SUPA DUPA DIVA -Part: 20 B

BE A GOOD READERs Oke?

DONT FORGET FOR LEAVING SOME COMMENT and LIKE this post

BUAT SILENT READERs nyadar diri aja deh ya.. saia doakan dapet HIDAYAH 

Ga bisa comment di WP?? Mw tanya sesuatu? silakan mention>> @yoendaELF

need another story? lets check this one out>> Library

~SUPA DUPA DIVA~

“Sudahlah biar aku duluan yang turun,” tanpa aba-aba Hyunjae segera turun dari Audy putih milik Donghae dan membiarkan Seungri keluar dari pintunya lalu mengeluarkan seluruh barang bawaannya. Namun agaknya ia sedikit kesusahan saat tiba-tiba saja koper yang berisikan wardrobe syuting Hyunjae yang disimpan Donghae di jok belakang sedikit tersangkut dan terpaksa membuat Donghae turun tangan untuk membantunya sementara Seungri melebarkan pintu mobilnya agar dapat mengeluarkannya dengan mudah.

“GYAAAA DONGHAE OPPA!!!!!!!!!!!” teriak para fans histeris saat beberapa diantara mereka tanpa sengaja menangkap sosoknya yang tengah membantu mengeluarkan koper dari balik sela-sela pintu yang terpaksa dibuka lebar oleh Seungri.

Mendengar pekikkan fans yang menjadi histeris akibat sosoknya, mau tak mau membuat Seungri segera menutup pintunya dan membawa Hyunjae masuk kedalam bandara membiarkan Donghae yang langsung pergi membawa mobilnya menjauh dari kerumunan.

“Hyunjae!!!!”/”EONNI!!!!!!!!”/”NOONA!!” pekik para fans histeris. Pihak keamanan bandara yang sigap segera menguatkan barisan pagar betis mereka dan sekuat tenaga mengawal keduanya sampai kedepan pintu masuk bagian keimigrasian dimana para staff dan pemain lainnya telah lama menunggu mereka.

“Hya! Kenapa baru datang!?” Chaeyoung menepuk pundaknya gemas. Hyunjae hanya meringis kecil.

“Mian. Tadi diluar ramai sekali jadi aku susah masuk,” jawabnya seadanya.

“Aishh.. Yasudahlah. Kajja! Sudah waktunya!”

~mrs.ChoiLee~

@KBS studio

“Kau yakin? Kau tidak becanda kan???” Ahra menatap wajah sang magnae dengan tampang serius. Binwoo yang merasa ucapannya tak dipercaya hanya mendengus pelan.

“Ishh.. Kau sungguh tak percaya padaku eonni?”

Ahra menggeleng. Binwoo berdecak lalu berkacak pinggang.

“Terserah kau percaya atau tidak, tapi yang jelas mereka berdua  sudah menikah beberapa bulan yang lalu setelah SM Town Live Concert LA. Dan aku tahu tentang semua ini berkat kecerobohan Yesung Oppa yang tak sengaja mengatakannya saat aku bermain ke dorm mereka kemarin.”

Ahra membelalak tak percaya.

“Meski alasan kenapa mereka menikah tiba-tiba dan sengaja disembunyikan dari kita semua aku tak tahu secara pasti, tapi asal kau tahu saja mereka berdua sebelumnya juga pernah berkencan saat Super Junior baru debut dan Hyun eonni bahkan masih remaja –ya.. meski aku juga mengetahuinya diam-diam dengan cara menguping curhatan Hyunjae dan Chaehyun eonni dulu,” jelasnya yang diakhiri dengan kekehan geli saat mendadak teringat akan tingkahnya yang terkesan selalu menjadi ‘tukang nguping’, “tapi meskipun mereka menutupinya, aku selalu bisa membaca ‘gerakkan’ mereka yang tak biasa jika keduanya saling bertemu. Hyunjae eonni dengan kecanggungannya dan terkesan tidak suka tiap bertemu Hae Oppa, sementara Donghae Oppa selalu saja tertangkap mata memperhatikan eonni kita yang satu itu secara diam-diam. Dan itu sudah berlangsung sejak aku mengenal keduanya.”

“Dan satu hal lagi yang paling penting… selama ini kau tahu kenapa Hyunjae eonni tidak pernah terlihat berkencan padahal agency tidak melarangnya???”

