SUPA DUPA DIVA -Part. 11 “LOVE STORY I”

SUKA = COMMENT

GA SUKA = GA USAH BACA!

NO BASHING!

NO PLAGIARISM!!

###Berhubung part kemaren ud dijelasinkan gimana Chaehyun ganti nama jadi Hyejin? Jadi mulai sekarang Chaehyun ud resmi ganti nama jadi Hyejin, Ok?###

biar lebih menghayati,, bacanya sambil dengerin:

Always Be Mine-nya FT Island

 

 

Love Is Sweet – SUJU M

 

dan

Im In Love-nya Narsha^^

–SUPA DUPA DIVA–

*Hyunjae POV*

“Hyunnie, apa yang akan kau lakukan esok hari?” tanya Jonghun saat kami berdua tengah duduk di salah satu bangku beton yang ada dipinggiran sungai Han sembari memakan ice cream yang tadi dibelikannya untuk kami berdua setelah tadi lelah bersepeda mengelilingi sungai Han. Ini adalah hari ketiga rekaman kami dan juga hari ke 5 setelah kami berkenalan secara resmi.

“Hm?” aku mengerutkan dahi mencoba berfikir. “Besok aku harus ke Jepang untuk pemotretan majalah,” jawabku sambil mengemut kembali ice cream cokelat milikku.

“Jinjja?” aku mengangguk yakin.

“Baiklah, kalau begitu apa kau keberatan jika aku mengantarmu besok?” Jonghun menatapku tulus tanpa melupakan senyuman manisnya.

“Gureom, jika tidak merepotkanmu?”

“Anni, bagaimana mungkin kau merepotkanku? Kau kan kekasihku,” ia menyentil hidungku pelan dengan jari telunjuknya, lalu kembali menatap lurus kearah sungai tanpa melepas senyumnya.

‘Omo.. Omo.. Ada apa ini??? Kenapa jantungku berdegub keras???’

Diam-diam aku memegang dada kiriku, mencoba merasakan debaran keras yang kini kurasakan.

DEG.. DEG.. DEG…

Astaga! Benar saja, jantungku ini berdebar sangat keras, rasanya seperti mau copot!!

Harus ku akui hubunganku dengan Jonghun yang semula canggung belakangan memang berubah menjadi lebih dekat. 5hari mengenalnya ternyata mampu membuatku merasa nyaman saat berada di dekatnya. Sifat Jonghun yang cuek dan cenderung dingin ternyata berbeda 180o saat ia berada disampingku.

Cuek? Dingin? Ya, menurut informasi yang kudapatkan dari beberapa orang yang mengenalnya di Kampus, Jonghun adalah namja yang sangat misterius dan dingin terutama pada yeoja. Tak pernah ada satupun diantara mereka yang pernah melihat Jonghun berduaan dengan seorang yeoja, semua temannya adalah namja, kalaupun ada yeoja, yeoja itu jauh dari kata feminin alias tomboy dan berpenampilan layaknya pria. Banyak sekali yeoja yang mengelilinginya terutama karena wajah tampannya, namun mereka hanya bisa gigit jari karena tak ada satupun yang mendapatkan respon darinya. Tapi, pada kenyataannya hal itu tidak terbukti padaku, karena buktinya ia selalu bertingkah ramah dan hangat saat dihadapanku.

‘Mungkin karena di depan kamera, makanya ia bersikap baik dan ramah seperti itu’

Perkataan Ahra beberapa hari yang lalu saat aku menceritakan dan membandingkan info yang kudapat dengan apa yang kualami selama ini kemarin malam selalu terngiang di kepalaku. Mungkin saja apa yang dikatakannya itu benar. Tapi.. jika memang seperti itu, tak mungkin kan setiap malamnya saat aku tidur ia juga mengirimiku pesan selamat malam? Rekaman kan sudah berakhir begitu kami pulang kerumah masing-masing -__-.

“Ayo cepat habiskan ice creammu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat,” ujarnya tiba-tiba, menyentakkan lamunanku.

“Eh?? Mau kemana? Bukankah seharian ini kita sudah berputar-putar?? Aku lelah T___T,” aku memandangnya dengan tatapan memelas. Jujur meski apa yang kami lakukan seharian ini menyanangkan dan sepanjang hari yang kami lakukan hanyalah bermain, entah mengapa aku merasa sangat lelah bahkan lebih lelah dari pada aku disuruh latihan menari seharian penuh oleh Hyoyeon eonni.

“Sudah ikut saja, aku yakin kau akan menyukainya,” tanpa menunggu persetujuan dariku ia segera menarik tangan kiriku yang bebas agar mengikuti langkah panjangnya dan menggenggamnya erat. Aku melirik kearah tanganku yang berada didalam genggamannya sambil menahan senyum.

——-

“Dimana ini?” tanyaku saat van yang kami tumpangi berhenti disebuah cafe kecil yang berada di suatu tempat yang sama sekali tak kukenal. Bukannya menjawab pertanyaanku ia malah tersenyum seraya menggenggam erat sebelah tanganku dan menuntunku untuk mengikutinya masuk kedalam cafe yang kulihat barusan.

Aku mengitarkan pandanganku kesekeliling, mengamati setiap inci dekorasi cafe yang disajikan. Cafe ini tidak terlalu besar, namun designya terkesan cukup mewah. Lampu dengan cahaya temaram, beberapa ukiran yang terbentuk mengukir sisi-sisi dinding serta sebuah grand piano yang terletak di sisi depan ruangan mampu membuatku terkesan dengan interior yang disajikan. Sangat Elegant!

“Silakan duduk tuan puteri,” tanpa kusadari Jonghun sudah melepaskan genggaman tangannya padaku dan kini tengah menarik sebuah kursi dan menyuruhku duduk diatasnya. Aku mengangguk, menurutinya.

