SUPA DUPA DIVA -Part. 16

suka =COMMENT

GAK SUKA???? = GA USAH BACA!

NO PLAGIARISM!!

NO BASHING!!

yang udah baca HUKUMNYA WAJIB COMMENT! terserah mau kritik atau apapun!

yang susah comment di WP,, SILAKAN MENTION >>@yoendaELF mau d follow atao ga sekalian akunnya terserah yang penting comment ^^

~SUPA DUPA DIVA~

*Hyunjae POV*

“Aishh jeongmal! Dongsaeng babo dasar! Kemarin kan Hae-hyung ulang tahun! Memangnya kau lupa?”

Ucapan Kyuhyun Oppa itu terus saja terngiang di telingaku. Hari ini sudah tangggal 16 Oktober, dan aku belum juga mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padanya. Sesuai dengan apa yang ia duga, aku memang melupakan ulang tahunnya -___-, padahal selama ini meski kami sudah putus aku selalu mengingatnya, tapi kali ini aku malah melupakannya. Entahlah, mungkin karena belakangan ini pikiranku selalu tersita akan kondisi eomma.

Pantas saja semalam saat aku membuka akun twitterku –yang selama beberapa hari belakangan jarang kubuka- banyak sekali followersku yang menanyakan apa saja yang kami bertiga lakukan selama di LA, dan ada pula yang menanyakan kado apa yang kuberikan pada Donghae Oppa,selain itu, Kyuhyun Oppa rupanya juga sudah mengucapkan selamat padanya semalam saat aku sudah tidur –karena ia memang tiba dirumah saat hari sudah hampir menjelang pagi.

“Kau harus mencari kado untuknya sebelum ia berfikir kalau kau adalah istri yang payah!” bisik Kyuhyun Oppa yang duduk disampingku saat kami bertiga sudah berada di dalam mobil sewaan Appa yang bertugas untuk mengantar kami ke bandara sebelum kembali ke Seoul. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku ketika kata ‘istri’ disebut, entahlah aku hanya belum siap lahir bathin jika mendengar sebutan yang baru kusandang sejak kemarin itu.

Sekilas kulirik Donghae Oppa yang tampak tenang dengan headphone yang tersumbat menutupi telinganya di bangku depan samping kemudi, lalu beralih melirik Kyuhyun Oppa yang tampak memejamkan matanya disampingku. Aku menarik napas berat.

“Ottohke?? Aku harus membelikan apa untuknya???” gumamku lirih.

—–

“Hey, kau duduk dengan Donghae hyung saja, biar aku yang duduk sendiri. Arraseo?” perintah Kyuhyun Oppa begitu mengetahui bahwa ternyata tempat duduk kami bertiga terpisah. Awalnya Donghae dan Kyuhyun Oppa yang mendapatkan bangku yang bersebelahan sementara aku duduk terpisah dibelakang mereka, tapi begitu aku dapat bangku yang terpisah, Kyuhyun Oppa langsung mengambil tiket milikku dan menyerahkan tiket miliknya padaku dengan disertai sebuah kerlingan nakal darinya begitu Donghae Oppa sudah duduk manis ditempatnya. Aku menghela napas pendek. Mau bagaimana lagi? Aku tak mungkin bersikeras duduk di tempatku sendiri dengan orang yang tak ku kenal duduk disebelahku dan menemaniku selama 17 jam kedepan, karena dengan begitu aku bisa mati bosan karena tak ada teman ngobrol dan lagi pula aku risih jika harus bersama-sama dengan orang yang tak ku kenal.

“Oppa..” panggilku hati-hati pada Donghae Oppa yang sejak pesawat ini lepas landas terus saja menatap keluar jendela. Ia menoleh, membenarkan posisinya sambil tersenyum.

“Ne?”

“Igeo.. ” dengan sedikit ragu-ragu aku menyodorkan sebuah kotak berukuran lumayan besar berwarna pastel dengan pita cokelat tua yang menghiasi bagian penutupnya keatas meja papan yang tergantung dibalik bangku yang ada dihadapannya. Ia tampak melirikku dengan tatapan –apa-ini- sebelum akhirnya membuka kotak tersebut dan tersenyum sumringah.

“Mian Oppa, aku lupa.. ‘Saengil chukkae! Maaf aku terlambat..” ucapku dengan nada penuh penyesalan. Donghae Oppa menggeleng cepat.

“Anniyo.. gwenchana.. yang penting kau mengucapkannya,” ia tersenyum tulus lalu kembali memandangi isi dari kotak pemberianku barusan.

