FATE (Lies after Story) > part: 2

##FF ini adalah AFstor dr FF yg sebeluamnya ::> LIES.. *ato mungkin sequel?? I don’t know :P*

Berhubung ternyata panjang,, yg niat awanya dbikin oneshot malah jadi series..

Biar nyambung bacanya,, gda salahnya,, buat yang belum baca LIES,, di baca dulu sebelum membacanya.. biar nyambung 😛

Di harapkan bagi yang udah baca untuk ninggalin jejaknya..

Bagi yang susah comment di wp, silakan mention aja di @yoendaELF

Insyalah pasti di bales.. : )

LEAVE UR COMMENT!

NO SILENT READERS!!

And

NO PLAGIARISM!!!

 

HAPPY READING ALL~~

Cast:      Choi Siwon

Choi Jonghun

Lee Donghae

Yesung

Kim Hyunjae

Kim Binwoo

~Previous~

“KIM HYUNJAE!!!” panggil sebuah suara ketika Hyunjae masih terduduk lesu, menangisi sesuatu yang sebenarnya sudah tak pantas ia tangisi.

“Kim Hyunjae,” panggil seseorang sambil menepuk bahunya, lembut. Hyunjae segera menghapus air mata yang masih keluar dan membasahi pipinya dengan punggung tangan, lalu mendongak, menatap wajah namja yang tengah membungkuk di hadapannya. Tanpa fikir panjang, ia langsung memeluk tubuh namja berambut cokelat yang ada di hadapannya itu dan membuatnya mau tak mau ikut duduk di atas rumput dan membalas pelukannya. Continue reading “FATE (Lies after Story) > part: 2”

FATE (Lies after Story) >part : 1

 

##FF ini adalah AFstor dr FF yg sebeluamnya ::> LIES.. *ato mungkin sequel?? I don’t know :P*

Berhubung ternyata panjang,, yg niat awanya dbikin oneshot malah jadi series..

Biar nyambung bacanya,, gda salahnya,, buat yang belum baca LIES,, di baca dulu sebelum membacanya.. biar nyambung 😛

Di harapkan bagi yang udah baca untuk ninggalin jejaknya..

Bagi yang susah comment di wp, silakan mention aja di @yoendaELF

Insyalah pasti di bales.. : )

 

LEAVE UR COMMENT!

NO SILENT READERS!!

And

NO PLAGIARISM!!!

 

HAPPY READING ALL~~

Cast:      Choi Siwon

Choi Jonghun

Lee Donghae

Yesung

Kim Hyunjae

Kim Binwoo

~FATE PART: ONE~

 Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tak akan berjalan sesuai dengan kehendak dan atas dasar pemikiran setiap manusia, melainkan takdir tuhan.

Segala yang telah terjadi dan yang sedang terjadi adalah kehendak tuhan.

Tanpa ada kehendak darinya, semua yang manusia rencanakan adalah hanya berupa  dasar pemikiran manusia belaka. Continue reading “FATE (Lies after Story) >part : 1”

~Still Merry Me~ eps. 10

Anyyeonghasaeyo yeorobeun~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Long time no see!! >.<
Missing me??? #plakk
Mianhae”.. jeongmal mianhae.. *nyanyi sorry” answer* kemaren author UAS,, berhubung materinya berat banget,, seberat pretty asmara *ditampol* jdi aq mohon H.I.A.T.U.S sbentar.. *niatnya* eh malah jadi hampir sebulan gini.. hohoho #plakk
Tp emg kbtulan UASnya juga ru beres jum’at kmren,, tinggal nunggu KHS ja ni,, doakan LULUS semua yaa,,biar dapet IP gede.. huhu… *mohon doa’nyaaaaaa…* dan searang author malah kena FLU (__ ____”) #curcol

Okayyy,, daripada kepanjangan dengerin cerita author yg tak berkesudahannn,,, mending yook dilanjutt ^0^v

READERS …
DON’T B SILENT READER PLEASE!!!!!
Dimohon dengan sangat ituuu komentarnya…
Ok.. Ok???

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIATISM!!

  • Cast: SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

——STILL MERRY ME ‘Part: 10’——

Chaehyun terus saja berlari tak tentu arah, meninggalkan Yesung, Ryeowook, Chaeyoung dan Binwoo yang berlari mengikutinya dari belakang, hingga akhirnya mereka berempat kehilangan jejaknya.

“Yaampunnnnnn…. Chaehyun eonni kok larinya cepet banget sih!?” keluh Binwoo sambil memegangi perutnya yang mulai terasa sakit karena berlari. Yesung mengangguk, dan akhirnya karena lelah mereka berempatpun memutuskan untuk berhenti mengejarnya dan memilih untuk istirahat disalah bangku anak tangga yang tak jauh dari mereka.

“Dikasih makan apa sih dia sampe cepet gitu larinya? Bahkan sama aku saja yang pria bisa kehilangan jejaknya!?” Ryeowook geleng-geleng kepala tak percaya bahwa dirinya telah dikalahkan oleh seorang yeoja.

“Entah. Tapi memang kalian tak tahu ya? Chaehyun itu kan kalau tidak salah waktu masih smp dulu dia salah satu pemegang record lari tercepat di sekolahnya!” Binwoo, Yesung dan Ryeowook langsung menatap Chaeyoung dengan tatapan tak percaya. Chaeyoung yang sadar ditatap seperti itu langsung mengangguk yakin.

“Tahu dari mana?” Yesung melayangkan tatapan tak percayanya yang langsung diamini oleh Ryeowook dan Binwoo.

“Dulu aku sempat jadi sunbaenya di smp.”

“MWO???”

^0^

*Chaehyun POV*

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

Aku menolehkan kepalaku, menatap silau kepada sebuah kendaraan yang kini melaju cepat tepat kearahku. Tubuhku lemas, seolah tak sanggup untuk menghindar. Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku. Jika ini memang jalanku, aku pasrah.

Hening…
Hangat…

‘Perasaan apa ini? Apa aku sudah mati? apa aku sudah berada di surga sekarang?? Tapii.. hmmpphhh’ aku menghirup kuat sebuah aroma yang saat ini menelisik masuk melalui sela-sela lubang hidungku. Emporio White Cologne. Mwo?? Chamkanman.. apa di surga aromanya seperti ini?? Setahuku.. satu-satunya orang yang kukenal sering memakai aroma ini adalah…….’
Perlahan kubuka kedua mataku. Gelap. Berarti benar aku sudah mati! tapi bukankah jika aku sudah mati seharusnya serba putih? Dag.. Dig..Dug… kurasakan sebuah detakan tepat di gendang telingaku. ‘Omona! Ini bukan surga! Aku masih hidup! Dan aku..’ perlahan aku memberanikan diriku untuk mendongak, mencari tahu siapa yang tengan mendekap tubuhku dalam dekapan hangat ini. Deg. Sepasang mata kini menatapku dengan tatapan lembutnya.

“Gwenchana?” tanyanya cemas. Aku terpaku. Tubuhku membeku. Oh tuhan,, kenapa dia selalu ada disaat yang kubutuhkan?