“Chamkanman,” ia menepuk pundakku pelan kemudian meninggalkanku seorang diri di dalam kafe yang sama sekali tak ada penghuninya ini.

‘Astaga.. dia tidak tahu apa kalau aku ini penakut? Ckck’

CKREKK..

Baru saja aku bilang begitu tiba-tiba saja semua lampu yang ada di dalam ruangan ini tiba-tiba mati.

“OMMA!!” pekikku, spontan. Aish!! Kemana namja itu???

“J-jo..” baru saja aku akan memanggil namanya, tiba-tiba saja sebuah lampu menyala, menyorot tepat kearah panggung kecil dimana sebuah grand piano yang tadi kulihat berada.

“Omo..” aku membekap mulutku tak percaya saat kulihat beberapa orang namja kini sudah berada di atas panggung. Aku memicingkan mataku, mencoba memperjelas pandanganku pada wajah dari masing-masing namja yang duduk berjajar diatas kursi tinggi yang ada diatas panggung itu.

“This song is for u, Kim Hyunjae..” ujar salah seorang namja yang memegang gitar. “hope you ‘Always be mine’.”

Alunan bait-bait Always Be Mine yang tadi dimainkan oleh Jonghun dan beberapa temannya barusan sempat menghipnotisku akan arti dari liriknya bait per bait. Sebuah lagu ballad yang bahkan tidak terlalu ballad (?) namun dapat membuat siapapun yang mendengarnya merasa tersentuh. Lagu itu begitu manis, entah mengapa aku merasa sangat tersanjung saat dilantunkan lagu seperti itu.

“Gomawo atas lagunya,” ucapku tulus pada mereka semua saat kami berlima tengah menikmati makanan yang disajikan salah seorang namja berwajah imut yang Jonghun perkenalkan sebagai Lee Jaejin.

“Ah.. tak usah sungkan noona, kami senang kok melakukannya,” ujar Minhwan, namja bermata sipit yang tadi bermain drum. Dan aku juga baru ingat bahwa dia adalah adik dari Hyerin.

“Iya, tak usah sungkan, lagi pula kami semua ini berteman. Jadi sudah sepantasnya saling membantu,” ucap Hongki Oppa, aktor imut yang juga ternyata adalah teman dari Jonghun. Dialah orang yang tadi bertindak sebagai vocalist.

“Gurae, apapun akan kami lakukan demi kebahagian Jonghun, benar tidak?” Wonbin Oppa yang juga ikut serta mengambil bagian melirik kearah Jonghun yang duduk disampingku penuh arti. Jonghun tampak tak terima dipandang seperti itu. Terlebih keempat namja yang yang ada disana kini malah menatap nakal kearah kami berdua. Aishh >///<.

“Ah, ya. Kenapa Cafe ini sepi sekali?” tanyaku sembari mengitarkan kepalaku keseluruh penjuru cafe yang sepertinya memang sengaja ditutup untuk acara ini.

“O.. Cafe ini memang belum dibuka. Cafe ini adalah milik kami yang baru saja dibuat, dan ia ingin kau yang menjadi tamu pertamanya,” Jaejin tersenyum lalu melahap kentang gorengnya. Aigoo jadi cafe ini milik Jonghun dan aku adalah tamu pertamanya?? Omo.. Omo >////////////////////////////////////<

“Hey kalian berdua! Ayo nyanyikan lagu untuk kami!” seru mereka kompak. Kulirik Jonghun tampak salah tingkah dan memilih untuk meneguk minumannya. Sementara aku sibuk menghindari tatapan mereka semua yang membuatku merasa terintimidasi karena sulit menolak.

—-

Aku menarik nafas berat. Kupandangi wajah keempat namja serta PD dan VJ-nim yang tampak memandang puas kerahku, anni kearah kami maksudnya, aku dan Jonghun. Jonghun duduk disampingku sambil memegangi gitarnya, sementara aku menggenggam erat tangkai standing mic yang ada di depanku.

Alunan nada intro dari Im In Love perlahan mulai mengalun. Aku melirik sekilas kearah Jonghun yang sudah memulai petikan jarinya pada senar gitar kesayangannya.

“sashireun.. cheom bwasseul ttae buteo

geudael joha haedago

mara giga naegen cham eoryeo watdeon geojyo”

 

“meonjeo yeonrak haji aneunmyeon

geudael nochil kkabwa geuljareul sseugo ddobogo ji ugil banbok haetjyo”

 

“gipeo jimyeon sangcheo ppunil georaneun saenggake

duryeo umi apseon geon sashiri jiman

ganjeoran mameuro gido hago baraetdeon sarami geudae rago nan mideoyo”

 

“Ooh~ I’m in love

Ooh~ I’m fall in love

duryeobjin andeyo geudaewa hamgge ramyeon sesangeun neomu areum dabjyo”

Dengan penuh penghayatan aku menyanyikan laguku ini  yang diiringi petikan gitar Jonghun. Sesekali kulihat keempat namja di depan sana sibuk melambai-lambaikan tangan mereka ke kiri-ke kanan sepanjang lagu ini ku lantunkan. Namun syukurlah tingkah konyol mereka itu tak membuat konsentrasiku buyar.

“I thought I never gonna fall in love, but I’m in love Cause I wanna love you baby

sashireun cheom bwasseul ttae buteo naemam so geuro buteo geudaen pado cheoreom ilyeo deureo ontong haru jongil geudaeman tteo ullyeo

I can be a good lover, wanna be your neip clover sesange seo gajang haengbokhan yeojaga

dwen geotman gatayo geudaen gotta believe me, make you never gonna leave me

eushim hajin anheullaeyo geudael mideul kkeyo”

 

“Ha~ aah I’m in love (with you my baby)

Ha~ ahh I’m fall in love

duryeobjin andeyo geudaewa hamgge ramyeon sesangeun neomu areum dabjyo”

Entah mengapa, saat aku menyanyikan bagian ini tiba-tiba saja bayangan wajah Donghae Oppa yang sedang tersenyum muncul begitu saja kedalam fikiranku.