~mrs.ChoiLee~

*Donghae POV*

Entah sudah berapa lama aku tak bisa menyembunyikan sebuah siluet senyuman yang kini terukir dibibirku. Kedua mataku menatap lekat layar i-pad putih yang ada ditanganku, di layarnya terpampang jelas sebuah halaman posting dari sebuah portal media foto sharing yang terpaut dengan akun twitter milikku.

Senyumku semakin menjadi-jadi ketika dengan sabar mataku menjelajahi deretan kalimat yang terpampang pada bagian ‘comment’, aku tak menyangka bahwa foto yang aku upload begitu sampai di Seoul semalam itu bisa menimbulkan berbagai tanggapan yang beraneka ragam dari berbagai bahasa di belahan dunia yang bahkan tak kumengerti apa artinya itu, namun yang pasti nyaris semua komentar yang ditinggalkan terhubung pada seseorang.

“KUE TART!!!

Akhirnya setelah menunggu ‘sedikit’ lama aku mendapatkannya juga!

Terima kasih untuk ‘cho sibling’s’ aku akan memakannya~ XD

ELF’s terima kasih untuk ucapannya~ saranghae~”

Begitulah kira-kira isi postinganku semalam. Kue ulang tahun itu memang adalah pemberian Hyunjae yang ia berikan saat di pesawat menuju Seoul, meski ia mengatakan bahwa ia baru membelinya di dutty free saat sebelum pesawat take off dan ia juga terlambat mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padaku tapi tetap saja aku senang menerimanya. Sangat senang!

“Apaan sih senyum-senyum dari tadi? Coba ku lihat!” tanpa aba-aba Heechul hyung yang duduk disampingku sejak pertama masuk kedalam mini bus yang akan membawa kami ke Daegu untuk showcase –langsung merebut dan sibuk memain-mainkan jari lentiknya diatas layar, matanya tampak sibuk menjelajahi setiap deretan kalimat yang terpajang sementara bibirnya bergumam tak jelas.

“Whoa~~~ Sepertinya kue tart itu enak! Siapa yang memberinya? Aku juga ingin coba!~” ujarnya dengan suara yang dibuat-buat ketika membaca salah satu komentar yang ada. Aku terkekeh. Ia melirikku sebentar lalu kembali membaca komentar yang lainnya.

“Looks so tasty, right?? I want it toooooooo~~ ><!!! Cho sibling’s?? apa yang mereka berikan padamu suamiku??”

“Hya! Hyung jinjja! Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu,” aku sedikit bergidik ketika Heechul memberikan tatapan sengitnya padaku. Ia berdecak lalu kembali membaca komentar lainnya.

“Enaknya~~~ Apa kue itu pemberian Cho sibling’s?? Apa Hyunjae eonni yang memberikannya?? Kalian pasti merayakannya bersama, betul? AHHHH senangnya!!!~~~

“Oomoooo~~ birthday cake with strawberry topping and chocolate sauce! Pasti pemberian Hyunjae! Benarkan?? Kau sangat suka strawberry dan Hyunjae sangat suka cokelat! Apa yang Kyuhyun Oppa belikan untukmu Oppa??” Hechul hyung mendesah, ia menatapku sebentar lalu menyerahkan kembali benda tipis berwarna putih itu padaku yang langsung meraihnya dan menatapnya balik dengan tatapan bingung.

“Kau tahu? Rasanya aku ingin sekali memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka itu..”

“He?”

“Iya, aku mau bilang kalau ‘benar Hyunjae lah yang memberikan kue itu saat dipesawat, dan Kyuhyun memberikanku kado terindah, yaitu adiknya yang kini menjadi istriku~” ucapnya dengan nada yang menurutku sangatt… sangattttt menggelikan!

“Aish.. HYUNG!” tatapku sebal. Heechul hyung malah tertawa lepas.

“Hahahaha.. tenanglah.. tenang.. tenang.. RAHASIAmu aman ditanganku~” ia tertawa renyah lalu bangkit dan meninggalkanku menuju deretan kursi paling belakang yang dihuni Leeteuk hyung, Shindong hyung, Yesung hyung dan Siwon. Aku meliriknya lalu mendesah.

“Rahasia ya?” gumamku sambil memegangi sebuah kalung berbandul cincin emas yang tersembunyi di dalam kaus yang ku kenakan. Cincin pernikahanku dan Hyunjae. Pernikahanku dengan Hyunjae memang merupakan rahasia yang sebisa mungkin harus ditutupi bahkan dari artis satu menejemen sekalipun. Dan ini sangat berat bagiku, karena itu artinya aku bahkan harus berpura-pura tak memiliki hubungan apapun dengan gadis itu dan bersikap sebiasa mungkin. Namun, entah dengan Hyunjae, karena sejak kembali ke Korea ia bahkan tak pernah menghubungiku dan sikapnya padaku juga bisa dibilang hampir sama seperti saat sebelum kami menikah.

