SUPA DUPA DIVA -Part 19

BE A GOOD READERs Oke?

DONT FORGET FOR LEAVING SOME COMMENT and LIKE this post

BUAT SILENT READERs nyadar diri aja deh ya.. saia doakan dapet HIDAYAH 

Ga bisa comment di WP?? Mw tanya sesuatu? silakan mention>> @yoendaELF

need another story? lets check this one out>> Library

~SUPA DUPA DIVA~

*Author POV*

“Hyejin-ssi”/”Chaehyun-ssi, bisa anda konfirmasi berita ini???”

“Apa benar anda telah menikah?”

“Apa bayi di foto itu adalah anak anda??”

“Apa alasan sebenarnya anada meninggalkan Miina??”

“Kenapa anda berganti nama??”

Sejumlah wartawan langsung memberondong Hyejin dengan lontaran pertanyaan yang membuat mereka penasaran begitu dirinya memasuki ruang konferensi pers. Siang itu Hyejin tampil anggun dengan setelan semi formil –gaun tanpa lengan diatas lutut dengan paduan jaket kulit- yang menutupi tubuhnya, guratan senyuman juga tak lepas dari wajahnya, memberikan kesan bahwa ia baik-baik saja.

Siang ini, setelah sehari sebelumnya membuat suasana tegang pada rapat pemegang saham SME akibat harga saham yang mendadak anjlok karena skandalnya ini –yang menyebabkan seluruh dewan memintanya untuk turun dari posisi ‘owner’ yang kemudian digantikan oleh Kim Youngmin yang saat ini berkedudukan sebagai CEO- akhirnya Hyejin turun tangan mengadakan konferensi pers di salah satu ballroom yang berada dalam sebuah gedung hotel milik keluarga suaminya, TOP.

Jujur saja Hyejin bukan tipe orang yang ingin merepotkan dirinya untuk meluruskan sebuah masalah yang dianggapnya sudah berlalu, namun Kim Youngmin membuatnya terpaksa menempuh jalan ini, karena ia tak bodoh, ia tahu betul bahwa dibalik ini semua Kim Youngmin pasti ikut andil, karena sepengetahuannya pria itu selama ini memang sangat terobsesi akan posisinya saat ini dan ia jelas tak mau begitu saja mundur, maka dari itu ia memutuskan untuk mengadakan konferensi pers dari pada skandal ini semakin membesar.

Hyejin kembali menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya salah satu dari personel pengamanan hotel yang bertugas meminta para pers untuk berhenti memotret dan membiarkan Hyejin yang sudah duduk di tempatnya di depan, dihadapan mereka semua, untuk membuka suaranya.

“Sebelumnya kami memohon pada semuanya,” seorang staff maju ketengah, mencoba menenangkan para wartawan yang beberapa diantaranya masih sibuk memotret. “Sesi pertanyaan akan dibuka setelah Seo Hyejin-ssi menjabarkan pernyataannya, mohon disimak baik-baik dan jangan disanggah sampai sesi pertanyaan dibuka,” serunya sebelum akhirnya konferensi benar-benar dibuka.

~mRs.ChoiLee~

“Hyunjae!” teriak Hyerin penuh emosi pada sahabatnya yang baru saja mengambil jatah makan siangnya dari kafetaria SMA Kirin yang menjadi lokasi syuting mereka saat ini. Hyunjae yang merasa namanya dipanggilpun berbalik.

PLAKK.

Sebuah tamparan manis menghantam wajah sebelah kirinya, membuatnya terhenyak dan spontan memegangi wajahnya yang terasa perih itu dan tanpa sadar membuat nampan makanan yang dibawanya jatuh dan tumpah berserakkan.

“YA!!” pekiknya penuh emosi. Seumur hidup ia tak pernah ditampar seperti ini selain oleh Appa-nya saat ia masih menjadi remaja dulu -dan itupun spontan ia balas dan membuatnya berakhir dalam kurungan kamar mandi- sontak saja hal ini membuatnya kesal setengah mati! Terlebih kini Hyerin malah menjambak rambut panjangnya dan menariknya masuk kedalam sebuah ruangan kosong yang langsung ia kunci rapat begitu memasukinya, mencoba menghindari orang-orang yang tadi sempat berkerumun melihat pertengkaran mereka.

