SUPA DUPA DIVA -Part 12. ‘LOVE STORY 2?’

 

READ, LIKE, COMMENT!

NO PLAGIARSM!

NO BASHING!

~SUPA DUPA DIVA~

*Author POV*

 

“Ahra-ya! Chukkae!!!” pekik Daesung heboh begitu melihat sosok Ahra dibalik pintu ruang latihan koreo. Ahra yang baru saja menjalani latihan bersama member Miina lainnya pun hanya bisa melayangkan tatapan bingung padanya, tapi bukannya menjawab Daesung malah langsung meraih kedua tangan Ahra dan memutar-mutar tubuhnya cepat.

“HUWAAA OPPA HENTIKAN!! JEBAL!!” teriak Ahra. Kepalanya sudah terasa sakit sekali saat tubuhnya diputar-putar seperti itu. Melihat wajah Ahra yang tampak seperti orang yang sudah mau pingsan, Daesung pun segera menghentikannya dan langsung mendudukkan tubuh Ahra di atas kursi kecil yang ada di pojokkan yang biasanya digunakan oleh Hyoyeon saat mengamati murid-muridnya latihan. Binwoo dan Chaeyoung yang penasaranpun segera mendekat kearah mereka, sementara Hyoyeon sudah kabur keluar begitu melihat sosok Daesung –pria yang selama ini selalu mencoba mendekatinya- masuk kedalam ruangan yang sama dengannya, jadi sebelum Daesung melihat sosoknya ia pun lebih memilih untuk pergi sesegera mungkin.

“Ada apa sih? Kenapa heboh sekali??” Binwoo berkacak pinggang. Ia tak habis pikir kenapa pula manajernya itu sepertinya tampak bahagia sekali begitu bertemu dengan Ahra. Tidak mungkinkan jika Daesung juga ingin mendekati Ahra agar dicomblangi dengan Jiyoung layaknya yang dilakukan Hyoyeon pada Ahra?

“Hehehe,” lagi-lagi bukannya menjawab, Daesung maolah menatap ketiganya bergantian sambil tertawa tak jelas.

“YA! JAWAB OPPA! BUKANNYA TERTAWA!” sosor Chaeyoung, spontan membuat ketiga lainnya menatap dirinya dengan tatapan kaget+bingung+aneh+heran jadi satu. Tak biasa-biasanya sang leader yang selalu tampak sabar itu kini baru saja malah berteriak kepada manajernya. Masalahnya dengan Minho rupanya beberapa hari belakangan ini memang membuat moodnya rusak total! Tapi, tak ada satupun selain dirinya –dan Minho tentu saja- yang mengetahui hal ini.

“Ppali malhaebwa!” ucapnya datar namun sarat akan perintah.

“Ahra.. Ahra jadi tamu tetap di acara Oh My School.”

——

Sesuai dengan apa yang dikatakan Daesung kemarin siang, keesokan paginya Ahra langsung dibawa Daesung kesebuah gedung sekolah dimana filming acara itu dilakukan. Begitu sampai di parkiran, Ahra yang memang belum terlalu banyak mempunyai kenalan di kalangan artis pun mau tak mau jadi harus ‘SKSD’ dengan yang lainnya.

“Ahra-ssi, nanti saat dipanggil kau harus masuk kedalam dengan lima orang bintang tamu wanita lainnya. Dan di dalam nanti juga sudah menunggu keenam namja idol lainnya yang akan kau pilih sebagai partner. Kuharap kau mengerti. Ok?” arah salah seorang PD acara pada Ahra. Ahra yang baru pertama kali ini menjalani syuting acara varietyshow seorang diri –tanpa member Miina lainnya- hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Entah maksudnya bingung atau paham. *Author ditendang Ahra*

—–

*AHRA POV*

“Masuk!” seorang co-PD memberikan aba-aba. Aku, Jaekyung ‘rainbow’, Son Eunseo, Hyorin ‘sistar’, Cha Dahye, dan Jung Juri pun segera masuk kedalam ruangan. Di dalam, bisa kulihat beberapa namja idola lainnya yaitu Minho ‘Shinee’, Lee Hongki ‘FT Island’, San E, Taecyeon ‘2PM’ Lee Hyunjin, dan Simon D sudah duduk tenang dibangku mereka masing-masing.

Seperti apa yang dikatakan  PD padaku tadi, kali ini memang ada pemilihan partner, dan betapa terkejutnya aku saat Sam-D Oppa dan Hongki Oppa yang selama ini kukagumi memilihku! Mimpi apa aku semalam tuhan??? >/////<

Jujur saja, aku ingin sekali memilih keduanya! Tapi berhubung hanya boleh memilih satu, mau tak mau kuputuskan untuk memilih Sam-D Oppa, walau sebenarnya aku lebih ingin memilih Hongki Oppa. Tapi, berhubung dalam beberapa acara yang lalu aku selalu mengatakan bahwa aku adalah fans dari Hongki Oppa, aku jadi tak berani memilihnya karena salah-salah nanti bisa jadi yang ada malah skandal yang timbul dan lagi bisa-bisa aku malah lebih menyukai Hongki Oppa dari pada Yoseob Oppa yang jelas-jelas belakangan ini memang sedang gencar-gencarnya kudekati.. HAHAHAHAHAHA~

—–

“YA~~~ Kenapa kau tidak memilihku tadi???” protes Hongki Oppa saat semuanya sedang istirahat untuk makan siang.

