SUPA DUPA DIVA -Part 20A

BE A GOOD READERs Oke?

DONT FORGET FOR LEAVING SOME COMMENT and LIKE this post

BUAT SILENT READERs nyadar diri aja deh ya.. saia doakan dapet HIDAYAH 

Ga bisa comment di WP?? Mw tanya sesuatu? silakan mention>> @yoendaELF

need another story? lets check this one out>> Library

~SUPA DUPA DIVA~

@Inha University

“Jonghun Oppa~~” panggil Park Bom manja sambil berlari kecil saat dirinya tak sengaja melihat sosok Jonghun –pria yang paling ia puja-puja sepanjang masa- yang tampaknya baru saja tiba dengan motor sport kesayangannya tengah membuka helm teropong hitam miliknya dan menaruhnya begitu saja diatas jok. Bom tampak sedikit terpesona akan penampilan pria –yang hampir setiap hari dan setiap saat membuatnya selalu terpesona dan jatuh cinta setengah mati- itu. Bagaimana tidak? Rambut Jonghun yang terakhir kali dicat blonde itu kini sudah kembali hitam, dan kali ini ia juga tampil rapih dengan setelah kemeja biru muda yang ditutupi dengan coat hitam yang membuatnya semakin terlihat ‘charming’ terlebih sejak tadi ia juga menggendong sebuah tas gitar dibagian belakang punggungnya yang membuatnya terlihat semakin ‘keren’.

“Wae?” Jonghun melirik teman satu organisasi sekaligus teman sekelasnya itu singkat sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkan parkiran, dan tentu saja Park Bom mengekor dibelakangnya.

“Anniyo.. hanya saja..” Bom mempercepat langkahnya hingga sejajar dengan Jonghun dan langsung mengamit lengan kirinya yang bebas. Jonghun menghentikan langkahnya, berbalik menatap Bom dengan tatapan kesal lalu menghentakkan tangannya hingga tangan gadis itu terlepas dan kembali melanjutkan langkahnya.

Tapi bukan Bom namanya jika gampang menyerah. Ia segera berlari kecil menyusul Jonghun, menyamai langkahnya dan kembali mengamit lengan kiri pria berwajah tampan itu. Lagi-lagi Jonghun menghentikan langkahnya dan langsung menatapnya dengan tatapan tajam.

“Park Bom..” Jonghun melepas tangan Bom dari lengannya perlahan. “Apa belum cukup perkataan ku waktu itu? Apa aku belum jelas mengatakannya bahwa aku-”

“APA??? BAHWA AKU APA, HUH??” tiba-tiba saja suara Bom yang semula cederung terdengar manja yang dibuat-buat kini berubah meninggi dan sarat penuh emosi. Jonghun terlihat tenang saja membiarkan gadis itu berbicara dengan intonasi sekeras itu yang bahkan membuat beberapa orang yang berada disekitar mereka menatap keduanya sambil berbisik membicarakan sesuatu.

“Lupakan!” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Jonghun menatap wajah gadis itu sebentar kemudian pergi meninggalkanya yang masih berdiri mematung di depan gedung fakultas.

Tangan Bom terkepal kuat, wajahnya mengeras menahan emosi.

Ini adalah kali kesekian ia mencoba mendekati pria paling dingin seantero fakultas hukum Inha, dan selalu saja berakhir dengan cara yang memalukan baginya.

“Ini semua karena gadis itu… gadis keparat menyebalkan itu…” desisnya penuh emosi.

—–

Dendam Bom rupanya tak terbendung lagi kali ini. Sebelum memulai perkuliahannya tadi ia tiba-tiba saja teringat akan sesuatu dan langsung beralri ke ruang audiovisual untuk meminjam salah satu komputer yang ada disana. Untuk beberapa saat ia tampak tenggelam dengan aktivitasnya dan tak beberapa lama senyumanya pun mengembang lebar saat melihat hasil karyanya. Bom lantas melirik benda lipat berwarna merah muda yang tergenggam erat pada tangan kanannya sambil tersenyum licik.

“Ini akan membuatmu tersadar!” desisnya yang diakhiri dengan senyuman yang mengembang lebar.

