SUPA DUPA DIVA -Part.14

SUKA = WAJIB COMMENT

GA SUKA = GA USAH BACA!

INGETTTTTTTTTTT!!! NO BASHING!! 

NO PLAGIARISM!!!!

YANG GA BISA COMMENT wp BOLE MENTION AJA >> @yoendaELF

INGAT PERGANTIAN WARNA “~mRs.ChoiLee” menandakan perpindahan tempat/cast

————————————— 

saia mau minta maaf sebelumnya karena minggu kemaren ga bisa Update. jadi sebagai gantinya minggu ini supa dupa diva tayang 2kali

terima kasih atas penantian, kesabaran dan juga doa-nya~ hoho ^^

————————————————–

~SUPA DUPA DIVA~

*AHRA POV*

Aku hanya bisa memasang tampang masam ketika melihat Daesung Oppa datang menghampiri kami yang tengah berlatih untuk acara Incheon music festival besok –dengan tampang polos dan tanpa dosanya. Melihatnya membuatku kesal setengah mati!! Bagaimana aku tidak kesal? Sebulan yang lalu ia baru saja mengatakan bahwa aku akan mengikuti program WGM –yang siapapun akan tahu dan merujuk pada salah satu program variety paling popular saat ini, We Got Married, terlebih lagi ia mengatakan bahwa Yoseob Oppa adalah pasangannya!

Tapi.. apa yang terjadi kemudian? Semua angan yang selama ini kuimpikan dan kuharapkan ternyata hanya sebuah guyonan! GUYONAN!! ALIAS CANDAAN belaka! Kurang ajar sekali bukan!!? Tadinya ku kira aku akan benar-benar akan ikut serta dalam acara variety yang paling ingin diikuti oleh semua entertainer di negeri ini itu, tapi ternyata itu semua hanya bahan candaan Deasung Oppa untuk mengerjaiku! Dan yang paling membuatku kesal adalah aku baru mengetahui semua ini SATU BULAN KEMUDIAN!!!!!

Dia itu memang terkenal sebagai manajer yang sangat dekat dengan artisnya, tak hanya Miina –artis yang ia tangani sendiri- tapi artis lainnya juga dekat dengannnya, jadi tak jarang jika ia juga sering bercanda pada kami semua, dan aku juga tak jarang dikerjai olehnya juga TAPI TAK SAMPAI KETERLALUAN SEPERTI INI!!! Dan hal ini jelas membuatku kesal setengah mati!

“Ya~ eonni, apa kau masih marah dengan Daesung Oppa?” bisik Binwoo sambil sesekali melirik kearah Daesung Oppa yang tengah mengobrol dengan Ryu Oppa –asisten manajer kami yang saat ini tengah duduk mengendalikan van dibalik bangku kemudi. Saat ini kami semua sudah berada di dalam van dalam perjalanan menuju Incheon.

Aku meliriknya sekilas lalu membuang muka. Binwoo mengerucutkan bibirnya.

“Ia kan hanya bercanda. Maafkan saja,” Chaeyoung eonni menggendikkan dagunya.

“Aishh.. MOLLA!!!” seruku kontan membuat semua orang yang ada di dalam van ini termasuk seorang coordy yang tak kusebutkan sebelumnya ikut menoleh kearahku. Tanpa mempedulikan mereka semua aku langsung menarik bantal leher milik Binwoo yang sedari tadi hanya ia pangku diatas pahanya lalu menutup wajahku dengan benda itu sambil menyandarkan kepalaku kesamping jok.

MASA BODO! Yang jelas aku tidak mau diajak membahas hal ini lagi. AKU KESAL!!!

——

Begitu sampai di hotel yang menjadi tempat istirahat kami selama di Incheon, aku langsung menyeruak masuk kedalam kamar begitu Chaeyoung eonni membuka pintunya. Dua ranjang berukuran KING SIZE segera menyambutku begitu aku memasukinya.