^0^

“Igeo,” ia menyerahkan salah satu kaleng kopi yang baru saja dibelinya dari mesin penjual minuman yang tak jauh dari taman padaku, lalu duduk di bangku kosong yang ada disamping tempatku duduk. Ia membuka kaleng kopi miliknya perlahan dan meneguk isinya perlahan sambil memandang lurus kedepan. Aku tersenyum lemah lalu mengikutinya membuka kaleng kopi yang tadi diberikannya dan meneguk isinya.

“Go.. Gomawo,” ucapku lirih tanpa berani memandang wajahnya. Kudengar ia menghela nafas berat. Tak berkata apapun. Akhirnya kuberanikan diri untuk menatapnya dan mengucapkannya sekali lagi.
“Gomawo. Gomawoyo, Jonghun Oppa,” kali ini dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Jonghun hanya diam, namun sebuah senyuman jelas terlihat terukir dibibirnya.

“Gwen-cha-na-yo,” ia mengacak rambutku pelan. Deg. Perasan ini lagi. Omona~ perlahan, tanpa sepenglihatannya aku memegang dada kiriku yang kini berdebar begitu hebatnya, dan langsung menarik kembali tanganku saat Jonghun Oppa kembali menatapku.
“Wae guraeyo?” ia mengangkat sebelah alisnya,bingung, begitu menyadari aku yang mulai salah tingkah.

“Annieyo. Hanya masih sedikit shock dengan peristiwa tadi,” kilahku, cepat. Jonghun mengangguk paham lalu kembali menyesap kopinya.

“Sebenarnya ada apa? Kenapa sampai hampir tertabrak begitu??”

“Ha? Ah…” Damn! Harus jawab apa aku?? Come on Chaehyun! Ppali.. Ppali!! Ayo berfikir cepat!!
“Oh,, aku hanya sedikit melamun sepertinya, tadi.” Bisa kurasakan Jonghun langsung melayangkan sebuah tatapan aneh padaku begitu aku menjelaskan alasan yang kurasakan memang ‘babo’ itu, tapi yah apa daya? Hanya itu yang sempat terfikirkan olehku saat ini. Otakku sedang konslet akibat kejadian di teater tadi!! Rrrr~

“Oh.. Tapi. Sebenarnya tadi kau tak salah juga,” ucapnya sambil kembali mengarahkan pandangannya lurus kedepan, kearah kotak pasir dan perosotan berada.

“M-maksudmu?” aku menatapnya dengan tatapan bingung. Jonghun Oppa berdehem sebentar. Dari raut wajahnya jelas sekali jika ia sedang berfikir.

*FLASHBACK*
*Jonghun POV*

“Ya! Jaejin-ah, kenapa kau terlambat sekali!??” pekik Hongki begitu melihat Jaejin si bassis berlari-lari menghampiri kami berempat yang tengah duduk di salah satu meja café di bagian outdoor.

“Ah, mianhae hyung, dongsaeng-ah, tadi di jalan aku bertemu dengan Jungshin, jadi kami mengobrol sebentar, hehe,” ia memasang tampang bersalah sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang kuyakini tak gatal, kemudian duduk disamping Seunghyun yang masih kosong.

“Mau pesan apa, hyung?” tanya Minhwan, sopan.

“Ah,, kau baik sekali, cukup coklat panas dan waffle blueberry saja, Minhan-ah,” jawab Jaejin sambil tersenyum girang.s

“Annimnida, kebetulan aku dari tadi bingung mau pesan apa, jadi aku mau menyamakannya denganmu. He,” ucapnya dengan wajah tanpa dosa. Kkk~ dasar magnae!

Entah sudah berapa lama kami makan sambil berbincang santai di café ini sampai akhirnya aku memandang kearah jalan, dan sebuah sosok menarik perhatianku. Sosok gadis yang sepertinya aku kenal. Ia berlari melewat kafe ini menuju seberang jalan. Awalnya aku hanya diam mengamatinya, namun begitu melihat dari arah lain sebuah mobil mewah yang semula berjalan dangan kecepatan biasa dan jaraknya masih jauh dari zebracroos tiba-tiba saja mengubah kecepatannya menjadi maksimal begitu lampu mulai menyala merah dan gadis itu berlari menyebrangi jalan.
Entah dorongan dari mana, tiba-tiba saja aku langsung berdiri meloncati pagar pembatas kafe yang tingginya hanya seukuran pinggang dan berlari kearahnya.

“HYUNG!!!!!”/”JONGHUN-AH!!!!!!!!” pekik mereka berempat bersamaan begitu melihatku secara tiba-tiba melompat dan berlari meninggalkan mereka semua.

Aku terus berlari menuju tengah jalan sambil sesekali melihat kearah mobil yang kini tinggal 3 meter lagi jaraknya dari gadis yang malah berdiri mematung dan seolah telah kehilangan kesadarannya itu. Aku semakin mempercepat kecepatan berlariku, begitu jarak antara kami sudah semakin dekat, aku langsung menarik sebelah tanganya agar menjauh sekuat tenaga, dan tanpa sadar membawanya dalam dekapanku. Humphh… Aku menghela nafas lega begitu sadar bahwa aku telah berhasil menyelamatkannya. Sementara mobil itu? Ia sudah melesat pergi, menghilang entah kemana.

‘Hampir saja!’

*FLASHBACK END*
*Jonghun POV end*

“Begitu ceritanya,” jelasnya panjang lebar. Aku hanya mengangguk paham.
“Tapi, sepertinya ada sesuatu yang janggal disitu.”

“Maksudnya?” lagi-lagi aku bertanya.

“Iya. Coba kau fikir. Mobil itu sejak awal kuperhatikan dalam kecepatan standart, bahkan saat lampu hijau atau kuning sekalipun. Dan saat lampu mulai merah, mobil itupun sudah mulai memperlambat kecepatannya, tepi begitu kau berlari ketengah, mobil itu seolah dengan sengaja menambah kecepatannya menjadi penuh.”

“MWO!!??” pekikku tak percaya. “Jincha??”

Jonghun mengangguk mantap. “Tapi.. Mollayo, itu hanya opiniku saja.” Mendengar perkataanya yang mencoba menenangkanku barusan justru malah membuatku semakin berfikir. Sepertinya tidak seperti itu.

^0^

*Author POV*

“Haishhhh,,, Yong-ah, sudahlah. Sudah berapa kali kukatakan, jangan terus berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini!” Siwon mangacak-acak rambutnya frustasi dengan sebelah tangannya sementara tangan yang satunya sibuk memegai ponsel yang ia tempelkan di telinganya, sementara anggota tubuh lainnya –kakiknya- sibuk mengayuh alat –sepeda- olahraga.

“Sulit Wonnie-ah. Bagaimanapun aku yakin bahwa Hyunnie masih hidup,” balas seseorang diseberang telepon. Siwon menghela nafas berat. Entah sudah berapa ratus kali ia menjelaskan hal ini kepada sepupunya itu, dan entah sudah berapa kali juga sepupu tersayanngnya itu membalas dengan kata-kata yang sama.

“Pulanglah. Ahjumma sangat mengkhawatirkan keadaanmu,” ucapnya dengan nada memohon. Orang yang diseberang telepon hanya bisa menghela nafas berat. Siwon menggelang-gelengkan kepalanya frustasi. Entah harus dengan cara apa lagi ia harus membujuk sepupunya itu. Donghae yang kebetulan baru keluar dari kamarnya untuk menonton tv diruang tengah, tempat dimana tv dan alat olahraga itu berada, langsung menatapanya dengan tatapan bingung. Tapi ia tak mau ambil pusing dan segera duduk di sofa sambil sesekali sibuk memindahkan channel dengan remote yang ada di tangannya.