“HYA!!! LEPASKAN!” teriak Hyunjae penuh emosi. Kali ini dengan sekuat tenaga ia menarik paksa tangan Hyerin yang sejak tadi menjambak rambutnya hingga cengkramannya terlepas. Emosi Hyunjae semakin membara saat dilihatnya tangan Hyerin penuh dengan rambutnya yang tertarik akibat jambakkannya barusan dan spontan saja ia langsung berbalik menampar wajah Hyerin dengan sekuat tenaga hingga membuat sudut bibirnya sedikit robek akibat tamparannya yang terlalu kuat.

“YA!!!! NEO MICCHEOSEO!?? UNTUK APA KAU MENAMPARKU DAN MENJAMBAK RAMBUTKU, HUH!!??? GILA!”

“YA! SIAPA YANG GILA!!?? KAU YANG GILA!!! KAU SENDIRI YANG MEMULAI SEMUANYA!!!” lagi-lagi Hyerin menarik rambut Hyunjae dan membuat gadis itu memekik kesakitan, tapi Hyunjae tak mau kalah ia juga langsung menarik rambut Hyerin yang dikucir kuda, dan ini memudahkan dirinya untuk menarik semua rambutnya hingga membuat Hyerin meraung kesakitan akibat ulahnya. Hyunjae memang tipe orang yang sedikit pendendam untuk urusan seperti ini. Ia paling tak terima jika dirinya merasa dirugikan! Baik balas baik, kasar balas kasar!

“YA!!! YA!!! LEPASKAN AKU!!”

“SHIREO! TADI KAU DULUAN YANG MULAI! SURUH SIAPA KAU MENAMPARKU DAN MENJAMBAK RAMBUTKU HINGGA RONTOK, HUH!!??”

“HYA!!!! LEPASKAN!!!!!!!!!” teriak Hyerin kali ini dengan nada mohon ampun, biar bagaimanapun kekuatan Hyunjae kali ini jauh lebih besar darinya dan dari sorot matanya kentara sekali jika gadis itu ‘sangat kesal’ saat ini.

“KAU DULU!”

“TIDAK! KAU DULU!”

“SHIREO!”

“TIDAK MAU!!!!!!”

“KALAU BEGITU BERITAHU DULU KENAPA KAU MENAMPARKU DI DEPAN UMUM SEPERTI TADI!!??”

“KAU ITU PARASIT!!!!!” teriak Hyerin tepat di depan wajah Hyunjae yang mulai memerah akibat menahan rasa sakit yang ditimbulkan Hyerin pada rambutnya.

“MWO!!??”

“IYA! KAU PARASIT!!! KAU BENALU! KAU BIANG GOSIP!!! KAU MELARANGKU BERHUBUNGAN DENGAN GIKWANG OPPA KARENA KAU MENYUKAINYA KAN!!!??”

“HAAHH!???”

“YA KAN!!??? SUDAH MENGAKU SAJA!! AKU TAHU KAU MENYUKAINYA! MAKANYA KAU TIDAK RELA SAAT AKU JADIAN DENGANNYA!! BETULKAN!!??? DAN KAU JUGA YANG MEMBERITAHU CHEONDOONG BAHWA AKU BERKENCAN DENGAN GIKWANG OPPA KAN!!??? JAWAB!!! ARGH-” cecar Hyerin tepat di depan wajah sahabatnya itu yang diakhiri dengan ringisan akibat tindakkan Hyunjae yang secara tiba-tiba saja melepas jambakkanya dari rambutnya dan sedikit mendorongnya kebelakang.

“KAU GILA!? APA MAKSUDMU!!??” Hyunjae memandang Hyerin dengan tampang terbodoh yang pernah ia miliki. Ia bingung, apa maksud Hyerin sebenarnya? Ia menyukai Gikwang? Kata siapa???? Selama ini ia hanya menganggap Gikwang sebagai Oppa-nya dan lagi apa katanya tadi? Ia memberitahu Cheondoong bahwa Hyerin berselingkuh dibelakangnya begitu?? Jangan gila! Wajah Cheondoong seperti apa saja ia sudah lupa, bertemu dengannya saja ia baru sekali itupun saat pertunangan mereka bagaimana mungkin ia bisa memberitahunya? Ia pikir dirinya seGILA itu apa?