“HUWAAA!!” teriakku seraya menghempaskan tubuhku yang terasa pegal ini keatas salah satu ranjang yang menghadap langsung kearah balkon.

“EONNI!! AKU KAN SUDAH MENGINCAR TEMPAT ITU DARI TADI~~!!” seru Binwoo kesal karena tempat incarannya sudah kuambil alih. Aku mendongakkan kepalaku, memandangnya sekilas sembari mehrong kearahnya yang dengan segera mendapat balasan tatapan sengit darinya. I DON’T CARE~ aku terlalu lelah untuk sekedar berdebat dengannya. Dan tanpa kusadari akupun mulai terlelap.

——

“Ahra-ya!!” panggil Daesung Oppa saat aku baru saja keluar dari kamar. Aku menatapnya sebal.

“APA!?” ketusku. Deasung Oppa tampak terdiam, dari wajahnya jelas menampakkan tampang bersalah.

“Mianhae…”

Lagi-lagi entah untuk keberapa kalinya dalam beberapa hari ini Daesung Oppa selalu meminta maaf padaku. Dan pada akhirnya akupun luluh juga. Meski hati ini kesal dibuatnya akibat LELUCON-nya yang sama sekali tidak lucu! Tapi mau bagaimana lagi? aku tak berhak untuk marah terlalu lama kepadanya, dia manajaer kami, orang terdekat kami setelah keluarga kami masing-masing, lagi pula ia hanya bermaksud ‘bercanda’ mesti agak ‘sangat’ keterlaluan bagiku (-__-“), bagaimana tidak keterlaluan ia diam-diam selama ini ternyata tahu bahwa aku menyukai Yoseob Oppa, dan ia malah sengaja mengerjaiku bahwa aku akan ikut WGM bersama dengannya. AISHH JINCHA!!

“Tenang saja, sebagai tanda penyesalanku, aku berjanji akan mencomblangimu dengan Yoseob, Otte?? Otte??” kalimat itulah yang tadi berhasil meyakinkanku untuk memaafkannya. Lihat saja jika ia ternyata berbohong lagi maka aku akan benar-benar menghajarnya!

——-

“Kwon Ahra!!!!” pekik seorang namja saat aku baru saja akan masuk kedalam van yang akan membawa kami langsung kembali ke Seoul. Aku berbalik, dan langsung tersenyum lebar saat melihat sosok yang baru saja memanggil nama lengkapku itu. Yoseob Oppa!!!

“Ah, annyeonghassaeyo Yoseob Oppa,” aku membungkuk ramah. Ia menggaruk belakang kepalanya, tampak salah tingkah.

“Eh.. kau tak perlu seformal itu kepadaku, seperti dengan siapa saja hehe~” aku tersenyum menanggapinya. Jujur dalam hati jantungku rasanya sudah mau copot saja!

“Ada apa Oppa??”

“Err.. itu..” Lagi-lagi ia menggaruk bagian belakang kepalanya yang kuyakini sama sekali tak gatal itu, dimataku jelas sekali ia sedang salah tingkah… OMO!! Apa ia akan menyatakan cintanya padaku ya!???? >////////////////////<

“Ya??” tanyaku ragu. Ia memperhatikanku cukup lama, tampak menimbang-nimbang.

“Ahra cepat!!!” seru Chaeyoung eonni dari dalam van. Aku menoleh, memberinya tanda agar menungguku sebentar lagi.

“Katakan saja Oppa,” kataku.

“Err.. itu.. Apa kau tahu kenapa Hyunjae sulit sekali dihubungi? Apa ia ganti nomor???” ia menatapku dengan tatapan serius.

Bagaikan sebuah kaset yang berputar dan tiba-tiba saja putus, moodku mendadak rusak. Awalnya kukira ia akan menyatakan cinta padaku dengan raut malu-malu dan salah tingkahnya itu, eh tak tahunya ia malah menanyai soal gadis lain!

