SUPA DUPA DIVA -Part 18A

BE A GOOD READERs Oke?

DONT FORGET FOR LEAVING SOME COMMENT and LIKE this post

BUAT SILENT READERs nyadar diri aja deh ya.. saia doakan dapet HIDAYAH 

Ga bisa comment di WP?? silakan mention>> @yoendaELF 

need another story? lets check this one out>> Library 

 -SUPA DUPA DIVA-

*AUTHOR POV*

“Minjung-ssi, apa Hyejin masih belum kembali?” tanya Jiyong pada salah seorang staff wanita yang baru saja keluar dari dalam sebuah ruangan bertuliskan ‘owner’ pada sisi pintunya sambil memegangi sebelah lengan Minjung yang mau tak mau menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Jiyong dengan pandangan heran.

“Ne. Dia masih belum kembali. Ada perlu apa?” tanyanya.

“Annimnida,” Jiyong menggeleng. Ia berdecak pelan lalu mempersilakan wanita itu kembali keruangannya.

“Ahh.. memangnya untuk apa dia lama-lama di Jepang? Apa ‘Minah’ itu adalah orang yang sangat penting baginya sampai-sampai sudah lima hari ia tak kembali kemari seperti ini??” tanyanya pada diri sendiri. Ia mengacak-acak rambutnya asal lalu pergi entah kemana.

Sementara itu tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang sejak awal terus mendengarkan dan memperhatikan percakapan keduanya sampai keduanya menghilang dari balik kaca sebuah ruangan.

“Hyejin.. Seo Hyejin.. tampaknya kau harus sangat bekerja keras saat ini,” tawanya sumbang dengan diakhiri sebuah senyuman licik.

~mrs.ChoiLee~

Osaka, Jepang

 “Choi Seunghyun-san, anak anda sudah bisa pulang hari ini. Tapi karena dia masih kecil dan kondisinya masih sangat rentan saya harap kalian dapat menjaga dan memperhatikannya dengan baik,” ucap seorang pria Jepang setengah baya dengan jas putih kebanggaannya pada sepasang suami istri muda Korea seusai dirinya memeriksa keadaan seorang anak bayi baru berusia beberapa bulan itu diatas sebuah ranjang perawatan bayi. Hyejin, wanita yang tak lain adalah ibu dari anak itu hanya bisa menatap kearah anak semata wayangnya dengan tatapan getir sementara TOP mengangguk mengiyakan.

“Yeobo-ya, aku akan membayar tagihannya dulu. Tolong kau bereskan semuanya ya?” Hyejin meliriknya sekilas lalu mengangguk pelan. Begitu TOP keluar dari kamar perawatan Hyejinpun menuruti perintah TOP dan membereskan semua barang bawaan mereka dan segala keperluan Minah kedalam sebuah tas jinjing berukuran sedang dan begitu TOP kembali merekapun keluar meninggalkan rumah sakit menuju nissan hitam yang terparkir diluar gedung dengan membawa serta Minah yang kondisinya sudah membaik.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae..” Hyejin memandang lirih kearah seorang bayi yang berada didalam pangkuannya. Bayi itu tampak sedang tertidur lelap dengan sebelah jempol tangan yang diemut di dalam mulutnya. Melihat ini membuat dirinya semakin merasa bersalah.

Dua bulan kiranya Hyejin meninggalkan anak itu dan lebih memilih untuk menetap di Korea seorang diri bahkan disaat usia bayi itu masih dalam hitungan hari dan sangat memerlukan asupan ASI dari ibunya. ASI, bahkan kata itu terasa asing di dalam telinganya karena setelah melahirkan sampai saat ini Hyejin memang baru beberapa kali saja memberikan anaknya itu asupan ASI. Permasalahannya dengan TOP sebelum ia akhirnya melahirkanlah yang menjadi faktor utama dari tindakannya tersebut.

Sejak memergoki suaminya berciuman dengan wanita lain hingga membuatnya kecelakaan dan kehilangan salah seorang calon anak mereka hubungan Hyejin dan TOP memang bisa dibilang tidak harmonis dan bisa dibilang bahkan lebih parah jika dibandingkan dengan saat sebelum keduanya menikah –yang bahkan bisa dikatakan seperti musuh besar tiap kali mereka berhadapan.

Hyejin sangat teramat kecewa pada suaminya itu. Dia merasa sangat terhianati! Disaat dirinya baru saja mulai membuka hati untuk seorang Choi Seunghyun dan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak mereka, ia malah mendapati suaminya bermesraan dengan wanita lain, belum lagi saat mendapati kenyataan bahwa salah satu dari anak kembar yang dilahirkannya meninggal saat sebelum operasi. Dan karena hal ini, dengan alasan untuk menenangkan diri begitu dirinya sudah merasa sehat iapun memilih untuk menenangkan dirinya dan kembali ke Korea. Tapi tanpa ia duga, suaminya yang telah mengoyak perasaanya itu malah memberikan segala fasilitas pendukung untuk dirinya selama ia tinggal dan mengurus sahamnya di Korea.

Mengingat hal ini membuat hatinya terasa perih terisis sembilu. TOP begitu baik padanya selama ini, dan tak seharusnya ia mengabaikan suaminya itu saat dirinya memberikan penjelasan mengenai Jina –wanita yang bermesraan dengannya waktu itu-  padahal sesungguhnya alasan TOP memang terasa masuk akal saat itu setelah ia tahu dari nenek TOP yang ada di Kanada bahwa Jina memang orang yang seperti itu, tapi ia tetap bersikeras untuk pergi menghindari TOP dengan alasan menenangkan diri.

“Uljima.. Minah sudah tak apa-apa.” TOP melirik Chaeyun yang duduk dikursi belakang dari balik kaca spion dengan tatapan lembut. Sementara Hyejin sendiri sama sekali tak menggubrisnya. Hatinya begitu kalut saat ini. Disatu sisi ia merasa sangat bersalah pada suaminya itu tapi disisi lain ia sangat ingin menyangkalnya.

