SUPA DUPA DIVA -Part.13

SUKA = WAJIB COMMENT

GA SUKA = GA USAH BACA!

INGETTTTTTTTTTT!!! NO BASHING!! 

NO PLAGIARISM!!!!

YANG GA BISA COMMENT wp BOLE MENTION AJA >> @yoendaELF 

INGAT PERGANTIAN WARNA “~mRs.ChoiLee” menandakan perpindahan tempat/cast

~SUPA DUPA DIVA~

♫♫♫*Backsound:: because my person –G.Na

Cherish that person – yoseob BEAST*♫♫♫

*Author POV*

Choi Resort and Company, Osaka, Japan

10.25 waktu jepang

Bipp.. Bipp..

Ponsel TOP yang ia letakkan di atas meja tepat disamping laptop miliknya berdering nyaring. TOP yang saat itu tengah sibuk menandatangani beberapa file yang baru saja diberikan oleh sekertarisnya yang juga berkebangsaan Korea mau tak mau memalingkan wajahnya dari tumpukkan file itu kearah sebuah benda hitam nan tipis yang sejak tadi terus berkedip.

Begitu mengetahui bahwa yang berbunyi barusan adalah alarm ponselnya, TOP segera meraih benda hitam nan tipis itu dengan tangan kanannya dan segera menekan angka 1 pada panggilan cepat ponselnya itu. Nae anae. Itulah nama yang diberikannya pada Hyejin di dalam kontak ponselnya.

“Yobseoyo~” sapa Hyejin dari seberang telepon. Dari nada suaranya kentara sekali kalau Hyejin sepertinya baru saja bangun tidur. Entah mengapa hanya mendengar suara Hyejin saja sudah membuat TOP tersenyum lebar.

“Ye, yobseoyo. Yeobo, maaf siang ini aku ada rapat dengan investor dan kemungkinan besar aku tak dapat mengantarkanmu ke dokter kandungan, gwenchana?” ujar TOP dengan nada menyesal. TOP selama ini memang selalu menjadi suami SIAGA alias SIAP-ANTAR-JAGA yang selalu mengantarkan istrinya itu kemanapun tanpa diminta termasuk urusan cek up dokter kandungan seperti yang harus dilakukan Hyejin hari ini, biasanya ia bahkan rela tak masuk kerja hanya untuk mengantarkan dan menemani istrinya itu sepanjang hari, namun tidak dengan kali ini. Hari ini ia akan kedatangan seorang investor yang sangat penting yang mau tak mau membuat dirinya yang menjabat sebagai PRESIDENT DIREKTUR pada Choi resort and Company ini mesti turun tangan secara langsung karena rapat kali ini tak hanya menyangkut keberlangsungan Choi resort yang ada di Jepang, tetapi juga perusahaannya yang ada di Korea dan Amerika, jadi mau tak mau ia mesti hadir dalam rapat dan merelakan Hyejin pergi tanpa dirinya.

“Hmmm.. Arraseo,” terdengar di telinga TOP Hyejin sedang menghela napas berat. Hal ini tentu membuat TOP merasa tak enak hati.

“Nanti aku akan mengirim tuan Yamada untuk mengantarmu ke dokter kandungan, jangan cemas. Dan ingat jangan coba-coba kau pergi sendirian sebelum orang suruhanku datang menjemputmu, OK!?” tegas TOP. Lagi-lagi Hyejin menghela napas, namun kali ini diakhiri dengan cekikikkan. Sepertinya ia geli sendiri karena tahu sifat posesif suaminya itu tak pernah hilang.

“Ye~ ARRASEO!”

——-

“Hi, Choi Seunghyun!” sapa seorang wanita sambil memasang senyuman menawannya. TOP yang baru saja keluar dari ruang rapat setelah menjalani rapat yang cukup panjang dan melelahkan dengan beberapa investor pun membalikkan tubuhnya kearah sumber suara yang baru saja memanggilnya barusan.

“Jina?” panggilnya dengan raut tak percaya namun seulas senyuman tak dapat disembunyikan dari wajahnya. Wanita yang dipanggil Jina itu pun tampak tersenyum senang dan langsung menghambur kearah TOP dan memeluknya erat. TOP yang mendapat serangan seperti itupun langsung saja membalas pelukkannya.

“Hya! Kau tampak semakin tampan saja!” ujarnya seraya memukul pundak TOP ringan begitu pelukkan mereka terlepas.TOP hanya tersenyum.

“Eh! Bagaimana kalau kita bicara sambil makan siang?” Jina menamandang TOP, menunggu jawaban darinya, dan begitu TOP mengangguk iapun segera menggaleng lengan kiri namja berwajah sangar itu dan membawanya turun melewati lift dan mengajaknya masuk kedalam mobil pribadinya.

“Memang kita mau kemana? Kenapa tidak makan di resort kami saja?” ucap TOP yang tadi tak sempat protes karena Jina tahu-tahu sudah menggiringnya masuk kedalam porsche hijau miliknya. Jina yang asik menyetir hanya meliriknya sekilas sambil memasang wajah misterius.

“Sudah sampai!” ucapnya begitu mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir rapih didepan sebuah kafe yang terletak dipinggir jalan. Jina membuka pintu mobilnya dan mempersilakan namja itu turun dan mengikutinya sampai kedalam kafe.