“Hmpphhh…” aku menarik napas berat. Tiba-tiba saja aku jadi teringat akan perkataannya beberapa hari yang lalu saat sebelum kami berdua diucap sumpah sebagai sepasang suami istri. Mengingat hal itu, hatiku terasa sesak.

#FLASHBACK#

*AUTHOR POV*

“Oppa…” Hyunjae memandang Donghae yang baru saja datang bersama Kyuhyun dengan tatapan lirih. Wajahnya pucat, penampilannya berantakan, dan matanyapun terlihat bengkak. Kentara sekali bahwa gadis itu habis menangis. Donghae menatapnya prihatin. Seolah mengerti akan situasi yang terjadi, Kyuhyun lebih memilih untuk meninggalkan keduanya di depan lorong kamar perawatan menuju ruang perawatan ibunya.

——

Cukup lama keduanya hanya duduk diam di atas bangku panjang yang ada disekitar lorong ruang rawat tanpa ada satupun yang berbicara. Sedari tadi setelah menumpahkan tangisannya dihadapan Donghae, Hyunjae sibuk menundukkan kepalanya tanpa berani memandang namja yang ada disampingnya itu, sementara Donghae, ia bingung, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.

“Kau pasti sudah mendengarnya dari Kyuhyun Oppa, bukan?” ucap Hyunjae dengan suara serak tanpa sekalipun memandang Donghae yang kini memandangnya dengan ekspresi terkejut. Donghae menunduk, lalu mengangguk mengiyakan.

“Ne. aku sudah mendengar semuanya.” Hyunjae tersenyum getir.

“Lalu apa kau mau? Kenapa kau bersedia menerimaku?”

“…” Donghae menatap gadis yang masih menundukkan wajahnya itu cukup lama.

“Kau tahu apa jawabannya. Berhentilah berpura-pura seolah kau tidak tahu..” ucapnya tanpa ada keraguan sedikitpun. Hyunjae terkekeh, lalu tersenyum lirih. Dalam hatinya ia juga sudah menduga Donghae pasti akan mengatakan hal ini, namun ia sendiri masih bingung akan perasaannya pada Donghae. Menurutnya pernikahan ini bukanlah pernikahan yang dilandaskan atas dasar cinta, namun apapun akan ia lakukan jika ini akan membantu kesembuhan ibunya.

“Kau tahu Oppa?” Hyunjae menegakkan tubuhnya, menatap namja yang ada di sampingnya itu dalam, mencoba menyusuri kebenaran dari sosok pria bermata teduh itu.

“…”

“Aku belum siap akan pernikahan ini. Dan aku harap kau mau menandatangani ini..” Hyunjae meraih tas jinjing miliknya yang selalu ia bawa kemana saja , meraih secarik kertas dari dalam sebuah notes serta ballpoint bergambar hello kitty dari dalamnya dan menyerahkannya pada Donghae.

Donghae memandang gadis dihadapannya itu dengan tatapan tak mengerti. Hyunjae tersenyum lirih.

“Aku ingin kita membuat perjanjian..”

*Donghae POV*

PERJANJIAN PRANIKAH. Begitulah kira-kira kalimat yang tertera pada kepala kertas notes yang ia sodorkan padaku. Mataku memicing, mencoba mencerna apa maksudnya.

“Aku ingin kau membacanya dan kau pahami dengan jelas dulu, sebelum kau memutuskan untuk menandatanganinya..” aku mendongak, memandangnya dengan tatapan tak mengerti. Ia tersenyum getir.

“Ini adalah surat perjanjian pranikah. Aku ingin sebelum aku benar-benar yakin akan perasaanku padamu, dan aku yakin akan nasib pernikahan ini, kau mau mau menyetujui semua hal yang aku ajukan di dalamnya Oppa..”

“He??” selaku, bingung. Ia menghela napas berat.

“Aku tak ingin kau merasa dirugikan nantinya karena mungkin aku tak bisa berlaku menjadi seorang istri yang baik yang dapat melakukan segala hal yang seharusnya seorang istri lakukan..”