“Jebal, Yong-ah, pulanglah. Aku prihatin melihat kondisi ibumu yang seperti itu. Ia kesepian. Ia sangat merindukanmu,” kali ini nada Siwon lebih melunak. Donghae yang terlihat seolah tak mau ambil pusing diam-diam tetap memasang telinganya untuk mendengarkan.

“Nanti. Belum saatnya,” jawabnya lalu memutuskan hubungan. Siwon yang belum sempat bicara langsung menatap lirih ponsel canggihnya itu sambil menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan aktivitasnya kemabali. Berolahraga.

“Waeyo?” tanya Donghae tiba-tiba. Siwon –tak lupa dengan gesturenya- langsung menatap balik Donghae yang menatapnya dengan tatapan ingin tahu.

“Annieyo. Hanya ada sedikit.. masalah hati?”

Sementara itu ditempat lain….

Seorang pria menatap nanar ponsel flip miliknya yang masih tersambung hubungan internasional dengan seseorang itu. Ia menghela nafas berat lalu kembali meletakkannya di samping telinga setelah tadi hanya ia gengam tanpa mau menggubris ucapan seseorang yang tengah membicarakan sesuatu padanya diseberang telepon.

“Jebal, Yong-ah, pulanglah. Aku prihatin melihat kondisi ibumu yang seperti itu. Ia kesepian. Ia sangat merindukanmu,” ucap seseorang diseberang dengan nada sedikit lebih lunak. Ia menarik nafas berat. Eomma. Ia juga sangat merindukan ibunya itu.

“Nanti. Belum saatnya,” jawabnya pada akhirnya sebelum akhirnya memutuskan hubungan dan memasukkan kembali ponselnya itu kedalam saku celana. Ia memejamkan kedua matanya dan merentangkan kedua tangannya ke udara, mencoba menikmati angin pantai dan suara deburan ombak laut sore yang menenangkan jiwanya.
Perlahan ia membuka kedua matanya dan menyunggingkan sebuah senyuman kecil disudut bibirnya. Suara deburan ombak dan riak-riak kecil di pinggir pantai Thanet seolah telah berhasil menghipnotis dan menghilangkan kegundahan hatinya.

Digulungnya celana panjang yang ia gunakan hingga betis dan dilepas lalu ditentengnya sepangan sepatu yang sedari tadi ia kenaka sebegai alas kakinya. Perlahan tetapi pasti ia melangkah, berjalan menyusuri pesisir pantai indah di selatan Inggris itu sambil sesekali menendang-dengdang air yang menjadi riak di bibir pantai yang ia lewati.

“AUWCH!!!” pekiknya, kesakitan, saat tak sengaja menginjak sebuah benda yang ia kira kumpulan ganggang laut, karena warnanya yang hitam. Ia menunduk mengambil benda yang ternyata adalah sebuah benda berbahan lapisan alumunium itu. Dahinya berkenyit. Bingung.

“Ige mwoya??” ia melemparkan pandangannya kesekeliling. Pantai itu sepi. Hanya ada dirinya dan beberapa orang yang sepertinya penduduk local yang tengah berbincang lumayan jauh dari tempatnya berada. Saat ia baru akan kembali melangkah pergi setelah mengembalikan benda tsb ketempatnya semula, matanya tak sengaja menangkap sebuah benda, seperti tubuh manusia yang terletak disamping batu besar dekat bibir pantai. Dahinya kembali berkenyit namun secara pasti ia berlari mendekat untuk memastikan.

“Omona~” pekiknya, ia lalu membalik tubuh seorang gadis berambut panjang yang kini dalam keadaan tak sadarkan diri itu. Deg.. Deg.. Deg. . entah mengapa ia merasa jantungnya berdetak begitu cepat begitu ia menyibak rambut gadis itu untuk melihat wajahnya. Ia langsung mearik tangannya yang mulai bergetar hebat ketika melihat wajah gadis itu.

“Seohyunnie~” ucapnya lirih. “Seohyunnie!!!!” pekiknya tak percaya, sambil menepuk-nepuk wajah gadis itu agar sadar lalu menarik pergelangan tanga kirinya, memastikan bahwa gadis itu masih hidup. Matanya langsung terbelalak, dan segera menggotong tubuh gadis itu lalu dengan secepat mungkin ia mengendarai ferari kuning miliknya menuju rumah sakit terdekat.

“Bertahanlah, Seohyunnie. Aku akan menyelamatkanmu,” gumamnya sambil sesekali melirik kesamping bangku kemudi, memandangi wajah gadis yang baru saja ia temukan dalam keadaan kritis dipinggir pantai itu.

^0^

“Ya!!! Apa yang kau lakukan!!!” pekik Kyuhyun sebal begitu pementasan telah berakhir dan kini mereka semua sudah kembali kebelakang panggung.

“Ah, mianhae Oppa-ya. Jeongmal mianhae, aku hanya mengikuti perintah sutradara,” jawab Yongeun sambil memasang wajah tanpa dosanya. Jujur saja dalam hati Kyuhyun ia ingin sekali mendamprat gadis yang berdiri daihadapannya ini kalau saja Shin sajjangnim tidak tiba-tiba muncul dihadapan mereka sambil memasang wajah puasnya.

“Wah! Daebak! Penampilan kalian tadi sangat bagus sekali! Pertahankan!” pujinya sambil menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dan Yongeun bergantian lalu berlalu pergi. Kyuhyun hanya bisa mendesah hebat lalu kembali keruang ganti meninggalkan Yongeunyang masih berdiri ditempatnya semula. Sebuah senyuman lebar atau lebih tepatnya sebuah seringaian tersungging di bibirnya kini.

“Hancurlah kau SEO CHAEHYUN!”

^0^

“Yeobo-ya. Kenapa kau?” Leeteuk meletakkan susu hangat yang baru saja dibuatnya keatas meja lalu duduk disamping tubuh istrinya yang saat ini mematung sambil memegangi ponsel dengan sebelah tangannya, dan memandangnya dengan tatapan heran. Hyerin diam, tak menggubris ucapan suaminya itu.

“Jadi? Appa tetap tidak akan pulang sampai kasusnya selesai?” Leeteuk hanya bisa memandangi wajah istrinya yang sedang sibuk menelpon itu dengan tatapan ingin tahu. Hyerin menghela nafas berat.

“Arraseo. Ne, annyeonghi jummusaeyo, Appa.” Hyerin tertunduk lesu setelah melemparkan ponselnya itu sembarangan.

“Waeyo?” Hyerin mendelik, lalu kembali menghela nafas.

“Appa. Dia masih gigih menyelidiki kasus tentang kecelakaan eomma waktu itu. Dia bilang ia akan sekuat tenaga membuktikan bahwa kecelakaan itu bukan karena kesalahan eomma,” ia menatap wajah suaminya itu sambil sesekali merapihkan poni suaminya yang acak-acakan. Leeteuk tersenyum samar.