“Ooh~ I’m in love, I’m so deep in love

Ooh~ I’m fall in love

duryeobjin andeyo geudaewa hamgge ramyeon

sesangeun neomu areum dabjyo”

 

“geudaeneun neomu areum dabjyo”

 

Aku menyelesaikan performance perdanaku bersama dengan Jonghun ini dengan sambutan meriah dari semua orang yang memperhatikan kami. Jonghun meletakkan gitarnya didepan sandaran gitar lalu mengacak puncak kepalaku lembut.

“Duet yang amat sempurna,” ujarnya. Ia tersenyum puas lalu menggandeng lengan kananku, menarikku agar beranjak dari tempatku kini. Sementara otak, pikiran dan hatiku seolah kosong. Entah mengapa sejak itu aku jadi terus-menerus teringat akan Donghae Oppa.

~mRs.ChoiLee~

*AHRA POV*

“AHRA-YA!!! CHUKKAE!!!” pekik Jiyoung Oppa girang lalu memeluk tubuhku dan memutar-mutarnya kesana-kemari. Mebuatku pusing!

“Ya!! Ya!! Ada apa???” aku menepuk-nepuk dadanya, memintanya melepaskan pelukkan yang menyakitkan itu dariku. Jiyoung Oppa tampak paham, ia melepaskan pelukannya dan langsung menggiringku duduk diatas sofa yang ada diruang tunggu SM.

‘Eh?? Tunggu dulu! Kenapa Jiyoung Oppa bisa ada di dalam gedung SM????’ aku menatapnya bingung begitu kesadaranku penuh 100%!

“YA! Oppa kenapa bisa disini???” Jiyoung Oppa tampak tersenyum misterius.

“Hehehe.. itu dia yang mau aku selamatkan padamu!”

“Eh?? Maksudnya??” aku menggaruk-garuk kepalaku, bingung.

“Iya! Mulai hari ini aku sudah resmi bekerja di SM sebagai komposer sekaligus koreografer!!!” pekiknya lalu bangkit dan menari-nari tak jelas.

“Chukkahamnida.. Chukkahamnida!! Mulai sekarang aku bisa selalu bersama dengan dongsaengku!! HAHAHAHA!!”

“Eh??? Musibah sekali aku kalau setiap hari bertemu denganmu =___=”

—-

Tanpa pernah kuduga sebelumnya, Jiyoung Oppa yang selama ini tinggal dan bekerja di Cina sebagai salah satu staf pengajar tarian Hip Hop kini malah datang kembali ke Korea dan akan bekerja menjadi komposer sekaligus koreografer. Well, memang selama ini pernah ada beberapa lagu karya Jiyoung Oppa yang dibeli dan dinyanyikan oleh penanyanyi Cina, tapi aku tak pernah menyangka bahwa bakatnya itu dapat mengantarkannya menjadi salah satu staff SM yang terkenal tak pernah sembarangan memilih orang.

Meski beberapa hari yang lalu Jiyoung Oppa memang datang menemuiku di dorm dan mengatakan bahwa ia telah di kontrak dan akan bekerja di Korea, tapi ia tak pernah mengatakan bahwa perusahaan yang mengontraknya adalah perusahaan yang sama dimana aku bernaung sekarang.

Astaga.. meski dia kakakku dan aku sangat menyayanginya, jujur aku akan merasa sangat tersiksa jika seharian atau bahkan setiap hari bertemu dengannya. Dia itukan cerewet sekali dan kadar autisnya nyaris melebihi Yesung dan Heechul Oppa. Dan lagi.. sifat playboynya itu yang aku tak tahan.. aigoo mau ditaruh dimana mukaku jika sifat playboynya kumat??? =__=”.

—–

“AHRA-SSI!!!” Panggil Hyoyeon eonni dengan semanis mungkin begitu aku masuk kedalam ruang latihan. Aku sedkit bergidik saat melihat tatapannya yang tak biasa itu. Ya, meski selama ini ia memang orang yang selalu ramah, tapi aku jadi risih saat ia ‘terlalu ramah’ seperti ini padaku. *Author’s note: Hyo pelatih koreo di SM (baca SDD Part 1)*

“Aigoo.. kenapa kau terlambat?? Lain kali jangan terlambat ya??” ujarnya sambil tersenyum manissssssssss sekali. ANEH SEKALI padahal biasanya ia selalu mencak-mencak jika ada yang terlambat saat latihan. Aku melirik kearah Chaeyoung eonni dan Binwoo yang sudah berdiri rapih diposisinya masing-masing, mereka tampak mengangkat bahu. Sepertinya mereka juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Hyo eonni tersayang kami ini.

“E-eh?? Iya, mianhae,” sesalku. Aku bukan pura-pura menyesal. Aku memang merasa menyesal, karena aku terlambat juga bukan karena apa-apa tapi karena tadi diajak Jiyoung Oppa mengobrol di depan -___-.

“Aigoo.. tenang saja.. tidak apa-apa kok,” ujarnya. Aku menautkan alis. Bingung. “Ngomong-ngomong.. Kwon Jiyoung-ssi itu kakak mu ya? Tampan ya.. bisa kau jomblangi aku dengannya?”

BINGO!!!! Benar kan.. Jiyoung Oppa baru sehari disini saja sudah membuatku susah!!! AIGOOYAAAAAAAAA =____=”.

