Sayonara …[re-MAKE vers]

Title  : Sayonara [RE-EDIT/RE-MAKE vers]

Author: @yoen_da/mrs. Choilee

Cast:

  • Choi Siwon
  • Andrew Lee/Choi
  • Kim Hyunjae
  • Choi Sooyoung
  • SJ member

Genre : Romance, Friendship, Sadness, AU

Rating : G

Disclaimer: FF ini awalnya dibuat dan pernah dikirim untuk lomba cerpen di salah satu majalah tapi gak jelas nasibnya dan akhirnya diputusin untuk dipajang di mading sekolah *beberapa tahun silam*. Setelah edit sana-sini dan nama karakter sedikit diubah akhirnya dijadiin FF pertama yang pernah saya bikin. Sebelumnya pernah di muat di FB, SJFF, dan blog saya pribadi, dan vers re-make ini saya publish di FFIndo dan wp saya tercinta ini tentu saja~ *mrs.ChoiLee LAND* *selain dari itu GAK PERNAH*. Dan ini adalah versi re-MAKE-nya dimana tokoh Sooyoong diubah jadi Choi Sooyoung. Biar FFnya jelek tapi mikirnya tujuh hari hari tujuh malem, jadi TOLONG jangan copas seenak jidat.

“Sayonara..”

 

*Author POV*

           Langit mulai gelap, sang mentari segera meninggalkan singgasana-nya dan digantikan cahaya teduh sang rembulan. Samar-samar, terlihat kilauan cahaya kecil nan indah bertaburan menghiasi langit. Di dalam sebuah aula besar di dalam pusat perbelanjaan ternama di daerah Seoul, sebuah mega konser sedang diselenggarakan.

            Di barisan depan, diantara kerumunan orang-orang di kelas vip, Hyunjae menggenggam tangan kiri temannya, Sooyoung erat. Jantung-nya kebat-kebit tak karuan, secara perlahan tapi pasti, keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya yang mulai terlihat putih pucat. Kontan, Sooyoung langsung panik begitu melihat wajah temannya yang sekarang terlihat sudah pucat pasi.

            “Hyunjae-ah, neo gwenchana? Wajahmu.. Wajahmu terlihat pucat! Apa kau sakit??” pekiknya panik.

            Gadis itu menatap wajah temannya yang tempak panik itu dengan tatapan sayu. Ia tersenyum, lalu menggeleng lemah. “Anniyo.. Nan gwenchana..”

            “Hanya sedikit pusing saja,” lanjutnya begitu dilihatnya Sooyoung masih menatapnya dengan tatapan tak yakin.

            “A-arra.. Kalau kau merasa tak enak atau apa, kau bilang saja padaku. Arrachi?” ujar Sooyoung khawatir, diikuti anggukan pelan Hyunjae.

            Dari arah panggung, SUPER JUNIOR, boyband yang baranggotakan 13 pria tampan yang sedang naik daun, akhirnya menggebrak panggung dengan aksinya yang memukau. Choi Swon, salah satu member yang memang memiliki wajah paling charming diantara member  lainnya, paling di elu-kan para penonton, tak terkecuali Hyunjae. Karena dia-lah, makanya Hyunjae nekat datang kemari, padahal kondisi kesehatannya tak begitu baik, dan tak memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit.

            “Aku merasa sangat bahagia karena pada akhirnya aku dapat melihatmu,” bisik Hyunjae dalam hati sambil tersenyum manis begitu melihat penampilan Siwon yang memukau.

            Belum selesai satu lagu mereka bawakan, Sooyoung teriak histeris. Hyunjae pingsan. Beberapa orang keamanan langsung menghampiri dan membawanya ke ruang perawatan. Sooyoung mengikutinya dari belakang, sambil meraih ponsel di kantong celana-nya lalu mencoba menghubungi seseorang.

~mrs.ChoiLee~

Setahun yang lalu

 

            Mentari bersembunyi di balik gumpalan awan hitam yang menyelimuti seluruh kota. Kokok ayam samar-samar terdengar dibalik suara petir yang saling bersautan di angkasa, lolongan anjing liar ikut meramaikan suasana, diikuti tetesan air hujan yang perlahan mulai tumpah ke permukaan tanah dengan derasnya. Waktu masih menunjukkan pukul 04.25. Belum banyak orang yang sudah bangkit dari tidurnya.

            Di dalam kamar, seorang gadis terdiam sambil memandang sebuah bingkai foto yang memajang gambar sepasang remaja yang sedang tersenyum lebar. Orang yang ada di dalam sana adalah dirinya dan Andrew, pacarnya yang sekaligus juga sahabat masa kecilnya. Entah kenapa, semalaman, ia tak bisa tidur. Teringat kembali kenangan saat Andrew datang ke rumahnya semalam dan mengatakan sesuatu yang menurutnya aneh.