“Anniyo, nan mollayo,” jawabku sekenanya. “Gureom,” aku membungkuk lalu pamit meninggalkannya yang tampak masih berdiri ditempatnya semula.

Aishhhh apalagi sekarang??? Hyunjae juga jadi sainganku huh!?? NAPPEUN NAMJA!

Sementara itu ditempat lain, Yoseob tampang menelengkan kepalanya, menatap van yang sudah pergi menjauh itu dengan tatapan bingung.

 “Loh?? Kenapa dia? Aku kan hanya ingin basa-basi saja (-__-)”

~mRs.ChoiLee~

*Hyunjae POV*

“Igeo~” tiba-tiba saja sekaleng softdrink muncul dihadapanku. Aku menoleh lalu tersenyum saat melihat sesosok namja berambut pirang berdiri menghadapku. Ia tersenyum kemudian duduk disebelahku. Kulihat dari sudut mataku ia sudah membuka kaleng miliknya dan meneguk isinya sambil menatap hamparan bunga yang tersaji dihadapan kami, sementara aku hanya memegangi kalengnya tanpa berniat membukanya.

Saat ini kami berdua tengah duduk diatas bangku beton di dalam kawasan taman bunga yang ada di dalam lingkungan Inha yang kebetulan berada tak jauh dari fakultas.

Sebulan belakangan ini aku memang sangat dekat dengannya, bahkan beberapa temanku mengatakan bahwa ‘dimana ada Hyunjae, disana ada Jonghun’. Hahahaha ada-ada saja bukan? Semua ini berawal karena Mr. Ahn, dosen pembimbingku menunjuk Jonghun –yang notabene adalah seniorku di kampus dan salah satu mahasiswa teladan kesayangan para dosen-  sebagai pendampingku untuk mengerjakan beberapa tugas dan materi yang tak kupahami akibat jarang masuk kuliah, karena itu maka mau tak mau hampir tiap ada waktu senggang aku dan Jonghun hampir selalu setiap saat bersama hingga akhirnya memunculkan rumor bahwa ‘aku berkencan dengan Jonghun’ dikalangan teman-teman sejurusan. Meski sebenarnya hal itu sama sekali tidak benar -,-.

“Jangan menatapku seperti itu terus, nanti kau akan semakin terpesona akan ketampananku,” ujarnya tanpa memalingkan wajahnya kearahku.

“Mwoya!?? PEDE SEKALI KAU! Hahaha~”

Aku membelalakkan mataku tak percaya akan ucapannya yang menurutku SANGAT NARSIS itu, karena selama aku mengenalnya ia tak pernah bersikap senarsis ini. Ckck belajar darimana dia??? Ehh.. tapi aku baru ingat sejak kembalinya aku dari Jepang dan bertemu dengannya untuk pertama kali sejak program ‘Mnet Scandal’ sesi kali berakhir, kulihat ia memang berubah, bukan hanya dari penampilan tapi kepribadiannya juga sepertinya jadi sedikit berubah? Atu hanya perasaanku saja ya??

——

Kurang lebih sebulan kami sering bertemu membuat kami jadi semakin akrab. Meski awalnya kedekatan kami hanya sebatas ‘rekan’ tapi kini aku bahkan merasa jauh lebih nyaman saat diriku bersama Jonghun daripada Hyerin, sahabatku selain Chaehyun, yang kini SUPER SIBUK dengan aktivitas balladS dan kencan rahasianya dengan Gikwang Oppa.

Tiap kali teringat Hyerin kepalaku selalu pusing! Belakangan ini aku merasa hubungan kami jadi JAUH! Faktornya apalagi kalau bukan karena ulahnya -yang tanpa setahuku dan tanpa dipikirkan lebih dahulu- yang tahu-tahu sudah berkencan dengan Gikwang Oppa dibelakang tunangannya. Astaga.. tentu saja hal ini membuatku marah!