“IYA! AKU TAHU KAU MENYUKAINYA KAN!??? AKU PUNYA SEMUA BUKTINYA!! DAN SEMUANYA AKAN AKU SEBARKAN DI MEDIA BAHWA KAU MENCINTAI LEE GIKWANG DAN TELAH LAMA MENYUKAINYA!!! SELAIN ITU AKU JUGA AKAN MEMBERITAHUKAN BAHWA KAU YANG MENGADU DOMBA HUBUNGANKU DENGAN CHEONDOONG DENGAN MENYEBARKAN BAHWA AKU BERSELINGKUH DIBELAKANGNYA!!!!!!”

PLAKK

Sebuah tamparan kembali dilayangkan, kali ini Hyunjae yang mencetak bentuk telapak tangannya pada wajah mulus Hyerin yang sebelumnya tak terkena tamparan. Membuat Hyerin meringis menahan perih dan melayangkan tatapan penuh kebencian padanya.

“Neo micheosseo?” Hyunjae menurunkan intonasi suaranya kali ini. Ia sadar dibalik pintu sana orang-orang pasti sedang mencoba menguping, mencoba mencari tahu apa yang saat ini terjadi pada mereka saat ini.

“Dengarkan aku CHOI-HYE-RIN-SSI aku dan Gikwang Oppa.. sejak dulu kami hanya berteman,bersaudara. Diantara kami tak pernah ada hubungan apapun diluar itu. Kami berdua hanya berusaha saling melindungi, aku melarang kalian bersama karena aku tak ingin ia dan dirimu sendiri terluka-”

“BULLSHIT!” selanya, membuat Hyunjae memelototinya agar kembali diam.

“DENGAR! AKU TAK MAU JIKA NANTINYA CHEONDOONG TAHU, MEDIA TAHU.. ITU SEMUA AKAN MEMBUAT KALIAN BERDUA TERLUKA! KAU BISA DIKUCILKAN OLEH PARA FANS DAN DI CAP SEBAGAI WANITA YANG TAK SETIA! SEMENTARA GIKWANG OPPA.. APA YANG BISA TERJADI PADANYA? AKU TAHU BETUL CHEONDOONG BERASAL DARI KELUARGA KAYA RAYA YANG BISA BERBUAT APA SAJA DEMI MENJALANKAN SEMUA KEINGINANNYA..

“TERLEBIH LAGI KELUARGAMU… KELUARGAMU ITU TERLALU KUAT UNTUK DILAWAN HYERIN-AH! AKU TAKUT KELUARGAMU SAKIT HATI DAN NANTINYA MALAH BERDAMPAK PADA MASA DEPAN GIKWANG OPPA!!”

Hyerin terdiam, napasnya memburu. Kepalanya mendadak pusing. Apa yang di ucapkan Hyunjae barusan begitu menusuk hatinya. Ia merasa apa yang baru saja gadis itu katakan TERLALU MENDRAMATISIR! Cheondoong tak akan setega itu karena ia adalah pria yang sangat lembut! Dan keluarganya juga bukan keluarga GOO JUNPYO yang dengan seenak jidat dan kecongkakkan hatinya bisa berbuat dan menghalalkan segala cara demi menyingkirkan apapun yang tak sesuai keinginan mereka. Itu semua tak masuk akal!

“SEMUA TIDAK AKAN TAHU JIKA KAU TIDAK MENCOBA MEMBERITAHUKAN MEREKA!! DAN..”

“KAU!” Hyerin menatap Hyunjae murka. Telunjuknya mengarah tepat kewajah gadis di hadapannya.

“KAU KETERLALUAN! APA HAKMU MENGATUR HIDUPKU!? DAN APA HAKMU MENGHAKIMI KELUARGAKU SEPERTI INI!!!!!? KATAKAN! APA HAKMU!!!!!!!??” marah, kesal, benci kini semua bercampur jadi satu dalam diri Hyerin saat ini. Ia sakit hati! Seumur hidupnya tak pernah ada seorangpun yang berani menghakimi keluarganya seperti apa yang dilakukan Hyunjae saat ini. Keluarganya adalah keluarga terpandang! Tak ada satupun yang berhak menghakimi keluarganya!

Wajah Hyunjae mengeras, kentara sekali bahwa gadis itu sedang menahan amarah yang sejak tadi sudah tersulut dan kembali ia coba redam. Ia sadar betul bahwa ia memang tak ada hak melarang Hyerin ataupun Gikwang, ia sadar betul bahwa ia telah terlalu ikut campur tentang hubungan mereka, tapi satu hal yang pasti ia sangat menyayangi keduanya hingga tak ingin keduanya tersakiti.