“Ini kafe milikmu?” tanya TOP yang penasaran karena sejak mereka berdua masuk kedalam kafe seluruh karyawan yang ada disana memberikan salam pada mereka. Jina hanya tersenyum lalu mempersilakan TOP untuk duduk disalah satu meja yang terletak agak menyudut.

“Bukan, ini kafe milik kakakku, namun selama ia tinggal di Eropa, akulah yang bertindak untuk mengurusinya.”

——

*TOP POV*

Choi Jina, itulah nama dari gadis yang saat ini tengah asik berceloteh ria mengingat akan kenangan-kenangan kami saat masih tinggal di Kanada. Sejak kecil aku memang sudah tinggal di Kanada dengan nenekku dan selama tinggal di Kanada itulah aku mengenal Jina. Jina adalah sesosok gadis dengan kepribadian yang dewasa dan penampilannya juga bisa dibilang cukup sexy dan menawan. Meski kedua orang tuanya adalah keturunan Korea, namun Jina ini berkewarganegaraan Kanada. Aku bingung kenapa ia kini malah ada di Jepang bukannya Kanada. Dan tadi ia bilang kalau ia datang ke resort sengaja hanya untuk menemuiku setelah mendapatkan info aku ada di Jepang.

“Lalu apa yang membawamu ke Jepang? Bukankah kehidupan di Kanada jauh lebih mengasyikkan daripada di Jepang?” tanyaku seraya mengaduk-aduk secangkir mocca latte yang baru saja dihidangkan oleh salah seorang pelayan kepadaku kemudian meneguknya.

“Ah.. Disana tidak asik! Tidak ada kau! Hahahahaha.. “ candanya. Namun entah mengapa aku merasa ada sedikit nada kegetiran didalamnya, dan ini membuatku jadi tak enak hati. Aku dan Jina dulu memang sempat menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat kami berada dibangku SMA dan itu tak berlangsung lama. Aku sebenarnya hanya terbawa perasaan saja saat itu karena terlalu lama mengenalnya aku jadi merasa seperti memiliki perasaan yang lebih padanya, yang belakangan ini aku sadari bahwa perasaan itu hanyalah perasaan saying layaknya seorang kakak kepada adiknya.

“Oppa.. Jujur saja aku masih mengharapkanmu..” ucapnya dengan nada penuh pengharapan, sontak membuatku yang sedang meneguk isi dalam cangkir kopi milikku jadi tersedak.

“Oppa.. gwenchana???” tanyanya panic sambil menepuk-nepuk punggungku. Aku mengangkat tangan kiriku, memberi tanda bahwa aku baik-baik saja.

“Hm.. Jina-ya.. sebenarnya… aku sudah menikah,” ucapku begitu napasku sudah kembali normal. Jina tampak shock, namun tak lama ia malah tertawa.

“Hahaha! Tidak mungkin! Kau ini bukan orang yang konyol yang suka bercanda Oppa! Aku tahu kau sedang menipuku~ Hahahaha…” tawanya. “Lagipula jika kau benar sudah menikah masa halmeoni tidak diundang? Masa aku tidak diundang? Aku kan sahabatmu Oppa~ Huahahaha..”

Tampaknya ia tak percaya jika aku memang benar-benar sudah menikah. Jina-ya, asal kau tahu saja pernikahanku ini memang tidak pernah dirayakan. Bahkan kami juga tidak melakukan pemberkatan layaknya pengantin lainnya, tapi kali hanya mengurus semuanya diatas secarik kertas yang kami daftarkan di cacatan sipil. Bagaimana aku bisa menjelaskannya?

“Aku bersungguh-sungguh Choi Jina,” ucapku. Kali ini Jina menghentikan tawanya dan beralih menatapku dengan pandangan shock. Ia sepertinya masih ingat kebiasaanku yang akan memanggil nama lengkapnya jika aku sedang benar-benar serius.

“A-apa buktinya?”

Aku menatapnya sebentar lalu ku keluarkan ponselku yang ku selipkan di dalam saku jas dan menyodorkannya kehadapannya.

“Kau lihat wanita hamil yang ada di foto itu?” Jina menatapnya lekat lalu memandang lurus kearahku.

“Dia istriku..

“…dan dia sedang mengandung anak kami.”

Bletak..

Ponsel yang berada dalam genggaman Jina perlahan terlepas dan jatuh keatas meja. Raut wajahnya yang semula selalu penuh dengan senyuman kini berubah jadi penuh dengan kesedihan. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“Kumohon Oppa. Tolong kau katakan bahwa semua ini adalah MIMPI! Kau tidak serius mengatakannya. Iya kan?” pintanya dengan nada bergetar. Aku menatapnya prihatin.

“Tidak Jina. Aku serius. Dia Seo Hyejin, dia istriku,” tegasku. Jina tertawa getir. Dengan segera ia menghapus airmatanya yang tanpa ia sadari sejak tadi perlahan sudah mulai turun kemudian menundukkan kepalanya. Cukup lama ia menundukkan wajahnya seperti itu sebelum akhirnya kembali menatap wajahku dengan raut wajah seperti yang sebelumnya saat kami bertemu di resort tadi.