 “Hehehe.. Mian, Oppa. Aku berfikir kau kan lebih tampan dari Sam-D Oppa, jadi pasti kau akan dapat partner yang lebih baik dari pada aku, kan kasian Sam-D Oppa, takut tidak ada yang memilih,” kilahku dengan memasang wajah tanpa dosa saat mengatakan semua hal itu padanya.

“YA!! Apa maksudmu aku tak laku??????” pekik sebuah suara bernada berat dari arah belakang. Perlahan kubalikkan kepalaku kebelakang dan mendapatkan sesosok namja berkepala besar tengah melipat kedua tangannya di depan dada dan menatapku dengan tatapan super tajamnya. MATI AKU!

——

Gara-gara kepergok bicara seperti itu di depan Sam-D Oppa, sepertinya ia jadi sedkit kesal padaku. Padahal sudah kubilang itu semua hanya bercanda saja untuk menyenangkan hati Hongki Oppa, tapi raut wajahnya tetap saja tak seceria sebelumnya saat melihatku dan ia juga tampaknya agak kurang bersemangat saat permainan hingga akhirnya kami berdua mendapatkan poin terendah dan terpaksa harus ‘drop out’ dari kelas. HUWEEEEEE~ masa baru mulai acara aku sudah tereliminasi??? (T^T).

“BABO VIVI!!!! BABO AHRA!!!” batinku seraya memukul-mukul kepalaku pelan begitu kamera sudah tak lagi merekam gambarku yang kini sudah berada di ruang ganti untuk mengganti pakaian. Begitu selesai mengganti pakaian dan membereskan semua barangku kedalam tas, aku dan Daesung Oppa pun keluar menuju van yang terparkir di lapangan voli depan pintu masuk.

“Ahra-ya! Semangat!!!” teriak seseorang dari arah sebuah mobil sedan berwarna silver yang terparkir tak jauh dari van kami. Aku memicingkan mataku dan mendapati Sam-D Oppa tampak menari-nari aneh disamping mobilnya. Tampaknya ia mencoba menyemangatiku.

“Jangan cemas, kita pasti akan dipanggil kembali oleh mereka!” teriaknya. Aku tersenyum lalu mengangguk. Benar! Pasti aku akan dipanggil kembali kemari, karena aku kan guest tetap dalam acara ini! Hahahaha~

 

~mRs.ChoiLee~

*Chaeyoung POV*

You better run

Cause there’s gonna be some hell today

You better run

And that’s the only thing I’m gonna say,hey

I wish I know the right from the start

that I was dancing with the dark

You better run

Devil,Run,Run,Devil,Run Run

Run Devil Devil Run Run

 Ponselku yang kuletakkan diatas meja sedari tadi berdering keras, entah untuk keberapa puluh kalinya dan itu semua berasal dari penelpon yang sama. Choi Minho.

 You better run

Cause there’s gonna be some hell today

You better run

And that’s the only thing I’m gonna say,hey

I wish I know the right from the start

that I was dancing with the dark

You better run

Devil,Run,Run,Devil,Run Run

Run Devil Devil Run Run

 Lagi-lagi ponsel LG Chocolate-ku –yang juga menjadi ponsel seragaman dengan member Miina lainnya sejak kami menjadi grand ambassador merek ponsel ini- berdering keras. Lelah bernyanyi terus menerus akhirnya ponsel yang memang sejak kemarin belum ku charge ulang baterainya itupun akhirnya mati total akibat kehabisan daya. Aku mengeha nafas berat lalu bengkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar kamarsetelah sebelumnya mengambil coat yang tergantung rapih dibalik pintu kamar dan juga kunci mobilku yang tergeletak diatas meja rias.

Kulirik sebentar jam dinding yang tergantung diatas pintu kamar mandi. Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam dan Binwoo serta Ahra sudah tidur di kamar mereka masing-masing. Kuambil sepasang sepatu dari dalam rak, asal, memakainya lalu membuka pintu apartment dan beranjak keluar.

“CHAEYOUNG-AH!!!” teriak seseorang saat aku baru saja menekan tombol buka kunci pada kunci mobilku.

“Ya!! Kenapa teleponku tak kau angkat-angkat!!!??”

 Aku berbalik, dan betapa terkejutnya aku saat melihat sosok namja yang kini berlari kearahku. Aku kembali berbalik, berlari kecil menuju mobilku yang hanya tinggal selangkah lagi. Namun aku kalah cepat, karena ia sudah keburu mencengkram kedua tangnku kuat dan menarikku kedalam pelukkannya.

