SUPA DUPA DIVA -Part 18B *side story*

BE A GOOD READERs Oke?

DONT FORGET FOR LEAVING SOME COMMENT and LIKE this post

BUAT SILENT READERs nyadar diri aja deh ya.. saia doakan dapet HIDAYAH 

Ga bisa comment di WP?? silakan mention>> @yoendaELF

need another story? lets check this one out>> Library

  

-SUPA DUPA DIVA-

*Author POV*

Saturday, 22.50 KST

Sebuah mobil sedan mewah melaju cepat disatas aspal jalanan kota Seoul yang semakin malam semakin terlihat marak akibat cahaya lampu hias dan gedung-dedung serta kendaraan yang  berlalu lalang disepanjang jalan. Sedan berwarna silver itu berisikan seorang wanita berusia lebih dari seperuh abad dan seorang pria setengah baya yang bertindak sebagai supir pribadinya.

“Mananim, sepertinya itu Hyunjae aggasshi,” ucap Kim Hyunsik, supir keluarga sekaligus salah satu orang kepercayaan keluarga Cho saat matanya tanpa sengaja melihat sesosok wanita bercoat biru tua tengah melaju diatas sebuah motor sport dengan seseorang. Nyonya Cho – yang tak lain adalah nenek dari Hyunjae dan Kyuhyun, segera memalingkan wajahnya dari majalah kesehatan yang ia baca ke arah objek yang ditunjuk oleh salah satu orang kepercayaannya itu.

“Ikuti mereka.”

——-

Sekitar setengah jam kemudian akhirnya sedan mewah berwarna silver itu pun berhenti di depan sebuah Café kecil yang dari luar tampak temaram dan hanya sedikit pancaran cahaya redup dari dalam. Nyonya Cho tampak mengamati tempat itu dengan seksama sebelum akhirnya memutuskan untuk turun dan mendekati tempat –yang ia yakini- cucunya berada saat ini.

“Mananim, apa perlu saya temani?” tanya Kim Hyunsik sopan. Nyonya Cho hanya mengangkat sebelah tangannya, memberi tanda bahwa ia baik-baik saja.

Dengan langkah perlahan wanita itupun mulai mendekati pintu kaca semi transparan yang menjadi pintu masuk kedalam Café dan secara hati-hati wanita itupun perlahan mendorongnya.

Sementara itu di dalam, Jonghun tengah berlutut dihadapan Hyunjae yang tampak tercengang dengan sebelah tangan yang menjulur, menyodorkan sebuah kotak berisikan sepasang cincin berbentuk hati dengan ukiran nama dirinya dan Jonghun di dalamnya.

“Would u be my girl?” tanyanya dengan sebuah senyuman maut yang dapat membuat siapapun bertekuk lutut padanya.

Dag.Dig.Dug.

Dalam hatinya Hyunjae sendiri ketar-ketir dibuatnya. Bagaimana tidak, ini adalah pertama kalinya ia di’tembak’ oleh seorang pria dengan cara seromantis ini. Meski dulu ia pernah sekali berpacaran dengan Donghae, tapi itupun bukan Donghae yang menyatakan perasaanya duluan melainkan dirinya, jadi ini benar-benar merupakan pengalaman pertamanya ‘ditembak’ oleh seseorang –apalagi prianya setampan Jonghun- dengan romantic seperti saat ini ><!!

“Hyunjae!!”panggil sebuah suara dari arah pintu masuk yang kontan saja membuyarkan suasana romantic yang sejak tadi telah terbangun. Jonghun memejamkan kedua matanya dengan sebelah tangan yang mengepal menahan emosi, sementara Hyunjae diam-diam malah menghela napas lega.

“Hyunjae!” pekik Nyonya Cho saat melihat sosok cucu perempuan satu-satunya itu tengah duduk disebuah meja yang dikelilingi oleh cahaya lilin. Jonghun yang semula berlutut lagsung bangkit dan berbalik menatapnya dengan tatapan bingung. Hyunjae sendiri tampak terkejut saat mengetahui bahwa sosok yang memanggil namanya barusan adalah sang nenek.

“H-halmeoni?”

Nyonya Cho tampak tak menggubrisnya. Ia malah sibuk memperhatikan sosok namja berambut blonde itu dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan menilai. Jonghun yang diperhatikan seperti itu sempat merasa risiih dan melayangkan tatapan –minta tolongnya- pada Hyunjae yang hanya dibalas angkat bahu darinya.