“Kalau begitu berikan aku satu kecupan selamat tinggal!” Jina bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyerang bibirku bertubi-tubi dengan bibirnya. Sejujurnya aku ingin sekali menolaknya namun aku tak tega jika nanti ia akan lebih sedih lagi, lagi pula ia bilang ini adalah kecupan selamat tinggal, dan setelah ini kami mungkin tidak akan bertemu lagi. Yang aku harapkan saat ini adalah semoga Hyejin tidak melihatnya.

“Ini pesanan anda, nyonya,” ucap salah seorang pelayan yang amat terdengar jelas di telingaku.

Aku memfokuskan penglihatanku yang sempat kabur akibat sempat terbawa suasana akan kecupan-kecupan dari bibir Jina. Dan aku mendapatkan sekitar 5meter dihadapanku berdiri seorang pelayan yang tengah menepuk-nepuk bahu seorang wanita yang tampak terpaku ditempatnya memandang kearahku. Tunggu dulu kearahku??

DAMN! Itu kan…

 “HYEJIN!” teriakku seraya melepaskan tautan bibirku dari bibir Jina. Hyejin tampak memandangku dengan tatapan murka. Wajahnya merah padam. Lalu ia berlari keluar toko tanpa mempedulikan panggilanku ataupun pelayan itu. Baru kali ini aku melihatnya semarah itu.

“Mian,” ucapku pada Jina yang tampak sakit hati karena aku tiba-tiba saja melepaskan tautan bibir kami kemudian berlari keluar mengejar Hyejin

 “HYEJIN-AH!!!” teriakku saat melihatnya berlari menyusuri jalanan trotoar jalan yang siang itu tampak lengang karena jam makan siang memang sudah berakhir sekitar setengah jam yang lalu.

 “HYEJIN!!!!!” teriakku lagi, namun kali ini lebih keras. Ia tetap tak peduli!

“Aishh gadis ini bair sedang hamil kenapa larinya cepat sekali!??” pikirku karena sejak tadi aku berlari dengan kaki panjangku ini tetap saja aku tidak bisa menyamai langkahnya yang masih berjarak 15 meter di hadapanku. Ia tampaknya lari tak tentu arah karena kini ia malah menyebrangi jalan raya yang siang itu memang tampak sangat lengang sekali bahkan tak bisa kulihat ada satupun kendaraan yang melintasinya disaat lampu penyebrangan masih memberikan tanda merah.

Tapi, tak lama kemudian aku dapat melihat sebuah mobil sport dengan kecepatan diatas rata-rata melaju kearahnya.

“HYEJIN AWAS!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku dan dengan segenap tenaga akupun berlari kekencang mungkin agar dapat menariknya namun…

CKITTTTTTTTTTTT… BRUKKKKKKKKKKK!

 “HYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEJINNNNNNNNNNNNNNNNNNNN ANDWAE!!!!!!!!!!!!!”

~mRs.ChoiLee~

Bagaimana? Apa keadaanmu sudah membaik?

Sebuah pesan dari nomor yang sama sekali tak Binwoo kenal tiba-tiba saja sampai di dalam inbox ponselnya, membuat Binwoo mengerutkan keningnya bingung.

“Kenapa?” tanya Nana, teman sekelas Binwoo sejak ia menjejakkan kakinya di bangku kelas 1 SMA ini dengan tatapan ingin tahu. Binwoo mendelik, kemudian menggeleng cepat seraya memasukkan kembali ponsel LG Chocolate-nya itu kedalam blazer seragamnya.

“Anniya,” Nana tampak memanyunkan bibirnya, kemudian kembali meneganggakkan tubuhnya dan menyandarkannya pada sandaran bangku setelah mendapatkan jawaban dari Binwoo yang menurutnya amat sangat tidak memuaskan itu.

“Ah. Kau tidak asik,” ujarnya. Dahi Binwoo berkenyit bingung.

“Ah!” Nana menepuk kedua tangannya tiba-tiba, membuat Binwoo terkejut akan tingkahnya barusan. “Kau tahu tidak ada boyband baru yang akan debut.. dan kalau tidak salah salah satu personelnya itu adalah kakak kelas kita disini! Apa kau kenal dia???” tatapnya penuh minat. Binwoo menelengkan kepalanya, tampak berfikir.

“Siapa?? Nan molla, aku tidak begitu mengikuti-”

“YA! Kau ini bagaimana sih.. Kau kan artis, masa tidak tahu perkembangan K-pop begitu????” potongnya yang otomatis membuat Binwoo menatapnya dengan pandangan sebal. Dalam hatinya yang terdalam ia merutuki nasibnya karena harus menerima nasib satu bangku dengan orang seperti Nana yang hobi sekali memotong ucapannya dan selalu saja ingin ikut campur urusan orang.

Binwoo menarik napas pelan, membuangnya, lalu menariknya kembali.

‘Kenapa aku bisa sesial ini????’ batinnya. Tapi, mendengar ucapan Nana sebelumnya, membuat Binwoo jai sedikit penasaran. Akan ada sebuah boyband baru yang akan debut dan salah satu anggotanya adalah kakak kelasnya? Siapa? Hal ini tentu saja membuatnya jadi ningin tahu dan mengenal siapa namja itu.