Sebenarnya aku memang tak punya hak untuk marah padanya, tapi aku kesal karena menurutku ia terlalu gegabah! Bagaimana tidak, bayangkan saja ia sudah memiliki tunangan dan semua orang tahu tunangannya itu adalah seorang pengusaha tampan, tapi sekarang ia malah berkencan dengan Gikwang Oppa yang juga teman dekat sekaligus sunbaeku saat masih trainee di JYP. Karena hal ini aku juga marah pada Gikwang Oppa, tiap kali ia mencoba menyapaku pasti aku hanya menanggapinya biasa saja dan tiap kali ia coba mementionku lewat twitter akupun hanya balas sekenanya.

Saat Hyerin menyapaku atau menanyakan mengapa aku sulit dihubungipun aku hanya menanggapinya dengan senyuman sekenanya. Entahlah aku merasa kecewa sekali pada mereka berdua. Sejak ponselku hilang sebulan yang lalu, selama seminggu aku memang tak memegang ponsel pribadi hingga akhirnya Kyuhyun Oppa –yang kebetulan menjadi duta salah satu merek ponsel bersama member super junior lainnya- memberikan ponsel yang diberikan sponsor untuknya itu padaku. Sejak menerimanya dan menggunakan nomor baru, memang tak banyak orang yang tahu nomorku ini hanya beberapa orang terdekat saja yang tahu bahkan member Miina yang serumah dengankupun tidak mengetahuinya karena entah kenapa aku merasa tak ingin diganggu dulu untuk sementara ini.

Sering kali aku teringat akan ponsel lamaku yang menghilang, dan saat mengingatnya membuatku jadi tak bisa tidur nyenyak! Aku selalu terpikir, jika ponsel itu jatuh ketangan orang yang tak tepat maka semua kisahnya dengan Donghae yang ia tutup rapat-rapat akan terkuak. Memikirkannya membuatku stres setengah mati!!

~mRs.ChoiLee~

*Hyerin POV*

Hyunjae.. entah kenapa anak itu belakangan seolah menghindar dariku. Mention, DM, sms, bahkan hampir tak pernah ia balas! Beberapa kali kuhubungi lewat ponselnya pun selalu gagal karena beraa diluar jangkauan. Memang sebelumnya aku pernah membaca lewat update-annya sebulan yang lalu di twitter dan me2day miliknya bahwa ponselnya hilang, tapi entah kenapa aku seolah tak bisa mempercayainya dan terus saja menghubunginya lewat nomornya yang hilang itu, meski akhirnya selalu gagal karena ponselnya selalu diluar jangkauan -,-.

Sepertinya ia benar-benar kecewa saat beberapa minggu yang lalu waktu kami tak sengaja bertemu di kampus dan aku memberitahunya bahwa aku dan Gikwang Oppa sudah resmi jadian. Selama ini tiap kali aku mengatakan bahwa aku masih mengharapkan Gikwang selama aku sudah berada dalam status bertunangan dengan Cheondoong, Hyunjae-lah orang yang paling menentangku dan menyuruhku untuk berpikir lebih jernih dan memutuskan untuk memilih salah satu diantara mereka bukan menduakannya. Dan setelah aku memberitahukan bahwa aku menduakan Cheondoong, ia jadi kecewa padaku dan seolah menghindariku, dan bukan hanya aku tapi Gikwang Oppa juga, dia mengatakan bahwa ia merasa Hyunjae juga menjauhinya.

“ARGHHHH MOLLA!!!!!!!!!!!” aku mengacak-acak rambutku frustasi lalu membenamkan kepalaku dibalik bantal sofa yang kududuki saat ini.

“YA!!! NOONA BISAKAH TENANG SEDIKIT SAJA!!?? AKU BESOK UJIAN!” pekik Minhwan, ia menatapku dengan pandangan sengit dari balik meja belajarnya yang berada tak jauh dari sofa yang kududuki saat ini.