—–

Dengan langkah ringan Jonghun melenggang masuk ke ruang kelas perbandingan hukum internasional tempatnya menggali ilmu hari ini. Suasana kelas seperti biasanya masih sepi. Meski dingin dan terlihat cuek Jonghun memang termasuk kedalam jajaran mahasiswa cerdas dan teladan, ia memang selalu menjadi orang pertama yang datang kedalam kelas sekaligus menjadi orang terakhir yang keluar dari kelas. Jadi suasana kelas yang sepi sudah sangat biasa baginya, terlebih Profesor yang akan memberikan kuliah hari ini termasuk profesor killer yang hanya memiliki segelintir murid saja yang mau diajari olehnya.

Diliriknya arloji perak yang melekat pada pergelangan tangan kanannya. Waktu telah menunjukkan pukul 8.10 tandanya 20 menit lagi jam perkuliahan baru dimulai, dan biasanya sekitar 5 menit sebelum dimulai para mahasisa lainnya baru akan memasuki ruang kelas yang bahkan lebih cocok disebut sebagai auditorium karena ukurannya yang memang sangat besar.

Benar saja, tepat 5 menit sebelum sang Profesor tiba untuk memberikan kuliahnya, para mahasiswa lainnya baru berdatangan memasuki ruangan, termasuk Park Bom yang bahkan sudah datang sebelum dirinya datang. Jonghun meliriknya sekilas, tapi tidak dengan Bom, ia yang biasanya akan dengan senang hati membalas tatapan Jonghun dengan senyuman maha lebar lalu berlari kecil dan memaksa siapapun yang duduk disamping pria itu untuk menjauh agar memberikan kursinya kepadanya kini malah lebih memilih untuk duduk di deretan bangku yang berada di deretan paling depan yang biasanya paling anti di dekatinya selama mata kuliah ini karena sang profesor biasanya akan melemparkan pertanyaan-pertanyaan bagi siapapun yang berada di bangku paling depan.

Jonghun sediri tampak tak mau ambil pusing untuk sekedar memikirkan kenapa gadis itu tiba-tiba berubah, toh baginya tak ada Bom berarti tak akan ada lagi pengganggu yang akan menggangu hidupnya.

~mRs.ChoiLee~

“Apa lagi sekarang!!??? Astagaaaaaaaaa!!!!!!” Hyunjae mengacak-acak rambutnya frustasi saat dirinya  membuka akun twitter miliknya yang nyaris ia lupakan akibat stress akan masalahnya dan Hyerin saat ini dan juga jadwalnya yang super padat sejak drama yang kemarin sempat di hentikan sementara akibat perselisihannya dengan Hyerin mencuat kembali berjalan setelah konferensi pers yang menjelaskan bahwa semuanya hanya salah paham saja dilakukan, kini penuh dengan ribuan pernyataan, pertanyaan, dukungan sampai cacian mengenai rumor dirinya dengan Donghae.

“Ada apa sih???” Donghae yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi yang kebetulan terletak disamping dapur tempat Hyunjae duduk saat ini langsung menghampiri istrinya yang terlihat seperti orang gila dengan tatanan rambut acak-acakan dan wajah frustasi itu. Hyunjae melirik namja yang sudah sebulan lebih menjadi suaminya itu sekilas dan langsung menutupi wajahnya dengan buku resep makanan yang dibelikan halmeoninya –yang tergeletak begitu saja diatas pantry- saat melihat namja yang sudah seminggu ini tinggal bersama dengannya itu hanya mengenakan boxer Dolce & Gabana kesayangannya yang dengan jelas mempertontonkan tubuh sixpacknya yang tak tertutupi sehelai benangpun.

Donghae yang tersadar akan keganjilan yang diperlihatkan istrinya itupun langsung menatap dirinya sendiri lalu segera berlari masuk kedalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat –meninggalkan Hyunjae yang kini sudah bernapas lega karena tak perlu berlama-lama menahan malu akibat harus melihat tubuh Donghae yang kini nyaris menyamai tubuh keren idolanya, Choi Siwon- sebelum akhirnya kembali keluar dengan pakaian yang lebih wajar baginya –yang-menurut-Hyunjae-justru-terlihat-seperti-orang-yang-mau-pergi-pemotretan- dan langsung mengambil alih benda hitam dalam genggaman istrinya itu secara paksa lalu membaca semua yang tertera pada layar ponsel milik istrinya itu.