“Ah, iya. Igeo,” ia menyerahkan segelas susu hangat yang ia buat tadi pada Hyerin. “Aku buatkan susu hangat. Kasihan, kau sepertinya belakangan ini kurang menjaga kesehatan karena terlalu lelah.” Hyerin tersenyum, lalu mengambil alih gelas berisi susu hangat dari tangan suaminya itu kemudian menghabiskannya dalam sekejap. Leeteuk yang melihatnya langsung tersenyum geli.

“Ya! Ya! Kau ini suka atau memang haus?” ledeknya.

“Suka sekaligus haus!” Hyerin merong. Leeteuk yang sudah kepalang gemas dengan tingkah istrinya itu langsung mengelitiki perut Hyerin dan membuatnya kegelian setengah mati.

“Ya! Geli! Yeobo-ya.. Ampunn~~~” Hyerin memohon sambil memegangi tangan Leeteuk agar menjauh dari perutnya.

“Shireo!”

Cklekkk

“Ehemmmmmmmmm…” Leeteuk langsung menghentikan aktivitasnya sementara Hyerin langsung membenahi penampilannya yang mulai berantakkan karena kejadian tadi begitu melihat ada dua pasang mata yang kini menatap mereka yang salah tingkah.

“Ya, kalau mau bermesraan. Ke kamar sana,” goda Minho sementara Chaehyoung yang juga baru sampai dan berdiri disampingnya mati-matian menahan senyum.

“OPPA!!!”

^0^

“Hyunnie-ya… Bertahanlah! Jebal!!” ujar seorang pria sambil menggenggam erat tangan gadis yang tadi ia temui di pantai itu, dengan penuh kasih sayang. Hening, tak ada jawaban, yang ada hanya suara pendeteksi detak jantung yang terpasang disamping tempat tidur dikamar rawat gadis itu.

“Hyunnie-ya, jebal. Sadarlah~” ia semakin memegang erat tangan gadis itu.

Tokk.. Tokkk..

Ia menoleh. Seorang pria setengah baya berpakaian ala dokter berdiri diambang pintu, memberinya tanda agar ia menghampirinya diluar.

“Hyunnie-ah. Chankanman. Jangan kemana-mana, oke? Aku akan kembali,” bisiknya lalu menegcup kening gadis itu lembut sebelum ia keluar menghampiri dokter itu.

“Mr. Jung Yonghwa?” tanya dokter itu dengan bahasa Inggris begitu Yonghwa sudah berdiri dihadapannya. Yonghwa mengangguk mengiyakan.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Keadaannya sangat kritis. Ia mengalami hypothermia yang sangat berat,” dokter itu menatap Yonghwa dengan tatapan penuh selidik.

“Entahlah. Aku juga bingung, dokter. Tadi sore aku menemukannya dalam keadaan seperti itu dibibir pantai.”

“Begitukah?” tatapnya masih tak percaya. Yonghwa mengangguk yakin. “Lalu apa hubungan anda dengan gadis itu?”

Deg. Tiba-tiba saja ia seperti tersadar akan sesuatu. Gadis itu? Siapa gadis itu sebenarnya? Ia tahu betul bahwa ia sama sekali tak mengenalnya, tapi entah mengapa saat ia berada disampingnya ia merasa bahwa gadis itu adalah Seohyun. Kekasihnya, sekaligus calon istrinya…. Yang sudah meninggal.

“Mr. Jung?” panggil dokter itu lagi.

“AH? Oh,” ia bingung. Harus jawab apa dia? “Dia.. dia tunanganku. Seohyun.”

>>TBC<<<
~mrs.ChoiLee~

Huwaaaaaaaaaaa~~ akhirnya beres juga part 10!!!
Setelah perjuangan selama 5 jam.. kkk~
So~ tolong hargain ya usaha author ini.. 

LEAVE UR COMMENT PLEASE!
Bagi yang susah komen lewat WP,, silakan mention aja k twitter q –> @yoendaELF

~Still Merry Me~ eps: 9

Part 9

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIARISM!!

  • Cast: masih kea kmren.. SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

————o0o————-o0o————-

Kedua orang tua Kyuhyun segera kembali ke Seoul begitu mendengar berita bahwa pesawat yang ditumpangi Hyunjae mengalami kecelakaan. Mereka tak tinggal diam. Mereka bahkan langsung mendatangi kepihak maskapai dan bahkan mendatangi langsung TIM SAR yang menangani kasus ini.
Eomma Kyuhyun bahkan menagis histeris ketika melihat nama Hyunjae terpampang jelas di daftar pencarian penumpang yang hilang dalam kecelakaan tsb. Dalam kecemasannya Kyuhyun hanya bisa berusaha untuk tegar dihadapan semuanya, terlebih lagi Donghae, hyungnya, kini malah terbaring di rumah sakit. Akibat berita ini ia mengalami shock berat. Bagaimana tidak, awalnya ia akan segera menyusulnya begitu concert SM TOWN di Seoul berakhir dan ia berencana untuk langsung melamarnya saat ia tiba disana. Tapi takdir ternyata berkata lain.
Semua hanya dapat prihatin melihat keadaan Donghae yang sudah seperti mayat hidup, seolah keadaan Hyerin waktu itu kini berpaling padanya. Nasib buruk seolah masih tak mau pergi dari mereka semua. Continue reading “~Still Merry Me~ eps: 9”

~Still Merry Me~ ePs: 8

Anyyeong yeorobeun~~
Kali ini author cepatt updatenya..
Hoho
😛

Eiia,, di part kali ini, n beberapa part kedepan aka nada kembali penambahan cast..
Hoho,, jdii,, silakan menikmati,, *bow*

DON’T B SILENT READER PLEASE!!!!!
Dimohon dengan sangat ituuu komentarnya…
Ok.. Ok???

ahh iyyyaa,,, DONT BASHING
OKAY
🙂

Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIATISM!!

  • Cast: masih kea kmren.. SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
  • Seo Chaehyun : Pipit
  • Choi Hyerin : Ami Himawari
  • Kim Hyunjae : Author
  • Kim Chaeyoung : Pyna
  • Kim Binwoo : cindy

————o0o————-o0o————-

Part 8!!

“Kumohon jangan pergi,” ucap Donghae sambil mendekap erat tubuh kekasihnya itu, erat, seolah tak akan pernah rela untuk melepaskannya. Hyunjae hanya bisa tersenyum samar mendengar perkataan kekasihnya itu. Jujur, di dalam hatinya yang terdalam, ia pun tak ingin pergi. Andai saja ia bisa. Perlahan ia melepaskan dekapan kekasihnya itu, Donghae langsung menatapnya dengan tatapan tak rela.
“Kalau begitu, biar aku yang mengantarkanmu ke bandara.” Hyunjae menggeleng, lalu tersenyum lembut.

“Andwaeyo, Oppa. Besok sudah waktunya kalian konser, hari ini kau kan masih harus rahersal untuk persiapan. Jika kau mengantarkanku ke bandara besok, bisa-bisa kau malah tak bisa ikut konser. Kau mau? ” Donghae mengangguk sambil memasang wajah polos layaknya anak kecil. Hyunjae menjitak kepala Donghae pelan.

“Aishhh.. Sakit, jagy!” Donghae menggembungkan pipi. Kesal. Hyunjae malah terkikik geli melihatnya.