~mRs.ChoiLee~

*Chaeyoung POV*

Kulihat Ahra tampak frustasi karena sedari tadi Hyoyeon eonni terus saja mendekatinya dan meminta untuk dikenalkan dengan Oppanya. Hahaha lucu sekali, padahal setahuku umurnya dan Jiyoung Oppa itu terpaut 5 tahun lebih muda Jiyoung Oppa wkwkwkwk. Kocak sekali.

“Eonnideul.. aku pamit duluan ya..” Binwoo bangkit dari duduknya lalu membungkuk sopan kepada kami semua kemudian berjalan keluar dari ruang latihan dengan langkah gontai begitu Daesung Oppa memberinya tanda untuk segera pergi.

Hmm.. waktu masih menunjukkan Pukul 2 siang, sementara latihan kami baru berjalan 1jam. Binwoo siang ini memang ada jadwal lain yaitu pemotretan untuk cover majalah remaja baru setelah itu di lanjutkan bimbingan belajar tambahan di rumah wali kelasnya. Kasian sekali anak itu. Padahal aku sudah mengurangi jadwalku untuk bisa lebih perhatian dengan mereka, eh sekarang ia malah menjadi orang yang lebih sibuk daripadaku.

“Sudahlah eonni.. jangan ganggu Ahra lagi, lebih baik kita lanjut latihan saja, satu jam lagi kami masih ada latihan vocal.”

“Chaeyoung tunggu!” seorang namja tampak menahan sebelah tanganku saat aku baru saja keluar dari toilet sehabis mebersihkan diriku yang penuh dengan keringat setelah latihan koreo dan vocal tadi. Aku mendelik dan mendapatkan Minho kini menahan tanganku dan menatapku dengan tatapan memohon.

“LEPASKAN!” aku berusaha menyentakkan tangannya yang menggenggam erat tanganku, tapi tak berhasil. Tenaganya terlalu kuat.

“Kau mau apa lagi, huh!!??” jujur saat melihat wajahnya aku jadi teringat kejadian kemarin malam, dan itu membuatku sangat muak!!

##FLASHBACK ##

*AUTHOR POV*

“Noona, kau dipanggil Key hyung!” Taemin melongokkan kepalanya dibalik pintu ruang tunggu MC acara Music Core. Hari itu Hyunjae ada aktivitas lain yang tak bisa ditinggalkan jadi Chaeyoung-lah yang bertugas menggantikannya bersama Binwoo. Chaeyoung mengerutkan kening, ada apa Key memanggilnya? Padahal biasanya bocah itu yang akan mendatanginya jika butuh sesuatu.

“Ne, arraseo!” tanpa banyak komentar Chaeyoungpun keluar mendatangi ruang tunggu SHINEE untuk menemui sepupunya itu.

Di dalam ruangan tsb hanya ada Taemin, Onew dan Key, tak ada sosok Jonghyun maupun Minho di dalam. Chaeyoung menghela napas lega, setidaknya Key tak akan menggodanya karena dua hari yang lalu Chaeyoung dan Minho sudah resmi berpacaran. Dan hal ini hanya Key dan Onew saja yang tahu, tak ada orang lain lagi yang tahu selain mereka. Itupun mereka berdua ketahui karena memang Key-lah yang mendorong Minho untuk menyatakan cintanya dan Onew menggunakan kekuasaannya sebagai seorang leader untuk mengetahui segalanya.

“Kenapa? Kelihatannya kau seperti sedang mencari seseorang, noona?” tanya Taemin polos, sontak membuat Chaeyoung yang sedari tadi tampak seperti orang yang sedang gelisah seolah tertangkap basah. Key dan Onew tampak menahan tawa. Mereka tak akan mungkin tertawa saat ini karena ia sudah berjanji pada Chaeyoung dan Minho untuk merahasiakannya.

“Eh?? Anni, aku hanya sedang-… eung.. sedang-… MENCARI JAM!! Ah iya, mencari jam!! Hohoho jam berapa ya sekarang??” kilah Chaeyoung, gelagapan. Taemin menelengkan kepalanya, bingung, sedangkan Key dan Onew sudah tertawa terpingkal-pingkal.

“BABO NOONA! Matamu ditaro dimana?? Itu di lengan kirimu kan ada jam tangan! HUAHAHAHAHAHA.”

—–

Chaeyoung keluar dari ruang tunggu SHINEE dengan tampang ditekuk. Ia kesal setengah mati karena meras telah dibodohi oleh segerombolan anak kecil (?), ia pun lantas berjalan menuju ruang tunggunya, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat merasakan perutnya mendadak sakit. Langkahnyanya pun kini beralih menuju toilet yang berada di belokan ujung lorong.

“Huwa.. lega~~” ia tersenyum penuh kelegaan begitu keluar dari dalam toilet dan berniat kembali ke dalam ruangannya. Namun, langkahnya segera terhenti saat ujung matanya seolah menangkap sosok yang amat ia kenal masuk kedalam sebuah ruangan. Dengan langkah ragu-ragu sekaligus penasaran, iapun lantas berjalan mendekati ruangan tempat dimana sosok itu baru saja masuk kedalamnya. Perlahan ia pun mulai memutar kenopnya dan membuka pintunya sedikit-demi sedikit.

“MINHO OPPA!!” ucapnya nyaris terpekik saat melihat sosok yang baru saja 2 hari menjadi namja chingunya itu kini malah terlihat sedang memeluk mesra sesosok wanita. Minho yang kebetulan berdiri menghadap pintu langsung terkejut saat melihat Chaeyoung tengah menatapnya penuh kebencian sekaligus kekecewaan. Minhopun segera melepaskan pelukkannya begitu melihat sosok Chaeyoung pergi meninggalkannya.

“Mian,” ujarnya pada gadis bertubuh tinggi kurus  yang  baru saja dipeluknya lalu berlalri keluar mengejar Chaeyoung yang sudah pergi entah kemana.