Tanpa Donghae sadari, Hyunjae sibuk memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.

“Kau mau kemana Oppa?” gadis itu melirik suaminya dengan sedikit mengernyit dan sama sekali tak mendapat tanggapan dari Donghae yang masih dengan serius membaca seluruh mention yang memenuhi twitter account istrinya.

“Hahaha… jika mereka tahu kita sudah menikah bagaimana ya??” Donghae tersenyum jahil yang langsung mendapat lemparah bantal kursi pantry dai Hyunjae.

“Ish.. hanya jika kau mau aku dan dirimu mendadak dapat jutaan antis,” cibirnya lalu melenggang menuju sofa ruang tengah dan menyalakan tv. Donghae memandangnya geli lalu ikut duduk disampingnya.

“Hya! Apa-apaan kau?” desisnya dengan tatapan maha tajam saat Donghae tiba-tiba saja menyampirkan sebelah tangannya keatas pundaknya dan merapatkan duduknya kesamping tubuh istrinya itu. Dengan cueknya Donghae malah angkat bahu dan merebut remot tv dari tangan istrinya itu lalu mengganti siaran yang menayangkan anime pagi kesukaan istrinya dengan acara favoritnya. Berita olahraga pagi.

“Cikh! Ambil saja remotnya sekalian dengan tvnya!” Hyunjae menggembungkan pipinya kesal kemudian pergi meninggalkan Donghae yang tertawa puas menuju kamarnya.

“Aishhh pagi-pagi kenapa sudah ribut sekali????” Kyuhyun keluar dari kamarnya masih dengan penampilan ala bangun tidurnya –rambut berantakan dan piyama pikachu yang dikenakannya- menghampiri Donghae yang tampak asik menonton acara favoritnya kemudian duduk disebelahnya.

Donghae melirik dongsaeng sekaligus iparnya itu dengan tatapan geli lalu kembali menikmati siaran paginya tanpa menjawabnya.

Hyunjae, Kyuhyun, dan Donghae sudah seminggu ini memang tinggal bersama dalam sebuah apartment –yang lebih pantas disebut mansion- pemberian nenek Kyuhyun yang sengaja membelikannya karena terlalu shock saat melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang terjadi antara sesama penghuni dorm lantai 11. Apartement tersebut masih berada di lingkungan yang sama dengan dorm Super Junior maupun Miina, masih berada dalam satu gedung yang sama hanya saja berbeda lantai, mereka bertiga menempati apartment 5 kamar di lantai 14. Halmeoni mereka memang sengaja membelikan apartment yang besar dengan alasan agar jika dirinya bertandang ke Seoul ataupun orang tua mereka berkunjung kesana bisa menginap tanpa perlu menyewa hotel. Saat mengetahui bahwa kamar dalam apartment barunya itu memiliki banyak kamar, Hyunjae merasa –sangat- senang karena itu artinya ia tak perlu berbagi kamar dengan Donghae yang jelas-jelas hingga sekarang belum bisa ia terima dengan sepenuh hati, dan untung saja keduanya –Kyuhyun-dan-Donghae- yang notabene penghuni apartment itu menyetujuinya dengan alasan Hyunjae memang masih kecil dan belum saatnya melakukan hal yang aneh-aneh bersama Donghae nantinya jika mereka sekamar. Dan tentu saja ini hanya diketahui oleh ketiganya.

“Dongsaeng-ah mau kemana?” Kyuhyun menatap adiknya yang baru saja keluar dari kamar dengan tatapan heran. Dongsaengnya itu keluar dengan memakai coat abu-abu dengan tas slempang rancangan Kristen Bell berwarna cokelat tua yang  disampirkan dibahunya sementara sebelah tangannya sibuk menarik sebuah koper ukuran sedang.

“Loh? Aku kan hari ini mau ke Jepang Oppa, dan selama beberapa hari aku akan berada disana untuk syuting dream high. Memang kau tak tahu?”

Kyuhyun menggeleng, sementara Donghae bangkit dari sofa mengambil kunci Audy miliknya yang ia letakkan disamping meja telepon lalu menghampiri Hyunjae dan mengambil alih koper dalam genggamannya.