“Jadi ini suamimu? Lee Donghae?”tanyanya dengan tatapan menilai pada Jonghun.

JEGERRRR.

Hyunjae bagai disambar petir di tengah badai. Baru saja neneknya itu mengatakan bahwa ‘Lee Donghae’ adalah ‘suaminya’ dan ia mengatakan hal itu di hadapan Jonghun –orang yang baru saja menyatakan perasaan kepadanya. Jonghun yang mendengar kata-kata itu dengan telinganya sendiri kontan membelalakkan kedua bola matanya dan beralih memandang Hyunjae dengan tatapan terkejut.

“S-suami??” ucapnya terbata.

“Ne. Kau Lee Donghae kan? Suami Hyunjae? Cucu menantuku?”

———-

Begitu sampai di depan gedung Starsharp city, gedung apartment tempat dimana dirinya dan Miina tinggal Hyunjae masih saja menundukkan wajahnya. Sejak dipergokki oleh halmeoninya yang menyangka bahwa Jonghun adalah Donghae, ia langsung dibawa pulang oleh halmeoninya yang terkenal keras itu kembali ke dorm, dan disepanjang perjalanan ia tidak henti-hentinya diceramahi karena telah pergi keluar dengan pria dimalam selarut itu terlebih saat nyonya Cho mengetahui dari mulut Jonghun sendiri bahwa dirinya bernama Choi Jonghun, bukan Lee Donghae.

“Cepat tekan liftnya,” perintah nyonya Cho begitu mereka berdua sampai di depan sebuah lift yang ada di dalam gedung apartment.

“Kita ke tempat kakakmu,” lanjutnya lagi saat Hyunjae baru saja akan menekan angka 8 pada tombol lift. Hyunjae mendesah, dan tanpa banyak bicara iapun segera menekan angka 11.

Tak membutuhkan waktu yang lama untuk lift yang mereka tumpangi sampai di lantai 11. Begitu pintu lift terbuka, merekapun segera keluar dan menuju dorm super junior di lantai 11. Beruntung, saat Hyunjae menekan bell dorm, Kyuhyun sendiri yang langsung membukanya.

Kyuhyun tampak terkejut saat melihat dongsaengnya itu datang bersama halmeoninya, dan tanpa dipersilakan lagi nyonya Cho langsung masuk kedalam dorm, meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku memandangi adiknya seolah meminta penjelasan.

“Kenapa halmeoni bisa kemari?” desis Kyuhyun, ia tak mau jika halmeoninya itu sampai mendengarnya. Hyunjae yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya tampak menggeleng pasrah lalu ikut masuk kedalam mengikuti langkah neneknya yang tampak sudah duduk tenang diatas sofa putih panjang yang ada di ruang tv.

Heechul yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk pendek yang menutupi bagian bawah tubuhnya tampak terkejut melihat dua orang wanita yang duduk diruang tv dan ia langsung saja berlari masuk kedalam kamarnya yang sialnya berada tepat berhadapan dengan ruang tv. Saking paniknya ia berlari sampai tak melihat sosok mungil ddangkoma yang sejak tadi dengan susah payah berjalan keluar dari kamar Yesung.

“HYUNG!!!!! AWASSSSSSSSS!!!!” teriak Wookie histeris dari arah pantry saat matanya menangkap sosok Ddangkoma yang sedang berjalan mendekat kearah pintu masuk kamar Heechul nyaris diinjak olehnya. Heechul yang kaget barusaha untuk menghindari Ddangkoma, tapi untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak, entah dari mana asalnya Heebum tiba-tiba saja melompat kearahnya membuatnya kehilangan keseimbangan hingga membuatnya terjengkang dan jidatnya terbentur gagang pintu kamarnya sendiri.

JEDUG.

“Argh!!” Heechul mengerang memegangi jidatnya yang memerah. Yesung yang mendengar teriakkan Wookie segera menghampirinya –lebih tepatnya menghampiri ddangkoma dan langsung menggendongnya dengan raut super cemas.