 “Kenapa kau begitu keras kepala, huh!?” ucapnya. Minho melepaskan pelukkannya padaku, namun tidak dengan cengkraman tangannya. Ia kini malah membuka pintu mobil disamping kemudi, memaksaku masuk kedalamnya dan merampas paksa kunci mobil yang ada di dalam genggamanku kemudian duduk dibelakang kemudi dan segera menjalankannya.

“YA! APA MAUMU!?” aku menatapnya sengit. Bukannya menjawab, Minho malah memperdalam pijakkannya pada pedal gas hingga kecepatannya bertambah 2 kali lebih cepat dari kecepatan semula.

Sepanjang jalan tak ada satupun percapakan yang terjadi diantara kami. Aku sibuk mengatur perasaanku yang seolah mau meledakkan bom atom pada namja disebelahku ini sementara ia tampak sibuk berkonsentrasi mengemudi.

“Untuk apa kesini!?” tanyaku saat tahu-tahu mobilku ini sudah berhenti ditepi sebuah bukit dimana pemandangan malam kota Seoul dapat terlihat dengan jelas. Minho diam. Aku juga ikut diam. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Entah apa yang ada di otaknya saat ini, yang jelas aku ingin sekali menggetok kepalanya itu dengan kunci inggris yang ada di bagasi belakang karena saking kesalnya. Sembarangan saja ia merampas kunci mobilku dan membawaku kemari!!

“Kau tahu?” Minho diam sejenak. Aku diam tak merespon.

 “Tempat ini adalah tempat favoritku saat kecil. Dulu aku dan Hyunjaelah yang pertama kali menemukan tempat ini..” ujarnya.

‘Ya! Bagus sekali kau Choi Minho! Untuk apa kau menceritakan hal ini padaku? Dan HEY!! Setelah kemarin dengan Hara, sekarang kau juga dengan Hyunjae!!???’ aku meliriknya penuh emosi. Tanapa aku sadari tangan kananku sudah terkepal kuat.

“Sejak saat itu aku menyukai tempat ini,” lanjutnya sambil tersenyum, tanpa sekalipun memandang kearahku yang sudah siap menerkamnya!

“Dan kau tahu?” Minho menolehkan kepalanya menatapku. “Saat itu kami berjanji akan membawa orang yang akan menjadi pasangan hidup kami kelak ketempat ini,” ujarnya dengan tatapan lembut. Mataku melebar mendengar ucapannya.

“Kau yakin begitu, huh!?” ia mengangguk pasti. Aku berdecak.

“Ya, yakin sekali kau tuan Choi! Apa kau tidak ingat beberapa hari yang lalu kau melakukan apa dengan Hara?? Ya! Hanya orang gila saja yang akan memaafkan namja chingunya memeluk gadis lain dengan erat seperti itu di dalam ruangan tertutup dan sesepi itu! Berhenti mendekatiku! Karena berpacaran denganmu itu adalah suatu kesalahan bagiku!” cecarku penuh emosi. Tapi tanpa kusadari sejak awal air mataku terus mengalir dengan deras. Minho mentapku dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Tanpa aba-aba iapun langsung menarikku dalam dekapannya.

“Uljima..”bisiknya ditelingaku sambil mengtelus-elus kepalaku penuh dengan kasih sayang.

“Maafkan aku sayang, aku hanya mencoba menghibur Hara saja. Saat itu aku melihat ia baru saja ditolak oleh Junhyung Hyung, ia sangat sedih dan begitu melihatku ia malah menangis histeris. Karena tak ingin ada yang melihat jadi aku membawanya kembali ke ruangan KARA, namun ternyata disana tak ada satupun member KARA lainnya. Jujur aku sangat merasa kasihan padanya, aku tak tega jika harus meninggalkannya sendirian. Dan saat aku baru saja memeluknya untuk menenangkannya, kau malah melihat semuanya,” jelasnya degan sabar. Minho memegangi wajahku dengan tangannya dan melepaskan pelukkannya, mencoba memperjelas pandangannya pada wajahku yang aku yakini sangat kacau akibat menangis.

“Itu semua salah paham saja, arra?” entah dorongan darimana kepalaku langsung mengangguk pelan. Minho tampak tersenyum senang dan kembali menarik tubuhku, menenggelamkannya kedalam pelukkan hangatnya.

“Jadi.. Apa kau memaafkanku?” tanyanya ditelingaku. Aku diam, namun akhirnya mengangguk, membuatnya semakin mempererat pelukkan kami.

~mRs.ChoiLee~

*Hyunjae POV*

Hari ini adalah hari ketiga aku berada di Jepang. Sepanjang hari sejak kedatanganku di Osaka hariku dipenuhi dengan segunung jadwal syuting iklan, pemotretan dan wawancara dengan salah satu majalah di Jepang. Ini adalah kali kedua aku datang ke Jepang setelah sebelumnya adalah untuk kegiatan filming MV Miina, My everything, dan beruntung kali ini setelah semua jadwal terpenuhi aku dapat kesempatan untuk tinggal sehari lebih lama lagi untuk menikmati suasana kota Osaka.