———-

Choi Minah, akhirnya sudah dapat tertawa lagi sekarang. Penyempitan saluran pernapasan yang dideritanya beberapa waktu lalu sepertinya pun sudah pulih dan ia sudah tak rewel lagi seperti sebelumnya. Gelak tawa bayi yang ceriapun kini dapat terdengar jelas menghiasi kediaman Choi Seunghyun yang sebelumnya sempat menampakkan aura kelam akibat terus menerus ditinggal sang penghuni dan hanya dipenuhi oleh tangisan seorang bayi.

Hubungan TOP-Hyejin pun perlahan kembali membaik. Hyejin memutuskan untuk memaafkan TOP atas kesalah pahaman yang terjadi waktu itu, dan itu semua ia putuskan demi Minah.

“Kau akan kembali lagi ke Korea?” TOP memandang Hyejin yang tengah asik bermain dengan Minah dalam pangkuannya dengan tatapan tak rela. Dalam hati ia berharap bahwa istrinya itu akan mengatakan kata ‘tidak’. Hyejin meliriknya sekilas lalu kembali bermain-main dengan Minah yang kini tertawa riang akibat digelitiki olehnya.

“Ya, aku akan kembali kesana,” raut kecewa jelas tersirat diwajah TOP. Hyejin yang menyadarinya tersenyum kecil.

“Perusahaan membutuhkan aku. Tapi tidak sekarang..” lanjutnya. TOP memandangnya dengan tatapan tak mengerti.

“Aku masih ingin bersama dengan Minah. Dan juga kau..” Hyejin menatap TOP dengan sebuah senyuman lembut.

TOP tampak tercengang. Mendadak jantung pria berwajah keras itupun berdetak kencang, bahkan ribuan kali lebih kencang dari saat pertama kali ia melihat Hyejin hingga akhirnya jatuh cinta kepadanya. Entah kenapa ia merasa ucapan Hyejin barusan adalah ucapan termanis dan senyuman Hyejin barusan adalah senyuman terindah yang pernah ia lihat di dunia ini.

~mrs.ChoiLee~

*Hyerin  POV*

Lima hari yang lalu semua kegiatan BalladS sudah secara resmi di hentikan dan BalladS resmi vacum untuk waktu yang masih belum ditentukan. Sejak awal grup ini memang hanya dijadikan sebagai ‘project sampingan’ bukan grup resmi dimana para membernya pun memiliki kesibukan masing-masing. Begitu grup ini vacum, Luna mulai disibukkan dengan persiapan untuk comeback f(x) dengan mini album mereka, sementara Chaerin sejak awal rupanya gadis itu dikontrak SM bukan sebagai ‘idol’ tetapi sebagai musisi untuk musik-musik klasik , dan kini begitu segala aktivitas dihentikan gadis itu langsung terbang ke Vienna, Italia, untuk persiapan pertunjukkan music orchestra bersama beberapa musisi-musisi dunia lainnya.

Sementara aku? Aku kini tengah duduk –memperhatikan seseorang yang tengah mempresentasikan sesuatu di depan-  dengan tenang di salah satu kursi yang tersebar mengelilingi meja berbentuk sebuah  lingkaran besar yang sudah hampir terisi penuh oleh orang-orang yang juga tampak memperhatikannya dengan penuh minat, karena pria yang sedang sibuk mengoceh dihadapan kami semua ini bukanlah orang sembarangan. Dia adalah Park Jinyoung, alias JYP atau JYPark, artis sekaligus pemilik dari JYPE salah satu agensi terkemuka di Korea. Dan orang-orang yang menghadiri pegarahan atau rapat ini juga bukanlah orang yang sembarangan, karena mereka semua terdiri dari seorang penulis naskah, sutradara, dan beberapa idola remaja yang tengah digandrungi saat ini, diantaranya aalah JOO, Taecyeon dan Wooyoung 2PM, Kim Soohyun, Chaeyoung dan juga aku.

Pengarahan yang sedang diberikan kepada kami ini bukanlah sebuah pengarahan untuk acara show music atau semacamnya, tapi pengarahan tentang drama terbaru kami.

Drama? Mungkin kalian akan heran ketika mendengarnya, tapi jangan heran karena pada kenyataannya pihak JYPe, SMe, dan Keyeast ent saling bekerja sama untuk membuat sebuah drama idola dan beberapa nama yang kusebutkan tadi diatas adalah nama-nama yang akan mengambil peran dalam drama ini.

“Dream High.. itulah judul drama kita kali ini..”

‘Dream High?? Impian yang sangat tinggi begitu?? Ahh sangat menarik..’ batinku sambil tersenyum samar ketika JY Park sunbaenim menjelaskan konsep yang akan diusung dalam drama kali ini.

‘Aku yakin, aku yang akan mengambil peran utama kali ini..’ senyumku semakin melebar saat ia mengatakan bahwa tokoh utama wanita dalam drama ini adalah seorang wanita dengan tingkat keegoisan dan kesombongan yang sangat tinggi, selain itu ia juga memiliki suara yang sangat indah. Bukankah itu semua tentang diriku??

Kuedarkan pandanganku kesekeliling, memperhatikan satu-persatu sosok idola wanita lainnya yang ada di ruangan ini. JOO? Setahuku ia belum pernah membintangi drama manapun. Dan Chaeyoung? Meskipun ia sudah beberapa kali membintangi drama dan juga menjadi pemeran utama, tapi menurutku ia sama sekali tidak cocok untuk image Hyemi, dan lebih cocok untuk memerankan peran Yoon Baekhee mengingat bakat menarinya yang memang lebih unggul dibanding vocalnya. Senyuman lebar jelas tak dapat kusembunyikan. Aku yakin 100% aku pasti akan terpilih, karena diantara semua wanita yang ada disini akulah yang paling berpengalaman dalam ACTING! Jika bukan aku siapa lagi? Main cast wanita untuk drama ini hanya 3 orang, idola wanita yang datang ke rapat ini 3 orang, dan satu-satunya yang memenuhi semua criteria untuk peran Hyemi adalah aku!