“Kajja!” Hyunjae bengong. Kyuhyun memandang keduanya sekilas tanpa minat dan malah lebih memilih untuk mengganti siaran tv dengan acara lainnya.

——

“Ishh… kenapa aku juga harus ikut dengan kalian di mobil ini sih??” gerutu Seungri yang dipaksa Donghae untuk berangkat bersama dengan mereka menuju airport. Ia terlihat gelisah duduk di jok belakang sedan dua pintu Donghae yang pastinya ‘agak’ sedikit kurang nyaman untuk tubuhnya terlebih disampingnya juga dijejali beberapa tas bawaan mereka yang tak muat lagi dimasukkan kedalam bagasi .

Hyunjae meliriknya dengan tatapan geli, sementara Donghae yang sejak tadi sibuk menyetir dibalik kemudi hanya terkekeh sekecil mungkin –berusaha-menjaga-image-cool-yang-susah-payah-dibangunnya-sejak-tadi.

“Iya! Kenapa juga kau tidak membiarkan kami berangkat dengan van saja? Kasian coordy eonni, kan dia juga seharusnya berangkat bersama dengan kami malah jadi terpaksan naik taksi. Lagi pula memangnya kau tak takut apa jika nanti ada yang menangkap kehadiranmu disana, huh?” tanya Hyunjae yang diamini Seungri.

“Biarkan saja~” jawabnya cuek yang langsung mendapat tatapan kesal Hyunjae.

~mrs.ChoiLee~

 “Jagiya~~~~~~ Kau mau ke Jepang ya????” tanya Minho di telepon saat dirinya mendengar kekasihnya itu akan ke Jepang untuk pengambilan gambar.

Chaeyoung yang mendengar ucapan dari kekasihnya yang terkenal ‘selalu tampak cool’ itu tertawa geli di dalam van yang membawanya ke bandara. Daesung yang duduk dibalik kemudi tampak meliriknya dari balik kaca spion. Ia tampaknya sedikit berminat dengan intonasi taw Chaeyoung yang terdengar gembira.

“Ne~~ Kau mau oleh-oleh apa, huh?”

“Mwoya?? Aku mau oleh-oleh kau saja (>,<)” sahutnya manja, membuat Chaeyoung menutupi wajahnya yang memerah akibat malu dengan bantal leher miliknya, tapi tidak dengan Key, Onew, Taemin dan Jonghyun diseberang sana yang juga mendengarnya malah terasa ingin muntah.

“Ihhhh… kok begitu???”

“Kan aku ada di Jepang, jagy~ Nanti kirimi saja alamat hotelmu, ya? Nanti aku akan mengunjungimu~~” lanjutnya dengan nada semanis mungkin yang langsung membuat Chaeyoung kesenangan setengah mati. Sementara itu diseberang Taemin berasa ingin bunuh diri mendengar Hyung yang ‘sok cool’ itu berubah menjadi ‘super’ aegyo, tak hanya Taemin, Jonghyun bahkan sudah mencekik-cekik lehernya sendiri akibat tak tahan mendengar suara aegyo Minho, sementara Onew sibuk mencekik-cekik leher Minho agar pria itu menghentikan aegyonya. Key? Dia sibuk menjedut-jedutkan kepalanya ke tembok. Ia menyesal setengah mati membiarkan noonanya mengencani Minho hingga membuat pria itu jadi menjijikan seperti ini tiap kali berhubungan dengannya.

“ASTAGA TUHANNNN BUNUH SAJA AKU!!” pekiknya masih dengan menjedut-jedutkan kepalanya ke tembok.

“HYUNG!!!”/”KEY DIAM!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Minho dan Chaeyoung bersamaan.

~mRs.ChoiLee~

 “Eonni!” panggil Binwoo saat PD baru saja memutuskan untuk break. Saat ini ia memang sedang menjadi salah satu bintang tamu dalam acara Oh My School yang memasang Ahra –group matenya- sebagai salah satu tamu tetap.

“Wae?”

“Bisa kita bicara sebentar??” Binwoo bagkit dari kursinya, menghampiri Ahra dan langsung menariknya menuju sebuah sudut lorong yang sepi.

“Ada apa? Katakan saja,” tanyanya dengan wajah ramah. Binwop menatapnya sebentar lalu menghela napas.