Ahra menggeleng. Binwoo tersenyum miring.

“Hyunjae eonni masih sangat mencintai Donghae Oppa, dan ia masih sangat mencintainya sejak mereka putus dan mengatakan bahwa ia sangat membencinya sekalipun.”

“Memang sudah berapa lama mereka putus??”

Binwoo mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dahi, tampak berpikir.

“Mungkin.. 2 tahun?? Anni.. Anni… sepertinya sekitar 3 tahun! Eh bukan, tapi 4 tahun! Mereka berkencan saat Super Junior bahkan masih promosi untuk twins.”

Ahra tercengang, “Jadi selama itu??”

Binwoo mengangguk.

“Jika benar begitu.. jadi selama ini hubungannya dengan beberapa namja idol lainnya itu-”

“Just friend!” potongnya segera. Binwoo tahu betul kalau Ahra saat ini pasti sedang mengkhawatirkan tentang Yoseob, meski Ahra tak pernah cerita padanya tapi sekali lagi Binwoo membuktikan keahlian ‘tukang nguping’-nya yang sudah pasti ia juga tahu bahwa selama ini Ahra dibuat resah karena Yoseob belakangan coba mendekati Hyunjae –yang belakangan diketahui bahwa Yoseob mendekatinya dengan tujuan memperbaiki hubungan Hyunjae-Gikwang yang renggang karena Hyerin. Binwoo sebenarnya meski terlihat seperti member paling ‘tak peduli’ dan selalu ‘tutup kuping’ tiap kali ada masalah bahkan terkesan seperti member yang paling ceroboh akibat tingkah polosnya justru sebenarnya bisa dibilang ‘kunci’ dari semua informasi, baik yang ada di dalam maupun diluar dorm. Di dalam tingkah polosnya sebenarnya Binwoo memiliki bakat alami sebagai juru kunci. *author ditampol Binwoo*

“Jadi eonni..” Binwoo merangkul pundak Ahra dan menatapnya lurus, “tolong selesaikan semuanya, ya? Kita berempat.. anni, berenam –aku, kau, Chaeyoung, Hyejin, Hyunjae, dan Hyerin eonni- bisa menjadi keluarga yang paling bahagia dimuka bumi ini jika kau mau. Bagaimana? Jika kau bingung, aku akan membantumu menyelesaikan semua masalah ini, itu pun jika kau tak keberatan. Ok?”

Ahra diam. Binwoo masih menatap matanya lurus. Raut kesal dan tidak suka yang tiap kali ia perlihatkan tiap kali bertemu Ahra kini berganti dengan wajah ramah disertai senyuman tulus yang terpancar dari wajahnya.

Ahra tersenyum kecil lalu mengangguk mantap. Binwoo tersenyum puas.

“Gomawo eonni!!” dengan segera sebuah pelukkan hangat hinggap pada tubuhnya. Ahra terkekeh, sambil tertawa kecil ia menepuk-nepuk punggung sang magnae pelan namun penuh dengan kasih sayang. Dalam hatinya ia merasa sangat senang. Baru kali ini ia merasakan sebuah pelukkan yang entah kenapa bisa menenangkan hatinya. Dan ia sangat senang akan hal ini.

~mrs.ChoiLee~

@Cafetaria Inha University

“Hey, apa kalian sudah mendengar rumor yang beredar saat ini???” ucap seorang wanita bercoat cokelat tua saat salah seorang temannya yang berambut pendek baru saja bergabung dengan mereka disalah satu meja kayu cafetaria yang terletak diluar gedung di dekat taman fakultas.

“Rumor apa??” tanya salah seorang dari mereka yang tampak berminat akan topik kali ini. Wanita bercoat cokelat itu tampak melirik mereka sambil tersenyum puas karena topik yang dilemparkannya menarik minat teman-temannya.

“Kau tahu Kim Hyunjae, kan??”

“Kim Hyunjae yang mana? Teman sekelas kita yang tampak culun itu atau Kim Hyunjae adik kelas kita yang penyanyi itu?”

“Yang jelas bukan teman sekelas kita karena dia namja, dan lagi pula dia tidak terkenal untuk apa juga aku mengatakan rumor tentang dia?” ketiga temannya mengangguk setuju.