“Untuk pemeran pria sudah diutuskan, Soohyun memerankan Song Samdong, Taecyeon sebagai Jingook, dan Wooyoung sebagai Jason,” mereka bertiga mengangguk sambil tersenyum puas. Kulirik kini ketiganya tampak sibuk membuka-buka naskah yang baru saja diberikan salah seorang asisten.

“Dan untuk pemeran wanita..” aku tersenyum samar, kulirik kesamping kananku JOO tampak santai saja sementara agak jauh ke kiri, Chaeyoung tampak sibuk menggumamkan sesuatu di bibirnya.

‘Yoon Baekhee… Yoon Baekhee’ samar-samar aku dapat membaca gerak bibirnya. Aku tersenyum puas. Ternyata ia mengharapkan peran Yoon Baekhee.

“Chaeyoung,” Chaeyoung tampak tersentak, ia lantas segera menoleh kearah JYP yang kini melayangkan pandangan penuh arti padanya.

“Ne.”

“Kau jadi Yoon Baekhee,” kedua mata Chaeyoung tampak melebar. Kontan iapun meloncat histeris dari tempat duduknya dan segera memeluk Taecyeon yang kebetulan duduk disebelah kanannya, spontan saking gembiranya. Taecyeon tampak tertawa ringan sambil menepuk-nepuk pundak Chaeyoung yang kini sibuk mengucapkan terima kasih pada semuanya.

“Ya ampun.. sepertinya kau senang sekali ya dapat peran Baekhee??” kekeh Wooyoung begitu Chaeyoung sudah kembali ke tempat duduknya semula.

“Gureom~ peran ini sangat sesuai denganku!” jawabnya riang. Lagi-lagi aku tersenyum mendengarnya. Baiklah, tinggal 2 peran lagi. Hanya aku atau JOO yang akan mendapatkan peran Hyemi.

“Untuk peran Go Hyemi-”

BRAKK.

Tiba-tiba saja pintu kayu bercat putih tulang berukuran besar yang menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar ruangan ini terbuka lebar, membuat semua mata kini mengarah padanya.

“Hoshh… Hoshh…. Jeongmal josonghamnida.. Hoshhh Hosh.. Aku terlambat..” ujar seorang wanita berambut panjang kecokelatan sambil memegangi perutnya yang sepertinya terasa sakit akibat berlari begitu pintu terbuka. Ia pun lantas membungkuk dan meminta maaf beberapa kali sebelum akhirnya berdiri tegap dan merapihkan rambut serta syal rajutan yan tadi sempat menutupi wajahnya.

“Omo-” mulutku terngaga lebar saat melihat sosok yang kini berdiri di depan pintu itu.

“Kim Hyunjae. Tepat waktu, Go Hyemi ku serahkan padamu.”

DUARRRRRRRRR… seolah sebuah petir yang maha dahyat baru saja menyambar tubuhku. Kepalaku mendadak terasa pusing, mataku terbelalak lebar, namun untung saja mulutku tidak ikut teerbuka sehingga dengan cepat aku dapat mengusai keadaan. Tapi.. Chankanman! Apa katanya tadi? Hyunjae? Go Hyemi??? MALDO ANDWAE!!

Ku tatap Hyunjae yang tengah diberi penjelasan oleh JYP disisi meja yang bersebrangan denganku itu dengan tatapan sengit. Gadis itu bahkan tadi tak ikut pengarahan, datang terlambat, dan kini dapat peran utama?? PERAN UTAMA!!?? Lalu? Aku dapat peran apa? Tak mungkin aku hanya jadi peran ‘pemanis’, setidaknya peran Pilsook harus jadi milikku sekarang!

Kini tatapan sengitku beralih pada JOO. Gadis itu tampak tak peduli dengan semua yang terjadi disini. Ia malah sibuk mencorat-coret sesuatu diatas kertas dengan spidol merahnya. Apa-apaan dia?

———–

Dengan jatuhnya peran Hyemi ke tangan Hyunjae, mau tak mau aku harus berbesar hati mendapatkan peran sebagai Kim Pil Sook, dan JOO yang sejak tadi terlihat santai ternyata sejak awal memang sudah mengetahui semuanya dari mulut JYP sendiri tentang siapa saja yang akan mendapatkan peran utama, maka dari itu tidak heran jika ia tampak santai dan tak terlihat tegang sama sekali.

Begitu acara briefing selesai dan semua dipersilakan untuk pulang, Hyunjae langsung pamit dan segera berlari keluar ruangan dengan sebuah ponsel yang melekat ditelinganya. Semua orang memandangnya dengan tatapan bingung. Tadi ia datang  terlambat dengan napas yang memburu akibat berlari, dan kini ia malah pamit juga dengan terburu-buru.

“Kenapa dia? Padat sekali sepertinya jadwalnya?” Taecyeon melirik Chaeyoung yang tengah sibuk memasukkan naskah kedalam tas tenteng miliknya. Chaeyoung meliriknya sekilas lalu megangkat bahu.

“Molla, sepertinya begitu.”

Aku hanya bisa menghela napas. Jujur saja ia ingin sekali berbicara akrab dengan Hyunjae lagi seperti dulu, namun semua itu kini seolah terasa sulit sekali.

~mrs.ChoiLee~

*Author POV*

Seorang pria tampak memandangi jam kulit yang melekat dipergelangan tangan kanannya dengan senyuman lebar. Sesekali diliriknya kaca spion motor sport miliknya dari balik helm hitam yang ia kenakan, mencoba mencari sosok yang sedari tadi ia tunggu kehadirannya di depan jalan masuk sebuah gedung apartment elit di kota Seoul. Sebuah senyuman kini tampak menghiasi wajahnya begitu sosok yang ia tunggu sejak tadi tampak keluar dari dalam gedung dan berlari mendekatinya.