~mRs.ChoiLee~

*Author POV*

Seorang pria tampak resah berjalan bolak-balik tak tentu arah di depan sebuah ruangan bertuliskan ‘ruang operasi’ pada baigian lampu hijau yang berada tepat diatas pintu ruangan. Jantungnya sejak tadi berdegup tak karuan. Meski baru 10 menit ia berada disana, entah kenapa rasanya ia sudah berdiri selama seharian.

Ckrett..

Terdengar suara pintu runagan terbuka. Ia pun segera menghampirinya saat melihat sesosok pria berpakaian serba piru lengkap dengan topi dan masker operasinya keluar dari dalam ruangan.

“Tuan Choi, istri anda berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan,” ucap pria tsb dengan bahasa jepang, TOP memandangnya dengan tatapan shock. Jantungnya kali ini bahkan berdetak 3x lipat lebih cepat dari yang sebelumnya.

“M-maksud anda?” tanyanya dengan nada bergetar.

“Anda harus memilih salah satu diantara mereka.”

Mendengar itu hati TOP mencelos. Kakinya mendadak lemas. Bagaimana mungkin ia dapat memilih diantara kedua hal yang amat disayanginya?? Bagaimana mungkin ia dapat memilih antara wanita yang dicintainya dan anak yang selama ini dinantikannya.

“Tuan Choi..”

“ISTRI SAYA! SELAMATKAN HYEJIN!!!!”

 ~mRs.ChoiLee~

“Argh…” erang Hyunjae dari atas tempat tidur sambil memegangi perutnya yang masih terasa perih dengan tangan kanannya, sementara tangan satunya tertancap selang infus yang membuat sebelah tangannya itu terasa agak sakit.

“Dongsaeng-ah! Kau sudah sadar!???” pekik Kyuhyun girang saat dirinya mendengar erangan dari mulut adiknya yang sejak kemarin siang diberi suntikkan obat penenang. Hyun yang baru saja sadar dari tidur panjangnyapun hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba memperjelas penglihatannya yang agak kabur.

“Op-pa..” panggilnya serak begitu melihat sosok Oppanya itu dengan jelas. Kyuhyun tersenyum sumringah, lalu ia segera berlari keluar dan menyuruh Seungri yang menunggu diluar bersama Donghae, dan Sungmin untuk segera memanggil dokter. Donghae dan Sungmin pun segera masuk kedalam begitu Kyuhyun menyuruh mereka masuk.

“Ya~ kau ini membuat kami kaget tahu!” ucap Sungmin begitu melihat dongsaeng dari si magnae evil itu sudah siuman.

“Ne! Kau itu hampir saja membuat show KRY semalam berantakkan!” lanjut Kyuhyun. Hyun hanya tersenyum lemah.

Kemarin, begitu Hyun jae dilarikan kerumah sakit Seungri langsung menghubungi Kyuhyun yang saat itu juga ada di Jepang –bersama KRY dan kedua member Super Junior lainnya, yakni Donghae dan Sungmin untuk acara showcase KRY- untuk memberitahukannya bahwa Hyunjae masuk rumah sakit. dan begitu mendengar kabar tsb Kyuhyun yang sudah berada di dalam gedung pertunjukkan untuk acara Showcase langsung mau pergi saat itu juga menyusulnya tapi hal itu tentu saja tak terjadi dan showcase tetap berjalan sesuai jadwal. Begitu selesai acara Kyuhyun juga awalnya mau berencana akan segera ke rumah sakit, namun pihak manajemennya melarangnya dan membujuknya agar pergi keesokkan harinya guna menghindari fans yang pasti masih berjaga disekitar mereka. Dan kini, begitu ada waktu luang disaat Yesung dan Ryeowook mengisi acara sebagai bintang tamu di salah satu acara talkshow Jepang, mereka bertiga pun memilih untuk datang kemari secara diam-diam agar tak tercium media.

“Kau ini kenapa? Pasti magh kronismu kumat ya? Kan sudah kubilang kau itu kalau makan harus tepat waktu, jangan banyak memilih-milih makanan!” cecar Donghae membuat Kyuhyun, Sungmin, Hyunjae, bahkan Seungri dan seorang dokter wanita yang baru saja masuk kedalam ruang rawat Hyun melayangkan tatapan aneh padanya.

“Wha.. hyung, kau tahu darimana kalau dongsaengku ini punya penyakit magh dan suka sekali pilih-pilih makanan??” Kyuhyun menelengkan kepalanya bingung. Donghae tampak salah tingkah sementara Hyun sudah komat-kamit tak jelas sambil mentapnya dengan tatapan tajam.

“Maaf, biar saya periksa dulu kondisi pasiennya,” ujar seorang dokter yang sudah siap dengan sebuah stetoskop yang bertengger di kedua telinganya. Kyuhyun mengangguk dan segera mempersilakan dokter tersebut untuk memeriksanya.

Begitu melihat sang dokter akan meriksa bagian perut Hyun, dengan sigap Donghae langsung menggiring semua namja yang ada didalam ruangan itu untuk keluar, termasuk Kyuhyun.