“YA!! HYUNG! Hati-hati dong! Kalau ddangkoma mati bagaimana???” cecar Yesung. Heechul menatapnya penuh murka. Yesung merasa kalau Heechul baru saja hampir membunuh hewan peliharaannya, tapi sebaliknya Heechul merasa bahwa nyawanya hampir saja melayang akibat ddangkoma.

“YA!!” menyadari tatapan Heechul yang tampak seolah ingin membunuh, Yesungpun segera berlari masuk kedalam kamarnya dengan membawa serta ddangkoma dan menguncinya rapat-rapat dari dalam.

“Hyung, gwenchana?? Ayo kuantar kau kedalam,” dengan sigap Wookie memapah tubuh Heechul yang lebih besar darinya dan membantunya masuk kedalam kamar setelah menyingkirkan Heebum dari atas tubuh Heechul yang topless.

Nyonya Cho dan Hyunjae yang sejak awal melihat semua kejadiannya dari atas sofa tampak diam dengan ekspresinya masing-masing. Berbeda dengan Hyunjae yang memasang tampang tenang karena sudah terbiasa akan keadaan seperti itu dari para oppadeulnya, Nyonya Cho tampak SHOCK! Ia tak pernah mengira bahwa keadaan dan kehidupan di asrama yang ditempati cucu kesayangannya itu begini adanya. Menurutnya ini semua terlalu liar!

Dengan wajah keras, nyonya Cho bangkit dari duduknya dan beralih menatap kedua cucunya dengan tatapan yang sulit diartikan lalu mengeluarkan sebuah ponsel lipat dari dalam tas rancangan Vannessa Bruno miliknya dan mulai berbicara dengan seseorang.

“Pak Kim. Tolong kau carikan sebuah mansion untukku di apartment ini. Dan kuharap seminggu lagi semuanya sudah siap ditempati.”

BIPP.

“Halmeo-”

“Apa?!” potongnya dengan wajah keras begitu Kyuhyun akan buka suara.

“Dengar. Kalian berdua, tidak bertiga beserta suami Hyunjae. Segera bersiap. Minggu depan kalian semua beserta diriku akan tinggal di apartment yang sama!”

——

Semalaman Hyunjae tak bisa tidur lantaran memikirkan rencana halmeoninya yang mengatakan bahwa dalam waktu seminggu kedepan ia dan Kyuhyun beserta Donghae harus pindah dari dorm ke apartement yang disediakan halmeoninya itu. Ia tak habis pikir bagaimana mungkin halmeoninya sampai harus memutuskan hal seperti itu hanya karena melihat ‘insiden’ yang terjadi di dorm lantai 11, padahal menurutnya itu merupakan hal yang biasa –namun bagi nyonya Cho sendiri kejadian itu amat diluar ‘kebiasaan’. Padahal ia baru kembali ke dorm sekitar pukul setengah 4 pagi dan sebelumnya ia sama sekali belum tidur karena padatnya jadwal dan tugas yang mesti ia kerjakan.

Entah sudah keberapa kalinya ia memutar-balikkan posisi tidurnya agar terlelap, namun tetap saja tak membuahkan hasil hingga akhirnya waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi. Ia melirik jam digital pada layar ponselnya sebentar sebelum akhirnya mengerang kecil dan memutuskan untuk bangkit menuju kamar mandi guna menuntaskan panggilan alam yang baru saja memanggilnya.

“Pusing,” ia memijat dahinya yang terasa berdenyut pelan dengan sebelah tangan, sementara tangan satunya sibuk mengacak-acak rambutnya yang berantakkan lalu diam memandangi wajahnya dari balik cermin wastafel yang terletak tepat dihadapan closet yang didudukinya.

“Hmmphh..” Hyunjae menghela napas panjang. Baru saja ia merasa perutnya terasa tak enak, kepalanya pusing dan kini terdapat lingkaran hitam pada matanya. Sepertinya itu semua terjadi akibat semalam ia sama sekali lupa makan, keluar malam-malam dan sama sekali belum tidur.

“HYA!!!! Kenapa matamu eonni!!!???” pekik Binwoo histeris saat dirinya yang baru saja bangun tidur dan bersiap mandi pagi-pagi sekali karena harus bersekolah mendapati sosok Hyunjae yang tak biasa bangun pagi baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan sebuah lingkaran hitam tebal yang menghiasi sekujur matanya. Hyunjae yang ditanya hanya menatapnya sekilas lalu melengos pergi kedalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat. Ahra yang terbangun akibat pekikkan maha dahsyat Binwoopun segera menghampirinya.