“Kenapa kau tak bilang dulu jika akan kemari?” protesnya saat gadis itu sudah berdiri disamping motornya. Secara perlahan namja itupun melepas helm fullface yang sedari tadi menutupi wajah tampannya dan beralih menatap kearah gadis manis yang telah membuatnya menunggu selama setengah jam itu dengan senyuman khas miliknya. Senyuman seorang Choi Jonghun.

“Bukankah beberapa hari lalu aku sudah memberitahumu?”

“Haa?? Kapan?? Tidak,” sungutnya karena tak pernah merasa membuat janji dengan pria tampan yang ada dihadapannya itu.

“Ah.. Kau lupa? Waktu itu kan aku bilang ‘sabtu nanti kita akan pergi ke suatu tempat’, ingat?” Gadis itu yang tak lain adalah Hyunjae  tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menepuk jidatnya sendiri.

“Sabtu ini?” pria itu mengangguk.

“Sekarang maksudnya?” pria itu tersenyum lalu mengangguk mantap.

“Kajja!” serunya penuh semangat sambil memasangkan sebuah helm berwarna merah muda keatas kepala gadis itu tanpa menunggu persetujuannya terlebih dahulu.

“YA! Shireo!” tolaknya tegas sambil tangannya berusaha mencopot helm yang bersarang diatas kepalanya itu paksa, namun tak berhasil karena tangan Jonghun masih berada diatas helmnya, terus menekan helm tersebut hingga membuat dirinya kesulitan untuk membukanya.

“Ya, wae???” katanya tak terima karena ajakkannya baru saja ditolak.

“Setidaknya beri aku waktu untuk ganti pakaian! Lihat saja penampilanku, tak mungkin aku pergi seperti ini kan!??” Jonghun mengerutkan kening, lantas dilihatnnya penampilan gadis itu dari atas sampai bawah. Rambut cepol, hoodie merah muda dengan padanan celana training ¾ ditambah sebuah slipper dengan hello kitty sebagai hiasannya yang menutupi bagian kakinya sampai mata kaki, kentara sekali bahwa gadis itu sudah bersiap untuk tidur saat ini. Ia lantas terkekeh sendiri melihatnya, membuat gadis yang ada dihadapannya itu menggembungkan pipinya kesal.

“Hehehe.. Mian-mian, aku tak bermaksud mentertawakanmu,” sesalnya saat menyadari gadis itu sudah melayangkan tatapan tajamnya pada dirinya. “Tapi tak usah ganti baju! Bagini saja juga tak apa kok, tak akan ada yang melihatnya. Kajja!”

“Shireo! Aku mau gantu baju dulu! Setidaknya biarkan aku memakai coat atak mengganti sepatuku dulu!” kekehnya. Ia tak mau ambil resiko jika nanti –entah-siapapun-dan-dimanapun- ada yang menyadari kehadirannya dan mengabadikan penampilannya ini dan kemudian disebar melalui internet.

Seolah menyadari kecemasan yang tersirat diwajah Hyunjae, Jonghun turun dari motornya, melepaskan mantel berwarna biru gelap miliknya dari tubuhnya dan memasangkannya di tubuh gadis itu dan membuatnya sedikit terkejut akan perlakuannya.

“Kalau begini tidak akan ada yang mengira panampilanmu yang sebelumnya kan?” Hyunjae menunduk, memperhatikan penampilannya lalu mengangguk senang.

“Kalau begitu, kajja!” Jonghun kembali menaiki motor sport kesayangannya, mestater kembali mesinnya yang tadi sempat ia matikan dan memakai helm fullfacenya. Kali ini tanpa disuruh Hyunjae langsung naik keatas motor dan merekapun segera berlalu meninggalkan pelataran apartment.

Sepanjang perjalanan tak ada satupun diantara keduanya yang memulai pembicaraan. Jonghun fokus mengendarai motornya, sementara Hyunjae terlalu asik menikmati udara malam yang menyapu wajah dan ekor rambutnya yang tak tertutupi helm. Gadis itu memang sudah lama sekali tak pernah keluar malam dengan menggunakan motor karena selama ini mau kemanapun ia pergi pasti akan menggunakan van yang telah disediakan kantor untuknya, selain itu meskipun ia memiliki sebuah scooter yang diberikan ibunya saat masih SMA ia dilarang menggunakannya karena menurut Seungri cara mengendarai Hyunjae itu sama sekali tidak aman! Bukan karena ia ugal-ugalan atau sering kebut-kebutan, tapi ia itu tipe orang yang sangat ceroboh, contohnya saja saat scooternya berpapasan dengan mobil lain dari arah yang berlawanan, bukannya memencet tombol klakson ia malah berteriak-teriak histeris, saat mengendarai scooter tubuhnya kontan akan menegang hingga mengakibatkan bagian tangan dan kakinya jadi gampang pegal akibat terlalu kaku saat mengemudi, dan contoh lainnya adalah saat ia akan memutar balik arah bukannya menekan rem ia malah memutar pedal gas pada stir kanan scooternya hingga membuatnya nyaris mental kedalam saluran pembuangan air yang berada tak jauh di hadapannya, dan hal itu masih sering terjadi sampai saat ini. Maka dari itu tidak heran jika motor kesayangan yang diberi nama ‘PYPY’ olehnya itu masih terparkir rapih di dalam garasi apartment Miina dalam keadaan yang masih sangat mulus akibat sangat jarang dipakai dan itupun hanya digunakan sesekali oleh Kyuhyun yang sengaja dititipi kunci cadangan oleh Hyunjae kalau-kalau ada keperluan mendesak.

“Sudah sampai,” Jonghun melepas helm yang menutupi kepalanya lalu mengibas-ngibaskan rambutnya yang terasa lepek akibat tertutup helm. Hyunjae yang sejak tadi sibuk melamunkan sesuatu tampak tersentak sebelum akhirnya turun dan melepas helm merah muda yang bersarang di kepalanya.

“Eh? Ini kan cafe milikmu?” Hyunjae memandangi sebuah tempat yang ada di hadapannya dengan tatapan senang. Tempat ini terasa familiar baginya, jelas saja saat di acara Mnet scandal yang lalu ia memang pernah diajak Jonghun kemari dan ia sangat suka tempat ini. Sebuah kafe mungil dengan kesan elegan di dalamnya.