“Ya! Kau ini, nanti kan kita masih bisa bertemu. Seperti tidak akan pernah bertemu lagi saja, kau ini,” Mendengar perkataan Hyunjae barusan, Donghae terdiam. Tatapannya berubah menjadi sendu. Entah mengapa, sesuatu mengganjal dalam hatinya. Tapi apa??
“Hahaha. Sudahlah. Aku janji deh, nanti saat SM TOWN di LA aku akan berada di bangku paling depan!” Donghae hanya bisa tersenyum datar menanggapinya.

“Janji ya?” ia menyodorkan jari kelingkingnya kehadapan Hyunjae. Hyunjae terkikik geli melihatnya, lalu mengangguk dan kemudian mengamit jari kelingking Donghae sambil tersenyum.

“Janji!”

^0^

“Ne, hyung. Arraseo,”
“…”
“Ne. Aku? Ah, kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal, besok juga aku hanya ada filming untuk acara FBG bersama yang lainnya,”
“….”
“Ne. Ne. Arraseoyo, hyung. Dia juga kan adikku.”
“…”
“Ne, annyeong.”

BIIPP. Jonghun menghela nafas panjang, lalu menatap wajah yodongsaeng semata wayangnya yang sedang duduk menyandar di tempat tidur. Hyerin. Sejak bangun tidur sampai hari beranjak siang sepeti saat ini, perutnya baru terisi 2 sendok bubur, itupun hasil paksaan dirinya. Perlahan ia berjalan mendekat, lalu duduk di sampingnya.

“Hyerin-ah. Sudahlah. Jangan seperti ini,” ia mengelus-elus kepala Hyerin, sayang. Hyerin masih diam. Tatapannya lurus kedepan. Jonghun mendesah.
“Ya! KUMOHON JANGAN BEGINI!!!” bentaknya. Hyerin tersentak. Jonghun menarik wajah Hyerin dengan kedua tangannya dan menatapnya lekat. “KAU KIRA HANYA KAU YANG KEHILANGAN EOMMA, HUH?? HANYA KAU YANG SEDIH DENGAN KEADAAN JONGMI!!???” Hyerin diam.
“ TIDAK! KAU SALAH!!! KAMI JUGA KEHILANGAN!!”
“ KAU KIRA KAMI TIDAK SEDIH MELIHAT JONGMI YANG MASIH TERBARING LEMAH DI RUMAH SAKIT!!??” Hyerin masih diam.
“KAMI JUGA SEDIH!!”
“ASAL KAU TAU! SETIAP HARI, LEETEUK HYUNG, AKU, MINHO, CHAEYOUNG, DAN BAHKAN HYUNJAE! SECARA BERGANTIAN MENUNGGUI JONGMI DI RS. PADAHAL KAU TAU? MEREKA SEMUA SIBUK! TAPI, MEREKA SELALU MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MENJAGA JONGMI SECARA BERGANTIAN.” Hyerin terdunduk. Jonghun memijat kepalanya yang terasa sedikit pening karena terus berteriak-teriak.
“Kau tau? Kami semua bertambah sedih saat melihat keadaanmu yang sudah seperti mayat hidup ini, dongsaeng-ah,” tambahnya, namun kali ini tidak ada lagi suara bentakan atau teriakan seperti sebelumnya. Intonasinya kembali seperti semula. Hyerin mendongak, menatap Jonghun yang masih duduk di sempingnya dengan tatapan nanar.

“Oppa..” Jonghun menoleh. “Mianhae..” Hyerin langsung memeluk tubuh Jonghun erat dan langsung menumpahkan semua air matanya yang selama ini ia pendam sendirian. Jonghun terpaku. Lalu tersenyum dan membalas pelukkan adiknya itu sambil sesekali mengelus dan menepuk-nepuk bahunya pelan.

“Gwenchana.. Gwenchana..”

“Mianhae.. Mianhae..” ucapnya sambil sesenggukkan.

KRINGGG… KRINGGG…
Telepon rumah mereka bordering keras. Jonghun langsung melepaskan pelukkan mereka lalu segera berlari kebawah untuk mengangkatnya. Hyerin yang penasaran langsung mengikuti langkah Jonghun sampai kebawah.

“Yobsaeyo,”
“…”
“Ne. Ini kediaman keluarga Park Joongsoo.”
“…”
“Dari RS?”
“….”
“MWO!!!!????”

^0^

“Selamat datang, Mrs. Shelina Kang,” sambut seorang pria setengah baya begitu melihat sesosok wanita yang sedari tadi sudah dinanti kehadirannya kini tengah berdiri di depan sebuah papan billboard yang memasang foto anak didik perusahaan mereka.
“Tuan Park sudah menanti anda di ruangannya. Mari,” ucapnya ramah, lalu mempersilakan wanita itu untuk mengikuti langkahnya sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu kaca berukuran besar di lantai 4.

Tokk.. Tokk..

Pria itu langsung mebuka kedua sisi pintunya begitu terdengar seseorang mempersilakan mereka masuk dari dalam. Tanpa basa-basi, mereka langsung masuk kedalam ruangan besar bergaya klasik tsb.

“Tuan Park, mrs. Shelina Kang sudah tiba,” ucap pria tsb.Park JinYoung bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri mereka.

“Senang akhirnya kami dapat bertemu denganmu, mrs. Kang,” ujarnya ramah sambil mengulurkan tangannya.

Wanita itu tersenyum samar, lalu membalas jabatan tangannya. “Langsung saja. Aku ingin semuanya berjalan sesuai rencana.”

^0^

Begitu selesai memarkirkan mobilnya di basement RS int Seoul, Hyerin langsung keluar dari mobil dan berlari memasuki gedung rumah sakit, semenntara Jonghun yang baru sadar adiknya it sudah berlari keluar meninggalkannya langsung menyusulnya dari belakang.
Langkahnya langsung terhenti begitu melihat seorang dokter baru saja keluar dari dalam sebuah kamar perawatan. Di tatapnya dokter yang diketahui dari papan nama yang dipajang di jas dokternya bernama dr. Jang itu, dengan tatapan cemas. Jonghun yang baru saja tiba langsung berdiri sigap di belakang Hyerin.

“Ba.. Bagaimana keadaannya, uisa?”

“Kalian keluarganya?”

“Aku ibunya!” jelas Hyerin gemas, karena dokter itu tidak menjawab pertanyaannya.

“Anak anda.. Dia..”

^0^

Hari ini adalah hari pertama diselenggarakannya SM TOWN LIVE CONCERT di Korea. Sejak pagi-pagi buta, kesibukan sudah terlihat dimana-mana. Tak hanya pihak panitia, tapi juga semua artis yang bernaung dibawah bendera SM.

“Jagy, mianhae aku tak bisa mengantarmu,” sesal Donghae di telpon begitu ada jeda istirahat sebentar di sela-sela kesibukannya. Kyuhyun yang kebetukan sedang duduk disamping Donghae hanya bisa tersenyum penuh arti.

“Ya! Oppa, gwencahana.. Aku kan sudah berkali-kali mengatakannya kepadamu,” ujar Hyunjae gemas, di seberang telpon.