“Kenapa sih pagi-pagi sudah berisik sekali?? AKU MASIH NGANTUK!!!!!” serunya kesal karena merasa tidur singkatnya yang amat berharga malah dirusak oleh pekikkan cempreng si magnae.

“Mwoya!? Kalau merasa terganggu kenapa tidak tidur lagi saja!?” sungutnya tak terima. Seenaknya saja memarahi ia pagi-pagi, pikirnya. Tak mau ambil pusing iapun lebih memilih untuk masuk kedalam kemar mandi dan membiarkan Ahra yang tengah mengacak-acak rambutnya frustasi karena tak bisa kembali tidur.

“Aishhh!! Hyunjae lagi pasti! Kenapa sih Hyunjae sepertinya selalu merusak hidupku!!??” geramnya kesal.

~mrs.ChoiLee~

“Annyeong!!!!” pekik Baro penuh semangat sambil berlari menghampiri Binwoo yang baru saja sampai di sekolah. Binwoo berbalik dan hanya bisa mengerutkan keningnya saat melihat namja aneh-menyebalkan yang sudah jadi penyanyi itu masih saja mendekatinya.

“Apa?” balasnya dengan nada ketus seperti biasanya tiap kali bertemu namja berambut mangkok itu. Baro yang mendengar jawaban ketus Binwoo hanya tertawa membuat Binwoo semakin mengerutkan keningnya dan menggumamkan kalimat –dasar-aneh- pada bibir tipisnya.

“Eh? Chamkanman!“ Binwoo menghentikan langkah lalu menoleh menghadap Baro yang ikut berhenti dan berbalik menatapnya, masih dengan tampang konyolnya. “Bukannya seharusnya kau kan sudah lulus!?? Lalu kenapa kau masih datang kemari???”

Bukannya menjawab pertanyaan Binwoo, Baro malah tertawa kecil membuat Binwoo melayangkan tatapan sengit padanya. Salah satu alasan Binwoo sejak dulu sama sekali tak pernah menyukai sosok Baro ya seperti ini, bukannya menjawab malah tertawa. Membuatnya semakin kesal saja! Saking kesalnya, Binwoo langsung membalikkan badannya dan segera masuk kedalam gedung sekolah.

“Hey!! Tunggu!!”

—–

Tanpa diduga, Baro yang seharusnya memang lulus beberapa bulan yang lalu ketika Binwoo terdaftar menjadi murid SMA malah sama sekali tidak mengikuti ujian kelulusan lantaran harus menjalani trainee dan terpaksa mengikuti ujian susulan serta menunda masa kuliahnya. Dan kini, ia datang ke sekolahnya yakni sekolah yang sama dengan sekolah Binwoo saat ini untuk mengambil ijazah dirinya yang akhirnya dikeluarkan setelah beberapa waktu yang lalu mengikuti ujian susulan.

Selama di sekolah, Baro sama sekali tak menyia-nyiakan kesempatan. Begitu ijazah dan sertifikatnya ia dapatkan ia langsung menuju lantai 2 untuk menyambangi kelas 1-3, kelas dimana Binwoo berada. Sejak sampai di lorong depan kelas 1-3, mata Baro tak pernah lepas dari sosok Binwoo yang tampak asik memberikan presentasi tugas bersama beberapa orang teman kelompoknya dan terus saja memperhatikan setiap gerak-geriknya dari balik kaca jendela pemisah ruang kelas yang tersedia disepanjang lorong.

Siluet senyuman beberapa kali tampak terlihat jelas diwajahnya, terutama pada saat Binwoo terlihat melakukan kesalahan saat presentasi. Menurutnya, Binwoo yang ceroboh adalah sosok yang paling lucu di dunia ini, dan tampaknya ia masih menyukai gadis itu.

Tapi perlahan siluet senyuman itu perlahan menghilang dari wajahnya dan berganti tampang suram. Sebelah tangannya terkepal kuat dan sebelah tangannya lagi memeras gulungan kertas yang ada di dalam genggaman tangan kirinya penuh emosi. Namun, begitu menyadari bahwa apa yang ia remas barusan adalah kertas ijazah yang ia harapkan selama ini, ia langsung buru-buru melepaskan cengkramannya pada gulungan kertas itu dan merapihkannya serapih mungkin.