Jonghun tersenyum kecil.

“Ayo masuk,” ajaknya seraya menggandeng sebelah tangan gadis itu lembut. Hyunjae sama sekali tak menolaknya, dan hal itu jelas membuat Jonghun senang. Dengan gentlenya, Jonghun berjalan selangkah lebih dulu di depan Hyunjae, membukakan pintu kaca yang menghalangi langkah mereka dan membiarkan gadis itu masuk terlebih dahulu sebelum dirinya.

Sebuah alunan music piano dari potongan irama river flows in you langsung menyambut telinga keduanya begitu masuk kedalam cafe. Hyunjae tampak mengerutkan kening saat menyadari cafe dalam keadaan temaram tanpa lampu dan hanya dihiasi oleh deretan lilin-lilin yang seolah sengaja diatur sedemikian rupa hingga membentuk sebuah jalan. Jonghun terus saja menggandeng tangannya dan mempersilakan gadis itu untuk duduk disebuah bangku yang ada pada sisi meja yang disekelilingnya dipenuhi oleh lilin yang membentuk melingkari meja.

 “Jonghun-ssi ada apa in-”

“Ssstt..” Jonghun mendaratkan telunjuknya dibibir Hyunjae, membuat gadis itu menghentikan ucapannya sambil melayangkan sebuah senyuman lembut.

“Hyunjae-ssi..” panggilnya formal, membuat keadaan mendadak terasa sangat serius. “Semua ini sengaja aku persiapkan untukmu..”

DEG. Mendadak tubuh Hyunjae terasa menegang, jantungnya berdegub tak karuan. Pikirannya sudah berpikir kemana-mana saat ini.

‘Jangan sampai kau mengatakan hal itu..’ batinnya penuh harap.

“… Kau tahu? Sudah sejak pertama kali bertemu denganmu aku…”

‘Jangan sampai apa yang ku pikirkan ini terjadi! Semoga perkiraanku salah!!!’ Kedua tangannya yang ada dibawah meja sudah meremas ujung coat keras.

“Aku menyukaimu,” tatap Jonghun dalam. Remasan tangan Hyunjae pada coat milik Jonghun yang ia gunakanpun melemah. BINGO! Tepat sesuai dengan pikirannya barusan. Jonghun mengucapkan kata sakti itu.

“Apa kau mau menjadi kekasihku?” tanyanya dengan tatapan yang sangat lembut dan sama sekali tak tampak keraguan sedikitpun diwajahnya. Pikiran Hyunjae kalut. Apa yang harus ia katakan? Beberapa waktu yang lalu ia memang sempat menyukainya, namun hanya sebatas rasa simpatik, bukan perasaan wanita kepada seorang pria, dan lagi saat ini ia sudah berstatus ‘istri orang’. Jadi apa yang harus ia katakan? Jujur saja ia merasa sangat nyaman berada disisi Jonghun dan ia tak rela jika harus kehilangannya.

Sementara itu, tanpa mereka berdua sadari sejak awal kepergian mereka dari apartment sampai saat ini ada seseorang yang terus mengintai gerak-gerik keduanya. Seseorang dengan kostum serba gelap dengan masker hitam yang menutupi bagian wajahnya itupun tampak menahan emosi saat melihat sosok Jonghun yang kini tengah berlutut dengan sebelah kaki yang ditekuk pada gadis bercoat biru gelap itu dengan menyodorkan sebuah kotak yang ia kira adalah sebuah perhiasan disebelah tangannya.

“Would u be my girl?” orang itu tampak mengepalkan kedua tangannya, mencoba menahan ledakkan emosi yang sebentar lagi meledak dari dalam dirinya ketika mendangar kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut pria yang dicintainya selama ini pada wanita lain, wanita yang amat dibencinya sejak pertama kali melihatnya.

“Perang akan segera dimulai KIM HYUNJAE!” desisnya dengan mata berkilat sebelum akhirnya masuk kedalam sebuah sedan hitam yang terparkir agak jauh dari cafe dan pergi menghilang.

~mrs.ChoiLee~

“HYA!!!! Kenapa matamu eonni!!!???” pekik Binwoo histeris saat dirinya yang baru saja bangun tidur dan bersiap mandi pagi-pagi sekali karena harus bersekolah mendapati sosok Hyunjae yang tak biasa bangun pagi baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan sebuah lingkaran hitam tebal yang menghiasi sekujur matanya. Hyunjae yang ditanya hanya menatapnya sekilas lalu melengos pergi kedalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat. Ahra yang terbangun akibat pekikkan maha dahsyat Binwoopun segera menghampirinya.

“Kenapa sih pagi-pagi sudah berisik sekali?? AKU MASIH NGANTUK!!!!!” serunya kesal karena merasa tidur singkatnya yang amat berharga malah dirusak oleh pekikkan cempreng si magnae.

“Mwoya!? Kalau merasa terganggu kenapa tidak tidur lagi saja!?” sungutnya tak terima. Seenaknya saja memarahi ia pagi-pagi, pikirnya. Tak mau ambil pusing iapun lebih memilih untuk masuk kedalam kemar mandi dan membiarkan Ahra yang tengah mengacak-acak rambutnya frustasi karena tak bisa kembali tidur.

“Aishhh!! Hyunjae lagi pasti! Kenapa sih Hyunjae sepertinya selalu merusak hidupku!!??” geramnya kesal.

~mrs.ChoiLee~

*AHRA POV*

“Ah! Aku ikut turun ya! Tak tahan mau pipis!!!” ringisku sambil mengeratkan kedua kakiku, tanda menahan pipis begitu van yang kami tumpangi sampai didepan sebuah gedung agensi ternama di Korea, JYPE. Chaeyoung eonni yang sudah turun duluan langsung menyuruhku untuk segera mengikutinya masuk kedalam gedung yang selama ini belum pernah kusinggahi itu.