“YA! Kenapa kami semua dibawa keluar!?” protes Sungmin begitu mereka semua sudah berdiri di depan kamar ruang rawat Hyun dan Donghae malah berdiri tepat di depan pintu kamar dengan melipat kedua tangannya di depan dada, bertindak bagaikan seorang bodyguard yang diperintahkan untuk mengawal sebuah ruangan penting dimana seorang presiden tengah bertugas di dalam.

“Hey, kalian tidak lihat apa tadi Hyun lagi diperiksa, dan dokter itu mau memeriksa bagian perutnya, masa kita tetap di dalam? Kalian ini pria macam apa (=_=”)”

——

“Huekkkk… Huekkk..” entah untuk keberapa kalinya Hyunjae memuntahkan semua isi dalam perutnya yang nyaris tak berisi makanan lagi kedalam lubang closet. Kyuhyun berdiri disampingnya dengan sebelah tangan memegangi infusan Hyunjae yang tak mungkin dicabut sementara sebelah tangannya lagi sibuk memijit-mijit tengkuk dongsaengnya agar merasa lebih baik.

“HOEEKKKKK…” kali ini Hyunjae benar-benar memuntahkan semua isi dalam lambungnya itu sampai tak bersisa. Tubuhnya terasa lemas, sangat lemas. Kyuhyun melihatnya prihatin. Dengan sebelah tangannya yang semula sibuk menepuk-nepuk bahu dongsaengnya itu ia membantu Hyunjae untuk bangkit dan menyuruhnya berkumur terlebih dahulu di wastafel sebelum menuntunnya kembali keatas tempat tidur.

“Hey, sebenarnya kenapa bisa sampai masuk rumah sakit, huh?” tanya Kyuhyun seraya mengelus-elus kepala adiknya lembut layaknya seorang kakak yang mencemaskan keadaan adiknya. Saat ini hanya ada Kyuhyun dan Hyunjae yang ada di ruang perawatan, Seungri selalu berjaga diluar kamar untuk mengawasi keadaan sementara Sungmin sudah kembali ke hotel dan Donghae entah kemana.

“Aku tahu penyakit maghmu itu memang sangat kronis tapi aku tak pernah tahu jika penyakitmu itu bisa sampai membuatmu pinsan dan dirawat dirumah sakit seperti ini,” lanjutnya lagi. Hyun sejak smp memang mulai mengidap penyakit magh dan penyakitnya itu semakin menjadi dan berubah jadi kronis akibat sifatnya yang selalu memilih-milih makanan dan waktu makannya yang tak pernah teratur, tapi selama ini ia tak pernah sampai jatuh pingsan hanya karena penyakitnya ini. Pasti ada sesuatu yang lain yang membuatnya seperti ini.

“Sebenarnya apa yang kau pikirkan sampai-sampai membuatmu stres?” tanyanya lagi saat teringat bahwa dokter Tomohisa yang memeriksanya tadi mengatakan pada Kyuhyun bahwa kemungkinan besar Hyun pingsan adalah akibat dari tak kuat menahan rasa sakit yang mendera lambungnya ditambah stres yang di deritanya.

“Oppa..” Hyun menatap wajah kakak laki-lakinya itu dengan tatapan lemas campur takut.

“Huh? Ada apa?”

“Jika aku mengatakan ini apa kau akan marah padaku?” tanya Hyun dengan suara serak. Kyuhyun menautkan kedua alisnya, menatap adiknya dengan tatapan bingung.

“Ya.. baiklah aku tidak akan marah padamu,” Kyuhyun mengangguk pasti. Hyun mendesah lalu menarik napas berat.

“Oppa.. Ponselku hilang.”

“Lalu?”

“Di dalamnya ada foto aku dan Donghae Oppa saat kami masih berkencan dulu.”

“MWO!?? K-kau?? D-donghae hyung???” Kyuhyun terpekik sambil menunjuk-nunjuk kearah adiknya ta percaya. Tepat disaat itu juga pintu ruang perawatan Hyun terbuka. Donghae masuk kedalam sambil menenteng sekantung makanan untuk makan malam ia dan Kyuhyun dan meletakkannya diatas meja yang ada di depan sofa samping ranjang perawatan.

“Ada apa??” tanyanya polos saat melihat Kyuhyun memasang tampang tercengo yang pernah ia punya sambil menunjuk-nunjuk kearahnya dan Hyunjae.

“YA! Hyung!!! Kapan kau mengencani adikku???????”

——

Setelah memberitahukan bahwa ponselnya hilang entah dimana pada Kyuhyun dan Donghae yang membuat Kyuhyun tahu bahwa Hyun dan Donghae pernah berkencan tak lama setelah perkenalan mereka saat Donghae menginap di rumahnya beberapa tahun lalu bersama Kyuhyun, entah mengapa Hyunjae jadi merasa sedikit lega karena seolah salah satu bebannya telah terlepas. Kyuhyun yang Hyunjae kira akan memarahinya malah sekarang mencoba mendekati Donghae dan Hyunjae kembali.

Pantas saja Donghae mati-matian menolak ajakkan Sungmin dan manajernya yang menyuruhnya untuk segera kembali ke Hotel dan membiarkan Kyuhyun yang berjaga disana, pikir Kyuhyun saat itu.