*Flashback*

            “Disaat aku pergi nanti.. ku harap kamu jangan sedih yah! Kau tharus mandiri, Jagiya. Jangan manja!!” Andrew mengacak rambut Hyunjae, lembut, lalu tersenyum tipis.

            “Apa maksudnya sih? Memangnya Oppa mau kemana? Mau ke luar kota lagi? Atau malah ke luar negeri??” Hyunjae menatap wajah Andrew, bingung.

            Andrew  tersenyum datar, lalu mendongakkan kepalanya ke atas, menatap langit malam yang diselimuti bintang-bintang nan indah.

            “Aku mau pergi jauh, Jagiya. Kau nanti jangan sedih yah, jika nanti aku meninggalkanmu!? Masih ada Sooyoung yang akan selalu bisa menemanimu setiap saat. Masih ada Eomma dan Appa-mu yang sangat menyayangimu. Tapi, kau juga jangan terlalu tergantung sama orang lain. Karena kalo kamu terlalu mengandalkan orang lain, saat kamu butuh mereka tapi mereka tak ada, kau akan merasa kesulitan.” Andrew mengambil nafas berat, ”Kau juga baik-baik yah, selama aku tak ada disisimu nanti.. Jaga kesehatanmu. Jangan terlalu capek. Nanti kondisi tubuhmu drop lagi,” katanya panjang lebar.

            Hyunjae hanya bisa bengong mendengarkan semua perkataan Andrew barusan. Dia kaget. Tak menyangka, jika Andrew yang selama ini tak pernah banyak bicara, sekarang malah menasihatinya panjang lebar! Seolah benar-benar akan meninggalkannya sejauh mungkin dan tak akan katemu lagi.

*Hyunjae POV*

            Aku terkejut. Bingung. Kutatap wajah seorang namja tampan yang sedang duduk sambil menggenggam tanganku erat ini dalam diam. Entah apa yang sedang difikirkannya saat ini. Aku merasakan suatu keganjilan dalam dirinya. Tapi apa?

            “Ya! Malah melamun lagi! Janji yah!?” katanya, membuyarkan lamunanku.

            Aku menatapnya ragu, namun akhirnya mengangguk pelan, tapi dalam hatiku masih ada sesuatu yang mengganjal. “Oppa kau aneh! Seperti orang yang mau meninggal saja!”

            Ia tersenyum kecut, lalu kembali mengacak-acak rambutku pelan.

            “Sudahlah, sudah malam! Aku pamit yah! Aku mau ke rumah JongHun, meminjam catatan materi yang kemarin,” aku  mengangguk pelan. “Sayonara!” tambahnya lagi sebelum akhirnya benar-benar pergi dengan motor sport hitamnya

*Flashback end*

*Author POV*

            Dari arah ruang keluarga, terdengar dering telepon, menyadarkan Hyunjae dari lamunannya. Hyunjae tetap tak beranjak dari duduknya, sampai seseorang akhirnya memanggil-manggil nama-nya, histeris.

            “Hyunjae-ah!!!!” panggil Eomma dengan suara serak.

            “Eomma, wae gurae?” tanyanya bingung seraya melangkah mendekati eommanya yang kini berdiri menghadap kearahnya, membelakangi meja telepon yang kebetulan berada di ruang tengah kediaman keluarga mereka.

            “Andrew…”

            “Ada apa dengan Andren Oppa, Eomma??” tanya Hyunjae yang tanpa disadari dari nada bicaranya ikut panik. Eomma-nya hanya bisa terisak lalu menyerahkan gagang telepon pada anak semata wayangnya itu.

            “Yob.. Yobsaeyo?? Hyunjae-ah??” panggil seseorang di seberang telepon dengan panik.

            “Ne.. Ini?”

            “Ini… Ini ahjuma sayang..” jawabnya terbata-bata,”An.. Andrew… Kecelakaan!”

~mrs.ChoiLee~

            Awan mendung seolah enggan pergi dari sisi Hyunjae. Mentari yang biasanya menyelimuti hari-harinya yang ceria-pun seolah enggan menemani. Sejak kepergian Andrew akibat kecelakaan maut yang dialaminya, dua bulan yang lalu, Hyunjae menjadi lebih pemurung dan pendiam dari biasanya. Kondisi fisik-nya pun kian drop. Penyakit jantung yang sudah diidapnya sejak kecil, kini menjadi teman setianya. Berbagai macam pengobatan pun dilakukan orangtua-nya agar putri semata wayang mereka itu tetap bertahan. Tapi, Hyunjae terus menolak. Dia seolah sudah enggan untuk hidup lebih lama lagi di dunia. Dia sudah menyerah. Kim Hyunjae sudah menyerah!!