“DIAM? HAHAHA!!” Hyerin tertawa garing. Raut wajahnya mendadak keras. Selangkah demi selangkah ia mulai berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Hyunjae yang masih berdiri di tempatnya semula kemudian menatapnya tajam tepat kedalam matanya.

“DENGAR! MULAI SEKARANG JANGAN CAMPURI URUSANKU LAGI! DAN PERSAHABATAN KITA? CUKUP AKHIRI SAMPAI DISINI!”

BRAKK

Tepat setelah Hyerin mengatakan hal tersebut pintu kayu yang semula ia kunci rapat mendadak menjeblak lebar. Seseorang tampaknya telah membuka paksa dengan cara mendobrak dari luar. Hyerin dan Hyunjae tampak tak mempedulikannya dan masih saja saling melempar tatapan sengitnya hingga akhirnya Hyerin memilih untuk keluar meninggalkannya.

“Hyerin-ah gwenchana?” Taecyeon yang baru saja merangsek masuk kedalam tampak panik saat ekor matanya tanpa sengaja mendapati luka kering yang ada disudut bibir Hyerin. Hyerin berdecak kecil sambil memegangi bibirnya lalu tanpa berkata apapun ia berjalan keluar meninggalkan mereka. Sementara di balik pintu, Soohyun dan Wooyoung tampak menghalangi siapapun yang mencoba untuk masuk kedalam.

“Hey, ada apa ini??” Teacyeon menghampiri Hyunjae yang tampak mematung. Gadis itu diam, lalu menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Apa salah seorang sahabat mencoba melindungi sahabat yang ia sayangi?” tanyanya dengan suara yang sangat pelan hingga membuat Taecyeon kesulitan mencerna perkataannya.

“Hah??”

Hyunjae menunduk. Ia tersenyum nanar. Dengan langkah malas ia berjalan melewati Taecyeon yang memandangnya seperti orang bodoh kemudian keluar melewati Sohyun dan Wooyoung yang menantinya diluar menuju salah satu ruangan tempat dimana dirinya biasa beristirahat.

“Huft..” gadis itu menghela napas berat seraya menudukkan dirinya di atas sebuah bangku si depan meja rias lalu menelungkupkan wajahnya keatas meja rias, menutupinya dengan kedua lengannya sambil memajmkan mata.

“Hya!!! Apa yang terjadi??? Kau tahu? Kericuhan tadi bahkan sudah tersebar ditwitter!” pekik Chaeyoung yang tiba-tiba saja masuk kedalam dan langsung menarik bangku lainnya disamping Hyunjae yang kini memandangnya dengan tatapan bingung sekaligus pasrah.

“Nan mollayo,” hanya itu yang bisa ia ucapkan dari bibirnya.

“Apanya yang tidak tahu? Kau sendiri yang bertengkar! Dan asal kau tahu saja semua orang kini berbalik menyalahkanmu karena luka dibibir Hyerin! Cepat jelaskan padaku ada apa!” Chaeyoung menggoyang-goyangkan tubuh teman satu asramanya itu gusar.

Hyunjae menyerah. Kali ini ia tak bisa memendamnya sendirian.

——

“Dasar babo!!! Harusnya kau bisa bicara baik-baik!” Chaeyoung memijit keningnya yang terasa berdenyut, pelan. Kepalanya mendadak pening setelah mendengar semua penjelasan Hyunjae akan apa yang terjadi tadi dan mendengarkan semua alasan atas tindakkannya pada Hyerin dan Gikwang selama ini, belum lagi baru saja Binwoo mengabarkan bahwa Hyejin baru saja mengadakan konferensi pers dan mengakui bahwa dirinya selama ini telah menikah serta memiliki seorang bayi mungil, dan alasannya selama ini mundur dari Miina adalah karena ia telah menikah dengan Choi Seunghyun. Semua ini sudah cukup membuatnya sakit kepala.

“Bagaimana lagi? Aku tak mau Gikwang Oppa di duakan, dan aku tak mau keduanya terluka. Memang kuakui aku salah karena seolah seperti menghakimi mereka, tapi aku hanya berusaha berpikir logis. Aku tak mau keduanya tersakiti!”

Chaeyoung berdecak.