“Hey, asal kalian tahu saja ya, aku lebih senang jika kalian berkencan lagi saja, setidaknya Hyunjae tidak akan jatuh ke namja yang tak kunal. Lagi pula aku juga dari dulu berniat mendekatkan kalian berdua. Bagaimana?” Kyuhyun menepuk pundak Hyunjae dan Donghae dengan sebelah tangannya masing-masing. Donghae tampak tersenyum puas, berbeda dengan Hyun yang seolah masih ‘agak’ sedikit enggan bila harus kembali pada Donghae jika saja ia teringat alasan mereka putus dan alasan Hyunjae akhirnya mau menjadi seorang idola.

“Sudahlah Oppa, yang jelas yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kedepannya? Jika ponsel itu jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab bisa-bisa hubunganku dan Donghae Oppa akan terkuak, dan di dalamnya juga banyak kenanganku dengan eomma dan lagi akun me2day, twitter, heello, dan facebook-ku yang ada di ponsel itu tidak ada yang aku SIGN OUT!”

“Makanya kalau mau menyimpan data-data penting jangan kau taruh di ponsel! Kalau sudah begini kan sulit!” ujar Kyuhyun dengan nada sedikit membentak membuat Hyun yang medengarnya jadi semakin ciut nyalinya.

“Yasudah.. sekarang kau online saja lewat ponselku, kau update twittermu dan katakan bahwa ponselmu hilang dan kau juga harus segera mengganti semua password akun sosialmu, ok?” Donghae menyerahkan blackberry hitam miliknya ketangan Hyunjae dan langsung menggiring Kyuhyun keluar dari kamar, membiarkan Hyunjae sendirian di dalamnya.

Cukup lama Hyunjae hanya menggenggam dan hanya menatap ponsel milik Donghae yang ada di tangannya itu tanpa sekalipun mencoba membukannya.

“Buka… Tidak.. Buka.. Tidak… Buka..”

Setelah lama bergelung dalam kegamangan akhirnya Hyun memberanikan dirinya membuka ponsel Donghae dan mengakses semua akunnya lalu mengganti semua passwordnya dengan password yang baru. Setelah selesai, awalnya Hyun ingin memanggil Donghae kembali untuk menyerahkan ponselnya itu, namun hati kecilnya melarangnya dan dengan penuh rasa keingin tahuannya iapun membuka gallery ponsel itu.

“Humphhhh..” Donghae menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Matanya memanas. Di dalam galery foto itu banyak sekali terdapat foto-foto dirinya yang diam-diam diambil Donghae sejak dirinya masih menjadi trainee sampai sekarang.

~mRs.ChoiLee~

*CHAEYOUNG POV*

“EONNI!!!!!!!!!!!!!!!! AKU AKAN MENIKAH!!!!!!” teriak seorang gadis berperawakkan layaknya anak-anak saat aku tengah mempelajari sebuah konsep MV yang akan memasangkan diriku sebagai tokoh utamanya. Begitu mendengar kata ‘MENIKAH’ tentu saja membuatku membulatkan kedua bola mataku ini  dan langsung memandangnya dengan tatapan tak percaya.

“MWOYA!!??? Kau kan baru debut!” pekikku begitu dirinya sudah berdiri dihadapanku. Bukannya menjelaskan atau balik memandangku dengan tatapan takut, si gadis kekanakkan ini malah senyum-senyum tidak jelas.

“Ehehehe.. Annieyo.. aku akan menikah di WGM!!! Yoohooo~~~~~~~~~~~~~~~~~~”

“MWO!!???” pekikku tak percaya.

“Ne eonni!!!! Dan kau tahu siapa yang akan jadi partnerku nanti????” tanyanya dengan tampang misteriusnya. Aku menggeleng.

“YOSEOB OPPA~~~~ WOOHOOO~~~” pekiknya riang sembari berlarian tak tentu arah di dalam kamarku. Aku hanya menggeleng-geleng kepalaku pelan. Ckckckck rupanya pamor anak ini memang tengah benar-benar bersinar terang. Baru saja kemarin ia memulai syuting episode pertamanya dalam Oh My School, dan kini ia akan ikut acara yang sangat diimpi-impikan para idol dan pemain di dunia hiburan guna mendongkrak popularitas mereka, WGM. Astagaaaaaaa… dan beruntung sekali bocah itu jika Yoseob memang benar-benar akan menjadi couplenya. Dreams Come True.

——

Drtttt.. Drtttt..

Ponselku yang kuletakkan di dalam saku hoodie bergetar hebat. aku yang tengah mendorong trolly belanjaan bersama Binwoo dan Ahra yang masing-masing tengah sibuk memilih-milih makanan di dalam supermarket 24jam ini pun langsung merogoh kedalam saku dan segera mengangkatnya saat melihat nama namja yang beberapa hari lalu sempat jadi namja paling kubenci di dunia itu tertera pada layar akupun segera mengangkatnya.

“JAGIYA~~~~~~~~~~~~” pekik seseorang dari seberang ponsel. Dahi Chaeyoung berkenyit. Ia menjauhkan ponselnya itu dari telinganya yang terasa penging akibat suara cempreng yang keluar dari speakernya dan segera melihat nama yang tertera pada layar, memastikan bahwa ia  tak salah mengenali nama pemanggil.