Mengenai Mnet scandal. Kemarin aku telah menyelesaikan semuanya. Begitu sampai Jepang, tepatnya begitu sampai hotel aku langsung tidur sampai pagi karena kelelahan dan lupa menghubungi Jonghun, dan siangnya tepat pukul 12.00 saat kami harus menghubungi satu sama lain dan mendengarkan nada sambung pribadi kami masing-masing –lagu cinta untuk tanda meneruskan kencan, dan lagu sedih untuk tanda tidak meneruskannya- aku pun menghubunginya melalui ponsel couple kami.

#FLASHBACK#

Ooh~ I’m in love

Ooh~ I’m fall in love

duryeobjin andeyo geudaewa hamgge ramyeonsesangeun neomu areum dabjyo

Aku tertegun begitu mendengar lagu yang kunyanyikan terlantun dalam nada sambung pribadi milik ponsel couple yang dipakai Jonghun. Apa artinya ini ia ingin melanjutkan kisah kami?

Aku tersenyum, bukan senyuman kegembiraan tapi juga tidak menunjukkan raut kesedihan. Yang jelas perasaanku sedang berkecamuk saat ini. Kutekan tombol END pada layar ponsel, meletakkannya diatas meja cafe yang sedang kutempati sekarang mencoba memberi kesempatan pada Jonghun yang sebentar lagi pasti akan menghubungiku.

Drttt.. Drttt…

Benar saja, tak sampai satu menit berselang, ponsel itupun bergetar hebat dengan nama Jonghun tertera pada layarnya. Namun, getaran itu tak berlangsung lama sampai akhirnya berhenti. Aku tersenyum datar kemudian bangkit dari kursi tempat aku duduk di salah satu cafe ini menuju pintu keluar, meninggalkan ponsel hitam canggih itu tergeletak begitu saja diatas meja. Seorang VJ m-net scandal yang sengaja mengikutiku dari Korea pun tampak eluar dari tempat persembunyiannya dan segera mengamankan ponsel itu untuk dikembalikan pada pihak mnet scandal lagi nantinya.

“Kau yakin ini pilihanmu?” Seungri Oppa menepuk pundakku pelan. Aku menoleh, lalu mengguk dan tersenyum yakin padanya.

“Ne, aku yakin sekali, Oppa.”

#FLASHBACK#

“Aku yakin itu adalah yang terbaik,” aku hanya bisa tersenyum saat mengingatnya.

We broke up today, lagu yang kunyanyikan sendiri itu lah yang kupasang sebagai nada sambungku dihari Jonghun menghubungiku. Entah bagaimana responnya saat mendengar lagu itu, tapi yang jelas aku hanya tak ingin jika nantinya aku terlalu terbawa perasaan dan ia malah menganggapku sebagai kekasihnya yang sebenarnya, padahal ini hanya virtual couple.

Dengan langkah perlahan aku menyusuri penjuru taman resort dimana aku tinggal selama beberapa hari ini di Osaka seorang diri. Tumben sekali bukan? Padahal biasanya kemanapun aku pergi harus ada orang yang menemani terlebih di negara asing yang bahasanya tak ku kuasai ini. Seungri Oppa tampaknya sibuk mengurusi sesuatu karena sejak pagi-pagi sekali ia sudah sibuk menerima telepon dan menyuruhku untuk berjalan-jalan sendiri.

“AH! Kyuhyun Oppa kan sedang ada konser KRY di Jepang saat ini! Kenapa aku tidak melihatnya saja!!??” aku bertepuk tangan, senang kemudian berlalari kembali menuju kamarku yang berada di lantai 6. Begitu sampai di kamar segera kuraih tas jinjing –yang kugunakan saat berangkat kemari dari Korea itu- yang tergeletak diatas kursi yang ada di dekat meja rias dan langsung mengorek-ngorek isinya, mencoba mencari sebuah benda lipat berwarna merah muda dari dalamnya.

“EH!??” pekikku. Karena tak jua menemukan benda lipat yang kumaksud itu akupun langsung membaliknya dan menumpahkan semua isinya keatas tempat tidur. Bedak, parfume, dompet, uang logam, notes, pulpen, sapu tangan, obat, i-pod, novel, dompet, kuncir rambut, charger ponsel semua berhamburan keluar. Kubuka semua retsleting yang ada di dalamnya dan kembali membalikkannya, tapi nihil! Tak ada lagi barang yang tersedia di dalamnya. Tas itu kosong!

“Kemana PONSELKU!?????????????????????!!!!!”

Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Bagaimana tidak!? Ponsel itu meskipun bukan keluaran terbaru tapi ponsel itu adalah ponsel kesayanganku, ponsel terakhir yang dibelikan eomma sebelum akhirnya ia jatuh koma hingga saat ini, ponsel yang sudah hampir 3 tahun ini selalu menemani hari-hariku, ponsel yang bahkan sudah tak terbayang kadar ke-lemot-annya karena terlalu banyak memori yang terpakai dan terlalu sering digunakan ber-ONLINE-ria namun memiliki banyak kenanangan. Dan yang lebih penting lagi, semua nomor orang yang ku kenal sejak aku masih sekolah juga ada disana. Tapi, ada satu yang kucemaskan jika ponsel itu benar-benar raib dan jatuh ketangan orang lain yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang mungkin akan mengubah hari-hariku kedepan dan membuat skandal yang sangat besar nantinya.