“Bukannya membantu malah berisik sendiri,” gerutunya. Aku menatapnya sengit lalu bangkit meninggalkan kamarnya menuju kamarku yang terletak diseberang kamarnya. Semula aku memang diminta Minhwan untuk membantunya belajar bahan ujian tengah semester besok hari, tapi pikiranku malah kemana-mana jadi kuputuskan saja untuk kembali ke kamar dari pada malah membuatnya tidak bisa belajar.

Begitu masuk ke dalam kamar aku langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidur king size super empuk milikku. Sudut mataku tiba-tiba saja menangkap sebuah frame foto yang terpajang rapih diatas nakas yang ada disebelah tempat tidur, aku menatapnya cukup lama sebelum akhirnya tangan kananku meraihnya dan mataku kembali memandang wajah seseorang yang terpampang di dalamnya.

Tanpa terasa air mataku menetes membasahi kaca yang melindunginya. Aku terkejut.

‘ Mengapa aku mendadak merasa bersalah kepadanya?’ batinku.

Cheondoong, pria yang hampir setahun ini berstatus sebagai tunanganku belakangan memang tak pernah menampakkan batang hidungnya lagi dihadapanku. Ia mengatakan bahwa saat ini ia sedang berada di Vienna, Italia, untuk mengurusi proyeknya disana. Entahlah, dia begitu sibuk keliling dunia dengan segala urusan pekerjaannya itu dan menelantarkanku tanpa sekalipun mencoba melihat keadaanku secara langsung.

“Mian..” ucapku lirih.

“Mian karena aku menduakanmu..”

~mRs.ChoiLee~

*Chaehyun POV*

“Kajima..” ucap TOP saat aku bersiap keluar dari rumah kami. Langkahku sejenak terhenti. Tangan kananku meremas handle pintu sementara tangan lainnya menggenggam kuat handle koper besar milikku.

“Kumohon jangan pergi..” pintanya lagi dengan nada memohon. Aku memejamkan kedua mataku, membulatkan tekat sebelum akhirnya membuka lebar pintu kayu berukuran besar yang ada dihadapanku dan menghilang pergi.

—–

Selama di pesawat aku hanya bisa merenung memikirkan apakah yang kulakukan ini adalah perbuatan yang tepat??? Baru saja aku pergi meninggalkan suami dan anak yang baru sebulan kulahirkan kedunia ini dan memilih untuk kembali ke Seoul, memulai kehidupanku yang baru.

Sebulan yang lalu aku mengetahui bahwa suamiku berciuman dengan wanita lain hingga membuatku terpaksa operasi caesar dan kehilangan salah seorang anakku, membuatku membencinya setengah mati! Meski TOP meminta maaf dan menjelaskan semua yang terjadi sebenarnya, tetap saja aku tak bisa memaafkannya, terlebih mengingat karena hal ini aku kehilangan calon anak laki-lakiku.

Jika teringat akan Choi Minah bayi perempuanku yang kini baru berusia sebulan yang kutinggalkan bersama TOP di Jepang, hatiku merasa sakit. aku menyesal, tak seharusnya aku meninggalkannya disana bukannya membawanya bersamaku, tapi jika aku ingin memulai kembali kehidupanku di Korea aku tak bisa membawanya serta bersamaku. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini..

—-

“Selamat datang nona Seo, tadi tuan Choi Seunghyun sudah menghubungiku untuk menjemput anda dan mengurusi segala keperluan anda selama disini,” seorang pria berpakaian super rapih lengkap dengan jas hitam serta sepatu kulit super mengkilapnya tersenyum kearahku lalu mengambil alih trolly bagasi yang kubawa begitu aku keluar dari pintu kedatangan internasional bandara Incheon.