            “Hyunjae-ah, kumohon jangan begini terus! Andrew Oppa pun tak akan tenang disana jika ka uterus seperti ini,” bujuk Sooyoung sambil mengusap-usap rambut Hyunjae yang terurai panjang. Dari garis wajahnya kentara sekali bahwa gadis itu sangat mencemaskan temannya yang sudah berminggu-minggu keadaannya kian memprihatinkan itu.

            Hyunjae menatapnya sekilas dengan pandangan kosong. “Aku merindukannya, Sooyong-ah. Aku sangat merindukannya,” katanya sambil kemudian terisak pelan.

            Sooyoung memeluk tubuh sahabatnya itu erat. Air mata-nya yang terbendung selama ini akhirnya tumpah. Sosok Andrew mungkin memang hanya  sekedar teman bagi-nya, tapi bagi Hyunjae, sahabatnya, Andrew adalah orang terpenting dalam hidupnya, bahkan melebihi dirinya atau bahkan kedua orang tuanya sendiri, sementara bagi Sooyoong, Hyunjae adalah orang terpenting, dan yang paling ia sayangi dalam hidupnya.

            “Sooyoung-ah, jangan bersedih. Jangan tangisi aku! Aku tak pantas untuk kau tangisi..”

            “TIDAK!!!” pekik Sooyoong tiba-tiba, ”Kau-lah orang yang paling pantas kutangisi. Yang paling pantas untuk kusayangi. Dan hanya kaulah satu-satunya teman.. sahabat.. bahkan orang yang sudah kuanggap saudara sendiri yang paling mengerti aku dan paling kumengerti!!!”

”Dan.. Apa kau sudah lupa? Andrew pernah berpesan padamu, bahwa kau jangan bersedih disaat dia tak ada disisimu.. Disaat dia pergi dari sisimu!! Lanjutkan hidupmu, Kim Hyunjae! Hidupmu  masih panjang!” lanjutnya dengan nada terisak. Air mata kini sudah tak bisa lagi ia bending dan selanjutnya tumpah ruah membasahi wajahnya yang cantik. Membuat make up yang dikenakannya luntur dalam seketika.

            “Anni..” Hyunjae tersenyum datar. Sorot matanya kosong menatap lantai.

“Kau salah..Hidupku sudah tak panjang. Hidupku hanya tinggal seumur jagung, atau bahkan mungkin kurang. Biarkan saja diriku mati…

“Aku tak ingin menyusahkan orang-orang disekitarku dengan keberadaanku yang sama sekali tak berguna ini…

“Jika aku tak ada.. Eomma dan Appa tak akan repot mengurusiku, dan kau juga tak akan menangis terus-menerus karena diriku!! Sudah tak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini!!!!”

            Plak.. sebuah tamparan manis, mendarat di pipi kiri Hyunjae. Sooyoung berang. Dia tak tahan melihat sahabatnya itu putus asa dan merasa dirinya tak berguna.

            “AKU MEMBENCIMU, KIM HYUNJAE!!!” pekiknya. “Jangan pernah berfikir bahwa  kau tak berguna di dunia ini! Jangan pernah mengatakan bahwa kau hanya bisa menyusahkan semua orang!! Kita semua sayang pada dirimu, Hyunjae-ah! Kami semua ingin kau hidup!! Kami semua tak pernah ingin kehilangan dirimu!!

“Apa kau tak kasihan pada kedua orang tuamu yang selalu merawatmu selama ini dengan kasih sayang?? Mereka semua sayang padamu! Mereka tak ingin kehilanganmu! Makan dari itu mereka rela melakukan apa aja demi dirimu, termasuk juga aku!! Jadi jangan pernah fikir bahwa kau tak berguna di dunia ini!!”

            Hyunjae terdiam. Air matanya menetes. Ia sadar, semua yang dikatakan Sooyoung benar. Dia harus melanjutkan hidupnya. Bukan sekedar untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarga dan sahabatnya, yang selama ini selalu setia dan menyayanginya. Kesedihan bukan untuk diratapi atau ditangisi berlarut-larut. Biarkanlah, Andrew tenang di tempatnya sekarang. Dia juga tidak ingin Andrew sedih, karena ia tidak menepati janjinya bahwa ia tidak akan sedih jika Andrew pergi.

            “Sooyoung-ah.  Mianhe” isaknya sambil memeluk tubuh Sooyoung erat.

