda, membuat keempatnya terkekeh atas ucapannya.

“Ah, ye Siwon-ssi, aku akan mendengarkan ucapanmu, jeongmal kamshaamnida,” balasanya sopan sebelum akhirnya sambungan terputus.

Begitu suara iklan terdengar, Hyunjae segera melepaskan headphone yang mulai terasa membuat telinganya sakit karena terlalu lama tertekan, begitu pula dengan Heechul. Yesung pamit ke toilet, sedang Eunhyuk memilih untuk menyapa para fans yang ada diluar studio. Tak lama setelah itu, jingle sukirapun kembali terdengar, Yesung dan Eunhyuk kembali masuk kedalam ruangan, duduk ditempat mereka semula.

“Oh, sepertinya ada beberapa respon yang masuk,” ucap Eunhyuk seraya mencroll layar PC yang ada di hadapannya dengan mouse yang ada di samping tangan kanannya.

“Bacakan.. Bacakan..” perintah Yesung, antusias.

“Ne, gureom..” Eunhyuk mengangguk mantap. “Ah.. senangnya jadi Hyunjae, bisa satu manajemen dengan Oppadeul, menjadi adik Kyuhyun Oppa, dan sekarang idolanya malah berbalik mengidolakannya. Im so envy with U ><,” ucap Eunhyuk dengan nada di imut-imutkan.

“Baca yang itu..” tunjuk Heechul pada salah satu komentar yang masuk. Eunhyuk mengangguk.

“Mwoya??? HyunHae is REAL!! Jangan sampai ada HyunWon!!! HYUNHAE JJANG!!” seketika kening Eunhyuk berkerut.

“Ya! Siapa ini yang mengirim??? Kenapa ANONIM??? EUNHAE is REAL!!!” serunya tak terima.

~mRs.ChoiLee~

Osaka, Jepang.

Seorang wanita muda dengan pakaian tidurnya kini tengah menatap jauh keluar jendela kamar tidurnya. Cukup lama ia memandang kearah danau yang terletak tak jauh dari kamarnya itu sampai akhirnya dirinya memejamkan jedua matanya, menikmati suara percikkan air dari arah pemandian air panas alami yang berada masih dikawasan rumah keluarganya itu.

Seketika dirasakannya sepasang tangan memelukkan dari arah belakang, membuatnya tersentak dan segera membelalakkan kedua matanya. Ia tahu betul siapa pemilik tangan itu.

“Yeobo-ya, sudah malam, ayo tidur, kasihan anak kita,” ujar seorang pria jangkung yang kini tengah mengelus-elus perut buncitnya dari arah belakang. Wanita itu menunduk, menatap kearah perutnya yang saat ini sudah terlihat membuncit akibat usia kandungannya yang sudah memasuki usia 7 bulan.

“Ne,” jawabnya lemah. Pria itu tersenyum, lalu menuntun istrinya untuk kembali ke tempat tidur, takut ada sesuatu hal yang tak ia inginkan akan terjadi pada sang istri.

“Hyejin-ah, tidurlah, besok siang aku akan mengantarmu ke dokter kandungan,” ucapya lembut seraya menutupi tubuh istrinya itu sampai leher dengan selimut. Hyejin –nama wanita itu- hanya bisa terseyum samar lalu mengangguk. Pria itu tersenyum puas.

“Jaljayo,” ucapnya sebelum akhirnya menekan sakelar lampu yang ada disamping pintu keluar lalu beranjak dari dalam kamar.

Begitu yakin bahwa sosok pria jangkung itu kini sudah tak ada di dalam kamarnya, wanita bernama Hyejin itu kembali bangun dan memilih untuk duduk menyandar pada dinding tempat tidurnya. Ia lalu melirik kearah nakas yang berada tepat disamping kanan tempat tidurnya dan meraih sebuah pigura foto berukuran sedang yang terpajang indah di atasnya.

“Chingudeul.. Jeongmal bogosshippo..”

tbc

jeongmal josonghamnida kalo part ini mengecewakan.. sumpah saya gad pt feelnya,, mana perasaan juga lagi galau gara” berita soal Oppadeul belakangan ini -__-“ dan maaf juga kalo part saya lagi” dominan #plakk

bwat pinaa *yg orgnya enath kemana ga nongol” lgi :P* sepertinya bakal jdi cast paling capek krna msti kerja double haha #plakk

berhubung kyy part ini agak kacau.. nanti saya bikin lanjutannya secepat mungkin.. huhu,, ah ya,, kalau ada yang nyadar,, d part ini nongol beberapa nama yang asing-gak-asing sebenarnya.. siapakah mereka?? Ada yang bisa nebak?? haha

jangan lupa Comment~ XD or mention >> @yoendaELF

Iklan

13 thoughts on “Supa Dupa Diva –Part 9

  1. siapa tu yang ngirim “Mwoya??? HyunHae is REAL!! Jangan sampai ada HyunWon!!! HYUNHAE JJANG!!”….. hae ya? emang nya ada yang tau hubungan mereka berdua ya??
    hyukie nggak terima tu pasangannya diambil wkwk
    kirain Chaeyoung sama Chaerin bakalan berantem ehhh ternyata kangen kangenan..

    ditunggu lanjutannya thor 🙂

  2. wieh..make d mnculin sgala kembaran w……..
    eta hiji we can jelas, geus aya nu laen deui…….#krikk..

    gigwang’y wat w aja lah……..

  3. annyeong thor……
    honey ibnida aku reader baaru disini ^^
    aku suka supa dupa diva, walaupun kadang bingung ama yang namanya chayong,caehyun….. kekekek sering ketuker mereka.
    tapi ff nya bagus lho…..
    lanjutkan ya thor……

    1. Ne annyeong~~
      haha wah senangnya dpt reader baru yg mau ninggalin komen huhu #terharu
      kkk~~
      Chaeyoung itu leadernya Miina,, nama lengkapnya Kim Chaeyoung kalo Chaehyun itu seo chaehyun **jgn kan km,saia aja yg bikin sk ktuker /PLAKK**
      tapi mulai part ni kdepan nama Chaehyun brubah jadi seo Hyejin XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s