#FLASHBACK END#

Begitulah kira-kira yang terjadi sebelum akhirnya kami berdua mengikat janji setia sebagai sepasang suami istri. Hyunjae mengajukan sebuah perjanjian pranikah yang harus kami berdua ikuti satu sama lainnya. Dasar anak hukum. Apapun ia jadikan sebagai sebuah perjanjian diatas kertas. Ckckck.

Dalam perjanjian itu diantaranya berisikan bahwa diantara kami tidak boleh ada ‘kontak fisik’; sebisa mungkin harus menutupi bahwa kami telah menikah; bertindak layaknya suami istri yang bahagia ketika di hadapan keluarga satu sama lain; dilarang mengganggu privasi satu sama lain serta tetap bersikap seperti biasanya di depan publik layaknya tak pernah terjadi apa-apa diantara kami. Sejauh ini semua yang ia ajukan dalam perjanjian itu memang terlihat tak ada yang aneh dan terlihat wajar mengingat hubungan kami memang sedikit ‘awkward’, tapi selain itu rupanya saat kami berdua akan menandatanganinya, ia menambahkan sebuah point lagi dibagian bawah.

‘Jika salah satu diantara kita ada yang merasa tidak cocok dan menemukan orang lain yang dirasa pantas menjadi pendamping hidup. Maka pihak lainnya harus rela untuk melepaskannya’

Poin terakhir ini sempat membuatku gundah dan berniat untuk batal menandatanganinya. Namun, ketika menyadari bahwa dalam mata gadis itu bahkan sama sekali tak tersirat pancaran kebahagiaan dan yang ada hanya tatapan putus asa dan kesedihan, aku jadi tak enak hati. Sejujurnya saja aku tak rela aka nisi poin terakhir, namun dengan berat hati akhirnya kutandatangani juga kertas perjanjian itu.

~mrs.ChoiLee~

Beberapa minggu kemudian…

*Binwoo POV*

Hari ini, pagi-pagi sekali Daesung Oppa datang ke dorm dan langsung membawaku ke Daegu untuk menjalani jadwal, sementara member lainnya –Chaeyoung eonni pergi kuliah, dan Ahra eonni syuting acara Oh My school dengan ditemani Seungri Oppa dan juga Hyunjae eonni yang juga menjadi salah satu bintang tamunya.

Tak seperti biasanya yang selalu membawaku –serta member Miina lainnya- dengan menggunakan van, hari ini Daesung Oppa membawaku serta seorang coordy yang akan menanganiku disana, menggunakan sebuah sedan yang aku yakini merupakan mobil pribadinya karena aku sering melihatnya pulang dengan mobil ini.

Sepanjang perjalanan, aku yang semula berniat untuk bertanya-tanya tentang boyband yang videonya akan kubintangi itu sambil mendengarkan lagu mereka yang akan dibuat MV-nya hari ini malah tertidur akibat kelelahan karena semalam aku terkena insomnia dan baru bisa tidur jam 4 pagi, dan begitu bangun ternyata kami semua sudah sampai di lokasi yang akan dijadikan set untuk syuting MV kali ini.

“Binwoo annyeong~~~” sapa seseorang dari arah belakang saat aku baru saja akan melangkah masuk kedalam sebuah kafe kecil yang akan dijadikan set. Aku menoleh, mataku langsung terbelalak lebar saat mendapati seseorang yang amat aku kenal wajahnya hingga membuatku mual jika melihat wajahnya itu kini berdiri menghadapku sambil tersenyum memainkan sebuah pistol mainan ditangannya.

————-

Aku menggembungkan wajahku sebal begitu sutradara memberi tahu bahwa yang akan menjadi lawanku dalam MV ini adalah BARO! Dan lagi yang membuatku semakin kesal adalah….. AKU MENJADI KEKASIHNYA DALAM MV INI!!!!! Astaga tuhannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn apa salah hambamu ini pada dirimu?? Kenapa aku harus jadi kekasihnya?? (TT____TT).

“Hey, jangan cemberut terus begitu ah! Kau semakin LUCU tauuu!! (>,<)” ujarnya saat ditengah break syuting saat akan pindah lokasi ke set selanjutnya. Aku menatapnya tajam lalu membuang muka. Ia terkekeh lalu menyodorkan sekaleng softdrink –yang sama seperti yang ia berikan dalam filming pada set sebelumnya- padaku *note: biar ngerti, silakan liat MV ONLY LEARN BAD THING – B1A4*. Aku meraihnya asal dan langsung meneguk isinya, ia tampak terkekeh kecil lalu duduk disampingku sambil meminum softdrink miliknya.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya. Aku menoleh, melayangkan tatapan bingung padanya. Apa maksudnya sih??