            “Aku akan selalu memafkanmu, nae saranghaneun chinguya…”

~mrs.ChoiLee~

            “Andrew!!” pekik Hyunjae histeris sambil memegang dada sebelah kiri-nya begitu melihat penampilan SUPER JUNIOR, boyband pendatang baru yang sedang naik daun, di sebuah acara musik di tv.

            “Seolma! Mana mungkin!!?? Yang mana??” bantah dan tanya Sooyoung sekaligus, penasaran.

            “Itu,” Hyunjae menunjuk salah seorang member yang penampilannya paling menonjol dari yang lain.

            “Oo.. Cumi itu sih! Cuma mirip!! Itu Choi Siwon, salah satu member di SUPER JUNIOR! Memang sih sekilas mereka berdua tampak mirip. Tapi.. Jika diperhatikan dengan baik mereka berdua sama sekali tak ada mirip-miripnya!”

            “Tapi mirip!”kekehnya, “Neomu kyeopta! Kayak Andrew!” ujarnya sambil tetap memegangi dada kiri-nya, “Dan aku merasa jantungku berdegub kencang.. seolah tengah melihat sosok Andrew..”

            “Benarkah?? Apa kau menyukainya? Kau suka padanya? Ckck mentang-mentang jiplakan muka-nya Andrew!?” ledek Sooyoung lagi, ”Oh ia, kabarnya dia pernah memiliki penyakit jantung juga sepertinya kalau tidak salah..”

            “Oh ya??”

            “Iya, dan kudengar ia bahkan hampir kehilangan nyawanya. Tapi untungnya dia mendapatkan donor jantung yang cocok, maka dari itu saat ini bisa dikatakan ia sembuh. Operasinya juga belum lama kok! Kira-kira lima bulan yang lalu, selang beberapa hari setelah Andrew meninggal.”

            “Lima bulan yang lalu??” tanya Hyunjae sangsi. Sooyoung mengangguk mantap.

Hyunjae diam.

            Sejak pertama kali ia melihat  sosok Siwon bersama Super Junior di tv, gadis itu merasa tertarik padanya. Belum lagi lagu-lagunya yang memang bagus dan easy listening, membuatnya seketika berubah menjadi penggemar setianya, dan terobsesi untuk bisa bertemu, dan menyaksikannya terus-menerus. Dan setiap melihat sosok Siwon di tv, jantungnya selalu berdegub kencang, ia seolah melihat dan merasakan sosok Andrew hadir di dekatnya.

~mrs.ChoiLee~

*Hyunjae POV*

            Hari ini, entah kenapa, aku ingin sekali bertemu dengan Lee ahjumma, eommanya Andrew Oppa. Sepulang sekolah, dengan diantar supir, aku langsung kerumah Andrew Oppa di daerah Gangnam-gu. Saat berbincang dengan Lee ahjumma, aku baru mengetahui jika setelah meninggal, Oppa mendonorkan jantungnya kepada orang lain, yang menurut sepengetahuannya adalah, Siwon. Saat itulah aku baru sadar kenapa selama ini ia selalu merasakan kehadiran Andrew  di dalam diri Siwon. Tapi apa hubungan mereka? Kenapa keduanya memiliki wajah yang –menurutnya- serupa tapi tak sama?

          “Hyunjae-ah.. Mereka itu saudara kembar.” Lee ahjuma menatapku sedih, aku shock. Mana mungkin??

            “Itu semua benar, Hyunjae-ah. Mereka saudara kembar. Sejak kecil mereka terpisah karena diadopsi oleh keluarga yang berbeda, dan…”

            “Dan apa ahjuma?” tatapku nanar.

            “Dan Andrew juga baru mengetahuinya saat Siwon sudah sekarat di rumah sakit.”

*Author POV*

            Sepulang dari rumah Andrew, sesampainya dirumah, kondisi Hyunjae kembali drop, dan langsung dilarikan kerumah sakit. Selama beberapa hari, Hyunjae tak sadarkan diri. Semua orang cemas. Orang tua Hyunjae mendesak pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan yang terbaik kepada putrinya itu.

            Setelah empat hari tak sadarkan diri, akhirnya hari ini gadis itu terbangun dari tidur panjangnya. Setelah merasa baikan, dengan terbata-bata ia memanggil Eomma-nya yang sejak kemarin terus menggenggam tangannya.

            “Apa sayang?”

            “Ma.. A-ku ma-mau non-ton.. konser-nya Su.. per ju.nior.”

            “Loh, kau itu baru bangun dari koma sayang! Kondisimu belum pulih!!”