“Kau tahu? Seharusnya kau membicarakannya sejak awal dan biarkan keduanya mengambil jalan sesuai keinginan mereka. Meskipun menurutmu mereka mengambil jalan yang salah karena berbeda dengan keinginanmu, biarkan saja.”

“Tapi-”

“Apa?” Chaeyoung menatapnya dalam. “Mereka sudah dewasa chingu-ya.. sebagai teman kau memang harus memberi tahu dan mengarahkan apa yag terbaik untuk temanmu, tapi saranmu dipakai atau tidak itu semua ada ditangan mereka. Kau tak berhak untuk ikut campur lebih dalam karena itu semua keputusan pribadi mereka masing-masing. Mengerti?”

Hyunjae diam. Chaeyoung memukul pundaknya pelan.

“Lain kali jangan seperti ini lagi, ya? Biarkan saja mereka bertindak sesuka mereka, apa yang mereka lakukan, mereka sendiri yang akan menanggungnya. Kita memang harus memberikan masukan tapi, semua resiko tetap mereka yang menanggungnya. Dan lagi..”

“Apa?” gadis itu mendongak. Chaeyoung menarik napas berat.

“Chaehyun.. anni, Hyejin.. dia-”

“Kenapa???”

“Dia memutuskan sudah mengakui semuanya. Ia mengaku telah menikah dengan Choi Seunghyun dan memiliki seorang anak, dan ia juga mengatakan bahwa itu semua adalah alasannya keluar dari Miina.”

Hyunjae diam. Tatapannya nanar, namun tak lama ia malah tersenyum setelah menghela napas panjang.

“Benarkah? Baguslah kalau begitu..” lirihnya nyaris tak terdengar.

~mRs.ChoiLee~

BRAKK…

Hyerin menutup pintu lotus merahnya kasar lalu mulai menginjak pedal gasnya dalam-dalam meninggalkan pelataran SMA Kirin menuju jalanan bebas dengan kecepatan penuh tanpa tujuan pasti meninggalkan Nayoung- sang asisten sutradara yang berlari-lari mengejarnya dibelakang sambil meneriaki namanya dan menyuruhnya untuk kembali karena syuting bagiannya akan kembali dimulai. Tapi ia sama sekali tak peduli. Pikiran dan emosinya sangat tidak mendukung kali ini.

CKITTTT…

Hyerin menginjak pedal remnya keras begitu mobil yang dikendarainya sampai ditepi sebuah sungai dengan rimbunan daun alang-alang berukuran tinggi yang menutupinya.

Ia menatap sungai dihadapannya dengan pandangan lurus. Kedua tangannya mencengkram kuat stir mobil, dan napasnya memburu. Diliriknya sebuah map berwarna coklat berukuran sedang yang tergeletak begitu saja disamping jok mobilnya, secara perlahan dikeluarkannya isi dari amplop tersebut dan dipandanginya beberapa helai foto yang menjadi isi dari amplop tersebut dengan tatapan nanar.

Foto itu berisikan beberapa hasil bidikkan camera dari seseorang yang sengaja dikirimkan padanya yang berisikan foto-foto dimana Gikwang tengah menepuk-nepuk kepala seorang gadis yang ia yakini adalah Hyunjae dan foto lainnya berisikan beberapa printscreen dari isi sms Hyunjae yang dialamatkan pada tunangannya –Cheondoong- yang memberitahukan bahwa dirinya saat ini sedang menjalin kasih dengan Lee Gikwang.

“Ada bukti seperti ini, ia mau beralasan seperti apa lagi??!” desisnya.

“Dasar penipu! Dasar parasit! Baik di depan tapi ternyata menusukku dari belakang!” Hyerin meremas kuat salah satu foto yang diambilnya acak lalu dilemparkannya asal kearah luar melalui jendela mobil yang sejak awal memang tak ia tutup. “Sok baik! Wajah innocent tapi hati iblis!”

“ARGH!!!!” ia berteriak sekeras mungkin mencoba menghilangkan beban berat yang dirasakannya.

Tadi pagi, Cheondoong tiba-tiba saja mengirimkan sebuah printscreen pesan dari ponselnya yang berisikan pesan yang dikirim dari sebuah nomor yang amat Hyerin kenal sebagai nomor milik Hyunjae, pesan yang berisikan tentang pengakuan Hyunjae bahwa selama ini dirinya menyembunyikan fakta bahwa Hyein dan Gikwang telah berkencan dibelakangnya. Cheondoong tentu saja tak bisa langsung mempercayainya, maka dari itu ia menghubungi tunangannya itu untuk dimintai konfirmasi –yang tentu saja langsung ia sanggah.