“Lalu kenapa dengan adik kelas kita itu??”

Wanita itu tersenyum miring.

“Kau tahu? Kabarnya saat ini ia sedang berkencan dengan Donghae Super Junior-”

“Tidak mungkin!” sergah gadis berambut lurus sebahu saat nama Donghae disebut.

“Ini benar! Aku tak mengada-ada. Baru saja aku dari ruang audiovisual untuk mengerjakan tugas tapi tak sengaja aku malah menemukan sebuah artikel yang mengatakan seperti itu, selain itu juga ada beberapa fanaccount dari para fans yang mengantarkan para pemain dream high ke bandara yang mengatakan bahwa Hyunjae datang dengan diantarkan Dongha-”

“MALDO ANDWAE!!” teriak gadis sebelumnya histeris, hingga membuat beberapa mahasiswa lainnya yang juga berada disekitar mereka menoleh kearah mereka termasuk seorang pria berambut hitam yang sejak sebelum kedatangan mereka berempat sudah duduk memainkan gitar dalam pangkuannya dan tanpa sengaja terus mendengarkan pembicaraan mereka yang hanya berjarak 1 meter di depan mejanya.

“Tapi itu kenyataannya honey~” wanita mengangkat bahu sementara ketiga temannya menatapnya dengan tatapan tak yakin.

“Mungkin saja itu hanya rumor? Toh rumor mereka berkencan hingga keluar sebutan ‘Hyun-Hae’ couple pun sudah pernah terjadi sebelumnya. Mungkin saja ini..”

“Hoax?” lanjut temannya yang lain. Yeoja bercoat cokelat tua itu pun hanya tertawa sumbang.

“Jika kulihatkan foto-fotoya kalian pasti tak akan bicara seperti ini dan yakin bahwa memang ada sesuatu diantara mereka,” ujarnya sambil tersenyum misterius.

“Kalau begitu keluarkan i-padmu, Soyu-ah! Aku penasaran!” perintah salah satu diantara mereka pada gadis berambut pendek. Dengan segera gadis itupun mengeluarkan sebuah benda tipis berwarna hitam yang sengaja ia lapisi dengan tas kulit perwarna merah muda dari dalam tas pundaknya lalu segera menghubungkannya dengan jaringan internet segera setelah benda berikon apel tergigit itu menyala.

Ketiganya kini hanya bisa memasang raut kesal saat membaca beberapa artikel dengan berita serupa yang ditunjukkan oleh gadis bercoat cokelat tua.

“Ish! Pasti ini hanya hoax!” ujar gadis berambut pendek yang masih saja tak percaya akan isi artikel tersebut, membuat sang yeoja bercoat cokelat berdecak sedikit kesal akan kekeras kepalaannya.

“Jika kalian masih tak percaya aku punya sesuatu yang akan membuat kalian bertiga menggigit bibir,” ia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku coatnya dan meletakkannya keatas meja sambil tersenyum miring. Sebuah benda lipat berwarna merah muda. Ketiganya saling berpandangan, bingung.

“Ponsel siapa ini?” tanya gadis yang sebelumnya dipanggil Soyu saat temannya itu menyodorkan benda lipat itu kehadapan mereka.

“Buka saja!” ucapnya, “dan kau akan melihat bahwa mereka berdua memang berkencan.”

“Omona!”

“Katakan dari mana kau mendapatkan ponsel ini??” Wanita itu tertawa,“Haha sepertinya kalian bertiga mulai mempercayainya sekarang. Aku menemukannya tak sengaja di dekat tong sampah ruang auditorium. Entah terjatuh atau memang sengaja ingin dibuang. Tapi yang jelas aku yang menemukannya.”

“Apa ini ponsel Hyunjae?”

Mendengar nama Hyunjae lagi-lagi disebut, pria bergitar yang duduk tak jauh dari mereka pun segera menghentikan permainan gitarnya dan lebih memilih untuk mengamati keempatnya dengan seksama. Kedua matanya kini memicing tajam kearah sebuah  benda lipat berwarna merah muda yang terasa sangat familiar baginya.

“Itu kan..” matanya segera membelalak lebar dan iapun segera bangkit dari tempatnya menghampiri keempat gadis tersebut.