“Tapi…” belum sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, ponselnya langsung direbut Kyuhyun dan dia langsung me-loadsepeaker-nya sehingga hampir semua orang yang ada diruangan itu dapat mendengarkan ucapan mereka.

“Ya, dongsaeng-ah! Hati-hati di jalan ya! Mian Oppa tak bisa mengantarmu.”

“Gwencahana Oppa! Tenang saja. Semua akan baik-baik saja!”

“Arraseo! Sudah sana! Berangkat! Nanti kau ketinggalan pesawat! Kau kan ikut penerbangan pagi, bukan?”

“Ne~~~ Arraseo!! Oppa… Jagy.. Bawel!! Bye!”

BIPP.

Donghae menghela nafas. Kyuhyun malah terkikik geli melihat ekspresi hyungnya yang seperti anak di tinggal ibunya itu.
“Ya, hyung. tenang saja! Semua akan baik-baik saja. Dia kan kesana biar cepat lulus. Nanti juga kalian akan bertemu lagi kan?” ucapnya sambil menyerahkan ponsel hitam itu ketangan Donghae.
‘Semoga saja begtu,’ ucapnya dalam hati. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang mengganjal.

Sementara itu, ditempat lain, Hyunjae menatap layar ponsel yang memajang foto dirinya dan Donghae yang diambil saat mereka ke Mokpo, lalu menarik nafas berat. Dilihatnya pak Jung yang sedang sibuk memasukkan barang-barang bawaannya ke dalam bagasi mobil. setelah yakin tak ada satupun barangnya yang tertinggal, ia langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai pak Jung dan segera berangkat menuju Incheon.
Sepanjang jalan, ia hanya bisa terdiam dan memilih untuk melihat keluar jendela, mencoba menikmati pemandangan kota Seoul yang entah kapan dapat ia nikmati kembali.
Keberangkatannya kali ini tak seperti keberangkatannya yang sebelumnya. Ia berangkat sendirian. Tidak seperti 3 tahun lalu yang ditemani ibu dan onnienya, dan diantarkan oleh ayahnya –jangankan mengantar, ia bahkan hanya berpamitan pada mereka lewat telpon karena kemarin kedua orang tuanya itu secara tiba-tiba berangkat ke Hokkaido karena ada urusan keluarga- sementara Kyuhyun dan Donghae juga sedang sibuk dengan acara concert mereka yang akan dimulai beberapa jam lagi.

Hari ini entah mengapa, perjalanan Seoul-Incheon yang biasanya cukup memakan waktu sekitar 2 jam kini malah memakan waktu sekitar 3,5 jam, yang mau tak mau membuat Hyunjae kalang-kabut karena ketinggalan pesawat. Alhasil Jung ahjussie terpaksa membantunya untuk mencarikan pesawat pengganti karena mau tak mau ia harus berangkat ke LA hari ini juga karena lusa ia ada tugas yang harus segera dikumpulkan.

“Pesawatnya berangkat setengah jam lagi. Tapi, mianhae Agassi, hanya tersisa bangku ekonomi.”

^0^

“Park JinYoung sunbaenim~~~” sapa seorang gadis berperawakkan genit, layaknya gadis-gadis pada umumnya begitu melihat bos yang sudah dianggap kakak olehnya itu berdiri tak jauh dari tempatnya. *biar gga ribet dsingkat aj jd YP ya :P*
JYP menoleh, lalu tersenyum begitu meilhat salah satu anak asuhannya itu kini berjalan kearahnya.
“Annyeonghasaeyo~”

“Ah, Youngeun-ah. Annyeong. Kau tetap ceria seperti biasanya.”

“Hehehe” Youngeun terkekeh. Namun belum sempat ia mengatakan sesuatu, ia melihat sesosok wanita perpenampilan high class berjalan mendekat kerah mereka. ‘eh?? Itukan??’

JYP menoleh, lalu tersenyum. Wanita itu juga tersenyum, tapi bukan kearahnya, melainkan..

“Eomma??” Youngeun langsung menutup bibirnya rapat-rapat. JYP yang mendengarnya hanya bisa tersenyum.

“Annyeong. Shin YoungEun.”

^0^

Pesawat sudah lepas landas sejak sepuluh menit yang lalu. Perjalanan panjang yang sangat melelahkan menuju LA terpaksa di lewati Hyunjae di bangku kelas Ekonomi. Sejujurnya ia tak masalah mau duduk di kelas manapun. Hanya saja, untuk perjalanan sejauh itu ia tak dapat membayangkan bagaimana ia nanti.

Sementara itu, concert SM TOWN sudah dimulai sejak 3 jam yang lalu. Concert yang berjalan selama kurang lebih 5 jam itu berlangsung dengan sangat meriah. Semua berjalan sesuai rencana. Tanpa insiden sedikitpun.
BoA baru saja turun dari terowongan panggung utama yang ada di paling depan. Itu tandanya bagian Kyuhyun dan Chaehyun untuk tampil sudah tiba.

Intro dari lagu One year later mulai mengalun lembut, dengan segera Chaehyun melangkah keluar dengan mengenakan gaun berwarna putih tanpa lengan diatas lutut, dari baling panggung sambil menyanyikan bagiannya.

  • “Hanchameul ggumeul ggun geot gata
    Handongan hemego hemeta
    Machi yaksogirado handout
    Naekyejeoreul,, keoseulleo keu Nacheoreom
    maju seoineun uri..

    keu ddae uriga sseonaeryeogadeon
    areumdaweodeon iyagi..
    keu ddae uriga.. gidohaesseodeon yeonwon hajadeon yaksokdeul
    hanashik ddeollalda nauigaseumi
    keyondaji mothalgeol algie
    nesaenkage ggukgguk chamasseo
    neoui il nyeoneun ddo.. eoddaesseoni..”

  • Tak lama, dari arah kiri panggung, seorang pria bertuksedo putih keluar dari bawah panggung. Menatap lembut kearah yeoja yang berdiri jauh dari pandangannya.

  • “hanchameul ijeun chae saraji
    Handongan kawaenchanh deut haesseo
    Hajiman shigani heureumyeon ggaedara gagoisseo
    Neo obshineun andwoedaneun geol~
    Keu ddae uriga jogeuman eoreunseowodeoramyeon
    Keu ddae uriga micheo molladeon jigeumeul aradeoramyeon
    Ggeuchi obneun huhwoeman.. dwoe nwoeidaga igyeonael
    Jashini obseoseo
    Keu got majeo ggukgguk chamaseo
    Keureohge il ryeoni heullawasseo”
  • Perlahan-lahan, langkah mereka mendekat satu sama lain. Bertatapan, namun masih menjaga jarak.

  • “”Hoksi neodo nae mam geteulgga~”

    “Dashi han beonman gihwoereul jugeni”

    “Ijen ara jeoldaero urineun
    Heeojil su ebseo,, saranghago ddo saranghaneun hansaram~~~~”

  • langkah mereka saling mendekat. Perlahan Kyuhyun mengenggam sebelah tangan Chaehyun, sementara tangan yang lainnya memegang mic. Ditatapnya dalam kedalam mata Chaehyun yang cerah. Membuat riuh rendah para penonton yang hadir semakin tak terelakkan.