“NAEGA MICHEONABWA!!!!!!!!!!!!! HYUNJAE SIALAN!!!! LIHAT SAJA PEMBALASANKU!!”

~mRs.ChoiLee~

Kedua mata Ahra terbelalak lebar saat jarinya tanpa sengaja membuka salah satu link yang bertebaran pada TIMELINE twitternya yang rupanya berisikan foto yang memuat sosok Hyerin tengah tersungkur sambil memegangi sudut bibirnya , sementara Hyunjae berdiri menghadapnya dengan tangan yang masih melayang di udara –dimana pada link twitpict tersebut terdapat keterangan ‘Pertengkaran hebat Go Hyemi dan Kim Pilsook. Apakah ini bagian dari drama, atau sungguhan??’

“Aku yakin 100% ini bukan adegan dalam drama.Karena aku sudah membaca naskahnya,” gumam Ahra dengan raut tak percaya saat melihatnya.

“Tapi.. sepertinya Hyerin sudah mulai terpengaruh oleh ucapanku” Ahra berdecak puas. Ia senang karena rencananya rupanya telah berjalan bahkan lebih baik dari yang ia perkirakan sebelumnya.

“Choi Hyerin.. Kim Hyunjae.. nikmatilah hadiah dariku..” ia menyeringai puas.

Drrrtt… Drtt..

“Ye, yeobsaeyo?”

“….”

“Ne, eonni! Aku sudah melihat artikelnya,” Ahra tersenyum miring, tangan sebelahnya sibuk memegangi ponselnya agar tak terlepas dari telinga sementara tangan satunya sibuk menscroll dan klik mouse –mencari berita lainnya yang masih bertebaran.

“…..”

“Ye~ rencana kita berhasil eonni..”

“….”

“Ne~”

BIPP. Senyum Ahra mengembang semakin lebar. Matanya kini sibuk memperhatikan sebuah video yang baru saja diupload beberapa saat yang lalu, sebuah video yang memperlihatkan perkelahian Hyerin-Hyunjae yang terjadi di dalam sebuah gudang peralatan yang sepertinya diambil secara diam-diam  melalui celah atas pintu karena gambarnya tidak terlalu fokus.

Tapi, satu hal yang pasti. Dengan adanya video ini, ia yakin bahwa keduanya akan mendapatkan masalah besar!

“Kim Hyunjae.. Choi Hyerin.. Kedua sahabat yang sama-sama MENYEBALKAN dan sangat MEMUAKKAN! Selamat menikmati hadiah pembuka dariku, dan selamat menikmati hidangan utama HAHAHAHAHA.” Ahra tertawa setan. Wajah bodoh dan polos yang biasanya selalu menghiasi wajahnya kini sudah menghilang berganti dengan wajah iblis yang penuh dengan amarah dan kemunafikkan.

Sejak dirinya mengetahui fakta –yang ia dapatkan dari penelusuran detective yang disewa sepupunya, Park Bom- bahwa anak kecil yang menyebabkan kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tuanya adalah Choi Hyerin, Ahra menjadi sosok yang sangat pendendam, terlebih lagi saat ia tahu bahwa selama ini berita mengenai kecelakaan itu sengaja ditutup rapat oleh pihak wartawan yang ternyata sengaja dibayar oleh orang tua Hyerin yang saat itu memang telah berkuasa dalam dunia politik. Ditambah sikap Hyerin yang selama ini ditunjukkan pada Ahra juga tidaklah positif, hal ini jelas saja membuat dendamnya semakin menjadi-jadi.

Dan Hyunjae? Meski tak ada hubungannya dengan kematian orang tuanya, gadis itu tetap saja ia anggap bersalah karena menurutnya ia terlalu mudah untuk mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan seperti menjadi trainee hanya beberapa bulan sebelum debut, dan yang terakhir ia malah bermain dalam drama sebagai salah satu cast utama dengan mengandalkan koneksinya dengan JYPark, ditambah lagi menurutnya Hyunjae adalah orang yang MUNAFIK karena selalu bertingkah seperti gadis polos yang tak tahu apa-apa dan terlalu ikut campur urusan orang lain! Meski alasan utamanya adalah karena Hyunjae dianggap telah merebut Yoseob dari dirinya.