“Jeongmal baboya!!”

~mrs.ChoiLee~

“Aku mau ke toilet sebentar,” pamit Hyunjae sopan disela-sela readingnya bersama Taecyeon yang menjadi lawan mainnya dalam drama perdananya –lalu pergi keluar meninggalkan Taecyeon menuju toilet setelah lawan bicaranya itu mempersilakannya.

Di dalam kamar mandi, Hyunjae berkali-kali mencuci mukanya untuk menghilangkan rasa kantuk akibat tidak tidur semalaman semalam dan begitu dirasa cukup ia pun keluar dan memutuskan untuk membeli sekaleng minuman untuk membasahi tenggorokkannya yang sejak tadi terasa kering akibat terus-terusan dipakai berlatih.

“Hyunjae-ya!!” pekik Hyerin yang memang sengaja keluar untuk berbicara dengannya. Hyunjae sempat terdiam sebentar di depan mesin penjual minuman, tapi selanjutnya begitu minuman yang ia inginkan keluar ia malah melengos dan tidak mempedulikannya.

Hyerin diam, menunduk, dalam hati ia setengah mati menahan emosi. Ia kesal! Sampai kapa ia harus mendapatkan perlakuan seperti ini??? Bukankah mereka berdua adalah sahabat?

Hanya sebentar ia terdiam ditempat sebelum akhirya memilih menyerah dan kembali keruang latihan.

Hyunjae yang tak menyadari gelagat Hyerin itu hanya bisa menghela napas. Jujur saja sebenarnya ia sudah merasa sangat lelah harus mendiami Hyerin seperti ini. Namun, ia masih bertekat untuk mendiami Hyerin sampai sahabatnya itu mengakui semuanya pada Cheondoong atau tinggalkan dia agar Gikwang –orang yang sudah ia anggap sebagai Oppa dan temannya sendiri itu tak lagi tersiksa perasaannya, karena ia paham betul meski namja itu mengatakan bahwa ia baik-baik saja meskipun dijadikan yang kedua oleh Hyerin tapi dalam hatinya ia juga pasti merasakan sakit yang tak bisa orang lain lihat.

“Hyunjae-ssi!” panggil sebuah suara.

“Oh, annyeonghassaeyo sunbae-nim,” Hyunjae segera membungkuk sopan saat melihat sosok yang memanggilnya barusan ternyata adalah JYPark, pemilik JYPE sekaligus mantan ownernya dulu.

“Ye, annyeonghassaeyo,” JYPark menepuk-nepuk pundak Hyunjae pelan sambil tertawa ramah, membuat Hyunjae mau tak mau tersenyum guna menghormatinya.

“Benar dugaanku, kau pasti akan menjadi idola,” ucapnya dengan senyuman ramah.

“Ne, sunbaenim. Aku tak lupa akan nasihatmu dulu. Kau mengatakan bahwa ‘Kesempatan seperti ini memang tak akan pernah datang dua kali, namun jika kesempatan ini datang lagi, ku harap kau tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini’ dan aku telah membuktikannya bahwa aku tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua yang datang padaku,” balas Hyunjae sopan meski dengan sedikit kikuk karena ia sudah lama sekali tak berhubungan dengan petinggi JYPE ini. JYPark tampak mengangguk setuju.

“Ne. Dan aku juga senang karena akhirnya kau bisa kembali kemari meski bukan sebagai anak asuhanku,” ucapnya yang hanya dibalas senyuman Hyunjae.

“Kau tahu? Sejak awal naskah ini dan karakter Go Hyemi dibuat, aku tahu itu kau. Dan setelah kami melihat hasil yang kau perlihatkan pada audisi peran beberapa hari yang lalu ditambah aku juga masih ingat betul seperti apa aktingmu saat drama sekolahmu dulu, maka..”

“Aku percayakan peran utama ini padamu karena aku sudah mengenalmu. Kalau begitu jangan kecewakan aku kali ini oke?” sekali lagi JYP tampak menepuk pundak Hyunjae pelan yang langsung dibalas senyuman lebar darinya.