            Hyunjae geleng. “Jebal, Eomma. A-aku i-ngin.. meli-hat pe-nampi-lan me-reka.. sekali.. saja..” pintanya dengan nada terbata,”A-ku.. mo-hon..”

            Sontak orang tua Hyunjae menolak, tegas. Tapi Hyunjae terus mendesak. Akhirnya setelah mendapatkan ijin dari dokter dan menyetujui berbagai macam syarat yang diajukan kedua orang tua-nya. Hyunjae di ijinkan untuk pergi menonton konser.

~mrs.ChoiLee~

sekarang…

            “Ahjuma. Hyunjae pingsan!! Sekarang dia lagi di ruang perawatan!” pekik Sooyoung panik.

            “MWO!!??” teriak Eomma Hyunjae histeris. “Yasudah cepat bawa dia kembali kerumah sakit sekarang juga!”

            “Ne, ahjuma!” jawabnya, sambil menutup telepon.

            “Suster, tolong bawa dia kembali lagi ke rumah sakit. Aku masih ada urusan.”

            “Ne, arraseo,” jawab si perawat lalu menyuruh para pengawal untuk menggotong Hyunjae dan membawanya segera kerumah sakit.

            Dua jam berlalu. Hyunjae belum juga siuman. Kedua  oangtuanya panic luar biasa. Dokter hanya dapat berusaha semampunya. Tak beberapa lama kemudian Ia siuman. Eomma Hyunjae langsung memegang tangannya erat. Wajah gadis itu pucat. Tangannya dingin. Eomma Hyunjae menangis sejadi-jadinya.

            “Eomma. Jangan sedih!” bisik Hyunjae pelan.

            Tak beberapa lama kemudian, pintu ICU terbuka. Hyunjae dan Orang tuanya langsung melihat siapa yang datang. Terlihat, Sooyoung datang bersama seseorang.

Choi Siwon.

Rupanya sedari tadi, Ia menunggu Siwon di belakang panggung hingga selesai konser dan menceritakan semua-nya. Setelah didesak, akhirnya Siwon bersedia untuk datang menemui Hyunjae.

            “Eomma, Appa, Sooyoung-ah, ja-ngan berse-dih! Aku tak apa-apa!” ucapnya lirih, sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Eomma-nya yang mulai menua namun tetap cantik, lalu diliriknya Siwon yang sedari tadi berdiri disamping Sooyoung. “Siwon-ssi.. Aku sangat meng-idola-kanmu..

“A-ku tahu ada jan-tung Andrew da-lam diri ka-mu.. Aku bisa mera-sakan ke-hadi-ran Op-pa da-lam di-ri ka-mu..” ujar Hyunjae terbata-bata, diikuti anggukan Siwon, mantap. “To-long kau jaga dengan.. ba-ik yah..”

            “Iya. Aku pasti akan menjaga! Kumohon kau bertahanlah!! Kuatkan dirimu!” jawabnya. Hyunjae hanya menatapnya lirih, lalu tersenyum samar.

            “Jika a-ku per-gi.. A-ku ingin.. jasadku di-makamkan.. di-sebe-lah.. makam Oppa..”

            “Andwae!! Sayang, kamu jangan bicara seperti itu!!” pekik Appa Hyunjae sambil menangis.

            Hyunjae menggeleng pelan. “Gomawo.. se-muanya.. Sayo-na-ra..” ujarnya sambil tersenyum. Tangan yang sedari tadi digenggam, sudah tak bergerak. Kaku. Tubuhnya dingin. Nafasnya hilang. Detak jantungnya pun terhenti. Tangis pun pecah. Seorang dokter diikuti beberapa suster dibelakangnya segera memeriksa keadaan Hyunjae.

~mrs.ChoiLee~

            Hari itu, mentari bersinar dengan cerahnya. Awan gelap yang sedari pagi terus menghiasi langit pun pergi, dan tergantikan oleh pelangi nan indah. Seolah ikhlas menghantar kepergian Hyunjae sampai tiba ke pembaringannya yang terakhir. Dan sesuai dengan permintaannya yang terakhir. Hyunjae di makamkan di sebelah makam Andrew. Seluruh orang datang melayat dan mengikhlaskan kepergian Hyunjae, tak terkecuali Siwon.

            “Sayonara, Hyunjae-ah. Kamu pasti akan segera bertemu dengan Andrew di alam sana,” ujarnya sambil mengusap pusara Hyunjae yang masih basah itu, perlahan. Lalu pergi meninggalkan gundukkan tanah merah itu, diiringi langkah kaki seluruh pelayat yang hadir disana.

-The end-             

Iklan

One thought on “Sayonara …[re-MAKE vers]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s