“ARGH!!!!!!!!!!!!!!!”

~mRs.ChoiLee~

*Author POV*

Jonghun tampak sedang duduk sendirian disalah satu bangku yang ada di dalam sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk perkumpulan anggota mahasiswa hukum universitas Inha. Sebelah tangannya tampak mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja, sementara tangan kanannya tampak memutar-mutarkan sebuah benda berwarna merah muda diatas meja dengan jari telunjuknya. Sebuah ponsel Lollipop dengan gambar ‘doremi’ sebagai gantungannya.

Ia melirik ponsel itu sekilas kemudian kembali dibukanya benda berwarna merah muda itu hingga menampakkan sebuah foto yang menjadi wallpaper pada layarnya. entah mengapa tiap kali melihatnya hatinya seperti diremuk keras. Sakit sekali!

#FLASHBACK#

“Jangan lupa. Begitu sampai disana kabari aku, ok?” Jonghun mengelus pelan kepala Hyunjae pelan sambil tersenyum begitu Hyunjae sudah bersiap akan masuk kedalam untuk take off. Hyunjae mengangguk mengiyakan.

“Gureom. Kalau aku tidak lupa ya, hehe,” candanya. Jonghun hanya tersenyum, tak membalasnya.

“Masuklah. Mereka sudah menunggumu,” ucapnya. Hyunjae mengangguk lalu berbalik meninggalkannya seraya menarik koper ungu muda di tangan kirinya dan berbaris menjalani pemeriksaan awal di pintu masuk keberangkatan.

“Jangan lupa kabari aku!” teriak Jonghun sesekali melambai kearahnya. Ia menoleh, lalu mengangguk mengiyakan sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya. Cukup lama Jonghun berdiri ditempatnya sampai akhirnya PD dan VJ mnet scandal yang sengaja mengikutinya sejak ia menjemput Hyunjae di dorm memberi tanda bahwa filming telah berakhir.

“Semoga kisah kita akan berlanjut,” gumamnya lalu berbalik mulai meninggalkan tempatnya semula.

Srett..

 Jonghun segera menghentikan langkahnya saat merasa kaki kirinya menendang sesuatu. Iapun menunduk lalu membungkuk, meraih sebuah benda lipat berwarna merah muda dengan ‘doremi’ sebagai hiasannya.

“Eh? Bukannya ini milik Hyunjae?” gumamnya. Ia berniat untuk menghubungi Hyunjae melalui ponsel couplenya, namun terlambat, pesawat yang ditumpanginya baru saja lepas landas. Jonghun diam cukup lama sebelum akhirnya memasukkan benda berwarna merah muda tersebut kedalam saku jaketnya dan pergi meninggalkan bandara dengan mobilnya.

——

Sesampainya dirumah, Jonghun meletakkan jaketnya begitu saja diatas meja belajarnya, dan tanpa ia sadari membuat sebuah benda kecil terjatuh kelantai hingga membuat suara yang cukup bising. Jonghun yang kaget pun segera melihatnya dan mendapatkan ponsel lipat itu sudah dalam keadaan terbuka baterainya. Dengan segera ia pun meraihnya dan kembali memasangnya. Ia meraih sebuah bantal dan meletakkannya di kepala tempat tidur lalu bersandar disana sambil menunggu ponsel itu menyala, memastikan bahwa ponsel itu dalam keadaan baik-baik saja.

Jonghun yang semula tampak senang dan tersenyum riang saat melihat beda tsb menyala dan dalam keadaan baik-baik saja kini raut wajahnya tampak berubah total! Jari tangannya kerkepal kuat, dadanya terasa nyeri, dan napasnya pun memburu.

“ARGH!!!” tiba-tiba saja tangan kanannya yang menganggur kini malah melempar kuat sebuah pajangan kristal yang semula terpajang rapih diatas nakas disamping tempat tidurnya ke arah sebuah pigura kaca besar yang memajang foto seorang gadis cantik yang tergantung tepat di dinding yang menghadap kearah tempat tidurnya.

“AKU TAK AKAN MELEPASKANMU!” teriaknya. Lalu melemparkan sebuah majalah musik dengan wajah Donghae sebagai covernya kelantai dan menginjaknya penuh emosi lalu meraih kunci motornya dan keluar dari kamar.

#FLASHBACK END#

Sejak melihat foto Hyunjae bersama Donghae yang dijadikan sebagai wallpaper ponselnya, dan juga saat mengetahui bahwa di dalamnya masih banyak tersimpan foto lainnya yang menunjukkan kemesraan antara Hyunjae dan Donghae, sikap Jonghun yang memang dingin –sesuai dengan apa yang dikatakan beberapa orang lain pada Hyunjae- jadi jauh lebih dingin. Dan sejak hari itu juga  langsung merombak total penampilannya.