“KATAKAN DARIMANA KAU MENDAPATKANNYA!” serunya seraya merebut ponsel itu dari tangan Soyu. Soyu dan keempat temannya yang lain tampak terkejut akan kehadiran namja itu yang tiba-tiba dan malah langsung merebut benda itu dari mereka.

“Omo! Jonghun-ssi, kenapa kau merebutnya dari kami???” seru gadis bercoat cokelat tak terima.

“Benda ini juga bukan milik kalian! Cepat katakan dari mana kau mendapatkannya??”

Keempatnya terdiam.

“Cepat katakan!”

——–

‘Aku menemukannya tak sengaja di dekat tong sampah di ruang audiovisual. Aku sungguh tak mengetahui siapa yangmenjatuhkanya disana, tapi yang jelas bukan aku yang menyebarkan foto-foto dan rumor ini. Sungguh!’

‘Jika kau pandai kau pasti akan menyelidikinya bukan? Toh seperti yang kau tahu, ruang audiovisual Fakultas sepi pengunjung.’ ucapan Hyorin, gadis bercoat cokelat tua yang tak lain adalah teman sekelasnya saat dirinya meminta penjelasan akan keberadaan ponsel tersebut yang selama beberapa bulan yang lalu tiba-tiba saja menghilang dari tangannya kini malah ada di tangan mereka -terus saja terngiang dikepalanya.

Jujur saja ia tak bisa sepenuhnya mempercayai ucapannya terlebih gadis itu memang terkenal ‘biang gosip’. Tapi otaknya ternyata tak sejalan dengan langkah kakinya. Kini ia sudah berdiri di depan sebuah pintu kaca berukuran besar bertuliskan ‘audiovisual’ yang ada di lantai dasar.

Benar apa yang dikatakan gadis itu. Ruang audivisual memang sepi pengunjung dan ini memudahkannya untuk mencari informasi tentang nama-nama pengunjung di bagian informasi. Dalam daftar nama-nama pengunjung, pagi itu hanya terdapat 5 orang dimana diantaranya adalah 3 orang namja dan 2 orang yeoja yang tak lain adalah Hyorin dan..

“Park Bom!?”

Melihat nama Bom tertera disana entah kenapa perasaannya merasa tak enak. Kepalanya mendadak pening. Tiba-tiba saja ia teringat saat dimana dirinya terakhir kali memegang ponsel itu adalah saat dimana dirinya bertemu dengan Park Bom di ruang organisasi.

“AISH! TAK SALAH LAGI!!!”

“Park Bom! Apa yang kau lakukan!!??” desisnya penuh emosi.

~mrs.ChoiLee~

Donghae segera menghentikan laju mobilnya mendadak saat matanya tanpa sengaja mendapati sebuah tas rancangan Kristen Bell warna cokelat tua tergeletak begitu saja dibangku samping kemudi yang sebelumnya ditempati Hyunjae.

“Pasti milik Hyunnie. Ish cerobohnya anak itu!”

~mrs.ChoiLee~

@Korean Airlines

“Aishhh!! Dimana ponsel dan camera serta buku naskah milikku?? tasku kemanaa????” Hyunjae mengacak-acak rambutnya frustasi. Begitu masuk kedalam pesawat dan menempati tempat duduknya, ia baru saja tersadar bahwa sejak tadi ia tak membawa tasnya. Untung saja tiket serta paspor miliknya memang dipegang oleh Seungri jika tidak? Tamatlah riwayatnya!

“Dasar bodoh! Memangnya saat berangkat tadi kau tidak membawanya apa, huh?” Taecyeon yang kebetulan mendapatkan tempat duduk disampingnya menjitak kepalanya gemas.

“Huweee kemana tas ku?? Opppaaaa!!” rengeknya sambil melirik kearah Seungri yang duduk agak jauh dibelakang –yang jelas saja tak bisa mendengar rengekkannya.

“Memangnya tadi kau membawanya atau tidak?” tanya Taecyeon sekali lagi karena sebelumnya tidak mendapatkan jawaban. Hyunjae meliriknya sambil merengut sedih.

“Aku bawa Oppa~ Aku bawa.. tapi.. tapi..”

BLETAKK!!

Tiba-tiba saja seseorang menggeplak kepala Hyunjae dari belakang. Taecyeon yang melihatnya segera membelalakkan mata tak percaya.