“Ne, sunbaenim~” jawabnya sambil terkekeh. Ia dulu saat masih duduk disekolah pertama memang sempat mengikuti sebuah drama sekolah untuk acara ujian kesenian dan kebetulan saat itu JYP selaku ‘ayah’ –karena Hyunjae merupakan salah satu traineenya saat itu- pun ikut datang untuk melihat anak asuhnya. Dan ia tak menyangka bahwa JYP ternyata masih mengingatnya.

~mrs.ChoiLee~

“Sajjangnim, ini berita pagi ini,” seorang wanita muda menyerahkan sebuah koran berita harian kepada seorang pria yang tampak sibuk membaca beberapa documen diatas meja kerjanya.

“Pagi ini Seo Hyejin-ssi yang menjadi headline, dan pada beberapa situs berita juga ia menjadi headline,” lanjutnya. Pria tersebut mendongak dan langsung menyambar koran tsb, membaca bagian yang sekertarisnya itu maksudkan lalu tersenyum puas.

“Hahaha.. Aku bahkan belum melakukan apa-apa, tapi dia sudah mendapatkan skandal sendiri,” tawanya sumbang. Wanita mengangguk kecil.

“Lihat saja, tinggal sedikit sentuhan akhir dan.. BOOM!! Ia akan keluar dari jabatan owner~ HAHAHA,” lanjutnya dengan senyuman licik.

~mrs.ChoiLee~

Osaka, Japan

“Yeobo-ya, bisa kah kau berhenti memakan makanan anak kita?” TOP terkekeh geli saat melihat istrinya yang tengah menyuapi anak mereka dengan semangkuk bubur bayi itu malah ikut-ikutan memakan bubur jatah anak mereka. Hyejin melirik TOP sekilas seraya mengeluarkan lidahnya, mehrong –tanda meledek.

“Biar saja! Rasanya enak tahu~ Kau mau?” ia menyodorkan sesendok kecil ukuran sendok bayi pada umumnya ke mulut suaminya itu yang kontan saja mendapatkan penolakan keras darinya.

“Aku ini pria dewasa, dan aku juga sudah jadi seorang ayah mana mungkin aku memakan makanan bayi seperti itu, huh?” TOP mengambil alih sendok dalam genggaman istrinya dan berbalik menyuapi istrinya itu, dan tentu saja Hyejin terima dengan senang hati.

“Hmmm.. mashdaaaaaaaaa~~ (>o<)” racaunya seperti anak kecil, membuat TOP terkekeh.

“Kau tahu?? Rasa bubur bayi ini bahkan lebih lezat jika dibandingkan chocopie! Aku masih sangat ingat saat dulu ku kira aku adalah satu-satunya pemakan bubur babyi disaat usiaku yang sudah besar, tapi ternyata Hyunjae juga menyukainya dan kami pernah memakan bubur bayi bersama di dorm. HAHAHA~” Hyejin merasa geli sendiri begitu mengingatnya. TOP menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak pelan. Ia tak habis pikir bahwa ternyata di dunia ini selain istrinya masih ada orang lain yang suka memakan bubur bayi.

“Sudah-sudah, sana suapi anak kita lagi, tapi jangan kau habiskan sendiri! Arraseo?” TOP bangkit dari atas sofa, meraih kunci mobil yang tadi ia letakkan diatas buffet kaca lalu menatap istrinya itu dengan tatapan lurus.

 “Ne~~~~” sahutnya sambil mengacungkan jempol. TOP tersenyum seraya mengacak-acak rambut istrinya pelan sebelum akhirnya kembali ke kantor karena jam makan siang telah berakhir. Sejak Hyejin kembali ke rumah mereka, TOP yang dulu sempat terlihat kembali ke karakter aslinya yang kaku dan dingin kini kembali berubah menjadi pria hangat dan bersahaja, dan selama istrinya itu berada di rumah ia juga jadi sering sekali pulang saat jam makan siang hanya untuk makan bersama keluarga kecilnya.

———

PRANGGG!!!