“Omo! Jonghun Oppa~~ Kau tampak terlihat lebih keren dan TAMPAN!” pekik seorang gadis begitu melihat Jonghun tengah duduk sendirian di ruang perkumpulan dengan penampilan barunya. Rambut jonghun yang semula hitam kini berubah pirang. Jonghun meliriknya sebentar lalu bangkit dari duduknya menuju pintu keluar.

“Oppa~~ Mau kemana??? Sebentar lagi rapatnya dimulai!!” pekiknya seraya mengejar Jonghun sampai kepintu keluar ruangan, namun terlambat Jonghun sudah menghilang entah kemana. Gadis itu tampak merengut sebal. Sudah lama ia menyukai Jonghun dan selama itu pula ia terus diacuhkan olehnya, dan meski ia dan Jonghun berada di tingkat yang sama dan juga usia yang sama ia tetap saja memanggil Jonghun dengan sebutan ‘Oppa’.

Ia menghentak-hentakkan kakinya kesal lalu berjalan menuju salah satu meja untuk duduk disana, namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap sebuah benda asing diatas meja yang tadi ditempati Jonghun.

“Wah~ Ponsel Jonghun Oppa!” pekiknya riang lalu dengan segera meraih dan membukanya. Matanya segera melebar, melotot tak percaya, namun perlahan raut terkejutnya itu perlahan berganti dengan sebuah seringaian.

 

~mRs.ChoiLee~

 

*Author POV*

Hari ini pada akhirnya gosip simpang siur yang mengatakan bahwa Chaerin akan bergabung dengan Miina akhirnya terbantahkan dengan munculnya ia bersama sebuah grup ballad berisi 3 orang wanita, dimana 2 diantaranya adalah wajah yang tidak asing lagi bagi para penduduk Korea. Grup itu bernama BalladS, terdiri atas seorang anggota idol grup, seorang actress dan seorang trainee, yaitu Luna f(x), Hyerin dan juga Chaerin.

Kualitas Luna sebagai seorang penyanyi memang sudah tak perlu diragukan lagi namun ia hanya diberi posisi sebagai lead vocal, sementara main vocal dipegang oleh Hyerin yang diam-diam ternyata memiliki kualitas bernyanyi yang cukup baik –yang belakangan ia buktikan dengan sebuah lagu soundtrack yang ia nyanyikan sendiri dalam drama yang dibintanginya, You’re beautiful-, sementara itu Chaerin akan memulai debutnya sebagi seorang vocalist sekaligus violist dalam grup.

Media pun gempar, mereka tak pernah mengira bahwa Hyerin pada akhirnya akan debut sebagai seorang penyanyi, dan mereka pun sangat menantikan penampilan grup ballad ini pada acara musik minggu ini. Mereka penasaran bagaimanakah jadinya jika seorang idola yang terkenal dengan gerakkan dancenya yang energic dan seorang actrees yang mengambil bagian dalam grup vocal serta seorang trainee yang lulus dari sekolah music akan bersatu dalam sebuah grup ballada?

 

~mRs.ChoiLee~

*Hyerin POV*

Karena persiapan debutku sebagai seorang penyanyi disamping kegiatanku sebagai seorang actress, waktu luang yang kumilikipun semakin berkurang. Kuliah untuk sementara kutinggalkan dan memilih untuk cuti sementara, agar drama yang kubintangi tetap berjalan dan waktu latihan vocalpun dapat dijalani. Lelah sebenarnya, namun mau bagaimana lagi semua ini harus ku jalani karena bagaimanapun sejak kecil impianku adalah menjadi seorang penyanyi bukan seorang aktris. Dan aku harus menjalani ini semua jika tidak ingin impianku hilang begitu saja.

Dan kini, kami bertiga tengah duduk di dalam sebuah ruang tunggu, menunggu giliran make up untuk acara pemotretan cover album kami yang akan segera diliris.

DRttt..

Ponselku bergetar keras. Panggilan masuk. Gikwang Oppa~

Dengan seulas senyuman lebar akupun segera mengangkatnya.

“Jagiya~~” sahutnya begitu sambungan kami tersambung. Aku tersenyum senang.

“Ne??”

“Kau pasti sibuk ya?? Sudah makan??” tanyanya dengan nada cemas. Aku mengangguk.

“Ne. Sudah kok, kau sendiri?? Awas jangan lupa makan nanti kau sakit,” ujarku selembut mungkin. Ah~ entah mengapa tiap kali berbicara dengannya rasa lelahku seolah menghilang begitu saja.

Cukup lama aku berbicang dengan Gikwang di telepon sampai akhirnya sambungan kami terputus karena ia harus bersiap-siap latihan.

“Wah.. telepon dari Cheondoong Oppa, ya eonni?” Luna melirikku sambil tersenyum penuh arti. Aku meliriknya dari pantulan cermin meja rias sambil memasang senyum kikuk. Bagaimana tidak, yang baru saja menghubungiku itu bukan tunanganku sendiri melainkan namja lain yang beberapa hari lalu sudah resmi jadi pacarku, atau lebih tepatnya selingkuhanku.