“YA!” pekiknya kesal. Namun saat melihat siapa yang baru saja menggeplak kepalanya, seperti halnya Taecyeon ia juga membelalakkan matanya tak percaya.

“O-oppa?” ucapnya tak percaya, sementara pria yang baru saja disebutnya Oppa itu malah tersenyum tanpa dosa.

“Hay!”

“H-hyung, annyeonghassaeyo,” Taecyeon dengan tubuh jangkungnya memaksakan dirinya untuk berdiri dari tempat duduknya yang berada di samping jendela untuk sekedar membungkuk hormat pada namja idol yang notabene dalah seniornya itu.

“Ne, annyeong semuanya~” balasnya.

——-

“Oppa, sebenarnya apa yang kau lakukan disini??” tanya Hyunjae saat Donghae sudah duduk disampingnya setelah bersusah payah ‘menendang’ Taecyeon ke tempat duduknya yang berada 5 baris dari tempat duduk mereka.

“Dasar bodoh! Kau sepertinya tadi terlalu terburu-buru untuk turun dari mobil hingga bisa melupakan barang sepenting ini,” ujarnya seraya melempar pelan barang yang sejak tadi dicari gadis itu kehadapannya.

“Omo! Jadi tas ini ketinggalan di mobilmu begitu??” Donghae mengangguk.

“Jadi berterima kasihlah pada suamimu ini!” ucapnya dengan nada sedikit dipelankan sambil melemparkan senyum sok cool nya. Hyunjae mencibir sebal.

Sementara itu berjarak beberapa baris dibelakang mereka, tanpa mereka ketahui Hyerin tengah menatap keduanya sambil tersenyum senang.

“Apa kau tahu akan hal ini, eonni?” Chaeyoung memandang kearah Hyunjae dan Hyerin yang kebetulan duduk disampingnya bergantian. Hyerin meliriknya sekilas lalu tersenyum sambil mengangguk pelan.

“Ne. Aku baru saja mengetahuinya dari Siwon Oppa sesaat setelah Binwoo menjelaskan semuanya. Dan aku senang jika akhirnya mereka berdua bersama, dan semua ini membuktikan bahwa kemarahan dan kebencianku pada Hyunjae mengenai Gikwang Oppa memanglah tak berdasar.”

Chaeyoung mengangguk paham lalu tersenyum puas.

“Hya.. Hya.. memangnya ada apa dengan keduanya?? Kenapa sampai tega mengusirku duduk disini?? Padahal tadinya aku mau mengobrol lebih dengan Hyunjae untuk penghayatan peran,” tanya Taecyeon tiba-tiba yang entah sejak kapan tahu-tahu sudah berdiri disamping tempat duduk Hyerin.

Hyerin dan Chaeyoung saling berpandangan, lalu keduanya tertawa terbahak-bahak tak mempedulikan Taecyeon yang sudah seperti orang frustasi menunggu jawaban dari keduanya.

~mrs.ChoiLee~

“Park Bom!” teriak Jonghun sambil berlari sekuat tenaga saat matanya menangkap sosok yang sejak tadi dicarinya tengah berjalan menuju parkiran tempat dimana mobil pribadinya diparkirkan.

Bom yang merasa namanya dipanggilpun segera menoleh dan langsung menyunggingkan senyuman terbaiknya saat tahu yang memanggil namanya barusan tak lain adalah namja idamannya. Choi Jonghun.

PLAKK

Sebuah tamparan manis tiba-tiba saja mendarat di sebelah wajah cantiknya, membuatnya segera melotot geram kearah namja tampan yang baru saja menamparnya.

“HYA! APA YANG KA-”

“DIAM! IKUT AKU!” Jonghun menarik sebelah tangan Bom kasar dan membawanya ke arah pohon Oak besar di dalam taman dekat parkiran dimana tak ada satu orang pun yang dapat mendengar mereka.

“YA! LEPASKAN!!!!” dengan sekali hentakkan kuat Jonghun melepas cengkramannya pada tangan halus Bom. Bom meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan tangannya yang memerah. “Neo micheosso?? Kenapa kau menamparku!!??”

Jonghun menatapnya penuh emosi.