Ia tersenyum kecil lalu kembali menyesap minumannya sementara itu otakku sibuk mencerna ucapannya.

#FLASHBACK#

“Kenapa aku ada disini?? Bukannya tadi aku ada di taman??” aku mengedarkan mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru kamar dengan tatapan bingung. Bukankah ini kamarku??

“Iya, kau tadi pingsan. Temanmu yang tadi membawamu kemari.. siapa ya namanya?? Seungwoo?? Seunmoo?? Seunwoo? Sunwoo?? Ah aku lupa.. Pokoknya dia bilang, dia teman sekolahmu. Tadi dia yang menemukanmu di taman dan membawamu kemari.”

“Ah iya.. tampangnya seperti mirip dengan seseorang.. tapi siapa ya?? Aku lupa.” aku mengerutkan dahi. Siapa?? aku sama sekali tak ingat bertemu dengan seseorang di taman itu.

#FLASHBACK END#

Aku menepuk jidat. Teringat sesuatu. Jangan bilang kalau…

“Hahahaa.. kau sudah ingat?” kekehnya. Aku mengerutkan dahi.

“Sesuai yang kau duga.. Aku yang menemukanmu di taman waktu itu dan membawamu ke dorm! Hahahaha~”

——

Aku merutukki diriku kesal. Ternyata orang yang dulu menolongku dan membawaku sampai ke dorm adalah seorang Cha Seunwoo, alias Baro, orang yang selama ini selalu menggangguku -,-, dan lagi ternyata senior yang selama ini selalu di elu-elukan teman-teman dan juga teman sebangkuku sendiri adalah dia.

“Binwoo-ssi, kuharap lain kali kita dapat bekerja sama lagi,” Jinyoung, sang leader dari B1A4 membungkuk sopan, aku tersenyum kemudian balas membungkuk kepadanya.

“Ne~ kuharap kita bisa bekerja sama lagi,” senyumku padanya. Namun dalam hati aku segera merutukki diriku sendiri ketika ekor mataku tak sengaja mendapati Baro sedang memasang tampang girangnya akibat jawaban yang kuberikan barusan. Astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. KUHARAP TAK AKAN BEKERJASAMA DENGANNYA LAGI!!!!

~mrs.ChoiLee~

*Author POV*

“Hey.. Hey.. Apa kau tahu sesuatu tentang Hyejin???” tanya Jiyoung pada Kyuhyun bagitu take vocal untuk Ost. Drama King of Baking Kim Takgu berakhir. Kyuhyun tampak terkejut saat tiba-tiba saja sang komposer baru yang ia juga ketahui sebagai ‘Oppa dari Kwon Ahra’ itu tiba-tiba saja menanyakan hal yang ia anggap tak biasa kepadanya.

“Ma-maksudmu??” Jiyoung berdecak. Ia memandang Kyuhyun dari kepala sampai ujung kaki dengan tatapan meremehkan lalu melambai-lambaikan tangannya didepan dada.

“Ah.. sepertinya kau tidak tahu banyak tentangnya. Sudahlah tidak jadi,” ucapnya lalu keluar meninggalkan Kyuhyun yang terlihat SHOCK di dalam studio rekaman.

“M-mwo??? Apa-apaan dia itu!??? Aishh JINJJA!!!” pekiknya kesal karena telah diremehkan oleh seorang komposer yang jika dilihat dari usianya bahkan lebih muda darinya itu. Selama ini ia memang tahu bahwa Jiyoung memang sering seenaknya saat berbicara, namun baru kali ini ia merasa benar-benar sangat ‘direndahkan’ oleh seorang Kwon Jiyoung.

“Aishh! Jinjja!! Apa dia tidak tahu apa sedekat apa dulu aku dengannya???? Cikh!”

——-

Jiyoung tampaknya benar-benar tertarik pada seorang Seo Chaehyun. Hampir setiap kali ada waktu luang ia akan pergi ke lantai dua untuk mengamati gadis pujaannya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dari kejauhan. Tak jarang ia bahkan secara diam-diam mengambil foto Hyejin dengan pocket camera yang sengaja ia siapkan hanya untuk memotret Hyejin diberbagai kesempatan.

Kali ini, begitu take vocal selesai dan ia merasa bahwa pekerjaannya telah usai ia langsung berlalri masuk kedalam lift dan turun ke lantai dua kemudian bersembunyi dibalik tembok untuk mengamati gadisnya yang tampak kelelalahan akibat meeting seharian.