“Eonni.. Tolong, kuharap kali ini kau jujur padaku. Oke?” ucapnya dengan wajah serius. Ahra menatapya dengan tatapan aneh namun akhirnya mengangguk mengiyakan.

“Malhaebwa.”

“Hmphhh..” Binwoo menarik napas berat.

“Eonni.. Jujur aku tahu semua yang kau perbuat selama ini..” tatapnya serius. Mata ahra membulat.

“M-mwo?? Apa maksudmu???”

“Kau ingat beberapa hari yang lalu ponsel kita sempat tertukar??” mata Ahra semakin membulat. Dalam hati jantungnya sudah berdetak karuan.

“Saat itu Bom eonni mengirimimu pesan dan aku membaca semuanya eonni.. SEMUANYA..” lanjutnya penuh dengan penekanan.

“Kau tahu eonni? Mulanya aku tak percaya sampai aku sendiri yang sengaja menghampiri Hyerin eonni dan berbicara dengannya baik-baik..

“Dan saat aku menanyai tentang perkelahian itu… Ia menceritakan semuanya bahwa ia memang bertengkar dengan Hyunjae eonni karena eonni yang bodoh itu melarangnya mendekati Gikwang Oppa dan juga mengirimi pesan pada tuangannya yang berisikan bahwa Hyerin eonni berselingkuh dengan nomor lamanya. Tapi kau sendiri tahu bukan bahwa Hyunjae eonni sudah lama kehilangan ponselnya dan diponselnya yang barupun bahkan hanya berisikan beberapa nomor penting dan sama ia bahkan sama sekali tak menyimpan nomor Hyerin eonni, bagaimana mungkin ia bisa mengirimi pesan tersebut ke tunangannya???

“ Dan kau tahu??? Aku sangat terkejut saat Cheondoong-ssi, tunangan Hyerin eonni mengatakan bahwa ia mendapatkan email yang berisikan foto-foto kedekatan antara Gikwang Oppa dan Hyerin eonni, saat itu ia mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari alamat email Hyunjae eonni, tapi saat ku mintai temanku untuk menyelidikinya malah menunjukkan alamat IP notebookmu eonni..” jelas Binwoo panjang lebar.

“Tolong jelaskan padaku. Apa itu semua benar? Apa memang kau yang merencanakan semuanya dan kau yang sengaja mengadu domba mereka berdua??” Binwoo menatap eonninya itu dengan raut kecewa.

Ahra terdiam. Kedua tangannya tekepal kuat.

“Lalu jika memang aku. Memangnya kenapa??” kali ini ia menatap dongsaengnya tajam.

“Tapi untuk apa eonni? Apa untungnya bagimu????”

“Cikh..” Ahra berdecak. Lalu kembali menatapnya lurus.

“Kau tahu? Mereka berdua adalah wanita paling munafik yang pernah ku kenal! Kau tahu? Hyerin adalah anak yang menyebabkan kematian kedua orang tuaku dan membuatku serta Jiyong Oppa menjadi yatim piatu! Dan Hyunjae?? Dia adalah wanita ‘munafik’ dan ‘kegatelan’ yang pernah ku kenal! Dia selalu sok ramah! Sok baik hati! Tapi nyatanya apa? Dia menusukku dari belakang! Dia selalu saja kegatelan dan mendekati semua pria! Apa itu tidak cukup dijadikan alasan hah!!??” teriaknya frustasi dengan wajah merah akibat menahan amarah.

“TIDAK!!” teriak Binwoo tergas tepat di depan wajah Ahra. Membuat gadis yang sudah tersulut emosi itu melotot menatapnya kesal.

“Kau tahu?? Kau adalah wanita terbodoh yang pernah ku kenal!” teriaknya yang jelas semakin menyulut emosi Ahra.

“Kau bodoh! Karena seharusnya kau mencari tahu dengan jelas terlebih dahulu sebelum kau melakukan dan menghakimi sesuatu! Dan kau semakin terlihat bodoh karena nyatanya tak sepenuhnya yang kau ketahui itu tidak semuanya seprti yang kau pikirkan!!!”