“Eh? Hehe, ne,” jawabku kikuk. Luna tampak tersenyum penuh arti, sementara Chaerin yang belum terlalu lama mengenalku tampak bingung.

“Siapa itu Cheondoong?” tanyanya pada Luna.

“Oh, Cheondoong itu tunangannya Hyerin eonni. Dia seorang pengusaha, dan wajahnya juga tampan! Aigoo~ senang sekali jika jadi dirimu eonni!” Luna menatapku dengan wajah berbinar-binar. Aku hanya tersenyum kaku.

Aishh.. andai saja mereka tahu bahwa yang menghubungiku itu bukannya Cheondoong tapi Gikwang entah apa yang akan mereka katakan padaku. Jujur aku memang merasa sangat bersalah pada Cheondoong karena hal ini, tapi perasaanku yang selama ini memang sudah menyukai Gikwang sudah tidak dapat terbendung lagi, dan Gikwang juga tidak keberatan jika harus menjadi ‘yang kedua’ bagiku, lagipula aku dan Cheondoong juga sudah beberapa bulan ini tak pernah bertemu karena ia sibuk dengan perusahaannya dan ia juga sangat jarang menghubungiku lagi, mungkin dalam sebulan ia hanya menghubungiku sekitar 2-3 kali saja dan itupun tidak dalam durasi yang lama. Dan hal ini membuatku merasa kesepian karena biasanya ia selalu menempelku dan seolah selalu mengawasiku dimana aku berada, jadi begitu ia sudah tak lagi di dekatku aku jadi merasa kesepian dan butuh perhatian. Dan disaat itulah Gikwang hadir membawakan cinta tulusnya untukku. Bagaimana aku bisa menolaknya?

~mRs.ChoiLee~

*Chaehyun/Hyejin POV*

Hari ini entah untuk keberapa kalinya aku terbangun dan mendapati diriku berada di dalam kamar TOP. Aku tersenyum. Kuputar badanku perlahan dan mendapati sisi kiriku sudah kosong. Kemana dia?

Perlahan aku bangkit dari posisi tidurku mencoba mengembalikan sepenuh nayawaku yang sempat berhamburan entah kemana saat tidur tadi sebelum akhirnya berjalan keluar. begitu tanganku membuka pintu kamar TOP, tercium sebuah aroma sedap yang berasal dari arah dapur.

“Siapa yang masak?” tanyaku, bingung, karena tak biasanya dirumah ini tercium sebuah aroma masakan Korea karena biasanya selalu tercium aroma masakan Jepang dan Eropa karena hampir semua pelayan yang bekerja dirumah ini adalah orang Jepang. Terlebih ini adalah pagi hari, jadwalnya sarapan, bukan jadwal untuk makan makanan berat.

Dengan langkah hati-hati, dengan tangan kanan yang terus mengelus-elus perut buncitku dan tangan kiri yang memegangi pinggangku yang terasa pegal karena setiap hari selama 24jam harus menanggung beban berat.

“Yeobo, kau sudah bangun?” TOP tampak terkejut saat melihat aku sudah duduk di meja makan dan menatapnya dengan tatapan aneh. Bagaimana tidak aneh, selama kami menikah baru kali ini aku melihatnya memasak di dapur yang bentuknya seperti pantry yang dapat dilihat langsung dari arah meja makan.

“Kau masak apa?” tanyaku sambil mengambil sehelai roti tawar dan mengolesinya dengan selai kacang lalu mengunyahnya.

“Aku masak ttokpoki. Semalam entah mengapa aku bermimpi makan ttokpoki bersama denganmu dan kedua anak kita, dan begitu terbangun aku jadi ingin memasaknya,” ujarnya. Aigoo~ entah mengapa tiap kali ia mengatakan ‘anak kita’ wajahku jadi terasa panas >/////<. Astaga sepertinya kini aku memang sudah benar-benar mencintainya!

~mRs.ChoiLee~

*AUTHOR POV*

“ARGH!!!!” Hyunjae mengerang sambil meremas perutnya keras. Wajahnya pucat. Seharian ini ia yang semula berencana untuk mendatangi konser KRY yang juga dilaksanakan di Jepang terpaksa dibatalkan karena tiba-tiba saja perutnya terasa perih.

Seungri yang awalnya mengira Hyunjae sedang berjalan-jalan diluar langsung panik saat mendapati anak asuhnya itu kini sudah tampak lemas tak berdaya diatas tempat tidur yang bentuknya sudah berantakan dengan semua barang yang tadi pagi dikeluarkan Hyunjae dari dalam tasnya.

“Ya! Hyunjae-ah, wae gurae????” pekiknya seraya mengguncang-guncangkan tubuh Hyunjae yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Hyunjae mendongakkan kepalanya perlahan, menatap Seungri dengan tatapan terlemah yang pernah Seungri lihat darinya.