“Kwon Jiyoung kau harus berani… Jangan terus jadi ‘secret admier’ seperti ini terus!!!” batinnya menguatkan diri. Selama ini meski ia sangat mengagumi sosok Hyejin, ia memang hanya berani mengamatinya dari kejauhan tanpa sekalipun berani mengajaknya mengobrol secara langsung. Dan saat ini ia telah bertekat. Ia akan langsung menghampiri Chaehyun dan mengajaknya berkencan secara langsung!

——-

“Hyejin-ssi terimalah aku menjadi kekasihmu!” ujar Jiyoung lantang saat Hyejin dan Hyerin tengah berbincang berdua di kafetaria. Hyejin tampak tercengang, sementara Hyerin mengedip-ngedipkan kedua matanya tak percaya akan apa yang diucapkan Jiyoung barusan. Tak hanya mereka berdua, kelima member Shinee dan Jungmo Trax yang kebetulan sedang makan disana juga tampak terkejut akan ucapan Jiyoung barusan yang bisa dikatakan diucapkan dengan suara yang amat SANGAT LANTANG!

“M-mwo????!!!!” pekik Ahra yang entah darimana asalnya tahu-tahu sudah berdiri dihadapan Jiyoung.

“Hya Oppa JANGAN GILA!!!!” ia lantas menjewer sebelah telinga kakaknya itu dan menyeretnya ke atap gedung, menjauhkan dirinya dari seluruh mata yang menatap mereka dengan tatapan campur aduk. Sementara itu Hyejin yang baru saja diberikan pernyataan tampak shock ditempat.

~mrs.ChoiLee~

Kabar mengenai Jiyoung yang menyatakan perasaannya pada Hyejin kemarin rupanya langsung merebak luas dikalangan staff SM, bahkan kabar ini pun sampai juga ketelinga para fans dan paparazi yang memang sejak kembalinya Hyejin ke Korea selalu menyiapkan diri mereka untuk melakukan pengintaian, dan begitu mendengar kabar ini kontan saja membuat mereka seolah mendapatkan sebuah jackpot besar! Mereka memang sangat tertarik akan kehidupan Chaehyun alias Hyejin yang mereka rasa tak biasa dan penuh dengan misteri.

Dan dalam sekejap, kabar ini pun menjadi topic hangat dan nama Kwon Jiyoung serta Seo Chaehyun pun menjadi nama dalam urutan teratas dalam situs pencarian.

~mrs.ChoiLee~

*AHRA POV*

Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!

Sepanjang acara aku tak henti-hentinya mengerang kesal dan melayangkan tatapan ‘GLARE’ ku pada sepasang manusia yang saat ini duduk di seberang meja yang menghadap kearahku. Kedua tanganku yang sengaja kusimpan dibawah meja terus menerus mengepal dan sesekali meremas-meremas tanganku sendiri menahan emosi. Sejak pengenalan bintang tamu di awal acara sampai sekarang sudah ditengah acara Yoseob Oppa terus menerus melayangkan tatapan malu-malunya saat berbincang dengan seorang gadis yang duduk disebelahnya.

“Hyunjae-ssi, berhubung Choi Siwon-ssi tak pernah datang ke acara ini, bisa kah kau memilih diantara kelima orang pria di ruangan ini, Danny Ahn, Daniel dalmation, Yoseob, Simon D, dan Jun Myunghun, yang menjadi tipe idealmu??” tanya Kim Shinyoung eonni tiba-tiba, kontan membuatku segera menatap Hyunjae dengan perasaan yang tak menentu.

“Jangan Yoseob Oppa… Jangan Yoseob Oppa…” batinku penuh harap.

“Er..? Diantara mereka berlima?” Park Myeongsu dan Simon D Oppa mengangguk yakin. Aku menatapnya dengan tatapan sebal. Sepertinya mereka berdua juga berharap ingin dipilih -___-“.

“Ehmm.. Sebelumnya aku pernah mengatakan ini di salah satu acara radio..”

MWO!!!!??? Mataku terbelalak lebar, jantungku berdebar tak karuan. Aku resah! Namun segera ku kuasai diriku agar tak terlihat di depan kamera. Apa katanya tadi?? Di radio??? Siapa saja yang pernah ia sebutkan???? Choi Siwon, Lee gikwang, Kim Jaewon, Jung Yonghwa dan…..

“Dia sangat lucu. Dan dia duduk disebelahku saat ini,” lanjutnya lagi seraya menunjuk Yoseob Oppa dengan kedua telapak tangannya yang ia tangkupkan kearah Yoseob Oppa, yang kontan dibalas tatapa malu-malu darinya. DAMN SHIT!!!!!