“Hara-ya, wae gurae?” tanya Gyuri saat melihat salah satu membernya kini sedang menangis diatas kursi sambil menelungkupkan wajahnya diatas meja rias. Gyuri yang baru saja kembali dari toilet tampak tak mengerti apa-apa. Hara meliriknya sekilas lalu berlari memeluknya.

“Eonni!!!!”

Sementara itu diluar, Chaeyoung segera masuk kedalam ruang tunggu dan segera mengganti pakaiannya dengan wardrobe yang sudah disiapkan untuknya dan meminta asistennya untuk berjaga diluar untuk melarang siapapun masuk kedalam karena ia akan mengganti pakaian. Dan begitu selesai menggantinya beruntung salah satu staff segera menghampirinya untuk bersiap diatas stage MC, jadi ia tak perlu bersusah-susah lagi menghindar dari Minho karena Minho sendiri juga sudah dijemput menejernya untuk kembali keruangan mereka.

##FLASHBACK END##

*AUTHOR POV*

Minho tampak geram, bukannya menjawab ia malah menarik Chaeyoung menaiki tangga darurat menuju atap gedung. Begitu sampai diatas, Minhopun segera memojokkan tubuh Chaeyoung kesudut, membuat gadis itu tak bisa lagi melarikan diri dan mau tak mau mendengarkan segala ucapannya.

“Ya! Dengar! Apa yang kau lihat kemarin itu hanya salah paham!”

“Apanya yang salah paham, huh?? Jelas-jelas aku melihat kalian berdua berpelukkan di dalam ruangan yang sepi!!!!” maki Chaeyoung tepat diwajah Minho. Nafasnya memburu, tatapannya menusuk kedalam mata besar Minho.

“Sudah kubilang kau salah paham!!! Aku hanya mencoba menenangkannya! Aku hanya menghiburnya! Itu saja!” Minho melepaskan cengkramannya dari tangan Chaeyoung dan beralih mengacak-acak rambutnya, frustasi.

“Menghibur dengan cara memeluknya mesra di dalam ruangan tertutup dimana hanya ada kalian berdua saja di dalamnya begitu? Apa aku percaya, hah!!?? Dengar ya, Choi Minho.. LEBIH BAIK KITA FIKIRKAN ULANG HUBUNGAN KITA! AKU MERASA MENYESAL TELAH MENERIMA ‘ANAK KECIL’ SEPERTIMU MENJADI KEKASIHKU!”

BRAKK!

Chaeyoung membanting pintu atap dengan penuh emosi. Ia kembali berjalan masuk kedalam gedung mengambil semua barang-barangnya dan masuk kedalam mobil pribadinya yang baru saja dibelikan Appanya saat ulang tahunnya 2bulan yang lalu. Ia segera menstater mobilnya dan menginjak pedal gasnya dalam-dalam. Emosinya sudah amat memuncak saat ini. Ia bahkan melupakan sosok Ahra yang tadi ia suruh untuk menunggunya di ruang tunggu.

“Mana Chaeyoung eonni?? Kenapa lama sekali mandinya?? (-_______-)”

~mRs.ChoiLee~

*Binwoo POV*

“SIAL! SIAL! SIALL!!!!” pekikku sebal.

“Hiyaaaa DAESUNG OPPA MENYEBALKAN! KENAPA JUGA TIDAK BILANG DARI TADI KALAU TIDAK BISA MENJEMPUTKU TAMBAHAN!!!???? ” makiku lagi. Aish!!!! Sumpah demi apapun tahu begini aku tadi tak usah sok-sok menolak tawaran Kim Ahyoung sonsaengnim saat suaminya menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang! Dan kini?? Aku mau kembali kerumahnya juga tak mungkin, kedua suami istri itu langsung pergi begitu aku pamit karena orang tua Kim Sonsaengnim sedang dirawat di RS saat ini. Aishhhh! JIKA BUKAN KARENA ABSENSIKU YANG ACAK-ACAKKAN DAN NILAIKU YANG ANJLOK AKU JUGA TIDAK MAU TAMBAHAN SAMPAI MALAM SEPERTI INI!!

“Mianhae Binwoo-ya, mendadak CEO Kim Youngmin memanggilku ke kantor. Lagi pula van-nya lupa kuambil di bengkel..” cibirku mengikuti semua perkataan yang tadi Daesung Oppa ucapkan padaku di telepon.

“YANG BENAR SAJA!!?? TAK TAHUKAH IA DI DAERAH INI SANGAT RAWAN??? HUWAAA EOMMA!!” kutendang sebuah kaleng softdrink kosong yang tergeletak begitu saja di pinggir jalan yang sedang kulewati.

“AWWW!!” pekik seseorang, membuatku terkejut setengah mati.

“YA! SIAPA YANG MELEMPAR KALENG PADAKU!!!???” teriaknya. Tak lama dari arah sebuah rumah tua yang berada tak jauh di depanku keluarlah sesosok pria setengah baya dengan tubuh kekarnya keluar sembari memegangi bagian belakang kepalanya yang sepertinya terkena kaleng yang ku tendang barusan.

“YA! KAU YANG ADA DISANA!” tunjuknya padaku dengan nada dan wajah penuh emosi. Aku tersentak, kepalaku celingukkan kiri-kanan mencoba berpura-pura bahwa bukan aku pelakunya, tapi sial! Di gang ini hanya ada aku dan pria itu, tak ada orang lain lagi selain kami berdua. Sudah pasti ia akan menuduhku sebagi pelaku tunggal.

Secara perlahan tetapi pasti, aku melangkah mundur mencoba menjauhi sosok ahjussie yang kini mulai mendekat kearahku dengan tatapan penuh amarahnya.

‘Yatuhan.. kumohon selamatkan aku..’ doaku dalam hati. Tiba-tiba saja fikiranku sudah mulai berfikir kearah yang macam-macam.