“Ya!!! Aku tahu itu kau KEY! Jangan sembarangan memanggilku JAGIYA!” ujarku saat mendengar cekikikkan panjang yang ku kenali sebagai suara Onew dibelakangnya.

“YA!!!” pekik suara lainnya dengan nada berat yang langsung memulai suara bising layaknya orang yang tengah bertengkar mulut dari seberang sana. Aku menggeleng-menggelengkan kepalaku pasrah. Pasti diseberang sana Key dan Minho sedang adu mulut sambil berebut ponsel. Ckckck sungguh kekanakkan!

“Eonni!! Ramyeonnya mau yang jajangmyeon atau kimchi atau seafood????” tanya Binwoo dan Ahra kompak sambil mengacung-acungkan beberapa bungkus ramyeon berbagai merek dengan berbagai rasa dari jarak 5 meter dihadapanku. Aku mendongak, memberi tanda pada mereka agar menungguku.

“YA! JIKA KALIAN MASIH BERTENGKAR LEBIH BAIK KUTUTUP YA!”

Bippppppppp…

Belum sempat ku tekan tombol END pada layar ponselku, hubungan kami sudah terputus. Sial sekali, sepertinya salah satu diantara mereka tadi masih sibuk berebut ponsel hingga salah satunya tanpa sengaja menekan tombol end.

Aishh! Nasib sekali berkencan dengan anak kecil!

~mRs.ChoiLee~

*Author POV*

Disalah satu kamar disebuah rumah sakit di daerah Osaka, seorang namja tampak berdiri sendirian di depan sebuah ruang kaca tempat dimana bayi-bayi yang baru saja dilahirkan berada disana. Belasan hingga puluhan bayi dengan berbagai corak dan warna kain yang membedong tubuh mereka dapat ia lihat dari tempatnya berdiri sekarang.

“eyakkkk… eaaaa..” rengekkan suara khas bayi dapat terdengar jelas ditelingannya dari dalam ruangan yang hanya terbatas kaca dihadapannya. Ia tampak memandangi mereka lama sebelum akhirnya beranjak dari sana sambil tersenyum getir.

TOP melangkah masuk kedalam salah satu ruang perawatan dengan langkah gontai. Dilihatnya seorang wanita yang masih belum siuman ditempatnya dengan alat pendeteksi kehidupan yang terpasang di dadanya dan berbagai selang alat pembantu kehidupan lainnya yang terpasang ditubuhnya dan hal itu membuatnya miris. Ia lantas menarik kursi yang ada di sudut hingga membuatnya berada tepat disamping tempat tidur.

“Mianhae..” ujapnya dengan nada penuh dengan kegetiran seraya mengganggam erat sebelah tangan istrinya yang tak terpasang selang infus. Perlahan air matanya terjatuh menghilangkan kesan sangar yang terukir jelas pada wajahnya. Air mata penyesalan yang selama ini ia sembunyikan seolah tak terbendung lagi dikala teringat suara rengekkan bayi diruang bayi tadi pagi dan rasa bersalahnya pada Hyejin karena dirinya kepergok tengah berciuman dengan gadis lain hingga membuat semuanya jadi seperti ini.

“Mianhae.. Jeongmal mianhada..” lirihnya.

—-

*TOP POV*

‘Wanita ini.. wanita yang tengah terbaring lemah dengan seperangkat alat penyokong kehidupan yang membantunya adalah wanita yang paling kucintai bahkan melampaui ibu kandungku sendiri. Dia.. Seo Chaehyunku.. Seo Hyejinku.. seorang wanita yang membuatku jatuh cinta hanya dengan melihat fotonya yang tengah berfoto akrab dengan ibuku saat ibuku mengirimkan fotonya bersama keluarga sahabatnya saat aku masih sekolah di Kanada. Dan sejak saat itu aku mencintainya.

‘Hanya dengan sebuah foto yang bahkan selalu kusimpan di dalam dompetku inilah aku jatuh cinta padanya. Mencintainya. Bahkan saat itu ak baru saja mengencani Jina. Satu-satunya sahabat wanitaku yang kumiliki di dunia ini. Choi Jina.

‘Dialah gadis yang membuatku segera tersadar dari perasaan semuku pada Jina yang selama ini hanya kuanggap sebagai seorang adik, tidak lebih.

‘Dialah satu-satunya gadis yang mampu membuatku menderita. Membuatku gila hanya dengan memikirkannya dan mampu menghilangkan semua akal sehatku demi memilikinya!

‘Dia, dialah wanita pertama yang mampu membuatku membuang jauh-jauh gengsiku dihadapan seorang Choi Siwon agar aku dapat mengamatinya diam-diam dikala ia datang ke kediaman mereka.

‘Dialah gadisku.. gadis yang dengan segala cara kulakukan hanya untuk menjadikannya sebagi milikku.

‘Hanya untukku..’

“Aku mencintainya tuhan.. sangat mencintainya! Aku bahkan rela jika harus menyerahkan semua yang kumiliki asal jangan pernah kau mengambilnya dari sisiku. Ku mohon tuhan..”  doaku dalam hati masih menggenggam erat tangannya. Aku bersumpah demi apapun, segalanya akan kulakukan demi kesembuhan Hyejin.