 “Lihatlah.. inilah yang akan kalian dapatkan karena telah mengusik kehidupanku!”

~mRs.ChoiLee~

Press Conference yang diadakan oleh Hyejin akhirnya telah berakhir. Semua telah ia ceritakan dan seluruh pertanyaan juga ia jawab dengan baik dan sejujur-jujurnya –kecuali kenyataan bahwa dirinya menikahi TOP atas dasar saling mencintai, bukan pemerkosaan dan hamil diluar nikah yang menjadi alasan utama. Selain itu, tadi selama konferensi pers ia juga memperkenalkan TOP dan buah hati mereka Minah, dan berharap bahwa semuanya akan kembali berjalan baik-baik saja setelah ini meskipun ia tak begitu yakin karena pastinya Kim Youngmin akan menyusun segala rencana demi mengambil alih posisinya.

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?” TOP melirik sekilas wajah istrinya yang sedang memangku buah hati mereka dari balik kemudi. Hyejin menghela napas.

“Entahlah, meski aku tak meginginkan posisi ini. Tapi yang jelas aku tak akan membiarkan posisiku jatuh ketangan Kim Youngmin.”

TOP mengangguk paham.

“Setidaknya aku akan tetap mempertahankan posisiku sampai Kim Youngmin menyerah dan berubah dari dirinya yang serakah seperti saat ini.”

Sementara itu di tempat lain, seorang pria tampak mengerang kesal ketika dirinya melihat sebuah tayangan yang berisikan konferensi pers yang baru saja digelar Hyejin. Awalnya ia pikir Hyejin akan mengelak dan menutupi kisah pribadinya di hadapan publik, tapi nyatanya gadis itu malah menceritakan semua cerita yag bahkan ia sendiri baru ketahui, yakni ia saat ini telah berstatus sebagai nyonya Choi, yakni seorang istri dari seorang pengusaha muda paling berpengaruh di negeri ini. Dan ia semakin tak berkutik lagi saat ingat bahwa Sme saat ini juga dibawah kekuasaan Choi corp company milikmkeluarga TOP.

“ARGH!!!!!” teriaknya kesal dengan wajah merah akibat menahan amarah.

“SIAL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 Tokk… Tokk..

“Masuk!” ketusnya. Seorang wanita tampak masuk, membungkuk pelan lalu menyerahkan ipad yang dibawanya kehadapan pria setengah baya tsb.

“Maaf sajjangnim. Baru saja terdengar kabar bahwa Hyerin dan Hyunjae-ssi bertengkar hebat dilokasi syuting, dan kabar ini sudah tersebar luas diseluruh media,” ucapnya sopan. Kim Youngmin membelalakkan matanya terkejut. Direbutnya ipad yang sedari tadi disodorkan padanya dan matanya semakin terbebelalak saat membaca sendiri artikel yang sekertarisnya itu maksudkan.

“Lalu bagaimana keadaannya sekarang??”

“Hyerin-ssi setelah pertengkaran itu pergi entah kemana, sementara Hyunjae-ssi tertahan di lokasi syuting karena banyaknya wartawan yang menunggunya di pintu keluar untuk meminta konfirmasi.”

“Lalu dramanya?”

“Sutradara Lee Eungbok nampaknya kesal akan kejadian ini dan memutuskan untuk menghentikan penggarapannya untuk hari ini.” Kim Youngmin memijat dahinya pelan. Ia pusing, baru saja dirinya dibuat kesal karena hasil konferensi pers yang tak sesuai perkiraannya  sekarang ia malah dihadapkan oleh scandal baru yang menimpa anak didiknya.

“Kirim beberapa crew kesana untuk menjemputnya dan langsung bawa ia kesini lewat jalan belakang. Hindari telepon dari semua media dan segera lacak nomor Hyerin lalu bawa ia kemari segera!”


TBC

Annyeong yeorobeundeul~ maaf lagi” atas keterlambatannya 😛 #plakk

Mohon dimaklum karena laptop saia eror -,-, doakan saja cepat beres ya dan kemarin ad acara diluar kota jadi ga bisa update HOHOHO. Dan sebenernya mgu ini saia pgen ikutan maperca permahi tapi ga jadi makanya bisa update =__=

FF SDD ini kyy sebentar lagi bakal tamat. So keep stay tuned ya!

Sorry for TYPO. Saia malas ngedit 😛

Iklan

14 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s