Interior bergaya minimalis segera menyambut kedatangan kami begitu masuk kedalamnya. Tapi, aku sama sekali tak tertarik untuk menikmatinya dan memilih untuk segera berlari mengikuti arahan sebuah plang bertuliskan ‘toilet’ yang ada di sisi lorong sebelah kanan.

“Hhh.. lega~”aku tersenyum penuh dengan kelegaan begitu keluar dari dalam toilet. Kulirik layar ponselku telah menunjukkan pukul 10.45 KST, dan kurang dari satu jam lagi aku harus sudah ada di set ‘runningman’ dimana aku menjadi salah satu bintang tamunya kali ini. Ah~ memikirkannya saja membuatku senang! Bagaimana tidak? Aku ini adalah salah satu penonton setia acara yang dipandu oleh Yoo Jaesuk sunbaenim itu, alasannya apa lagi selain ada Joongki Oppa disana. Hahahaha~ tanpa sadar aku jadi senyum-senyum sendiri memikirkannya.

“Hyunjae-ya!!” pekik sebuah suara yang amat familiar ditelingaku, membuatku menghentikan langkah dan berbalik mencari sumber suara.

‘Hyunjae?’ aku mengerutkan kening. Tak lama dari ujung lorong aku dapat melihat sesosok Hyerin eonni tengah berlari kecil mengejar sosok wanita lainnya yang kuyakini 100% adalah Hyunjae eonni. Penasaran, aku yang semula berniat untuk kembali ke van dan pergi ke lokasi filmingpun mengurungkan niatku itu dan memilih untuk mendekat dan bersembunyi dibalik tembok penyangga gedung. Dari balik tembok ini aku dapat melihat dengan jelas bahwa Hyunjae sama sekali tak menggubris panggilan Hyerin. Hyerin yang tampak putus asa pun memilih untuk berbalik arah, kembali masuk kedalam sebuah ruangan lain dengan tulisan ‘practice room’ dibagian pintunya.

“Astaga.. Bisa juga mereka bertengkar?? Ku kira mereka berdua seperti amplop dan perangko yang tak terpisahkan. ckckck,” aku melipat kedua tanganku di depan dada sambil berdecak pelan. Aku tak habis pikir, ada masalah apa diantara keduanya selama ini kan mereka itu kompak sekali?

Kulihat Hyunjae tampak menghela napas berat seraya melihat keluar gedung melalui jendela besar yang terpasang disepanjang koridor.

“Ah, sudahlah. Lebih baik aku kembali ke mobil.”

“Hyunjae-ssi!” panggil sebuah suara lagi, kali ini dengan suara berat layaknya suara pria, membuatku kembali menghentikan langkah dan berbalik mencari tahu si pemilik suara.

“Omo! Itukan Park Jinyoung? Kenapa mereka terlihat akrab sekali???” gumamku dengan sedikit terkejut saat menyadari si pemilik suara itu adalah Park Jinyoung owner JYPE. Kulihat Hyunjae tampak membungkukkan tubuhnya dan membalas salamnya dengan sopan sebelum akhirnya mereka berdua tampak berbincang akrab. Karena penasaran akupun memutuskan untuk lebih mendekat dan bersembunyi dibalik pot besar yang ada dibawah tangga agar dapat mendengar perbincangan keduanya lebih jelas.

“Aku percayakan peran utama ini padamu karena aku sudah mengenalmu. Kalau begitu jangan kecewakan aku kali ini oke?” JYP tampak menepuk pundak Hyunjae pelan yang langsung dibalas senyuman lebar darinya.

“Ne, sunbaenim~” jawabnya sambil terkekeh lalu kedunyapun berjalan beriringan menuju sebuah rungan yang sebelumnya kulihat juga dimasuki oleh Hyerin eonni.

Aku membekap mulutku dengan tatapan tak percaya.

“Apa tadi katanya??? Peran itu dipercayakan padanya karena JYP telah mengenal Hyunjae sebelumnya??? Jadi ini adalah alasan kenapa Hyunjae yang terpilih memerankan Go Hyemi bukannya Hyerin yang sudah jelas-jelas memiliki pengalaman dibidang acting? OMONA!” pekikku tertahan. Yatuhan.. selama ini ku pikir Hyunjae mendapatkan peran ini benar-benar karena kemampuannya sendiri, tapi ternyata karena bantuan koneksi? Ckck.

Drtttt.. Drttt..

Ponsel dalam saku celanaku bergetar hebat. panggilan masuk, Daesung Oppa.

“Ne, Oppa! Aku akan segera kesana!”

———-

Tak pernah kusangka sebelumnya bahwa syuting runningman akan semelelahkan ini. Bayangkan saja sekitar pukul 1 siang aku sampai di Bucheon Manhwa Museum lokasi pengambilan gambar runningman hari ini dan langsung briefing lalu pemilihan costum sebelum akhirnya filming benar-benar dimulai sekitar pukul 4 sore dan akhirmya selesai sekitar pukul 2 dini hari. Bayangkan saja betapa melelahkannya itu.

Tapi, aku bisa sedikit merasa senang karena saat sesi pembuka dimana para member runningman mengcover tokoh-tokoh anime yang pernah ada, aku di dapuk menjadi CANDY dalam cerita animasi CANDY-CANDY dan Joongki Oppa bertindak sebagai Anthony~ belum lagi selama games pun aku mendapatkan kelompok yang sama dengan pria idolaku itu. Hihihi~ setidaknya hal ini dapat mengobati rasa lelahku. *a/n: liat runningman ep 25, anggap aja Park Boyoung disitu adalah AHRA*

Akibatnya karena kelelahan semalaman filming runningman dimana aku juga mesti berlari kesana-kemari demi menyelesaikan misi untuk mengumpulkan potongan-potongan manhwa begitu sampai dorm akupun langsung tertidur lelap dan baru terbangun sekitar jam 11 siang. Begitu bangun, dorm sudah sepi. Jelas saja Hyunjae dan Chaeyoung eonni pasti sudah berangkat ke lokasi mengingat hari ini adalah syuting perdana drama mereka, sementara Binwoo pasti sudah berada di dalam kelas untuk menerima pembelajaran dari gurunya.