‘Ku mohon tuhan jangan sampai aku tertangkap olehnya dan nanti muncul berita bahwa seorang Kim Binwoo mati dihajar pria tua karena menendang kaleng kearah kepalanya karena kesal,’ mohonku sekali lagi.

“YA KAU! Anak sekolah jam segini masih keliaran dan berani-beraninya kau.. YA JANGAN LARI!!!” teriaknya begitu aku membalikkan tubuhku dan berlari secepat mungkin menjauhinya.

“YA KAU!!!! Argh..” teriaknya lagi. Aku segera memalingkan kepalaku kearahnya saat terdengar erangan dari mulutnya. Astaga! Dia kini sedang tersungkur diatas aspal. Sepertinya kakinya tersandung polisi tidur saat sedang mengejarku tadi.

“Josonghamnida ahjussie! Aku tak sengaja menendangnya tadi!!! JEONGMAL JOSONGHAMNIDA!!!!” teriakku sambil membungkuk sekilas lalu kembali berlari meninggalkannya.

“HUWAAAAAAA EOMMA!!!”

“Hooshhh.. Hoshh.. Hoosshh.. ” aku menghentikan langkahku begitu melihat sebuah taman. Aku menengok kesekeliling. Tampaknya aku sudah berlari lumayan jauh, karena tahu-tahu aku kini malah sudah berada di sebuah taman yang ada di dekat dormku. Padahal jarak rumah Kim sonsaengnim sampai ke dorm Miina bisa dibilang cukup jauh, kira-kira 10 menit dengan menggunakan mobil pribadi, 20 menit dengan menggunakan bus.

“Astaga.. hebat sekali aku berlari..Hoshh.. Hosh..” aku menyeka keringat yang ada di dahiku dengan punggung tangan kananku masih dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Haussssssss T___________T,” kuedarkan pandanganku kesekeliling, mencoba mencari-cari van kedai minuman yang biasanya berjualan ditaman ini. Tapi nihil! Yang kulihat hanya ada rumput yang bergoyang (?).

“Ottohke?? Haus sekali.. tenagaku juga sudah habis..” tubuhku sudah banjir keringat. Lengket! Jelas saja sedari tadi aku sudah berlari menempuh jarak yang sangat jauh. Aku menoleh kearah kiri, memandangi sebuah bangunan tinggi yang menjadi tempat tinggalku selama beberapa bulan belakangan ini.

“Bahkan ingin pulang saja rasanya jauh sekali..” mataku memicing menatap bangunan yang jaraknya bahkan tak samapi 300 meter dari tempatku sekarang. Tiba-tiba saja kurasakan sekujur tubuhku mendadak menjadi dingin. Pandanganku perlahan mengabur.

BRUKK

*AUTHOR POV*

“Eh?? Ada yang pingsan!!” ucap seorang pria berambut mangkok, panik, saat dirinya melihat sesosok yeoja berseragam SMA kini tersungkur lemas disamping bangku beton yang berada tak jauh dari dirinya berdiri sekarang. Tanpa ragu, ia pun berlalri menghampiri sang gadis dan segera menggedongnya keatas bangku panjang.

“Omo.. BINWOO-YA!! BINWOO-YA!! SADARLAH!!” teriaknya seraya menepuk-nepuk wajah Binwoo dengan kedua tangannya bergantian. Ia terkejut bukan kepalang saat melihat sosok yeoja yang kini tak sadarkan diri itu adalah yeoja yang ia kenal.

“Aigoo.. Sadarlah kumohon.. aku tak tahu dimana rumahmu, bagaimana aku mengantarmu??” ia terus saja menepuk wajah Binwoo, mencoba menyadarkannya. Tapi Binwoo tak kunjung sadar.

“Bagaimana ini??” ia mengacak rambutnya frustasi.

“Eh? Oh iya!” ia menepuk jidatnya pelan lalu mengeluarkan ponsel miliknya dari saku dan mulai menghubungi seseorang.

“YESUNG HYUNG!!!!! INI AKU! CEPAT KEMARI TOLONG AKU!!!!!” teriaknya begitu hubungannya tersambung.

~mRs. ChoiLee~

*AUTHOR POV*

“Astaga ya tuhan.. untung saja aku langsung pulang sendiri tadi.. Chaeyoung eonni kemana sih? Sampai sekarang tak ada kabar????” Ahra berkali-kali melirik kam dinding yang terpasang diatas TV di ruang TV dengan tatapan resah. Sejak tadi sore ia ditinggalkan Chaeyoung di SM tanpa kabar dan akhirnya memutuskan pulang dengan menumpang van f(x) yang kebetulan akan pergi ke daerah yang sama dengan dormnya. Beruntung sore itu mereka berdua –Chaeyoung dan Ahra- tak ada jadwal lain. Jika ada, maka matilah ia karena sampai saat ini Chaeyoung masih belum kembali.

Dingg.. Dong…

Terdengar bel pintu asrama berbunyi. Ahra segera melompat menuju intercom, mencari tahu siapa yang bertamu malam-malam begini, kare tidak mungkin jika Chaeyoung, Binwoo, Hyunjae ataupun manajernya yang melakukannya, karena mereka semua mengetahui kata sandinya.

“Nugusaeyo???” tanyanya saat melihat sesosok namja kini berada didepan pintu.

“Noona, tolong buka pintunya cepat!!!” dengan sedikit bingung, Ahrapun lantas berjalan menuju pintu dan segera membukanya.

“Eh?? Loh, ada apa ini????” tanya Ahra saat melihat sosok namja dengan tampang yang ‘sedikit’ familiar dengannya tengah menggendong tubuh Binwoo yang terkapar lemas diatas punggungnya.

“Omo, noona cepatlah dimana kamar Binwoo?? Aku sudah tidak kuat..” ujarnya sambil membawa Binwoo masuk kedalam.