Gelas kristal yang ada dalam genggaman tangan Hyejin seketika terlepas dan jatuh bebas ke lantai hingga membuatnya pecah berserakkan dan  isinya bertumpahan membasahi lantai. Tubuhnya tersa kaku, jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingain mendadak mengucur dari pelipisnya. Ia shock, baru saja ia tanpa sengaja melihat sebuah tayangan infotaiment korea lewat tv cable yang terpasang di kediamannya sedang memberitakan mengenai dirinya yang tertangkap kamera paparazi tengah bersama dengan seorang pria yang dicurigai sebagai Kwon Jiyong, selain itu ia juga dalam acara itu dikabarkan saat ini tengah berada di Jepang untuk menemui seorang pengusaha Korea bernama Choi Seunghyun a.k.a TOP dan tinggal bersamanya di dalam sebuah mansion mewah yang terletak di dalam area resort berbintang di Osaka. Dan parahnya lagi, dalam acara itu diberitakan juga bahwa dirinya memiliki seorang anak yang kemungkinan besar adalah hasil hubungannya dengan TOP.

“Ige mwoya!!??” pekiknya tertahan sambil menggigit bibir bagian bawahnya begitu dirinya mengintip keluar jendela dari balik tirai besar yang ada diruang tamu saat melihat beberapa wartawan tengah berkerumun di depan pagar rumahnya. Jika dilihat dari logo yang tertempel pada mobil yang membawa mereka sebagian besar dari mereka pastilah wartawan dari media Jepang.

Dengan sedikit panik, iapun segera berlari keruang tengah, mengambil gagang telepon dan segera menghubungi suaminya yang mungkin saja sebentar lagi akan pulang kerumah mereka.

“Yobsae-”

“Yeobo!” potongnya segera begitu sambungan mereka terhubung.

“Ye?”

“Diluar rumah banyak wartawan, dan mungkin saja saat ini mereka juga mengerumuni kantormu. Ottohke??” sesekali Hyejin melirik kearah dari balik tirai. Jumlah wartawan semakin banyak. Ia heran bagaimana bisa mereka tahu bahwa ia dan TOP tinggal disini?

“Tunggu, memangnya ada apa sebenarnya??”

Hyejin menarik napas panjang sebelum akhirnya menceritakan apa isi dari berita infotainment yang ia tonton barusan. TOP tampak paham dan menyuruhnya untuk tetap tenang di dalam rumah dan jangan keluar, iapun segera mengutus beberapa orang suruhannya untuk mengamankan keadaan dan menyuruh semua wartawan itu pergi serta langsung menutup akses kerumahnya itu dengan penjagaan security yang berlapis hingga tak ada seorangpun selain dirinya yang bisa masuk kesana.

~mrs.ChoiLee~

*Korea*

“Mwo!!!???? Mana mungkin Hyejin seperti itu, pasti itu semua hanya gosip!” Hyerin mengibas-ngibaskan tangannya di depan dada, menyangkal pertanyaan Wooyoung yang menanyakan kebenaran mengenai scandal yang tengah membelenggu Hyejin, sahabatnya.

“Hmmm.. Tapi, jika dipikir-pikir, sebenarnya agak janggal disini. Hyejin-ssi dulu secara tiba-tiba saja hengkang dari Miina dengan alasan melanjutkan pendidikan, tapi tak sampai setahun berselang ia malah kembali dan menjabat sebagi owner kalian. Apa itu tidak aneh? Bukankah jika ia melanjutkan pendidikannya di luar negeri itu berarti memakan waktu setidaknya 1 sampai 2 tahun lagi untuknya lulus dari sebuah perguruan tinggi, karena seingatku ia dan Hyunjae-ssi itu dulu teman sekelas dan berarti mereka berdua seangkatan bukan?”

Hyerin diam. Benar apa yang dikatakan Wooyoung barusan, ada yang terasa janggal disini. Dimulai saat Chaehyun tiba-tiba saja memutuskan hengkang dengan alasan meneruskan pendidikan diluar negeri, padahal ia tahu betul karir Chaehyun saat itu tengah menanjak dan ia juga sedang berstatus sebagai seorang mahasiswi di Universitas Korea dengan jurusan yang sangat disukainya, tradisional dance. Lalu, ia kembali hanya berselang kurang dari setahun kepergiannya dengan nama, style, dan status yan berbeda. Bukankah hal ini memang terasa agak aneh?

“Kau kan sahabatnya, pasti kau tahu kan??” kali ini Taecyeon yang tempak tertarik akan pembicaraan mereka barusan. Hyerin hanya meliriknya sekilas tanpa menjawabnya. Jika dibilang sahabat, ia memang bersahabat dengan Chaehyun namun setelah sahabatnya itu kembali ia merasa bahwa keduanya tak sedekat sebelum Chaehyun pergi.