“HOAMHH~~” aku menguap lebar. Astaga rasa kantuk ini masih sangat terasa rupanya. Dengan langkah sedikit terhuyung akibat rasa kantuk yang masih terasa akupun berjalan menuju kulkas untuk mengambil segelas air lalu duduk disofa dan menyalakan tv.

“Tak ada yang menarik,” akupun kembali mematikannya dengan remot yang ada di tangan kiriku setelah dirasa tak ada satupun tontonan yang menarik.

“Eh? Laptop Hyunjae, ya?” mataku tanpa sengaja melirik kearah meja kecil yang ada disudut ruang tv dan mendapati sebuah laptop berwarna hitam dengan icon apel tergigit tergeletak begitu saja dalam keadaan terbuka. Iseng, akupun meraihnya, menaruhnya diatas meja yang ada didepanku dan langsung menekan tombol power. Tanpa kuduga ternyata laptop itu dalam keadaan ‘sleep’ tapi aku langsung mengurungkan niat begitu sadar bahwa laptop hitam itu terlindungi password.

“Sok penting sekali sih sampai di password begitu,” gerutuku kemudian kembali menekan icon sleep dan meletakkanya di posisi semula.

“Baiklah, aku mau online saja kalau begitu!” akupun bangkit dari sofa menuju kamar yang terletak disebelah kamar Binwoo. Tapi belum sempat aku melangkah masuk, ekor mataku lagi-lagi menangkap hal lain. Tak seperti biasanya kamar Hyunjae yang biasanya selalu tertutup rapat dan bahkan selalu dalam keadaan terkunci apabila pemiliknya tak ada itu kini malah dalam keadaan sedikit terbuka hingga dapat membuatku yang berada di luar kamar dapat melihat sebagian isi dari kamarnya.

Dengan langkah hati-hati aku yang entah kenapa merasa penasaran mulai mendorong pintu kayu berwarna kuning gading itu secara perlahan. Mataku tak hentinya memperhatikan seluruh sudat kamar serta isinya. Poster jumbo BoA sunbaenim semasa ‘MY NAME’ yang tergantung di tembok belakang tempat tidurnya langsung menyambutku begitu masuk kedalam kamar, poster yang sama dengan milik Chaeyoung eonni yang digantung disamping lemari kamar kami.

“Ckckck berantakan sekali,” decakku saat melihat keadaan tempat tidur yang berantakan. Sepertinya ia sangat terburu-buru sekali tadi pagi karena kamarnya saja bahkan lupa ia kunci.

Lepas dari tempat tidur yang berantakan, mataku tampak tertarik pada meja belajar berwarna kuning gading yang berada disamping pintu masuk. Tak seperti tempat tidur yang berantakkan, meja itu tampak  rapih dengan beberapa tumpukkan buku-buku kuliah yang tak ku mengerti isinya yang tersusun apik di dalam rak buku kecil yang ada disamping meja juga terdapat beberapa pigura kecil dengan berbagai motif lucu terpajang disana.

“Wah, baru kali ini aku melihat foto keluarga mereka,” tatapku penuh minat pada sebuah pigura kayu yang berukuran lebih besar dari lainnya.

“Sepertinya foto ini belum lama diambil, aku belum pernah melihatnya,” lanjutku lagi. Setelah cukup lama melihatnya akupun meletakkannya dalam keadaan semua dan memutuskan untuk keluar dari kamar.

Ting..

Aku seperti mendengar suara benda jatuh kelantai. Akupun berjongkok dan mendapati sebuah kalung emas dengan sebuah cincin sebagai liontinnya tergeletak begitu saja di dekat kakiku. Mataku sedikit memicing memperhatikannya, namun tanpa pikir panjang akupun menaruhnya keatas meja belajar dan keluar dari dalam kamar, takut-takut barang kali saja ada benda yang hilang nanti aku yang jadi sasaran!

“Radio star jam 5 berarti masih ada waktu 5 jam lagi untuk bersantai~ Online~ Online~”

—–

“IGE MWOYA!!!??? Uhukk.. .Uhukkk..”  pekikku yang diakhiri dengan batuk akibat tersedak cappucino yang sedang kuminum saat mataku mendapati sebuah artikel pendek dengan disertai belasan foto di dalamnya. ”CHAEHYUN SECRET” begitulah judul artikelnya. Tapi bukan judulnya yang membuatku terkejut, tetapi fotonya!

Dalam foto itu jelas sekali digambarkan bagaimana Chaehyun masuk kedalam sebuah sedan merah yang dikendarai seorang pria yang kemudian mengantarkannya menuju landasan pesawat sebelum akhirnya gadis itu lepas landas dengan menggunakan pesawat. Dan di salah satu foto aku bisa menangkap wajah Jiyong Oppa sebagai orang yang berada di balik kemudi mobil sedan itu.

“Hey?? Apa dia serius akan mengejar Chaehyun eonni?” desisku. Karena tertarik akupun membuka link artikle lainnya yang masih berkaitan dengan artikel ini.

Dalam artikel kedua diperlihatkan bahwa Chaehyun tampak sedang menangis dipelukkan seorang pria yang wajahnya tidak begitu terlihat jelas akibat terhalang rambut Chaehyun eonni. Namun dari latar belakang yang ada aku bisa menagkap bahwa tempat itu adalah rumah sakit, karena terdapat beberapa orang suster yang terlihat berlalu lalang sambil mendorong kursi roda tak jauh dari mereka.