“Disini!” Ahra membuka pintu kamar Binwoo dan segera menyingkap semilut yang menutupi seluruh bagian tempat tidurnya. Namja itu mengikutinya dari belakang dan langsung meletakkan tubuhn Binwoo dengan hati-hati keatas ranjang dengan bantuan Ahra.

“Hoshh.. Hoshh..” tubuh namja itu merosot lemas hingga membuatnya duduk menyandar di pinggiran tempat tidur. Ahra menatapnya iba. Ia lantas keluar dari kamar Binwoo dan kembali dengan segelas air putih di tangannya.

“Ini minumlah.”

—-

“Eung..” perlahan Binwoo tampak sadarkan diri.

“Haus..” gumamnya. Ahra yang sedari tadi menungguinya disamping tempat tidur segera menghampirinya dan menyodorkan segelas air putih padanya. Binwoo menyandarkan tubuhnya dan meneguk air di dalam gelas itu sedikit demi sedikit.

“Kenapa aku ada disini?? Bukannya tadi aku ada di taman??” Binwoo mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamarnya itu dengan tatapan bingung.

“Iya, kau tadi pingsan. Temanmu yang tadi membawamu kemari.. siapa ya namanya?? Seungwoo?? Seunmoo?? Seunwoo? Sunwoo?? Ah aku lupa.. Pokoknya dia bilang, dia teman sekolahmu. Tadi dia yang menemukanmu di taman dan membawamu kemari.”

“Ah iya.. tampangnya seperti mirip dengan seseorang.. tapi siapa ya?? Aku lupa.” Binwoo mengerutkan dahi. Siapa?? Ia sama sekali tak ingat ia bertemu dengan seseorang di taman itu.

~mRs.ChoiLee~

*Hyerin POV*

Sesuai dengan apa yang disarankan oleh Yoseob Oppa beberapa waktu yang lalu, aku mencoba untuk kembali mendekati Gikwang Oppa dan mencoba meminta maaf padanya karena dulu saat aku sedang dekat-dekatnya dengan dirinya aku malah bertunangan dengan Cheondoong tanpa sepengetahuannya. Dan kini kusadari hal itulah yang menjadi alasan utamanya menjauhiku selama ini. Dan beruntung, ia mulai memaafkanku dan kamipun berbaikan lagi seperti semula.

Belakangan aku memang sudah jarang sekali bertemu dengan Cheondoong yang biasanya selalu menempel padaku karena ia sedang sibuk mengurusi proyeknya di Eropa sana. Entah apa proyeknya, aku tak begitu peduli karena yang penting saat ini bagiku adalah dapat kembali berbaikan dengan Gikwang Oppa XD~~~

Meski masih agak sedikit canggung pada awal kami berdua berbaikan, kini kami sudah seperti biasa lagi seolah tak pernah terjadi maslah antara kita berdua. Gikwang bahkan dengan senang hati selalu menghubungiku setiap kali ia ada waktu senggang.

“Bagaimana malammu? Apa harimu menyenangkan?” tanyaku di telepon saat ia menghubungiku dan aku baru saja akan beranjak tidur.

“Lelah sekali perjalanan Jeju-Seoul ternyata cukup membuat tulangku terasa mau copot! Tapi untunglah aku mendengar suaramu.. Suaramu itu mampu membuat diriku kembali semangat!” jawabnya, manis. Aku tersenyum senang. Ah astaga rasanya seperti di awang-awang~~

“Jinnjayo?”

“Sungguh. Aku tak bohong. Andai saja aku melihatmu saat ini, aku pasti sudah lupa jika seharian ini aku sudah bolak-balik naik pesawat!” aku kembali tersenyum lebar. Hmm namja ini manis sekali.. Hooammm.. sepertinya aku mulai mengantuk.

“Oppa.. sudah ya, aku sudah mengantuk.”

“Yah..” ujarnya nampak kecewa. “Yasudahlah. Gureom Jaljayo~~”

“Ne jalja~” BIPP. Aku menekan tombol OFF pada ponselku dan memasang mode SILENT pada ponselku itu kemudian meletakkannya diatas nakas. Aku menarik selimutku dan mengelung tubuhku lebih dalam lagi dan mulai terlelap.

DRTT… DRRRT.. DRTTTT..

Tanpa Hyerin ketahui, ponselnya bergetar hebat. tak hanya setu kali dan kemudian mati, tapi berkali-kali hingga akhirnya ponsel itu mati dengan sendirinya karena baterainya habis.

~mRs.ChoiLee~

*Chaehyun POV*

“Oyasumi~” TOP mengecup keningku sekilas setelah sebelumnya mencium perutku yang berisi janinnya lalu keluar meninggalkanku tidur sendirian di dalam kamar menuju ruang kerjanya yang juga berfungsi sebagai kamar pribadinya. Perlahan aku membuka kedua mataku saat dirinya sudah tak tampak lagi di dalam kamarku. Sedari tadi aku memang berpura-pura tidur untuk menghindari tatapannya yang entah mengapa belakangan malah membuat jantungku berdegub keras.

Aku dan TOP sejak menikah memang tidur dikamar yang terpisah. Meski kami sudah sah sebagai suami istri aku tetap menganggapnya sebagi orang lain yang salama ini sangat kubenci , dan TOP pun tak bernah berkeberatan saat aku meminta hal ini. Sepertinya ia memang tak ingin memaksaku untuk tidur di kamar yang sama dengannya. Meskipun seperti itu, ia tak pernah menelantarkanku ataupun menyakitiku. Ia justru sangaaaaattt perhatian padaku dan perhatiannya itu bahkan sering sekali terkesan berlebihan seperti saat kami diresturant sashimi tempo hari.