Kenapa harus Hyunjae????? Aishhhh!!!

——

Sepanjang perjalanan pulang kembali ke dorm aku sibuk berpikir tentang apa yang terjadi belakangan ini. Yoseob Oppa belakangan memang terlihat akrab sekali dengan Hyunjae dan ia juga beberapa kali pernah menanyakan kabar gadis itu saat dirinya kesulitan untuk menghubunginya, dan lagi Hyunjae juga beberapa minggu belakangan ini juga sering sekali menjadikan Yoseob Oppa sebagai pria idealnya selain beberapa nama yang  kusebutkan diatas. Dan ini benar-benar membuatku KESAL!!!!

“Jangan harap kau akan mendapatkan Yoseob Oppa! Dia milikku!!” batinku seraya menatap sengit gadis yang usianya lebih tua seahun dariku itu yang kini tengah memejamkan matanya seraya mendengarkan musik lewat i-podnya dengan tatapan sengit.

~mrs.ChoiLee~

Osaka, Jepang.
*AUTHOR POV*

Sejak kepergian Chaehyun yang memilih untuk menenangkan dirinya dan kembali ke Korea untuk mengurusi saham ayahnya dan kembali membangun kehidupannya sebagai ‘wanita karir’, TOP yang selama ini selalu terlihat lembut dan perhatian ketika tinggal bersama istrinya itu kembali berubah ke watak aslinya yang keras, kasar, dan workaholic. Hampir setiap waktunya ia habiskan untuk duduk dibalik meja kerja di dalam kantornya mengurusi berkas-berkas yang harus ia tangani, selain itu gaya hidupnya juga jadi tak teratur. Ia sering sekali pulang menjelang pagi dan kembali ke kantor tepat jam 8 pagi. Hidupnya seolah tersita akan pekerjaan, sampai-sampai ia hampir melupakan bahwa dirinya memiliki seorang bayi perempuan yang selalu kesepian karena selalu ditinggal dirumah bersama seorang baby sitter yang telah ia percaya.

“Seunghyun-san, sudah waktunya makan siang. Apa anda ingin saya pesankan sesuatu?” tanya seorang wanita dalam bahasa Jepang, sopan pada TOP yang terlihat sibuk membolak-balik tumpukkan berkas yang ada di mejanya. Wanita itu adalah Sakura, sekretaris sekaligus asisten pribadi TOP. TOP menatapnya sekilas lalu memberi tanda –terserah-padamu-saja- dengan tangannya. Wanita itu mengangguk paham lalu berbalik berniat meninggalkan bosnya itu kembali ke meja kerjanya yang berada tepat disamping pintu masuk ruangan TOP, namun belum sempat ia membuka pintu, ia kembali berbalik menghadap bosnya yang kini tampak sedang menandatangani sesuatu.

“Maaf, tapi tadi Fujiwara-san, baby sitter yang mengurus anak anda menghubungi saya dan memberi tahukan bahwa anak anda sakit-”

“WHAT???” TOP tampak terkejut. ia segera bangkit dari kursinya, mengambil jas yang ia gantung di bagian kepala kursi kerjanya.

 “Kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi, huh!!???” pekiknya kesal saat melewati sosok sekretaris yang amat ia percaya selama ini itu. “Siapkan mobil!” serunya lalu berlari keluar.

~mrs.ChoiLee~

*Chaehyun/hyejin POV*

Tokkk.. Tokkk…

Terdengar suara pintu ruang kerjaku diketuk. Aku yang saat ini sedang mendengarkan beberapa materi lagu yang coba ditawarkan oleh beberapa pencipta untuk artis-artis dibawah naungan SME segera melepaskan headphone yang ku kenakan dan mempersilakannya masuk.

 

“Hyejin-ssi, ada paket,” ujar salah seorang staff yang bekerja di lobby bawah seraya menggotong sebuah kardus ikuran sedang dikedua tangannya.

“Taruh saja disini,”tunjukku kearah meja kerja yang ada dihadapanku. Pria itu mengangguk, menaruhnya diatas meja lalu pamit keluar ruangan.

“Apa ini??” perlahan kubuka sisi kardus yang bertuliskan Fed-Ex yang dilapisi lakban transparan itu dengan gunting kecil yang ada di dalam laci, kemudian kukeluarkan sebuah kotak yang berukuran sedkit lebih kecil dari ukuran kardus sebelumnya dan mulai membuka penutupnya. Di dalamnya hanya terdapat sebuah pigura kayu, sebuah flashdisk dan sepucuk surat berwarna putih.