Aku sedkit mengernyit heran saat ia mengenaliku tanpa aku harus repot-repot membuka kacamata hitam kamuflaseku, namun itu semua tak kupedulikan dan memilih untuk mengikutinya masuk kedalam sebuah sedan limousine putih nan mewah yang aku yakin milik keluarga TOP yang terparkir tak jauh dari pintu keluar.

Sepanjang perjalanan, aku terus menatap keluar jendela menikmati pemandangan yang disajikan oleh negara yang hampir setahun ini kutinggalkan hingga tanpa terasa mobil yang membawaku ini berhenti disebuah kawasan villa elit didaerah hannam-dong, kawasan elit yang terletak tak jauh dari sungai Han dan banyak ditempati oleh orang-orang kaya dan terkenal di negeri ini.

“Silakan nona, mulai sekarang rumah ini adalah rumah yang akan anda tempati,” ia membukakan pintu untukku dan mempersilakanku turun.

Aku berjalan perlahan memperhatikan rumah –atau lebih tepat kusebut villa?- ini dengan langkah perlahan, mencoba menekuni seluruh sudut villa ini dari luar. Tempat ini bergaya minimalis modern lengkap dengan sebuah kolam renang dibagian belakang rumah.

Mataku terus menyapu seluruh sudut ruangan bagian dalam yang sudah penuh dengan berbagai perabotan mewah yang tertata rapih diberbagai sudut. Langkahku mendadak terhenti saat ekor mataku tak sengaja mendapati sebuah pigura foto berukuran besar yang terpajang diruang keluarga. Dengan langkah perlahan akupun menghampirinya dan mataku terasa memanas saat melihatnya dari dekat. Sebuah foto keluarga kecil yang tengah tersenyum bahagia tergantung disana. Foto keluargaku saat aku masih berumur 3 tahun.

“Eomma.. Appa..” tanpa kusadari air mataku perlahan menetes. Melihat foto ini, aku jadi yakin bahwa rumah ini adalah rumah yang yang sengaja diberikan Appa padaku sebelum ia memutuskan pindah ke Amerika sebgai kado pernikahanku.

Setelah puas memandangi foto keluarga bahagia tersebut, aku melangkah menyusuri anak tangga menuju lantai dua. Selama menaikinya aku tak bisa melangkah dengan cepat karena sibuk memperhatikan sesuatu. Disepanjang dinding yang ada disepanjang anak tangga terpajang jelas semua foto-foto masa kecilku yang tengah tersenyum bahagia hingga akhirnya beranjak dewasa, bahkan fotoku saat aku sudah debut bersama Miina yang aku bahkan tak pernah ingat kapan aku mengambilnya pun terpajang disana. Hatiku mencelos.

‘ Jadi selama ini Appa diamdiam selalu memperhatikanku??’

—————–

“Nona Seo, kalau begitu saya pamit dulu, besok pagi saya akan menjemput anda dan mendampingi anda ke kantor. Jika butuh sesuatu anda cukup menghubungi nomor yang saya selipkan disamping telepon diruang tengah, ” ujar Lee Shin, orang yang tadi menjemputku di bandara yang kini bertindak sebagai asistenku. Aku mengangguk paham. Ia tersenyum lalu pamit pergi.

Aku menghela napas panjang. Besok.. kehidupanku yang baru akan dimulai..

TBC

Mohon maaf sebelumnya part kali ini pendek *BOW* sengaja mw ngejar target biar sabtu besok part 15-nya tayang hoho~

Tapi sebelumnya minta maaf kalo part 15 nanti tidak sesuai harapan. Tapi saya janji insyaallah PANJANG! Hahaha

Dan untuk yang baca part ini pas part 15nya tayang MOHON di COMMENT JUGA ^^

Iklan

8 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part.14

  1. aku jd ikutan kecewa sama hyerin..cheondoong g mungkin g ngawasin dia..pasti cheondoong tw tunangannya selingkuh..hufh..
    Part ini tambah seru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s