    “AAAAAAAAAAAA~~~” pekik Chaehyun. Lengkingan suara tinggi Chaehyun menggema keseluruh stadium. Membuktikan kwalitas vocalnya yang memang prima, dan tak salah jika ia ditunjuk sebagai ‘main vocal’ di grupnya.

  • “Uri johadon cheoeom keu ddaero dashi toragasseumyeon hae”

    “ Areumdawogo”/“Areumdawogo~~”
    “Haengbokhaaseodeon”/ “Haengbokhaaseodeon”
    “sarangieodeon naldeuro”

    “Gaseum apeun yaegideul, Heotdwoen datumdeul”

    “ ijen modu damudeo dugo
    Dashin ggeonaeji malgiro hae”

    “Kyejeori ddo heullo”/“myeotyeoni jinado”

    “Oneul gadeun mamman”

    “dashin obge”

  • Mereka berdua tersenyum, menatap satu sama lainnya, lalu berbalik, membungkuk kearah penonton tanpa melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain, kemudian menghilang pergi kebawah panggung.

    Setelah sampai di bawah panggung, Chaehyun dan Kyuhyun masih belum melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain, sampai akhirnya Heechul datang dan menatap mereka dengan tatapan aneh.

    “YA! Tidak usah pamer kemesraan segala dihadapanku seperti itu!” cibirnya sebelum pergi melewati mereka. “Bikin iri saja!”
    Chaehyun dan Kyuhyun saling berpandangan, lalu tertawa geli.

    ^0^

    “Appa!!!” pekik sebuah suara begitu Seluruh personil super Junior sudah kembali dari panggung,berjalan menuju waiting room mereka setelah concert berakhir.
    “Appa!!!” pekik suara itu lagi. Dahi Shindong berkenyit. Setahunya diantara mereka semua yang sudah menikah dan memiliki seorang anak hanya Leader mereka. Leeteuk. Diliriknya Leeteuk yang masih berdiri mematung di depan pintu masuk room, sementara personil lainnya sudah masuk kedalam. Penasaran. Ia langsung menghampirinya.

    “Omo!” pekiknya, tak percaya. Kontan membuat semua personil lainnya langsung ikut-ikutan keluar melihat.

    “J.. Jongmi-ah!? JONGMI!!!???”

    “Appa!!!!”

    Leeteuk tersenyum. Ia berlari menghampiri bocah kecil yang di kepalanya masih dililit perban, dan mengangkatnya dari sebuah dorongan bayi yang dibawa oleh Jonghun, adik iparnya. Senyumnya kembali mengembang begitu melihat sosok wanita yang teramat dicintainya kini berdiri di balik punggung Jonghun

    “Jongmi-ya.. Anakku.. Kau sehat nak?”
    “Hyerin-ah.. Yeobo.. Kau sadar! Terima kasih tuhan!!”

    ^0^

    YoungEun, atau lebih tepatnya Shin YoungEun, member sekaligus sub vocal dari salah satu girlband ternama di Korea Selatan. Super Girl. Menatap bingung sosok wanita yang kini duduk berhadapan dengannya. Ia meletakkan garpu dan pisau yang sedari tadi ia gunakan keatas piring, tanda bahwa ia telah selesai makan.
    Wanita ia mendelik, lalu mengelap bibirnya yang dilapisi lipstick berwarna merah maroon dangan serbet yang telah disediakan di samping piring.

    “Untuk apa eomma kemari?” tanyanya, to the point. Wanita itu malah tersenyum, lalu meneguk sedikit air dari dalam gelas Kristal yang ada di hadapannya.

    “Apa aku tak boleh menjenguk putriku sendiri?” ia menatap YoungEun dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan. YoungEun menarik nafas pasrah. Ibunya ini memang sulit ditebak. Ia sendiri bingung, kenapa istri ayahnya ini tiba-tiba saja datang jauh-jauh dari Paris dengan alasan yang baginya terlalu di buat-buat. ‘untuk menjenguk putrinya sendiri’ katanya?
    Sepertinya tidak mungkin! Tapi, untuk apa dia sampai datang ke kantor segala? Dan bahkan sepertinya ia juga sudah mengenal JYP. Ia kembali menatap wajah ‘istri ayahnya’ itu, lalu tersenyum datar.

    “Tenang saja YoungEun-ah. Eomma disini untuk membantumu,” dahi YounEun berkenyit. Untuk membantuku? Apa maksudnya??

    ^0^

    Hyunjae kembali memijit-mijit dahinya yang terasa pening. Sesekali ia memanggir pramugari yang bertugas untuk membawakannya segelas air.

    “Thank’s,” ucapnya begitu salah seorang pramugari memberikannya segelas air hangat sesuai keinginannya. Pramugari itu mengangguk.

    “Silakan panggil saya kembali jika anda membutuhkan sesuatu,” katanya, ramah, sebelum akhirnya undur diri dari hadapan Hyunjae.

    Dipandanginya segelas air hangat yang kini ada di genggamannya. Perlahan ia mengangkat gelas tersebut dan mendekatkan bibir gelas ke bibirnya. Belum sempat ia meneguknya gels tersebut malah terlepas dari genggamannya. Sebuah guncangan hebat terjadi di kabin pesawat.

    “Keadaan darurat. Dimohon untuk mengencangkan sabuk pengaman anda,” ucap pilot dari arah pengeras suara. Para penumpang yang panic segera kembali ke tempat duduknya masing-masing lalu segera mengencangkan sabuk pengaman mereka masing-masing, termasuk Hyunjae. Tak lama setelah pengumuman tsb, sebuah guncangan kembali terjadi, namun kali ini kebih kencang. Lampu diseluruh kabin pesawat berkedip-kedip. Aura panas, dan sesak mulai menyelimuti kabin. Sepertinya kadar Oksigen yang ada mulai menipis. Dari atas kabin alat pembantu pernafasan mulai bermunculan. Dengan segera seluruh penumpang menariknya dan mulai bernafas dengan bantuan alat tsb.

    BRAKKKKKKK!!

    DUARRRRRRRRR

    “ARGHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

    ^0^

    saking lelahnya mereka semua, begitu sampai di apartment mereka semua –baik itu penghuni lantai 11 ataupun 12- berkumpul di lantai 12, karena mereka ingat lantai 11 kemarin dipakai oleh para menejer dan asistennya, jadi kemungkinan masih berantakan. Shindong yang sedari tadi memang sudah menahan kantuk langsung masuk kedalam kamar, diikuti eunhyuk. Heechul yang sudah kebelet langsung masuk kedalam kamar mandi. Ryeowook malah masuk kedalam dapur untuk memasak ramyeon, dibantu Sungmin, lantaran Kyuhyun, Donghae, Siwon, dan Yesung terus-terusan merengek kelaparan seperti anak kecil.
    Selagi menunggu makanan jadi, Donghae memilih untuk masuk ke kamarnya untuk ganti baju, sementara yang lainnya memilih untuk duduk manis, menunggu makanan matang di ruang TV sambil menonton.

    “Diberitakan. Sebuah pesawat Korean Airways dengan nomor penerbangan 1005, tujuan Seoul-Los Angeles, beberapa saat yang lalu dikabarkan mengalami kecelakaan…”

    Mendengar berita tsb, kontan perasaan Donghae berubah tak enak. Dengan segera ia berlari kembali ke ruang tv setelah memakai kaos santainya. Ia langsung merebut remote tv yang ada di tangan Siwon lalu membesarkan volumenya dan segera mendengarnya dengan seksama.