“S-saki..t” rintihnya. Dengan segera, Seungripun memanggil pihak hotel lewat telepon kamar untuk menyiapkan mobil lalu memapah Hyunjae yang sudah tampak lemah sekali itu untuk keluar dari kamar saat seorang petugas yang tadi ia panggil datang.

BRUKK.

Tiba-tiba saja tubuh Hyunjae ambruk. Ia pingsan.  Seungri yang panik langsung membuka pintu dan menarik petugas hotel itu kedalam kamar untuk membantunya menggotong tubuh Hyunjae menuju lobby hotel, mamasukkannya kedalam mobil yang ia pesan dan mengantarkannya segera ke rumah sakit terdekat.

~mRs.ChoiLee~

Tepat pukul 11.00 Hyejin sampai di depan sebuah klinik kandungan tempat dimana ia biasanya memeriksakan kandungannya. Kali ini ia masuk seorang diri, tidak ada TOP yang menemani seperti biasanya karena ia ada rapat mendadak di resort, ia datang hanya dengan diantarkan oleh seorang supir yang menunggunya di parkiran.

Setelah memeriksakan kandungannya, Hyejin yang entah kenapa ingin memberikan kejutan pada TOP di kantornya meminta pada supir yang mengantarkannya itu untuk berhenti di depan sebuah cafe untuk membelikan beberapa makanan kecil dan kopi hangat untuk sang suami.

“Aku pesan segelas kopi hangat, segelas cokelat hangat dan 3 potong blueberrycake untuk dibawa pulang,” ucapnya dalam bahasa jepang yang fasih pada seorang pelayan Cafe. Pelayan itupun mengangguk dan segera membuatkan pesanannya begitu Hyejin memberikan beberapa lembar Yen padanya.

Selama menunggu, Hyejin memilih untuk duduk disalah satu bangku yang berada di dekat meja kasir. Namun baru saja ia akan duduk, matanya menangkap sesosok namja yang belakangan ini selalu membuat jantungnya berdegub keras tengah berciuman dengan seorang gadis asing.

“Ini pesanan anda, nyonya,” ucap si pelayan yang tahu-tahu sudah berdiri disamping Hyejin seraya menyerahkan sekotak kue dan sejinjing kertas karton berisi minuman pesanannya. Tepat disaat pelayan itu menepuk bahu Hyejin, TOP, namja yang baru saja ia lihat tengah berciuman mesra dengan gadis asing itu tampak terkejut.

“HYEJIN-AH!” teriaknya seraya melepaskan tautan bibirnya pada sang gadis. Hyejin tampak murka, dengan secepat kilat ia lantas berlari keluar tanpa membawa pesanannya.

“HYEJIN-AH!!!” teriaknya. Tapi Hyejin tak peduli. Hatinya terlalu sakit. Bagaimana mungkin suaminya yang ia pikir selama ini sangat mencintainya dan ia bahkan baru belajar mencintainya itu kini malah berciuman dengan wanita lain DI DEPAN UMUM!

“HYEJIN!!!!!” teriaknya lagi, namun kali ini lebih keras. Ia tetap tak peduli!

“HYEJIN AWAS!!!!!!!!!!!!!!!”

CKITTTTTTTTTTTT… BRUKKKKKKKKKKK!

 Tepat saat itu sebuah mobil sport berkecepatan tinggi menghantam tubuh Hyejin yang saat itu tengah berlari keseberang jalan, mencoba menjauhi TOP yang terus mengejarnya.

“HYEJIN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

TBC

 

##mian klo ga puas ma part kali ini ya.. magh saia lagi kumat jadi bikinnya ngebut daripada ga publish sama sekali. Huhu

Dan kali ini LOVE story-nya juga kyy dikit bget dan lebih ngarah ke TRAGIC story kyy, bener ga? Maap ya~

COMMENT PLEASE~

yang ga bisa comment WP silakan mention >> @yoendaELF. dikritik juga gapapa m(-__-)m

 

 

Iklan

23 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 12. ‘LOVE STORY 2?’

  1. ah, cerita tentang hyejin ma top yg udah gw tunggu lama!
    gila!!!, knp jd bgini?…
    lu bikin ceritanya trlalu trburu” untuk membuat gw kecewa bacanya!!!
    kenpa harus dg ciuman?
    wih lu mah bkin gw kecewa ama ceritanya hyejin.
    hiks,….

  2. Yahhh kasian bangt si hyejin 😦
    Padahal udah mula suka AMA si TOP

    Tapi ttp suka kok AMA ni fanfiction
    Boleh ga kalo dipostnya seminggu 2 Kali
    Heheh hanya sekedar Saran aja kok oennie 😀

  3. Huuuch,. Parah bnget tuh si Top, ddpanx caehyun ja kxkx mnis, ech g taux dblakang malh kyk gtu,. Gmn nsih caehyun, truz hbungan hyerin ma gikwang endingx gmn kira2, mau dtruh mna lgy si ceondong, hehe

  4. omona..t.o.p?? Koq tega sih..kasian chaehyun..
    Hyunjae jg tiba2 sakit gitu..eh hyerin lg seneng selingkuh sama gikwang..complicated..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s