Dan entah sejak kapan, belakangan jantungku malah sering sekali berdebar keras saat tiap kali aku melihat wajahnya, padahal itu bukan kali pertama ia memperlakukanku seperti itu, melainkan setiap saat  >////<. Kini, aku malah berharap ia menemaniku disini.. Tapi kenapa ia sama sekali tak mengerti ya? T_____T

DUGG!!

Kurasakan sebuah tendangan maha keras dari dalam perutku.

“Astaga,, kau juga sama denganku ya? Apa kau juga ingin ditemani ayahmu?”

DUGG!

Seolah mengerti perkataanku, lagi-lagi ia menendang.

“Oke! Ku anggap itu sebagai YA!” entah kenapa aku malah tersenyum senang.

Dengan hati-hati aku bangkit dari tempat tidur, mengambil salah satu bantal yang tadi kugunakan dan membawanya keluar menuju ruang kerja TOP yang berada diseberang kamarku. Dengan hati-hati kubuka pintu kayu berukuran besar itu tanpa mengetuknya. Sepi. Tak kulihat sosok TOP dibalik meja kerjanya. Tampaknya ia sudah tidur?

Aku melangkah hati-hati menuju tempat tidurnya yang berada di dalam sebuh ruangan kecil yang agak menjorok kedalam tanpa pintu penghalang.

Kosong! Lagi-lagi aku tak menemukan sosoknya. Kemana ia??

“Ehem.. Ehem.. mencariku?” ujar TOP dengan suara berat dari arah belakang. Aku membalikkan tubuhku dan mendapatinya yang sedang memasang tampang bingung. Sepertinya ia baru saja keluar dari dalam kamar mandi karena rambutnya telihat masih agak basah.

“Er??” aku menggaruk bagian belakang kepalaku, salah tingkah.

“Ada apa? Apa kau sakit?” tanya lagi dengan nada cemas.

“Annio.. hanya saja perutku sakit!” ucapku asal. Kulihat wajahnya berubah cemas.

“Apa kau akan segera melahirkan? Apa perlu kubawa kau ke dokter?? ” aku menggeleng.

“Anni.. bukan sakit yang itu.. hanya saja..” aku menunduk malu. TOP tampak bingung. Namun raut wajahnya seketika berubah saat tanpa sengaja matanya melihat sebuah bantal yang sedari tadi dipeluk Chaehyun saat masuk kedalam kamarnya. Ia tersenyum penuh arti.

“Arraseo.. ayo, mari ku temani kau tidur”

DEG.. DEG.. DEG..                                                                         

Jantungku berdebar amat cepat! TOP kini menyingkap selimut yang menutupi tempat tidurnya lalu naik keatasnya dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Aku masih menatapnya dengan tatapan ragu.

“Ayo kemarilah, tak usah sungkan. Biar aku yang menyembuhkan penyakit perutmu,” ia menepuk-nepuk tempat kosong yang ada di sampingnya. Dengan ragu akupun mulai naik keatas ranjang, namun saat aku akan merebahkan diriku keatas bantal, TOP malah menarik bantal tsb agak keatas dan melebarkan tangan kanannya kesamping menjadikannya jadi bantal untukku. Kurasakan jantungku makin berdebar tak karuan. Astaga.. dan kini apa yang terjadi?? Ia malah tidur menyamping menghadapku membuat jarak antara wajah kami satu sama lain hanya terpaut 2cm sementara tangan kirinya mengelus-elus perut buncitku.

“Terima kasih anak-anak Appa, kalian memang pintar..” ucapnya dengan mata terpejam masih mengelus-elus perutku lembut. Aku mengerutkan dahi. Apa maksudnya??

“Karena berkat kalian, Appa jadi bisa tidur dengan Eomma kalian lagi setelah sekian lama kami tak pernah tidur bersama,” lanjutnya. Lalu ia menatapku dalam. Omona >////////////////////////<.

TBC.

Hahahhahahahahhahaha gimana??? Puas?? Kyy si ga puas hahaha.. buat AHRA sabar ya.. LOVE STORY-nya baru part 1 kok,, masi ada part 2 😛 /PLAKK

Ni gatau kenapa partnya NGALIRR LANCARRRR BANGET pas bikin hahaha.. mungkin karena susana hati saya lagi senang gara” 5jib yang saya beli random ternyata dapet cover yang sesuai harapan… DONGHAE!!! Ahahahaahahhahaha /SARAP

Dan part kali ini yang tadinya mw dibikin agak gimana gitu ya **lirik Hyejin** jadi mesti di pending dulu gara-gara hati saya lagi nge-PINK sesuai waran cover 5jib hahahahaha XD /GAJE

kemarin siapa yang minta dipanjangin hayo??? ini ud panjang banget loh hahaha

Gimanaaaaaaa??? Ada yg bisa nebak ga siapa yang bawa Binwoo ke dorm? Terus ada hubungan apa antara Hara ma Minho? Kenapa Hara nangis?? Ayoooo… hahahaa

Mohon R-C-L nya XD~~~

yang ga bisa comment WP silakan komen TWITTER>> @yoendaELF 

GOMAWO~~~~~~~

Iklan

8 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part. 11 “LOVE STORY I”

    1. jgankan lo, w jg suka ma cerita w kali ini wkwkwk
      efek 5jib kmren ni.. jadi mood gw baik.. perasaan gw nge-PINK mulu sesuai covernya hahaha ♥.♥
      so.. kalo mw yg ky gini lgi jada mood gw biar bgus terus ya hahaha XP

  1. akhir’y cyaeyon tdur jga ma suami’y TOP.satu lg nyunji jd dak dik duk der sma psangan’y couple he he he jangan2 jtuh cinta

  2. kyaaaa..yg bagian akhir aku seneng bgt akhirnya chaehyun bisa nerima seunghyun..hyunjae jg sepertinya mulai ada rasa lg sama donghae..part ini bikin aku seneng..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s