Kutatap wajah Hyejin lekat. Perlahan kurasakan jari Hyejin yang ada di dalam genggamanku terasa bergerak.

“DOKTER!!!!!” aku berlari keluar kamar menuju ruang jaga dan menarik salah seorang dokter secara asal dan menyuruhnya segera memeriksa keadaan Hyejin yang perlahan membuka matanya.

~mRs.ChoiLee~

Entah apa yang memulainya. Tiba-tiba saja Hyunjae teringat akan sosok Chaehyun, sahabatnya sejak dibangku SMP dan mendadak ia jadi merasa sangat merindukannya. Sudah sejak terakhir kali dirinya menghubungi Chaehyun lewat ponsel saat sahabatnya itu akan berangkat ke perancis hingga saat ini ia tak pernah bisa menghubunginya kembali. No ponsel Chaehyun sudah tak aktif lagi. Sepertinya gadis itu sudah mengganti nomor ponselnya dengan nomor lokal agar lebih irit.

“Tapi harusnya ia kan menghubungiku!! Facebook, Me2day,twitter,Cyworld semuanya ia non aktifkan! Sebenarnya ada apa dengannya??? Kenapa perasaanku tidak nenak ya???” Hyunjae mengacak-acak rambutnya frustasi.

Seharian ini ia hanya duduk ditempat tidur seorang diri. Kyuhyun dan Donghae sudah kembali ke Hotel mereka dan bersiap untuk berangkat ke Cina, sementara Seungri, tampaknya ia sedang mencari makan untuk dirinya sendiri.

Hyunjae hanya bisa menghela napas panjang. Ia bosan. Sedari tadi yang ia lakukan hanya menonton tv yang acaranya bahkan sama sekali tak ia mengerti karena semuanya ditayangkan dalam bahasa Jepang yang kurang ia kuasai. PSP yang tadi sempat dipinjamkan Kyuhyun padanya pun sudah dibawa sang pemilik, dan i-pad yang dipinjamkan Donghaepun hanya bisa teronggok pasrah diatas nakas karena kehabisan baterai. Membuatnya semakin merasa bosan dan kembali merindukan sosok sahabatnya yang menghilang bagai ditelan bumi itu.

“Jalan-jalan tak ada salahnya kali ya??”

~mRs.ChoiLee~

“Mana anakku?” ucapan Hyejin barusan membuat TOP merasa tertohok. Sudah hampir dua hari ini ia merasa menjadi orang gila karena menungguinya yang tak kunjung sadar, dan saat sadar istrinya itu bahkan sama sekali tak memandang kerahnya dan malah lagsung menanyakan keadaan anaknya sambil menatap keluar jendela begitu TOP memberitahu bahwa dirinya sudah menjalani caesar.

“Dimana anakku?” tanya Hyejin sekali lagi. Kali ini ia menatap TOP dengan tatapan yang sangat tajam.

TOP diam. Ia tak mengatakan apapun. Raut wajahnya yang semula tampak berseri akibat Hyejin yang baru saja tersadar dari tidur panjangnya mendadak mengendur.

“MANA ANAKKU!!!??” teriaknya tak sabaran.

BLETAKK

Tanpa mereka berdua sadari, seseorang baru saja menjatuhkan segelas kaleng minumannya keatas lantai hingga membuat isinya yang masih tersisa setengah itu tumpah membasahi lantai. Orang itu tampak terkejut saat tanpa sengaja dirinya melihat dan mendengar percakapan mereka berdua dari sisi pintu geser kamar rawat yang tak sepenuhnya tertutup rapat. Wajahnya tampak terkejut. Tubuhnya bergetar hebat. ia seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.

“Maldo andwae…”

TBC

Maap banget buat HYERIN Yang part ini sama sekali gak nongol *bow*

dan maap juga kalo part ini lebih ke cerita Hyunjae sama Hyejin maapppppp ><

saya juga mau jawab pertanyaan *ato malah pernyataan ya??* di part” sebelumnya.. kenapa ga dibikin 1 minggu 2 kali aja??

jawababannya.. karena ini blog pribadi.. dimana sebenernya bkin ff itu jg cm keisengan saya aja di kala gda kerjaan, jadilah ff ini cm bisa dibikin update 1 minggu sekali soalnya otaknya cuma ada satu, pemiliknya cm ada satu, dan authornya jg cuma ada satu.. jadilah ini FF seminggu sekali tayangnya. mohon pengertian, kesabara dan kesetiannya (?) m(_ _)m

 

 

 

 

Iklan

11 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part.13

  1. aduuuhh, bolot sih top nya!!!
    gmn ini?
    sbenernya gk salah klo hyejin marah, tp ksian jg liat TOP nya, tp emg oon ge.
    wi sangkutnya….
    ko gw yg bingung nih jdinya,wkwk
    wede, maen di wgm jg to jdinya, weleh” sibuk ya gw.haha
    pdhal org baru,

  2. hmm..ternyata salah paham..apa yg ngejatuhin kaleng minuman itu hyunjae y..tp anaknya chaehyun g selamat y..coz t.o.p sedih bgt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s