“Hya! Aku sudah tahu semuanya! Kau jangan belagak polos! Kau kan yang selama ini menyimpan ponsel Hyunjae dan kau juga yang menyebarkan foto-foto itu juga artikel tak berguna itu!??”

Park Bom meliriknya dengan tatapan sengit.

“Jika iya lantas kenapa? Masih untung aku belum menyebarkan berita apa-apa mengenai dirimu yang secara diam-diam membawa Hyunjae dan menyatakan cinta padanya tengah malam dibawah cahaya lilin! Atau kau mau aku menghembuskan berita itu juga agar semua tahu bahwa Hyunjae seorang playgirl??”

PLAKK

Sekali lagi sebuah tamparan kembali bersarang diwajahnya. Tepat ditempat yang sama. Membuat wajah kirinya yang secara 2 kali terus terkena tamparan itu berdenyut nyeri dan terasa membengkak.

“YA!!!”

“Apa!? Asal kau tahu saja Park Bom-ssi. Jika orang yang kau sukai ternyata tak menyukaimu dan bahkan malah menyukai wanita lain, kau tidak seharusnya melampiaskan amarahmu padanya terlebih yang kau sakiti adalah orang yang salah! Yang menyakitimu adalah aku BUKAN DIA!” teriaknya geram.

“LALU KENAPA!!?? KALIAN SAMA SAJA! KAU MENYUKAINYA DAN SEJAK AWAL IA JUGA TAK PERNAH MENOLAK BERADA DI DEKATMU-”

“JELAS SALAH!!! AKU YANG MENDEKATINYA BUKAN DIA! DAN ASAL KAU TAHU DIA SELALU BERUSAHA MENOLAKKU SECARA HALUS TAPI AKU YANG SELALU MEMAKSANYA!”

“GEOTJIMAL!!”

“NAN GEOTJIMAL ANNIYA! Perlu kau tahu.. awalnya aku juga sepertimu! Aku terlalu terobsesi mendapatkannya! Aku bahkan sempat berpikiran untuk mendapatkannya dengan segala cara! Namun aku tersadar Park Bom-ssi.. Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan salah! Hingga akhirnya aku benar-benar sadar dan mengerti bahwa ia memang bukan untukku…” tatapan penuh emosi yang sejak tadi menghiasi wajah Jonghun  kini berganti dengan raut muram dan tatapan lirih yang terpancar dari kedua bola mata jernihnya.

Park Bom terdiam.

“Ku mohon.. sebelum semuanya semakin rumit. Tolong hentikan semua ini!”

TBC

gimaanaa??? Pendek??? Typo?? Gyahahaha maap ya kan ini cm part lanjutan dari part 20A kemarinn,, kalo soal TYPO? males ngedit haha LOL #ditabok

ibaratnya ini cuma pelengkap

kkk`~ #alibi

ud telat posting.. Typo.. pendek pula

wkwkwk maapkan author yang tak berdosa ini.. kebetulan saia lagi banyak tugas -_-” kalomau cepet hayu atuh bantuin saia bikin tugasnya mau?? haha

ayeyyyy sepertinya pasrt depan tamat~ CIHUYYY!! tapi gatau kapan baru mau bikin WKWKWK

doakan saja xixixixi

buat yang ud nanya ff ini d twit makasi loh ya atas perhatiannya XD

sampai jumpa d last eps~

Iklan

8 thoughts on “SUPA DUPA DIVA -Part: 20 B

  1. Part selanjutnya last part yah unnie 😦
    Yahhh 😦
    Tapi FF Kali ni keren bgt, Biar tugasnya numpuk tapi unnie ttp upDate FFnya, unnie emang daebak deh
    Kekeke~
    Nd sukses yah buatt tugasnya

  2. Eon, ini lagi penasaran-penasarannya ya langsung di tbc. Terus yang ke 21nya pake passwoard ya?? Aaaaa udah ga sabar pengen baca part terakhirrrrrr eonniiiiiiiii:((
    tolong mention aku dibales yaa:D
    pokoknya ff ini seru deh! Rame! Keren! Neomu daebak!!!!
    Keep rwiting ya eonni;;)

  3. wah..donghae baik bgt mw nganterin naskah hyunjae sampe ikut k jepang..aku jg suka dgn sikap taecyeon yg kaya anak kecil..g sabar baca part akhir..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s