Tak seperti artikel sebelumnya yang lebih banyak memuat foto-foto Chaehyun, pada artikel kali ini lebih banyak narasi. Artikel yang dibuat oleh salah satu internet news paling terkemuka di Korea ini menyebutkan bahwa setelah dijemput oleh seorang pria yang belakangan diketahui sebagai salah satu arranger dari SMent Chaehyun pergi ke Jepang dengan menumpangi pesawat charteran dan langsung menuju rumah sakit ternama di Osaka, dan setibanya ia dirumah sakit ia tampak seperti orang linglung hingga akhirnya berhenti disebuah ruang operasi dan bertemu dengan seorang pria yang belakangan dicurigai sebagai Choi Seunghyun, pengusaha muda dari keluarga konglomerat CHOI yang juga sepupu dari Choi Hyerin dan Choi Siwon Super Junior. Hal ini semakin diperkuat setelah muncul beberapa foto lainnya yang memuat foto Chaehyun, pria itu dan seorang bayi dalam pelukkan Chaehyun. Dan foto terakhir ini SANGAT JELAS memperlihatkan foto ketiganya.

“C-choi Seunghyun?? Benar Choi Seunghyun!” pekikku saat membandingkan foto pria yang berada disamping Chaehyun eonni saat keluar dari rumah sakit dengan foto Choi Seunghyun yang kucari dari internet.

“Wah! Sepertinya ia benar-benar orang penting! Kenal dimana mereka? Lalu bayi itu??? JANGAN BILANG ITU ANAK MEREKA!!!?”

I’m on top, top, top, ije nareul wihae reset, I, I my me mine, I, I, I my mine

I can’t stop, stop, stop, modu nareul wihae reset, I, I my me mine, I, I, I my mine

Re-re-replay, click, click, click, click, re-re-return, click, click, click, click

Re-re-re-re-reset, click, click, click, click, my mine, my mine, I my me mine

Dering I, MY, ME, MINE dari 4minute berhasil memecahkan pikiranku. Kulirik ponsel hitam panjang yang sengaja kuletakkan disamping notebook milikku bergetar hebat, sebuah panggilan masuk.

“Bom eonni?” dengan cepat kugeser icon hijau pada layar touchscreen LG chocolatte milikku.

“Ne, eonni. Wae??”

“….”

 “M-mwo??”

“…..”

“Nugu??”

PRANGG..

Ponsel hitam itupun dengan bebas jatuh mengantam lantai. Hatiku mencelos, dadaku sesak. Tubuhku lemas, saking lemasnya sampai membuat tubuhku merosot dari atas sofa hingga terduduk dilantai.

‘Apalagi ini tuhan??? Kenapa seperti ini????’

 TBC

HALOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!

ANNYEONGHASSAEYO~

OLA~~

APA KABAR???

SAIAAAAAAAAA DATANG!!^^ **peluk reader satu”* ad yg rindu kah?? *PD*

mohon maaf untuk tidak tayangnya minggu lalu. saia lagi kena bad mood minggu kemarin jadi bener” ga mood mau ngapa-ngapain dan kebetulan juga ide lagi mentokkkk jadi yasudah libur saja #plakk

makasih ya buat ahra yang selalu sms nanyain ni FF tayang apa engga *meskipun pake adegan maksa #plakk

tadinya part kali ini mau ditayangin besok, alias SABTU kayak biasanya. cuma berhubung hari ini tanggalnya cukup untik yaitu 11-11-11 yang juga bertepatan dengan ultahnya uri MINHWAN~ jadi yaudah sekarang aja deh HAHAHA

maap ya kalo ceritanya rada gaje atau gimana, dan kyy SELALU aja part Hyunjae dapet lebih banyak dan selalu nongol dimana” XD 

Oiya, waktu bikin part ini kebetulan saia abis dengerin kaset BoA pertama yang saya punya yang kebetulan emang entah udah berapa tahun ga pernah saia dengerin lagi lantaran tape saia rusak dan sejak itu ga pernah beli lagi -toh sekarang juga udah ga jaman kaset kan ya? haha #plakk

nah pas denger ini saia jadi inget kalo kaset ini adalah hadiah pertama yang pernah saia dpt dari salah satu cast disini waktu jaman” SMP *yang ngerasa ayo ngacung~~ >O< * itulah kenapa ada poster MY NAME-BoA numpang ng’eksis disana haha

Oooiah yaaa.. minggu depan saia mulai UTS. TOLONG DIBANTU DOA-nya ya~~~ m(_ _)m *bow

-sekian-

Iklan

21 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 18A

  1. Bledaar! di potong di saat yang gak enak lagi
    semangat ujian bagi kalian yang menunaikan~ termasuk saya juga soalnya penuh ujian, tugas, dan LPJ korean day huhuhu =___=
    btw, kasetnya jangan di ilangin yaak, walopun udah gak jaman kaset kasetan 😀

  2. eh? ada lunningman nyaa~ #hhaaapadah sya juga suka lunningman ._.v

    di cut lagi onn~
    huueehee,,
    di tunggu lanjutannya onn hhe 😀

    good luck yaa onn bwt utsnya hhohoo~
    semogaa lancaarr #amin

      1. nadooo bogoshipooooooooo~~ ^O^..

        penasaran membunuhku (?)
        hhaha..

        di tunggu dah onn lanjutannya secepatnya#plaaakk
        hhehe..

        runningman 67 dah keluar onn #eh?

  3. Akhr’y slese jg gue ngejar ktingglan slma ini. . . ==”
    but, congrat to hyejin fam. . I like ths story. . Although, i can’t undrstand with my story. . . T.T

  4. aNyong ! Slm kenal
    aku reader bru,
    thor/admin*gak tw mw manggil apa*
    ffnya keren, pas pertama buka blog ini aku langsung dpt ff supa dupa diva, tpi udah part 18 , tpi aku udah bca dri part 1, menghabiskan waktu shrian penuh, dan bru bisa koment di part 18.
    Maaf bru komment.

  5. annyeong eonnie;)
    kasian ya aku baru baca sampai sini?:(
    josonghamnida eonnie aku baru komen sekarang, soalnya aku baru ngerti cara komennya-_-
    bener-bener rame deh eonnie ini ceritanya! Selama liburan aku ga bosen-bosen baca ff ini! Ff eonnie neomu daebak!!;;)
    keep writing ya eonnie!:-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s