“ATAS DASAR APA KAU MENGATAKAN SEMUA ITU, HAH!?? KAU JANGAN SOK TAHU! KAU ANAK KECIL! KAU BAHKAN TIDAK TAHU APA YANG TERJADI SEBENARNYA!!!” teriak Ahra dengan emosi yang meluap-luap. Binwoo mendesis kesal. Tangan kanannya setengah mati ia tahan agar tak melayang ke wajah Ahra karena saking kesalnya.

“KAU SENDIRI YANG TAK TAHU!!! KAU BAHKAN TAK TAHU JIKA AKU SUDAH MENGETAHUI SEMUANYA DARI ISI PESAN YANG ADA DI PONSELMU! KAU TAK TAHU BAHWA AKU SELAMA INI DIAM-DIAM MEINTAI INFORMASI DAN KONFIRMASI DARI SEMUA PIHAK! DAN KAU BAHKAN SELAMA INI TAK TAHU BAHWA AKU MEMANG TAHU SEGALANYA!!!” pekiknya kencang. Ia lantas mencoba mengatur napasnya yang mulai tersengal akibat berteriak-teriak sejak tadi.

“Kau tahu eonni? Sejak membaca pesan itu, aku langsung menyelidikinya dan meminta konfirmasi langsung pada Hyerin eonni. Dan ia secara jujur mengatakan bahwa dulu ia memang nyaris meninggal karena kecelakaan jika saja mobil yang  hampir menabraknya tidak benting stir, tapi naas mobil itu malah menabrak sesuatu dan membuat mobilnya malah terbalik hingga akhirnya meledak dan menewaskan penumpang di dalamnya…”

“Nah.. betulkan??? Dia penyebabnya!” selanya.

“DIAM!” Binwoo menatapnya tajam. “Tapi disini ada yang kau lewatkan.. Hyerin kecil saat itu tengah menyebrangi zebra cross disaat lampu lalu lintas menunjukkan lampu merah, dan hijau untuk pejalan kaki pada saat tiba-tiba saja mobil sedan yang orang tuamu tumpangi melaju dengan kecepatan diluar batas aman!”

“Dan asal kau tahu saja.. untuk hal yang satu ini aku bahkan tak hanya mendatangi Hyerin eonni tapi juga datang ke TKP serta meminta data-data mengenai kejadiannya langsung kepada pihak kepolisian setempat, hingga membuatku terpaksa bolos sekolah hanya demi mengklarifikasi berita ini!”

Ahra menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tenggorokkannya serasa tercekat. Ia tak percaya akan apa yang baru saja Binwoo katakan.

“Satu lagi.. untuk Hyunjae eonni.. apa maksudmu dengan para pria adalah dengan Yoseob Oppa, huh? Asal kau tahu saja, ia dekat dengan Yoseob Oppa karena Hyunjae eonni berteman dekat dengan Gikwang Oppa yang kebetulan adalah sahabatnya! Mereka berdua kenal saat Hyunjae eonni menjadi trainee di JYP sebelum bergabung dengan SM, dan belakangan ini Yoseob Oppa terlihat seolah mendekati Hyunjae eonni itu adalah karena belakangan Hyunjae eonni menjauhi Gikwang Oppa karena masalahnya dengan Hyerin eonni!”

Ahra diam. Tubuhnya terasa melemas hingga membuatnya merosot dan terdudut diatas lantai.

“Jadi.. setelah mendengar semua ini apa kau tetap menyatakan mereka berdua bersalah???”

“Maldo andwae..” gumamnya nyaris tak terdengar. Binwoo mendesah.

“Untuk Hyerin eonni, aku serahkan padamu. Silakan kau sendiri yang menilainya. Tapi untuk Hyunjae eonni.. satu hal yang harus kau tahu..”

Ahra mendongak.

“Hyunjae dan Donghae Oppa sudah menikah.”

“MWO!!!???”

~mRs.ChoiLee~

Para netizen mendadak dikejutkan akan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa saat ini Hyunjae dan Donghae tengah menjalin hubungan. Terlebih dalam artikel itu juga memajang beberapa foto keduanya yang terlihat sangat akrab dan sama sekali belum pernah dipublikasikan. Dan dari foto tersebut dapat dilihat bahwa keduanya telah menjalin hubungan sejak lama karena di foto itu Hyunjae dan Donghae terlihat lebih muda.