    “Ya, Donghae-ya. Kenapa kau?” Yesung menatap Donghae yang memasang tampang serius, bingung. Siwon hanya bisa angkat bahu begitu Yesung beralih meliriknya.

    ”Pesawat berisikan 674 orang penumpang ini dikabarkan mengalami kerusakan mesin saat menghadapi badai.…”

    Donghae menatap layar tv dengan tatapan nanar. Dadanya berdegub kencang. Perasaannya kini campur aduk.

    ”Dikabarkan sampai saat ini pesawat tsb pbelum diketemukan. Hanya beberapa serpihan dari bangkai pesawat saja yang di temukan mengapung di dareah perairan Inggris….”

    “Ya, hyung. Jangan-jangan kau berfikir Hyunjae ada di pesawat itu?” tanya Kyuhyun, meyakinkan. Donghae menoleh, lalu mengangguk pelan. Kyuhyun berdecak kecil, sementara member yang lain kini berkumpul disekitar mereka dan menatap mereka dengan tatapan bingung.

    Kyuhyun tertawa. Donghae dan yang lainnya menatapnya bingung.
    “Hyung.. Hyung.. Mana mungkin! Ia berangkat ke LA dengan Thai Airlines, kemarin aku sendiri yang memesankannya. Jadi tidak mungkin jika ia salah satu dari npenumpang tsb.”

    “Jincha?” Kyuhyun mengangguk yakin. Semua bernafas lega. Namun dalam hatinya, perasaan Donghae masih tak enak. Entah mengapa, ia sangat yakin jika sesuatu sedang terjadi pada kekasihnya itu.

    ^0^

    Semalaman Donghae tak bisa tidur. Alhasil sebuah lingkaran hitam kini menghiasi sekitar matanya. Siwon dan Yesung yang tidur di kamarnya langsung terkejut begitu melihat rupa Donghae yang berantakan. Ryeowook dan yang lainnyapun hanya bisa menatapnya sambil menahan tawa saat mereka semua berkumpul untuk sarapan di ruang tv.

    “Jangan bilang kau semalan tak tidur?” Heechul menatap Donghae penuh selidik. Donghae hanya diam, hanya memandangi roti bakar jatah sarapannya tanpa menyentuhnya. Kyuhyun mendesah. Dikeluarkannya ponsel miliknya dari dalam saku celana. Lalu mulai menghubungi seseorang.

    “Yobsaeyo?”
    “…”
    “Ne, Jung ahjussie. Aku hanya mau memastikan, apa kemarin semua lancar?”
    “…”
    “Ne?? bisa kau ulangi??” ucap Kyuhyun suara bergetar. Seluruh member melirik kearahnya, ingin tahu.
    “…”
    “MWO!!!??”
    “…”

    BLETAKKK
    Ponsel Kyuhyun terlepas dari genggamannya. Ia terduduk. Wajahanya berubah pucat. Donghae yang dududk di sampingnya langsung memungut ponsel Kyuhyun. Begitu dilihat sambungan telponnya belum terputus ia langsung mengangkatnya.

    “Wae gurae, ahjussie?”
    “…”
    “…..” Donghae diam. Suaranya tercekat. Dadanya berdegub tak karuan. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

    “Waeyo??” Siwon menatap mereka berdua, penasaran, disertai tatapan member yang lainnya.
    Donghae tertunduk lemas. Belum sempat ia berkata apa-apa, mendadak pandangannya kabur. Tubuhnya seperti terombang-ambing. Dan kemudian semua terasa gelap baginya.

    BRUGGGG

    “DONGHAE!!!!!!!!!!!!!!!”

    >>TBC

    Gimana”??
    Pendek?
    EMANG!! Hahaha sengaja!
    Biar bikin penasaran 😛

    Jgan lupa komentar yahh.. part 9, insyallah kalo gda halangan dlm pembuatannya bakal di publish taun depan
    #PLAKKK!!
    *reader: KLAMAAN!!
    Author: ye,, 6 hari lagi juga ud termasuk taun depan tau!
    :P*

    Jangan lupa untuk ninggalin COMMENT
    Atau kalo buat yg OL d hp,, silakan mention aq jay a di @yoendaELF
    Atau di fb jg bole,, kkk~

    Annyeong~~

    ~Still Merry Me ~ eps:7

    Annyeong yeorobeun~
    Mianhae belakangan suka jarang ngpost soalnya author sibuk ngerjain gunungan tugas yang semuanya rata-rata disuruh buat ngeresume buku T.T jdi kebayang kan gimana sibuk nan merananya author kesayangan *OVER PeDe MODE.FULL* kalian yang satu ini?? Huhuhu Dosennnyyaaaa sadis semuaaaaaaaaaa…. !!! >.< *curcol*
    *garuk-garuk tanah*
    Tapi berhubung author agy ‘enekk’ ngerjain tugas P.H.I ,, jadi disela-sela ngerjain resume buku yang tiada akhirnya,, author gendeng ini malah lnjutin bikin FF.. hoho

    Mengingat perjuangan author yang berat ini *alakhhh* jadiii,, buat READERS
    DON’T B SILENT READER PLEASE!!!!!
    Dimohon dengan sangat ituuu komentarnya…
    Ok.. Ok???

    Leave ur comment ! Don’t be silent READER please.. and NO PLAGIARISM!!

    • Cast: masih kea kmren.. SUPER JUNIOR, SHINEE, FT ISLAND
    • Seo Chaehyun : Pipit
    • Choi Hyerin : Ami Himawari
    • Kim Hyunjae : Author
    • Kim Chaeyoung : Pyna
    • Kim Binwoo : cindy

    ————o0o————-o0o————-

    —part 7—

    *Author POV*

    “Hyunjae-ssi!!” pekik Jonghun dari dalam mobil, begitu melihat sesosok yeoja berkacamata yang baru saja keluar dari sebuah toko CD sambil menenteng sebuah tas laptop. Hyunjae terlihat celingukan, bingung, saat merasa namanya di panggil. Jonghun segera meminggirkan mobilnya dan membuka kaca samping mobilnya itu begitu tiba di hadapan Hyunjae.

    “Jonghun Oppa?”

    “Ne. Neo oddigaeyo??”

    “Pulang. Wae?” jawabnya singkat, namun senyum ramah tak pernah lepas dari wajah gadis itu.

    “Naiklah. Biar ku antar”

    “Ha??” ia menatap Jonghun dengan tatap ragu, tapi akhirnya mengangguk setuju. Jonghun tersenyum puas, kemudian segera mengemudikan mobilnya begitu yakin Hyunjae kini sudah duduk di sebelahnya.

    “Err.. Hyunjae-ssi.. boleh aku tanya sesuatu?” tanya Jonghun pada akhirnya setelelah hampir sekitar setengah perjalanan mereka saling diam.

    “Ha? Ah, tentu saja. Mau tanya apa, Oppa?” jonghun melirik sekilas, lalu menghela nafas pendek.

    “Itu.. Apa tanggalnya sudah ditentukan??”

    “Ha??? Tanggal apa maksudnya, Oppa?” Continue reading “~Still Merry Me ~ eps:7”