Hyejin menghela napas berat, tanpa sengaja matanya kini tertuju pada sosok Hyunjae yang tengah direkam gambarnya bersama Chaeyoung untuk scene audisi KIRIN mereka. Ia merasa Hyunjae sepertinya mengetahui sesuatu akan hal ini, namun sayangnya kini ia malah dijauhi olehnya.

~mrs.ChoiLee~

“Hyun~ kau tahu tentang masalah ini, kan?” tanya Chaeyoung langsung  saat Hyunjae baru saja akan menutupi tubuhnya dengan selimut, bersiap untuk tidur. Ia sengaja berbicara dengan suara pelan dan menanyakannya diam-diam saat Binwoo dan Ahra sudah terlelap tidur dikamar mereka.

“Kau ini mengejutkanku saja!” protes Hyunjae seraya mengelus-elus dadanya yang terada berdebar akibat terkejut akan kedatangan Chaeyoung yang bagaikan angin itu.

“Langsung! Kau tahu akan masalah Chaehyun kan? Cepat katakan!” Chaeyoung menatap temannya itu dengan tatapan serius. Hyunjae sedikit bergidik melihatnya. Semuar hidup ia mengenal Chaeyoung, temannya itu tak pernah sekalipun melayangkan tatapan serius padanya, dan lagi pula seingatnya Chaeyoung bukanlah tipe gadis yang ingin ikut campur urusan orang lain.

“Biar bagaimanapun Chaehyun kan juga bagian dari Miina, sampai kapanpun,” jelasnya seolah dapat membaca apa yang dipikirkan Hyunjae dikepalanya.

Gadis itu mendengus pelan. Ia bimbang, disatu sisi ia sudah berjanji pada Chaehyun untuk tidak menceritakannya pada siapa pun dan disisi lain ia ingin semuanya menjadi clear tidak ada salah paham lagi.

“Sabarlah. Semua akan terkuak pada waktunya,” Hyunjae menepuk pundak Chaeyoung pelan lalu kembali menarik selimutnya dan mulai tertidur. Chaeyoung tampak tak puas akan jawaban Hyunjae, namun akhirnya ia kembali menuju kamarnya. Ia tak mau membuat temannya itu –mungkin- akan terkena masalah jika membicarakannya, jadi lebih baik ia menyerah.

Dibalik selimutnya, Hyunjae menghela napas berat. Baru saja ia nyaris membocorkan rahasia Hyejin yang dititipkan padanya.

TBC~

Annyeong yeorobeundul maaf *LAGI-LAGI* atas keterlambatannya *bow*

Miaaaaan banget soalnya UTS yang dikira beres dalam wktu 3 hari ternyata diperpanjang sampai hari selasa ud gitu soalnya bikin STRES!! dan begitu mau update modem malam mati wkwkwkwk

Eiyaaa buat sbtu bsok part 19 ga tayang ya~ soalnya saia untuk beberapa hari kedepan ada acara ke luar kota dan ga bawa laptop. Kemungkinan kalo ga da halangan rabu depan baru update kkkk~ So stay tuned ya~ kalo mw info kapan update lagi langsung aja di mention @yoendaELF kalo masalah twitter saia selalu OL kapanpun HAHAHA *ditabok*

Dan ada lagi 1 masalah, laptop saia beberapa hari ini suka ngBLANK sendiri pas lagi dipake dan itu terjadi SERING jadi saia sendiri agak ngeri make laptop lama-lama makanya jadi susah kalo mau ngetik panjang lebar. Harap maklum m(__ __)m

Maap kalo TYPO malas ngedit #plakk

Iklan

6 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 18B *side story*

    1. ampun deh ini cast 1 banyak nuntutnya ==”
      kao tak tahu apa permaslahannya sih #hikz *ngelap ingus dibaju pipi*

      baca buku kuliah mu nak :p

      doakan ini leppi ga kenapa” ya, mw dbawa servis sekalian TT__TT

  1. Malah binggung yund ceritanya smakin janggal
    kalo kataku cepet d beresin deh..
    Ato d bikin chapter yg 1tokoh aja, biar gak rebutan tokohnya..hehe

  2. jujur pas bag. Heechul jatuh coz nghindar dr ddangkoma lucu bgt..hehe..dtambah lg sikap nenek cho lengkap sudah..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s