Akibat munculnya artikel ini, twitter account Hyunjae dan seluruh member Super Junior dipenuhi dengan rentetan pertanyaan yang meminta konfirmasi akan hal ini. Selain itu SM yang semula sudah mulai damai setelah kasus pertikaian antara Hyunjae-Hyerin telah diselesaikan kini kembali disibukkan dengan telepon dan kunjungan para fans dan wartawan yang memintai konfirmasi.

Beberapa netizen pun mulai berspekulasi bahwa mereka berdua memang berkencan atau setidaknya pernah berkencan setelah mengaitkannya dengan ucapan Donghae dan Hyunjae yang sama-sama pernah mengakui bahwa masing-masing memang pernah berkencan sebelumnya yang hanya bertahan selama satu minggu.

Dengan adanya pernyataan dan kesamaan ini mereka pun menyimpulkan bahwa isi dari artikel itu adalah benar adanya. Tapi satu hal yang pasti, dalam artikel itu disebutkan bahwa mereka berdua masih berkencan dan inilah yang patut mereka cari tahu kebenarannya.

~mrs.ChoiLee~

@Gimpo Internasional Airport

“GYA!!!!!! TAECYEON OPPA!!!!”

“HYERIN EONNI!!!!!”

“DREAM HIGH SARANGHAEYO!!!!!”

Pekikan para fans disegala penjuru segera memecah keheningan bandara internasional Gimpo yang semula lengang begitu para idola mereka satu persatu mulai berdatangan dan berkumpul di depan pintu masuk imigrasi.

“Loh, Chaeyoung-ah. Mana Hyunjae??” tanya Taecyeon heran saat melihat Chaeyoung yang biasanya selalu datang bersama dengan Hyunjae kini hanya didampingi sang manajer, Daesung.

“Ha? Lah emang dia belum sampai???” Taecyeong menggeleng.

“Aishh aneh, tadi dia sendiri yang bilang berangkat duluan makanya aku kira dia sudah sampai.”

“Anni.. sejak tadi kami sengaja menunggu kalian, karena hanya kalian berdua saja yang belum sampai,” sambung Hyerin –yang sejak  konferensi pers dan diberitahu Binwoo bahwa ponsel Hyunjae hilang dan tak mungkin mengirimi tunangannya pesan- yang kini perlahan hubungannya sudah mulai membaik dengan Hyunjae, ramah.

Sementara itu, dikerumunan para fans yang sengaja datang ke bandara untuk mengantarkan para idolanya itu sedang dihebohkan mengenai berita yang mengatakan bahwa Hyujae-Donghae sedang ,menjalin sebuah hubungan.

Meskipun desas-desus ini memang sudah lama mereka dengar dan semalam juga sudah ada seorang admin dari salah satu grup antis yang menyebutkan berita ini, tapi kali ini berbeda, mereka dengan mudah langsung percaya karena di dalamnya termuat foto yang menampakkan kedekatan keduanya.

“EH! LIHAT!!! ITU AUDY MILIK DONGHAE OPPA BUKAN???” pekik salah seorang fans saat matanya tanpa sengaja menangkap sebuah mobil sedan putih yang dikenalnya tengah melaju mendekat kearah mereka yang tengah berkerumun di depan pintu masuk terminal keberangkatan.

“HWA IYA ITU MOBIL DONGHAE OPPA!!!” sahut fans lainnya.

“GYAAAA APA SUPER JUNIOR ADA JADWAL LUAR NEGERI HARI INI???” tanya fans lain.

“Anniyo!! Jadwal mereka hari ini yang keluar negeri hanya Siwon dan Leeteuk Oppa, dan itu juga mereka berangkat melalui bandara Incheon, bukan Gimpo.”

Tak lama sedan yang mereka bicarakan pun berhenti tepat dihadapan mereka. Mobil tersebut cukup lama berhenti tanpa ada satupun yang keluar dari dalamnya, membuat mereka semua penasaran dan semakin mendekat kearah mobil. Namun untung saja para pihak keamanan bendara menyadari hal itu dan langsung membuat pagar betis.

“GYAAA!!! DONGHAE OPPA!!!!!”