Mataku terasa memanas ketika melihat sosok yang terpajang di dalam pigura tersebut. Dan mataku semakin tak mampu menahan air mata yang sudah tak sanggup kubendung lagi ketika membaca isi suratnya.

Hyejin-ah, annyeong?

Sudah lama kita tak bertemu dan tak saling memberikan kabar.

Kuharap keadanmu disana baik-baik saja.

Foto ini sengaja ku kirimkan padamu, karena kupikir kau pasti akan sangat merindukan anak kita, Choi Minah. Benar kan?

Selain ini aku juga memberikan sebuah Flashdisk berisikan foto-foto Minah lainnya. Kuharap kau tidak akan melupakan Minah, dan kau jua tidak akan melupakanku. Karena seperti yang kau tahu.. Aku sangat mencintaimu.

-TOP-

Tanpa kusadari air mataku menetes. Entah mengapa membacanya membuat hatiku terasa sakit. Seperti ada sesuatu yang menancap kedalam jantung dan ulu hatiku. Sakit sekali..

Isi surat itu bahkan tak sampai setengah halaman. Surat yang terlalu TO THE POINT sesuai dengan gaya TOP yang tak suka basa-basi dan langsung ketujuan. Namun, efeknya membuatku merasa tersiksa sepanjang waktu.

“Minah…” tubuhku seolah tak mampu menopang berat tubuhku hingga akhirnya membuatku jatuh terduduk dengan sebelah tangan yang masih memegang erat pigura foto semantara tangan satunya meremas kuat lembar surat yang isinya telah sukses membuatku menangis dan kembali lemah seperti ini.

“Mianhae… Mianhae…” isakku. Aku memang bukanlah seorang istri yang baik. Aku bukan ibu yang baik. Aku ini ibu yang kejam! Aku adalah seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya bahkan diusianya yang belum genap satu bulan! Aku benar-benar ibu yang jahatt……!

TBC

Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa CAPEK!!!!! Akhirnya beres jugaaaaa!!

Jam berapa ini??? 13.56? hastagaaaaaa ngebut bgt saya ngetiknya, maap ya kalo feelnya ga dapet #plakk

Maap telat postingnya, soalnya saia banyak tugas huhuhuhuhuhu.. beginilah nasib jadi anak kuliahan, biar dosen ga masuk tapi tugas menggunung hiks~ TT^TT

 

Eiyaaa ngerasa ga si kalo FF ini PANJANG BANGET?? Kalo di itung” jumlah ff skrg yg ud masuk part 16 + predebut story + funfact + intro itu semua udah hampir 25an  kayanya. Ngerasa borring ga? Jujur aja saya boring -___-“. Apa mau di tamatin aja ceritanya apa gimana?? Saia nurut” saja, ikut suara terbanyak.

Harap comment! Cz komentar kalian kali ini bakal mempengaruhi kelanjutan FF ini selanjutnya.

Salam damai. Kim Hyunjae.

TWITTER>>>> @yoendaELF

Iklan

9 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part. 16

  1. Bagusssssss Thor,
    Trserah author Aja sih Mau dilanjutin atau ditamatin tpi mnurut aku jgn dulu ditamatin deh… Mungkin skitar 5 part lbh lagi baru ditamatin
    N kalo bisa lbh dipanjangin yah part berikutnya
    Kekekk~

  2. wedeh, kalo ditamatin gw yakin berantakan bgt ceritanya.
    karena blm ad konflik ap”, apa lagi bagian binwoo, ahra, ma hyerin.
    klo hyejin ma hyunjae sh udah ad.

    1. bangetttt pasti berantakkan banget! >< tp gtau gw lagi kehilangan mood -__-" aga sedkit hopeless gara" liat stats SDD rate'y byk tp yg komen itu lagi itu lagi -________________-" *curcol*

      hooh niatnya mw dibikin season 2 aja *ud kea cinta fitri #plakk* atau mau dibikin gimana?? gw si terserah aja deh tergantung yg commen 😛

  3. Gmn kalo konfliknya d bikin barengan, tapi konflik yg bener2 ngait smua cast.. Setelah itu tamatin, dan d bikin part percast buat jadi teaser sdd season 2 wkwk

  4. Kasihan jga si gadis kcil minah, hyejin tga bnget ninggalin ank seimut gt. Oy gmn yea entar si hyunjin dng pernikahan kontrak’y

  5. minah lucu bgt..tp kapan hyejin pulang k jepang..aku kangen mereka akur lg..sama aku penasaran kelanjutan hyunhae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s