—–

@ dalam mobil Donghae

“Hya Oppa, apa tidak sebaiknya jika kau menurunan kami di parkiran saja? Kenapa malah menurunkan kami di lobby???” Hyunjae menatap suaminya dengan tatapan heran, bagitu juga dengan Seungri yang sejak tadi membujuknya untuk menghentikan mobilnya di parkiran dan membiarkan keduanya berjalan kaki menuju gadung bandara. Tapi bukannya menjawab, Donghae malah menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk terminal keberangkatan luar negeri yang sudah dipenuhi sesak oleh para penggemar yang sengaja menunggu untuk mengantarkan para idola mereka.

“Seungri-ah, turunlah duluan,” Donghae meliriknya dari balik spion dalam.

“Bagaimana aku turun??? Pintunya saja hanya ada dua, jika aku turun salah satu dari kalian harus turun lebih dulu!” Seungri mendesis sebal.

Donghae menepuk jidatnya pelan. Ia lupa bahwa Audy miliknya hanya terdapat dua pintu dibagian depan, dan itu artinya salah satu diantara mereka harus turun lebih dulu jika Seungri ingin turun.

Membiarkan Hyunjae turun duluan tanpa ada yang melindunginya dari kerumunan fans jelas bukan pilihan yang baik, tapi jika ia yang turun duluan itu jelas bukan pilhan yang tepat.

“Makanya.. jika aku membari saran tolong didengar kalau sudah begini bingung kan??? Mau ke parkiran juga susah di depan dan di belakang kita sudah diapit oleh mobil lain -,-” Hyunjae mendesah.

Donghae menatap keduanya dengan raut menyesal.

“Sedahlah biar aku duluan yang turun,” tanpa aba-aba gadis itu segera turun dari Audy putih milik Donghae dan membiarkan Seungri keluar dari pintunya lalu mengeluarkan seluruh barang bawaannya. Namun agaknya ia sedikit kesusahan saat tiba-tiba saja koper yang berisikan wardrobe syuting Hyunjae yang disimpan Donghae di jok belakang sedikit tersangkut dan terpaksa membuat Donghae turun tangan untuk membantunya sementara Seungri melebarkan pintu mobilnya agar dapat mengeluarkannya dengan mudah.

“GYAAAA DONGHAE OPPA!!!!!!!!!!!” teriak para fans histeris saat beberapa diantara mereka tanpa sengaja menangkap sosoknya yang tengah membantu mengeluarkan koper dari balik sela-sela pintu yang terpaksa dibuka lebar oleh Seungri.

Mendengar pekikkan fans yang menjadi histeris akibat sosoknya, mau tak mau membuat Seungri segera menutup pintunya dan membawa Hyunjae masuk kedalam bandara membiarkan Donghae yang langsung pergi membawa mobilnya menjauh dari kerumunan.

TBC

Jeongmal mianhae atas keterlambatannya..

tugas akhir semester emang ga main” kali ini.. hampir semua matkul dsuru bikin paper mana ga nanggung” ada yg nyuruh penyelidikan langsung ke pengadilan jugaaaa HUWAAAAAAAAAAAAA >O< STRESSSSS!!! *Jessica mode.on*

beginilah derita mahasiswa -___- mohon dimaklum ya

sejujurnya aj ini juga bikinnya nyolong” waktu disela” tugas hukum dagang huweee mala besok tes lisan pulaaa TT~TT

mohon doanya ya #CURCOLbinNODONG

yang mau curhat bareng saia juga boleh silakan ke twitter saia saja

*bow

mian buat Hyerin-Hyejin yang cuma nampang nama part ini..

tunggu part selanjutnya aja ya

satu persatu saia mau nyelesain konfliknya dulu,,

pusing bikin FF stripping =__= bingung jga kenapa sinetron pada betah panjang” ckck

buat SDD beberapa part kedepan bakaln tamat dimohon dukungannya *bow

Iklan

16 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part 20A

  1. Huuuaaaaaaaaaaa
    Daebak bgt unn…!!!
    Apalagi hyunjae ama donghae.
    Lanjutinnya cpt yah, penasaran bgttttt
    Summmppppaaaaaaaahhhh kereeeeennnn abissss

    Ohhh yah, unnie aku dah ngefollow twitternya unnie acc twitterku @tityswiftie difollback yah??? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s